BAB IV
HASIL DAN ANALISA
Desain sistem informasi akuntansi dalam penelitian ini menggunakan metode
Model Driver Development (MDD). Metode ini digunakan peneliti dalam mendesain
sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan di CV. Lembu Jaya dan
diharapkan dapat menjadi acuan di peternakan tersebut.
4.1. Identifikasi Masalah
Dalam hal ini, peneliti akan menentukan identifikasi masalah-masalah yang
terdapat pada CV. Lembu Jaya yang sangat penting digunakan untuk menentukan
tujuan dari penelitian dan yang paling pokok adalah mengidentifikasikan berbagai
permasalahan yang terjadi di perusahaan tersebut yang dilakukan melalui
dokumentasi, observasi dan wawancara langsung ke pemilik CV. Lembu Jaya yang
bernama Bapak Andy Trisna. Hasil identifikasi masalah di CV. Lembu Jaya yang
tidak mempunyai sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut :
1. Tidak adanya pencatatan.
4.2. Tahap Analisa Masalah
Analisa masalah di CV. Lembu Jaya dibuat dengan tujuan untuk
mengidentifikasi sebab akibat dari permasalahan yang terjadi pada obyek penelitian
tersebut. Untuk mempermudah menganalisanya, maka peneliti menyajikan data
seperti pada tabel dibawah ini :
laporan lainnya tidak
akurat
Tidak dapat dibuat laporan
laba rugi secara akurat
sehingga laporan lainnya
juga tidak akurat
Merancang sistem
informasi yang
secara otomatis
Nilai aset tetap maupun
aset biologis tidak bisa
diketahui secara akurat Sulit untuk mengambil
keputusan pengembangan
peternakan karena data
pendukung tidak ada Modal akhir peternakan
tidak dapat diketahui
secara pasti sehingga
kebijakan yang akan
diambil oleh peternakan
menjadi sulit
laporan keuangan
yang akurat
3. Nota-nota pembelian
ataupun penjualan
tidak diarsip dengan
benar sehingga ada
beberapa nota yang
Bukti transaksi atau nota
pembelian dan penjualan
akan sering hilang karena
akuntansi
4. Persediaan bahan
tidak akurat
Kesulitan menentukan
jumlah stok bahan yang
sebenarnya Kesulitan dalam
menentukan pembelian
bahan baku setiap
bulannya
Nilai persediaan tidak bisa
ditentukan secara pasti Persedian dalam proses
Tabel 4.1 Analisa Sebab Akibat
4.3. Tahap Analisa Kebutuhan Sistem
Tahap analisa kebutuhan sistem merupakan tahap solusi dari
permasalahan-permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya. Kebutuhan sistem di CV. Lembu
Dalam hal ini, peneliti membuat perancangan sistem untuk memudahkan pengguna
dalam pembagiannya berdasarkan kelompok masukan.
Pengelompokan sistem yang akan dirancang adalah sebagai berikut :
1. Master Data
Form Akumulasi Penyusutan Aset Tetap
3. Pembelian
Form Sapi Umur 19 Bulan
Form Penerimaan Piutang
Form Pembayaran Hutang
7. Akuntansi
Form Jurnal Pengeluaran Kas
Form Jurnal Penyesuaian
Form Beban Penyusutan
8. Laporan
Laporan Laba Rugi
Laporan Neraca
Laporan Perubahan Modal
Laporan Jurnal
Laporan Persediaan
Laporan Pembelian
Laporan Penjualan
Laporan Piutang
Laporan Hutang
4.4. Tahap Desain
4.4.1 Desain Data
Bentuk dari model data secara konseptual yang bertujuan untuk memberikan
arah dalam mendesain database disebut dengan desain data. Entity Relationship
Diagram (ERD) yang digunakan dalam desain data ini yang membuat hubungan antar
Gambar 4.1. Entity Relationship Diagram
Gambar 4.5. Entity Relationship Diagram Penjualan
4.4.2. Struktur Database
