• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT HD CAPITAL Tbk dan ENTITAS ANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT HD CAPITAL Tbk dan ENTITAS ANAK"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

PT HD CAPITAL Tbk dan ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011

DAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010

(2)

DAFTAR ISI

Halaman

Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris

-

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

1-2

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

3

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

4

Laporan Arus Kas Konsolidasian

5-6

(3)

C PITAL PT HD CAPITAL Tbk.

Memb~r of Indon.Ji. Stod bchang'

Sana Tapas Tow er FI. 11 JI. Jend Sudlrman Kav. 26

Ja k a rt a 12920

T + 62 21 2 506337

F+6 22 12506351/52

SURAT PERNYATAAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS

TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2012

PT HD CAPITAL Tbk dan ANAK PERUSAHAAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini :

1. Nama

Alamat Kantor

Alamat Sesuai KTP

Nomor T elepon

Jabatan

2. Nama

Alamat Kantor

Alamat Sesuai KTP

Nomor Telepon

Jabatan

3. Nama

Alamat Kantor

Alamat Sesuai KTP

Nomor Telepon

Jabatan

4. Nama

Alamat Kantor

Alamat Sesuai KTP

Nomor Telepon

Jabatan

Antony

Sona Topas Tower Lt. 11

JI. Jend. Sudirman Kav 26

Jekarta Selatan 12920

JII

. Gelong Saru Tengah No.18

Grogol Petamburan

(021) 2506337

Direktur Utama

Robby Winindo

Sona Topas Tower Lt. 11

JI. Jend. Sud

i

rman Kav 26

Jakarta Selatan 12920

JI. Mimosa VI Siok G No. 17

Pejaten Sarat - Pasar Minggu

(021) 2506337

Direktur

Sam Sahiry Rumambi Supit

Sona Topas Tower Lt. 11

JI. Jend

.

Sudirman Kav 26

Jakarta Selatan 12920

JI. Ki Hajar Dewantoro No.19

rt.001 rw.003 Ciputat Tangerang

(021) 2506337

Di

r

ektur

Miming Irawan Jusup

Sona Topas Tower Lt. 11

J

I

I. Jend. Sudirman Kav 26

Jakarta Selatan 12920

•.11.

Pulau Ayer

1/6

Kembangan - Jakarta Sarat

(021) 2506337

Komisaris Utama

(4)

'T HD CA PITA L Tbk.

Member of Indonesia Stock E"JlCh.nOif

Sana Topa5 Tower FI. 11 11. Jend. 5udirman Kav. 26

Jakart a 12920

T +622 12 5 06 337 F +6221 250 6351/52

5. Nama

Jokky Wahyoedi Hidayat

Alamat Kantor

Sona Topas Tower Lt. 11

JI. Jend. Sudirman Kav 26

Jakarta Selatan 12920

Alamat Sesuai KTP

JI. Alam Asri Ix/SF7, Pondok Pinang

Kebayoran Baru

Nomor Telepon

(021) 2506337

Jabatan

Komisaris Independen

Menyatakan bahwa :

1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuang

a

n

Perusahaan;

2. Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengl

an

prinsip akuntansi yang berlaku umum;

3. Semua informasi dalam laporan keuangan Perusahaan telah dimuat secara

lengkap dan benar;

4. Laporan keuangan Perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material

yang tidak benar, dan tidak

m

enghilangkan informasi atau fakta material;

5. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam Perusahaan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 30 April 2012

Miming Iramn

Jusup

yW. Hidayat

(5)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

(Dengan Angka Perbandingan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1 Januari 2011/

Catatan 31 Maret 2012 31 Desember 2011 31 Desember 2010

ASET

Kas dan Setara Kas 2b,e,4 890,581,834 18,671,364,756 36,910,187,259 Efek Dibeli dengan Janji Jual Kembali 2j,5 84,000,000,000 90,000,000,000 85,000,000,000 (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar

Rp 69.852.274.571 pada 31 Maret 2012, dan Rp 97.304.274.571 pada 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010)

Aset Keuangan Pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi 2i,6 9,698,144,394 9,881,456,582 4,708,876,824 (setelah ditambah/dikurangi penyisihan kenaikan/penurunan nilai saham

masing-masing sebesar Rp 3.692.409.394 pada 31 Maret 2012, Rp 3.875.831.582 pada 31 Desember 2011, dan (Rp 1.291.123.176) pada 1 Januari 2011/31 Desember 2010)

Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan 2h,I,7a,b 6,587,814,000 48,812,721,500 59,254,065,000 Deposito Pada Lembaga Kliring dan Penjaminan 7a 1,840,422,335 1,816,469,823 1,717,177,181 Piutang Nasabah Margin 2f,g,h,8 24,973,167,858 51,940,289,717 29,892,377,278 (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar

Rp 38.155.093.362 pada 31 Maret 2012 , 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010)

Piutang Nasabah :

Pihak Berelasi 2f,g,h,9a - - (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar

Rp 12.063.713.805 pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010)

Pihak Ketiga 2f,g,h,9b 135,392,302,534 66,357,433,441 86,861,879,042 (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar

Rp 391.289.293 pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari2011/31 Desember 2010)

Piutang Lain-lain :

Pihak Berelasi 2d,10a 89,820,962 332,492,447 425,429,648 Pihak Ketiga 2g,10b 329,182,548 548,021,347 239,760,803 (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar

Rp 4.939.112.040 pada 1 Januari 2011/31 Desember 2010)

Beban Dibayar Dimuka 11 404,211,595 431,234,695 378,829,984 Penyertaan Saham 2k,12 2,967,512,900 2,967,618,650 2,967,888,149 Pajak Dibayar Dimuka 20a 1,800 56,155,555 770,000 Aset tetap-bersih 2l,13 683,015,471 917,782,566 1,704,810,226 (setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar

Rp 4.028.979.543 untuk tanggal 31 Maret 2012, dan Rp 4.192.553.900 untuk tanggal 31 Desember 2011, dan

Rp 3.157.933.065 untuk tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010)

Aset Lain-lain 14 947,339,681 945,943,330 777,054,183 Aset Pajak Tangguhan 2q,20c 30,200,600,182 30,219,143,619 32,349,453,073

JUMLAH ASET 299,004,118,092 323,898,128,028 343,188,558,650

Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

(6)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

(Dengan Angka Perbandingan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1 Januari 2011/

Catatan 31 Maret 2012 31 Desember 2011 31 Desember 2010

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS

Hutang Bank 15 14,928,113,426 15,008,916,459 57,782,832 Efek Dijual Dengan Janji Beli Kembali 2j,16 14,000,000,000 20,000,000,000 -Hutang Lembaga Kliring dan Penjaminan 2h,i,7a,b - 26,500,861,500 68,864,975,000 Hutang Nasabah Margin 2f,h,17 - 31,650,234,290 20,393,003,824 Hutang Nasabah :

Pihak Ketiga 2f,h,18 93,193,678,739 53,861,447,245 72,644,066,162 Hutang Komisi 19 930,391,327 373,883,495 705,306,427 Hutang Pajak 2q,20b 1,604,004,592 2,056,344,730 939,691,131 Libilitas Imbalan Kerja 21 517,844,696 517,844,696 375,250,521 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 22 738,147,390 853,404,999 6,198,626,558 Hutang Lain-Lain :

