• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN BUPATI KARANGANYAR NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN BUPATI KARANGANYAR NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN BUPATI KARANGANYAR

NOMOR 12 TAHUN 2012

TENTANG

PENGENDALIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH PERTANIAN KE NON PERTANIAN

DI KABUPATEN KARANGANYAR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARANGANYAR,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka penatagunaan lahan di Kabupaten Karanganyar maka perlu mengatur Pengendalian Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian di Kabupaten Karanganyar;

b. bahwa untuk maksud tersebut perlu diatur dan ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah ;

2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043);

3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3469);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

(2)

5. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

7. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 149, Tamabahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5068);

8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan ( Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5432);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4385);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 2 };

11. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Karanganyar Nomor 2 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Karanganyar ( Lembaran daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 1999 Nomor 135 Seri DS.112) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 6 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Karanganyar Nomor 2 Tahun 1999 tentang Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten Karanganyar ( Lembaran Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 2003 Nomor 10 Seri F.4).

(3)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PENGENDALIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH PERTANIAN KE NON PERTANIAN DI KABUPATEN KARANGANYAR.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud : a. Daerah adalah Kabupaten Karanganyar;

b.Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

c. Sawah Irigasi teknis adalah sawah yang perolehan airnya dari jaringan irigasi teknis;

d.Sawah Irigasi Setengah Teknis adalah sawah yang perolehan airnya dari jaringan irigasi setengah teknis;

e. Sawah Irigasi sederhana adalah sawah yang perolehan airnya dari jaringan irigasi sederhana;

f. Sawah tadah hujan adalah sawah yang perolehan airnya dari air hujan; g. Jaringan irigasi Teknis adalah Jaringan irigasi yang bangunan

pengambilan dan bangunan bagi/sadap dilengkapi dengan alat pengatur pembagian air dan alat ukur, sehingga air irigasi yang dialirkan dapat diatur dan diukur;

h.Jaringan Irigasi setengah teknis adalah Jaringan irigasi yang bangunan-bangunannya dilengkapi dengan alat pengatur pembagian air sehingga air irigasi dapat diatur tetapi tidak dapat diukur;

i. Jaringan Irigasi sederhana adalah jaringan irigasi yang bangunan-bangunannya tidak dilengkapi dengan alat pengukur pembagian air dan alat ukur, sehingga air irigasi tidak dapat diukur dan umumnya bangunannya mempunyai konstruksi setengah permanen/tidak permanen;

Pasal 2

Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian menjadi non pertanian harus mendasarkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW), Rencana Detail Ruang Kecamatan ( RDTRK) Rencana Induk Ibu Kota Kabupaten Karanganyar.

(4)

Pasal 3

Guna menjamin kelestarian Lahan Pertanian berkelanjutan dilakukan pengendalian Perubahan Penggunaan tanah dengan memperhatikan hal – hal sebagai berikut :

a. Sawah tadah hujan yang dapat ditanami 1(satu) kali padi setahun dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian;

b. Sawah irigasi sederhana dan tadah hujan yang dapat ditanami 1(satu) kali padi dan 1(satu) Kali palawija setahun dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian;

c. Tanah tegalan yang tidak mendapatkan akses jaringan irigasi dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian;

d.Lahan Pertanian produktif beririgasi teknis, setengah teknis, sederhana dengan luas hamparan kurang dari 1(satu) ha dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian;

e. Lahan Pertanian disepanjang jalan Nasional, Jalan Provinsi, dan Jalan Kabupaten dapat dipertimbangkan untuk konversi menjadi kegiatan non pertanian dengan ketentuan :

1. Bagi lokasi yang telah ditetapkan sebagai zone Industri paling jauh dalam radius 200 meter dari badan jalan;

2. Bagi lokasi yang bukan Zone Industri paling jauh 100 meter dari badan jalan.

f. Lahan pertanian yang berada diwilayah pengembangan produksi pertanian yang berada diantara lahan yang sudah dialih fungsikan peruntukannya dengan luasan maksimal 1 (satu) ha dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian;

g. Daerah rawan perubahan penggunaan tanah di wilayah Kecamatan Colomadu, Jaten, Kebakkramat, Tasikmadu, Karanganyar dan Karangpandan perlu mendapatkan pertimbangan khusus terkait dengan investasi, peningkatan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, peruntukan fasilitas umum dan fasilitas pemerintah;

h.Lahan pertanian yang peruntukannya bukan untuk pengembangan produksi pertanian dapat dikonversi menjadi non pertanian disesuaikan dengan tahapan pembangunan yang berkesinambungan; i. Sawah beririgasi teknis , setengah teknis sederhana dan sawah tadah

hujan yang dapat ditanami 2 (dua) kali padi setahun dilarang dikonversi untuk kegiatan non pertanian;

j. Lahan pertanian yang dimungkinkan akan mengganggu /menutup jaringan irigasi tidak dapat dikonvresi untuk kegiatan non pertanian.

BAB II PENUTUP

Pasal 4

(5)

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten

Karanganyar.

Ditetaplkan di Karanganyar pada tanggal

BUPATI KARANGANNYAR

Dr.Hj.RINA IRIANI SRI RATNANINGSIH, M.Hum Diundangkan di Karanganyar pada tanggal SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMSI

(6)

KESATU : Keputusan Bupati Karanganyar tentang pengendalian perubahan penggunaan tanah pertanian ke non pertanian di Kabupaten Karanganyar.