Kumpulan dari informasi data yang disimpan secara sistematis dalam
komputer yang dapat diolah oleh pengguna untuk menghasilkan berbagai informasi
merupakan pengertian dari database. Berdasarkan keterangan yang ada pada ERD
sebelumnya, maka struktur database dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Tabel Jurnal
Atribut Tipe Data Keterangan
id_jurnal INT(80) PK
tanggal DATE
Nobukti VARCHAR(255)
keterangan VARCHAR(255)
debit DOUBLE
Id_akun INT(20) FK
Id_supplier INT(20) FK
Id_pelanggan INT(20) FK
2. Tabel Aset Tetap
Atribut Tipe Data Keterangan
id_aset INT(10) PK
Atribut Tipe Data Keterangan
4. Tabel Persediaan Pakan Ternak
Atribut Tipe Data Keterangan
id_persediaanpakan INT(10) PK
Id_barang INT(10) FK
Qtyin DOUBLE
Qtyout DOUBLE
Id_produksi INT(10) FK
Id_pembelian INT(10) FK
5. Tabel Persediaan Produk
Atribut Tipe Data Keterangan
id_persediaanproduk INT(10) PK
Id_produk INT(10) FK
Qtyin DOUBLE
Qtyout DOUBLE
Id_hasilproduksi INT(10) FK
Id_penjualan INT(10) FK
6. Tabel Hasil Produk
Atribut Tipe Data Keterangan
id_hasilprod INT(10) PK
tanggal DATE
7. Tabel Akun
Atribut Tipe Data Keterangan
id_akun INT(10) PK
Atribut Tipe Data Keterangan
id_barang INT(10) PK
Atribut Tipe Data Keterangan
id_produk INT(10) PK
10.Tabel Pelanggan
Atribut Tipe Data Keterangan
id_pelanggan INT(15) PK
namapelanggan VARCHAR(100)
Alamat VARCHAR(155)
11.Tabel Supplier
Atribut Tipe Data Keterangan
id_supplier INT(15) PK
namasupplier VARCHAR(100)
Alamat VARCHAR(155)
12.Tabel Detil Pembibitan
Atribut Tipe Data Keterangan
Id_produksi INT(20) PK
Id_bom INT(10) FK
Jumlah INT(10)
Id_nobukti INT(10)
13.Tabel Penjualan
Atribut Tipe Data Keterangan
Id_nobukti INT(20) PK
Nobukti VARCHAR(255)
14.Tabel Pembelian
Atribut Tipe Data Keterangan
id_nobukti INT(20) PK
Id_nobukti INT(10)
tanggal DATE/TIME
15.Tabel No Bukti Produksi
Atribut Tipe Data Keterangan
id_nobukti INT(20) PK
Id_nobukti INT(10)
tanggal DATE/TIME
16.Tabel Detil Penjualan
Atribut Tipe Data Keterangan
id_penjualan INT(10) PK
id_produk INT(10) FK
id_nobukti INT(10) FK
Jumlah INT(10)
Harga DOUBLE
Jumlah INT(10)
Harga DOUBLE
total DOUBLE
4.4.3. Desain Proses
Gambar 4.6. Diagram Konteks Sistem Informasi Akuntansi Sistem
Gambar 4.7. Dekomposisi Sistem
Saldo Awal Produk Jadi
1. Master
Pembayaran Hutang Persediaan Pakan
4.4.4. Desain Interface
4.4.4.1. Desain Form
1. Form Menu Utama
Menu utama dibuat berdasarkan urutan input data agar memudahkan bagi
penggunanya untuk mengakses data.
Komponen yang digunakan pada form kode akun adalah :
a. Textbox
Komponen ini berfungsi untuk menginput data.
b. Tombol
Tombol Simpan digunakan untuk menyimpan perubahan
data pada kode akun.
Tombol Hapus digunakan untuk menghapus kode akun
yang tersimpan dalam database.
Tombol Tutup digunakan untuk menutup form kode
akun.
c. Grid Control
Fungsi grid control disini adalah sebagai tempat untuk
menambah data kode akun, mengubah informasi kode akun dan
menghapus kode akun.
Langkah penggunaannya adalah :
Isi semua informasi yang ada pada barang yang akan diisi lalu klik tombol
tambah data untuk menambah data sedangkan untuk proses edit, pilih dulu data yang
akan diubah informasinya dengan memilih datanya di gridview lalu diubah
informasinya, lalu klik tombol edit dan untuk hapus, klik tombol hapus.
4. Form Data Ternak
Form ini terdiri dari satu komponen 4 textbox dan gridview.
