• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I: PENDAHULUAN Latar Belakang.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I: PENDAHULUAN Latar Belakang."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I: PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Keberadaan arsitektur tak lepas dari manusia sebagai pengguna, karena arsitektur merupakan salah satu cara pemenuhan aktivitas manusia. Di ungkapkan oleh Laurens bahwa arsitektur hadir dalam realitas sehari – hari (Laurens, 2006). Arsitektur dapat dianggap sebagai suatu konstruksi yang dengan sengaja mengubah lingkungan fisik menurut suatu bagan peraturan (synder, 1979). Oleh karena itu arsitektur juga mencakup perancangan lingkungan buatan, ruang fisik yang mewadahi aktivitas keseharian manusia.

Terkait dengan bagaimana merancang lingkungan buatan, menurut passini dan seidel lingkungan tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali pengguna mampu menemukan jalan sekeliling mereka. Pentingnya menemukan jalan ini juga dikemukakan oleh Norberg bahwa untuk memperoleh tumpuan eksistensial manusia harus mampu mengorientasikan diri (1980). McCluskey juga mengemukakan hal senada mengenai pentingnya manusia berorientasi (1979), Norberg (1980) menyatakan bahwa terror tersesat dapat muncul jika kebutuhan organisme bergerak untuk berorientasi dalam lingkungannya tidak terpenuhi. Tersesat dapat mempengaruhi perasaan aman seseorang (Kaplan, dkk, 1998).

Pada tahun 1970-an, barulah berkembang istilah – istilah yang kita kenal, seperti wayfinding, signage, supergraphics, dan environmentalgraphics. Pada dekade ini pula berdiri The Society of EnvironmentalGraphic Design (SEGD) (Berger, 2006). SEGD menjelaskan beberapa elemen-elemen desainwayfindingmeliputimap

design, signage design, difable design dan symbol design. Keempat elemen ini

sebaiknya memenuhi standar Universal Design. Dari empat bagian ini, terbagi lagi menjadi jenis – jenis desain yang ada dan rekomendasi untuk masing – masing jenis desain (Berger, 2006). Seringkali individu tidak dapat menentukan posisinya dalam lingkungan tetapi dapat menemukan jalan ke sebuah lokasi, sehingga individu tetap berorientasi pada lingkungannya (Passini, 1984).

(2)

Proses manusia menemukan jalan dalam lingkungannya dikenal dengan istilah proses wayfinding. Dalam proses wayfinding ini tentunya terdapat strategi – strategi yang dijalankan oleh manusia, seperti ditekankan oleh Garling (2008) sebelum manusia melakukan perjalanan, mereka mengkonstruksi actionplan. Suatu perencanaan yang mencakup strategi bagaimana manusia berprilaku pada saat menjalankan pergerakan tersebut.

Manusia selalu menangkap isyarat – isyarat dari lingkungan sekitar mereka, baik di sadari maupun tidak manusia sering mendasari tindakan mereka terhadap pesan yang mereka tangkap dari lingkungan sekitar pernyataan tersebut diungkapkan oleh Jacobs (1985). Senada dengan pernyataan mengenai peranan lingkungan terhadap tindakan manusia Yi – Fu Tuan menyatakan bahwa dibutuhkan identifikasi significant

localities bagi manusia untuk dapat mempelajari lingkungannya (1977). Dari

pernyataam Yi – Fu Tuan ini dapat disimpulkan bahwa lingkungan yang memiliki fitur – fitur signifikan dapat mempermudah penggunanya untuk mempelajari lingkungan tersebut. Hal ini tentu akan berbanding lurus dengan kemampuan manusia berorientasi didalamnya.

Lingkungan fisik tempat manusia beraktivitas sehari – hari kemungkinan memiliki lokalitas signifikan yang memiliki peranan dalam kemudahan penggunanya berorientasi, baik secara disadari maupun tidak. Kebutuhan manusia dalam lingkungannya harus terpenuhi. Jika tidak, akan muncul terror tersesat. Bagi pendatang baru atau orang – orang yang berada dalam tekanan, terror ini bisa saja menimbulkan stress dan kecemasan. Terror tersesat ini dapat dihindari dengan kemudahan dalam proses wayfinding.

Kampus Universitas Mercubuana adalah salah satu contoh bangunan kompleks yang sering dijadikan suatu wadah aktifitas yang berhubungan dengan pengguna

(3)

Mercu Buana terdapat auditorium yang biasa digunakan untuk seminar atau acara – acara lainnya. Sedangkan Gedung R merupakan Gedung Rektorat yang banyak menyangkut aktifitas kegiatan pendaftar atau mahaiswa baru, dan juga salah satu untuk wadah kegiatan bagi pekerja. Selain itu di Gedung R terdapat aula yang biasa digunakan untuk acara – acara besar atau untuk di sewa kan untuk aktifitas wisuda bagi anak sekolah SMA, dan sebagainya. Kurangnya elemen – elemen atau petunjuk yang mengarahkan pada gedung – gedung ini dapat menghambat keberlangsungan aktifitas yang dijalankan oleh manusia yang baru pertamakali mengunjungi UMB. Dalam studi ini yang akan dibahas yaitu tentang proseswayfindingdan significant

localitiesdengan mengandalkan peta kognisi atau peta mental dalam kompleks

bangunan kampus terkait signagesystemuntuk menemukan beberapa titik lokasi yang dimana memenuhi kebutuhan mahasiswa atau pengunjung di Universitas Mercu Buana Jakarta.