Pihak Ketiga 23 15,644,470,007 17,354,575,732 23,870,934,863 Hutang Sewa Pembiayaan - - 25,140,927

JUMLAH LIABILITAS 141,556,650,178 168,177,513,147 194,074,778,244

EKUITAS

Modal Saham 24 212,000,000,000 212,000,000,000 212,000,000,000 (Modal Dasar 8.480.000.000 saham pada 31 Maret 2012

dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 nominal Rp 100 per saham. Telah ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 2.120.000.000 saham pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010)

Agio Saham 25 4,034,611,114 4,034,611,114 4,034,611,114 Saldo Laba (Rugi)

Telah Ditentukan Penggunaannya - - Belum Ditentukan Penggunaannya (58,588,759,714) (60,315,643,556) (66,921,680,416) Ekuitas yang Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 157,445,851,400 155,718,967,558 149,112,930,698 Kepentingan Non Pengendali 1,616,515 1,647,323 849,708

JUMLAH EKUITAS 157,447,467,915 155,720,614,881 149,113,780,406

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 299,004,118,092 323,898,128,028 343,188,558,650

Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

(7)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2012

(Dengan angka perbandingan 31 Maret 2011)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 31 Maret 2012 31 Maret 2011

PENDAPATAN USAHA

Komisi dari Transaksi Perantara Pedagang Efek 2p,26 3,718,160,340 2,439,110,395

Keuntungan (Kerugian) Perdagangan Efek Yang

Terealisasi 2p,27 - (30,000)

Keuntungan (Kerugian) Perdagangan Efek Yang

Belum Terealisasi 2p (183,422,188) 1,567,746,874

Jasa Penjamin Emisi 28 - 18,406,073

Jasa Penasehat Keuangan 29 440,000,000 250,000,000

Pendapatan Escrow Agent 30 57,125,000

-Pendapatan Margin 2p,31 893,815,409 267,852,169

Jumlah Pendapatan Usaha 4,925,678,561 4,543,085,511

BEBAN USAHA

Gaji dan Tunjangan 2p 887,606,764 796,780,312

Transaksi Bursa 2p 19,969,343 5,778,675

Komisi Perantara Pedagang Efek 2p 954,915,423 589,404,954

Sewa 2p 118,284,415 97,341,517

Umum dan Adminstrasi Lainnya 2p,32 1,240,194,901 1,239,062,803

Jumlah Beban Usaha 3,220,970,846 2,728,368,261

Laba (Rugi) Usaha 1,704,707,715 1,814,717,250

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Pendapatan Lain-lain 2p,33 637,358,181 253,570,557

Beban Lain-lain 2p,33 (405,419,710) (52,691,834)

Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain 231,938,472 200,878,723

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1,936,646,187 2,015,595,973

PAJAK PENGHASILAN

Pajak Kini 2q,20 (191,249,716) (133,859,324)

Pajak Tangguhan 2q,20 (18,543,438) (46,040,073)

Jumlah Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (209,793,153) (179,899,397)

Laba Periode Berjalan 1,726,853,034 1,835,696,576

Pendapatan Komprehensif Lain - -

Jumlah Laba Komprehensif Periode Berjalan 1,726,853,034 1,835,696,576

Jumlah Laba Komprehensif Yang Dapat Diatribusikan :

Kepada Pemilik Entitas Induk 1,726,883,842 1,835,435,041

Kepada Kepentingan Non Pengendali (30,808) 261,535

Jumlah 1,726,853,034 1,835,696,576

Laba Per Saham Dasar 1 1

Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

(8)

PT. HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 dan 31 MARET 2011

(dalam Rupiah)

Modal

Ditempatkan Tambahan Telah Ditentukan Belum Ditentukan Kepentingan Non Jumlah

dan Disetor Modal Disetor Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Pengendali Ekuitas

Saldo 31 Desember 2010 212,000,000,000 4,034,611,114 - (66,921,680,416) 149,112,930,698 849,708 149,113,780,406

Laba (Rugi) Bersih Komprehensif s/d 31 Maret 2011 - - - 1,835,435,041 1,835,435,041 261,535 1,835,696,576

Saldo 31 Maret 2011 212,000,000,000 4,034,611,114 - (65,086,245,375) 150,948,365,739 1,111,243 150,949,476,982

Laba (Rugi) Bersih Komprehensif s/d 31 Desember 2011 - - - 4,770,601,819 4,770,601,819 536,080 4,771,137,899

Saldo 31 Desember 2011 212,000,000,000 4,034,611,114 - (60,315,643,556) 155,718,967,558 1,647,323 155,720,614,881

Laba (Rugi) Bersih Komprehensif s/d 31 Maret 2012 - - - 1,726,883,842 1,726,883,842 (30,808) 1,726,853,034

Saldo 31 Maret 2012 212,000,000,000 4,034,611,114 - (58,588,759,714) 157,445,851,400 1,616,515 157,447,467,915

(Catatan 24) (Catatan 25)

Saldo Laba (Rugi)

Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan 4

(9)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2012

(Dengan angka perbandingan 31 Maret 2011)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31 Maret 2012

31 Maret 2011

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan dari Komisi Perantara Pedagang Efek

3,718,160,340

2,439,110,395

Pembayaran (Penerimaan) atas Perdagangan

Portofolio Efek Yang Terealisasi

-

(30,000)

Penerimaan dari Jasa Penjaminan Emisi

-

18,406,073

Penerimaan Jasa Penasehat Keuangan

440,000,000

250,000,000

Penghasilan Margin

893,815,409

267,852,169

Pendapatan Escrow Agent

57,125,000

-

Penerimaan (Pembayaran) Pihak Ketiga dan Karyawan

(24,599,780)

(1,850,090,571)

Penerimaan (Pembayaran) Kegiatan Usaha Lainnya

4,733,755,900

(417,468,051)

Arus Kas dari Operasi Sebelum Perubahan

Dalam Aset dan Kewajiban Operasi

9,818,256,869

707,780,015

Penerimaan (Pembayaran) dalam Aset Operasi

Portofolio Efek

(3,599,317,884)

894,498,176

Efek Dibeli Dengan Janji Jual Kembali

(14,000,000,000)

6,000,973,310

Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan

139,997,683,500

96,122,713,000

Piutang Nasabah Margin

22,654,289,188

66,325,542,951

Piutang Pihak Ketiga

48,404,688,816

(4,258,695,540)

Piutang Hubungan Istimewa

3,634,628,412

1,337,418,145

Piutang Lain-lain

178,514,329

248,303,123

Penerimaan (Pembayaran) dalam Kewajiban Operasi

Hutang Bank

(3,515,222,081)

(1,584,531,696)

Efek Dijual Dengan Janji Dibeli Kembali

(21,000,000,000)

29,250,000,000

Hutang Lembaga Kliring dan Penjaminan

(130,815,942,500)

(79,729,772,000)

Hutang Nasabah Margin

(15,708,157,344)

(94,953,249,817)

Hutang Pihak Ketiga

(48,061,743,559)

(25,724,913,127)

Hutang Komisi

316,170,121

(907,665,536)

Hutang Sewa Pembiayaan

-

(132,308,667)

Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)

Aktivitas Operasi

(11,696,152,132)

(6,403,907,664)

Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

(10)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2012

(Dengan angka perbandingan 31 Maret 2011)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31 Maret 2012