Langkah penggunaannya adalah :
Isi semua informasi yang ada pada barang yang akan diisi lalu klik tombol
tambah data untuk menambah data, sedangkan untuk proses edit pilih dulu data yang
akan diubah informasinya dengan memilih datanya di gridview, lalu diubah
5. Form Bills of Materials
Desain form ini mempunyai tujuan untuk memuat informasi tentang
kebutuhan bahan dalam pertumbuhan aset biologis yang dalam hal ini adalah Sapi.
Peneliti membagi kebutuhan materialnya sampai panen menjadi 5 kategori yaitu Sapi
umur 18 bulan, 19 bulan , 20 bulan, 21 bulan, dan 22 bulan.
Pada desain form ini, peneliti membuat 1 komponen combobox untuk
memuat informasi data aset biologis seperti Sapi umur 18 bulan, 19 bulan, 20 bulan,
21 bulan, dan 22 bulan. Gridview memuat informasi bahan baku dan penolong yang
Langkah penggunaannya adalah :
1. Memilih nama aset biologisnya terlebih dahulu, contoh Sapi
umur 18 bulan.
2. Langkah selanjutnya yaitu dengan memilih bahan baku yang
Sapi umur 22 bulan / Siap Panen
Form ini digunakan untuk memuat semua informasi tentang supplier yang
meliputi nama, alamat, dan nomor telepon.
Langkah penggunaannya adalah :
Mengisi semua informasi tentang supplier yang otomatis sudah tersimpan
7. Form Pelanggan
Form ini digunakan untuk memuat semua informasi tentang data
pelanggan yang meliputi nama, alamat, dan nomor telepon.
Langkah penggunaannya adalah :
Mengisi semua informasi tentang pelanggan dan sudah otomatis
tersimpan di database.
Form ini didesain untuk memuat data saldo awal jumlah sapi yang ada di
CV. Lembu Jaya. Tujuan form ini adalah untuk memudahkan peternakan dalam
memasukkan data saldo awal tanpa harus membuat jurnalnya.
Desain dari form ini menggunakan komponen datetime picker, textbox,
tombol dan gridview.
Peneliti membagi persediaan produk (Sapi) menjadi 5 yaitu :
1. Sapi umur 18 Bulan
2. Sapi umur 19 Bulan
3. Sapi umur 20 Bulan
4. Sapi umur 21 Bulan
5. Sapi umur 22 Bulan
Langkah untuk memasukkan datanya cukup mudah yaitu dengan
memasukkan tanggal pada saat saldo awal lalu pilih produknya di combobox, setelah
itu masukkan jumlahnya dan langkah terakhir adalah klik tombol masukkan data.
Perhitungan jurnal di dalam sistem ini akan dijelaskan dalam contoh dibawah ini :
Misalnya, akan dimasukkan stok awal Sapi umur 18 bulan sejumlah 3
ekor. Maka langkah pertama sistem akan melacak kebutuhan harga pokok produksi
Sapi umur 18 bulan dari hasil input data pada form Bills of Materials yang sudah
Nama Akun Debet Kredit
Persediaan Sapi Umur 18 Bulan 48,210,000
Modal Usaha 48,210,000
Langkah di atas digunakan untuk memposting data secara akunting di
tabel jurnal. Sedangkan untuk detil jumlahnya diposting ke dalam tabel persediaan
produk yaitu sebagai berikut :
Nama Barang Qty In
Sapi Umur 3-6 Bulan 3
Form ini di desain untuk memuat data saldo awal bahan baku. Tujuan
form ini sama dengan penjelasan sebelumnya untuk memudahkan peternakan dalam
memasukkan data saldo awal tanpa harus membuat jurnalnya. Keuntungan desain
form ini adalah detil informasi dari produk dapat dilihat sehingga datanya bisa dilihat
di persediaan, sedangkan jika memasukkan datanya melalui jurnal maka informasi
detil tidak bisa dilihat.