1.2. Pernyataan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka ditemukan persoalan, yaitu :

Kompleksitas masa bangunan dalam suatu kawasan membuat orang merasa bingung pada saat berkunjung ke lingkungan tersebut, seperti halnya pada kampus universitas mercubuana yang minim akan elemen - elemen penunjuk yang seharusnya dapat mengarahkan ke suatu tujuan.

Banyaknya mahasiswa baru atau pengunjung yang baru pertama kali mengunjungi Universitas Mercu Buana mengalami kebingungan ketika mencari suatu tujuan sehingga terjadi keterlambatan dalam hal waktu.

(4)

1.3. Pertanyaan Penelitian

Dari persoalan yang telah diuraikan, maka permasalahan tersebut dianalisis dan disusun ke dalam bentuk sebuah pertanyaan,yaitu :

Bagaimanakah strategi mahasiswa baru atau pengunjung yang baru pertama kali mendatangi Universitas Mercu Buana dalam proses wayfinding?Bagaimana kualitas pemaknaan lokalitas signifikan terkait kemudahannya?Berperankah SignageSystem

yang ada di lingkungan?

1.4. Maksud dan Tujuan Penelitian

Adapun maksud dari penelitian ini adalah untukmemahami lebih dalam bagaimana manusia berstrategi dalam proses wayfinding terkait kemudahan mencari tujuan, serta memahami kualitas lokalitas signifikan terkait dengan kemudahan

wayfinding.Dari sini diharapkan dapat diketahui aspek – aspek apa saja yang

berpengaruh dalam proses wayfinding, serta bagaimana sebaiknya pertimbangan yang harus dilakukan dalam perancangan dan untuk mengetahui seberapa efektif

signagesystem yang ada di kawasan kampus universitas mercubuana.

1.5. Manfaat Penelitian

Penelitian ini bermanfaat dalam perancangan lingkungan buatan untuk mencegah tersesat bagi para penggunanya, khususnya bagi pengguna non kawasan, manfaat lainnya bagi peneliti maupun pihak Universitas Mercu Buana Jakarta, yaitu :

• Manfaat bagi Peneliti

(5)

kampus dalam menggunakan dan menyajikan wayfinding yang dapat menjaga kenyamanan manusia sebagai elemen yang terintegrasi di dalam kompleks bangunan kampus.

Memberikan masukan bagi pengelola kampus untuk meningkatkan keefektifan sistem kerja wayfinding.

1.6. Sistematika Pembahasan

Secara umum, penelitian karya ilmiah ini memiliki urutan/ susunan sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, maksud dan tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika pembahasan.

Bab II : Menjelaskan mengenai definisi wayfinding, pendekatan wayfinding, cara – cara berwayfinding, identifikasi lingkungan, proses kognitif, wayfindingtask, strategi wayfinding, alat bantu dan kesimpulan.

Bab III : Penjelasan dan analisis studi kasus yang dilakukan peneliti di kawasan kampus. Analisis dilakukan terhadap proseswayfinding pada

personcentremap untuk menuju 4 titik yang akan di capai.

Bab IV : Pengumpulan serta pengolahan data yang sudah dilakukan eksperimen oleh peneliti di kawasan kampus.

Bab V: Berisi kesimpulan, diskusi dan saran mengenai penelitian yang sudah dilaksanakan oleh peneliti.

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Alasan penulis untuk memilih event “HERWORLD CHINESE NEW YEAR” adalah karena event ini baru pertama kali diadakan oleh majalah Herworld, festival hari raya Chinese New

Transisi dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama pada siswa kelas VII yang merupakan siswa baru di jenjang sekolah yang baru banyak mengalami

Oleh karena pemaknaan muncul berdasarkan pesan yang dikomunikasikan Interkultur mengenai gagasan wisata kemiskinan, maka pada dasarnya pemaknaan pesan tidak terlepas

Penelitian ini berusaha untuk mengkaji penerapan strategi pemasaran yaitu kualitas produk, harga, lokasi, promosi (Marketing Mix) dan kualitas pelayanan pada Rumah

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas kawasan wisata, memberikan kenyamanan dan keamanan pengunjung (Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Jepara,2018). Pada hari-hari

data, kendali instrumentasi serta otomasi industri. Pertama kali, LabVIEW dikembangkan oleh perusahaan yang bernama National Instruments. Secara lebih mendalam, LabVIEW merupakan

Sumbangan pemikiran baru dari penelitian ini ialah memberikan informasi dan pendekatan baru dalam menyusun kebijakan dan strategi pembangunan daerah dalam pengelolaan hutan

Munculnya kecemasan pada diri mahasiswa akan mempengaruhi kualitas pembelajaran mahasiswa dalam lingkungan klinik dimana kecemasan akibat lingkungan baru dan perasaan