• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Bimbingan dan Konseling

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tugas Bimbingan dan Konseling"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Isnaini Ira Nur Andini

NIM : 1606055

Dosen Pengampu : Ari Rahmat Riadi, M.Pd.

Tugas

Bimbingan dan Konseling

1. Apa yang membedakan istilah “Bimbingan” dan “Konseling”

Jawab:

Bimbingan berasal dari kata guidance yang merupakan penggalan kata dari kata guide yang mempunyai arti menunjukkan, mengarahkan, mengatur, memimpin, menuntun, memberi nasihat. Pada kenyataanya bimbingan mempunyai pengertian yang sangat beragam. Saat memahami pengertian bimbingan sebenanrya terdapat beberapa kata kunci yaitu, bantuan, proses dan memahami diri sendiri dan lingkungan.

Sedangkan konseling merupakan arti dari kata counseing yang asalnya dari kata counsel yang memiliki arti anjuran, nasihat, percakapan. Banyak para ahli yang juga sudah membahas pengertian konseling dan kesemuanya memberikan kesimpulan yang intinya sama bahwa konseling merupakan pemecahan suatu masalah yang dimiliki oleh seseorang. Jadi dapat kita artikan bahwa Konseling adalah Sebuah proses pemberian bantuan yang di lakukan oleh kenselor kepada konseli dengan melakukan wawancara yang dilakukan secara langsung atau bisa disebut face to face dalam membantu memberikan solusi masalahnya agar dapat hidup lebih baik lagi.

(2)

2. Mengapa (khususnya) di Indonesia, selalu digunakan “bimbingan dan konselinga” tidak konseling saja?

Jawab:

Pada dasarnya konseling memiliki pengertian proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor/pembimbing) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah. Numun jiga hanya ada konseling tidak di iringi dengnan bimbingan. Konseling hanya mendapatkan menerima bantuan dalam bentuk saran , tanpa adanya bimbingan dan evaluasi dari konselor dalam penyelesaian masalah yang di miliki dari konseling. Sehingga di Indonesia lebih baik diadakan Bimbinga dan Konseling.

3. Mengapa “bimbingan dan konseling di SD” perlu diselenggarakan?

Sampai-sampai dibuat landasan hukunya. Jawab:

Menurut Crow & Crow (1960), fungsi bimbingan dan konseling di sekolah dasar adalah membantu penyesuaian masing-masing siswa terhadap sekolah dan dari sekolah terhadap siswa. bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mengatasi masalah-masalah yang tengah dihadapi, maupun yang mungkin timbul pada masa yang akan

datang.Permendiknas No. 22/2006 tentang standar isi dan satuan pendidikan dasar dan menengah Pelayanan konseling :

 memberiakan kesempatan kepada peserta didik untuk

mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat.

 Masalah pribadi, kehidupan sosial belajar dan pengembangan

karir.

 Di fasilitasi/dilaksanakan oleh konselor

Penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan bagian integral dari upaya pendidikan perperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan

(3)

bangsa melalui berbagai pelayanan bagi peserta didik bagi pengembangan potensi mereka seoptimal mungkin.

4. Hal apa saja yang menjadi perhatian “bimbingan dan konseling di SD”

hubungannya dengan peserta didik? Jawab:

Pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD

mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Bidang bimbingan ini meliputi pokok-pokok materi berikut:

a) Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari

informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya, mengikuti pelajaran sehari-hari, mengerjakan tugas (PR), mengembangkan keterampilan belajar dan menjalani program penilaia

b) Pengembangan disiplin belajar dan berlatih baik secara mandiri

maupun kelompok

c) Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di

SD.

d) Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

e) Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan

budaya yang ada di sekolah, lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan kemamapuan serta pengembangan pribadi.

(4)

5. Bagaimana seharusnya “bimbingan dan konseling di SD” di selenggarakan Jawab:

Konselilng di sekolah dasar dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 sebagai berikut :

 Bimbingan di sekolah dasar lebih menekankanakan peranan guru

dalam fungsi bimbingan.

 Fokus bimbingan di sekolah dasar lebih menekan pada pengembangan

pemahaman diri, pemecahan masalah, dan kemampuan hubungan secara efektif dengan orang lain

 Bimbingan di sekolah dasar lebih banyak melibatkan orang tua murid,

mengingat pentingnya pengaruh orang tua dalam kehidupan anak selama di sekolah dasar.