Desain dari form ini memakai komponen datetime picker, textbox,
tombol, dan gridview. Langkah memasukkan datanya di desain cukup mudah untuk
memasukkan datanya yaitu dengan memasukkan tanggal pada saat saldo awal bahan
baku, lalu pilih bahan bakunya di combobox setelah itu masukkan jumlah stoknya
dan langkah terakhir klik tombol masukkan data. Perhitungan jurnal di dalam sistem
ini akan dijelaskan dalam contoh dibawah ini :
Misalnya, akan dimasukkan stok awal pakan ternak Konsetrat sejumlah
1,000 kg dan harga beli rata-ratanya per kilo Rp. 14,000. Maka, akan didapat nominal
sejumlah 1,000 x Rp.14,000 = Rp. 14.000.000,00 yang akan diposting ke dalam tabel
jurnal di bawah ini :
Nama Akun Debet Kredit
Persediaan Bahan Baku 14,000,000
Sedangkan jumlahnya akan diposting ke dalam tabel persediaan bahan
baku yaitu sebagai berikut :
Nama Barang Qty In
Konsetrat 1,000
10. Form Saldo Awal Hutang
Pada form ini memuat semua informasi data supplier dan data hutang
3. Mengisi nomor bukti, keterangan dan nominalnya; misalnya
5,350,500.
4. Klik tombol masukkan data.
Jurnal yang terdapat di form ini adalah :
Nama Akun Debet Kredit
Modal Usaha 5,350,500
Hutang Usaha 5,350,500
11. Form Saldo Awal Piutang
Pada form ini memuat semua informasi data pelanggan dan data piutang
pelanggan ke peternakan tersebut.
1. Memilih tanggal pada datetime picker yaitu tanggal pada saat saldo
awal.
2. Mengisi data pelanggannya.
3. Mengisi nomor bukti, keterangan dan nominalnya; misalnya
4,450,500.
4. Klik tombol masukkan data.
Jurnal yang terdapat di form ini adalah :
Nama Akun Debet Kredit
Piutang Usaha 4,450,500
Modal Usaha 4,450,500
12. Form Data Aset Tetap
2. Data yang diisi meliputi data aset tanah, bangunan, kendaraan dan
peralatan.
Jurnal pada form ini adalah aset tetap pada modal usaha.
Contoh datanya :
Nama Aset Harga Perolehan Umur Ekonomis Nama Akun
Tanah 430,000,000 Tanah
Bangunan 235,500,000 20 Bangunan
Kendaraan Roda
2
15,600,000 4 Kendaraan
Kendaraan Roda
4
210,600,000 8 Kendaraan
Peralatan 6,230,000 3 Peralatan
Maka hasil jurnalnya adalah :
Nama Akun Debet Kredit
Tanah 430,000,000
Bangunan 235,500,000
Kendaraan 226,200,000
Peralatan 6,230,000
13. Form Saldo Awal Akumulasi Penyusutan Aset Tetap
Form ini di desain peneliti semudah mungkin sistem inputnya karena
peneliti berpikir tidak semua orang dapat menghitung akumulasi penyusutan. Metode
yang digunakan pada form ini adalah metode garis lurus.
2. Memilih aset tetap yang akan dihitung akumulasi penyusutannya.
Catatan untuk tanah tidak muncul pada form ini karena aset tanah
tidak mengalami penyusutan.
3. Isi sampai tanggal saldo awal umur aset tetap tersebut sudah berapa
bulan.
4. Klik tombol tambah data.
Jurnal untuk form ini adalah modal usaha pada akumulasi penyusutan aset
tetap. Contoh perhitungan akumulasi penyusutan bangunan adalah : Nilai bangunan
pada penjelasan di atas mempunyai harga perolehan Rp.235,500,000 dan umur
ekonomisnya 20 tahun. Umur bangunan sampai tanggal saldo awal sudah 77 bulan
maka tahap pertama yang dihitung adalah nominal penyusutan bangunan per
bulannya yaitu Rp.235,500,000 / 20 tahun / 12 bulan = Rp.981,250 per bulan. Jadi,
nilai penyusutan setelah 77 bulan adalah 77 x Rp.981,250 = Rp.75,556,250
Maka jurnalnya adalah sebagai berikut :
Nama Akun Debet Kredit
Modal Usaha 75,556,250
Sapi umur 18 bulan
Maka jurnalnya sebagai berikut :
Nama Akun Debet Kredit
Sapi dalam Pertumbuhan Umur 18
Bulan
11,926,250
Persediaan Bahan Baku 570,000
Sapi Jantan Usia 3 Bulan 11,250,000
BTKL 93,750
Sedangkan input pada tabel persediaan produk sebagai berikut :
Nama Barang Qty In Qty Out
Sapi Umur 18 Bulan 1
15. Form Panen
Form ini dibuat peneliti untuk memasukkan data panen. Dalam hal ini
data yang di input adalah jumlah Sapi yang dipanen dan total berat Sapi yang
dipanen. Tujuan pendataan disini menggunakan berat sapi karena penjualan
produknya berdasarkan berat sapi tersebut.