31 Maret 2011

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Pembelian Aset Tetap

13,675,736

584,333,953

Hasil Penjualan Aset Tetap

64,759,308

-Pembayaran Deposit Lembaga Kliring dan Penjaminan

(100,022,884)

(91,046,425)

Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)

Aktivitas Investasi

(21,587,840)

493,287,528

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas

(11,717,739,972)

(5,910,620,136)

Saldo Kas dan Setara Kas Awal Tahun

12,608,321,805

18,518,941,941

Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Tahun

890,581,834

12,608,321,805

Kas

8,000,000

8,000,000

Bank

882,581,834

8,600,321,805

Deposito

- 4,000,000,000

Jumlah Kas dan Setara Kas

890,581,834

12,608,321,805

Kas dan Setara Kas Terdiri dari:

Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

(11)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

a. Pendirian

PT HD Capital Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Harumdana Sekuritas berdasarkan Akta Notaris No. 24 tanggal 10 Februari 1989 yang dibuat dihadapan Soebagjo Ronoatmodjo, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-3711.HT.01.01.Th.89 tanggal 24 April 1989 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 5 Desember 1989, Tambahan No. 3363/1989. Akta pendirian tersebut telah didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Jakarta Timur pada tanggal 2 November 1989 dengan Surat No. 183/Leg/1989. Perubahan nama Perusahaan menjadi PT HD Capital Tbk berdasarkan Akta Notaris No. 12 tanggal 26 Desember 2007 yang dibuat dihadapan Leolin Jayayanti, SH., Notaris di Jakarta. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-06604.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 11 Februari 2008 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 17 tanggal 26 Februari 2008, Tambahan No. 2198/2008.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris yang dibuat dihadapan Leolin Jayayanti, SH, Notaris di Jakarta, No. 6 tanggal 7 Agustus 2008 sehubungan peningkatan modal dasar Perusahaan dan perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Akta Notaris tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-76062.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 21 Oktober 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 27 tanggal 3 April 2009, Tambahan No. 9438/2009.

Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi jasa perantara perdagangan efek, penjamin emisi efek dan manajer investasi/penasehat investasi.

Perusahaan telah memperoleh ijin usaha sebagai perantara perdagangan efek dan penjamin emisi efek dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (“Bapepam”) masing-masing berdasarkan surat No. Kep-187/PM/1992 tanggal 10 April 1992 dan No.

b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, dan Karyawan

Pengawas Pasar Modal (“Bapepam”) masing-masing berdasarkan surat No. Kep-187/PM/1992 tanggal 10 April 1992 dan No. Kep-23/PM/1995 tanggal 1 September 1995. Perusahaan juga telah memperoleh ijin pemberian fasilitas perdagangan marjin dari Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta) berdasarkan Surat Direksi BEI No. 031/BEJ-ANG/01-2004 tanggal 16 Januari 031/BEJ-ANG/01-2004.

Perusahaan beroperasi secara komersil pada tanggal 14 Juni 1989.

Pada tanggal 31 Maret 2012, tanggal 31 Desember 2011, dan tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010 Perusahaan

mempunyai 2 (dua) kantor cabang yang berlokasi, antara lain, di Bandung dan Tangerang.

Berdasarkan akta Notaris No. 3 tanggal 14 Juli 2009 dan No. 1 tanggal 6 Juli 2010 yang dibuat oleh Leolin Jayayanti, SH, Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Tn. Miming Irawan Jusup

Komisaris Independen : Tn. Jokky Wahyoedi Hidayat

Direktur Utama : Tn. Antony

Direktur : Tn. Robby Winindo

Direktur : Tn. Sam Sahiry Rumambi Supit

Perusahaan telah membentuk Komite Audit sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Berdasarkan Risalah Rapat Komisaris Perusahaan tertanggal 7 April 2004, Dewan Komisaris Perusahaan sepakat untuk membentuk Komite Audit dengan masa jabatan 5 (lima) tahun.

Berdasarkan keputusan Dewan Komisaris yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan rapat Dewan Komisaris Perusahaan. Dewan Komisaris memutuskan efektif sejak tanggal 3 Juni 2009 mengangkat kembali seluruh anggota komite audit, maka susunan Komite Audit pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:

Ketua : Jokky Wahyoedi Hidayat

Anggota : Soerjo Hardjanto

Anggota : Tata Wijaya

(12)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c. Penawaran Umum Terbatas

d. Entitas Anak

PT Hortus Centrovest (“HC”) berkedudukan di Jakarta, didirikan berdasarkan akta Notaris yang dibuat di hadapan Leolin Jayayanti, SH., Notaris di Jakarta, No. 7 tanggal 1 April 2005 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan daftar perseroan No. C-13969.HT.01.01. Th.2005 tanggal 23 Mei 2005 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 66 tanggal 19 Agustus 2005, Tambahan No. 8869/2005. Persentase kepemilikan saham oleh Perusahaan adalah sebesar 99,98%. Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, total aset HC masing-masing sebesar Rp.9.699.092.912, Rp.9.883.940.912 dan Rp.5.098.250.035.

Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember

2010, total pendapatan (kerugian) HC masing-masing sebesar (Rp. 184.620.000), Rp. 5.169.360.000 dan (Rp

1.043.340.000).

HC telah mendapat ijin dari Bapepam-LK mengenai pemberian ijin usaha modal ventura dengan Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK No.Kep-204/KM.10/2007 tertanggal 25 Oktober 2007. HC mulai beroperasi secara komersil pada tanggal 1 April 2005.

Pada tanggal 31 Maret 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No. S-728/PM/2004 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana. Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 125.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 200 per saham dan harga penawaran Rp 210 per saham.

Berdasarkan suratnya No. S-6375/BL/2007 tanggal 17 Desember 2007, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembagan Keuangan (BAPEPAM-LK) menyatakan efektifnya penawaran umum terbatas pertama (I) Perusahaan sejumlah 1.590.000.000 saham dengan harga penawaran sejumlah Rp 100 (nilai penuh) per saham dimana setiap satu (1) saham yang dimiliki berhak atas tiga (3) saham baru.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING

a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK) termasuk Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 (Revisi 2000) tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan”.

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual.

Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah mata uang Rupiah Indonesia.

Adopsi PSAK Revisian

Kebijakan akuntansi yang diadopsi adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi tahun buku sebelumnya, kecuali pada tahun buku yang bersangkutan, Grup mengadopsi seluruh PSAK dan ISAK yang baru maupun yang direvisi yang berlaku efektif pada awal atau setelah tanggal 1 Januari 2011. Perubahan pada kebijakan akuntansi Grup telah disesuaikan sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan transisi yang relevan di dalam PSAK dan ISAK terkait.