 Bimbingan di sekolah dasar hendaknya memahami kehidupan anak

secara unik.

 Program Bimbingan di sekolah dasar hendaknya peduli pada

kabutuhan dasar anak, seperti kebutuhan untuk matang dalam pemahaman dan penerimaan diri, serta menerima kelebihan dan kekurangannya.

Program bimbingan di sekolah dasar meyakini bahwa usia sekolah dasar merupakan tahapan yang sangat penting dalam tahapan perkembangan anak. Melihat karakteristik bimbingan konseling di sekolah dasar muncul sebagai konsekuensi logis dari karakteristik dan masalah perkembangan murid sekolah dasar itu sendiri. Karena itu, memahami karakteristik murid sekolah dasar merupakan hal yang sangat penting dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan layanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Begitu pula sentral layanan bimbingan dan konseling akan terpusat pada pemberdayaan kualitas fungsi guru sebagai pembimbingnya.

(5)

6. Manfaat seorang guru SD dalam memperlajari “bimbingan dan konseling”? Jawab:

Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya,–terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya–, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan

pendidikan di sekolah. Dengan memahami bimbingan dan konseling, seorang guru melalui pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat membantu siswa dalam hal:

 Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.

 Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.

 Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling.

 Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.

 Menilai perbutan siswa dengan adil.

7. Kendala yang menghmbat penyelenggaraan “bimbingan dan konseling di SD”

Jawab:

Pentingnya konsultasi siswa dengan guru Pembimbing sebernarnya adalah suatu hal yang perlu mengingat konsultasi tersebut akan menjadi jalan ke arah pelaksanaan konseling yang sesungguhnya. Namun berbagai kendala pelaksanaan konseling menjadikan konseling di sekolah sulit berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Hal mendasar yang menjadi kendala di berbagai sekolah adalah sarana dan prasarana pendukung yang kurang. Kendala lain yang juga menjadi salah satu faktor penghambat adalah latar belakang pendidikan guru pembimbing atau konselor yang umumnya bukan berasal dari BK. Kebanyakan guru pembimbing adalah mereka yang dialihtugaskan dari guru mata pelajaran, walaupun sebagian dari mereka telah mengikuti

(6)

pelatihan atau penataran tentang bimbingan. Hal yang tetap menjadi kendala adalah keterampilan mereka tetap masih minim.

8. Asas penyelenggaraan “bimbingan dan konseling di SD” mencakup apa saja?

Di uraikan dengan contoh. Jawab :

1. Asas kerahasiaan

Secara khusus layanan bimbingan adalah melayani individu yang bermasalah. Masalah yang dihadapi oleh siswa tidak akan diberitahukan kepada orang lain yang tidak berkepentingan. Segala sesuatu yang disampaikan oleh siswa kepada konselor harus dijaga kerahasiaannya. Demikian juga hal-hal tertentu yang dialami siswa tidak akan menjadi bahan gunjingan. Asas kerahasiaan merupakan asas kunci dalam upaya bimbingan dan konseling. Jika asas ini benar-benar dijalankan maka para penyelenggara bimbingan dan konseling di sekolah akan mendapat kepercayaan dari para siswa dan layanan BK akan dimanfaatkan secara baik oleh siswa.

2. Asas kesukarelaan

Pembimbing wajib mengembangkan sikap suka rela pada diri klirn itu sehingga klien tersebut mampu menghilangkan rasa

keterpaksaannya kepada pembimbing. Kesukarelaan tidak hanya dituntut pada diri klien saja, tetapi juga hendaknya berkembang pada diri konselor.

3. Asas keterbukaan

Bimbingan dan Konseling yang efisien hanya berlangsung dalam suasana keterbukaan, baik yang dibimbing maupun si pembimbing bersikap terbuka. Dengan keterbukaan ini penelaahan

(7)

masalah serta pengkajian berbagai kekuatan dan kelemahan klien menjadi lebih diperhatikan.

4. Asas kekinian

Masalah klien yang berlangsung ditanggulangi melalui upaya Bimbingan dan Konseling ialah masalah-masalah yang sedang dirasakan kini (sekarang). Bila ada hal-hal tertentu yang menyangkut masa lampau dan masa yang akan datang yang perlu dibahas hanya merupakan latar belakang atau latar depan dari masalah yang sedang dihadapi sekarang.