Perhitungan pada form ini dijelaskan sebagai berikut :
Misal, persediaan Sapi umur 22 bulan senilai Rp. 131,860,000 untuk 10
Sapi maka HPP tiap Sapi adalah Rp. 13,186,000 (dari 131,860,000 / 10).
Jika dipanen sejumlah 8 maka jurnal akuntansinya adalah :
Nama Akun Debet Kredit
Persediaan Sapi Siap Jual 105,488,000
Sapi Umur 22 Bulan 105,488,000
Untuk data di tabel persediaan produk sebagai berikut :
Nama Barang Qty In Qty Out
Sapi Umur 22 Bulan 8
Sapi Siap Jual 8
Tujuan peneliti membuat form ini karena obyek yang diteliti adalah aset
biologis yaitu Sapi, oleh karena itu ada faktor kegagalan panen atau faktor kematian
aset biologis tersebut.
Langkah penggunaannya dijelaskan sebagai berikut :
1. Pilih tanggal kematiannya.
2. Pilih jenis Sapi yang mati. Dalam hal ini ada pilihan di dalam
combobox yaitu Sapi berdasarkan umurnya.
3. Masukkan berapa jumlah Sapi yang mati.
4. Klik tombol tambah data.
Perhitungan dan jurnalnya akan dijelaskan di bawah ini :
Contohnya, Sapi yang mati umur 19 bulan sejumlah 1 ekor maka sistem
akan melacak HPP Sapi umur 18 bulan ditambah HPP Sapi umur 19 bulan. Dari
penjelasan sebelumnya didapat nominal HPP per Sapi adalah : Hpp Sapi umur 18 bulan Rp. 11,926,250
Hpp Sapi umur 19 bulan Rp 676,250
Jadi total hpp Rp. 11,926,250 + Rp 676,250 = Rp. 12,602,500
Jurnal akuntingnya adalah :
Nama Akun Debet Kredit
Beban Kematian Sapi 12,602,500
Persediaan Dalam Proses Sapi
Umur 19 Bulan
12,602,500
Untuk data di tabel persediaan produk adalah sebagai berikut :
Nama Barang Qty In Qty Out
Sapi Umur 19 Bulan 1
Untuk form penjualan tunai peneliti mendesain sistem memakai harga
rata-rata dengan rumus sebagai berikut :
((stok awal x harga rata-rata awal) + (pembelian x harga pembelian)) / stok akhir
Contoh kasusnya :
Jumlah stok awal pakan ternak 1,320 kg dengan harga rata-rata per kg
Rp.5,500. Membeli pakan ternak sejumlah 100 kg dengan harga Rp. 5,600, maka
perhitungan harga rata-ratanya sebagai berikut :
= ((1,320 x 5,500) + (100 x 5,600)) / (1,320 + 100)
= (7,260,000 + 560,000) / 1,420
= Rp. 5,507
Langkah untuk mengoperasikannya adalah :
1. Cari barang yang akan dibeli.
2. Pilih tanggal beli.
3. Ganti harga belinya jika ada perubahan harga.
4. Pilih suppliernya.
5. Isi jumlah yang akan dibeli.
6. Klik tombol tambah data.
Jurnal ini dicatat sebagai arus kas.
Untuk data di tabel persediaan bahan baku adalah sebagai berikut :
Nama Barang Qty In Qty Out
Pakan Ternak 100
18. Form Pembelian Kredit
Untuk form penjualan kredit pada prinsipnya sama dengan form
penjualan tunai, perbedaannya hanya pada jurnal akuntingnya.