Berikut ini adalah PSAK revisian yang telah mengalami perubahan yang relevan terhadap penyusunan dan penyajian laporan keuangan Grup :

PSAK 1 (R2009) Penyajian Laporan Keuangan PSAK 2 (R2009) Laporan Arus Kas

PSAK 3 (R2010) Laporan Keuangan Interim

PSAK 4 (R2009) Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 5 (R2009) Segmen Operasi

PSAK 7 (2010) Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi PSAK 8 (R2010) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan PSAK 15 (R2009) Investasi pada Entitas Asosiasi

(13)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan) PSAK 19 (R2010) Aset Tak Berwujud

PSAK 23 (R2010) Pendapatan

PSAK 25 (R2009) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan PSAK 48 (R2009) Penurunan Nilai Aset

PSAK 57 (R2009) Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset

Adopsi PSAK di atas, tidak memiliki dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup kecuali bagi PSAK berikut sebagaimana diungkapkan di bawah ini :

PSAK 01 (R2009), “Penyajian Laporan Keuangan”

Standar revisian memisahkan perubahan pemilik dan nonpemilik di dalam ekuitas. Laporan perubahan ekuitas hanya meliputi rincian transaksi dengan pemilik, dengan perubahan non pemilik di dalam ekuitas yang disajikan dalam rekonsiliasi tiap komponen ekuitas. Sebagai tambahan, standar memperkenalkan laporan laba rugi komprehensif: laporan laba rugi komprehensif semua item pendapatan dan beban yang diakui, baik dalam bentuk tunggal satu laporan, atau dalam dua laporan yang terkait. Grup memilih untuk menyajikan dalam bentuk laporan tunggal. Sebagai tambahan, laporan posisi keuangan disyaratkan pada awal periode komparatif paling awal yang diikuti dengan perubahan kebijakan akuntansi, koreksi kesalahan atau reklasifikasi item di dalam laporan keuangan. Informasi komparatif telah disajikan kembali, sehingga kepatuhan terhadap standar revisian dapat dicapai.

PSAK 07 (R2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”

Standar ini menyempurnakan definisi dan pengungkapan pihak-pihak berelasi. Pengungkapan pihak-pihak berelasi yang diungkapkan pada Catatan 40 telah disusun sesuai dengan standar ini.

b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

c. Dasar Konsolidasi

Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam satuan Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing selama periode berjalan dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan dengan kurs tengah Bank Indonesia untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi periode yang bersangkutan. Untuk saldo dalam mata uang asing digunakan kurs 1 US $ = Rp 9.180, 1 US $ = Rp 9.068, dan 1 US $ = Rp 8.991 masing-masing untuk tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010.

Entitas Anak

Entitas Anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup. Laporan keuangan entitas anak termasuk ke dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai sampai dengan tanggal pengendalian dihentikan. Kebijakan akuntansi entitas anak diubah apabila dipandang perlu untuk menyelaraskan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh Grup. Kerugian yang terjadi pada kepentingan nonpengendali pada entitas anak dialokasikan kepada kepentingan nonpengendali bahkan apabila dialokasikan kepada kepentingan nonpengendali tersebut dapat menimbulkan saldo defisit. Kepentingan nonpengendali disajikan di dalam laporan keuangan konsolidasian pada bagian ekuitas, yang terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.Setelah terjadi hilangnya pengendalian, Grup menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak, semua kepentingan nonpengendali dan komponen ekuitas lainnya terkait dengan entitas anak. Segala surplus atau defisit yang timbul dari hilangnya pengendalian, diakui di dalam laporan laba rugi. Apabila Grup menahan semua bagian di dalam entitas anak sebelumnya, maka bagian tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal saat pengendalian dihentikan. Selanjutnya, bagian tersebut dicatat sebagai investee dengan ekuitas yang dihitung atau sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual bergantung pada besarnya pengaruh.

Transaksi kepentingan non pengendali

Akuisisi kepentingan nonpengendali dihitung sebagai transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan oleh karena itu tidak terdapat goodwill yang diakui sebagai hasil transaksi tersebut. Penyesuaian kepentingan nonpengendali berdasarkan jumlah proporsional aset bersih entitas anak.

(14)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

c. Dasar Konsolidasi (Lanjutan)

d. Transaksi Pihak Berelasi

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, efektif sejak 1 Januari 2011.

Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan kondisi dan persyaratan yang sama sebagaimana yang dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.

Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasi ini, suatu pihak disebut sebagai pihak berelasi terhadap Grup, apabila:

i. Entitas tersebut, baik secara langsung maupun tak langsung melalui satu atau lebih perantara, untuk mengendalikan

Grup atau melakukan pengaruh signifikan terhadap Grup di dalam membuat keputusan kebijakan keuangan dan operasional, atau memiliki pengendalian bersama terhadap;

ii. Grup dan entitas tersebut adalah subjek pengendalian bersama;

iii. Entitas tersebut adalah entitas asosiasi Grup atau ventura bersama di mana Grup adalah venturer; Transaksi yang dieliminasi pada konsolidasi

Saldo dan transaksi antar Grup dan semua pendapatan dan beban yang belum terealisasi yang timbul dari transaksi antar Grup, dieliminasi di dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Laba yang belum terealisasi yang timbul dari transaksi dengan entitas asosiasi dieliminasi terhadap investasi dari bagian Grup di dalam investee. Kerugian yang belum terealisasi dieliminasi dengan cara yang sama dengan keuntungan yang belum terealisasi, hanya apabila tidak terdapat bukti penurunan nilai.

e. Kas dan Setara Kas

f. Piutang Nasabah

g. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu

h. Aset Keuangan

iii. Entitas tersebut adalah entitas asosiasi Grup atau ventura bersama di mana Grup adalah venturer;

iv. Pihak tersebut adalah anggota personel manajemen kunci atau anggota keluarga dekat individu yang bersangkutan, atau merupakan entitas di bawah pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh signifikan Grup;

v. Pihak tersebut adalah anggota keluarga dekat pihak yang disebut pada butir (i) atau merupakan entitas di bawah

pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh signifikan individu tersebut; atau

vi. Pihak tersebut merupakan program imbalan pasca kerja yang merupakan manfaat karyawan atau merupakan entitas yang berelasi dengan pihak berelasi dengan Grup.

Anggota keluarga dekat merupakan individu anggota keluarga yang diharapkan mempengaruhi, atau dipengaruhi oleh orang, dalam hubungan mereka dengan entitas.

Kas dan setara kas, meliputi kas, bank dan deposito berjangka yang akan jatuh tempo kurang dari tiga bulan dan tidak dibatasi penggunaannya serta tidak dijadikan sebagai jaminan.

Piutang nasabah pemilik rekening efek merupakan piutang yang timbul dari transaksi perdagangan efek nasabah. Piutang ini akan dikreditkan dengan mendebit saldo debit rekening efek nasabah pada tanggal jatuh tempo penyelesaian transaksi. Piutang nasabah perusahaan efek merupakan piutang terhadap perusahaan efek lain atas transaksi jual saham.

Sebelum 1 Januari 2010, penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan yang mendalam terhadap kondisi masing-masing nasabah pada akhir periode. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih.

Mulai tahun 2010, nilai cadangan ditentukan berdasarkan kebijakan akuntansi yang dijabarkan di Catatan 2h.

Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 55 (R2006) diklasifikasikan baik sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau tersedia untuk dijual. Aset keuangan diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, hanya jika Grup menjadi pihak yang terikat secara kontraktual terhadap persyaratan-persyaratan instrumen keuangan tersebut.

kontraktual terhadap persyaratan-persyaratan instrumen keuangan tersebut.

(15)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

h. Aset Keuangan (Lanjutan) Pengakuan dan pengukuran awal

Ketika aset keuangan diakui pertama kali, aset keuangan tersebut diukur pada nilai wajar, ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, biaya-biaya transaksi langsung yang dapat diatribusikan. Grup menentukan klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal dan, apabila diizinkan dan jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir periode pelaporan keuangan.