KEDUA : Pengendalian perubahan penggunaan tanah pertanian ke non pertanian di Kabupaten Karanganyar sebagaimana dimaksud Diktum KESATU Keputusan ini adalah :

1. Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten (RUTRK), Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan (RDTRK), (Induk Ibu Kota Kabupaten (IKK) Kabupaten Kranganyar.

2. sawah tadah hujan yang dapat ditanami 1x padi setahun dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian.

3. sawah irigasi sederhana dan tadah hujan yang dapat ditanami 1x padi dan 1x palawija setahun dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian.

4. Tanah tegalan yang tidak mendapatkan akses jaringan irigasi dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian.

5. Lahan pertanian produktif beririgasi teknis, setengan teknis, sederhana dengan luas hamparan kurang dari 1 Ha dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian.

6. Lahan pertanian yang berada disepanjang jalan Nasional, Provinsi dan Kabupaten dengan radius 100 m dari badan jalan dapat dipertimbangkan untuk dikonversi menjadi kegiatan non pertanian .

7. Lahan pertanian yang berada diwilayah pengembangan produksi pertanian tetapi berada di lahan sela yang sudah dialih fungsikan peruntukannya dengan maksimum luas 1 ha dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian.

8. Daerah rawan perubahan penggunaan tanah diwilayah Colomadu, Jaten, Kebakkramat,

(7)

Tasikmadu, Karanganyar, Karangpandan perlu mendapatkan pertimbangan khusus terkait dengan investasi, peningkatan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, peruntukan fasilitas umum dan fasilitas pemerintah.

9. Lahan pertanian yang peruntukannya bukan untuk pengembangan produksi pertanian dapat dikonversi menjadi non pertanian disesuaikan dengan tahapan pembangunan yang berkepentingan.

10. Sawah beririgasi teknis sawah irigasi teknis, setengah teknis, sederhana dan sawah tadah hujan yang dapat ditanami 2x padi setahun, tidak dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian.

11. Lahan pertanian yang dimungkinkan akan mengganggu / menutup jaringan irigasi tidak dapat dikonversi untuk kegiatan non pertanian.

KETIGA : biaya yang timbul dengan keputusan ini , dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Karanganyar

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Karanganyar pada tanggal

BUPATI KARANGANYAR,

Dr.Hj. RINA IRIANI RATNANINGSIH, SH,M.Hum

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2007

(8)

TENTANG

PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH, PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI DAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA

1. Yang menjadi kewenangan urusan Pemerintah Kabupaten di Biodang Penataan Ruang antara lain :

a. Pelaksanaan Pembngunan sesuai program pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten /kota dalam kawasan strategis Kabupaten/Kota;

b. Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten /kota;

c. Pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis Kabupaten/Kota; d. Penyusunan pemanfaatan ruang Kabupaten/kota.

( Lihat PP.Nomor 38 Tahun 2007 Nomor urut 158)

2. Yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten / Kota Pertanian dan ketahanan pangan antara lain :

a. Penetapan kebijakan , pedoman dan bimbingan pengembangan rehabilitasi konservasi, optimasi dan pengendalian lahan pertanian tingkat Kabupaten/Kota; b. Penyusunan peta pengembangna, rehabilitasi, konservasi, optimasi dan

pengendalian lahan pertanian wilayah Kabupaten/Kota;

c. Pengembangan, rehabilitasi, konservasi, optimasi dan pengendalian lahan pertanian wilayah Kabupaten/Kota;

d. Penetapan dan pengawasan Tata ruang dan tataguna lahan pertanian wilayah Kabupaten/Kota.

( lihat PP Nomor 38 Tahun 2007 nomor urut 659)

3. Perda Tata Ruang Wilayah BAB VII Pasal 33 Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Rencana Tata Ruang.

1. Pengendalian pemanfaatan RTRW diselenggarakan melaui kegiatan pengawasan dan penertiban terhadap terhadap pemanfaatan ruang.

2. Penertiban, pemanfaatan rauang yang tidak sesuai dengan rencana Tata ruang diselenggarakan daam bentuk pengenaan sanksi ;

Referensi

Dokumen terkait

Dari metode Pelaksanaan ini panitia dapat melakukan evaluasi apakah sesuai dengan spesifikasi yang diminta pada dokumen..  Jadwal waktu

penggunaan dari bagian-bagian tertentu dari aset tersebut yang cukup besar. 2) Reparasi besar yang menambah umur manfaat aset tetap Pengeluaran untuk. reparasi ini adalah

QUR'AN HADITS, AKIDAH AKHLAK, FIQH, SKI, BAHASA ARAB, GURU KELAS RA, DAN GURU KELAS MI TAHUN 2012.. PROPINSI : NUSA TENGGARA BARAT STATUS : PNS dan

Sehubungan telah dilaksanakan tahapan evaluasi penawaran dan evaluasi kualifikasi, maka dengan ini kami mengundang Saudara Direktur/Wakil Direktur/Pimpinan Perusahaan/Pimpinan

Peserta/Perusahaan yang tidak menghdiri acara pembuktian kualifikasi tanoa disertai Surat Penqunduran Dri (alasan yanq tidak daoat diterima), maka Perusahaan tersebut

TWIN Hijab berdiri tahun 2014 memproduksi berbagai macam hijab. Produk yang telah dihasilkan antara lain : hijab pashmina, hijab segi empat, hijab 2 lobang, hijab 1

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan perumusan masalahnya yaitu: Apakah ada perbedaan minat belajar PKn siswa yang

Berdasarkan penelusuran, penelitian lain yang relevan dengan penelitian Pola Gerakan KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Cabang Kota Surabaya Dalam Proses