Langkah untuk mengoperasikannya adalah :
1. Cari barang yang akan dibeli.
3. Ganti harga belinya jika ada perubahan harga.
4. Pilih suppliernya.
5. Isi jumlah yang akan dibeli.
6. Klik tombol tambah data.
Jurnal akuntansinya adalah sebagai berikut :
Nama Akun Debet Kredit
Persediaan Pakan 560,000
Hutang Usaha 560,000
Untuk data di tabel transaksinya adalah sebagai berikut :
Nama Barang Qty In Qty Out
Pakan Ternak 100
Untuk form penjualan dibuat sederhana agar pengguna mudah untuk
pengoperasiannya. Langkah pengoperasiannya yaitu dengan cara cari barang yang
akan dijual lalu isi jumlahnya dan yang terakhir klik tombol tambah data.
Jurnal akuntansinya sebagai berikut :
Contoh kasus : Menjual 1 sapi dengan harga jual per sapi Rp.21,000,000
dan HPP jual seperti penjelasan sebelumnya didapat Rp. 15,006,250.
Total yang harus dibayar pelanggan adalah 1 x Rp. 21,000,000 = Rp.21,000,000.
Hppnya 1 x Rp. 15,006,250 = Rp. 15,006,250
Maka jurnalnya :
Nama Akun Debet Kredit
Hewan ternak dalam pertumbuhan 15,006,250
Hewan ternak siap jual 15,006,250
Jurnal ini dicatat sebagai arus kas.
Untuk data di tabel transaksi adalah sebagai berikut :
Nama Barang Qty In Qty Out
20. Form Penjualan Kredit
Form penjualan kredit adalah sama dengan penjualan tunai, perbedaanya
hanya pada penjualan tunai jurnalnya pada kas sedangkan penjualan kredit pada
piutang usaha.
Langkah pengoperasiaannya cukup mudah yaitu pilih pelanggannya
terlebih dahulu lalu cari barang yang akan dijual, lalu isi jumlahnya dan yang terakhir
klik tombol tambah data.
Jurnalnya seperti dibawah ini :
Nama Akun Debet Kredit
Hewan ternak dalam pertumbuhan 15,006,250
21.Form Penerimaan Piutang
Langkah mengoperasikannya adalah :
1. Pilih pelanggannya.
2. Pada Gridview terdapat informasi data piutang dari pelanggan
tersebut.
3. Pilih tanggal penerimaan piutang.
4. Isi nomer bukti.
5. Isi keterangannya.
6. Isi nominal penerimaan pembayarannya.
7. Klik tombol tambah data.
Sedangkan jurnalnya adalah kas pada piutang usaha seperti contoh di
Nama Akun Debet Kredit
Kas 8,100,000
Piutang Usaha 8,100,000
Jurnal ini dicatat sebagai arus kas.
22.Form Pembayaran Hutang
Langkah mengoperasikannya adalah :
1. Pilih suppliernya.
2. Pada Gridview terdapat informasi data hutang peternakan ke
6. Isi nominal pembayaran hutang.
7. Klik tombol tambah data.
Sedangkan jurnalnya adalah kas pada piutang usaha seperti contoh
dibawah ini :
Nama Akun Debet Kredit
Hutang Usaha 560,000
Kas 560,000
Jurnal ini dicatat sebagai arus kas.
23.Form Pengeluaran Kas
Form ini di desain peneliti untuk memasukkan data yang berhubungan
Langkah mengoperasikannya adalah :
1. Pilih tanggal transaksinya.
2. Pilih rekening biayanya dengan memilih daftar akun pada
combobox biaya.
3. Pilih rekening yang di kredit kas atau bank pada combobox
pengeluaran.
4. Isi nomer buktinya.
5. Isi keterangannya.
6. Isi nominalnya.
7. Klik tombol tambah data.
Sedangkan jurnal akuntansinya seperti contoh dibawah ini :
Nama Akun Debet Kredit
Beban Transportasi 560,000
Kas 560,000
24.Form Jurnal Penyesuaian
Form ini dirancang secara umum agar dapat digunakan untuk transaksi
seperti tarik tunai, transfer bank, menabung di bank, jurnal penyesuaian dan lainnya.
Langkah mengoperasikannya adalah :
1. Pilih tanggal transaksinya.
2. Pilih rekening yang di debet di combobox.
3. Pilih rekening yang di kredit di combobox.
4. Isi nomer buktinya.
5. Isi keterangannya.
7. Pilih arus kasnya jika transaksi tersebut berhubungan dengan arus
kas.