Pengukuran setelah pengakuan awal

Pengukuran setelah pengakuan awal aset keuangan bergantung pada klasifikasi sebagai berikut:

i. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Kategori ini meliputi aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada awal penentuan. Suatu aset keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual apabila secara prinsip diperoleh untuk tujuan dijual dalam jangka pendek. Aset keuangan yang ditetapkan pada

nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat penetapan awal adalah aset keuangan yang dikelola, dan kinerjanya

dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan suatu strategi investasi yang terdokumentasi. Derivatif juga dikategorikan sebagai investasi yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan, kecuali ditetapkan sebagai lindung nilai

efektif. Aset-aset yang termasuk dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai aset lancar apabila aset tersebut baik

dimiliki untuk diperdagangkan atau diharapkan untuk direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

Aset keuangan, yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diukur pada nilai wajar, dan segala perubahan nilai wajar diakui pada laporan laba rugi.

nilai wajar diakui pada laporan laba rugi. ii. Pinjaman dan piutang

Pinjaman dan piutang merupakan aset keuangan non derivative dengan pembayaran tetap atau yang telah ditentukan yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif. Pinjaman dan piutang timbul pada saat Grup memberikan sejumlah uang, barang atau jasa secara langsung kepada debitur tanpa tujuan memperdagangkan piutang.

Aset-aset tersebut dinilai pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi ketika pinjaman dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi.

iii. Investasi dimiliki sampai jatuh tempo

Aset keuangan ‘dimiliki sampai jatuh tempo’ merupakan aset keuangan non derivative dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh tempo tetap di mana manajemen Grup memiliki tujuan dan kemampuan positif untuk memiliki investasi sampai jatuh tempo. Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki sampai jatuh tempo.

Investasi dimiliki sampai jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi segala kerugian penurunan nilai. Keuntungan dan kerugiannya diakui di dalam laporan laba rugi pada saat investasi dimiliki sampai jatuh tempo dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, sebagaimana halnya melalui proses amortisasi.

iv. Aset keuangan tersedia untuk dijual

Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan aset keuangan non-derivative baik yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan di dalam kategori manapun. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui sebagai pendapatan komprehensif lain dalam cadangan investasi tersedia untuk dijual, kecuali bagi kerugian penurunan nilai dan selisih kurs valuta asing diakui di dalam laporan laba rugi. Ketika investasi dihentikan pengakuannya atau investasi ditentukan untuk diturunkan nilainya, maka laba atau rugi kumulatif sebelumnya yang diakui di dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laporan laba rugi sebagai biaya transaksi.

Investasi di dalam instrumen ekuitas dengan nilai wajar yang tidak dapat diukur dengan handal, diukur pada biaya perolehan dikurangi kerugian penurunan nilai. Aset keuangan Grup yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual termasuk penyertaan saham.

(16)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

h. Aset Keuangan (Lanjutan) Penghentian Pengakuan

Suatu aset keuangan dihentikan pengakuannya apabila hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir. Pada penghentian aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara nilai tercatat dengan jumlah yang akan diterima dan semua keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui di dalam pendapatan komprehensif lainnya diakui di dalam laporan laba rugi.

Semua penjualan dan pembelian yang lazim atas aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada saat tanggal perdagangan, yaitu tanggal di mana Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. Pembelian atau penjualan yang lazim (reguler) adalah pembelian atau penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu yang ditetapkan dengan peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar.

Penurunan nilai aset keuangan

Grup menilai pada tiap akhir periode pelaporan apakah terdapat bukti objektif suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.

i. Aset yang dinilai dengan biaya perolehan diamortisasi

Untuk aset keuangan yang dinilai pada biaya perolehan diamortisasi, pertama, Grup menilai aset keuangan tersebut secara individual untuk menentukan apakah terdapat bukti penurunan nilai aset keuangan secara individual bagi aset yang signifikan secara individual maupun secara kolektif bagi aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Apabila Grup menentukan tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai yang terjadi bagi aset keuangan yang dinilai secara individual, apakah signifikan atau tidak, maka aset tersebut dikategorikan ke dalam aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai aset keuangan tersebut secara kolektif. Aset yang dinilai memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai aset keuangan tersebut secara kolektif. Aset yang dinilai secara individual untuk penurunan nilai dan di mana kerugian penurunan nilai terjadi, atau melanjutkan untuk diakui, tidak dikategorikan ke dalam penilaian kolektif penurunan nilai.

Apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai aset keuangan yang dinilai pada biaya perolehan diamortisasi, telah terjadi, jumlah kerugiannya diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini diskonto arus kas di masa depan pada suku bunga efektif awal aset keuangan. Apabila suatu pinjaman memiliki suku bunga variabel, maka suku bunga diskonto untuk mengukur semua kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif. Jumlah tercatat aset dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan. Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba-rugi.

Ketika aset menjadi tidak tertagih, nilai tercatat aset keuangan yang mengalami penurunan nilai langsung dikurangi atau apabila suatu jumlah dibebankan kepada akun penyisihan, jumlah yang dibebankan kepada akun penyisihan dihapuskan terhadap nilai tercatat aset keuangan.

Untuk menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa suatu kerugian penurunan nilai aset keuangan telah terjadi, Grup mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemungkinan ketidakmampuan untuk membayar atau kesulitan keuangan signifikan debitur dan wanprestasi atau penundaan signifikan di dalam pembayaran.

Apabila di dalam periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai menurun dan penurunan tersebut dapat dikaitkan secara objektif kepada peristiwa yang terjadi setelah kerugian penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya dibalikkan nilainya kepada nilai tercatat aset selama tidak melebihi biaya diamortisasinya pada saat tanggal pembalikkan. Jumlah yang dibalikkan nilainya diakui di dalam laporan laba rugi. ii. Aset yang dinilai pada biaya perolehan

Apabila terdapat bukti objektif (seperti memburuknya lingkungan bisnis di mana entitas penerbit menjalankan

bisnisnya, kemungkinan ketidakmampuan di dalam membayar atau kesulitan keuangan signifikan entitas penerbit) di mana kerugian penurunan nilai aset keuangan dinilai pada biaya perolehan yang terjadi, jumlah kerugian dihitung sebagai selisih nilai tercatat dan nilai kini arus kas yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan yang serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dibalikkan nilainya pada periode selanjutnya.

(17)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

h. Aset Keuangan (Lanjutan)

Kelompok Tersedia untuk Pinjaman yang

iii. Aset keuangan tersedia untuk dijual

Penurunan yang signifikan atau penurunan jangka panjang di dalam nilai wajar lebih rendah dari biaya perolehan, kesulitan keuangan signifikan entitas penerbit atau entitas peminjam, dan hilangnya pasar aktif perdagangan merupakan bukti objektif bahwa investasi ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual mungkin mengalami penurunan nilai. ‘Signifikan’ akan dievaluasi terhadap biaya awal investasi dan ‘jangka panjang’ terhadap periode di mana nilai wajar telah lebih rendah dari biaya awalnya.