5. Asas kemandirian

Dalam memberikan layanan, para petugas Bimbingan dan Konseling hendaklah selaluberusaha menghidupkan kemandirian pada diri orang yang dibimbingnya itu, jangan sampai menjadi tergantung pada orang lain, khususnya pada pembimbing.

6. Asas kegiatan

Usaha layanan Bimbingan dan Konseling hendaknya

menimbulkan suasana sehingga individu yang sedang dibimbing itu mampu menyelenggarakan kegiatan yang dimaksud untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

7. Asas kedinamisan

Upaya layanan Bimbingan dan Konseling menghendaki terjadinya perubahan pada diri individu yang dibimbing, yaitu perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik.

(8)

8. Asas keterpaduan

Layanan Bimbingan dan Konseling berusaha memadukan berbagai aspek dari individu yang dibimbing. Disamping keterpaduan pada diri individu yang dibimbing, juga diperhatikan keterpaduan isi dan proses layanan yang diberikan, hendaknya jangan bertentangan dengan aspek layanan yang lain.

9. Asas kenormatifan

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, usaha layanan Bimbingan dan Konseling tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

10. Asas keahlian

Usaha Bimbingan dan Konseling perlu dilakukan secara teratur, sistematik dan dengan menggunakan teknik-teknik dan alat-alat yang memadai.

11. Asas alih tangan

Petugas Bimbingan dan Konseling hanya menangani masalah-masalah klien sesuai dengan kewenangan petugas yang bersangkutan.

12. Asas tut wuri handayani

Layanan Bimbingan dan Konseling tidak hanya dirasakan adanya pada waktu siswa mengalami masalah dan menghadap pembimbing saja, namun di luar hubungan kerja ke-Bimbingan dan Konselinga-an pun hendaknya dirasakan keberadaan dan manfaatnya.

(9)

9. Setelah mempelajari “bimbingan dan konseling di SD” apa yang di peroleh sabagai calon guru SD professional ?

Jawab:

Yang dapt di peroleh untuk sebgai calin guru SD yang profeisonal dan memahami dan mengatasi sikap dan karakter pada siswa. Karena setiap anak memiliki karakter dan sikap yang berdeda. Dapat memberikan nasehata atau masukan dengan cara yang tepat dan benar. Dapat melaksankan program evaluasi yang sesaui dengan sifat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tentunya menjadi pribadi guru yang hangat ketika berinteraksi dengan siswa. Hal tersebut akan mendorong rasa nyaman dan percaya siswa pada seorang guru.

(10)

Daftar referensi: http://kumiyati90.blogspot.co.id/2015/02/kendala-pelaksanaan-konseling-di-sekolah.html http://kolom-edukasi.blogspot.co.id/2010/07/asas-asas-bimbingan-dan-konseling-di.html http://pebedaanpersamaanbk.blogspot.co.id/?m=1 http://www.portakonseling.com/2015/06/penting-bk-di-sekolah-dasar.com

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dilakukan untuk memberikan suatu rekomendasi terhadap pengembangan Museum Majapahit pada masa mendatang agar dapat berperan sebagai mediator yang menjembatani

Fungsi Boron bagi tanaman selain yang telah dijelaskan di atas, menurut hasil rangkuman Fageria dan Gheyi (1999) dalam Fageria (2009) dikelompokkan sebagai berikut: (1)

Keputusan penyapihan yang dilakukan oleh ibu biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kesibukan ibu yang bekerja, pengetahuan ibu, status kesehatan ibu dan bayi, status

One-Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi keterlaksanaan, lembar tes keterampilan proses sains, dan lembar angket

Struktur vegetasi jenis pohon pada kawasan Kampung Sewan Distrik Sarmi Kabupaten Sarmi berdasarkan nilai kerapatan relatif (KR), frekuensi relatif (FR), dominansi relatif (DR)

dengan metode tafsir al-Qur’an seperti ini, menurut Hanafi, seorang Mufasir yang ingin mendekati makna al-Qur’an tidak saja mendeduksi makna dari teks, tapi

Sama dengan pengelolaan resiko operasional, lembaga keuangan dapat meminimalisir resiko kredit pada kontrak Musyarakah permanen dengan cara terlibat langsung dalam

By using Warp PLS the result strengh then switching barrier effect is not significant to customer retention, Customer satisfaction is partially significant effect on