8. Klik tombol tambah data.
Sedangkan jurnal akuntansinya seperti contoh dibawah ini :
Nama Akun Debet Kredit
Kas 1,000,000
Bank BCA 1,000,000
Form ini digunakan untuk menjurnal beban penyusutan aset tetap tiap
bulan. Tujuan form ini untuk menghitung beban penyusutan aset tetap secara
otomatis karena sistem yang sudah memprosesnya. Metode yang digunakan untuk
menghitung beban akumulasi di sistem adalah dengan metode garis lurus.
Langkah mengoperasikannya adalah :
1. Pilih tanggal transaksi beban akumulasi penyusutan.
2. Pilih nama aset yang akan dimasukkan di dalam combobox. Daftar
aset tetap di combobox sesuai dengan data yang sudah diinput di
form data aset tetap kecuali tanah.
3. Klik tombol tambah data.
Sedangkan jurnal akuntansinya seperti contoh di bawah ini :
Nama Akun Debet Kredit
Beban Akumulasi Penyusutan
Bangunan
981,250
4.4.4.2. Desain Laporan
2. Laporan Neraca
CV Lembu Jaya
Neraca
Per 29-Jan-2017
Uraian Rekening Saldo
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas
Kas 52,774,500
BRI Cabang Gunung Pati 34,802,102
Total 87,576,602
Piutang
Piutang Usaha 3,750,000
Persediaan
Hutang Biaya Tenaga Kerja
3. Laporan Arus Kas
CV Lembu Jaya
Arus Kas
PERIODE 01-12-2016 SAMPAI 31-12-2017
Arus Kas dari Aktifitas Investasi
Total Arus Kas dari Aktifitas Investasi 0
Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan
Modal Awal 59,802,102
Total Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan 59,802,102
Kenaikan Kas Bersih 87,576,602
Kas / Setara Kas CV Lembu Jaya Per 01-12-2016 0
Kas/Setara Kas Per 31-12-2016 87,576,602
4. Laporan Perubahan Modal
CV Lembu Jaya
Perubahan Modal
PERIODE 01-06-2015 SAMPAI 29-01-2017
5. Laporan Jurnal
CV Lembu Jaya
Laporan Jurnal
Periode 01-01-2016 sampai dengan 01-01-2016
Keterangan Debet Kredit
Persediaan Pakan 2,200,000 0
Modal Awal 0 2,200,000
Keterangan Debet Kredit
Persediaan Bahan Penolong 880,000 0
Modal Awal 0 880,000
Keterangan Debet Kredit
Persediaan Bahan Penolong 880,000 0
Modal Awal 0 880,000
Keterangan Debet Kredit
Persediaan Bahan Penolong 27,000 0
Modal Awal 0 27,000
6. Laporan Persediaan Bahan Baku
CV Lembu Jaya
Laporan Persediaan Pakan
Periode 01-12-2016 sampai dengan 31-12-2016
Pakan Satuan Stok
Awal Pembelian Pemakaian Stok Akhir Harga
Total Harga
Pakan Ternak Kg 25 100 57 70 5,000. 350,000.
Vitamin Pcs 0 0 0 0 12,500. 0.
7. Laporan Persediaan Produk Jadi
CV Lembu Jaya
Laporan Persediaan Produk
Periode 01-12-2016 sampai dengan 31-12-2016
Pakan Satuan Stok Awal Panen Jual Stok Akhir Harga Total Harga
Sapi Siap Jual Kg 7 3 3 4 13,186,000. 52,744,000.
Total 7 3 3 4 52,744,000
8. Laporan Pembelian
CV Lembu Jaya
Laporan Pembelian
Periode 01-Des-2015 sampai dengan 31-Des-2017
Tunai
Tanggal Nama Barang Jumlah
2-Des-2016 Pakan Ternak 100 Kg 5,000 500,000
Sub Total 02-Des-2016 100 500,000
9. Laporan Penjualan
CV Lembu Jaya
10. Laporan Piutang
Badrun 4,750,000 1,000,000 3,750,000
Total 8,050,000 4,300,000 3,750,000
Grand Total 8,050,000 4,300,000 3,750,000
11. Laporan Hutang