Di mana terdapat bukti penurunan nilai, kerugian kumulatif – yang diukur sebagai selisih antara biaya perolehan dan nilai wajar kini, dikurangi semua kerugian penurunan nilai pada investasi tersebut yang sebelumnya diakui pada laporan laba rugi – dikeluarkan dari pendapatan komprehensif lain dan diakui di dalam laporan laba rugi. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas tidak dibalikkan nilainya melalui laporan laba rugi; kenaikan di dalam nilai wajar setelah penurunan nilai diakui langsung di dalam pendapatan komprehensif lainnya.

Dalam hal instrumen hutang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, penurunan nilai diuji berdasarkan kriteria yang sama dengan aset keuangan yang dinilai berdasarkan biaya perolehan diamortisasi. Namun demikian, jumlah tercatat bagi penurunan nilai adalah kerugian kumulatif yang diukur sebagai selisih antara biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar kini, dikurangi segala kerugian penurunan nilai pada investasi yang sebelumnya diakui di dalam laporan laba rugi. Apabila di dalam tahun berikutnya, nilai wajar instrumen hutang meningkat dan peningkatan tersebut dapat secara objektif dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi setelah kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba rugi, maka kerugian penurunan nilai tersebut dibalikkan nilainya di dalam laporan laba rugi.

Klasifikasi asset keuangan pada tanggal 31 Maret 2012 adalah sebagai berikut :

Kelompok Tersedia untuk Pinjaman yang

diperdagangkan dijual diberikan dan Jumlah

piutang Deposito pada Lembaga Kliring dan

Penjaminan - - 1,840,422,335 1,840,422,335

Aset keuangan pada nilai wajar

melalui laba rugi 9,698,144,394 9,698,144,394

Efek dibeli dengan janji jual kembali 84,000,000,000 84,000,000,000

Piutang nasabah margin 24,973,167,858 24,973,167,858

Piutang nasabah 135,392,302,534 135,392,302,534

Piutang Lembaga Kliring dan

Penjaminan 6,587,814,000 6,587,814,000 Piutang lain-lain : Pihak berelasi 89,820,962 89,820,962 Pihak ketiga 329,182,548 329,182,548 Jumlah 9,698,144,394 84,000,000,000 169,212,710,236 262,910,854,630 i. Transaksi Efek

Pada tanggal 31 Maret 2012, nilai wajar asset keuangan tidak material berbeda dengan nilai catatan.

Transaksi pembelian dan penjualan efek baik untuk nasabah maupun untuk kepentingan portofolio Perusahaan dan entitas anak diakui pada saat timbulnya perikatan atas transaksi efek.

Transaksi pembelian efek untuk nasabah dicatat sebagai piutang nasabah dan hutang kepada Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP), sedangkan transaksi penjualan efek untuk nasabah dicatat sebagai piutang LKP dan hutang kepada nasabah.

Transaksi pembelian efek untuk kepentingan Perusahaan dan entitas anak dicatat sebagai portofolio efek dan hutang LKP, sedangkan penjualan efek untuk kepentingan Perusahaan dan entitas anak dicatat sebagai piutang LKP dan mengurangi jumlah tercatat portofolio efek serta mengakui keuntungan atau kerugian atas penjualan efek tersebut.

(18)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

i. Transaksi Efek (Lanjutan)

j. Transaksi Efek Beli dengan Janji Jual Kembali dan Efek Jual dengan Janji Beli Kembali

Transaksi jual efek dengan janji beli kembali (repo) dan transaksi beli efek dengan janji jual kembali (reverse repo) merupakan transaksi pembelian (penjualan) efek dengan jaminan efek tersebut. Perlakuan akuntansi untuk transaksi ini adalah sebagai berikut:

i. Efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali (repo) diakui sebagai kewajiban repo sebesar harga pembelian

kembali dikurangi beban bunga yang belum direalisasi. Beban bunga yang belum direalisasi merupakan selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali. Selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dijual hingga disaat beli kembali.

ii. Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) diakui sebagai piutang reverse repo sebesar harga penjualan kembali dikurangi pendapatan bunga yang belum direalisasi. Pendapatan bunga yang belum direalisasi merupakan selisih antara harga beli dan harga penjualan kembali. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali Pada tanggal penyelesaian, kegagalan untuk menyelesaian transaksi pembelian efek dicatat sebagai gagal terima dan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas, sedangkan kegagalan untuk menyelesaikan transaksi penjualan efek dicatat sebagai gagal serah dan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset.

Penerimaan dana dari nasabah pemilik rekening dalam rangka pembelian efek, pembayaran dan penerimaan atas transaksi pembelian dan penjualan efek untuk nasabah pemilik rekening dicatat sebagai rekening nasabah. Saldo dana pada rekening nasabah disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas sedangkan kekurangan dana pada rekening nasabah disajikan sebagai aset.

k. Penyertaan Saham

l. Aset Tetap

merupakan selisih antara harga beli dan harga penjualan kembali. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan metode suku bunga efektif sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali.

Mulai tahun 2010, transaksi jual efek dengan janji beli kembali (repo) dan transaksi beli efek dengan janji jual kembali (reverse repo) diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2h untuk kebijakan akuntansi aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang.

Pada pengakuan awal, aset tetap dinilai sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset meliputi harga pembelian dan semua biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset tersebut ke suatu kondisi kerja dan lokasi sesuai tujuan penggunaannya.

Grup menerapkan model biaya di dalam pengakuan selanjutnya bagi aset tetap. Aset tetap diakui sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Penyusutan pada aset tetap dihitung dengan basis garis lurus untuk menghapus biaya perolehan aset tetap selama masa manfaat yang diharapkan atasnya. Estimasi masa manfaatnya adalah sebagai berikut:

Renovasi Kantor 5 tahun

Kendaraan 5 tahun

Inventaris Kantor 4 tahun

Beban penyusutan diperhitungkan di dalam laporan laba rugi selama tahun buku di mana beban tersebut terjadi.

Perbaikan dan perawatan diperhitungkan ke dalam laporan laba rugi selama tahun di mana perbaikan dan perawatan terjadi. Biaya renovasi dan restorasi utama digabungkan ke dalam nilai tercatat aset jika biaya tersebut memiliki kemungkinan untuk memberikan manfaat di masa depan yang jumlahnya melebihi standar kinerja pada penilaian awal aset yang ada yang akan mengalir ke dalam Grup dan disusutkan sebesar sisa umur manfaat aset tersebut.

Penyertaan saham merupakan investasi jangka panjang pada perusahaan non-publik.

Penyertaan saham di bawah 20% diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual. Lihat Catatan 2e untuk kebijakan akuntansi yang penting atas aset keuangan tersedia untuk dijual.

(19)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

l. Aset Tetap (Lanjutan)

m. Liabilitas Keuangan

Nilai sisa, masa manfaat, dan metode depresiasi, ditinjau pada tiap akhir periode pelaporan, dan disesuaikan secara prospektif, sesuai dengan keadaan.

Ketika terdapat indikasi penurunan nilai, nilai tercatat aset dinilai dan segera dicatat berdasarkan jumlah terpulihkan. Keuntungan atau kerugian pelepasan aset tetap ditentukan dengan membandingkan penerimaan dengan nilai tercatat dan dicatat ke dalam laba rugi dari operasi.

Pengakuan dan pengukuran awal

Liabilitas keuangan diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi bagian ketentuan kontraktual instrumen keuangan. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar pada saat pengakuan awal, dan dalam hal liabilitas keuangan lainnya, ditambahkan dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung. Liabilitas keuangan Grup terdiri dari hutang obligasi, hutang pada lembaga kliring dan penjaminan, hutang bank, hutang nasabah dan rekening nasabah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lainnya. Grup memiliki liabilitas keuangan pada nilai wajar yang diukur melalui laporan laba rugi.

Pengukuran selanjutnya

Liabilitas keuangan lainnya yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan metode suku bunga

Nilai wajar melalui

laporan laba rugi Biaya perolehan

komprehensif yang diamortisasi Jumlah

Hutang bank - 14,928,113,426 14,928,113,426

Efek dijual dengan janji beli kembali - 14,000,000,000 14,000,000,000

Hutang nasabah - 93,193,678,739 93,193,678,739

Hutang komisi - 930,391,327 930,391,327

Hutang lain-lain - 15,644,470,007 15,644,470,007

Biaya yang masih harus dibayar - 738,147,390 738,147,390

Jumlah - 139,434,800,890 139,434,800,890

Liabilitas keuangan lainnya yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugiannya diakui di dalam laporan laba rugi pada saat liabilitas dihentikan pengakuannya, dan melalui proses amortisasi.

Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan di dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika liabilitas keuangan saat ini ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari peminjam yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau persyaratan liabilitas yang ada dimodifikasi secara substansial, maka pertukaran maupun modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabiltias awal dan pengakuan liabilitas baru dan selisih masing-masing jumlah diakui di dalam laporan laba rugi.

Klasifikasi liabilitas keuangan pada tanggal 31 Maret 2012 adalah sebagai berikut :

(20)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

n. Liabilitas Imbalan Kerja

o. Biaya Emisi Saham

p. Pengakuan Pendapatan dan Beban Program imbalan pasti

Sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja yang berlaku di Indonesia, Grup yang beroperasi di Indonesia menyelenggarakan program imbalan pasti manfaat pasca kerja kepada para karyawannya.

Provisi bagi manfaat pasca kerja ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum terealisasi yang melebihi 10% nilai kini kewajiban manfaat pasti entitas anak, diakui berdasarkan metode garis lurus terhadap rata-rata sisa usia kerja yang diharapkan dari karyawan peserta program. Biaya jasa lalu diakui segera pada saat manfaat menjadi vested, dan bila selain itu diamortiasi berdasarkan metode garis lurus terhadap periode rata-rata sampai manfaat menjadi vested.

Kewajiban manfaat pensiun diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang mencerminkan nilai kini kewajiban imbalan pasti, yang disesuaikan bagi keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum terealisasi dan biaya jasa lalu yang belum direalisasi.

Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi.

i. Imbalan jasa manajer/penasihat investasi diakui pada saat jasa tersebut sudah dilakukan dan pendapatannya sudah

ditentukan.

ii. Laba rugi atas perdagangan efek diakui pada saat tanggal transaksi, dan pendapatan bunga diakui berdasarkan metode akrual.

iii. Imbalan jasa penjaminan emisi dan penjualan efek diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi selesai.

q. Perpajakan

iii. Imbalan jasa penjaminan emisi dan penjualan efek diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi selesai. iv. Pendapatan komisi dari transaksi perantara perdagangan efek diakui pada saat transaksi terjadi.

v. Pendapatan dividen dari portofolio efek diakui pada saat emiten mengumumkan pembayaran dividen.

vi. Beban yang timbul sehubungan proses penjaminan emisi diakui dan dibebankan pada saat pendapatan penjaminan emisi diakui. Dalam hal kegiatan penjaminan emisi tidak diselesaikan dan emisi efek dibatalkan, maka beban penjaminan emisi tersebut dibebankan pada periode berjalan.

vii. Penghasilan dan beban bunga dari nasabah diakui pada saat terjadinya. viii. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

Pajak kini

Aset dan/ atau liabilitas pajak kini terdiri dari kewajiban kepada, atau klaim dari kantor pelayanan pajak terkait dengan periode kini atau periode pelaporan sebelumnya yang belum dibayar pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Aset dan/ atau liabilitas pajak dihitung sesuai dengan tarif pajak dan ketentuan perpajakan yang berlaku pada periode fiskal yang terkait, berdasarkan laba kena pajak periode berjalan. Semua perubahan aset atau liabilitas pajak kini diakui sebagai komponen beban pajak penghasilan di dalam laporan laba rugi komprehensif.

Pajak tangguhan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara basis komersial dan basis fiskal aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui bagi seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dari laba kena pajak di masa depan atas perbedaan temporer yang dapat diutilisasi. Liabilitas pajak tangguhan diakui bagi seluruh perbedaan kena pajak temporer. Manfaat pajak di masa depan, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan juga diakui apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada tahun ketika aset direalisasi atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Penyesuaian atas liabilitas pajak dicatat pada saat hasil pemeriksaan diterima atau pada saat hasil dari keberatan yang diajukan Grup ditetapkan.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal laporan posisi keuangan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua aset pajak tangguhan.

Aset pajak tangguhan yang belum diakui, dinilai kembali pada tiap tanggal laporan posisi keuangan dan diakui apabila terdapat kemungkinan pendapatan kena pajak di masa depan memulihkan aset pajak tangguhan.

terdapat kemungkinan pendapatan kena pajak di masa depan memulihkan aset pajak tangguhan.

(21)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

r. Laba per saham

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN

a. Pertimbangan di dalam penerapan kebijakan akuntansi

b. Sumber utama ketidakpastian estimasi

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar selama tahun yang bersangkutan.

Penyajian laporan keuangan konsolidasian Grup, mengharuskan manajemen membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset, dan liabilitas yang dilaporkan, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi pada tanggal pelaporan. Namun demikian, ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi dapat menghasilkan keluaran yang membutuhkan penyesuaian kepada nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh di masa depan.

Di dalam proses penerapan kebijakan akuntansi, manajemen telah melakukan pertimbangan, terpisah dari masalah estimasi, yang memiliki dampak signifikan terhadap jumlah yang diakui di dalam laporan keuangan.

Pertimbangan yang memiliki pengaruh signifikan adalah: Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

Perusahaan menetapkan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 55 (R2006) terpenuhi. Dengan demikian, aset dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2h dan 2m.

Asumsi utama berkenaan dengan sumber utama dan sumber lainnya ketidakpastian estimasi di masa depan, yang memiliki risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku mendatang, didiskusikan di bawah.

i. Estimasi Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Nilai wajar aset keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif didasarkan pada kuotasi harga pasar yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.

Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan pada pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Grup menggunakan berbagai metode dan membuat asumsi yang didasarkan pada kondisi pasar yang ada pada tiap tanggal laporan posisi keuangan. Sesuai keadaan, kuotasi harga pasar atau kuotasi harga pedagang perantara bagi instrumen sejenis, digunakan. Teknik-teknik penilaian, seperti analisis diskonto arus kas, juga digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan.

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan lancar yang dinilai pada biaya perolehan diamortisasi mendekati nilai tercatat. ii. Penurunan nilai aset non-keuangan – aset tetap, investasi pada entitas anak.

Aset non-keuangan, tidak termasuk goodwill, diuji untuk penurunan bila ada indikator bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali.

iii. Penurunan nilai piutang nasabah

Grup menilai tiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian apakah terdapat bukti objektif aset keuangan

mengalami penurunan nilai. Untuk menentukan apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai, Grup

mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemungkinan ketidakmampuan untuk membayar utang atau kesulitan signifikan debitur dan kegagalan maupun penundaan signifikan pembayaran.

Apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai, jumlah dan saat arus kas yang diestimasi didasarkan pada pengalaman historis akan kerugian aset dengan karakteristik risiko kredit yang serupa. Nilai tercatat piutang dagang Grup pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian diungkapkan di dalam catatan 9 di dalam laporan keuangan.

iv. Estimasi umur manfaat aset tetap

Perusahaan menelaah secara berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa datang. Hasil operasi di masa depan dipengaruhi secara material oleh perubahan estimasi ini akibat dari perubahan faktor yang dipertimbangkan tersebut.

(22)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

b. Sumber utama ketidakpastian estimasi (Lanjutan)

4. KAS DAN SETARA KAS

1 Januari 2011/

31 Maret 2012 31 Desember 2011 31 Desember 2010

Kas

Kas - Rupiah 8,000,000 -

-Bank Rupiah :

PT Bank CIMB Niaga Tbk 450,275,956 11,408,073,648 9,801,244,833

PT Bank Central Asia Tbk 166,299,631 4,757,597 446,226,239

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 149,323,174 43,206,954 188,512,115

PT Bank Pan Indonesia Tbk 99,724,675 98,650,267

PT Bank Mega Tbk - 99,705,437 99,024,419

v. Liabilitas imbalan kerja

Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya pensiun neto mencakup tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, tingkat kecacatan, tingkat kematian dan umur pensiun. Sebagian asumsi kunci liabilitas imbalan kerja ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini.

Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan.

PT Bank Mega Tbk - 99,705,437 99,024,419

Dolar AS :

PT Bank CIMB Niaga Tbk 16,958,398 16,970,853 1,375,179,654

Deposito Berjangka

PT Bank CIMB Niaga Tbk - 7,000,000,000

PT Bank Mitraniaga - - 25,000,000,000

Jumlah Kas dan Setara Kas 890,581,834 18,671,364,756 36,910,187,260

5. EFEK DIBELI DENGAN JANJI JUAL KEMBALI

1 Januari 2011/

31 Maret 2012 31 Desember 2011 31 Desember 2010

Harga Penjualan Kembai Saham 153,852,274,571 159,852,274,571 182,304,274,571

Cadangan Piutang Tidak Tertagih (69,852,274,571) (69,852,274,571) (97,304,274,571)

Jumlah Efek Dibeli Dengan Janji Jual Kembali 84,000,000,000 90,000,000,000 85,000,000,000

Tingkat suku bunga bank berkisar antara 3% sampai dengan 5% per tahun pada tanggal-tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010.

Tingkat suku bunga deposito berkisar antara 4,5% dan 9% per tahun pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010.

Berdasarkan keputusan manajemen, tahun 2011 dan 2010 Perusahaan membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar masing-masing Rp 69.852.274.571 dan Rp 97.304.274.571.

Berdasarkan keputusan manajemen No.003/HD-DIR/SKD/XII/11, di tahun 2011 Perusahaan menghapus piutang efek dibeli dengan janji jual kembali (reverse repo) yang tidak tertagih sebesar Rp 27.452.000.000.

Perjanjian repo Perusahaan telah mengacu kepada Peraturan No. VIII.G.13 tentang Perlakuan Akuntansi Repurchase Agreement (REPO) dengan menggunakan Master Repurchase Agreement (MRA).

(23)

PT HD CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012

Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6. ASET KEUANGAN PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA RUGI

1 Januari 2011/

31 Maret 2012 31 Desember 2011 31 Desember 2010

Pihak Ketiga

PT Inti Agri Resources Tbk 6,000,000,000 6,000,000,000 6,000,000,000

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 5,625,000 5,625,000

PT Total Bangun Persada Tbk. 105,000 -

Waran Seri I Evergreen Invesco 5,000 -

Kenaikan (Penurunan) Nilai Pasar 3,692,409,394 3,875,831,582 (1,291,123,176)

Jumlah Portofolio Efek 9,698,144,394 9,881,456,582 4,708,876,824

7. PIUTANG DAN HUTANG LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN

a. Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan

Portofolio pada tanggal 31 Maret 2012 adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk sebanyak 9.231.000 lembar, saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 7.500 lembar, saham PT Total Bangun Persada Tbk sebanyak 300 lembar, dan Waran Seri I Evergreen Invesco sebanyak 250 lembar. Portofolio pada tanggal 31 Desember 2011 adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk sebanyak 9.231.000 lembar dan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 7.500 lembar. Sedangkan portofolio untuk tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk sebanyak 9.231.000 lembar.

Kenaikan (penurunan) nilai wajar termasuk untuk saham PT Bumi Resources Tbk dan Waran Seri I PT Bumi Resources Mineral Tbk sebesar Rp. 940.394 pada tanggal 31 Maret 2012, Rp. 874.082 pada tanggal 31 Desember 2011, dan Rp.

Akun ini merupakan tagihan terkait dengan transaksi jual efek dan deposit yang diserahkan Perusahaan dalam rangka 1 Januari 2011/

31 Maret 2012 31 Desember 2011 31 Desember 2010

Piutang transaksi bursa 93,393,777,500 48,812,721,500 59,254,065,000

Setoran jaminan 1,840,422,335 1,816,469,823 1,717,177,181

Jumlah piutang LKP 95,234,199,835 50,629,191,323 60,971,242,181

b. Hutang Lembaga Klring dan Penjaminan

1 Januari 2011/

31 Maret 2012 31 Desember 2011 31 Desember 2010

Hutang transaksi bursa 86,805,963,500 26,500,861,500 68,864,975,000

Jumlah hutang LKP 86,805,963,500 26,500,861,500 68,864,975,000

8. PIUTANG NASABAH MARGIN

1 Januari 2011/

31 Maret 2012 31 Desember 2011 31 Desember 2010

Pemilik Rekening Efek 63,128,261,220 90,095,383,079 68,047,470,640

Cadangan Piutang Tidak Tertagih (38,155,093,362) (38,155,093,362) (38,155,093,362)

Jumlah Piutang Nasabah Margin 24,973,167,858 51,940,289,717 29,892,377,278

Berdasarkan keputusan manajemen No. 002/HD-DIR/SKD/XII/10 tahun 2010 Perusahaan membentuk penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 38.155.093.362 untuk tahun 2012, 2011, dan 2010.

Akun ini merupakan tagihan terkait dengan transaksi jual efek dan deposit yang diserahkan Perusahaan dalam rangka transaksi efek kepada pihak PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (PT KPEI).

Akun ini merupakan liabilitas kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (PT KPEI) dan transaksi efek di bursa yang penyelesaiannya dilakukan dengan PT KPEI.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual selanjutnya diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui sebagai laba rugi

Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam komponen ekuitas sampai

Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual selanjutnya diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui sebagai laba

Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam komponen ekuitas sampai aset

Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual selanjutnya diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui

Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual selanjutnya diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui sebagai laba

Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam komponen ekuitas sampai

Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual selanjutnya diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui