• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Desain Sistem Informasi Akuntansi pada Peternakan Sapi Potong CV. Lembu Jaya Berbasis Metode MDD (Model Driven Development) - Unika Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Analisis dan Desain Sistem Informasi Akuntansi pada Peternakan Sapi Potong CV. Lembu Jaya Berbasis Metode MDD (Model Driven Development) - Unika Repository"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN ANALISA

Desain sistem informasi akuntansi dalam penelitian ini menggunakan metode

Model Driver Development (MDD). Metode ini digunakan peneliti dalam mendesain

sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan di CV. Lembu Jaya dan

diharapkan dapat menjadi acuan di peternakan tersebut.

4.1. Identifikasi Masalah

Dalam hal ini, peneliti akan menentukan identifikasi masalah-masalah yang

terdapat pada CV. Lembu Jaya yang sangat penting digunakan untuk menentukan

tujuan dari penelitian dan yang paling pokok adalah mengidentifikasikan berbagai

permasalahan yang terjadi di perusahaan tersebut yang dilakukan melalui

dokumentasi, observasi dan wawancara langsung ke pemilik CV. Lembu Jaya yang

bernama Bapak Andy Trisna. Hasil identifikasi masalah di CV. Lembu Jaya yang

tidak mempunyai sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut :

1. Tidak adanya pencatatan.

(2)

4.2. Tahap Analisa Masalah

Analisa masalah di CV. Lembu Jaya dibuat dengan tujuan untuk

mengidentifikasi sebab akibat dari permasalahan yang terjadi pada obyek penelitian

tersebut. Untuk mempermudah menganalisanya, maka peneliti menyajikan data

seperti pada tabel dibawah ini :

laporan lainnya tidak

akurat

 Tidak dapat dibuat laporan

laba rugi secara akurat

sehingga laporan lainnya

juga tidak akurat

Merancang sistem

informasi yang

secara otomatis

(3)

 Nilai aset tetap maupun

aset biologis tidak bisa

diketahui secara akurat  Sulit untuk mengambil

keputusan pengembangan

peternakan karena data

pendukung tidak ada  Modal akhir peternakan

tidak dapat diketahui

secara pasti sehingga

kebijakan yang akan

diambil oleh peternakan

menjadi sulit

laporan keuangan

yang akurat

3. Nota-nota pembelian

ataupun penjualan

tidak diarsip dengan

benar sehingga ada

beberapa nota yang

 Bukti transaksi atau nota

pembelian dan penjualan

akan sering hilang karena

(4)

akuntansi

4. Persediaan bahan

tidak akurat

 Kesulitan menentukan

jumlah stok bahan yang

sebenarnya  Kesulitan dalam

menentukan pembelian

bahan baku setiap

bulannya

 Nilai persediaan tidak bisa

ditentukan secara pasti  Persedian dalam proses

Tabel 4.1 Analisa Sebab Akibat

4.3. Tahap Analisa Kebutuhan Sistem

Tahap analisa kebutuhan sistem merupakan tahap solusi dari

permasalahan-permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya. Kebutuhan sistem di CV. Lembu

(5)

Dalam hal ini, peneliti membuat perancangan sistem untuk memudahkan pengguna

dalam pembagiannya berdasarkan kelompok masukan.

Pengelompokan sistem yang akan dirancang adalah sebagai berikut :

1. Master Data

 Form Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

3. Pembelian

(6)

 Form Sapi Umur 19 Bulan

 Form Penerimaan Piutang

 Form Pembayaran Hutang

7. Akuntansi

 Form Jurnal Pengeluaran Kas

 Form Jurnal Penyesuaian

 Form Beban Penyusutan

8. Laporan

 Laporan Laba Rugi

 Laporan Neraca

 Laporan Perubahan Modal

(7)

 Laporan Jurnal

 Laporan Persediaan

 Laporan Pembelian

 Laporan Penjualan

 Laporan Piutang

 Laporan Hutang

4.4. Tahap Desain

4.4.1 Desain Data

Bentuk dari model data secara konseptual yang bertujuan untuk memberikan

arah dalam mendesain database disebut dengan desain data. Entity Relationship

Diagram (ERD) yang digunakan dalam desain data ini yang membuat hubungan antar

(8)

Gambar 4.1. Entity Relationship Diagram

(9)
(10)

Gambar 4.5. Entity Relationship Diagram Penjualan

4.4.2. Struktur Database

Kumpulan dari informasi data yang disimpan secara sistematis dalam

komputer yang dapat diolah oleh pengguna untuk menghasilkan berbagai informasi

merupakan pengertian dari database. Berdasarkan keterangan yang ada pada ERD

sebelumnya, maka struktur database dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Tabel Jurnal

Atribut Tipe Data Keterangan

id_jurnal INT(80) PK

tanggal DATE

Nobukti VARCHAR(255)

keterangan VARCHAR(255)

debit DOUBLE

(11)

Id_akun INT(20) FK

Id_supplier INT(20) FK

Id_pelanggan INT(20) FK

2. Tabel Aset Tetap

Atribut Tipe Data Keterangan

id_aset INT(10) PK

Atribut Tipe Data Keterangan

(12)

4. Tabel Persediaan Pakan Ternak

Atribut Tipe Data Keterangan

id_persediaanpakan INT(10) PK

Id_barang INT(10) FK

Qtyin DOUBLE

Qtyout DOUBLE

Id_produksi INT(10) FK

Id_pembelian INT(10) FK

5. Tabel Persediaan Produk

Atribut Tipe Data Keterangan

id_persediaanproduk INT(10) PK

Id_produk INT(10) FK

Qtyin DOUBLE

Qtyout DOUBLE

Id_hasilproduksi INT(10) FK

Id_penjualan INT(10) FK

6. Tabel Hasil Produk

Atribut Tipe Data Keterangan

id_hasilprod INT(10) PK

tanggal DATE

(13)

7. Tabel Akun

Atribut Tipe Data Keterangan

id_akun INT(10) PK

Atribut Tipe Data Keterangan

id_barang INT(10) PK

Atribut Tipe Data Keterangan

id_produk INT(10) PK

(14)

10.Tabel Pelanggan

Atribut Tipe Data Keterangan

id_pelanggan INT(15) PK

namapelanggan VARCHAR(100)

Alamat VARCHAR(155)

11.Tabel Supplier

Atribut Tipe Data Keterangan

id_supplier INT(15) PK

namasupplier VARCHAR(100)

Alamat VARCHAR(155)

12.Tabel Detil Pembibitan

Atribut Tipe Data Keterangan

Id_produksi INT(20) PK

Id_bom INT(10) FK

Jumlah INT(10)

Id_nobukti INT(10)

13.Tabel Penjualan

Atribut Tipe Data Keterangan

Id_nobukti INT(20) PK

Nobukti VARCHAR(255)

(15)

14.Tabel Pembelian

Atribut Tipe Data Keterangan

id_nobukti INT(20) PK

Id_nobukti INT(10)

tanggal DATE/TIME

15.Tabel No Bukti Produksi

Atribut Tipe Data Keterangan

id_nobukti INT(20) PK

Id_nobukti INT(10)

tanggal DATE/TIME

16.Tabel Detil Penjualan

Atribut Tipe Data Keterangan

id_penjualan INT(10) PK

id_produk INT(10) FK

id_nobukti INT(10) FK

Jumlah INT(10)

Harga DOUBLE

(16)

Jumlah INT(10)

Harga DOUBLE

total DOUBLE

4.4.3. Desain Proses

Gambar 4.6. Diagram Konteks Sistem Informasi Akuntansi Sistem

(17)

Gambar 4.7. Dekomposisi Sistem

Saldo Awal Produk Jadi

(18)

1. Master

Pembayaran Hutang Persediaan Pakan

(19)
(20)

4.4.4. Desain Interface

4.4.4.1. Desain Form

1. Form Menu Utama

Menu utama dibuat berdasarkan urutan input data agar memudahkan bagi

penggunanya untuk mengakses data.

(21)

Komponen yang digunakan pada form kode akun adalah :

a. Textbox

Komponen ini berfungsi untuk menginput data.

b. Tombol

 Tombol Simpan digunakan untuk menyimpan perubahan

data pada kode akun.

 Tombol Hapus digunakan untuk menghapus kode akun

yang tersimpan dalam database.

 Tombol Tutup digunakan untuk menutup form kode

akun.

c. Grid Control

Fungsi grid control disini adalah sebagai tempat untuk

menambah data kode akun, mengubah informasi kode akun dan

menghapus kode akun.

(22)

Langkah penggunaannya adalah :

Isi semua informasi yang ada pada barang yang akan diisi lalu klik tombol

tambah data untuk menambah data sedangkan untuk proses edit, pilih dulu data yang

akan diubah informasinya dengan memilih datanya di gridview lalu diubah

informasinya, lalu klik tombol edit dan untuk hapus, klik tombol hapus.

4. Form Data Ternak

Form ini terdiri dari satu komponen 4 textbox dan gridview.

Langkah penggunaannya adalah :

Isi semua informasi yang ada pada barang yang akan diisi lalu klik tombol

tambah data untuk menambah data, sedangkan untuk proses edit pilih dulu data yang

akan diubah informasinya dengan memilih datanya di gridview, lalu diubah

(23)

5. Form Bills of Materials

Desain form ini mempunyai tujuan untuk memuat informasi tentang

kebutuhan bahan dalam pertumbuhan aset biologis yang dalam hal ini adalah Sapi.

Peneliti membagi kebutuhan materialnya sampai panen menjadi 5 kategori yaitu Sapi

umur 18 bulan, 19 bulan , 20 bulan, 21 bulan, dan 22 bulan.

Pada desain form ini, peneliti membuat 1 komponen combobox untuk

memuat informasi data aset biologis seperti Sapi umur 18 bulan, 19 bulan, 20 bulan,

21 bulan, dan 22 bulan. Gridview memuat informasi bahan baku dan penolong yang

(24)

Langkah penggunaannya adalah :

1. Memilih nama aset biologisnya terlebih dahulu, contoh Sapi

umur 18 bulan.

2. Langkah selanjutnya yaitu dengan memilih bahan baku yang

(25)
(26)

Sapi umur 22 bulan / Siap Panen

Form ini digunakan untuk memuat semua informasi tentang supplier yang

meliputi nama, alamat, dan nomor telepon.

Langkah penggunaannya adalah :

Mengisi semua informasi tentang supplier yang otomatis sudah tersimpan

(27)

7. Form Pelanggan

Form ini digunakan untuk memuat semua informasi tentang data

pelanggan yang meliputi nama, alamat, dan nomor telepon.

Langkah penggunaannya adalah :

Mengisi semua informasi tentang pelanggan dan sudah otomatis

tersimpan di database.

(28)

Form ini didesain untuk memuat data saldo awal jumlah sapi yang ada di

CV. Lembu Jaya. Tujuan form ini adalah untuk memudahkan peternakan dalam

memasukkan data saldo awal tanpa harus membuat jurnalnya.

Desain dari form ini menggunakan komponen datetime picker, textbox,

tombol dan gridview.

Peneliti membagi persediaan produk (Sapi) menjadi 5 yaitu :

1. Sapi umur 18 Bulan

2. Sapi umur 19 Bulan

3. Sapi umur 20 Bulan

4. Sapi umur 21 Bulan

5. Sapi umur 22 Bulan

Langkah untuk memasukkan datanya cukup mudah yaitu dengan

memasukkan tanggal pada saat saldo awal lalu pilih produknya di combobox, setelah

itu masukkan jumlahnya dan langkah terakhir adalah klik tombol masukkan data.

Perhitungan jurnal di dalam sistem ini akan dijelaskan dalam contoh dibawah ini :

Misalnya, akan dimasukkan stok awal Sapi umur 18 bulan sejumlah 3

ekor. Maka langkah pertama sistem akan melacak kebutuhan harga pokok produksi

Sapi umur 18 bulan dari hasil input data pada form Bills of Materials yang sudah

(29)

Nama Akun Debet Kredit

Persediaan Sapi Umur 18 Bulan 48,210,000

Modal Usaha 48,210,000

Langkah di atas digunakan untuk memposting data secara akunting di

tabel jurnal. Sedangkan untuk detil jumlahnya diposting ke dalam tabel persediaan

produk yaitu sebagai berikut :

Nama Barang Qty In

Sapi Umur 3-6 Bulan 3

(30)

Form ini di desain untuk memuat data saldo awal bahan baku. Tujuan

form ini sama dengan penjelasan sebelumnya untuk memudahkan peternakan dalam

memasukkan data saldo awal tanpa harus membuat jurnalnya. Keuntungan desain

form ini adalah detil informasi dari produk dapat dilihat sehingga datanya bisa dilihat

di persediaan, sedangkan jika memasukkan datanya melalui jurnal maka informasi

detil tidak bisa dilihat.

Desain dari form ini memakai komponen datetime picker, textbox,

tombol, dan gridview. Langkah memasukkan datanya di desain cukup mudah untuk

memasukkan datanya yaitu dengan memasukkan tanggal pada saat saldo awal bahan

baku, lalu pilih bahan bakunya di combobox setelah itu masukkan jumlah stoknya

dan langkah terakhir klik tombol masukkan data. Perhitungan jurnal di dalam sistem

ini akan dijelaskan dalam contoh dibawah ini :

Misalnya, akan dimasukkan stok awal pakan ternak Konsetrat sejumlah

1,000 kg dan harga beli rata-ratanya per kilo Rp. 14,000. Maka, akan didapat nominal

sejumlah 1,000 x Rp.14,000 = Rp. 14.000.000,00 yang akan diposting ke dalam tabel

jurnal di bawah ini :

Nama Akun Debet Kredit

Persediaan Bahan Baku 14,000,000

(31)

Sedangkan jumlahnya akan diposting ke dalam tabel persediaan bahan

baku yaitu sebagai berikut :

Nama Barang Qty In

Konsetrat 1,000

10. Form Saldo Awal Hutang

Pada form ini memuat semua informasi data supplier dan data hutang

(32)

3. Mengisi nomor bukti, keterangan dan nominalnya; misalnya

5,350,500.

4. Klik tombol masukkan data.

Jurnal yang terdapat di form ini adalah :

Nama Akun Debet Kredit

Modal Usaha 5,350,500

Hutang Usaha 5,350,500

11. Form Saldo Awal Piutang

Pada form ini memuat semua informasi data pelanggan dan data piutang

pelanggan ke peternakan tersebut.

(33)

1. Memilih tanggal pada datetime picker yaitu tanggal pada saat saldo

awal.

2. Mengisi data pelanggannya.

3. Mengisi nomor bukti, keterangan dan nominalnya; misalnya

4,450,500.

4. Klik tombol masukkan data.

Jurnal yang terdapat di form ini adalah :

Nama Akun Debet Kredit

Piutang Usaha 4,450,500

Modal Usaha 4,450,500

12. Form Data Aset Tetap

(34)

2. Data yang diisi meliputi data aset tanah, bangunan, kendaraan dan

peralatan.

Jurnal pada form ini adalah aset tetap pada modal usaha.

Contoh datanya :

Nama Aset Harga Perolehan Umur Ekonomis Nama Akun

Tanah 430,000,000 Tanah

Bangunan 235,500,000 20 Bangunan

Kendaraan Roda

2

15,600,000 4 Kendaraan

Kendaraan Roda

4

210,600,000 8 Kendaraan

Peralatan 6,230,000 3 Peralatan

Maka hasil jurnalnya adalah :

Nama Akun Debet Kredit

Tanah 430,000,000

Bangunan 235,500,000

Kendaraan 226,200,000

Peralatan 6,230,000

(35)

13. Form Saldo Awal Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

Form ini di desain peneliti semudah mungkin sistem inputnya karena

peneliti berpikir tidak semua orang dapat menghitung akumulasi penyusutan. Metode

yang digunakan pada form ini adalah metode garis lurus.

(36)

2. Memilih aset tetap yang akan dihitung akumulasi penyusutannya.

Catatan untuk tanah tidak muncul pada form ini karena aset tanah

tidak mengalami penyusutan.

3. Isi sampai tanggal saldo awal umur aset tetap tersebut sudah berapa

bulan.

4. Klik tombol tambah data.

Jurnal untuk form ini adalah modal usaha pada akumulasi penyusutan aset

tetap. Contoh perhitungan akumulasi penyusutan bangunan adalah : Nilai bangunan

pada penjelasan di atas mempunyai harga perolehan Rp.235,500,000 dan umur

ekonomisnya 20 tahun. Umur bangunan sampai tanggal saldo awal sudah 77 bulan

maka tahap pertama yang dihitung adalah nominal penyusutan bangunan per

bulannya yaitu Rp.235,500,000 / 20 tahun / 12 bulan = Rp.981,250 per bulan. Jadi,

nilai penyusutan setelah 77 bulan adalah 77 x Rp.981,250 = Rp.75,556,250

Maka jurnalnya adalah sebagai berikut :

Nama Akun Debet Kredit

Modal Usaha 75,556,250

(37)
(38)
(39)
(40)

Sapi umur 18 bulan

Maka jurnalnya sebagai berikut :

Nama Akun Debet Kredit

Sapi dalam Pertumbuhan Umur 18

Bulan

11,926,250

Persediaan Bahan Baku 570,000

Sapi Jantan Usia 3 Bulan 11,250,000

BTKL 93,750

(41)

Sedangkan input pada tabel persediaan produk sebagai berikut :

Nama Barang Qty In Qty Out

Sapi Umur 18 Bulan 1

15. Form Panen

Form ini dibuat peneliti untuk memasukkan data panen. Dalam hal ini

data yang di input adalah jumlah Sapi yang dipanen dan total berat Sapi yang

dipanen. Tujuan pendataan disini menggunakan berat sapi karena penjualan

produknya berdasarkan berat sapi tersebut.

(42)

Perhitungan pada form ini dijelaskan sebagai berikut :

Misal, persediaan Sapi umur 22 bulan senilai Rp. 131,860,000 untuk 10

Sapi maka HPP tiap Sapi adalah Rp. 13,186,000 (dari 131,860,000 / 10).

Jika dipanen sejumlah 8 maka jurnal akuntansinya adalah :

Nama Akun Debet Kredit

Persediaan Sapi Siap Jual 105,488,000

Sapi Umur 22 Bulan 105,488,000

Untuk data di tabel persediaan produk sebagai berikut :

Nama Barang Qty In Qty Out

Sapi Umur 22 Bulan 8

Sapi Siap Jual 8

(43)

Tujuan peneliti membuat form ini karena obyek yang diteliti adalah aset

biologis yaitu Sapi, oleh karena itu ada faktor kegagalan panen atau faktor kematian

aset biologis tersebut.

Langkah penggunaannya dijelaskan sebagai berikut :

1. Pilih tanggal kematiannya.

2. Pilih jenis Sapi yang mati. Dalam hal ini ada pilihan di dalam

combobox yaitu Sapi berdasarkan umurnya.

3. Masukkan berapa jumlah Sapi yang mati.

4. Klik tombol tambah data.

Perhitungan dan jurnalnya akan dijelaskan di bawah ini :

Contohnya, Sapi yang mati umur 19 bulan sejumlah 1 ekor maka sistem

akan melacak HPP Sapi umur 18 bulan ditambah HPP Sapi umur 19 bulan. Dari

penjelasan sebelumnya didapat nominal HPP per Sapi adalah :  Hpp Sapi umur 18 bulan Rp. 11,926,250

 Hpp Sapi umur 19 bulan Rp 676,250

Jadi total hpp Rp. 11,926,250 + Rp 676,250 = Rp. 12,602,500

(44)

Jurnal akuntingnya adalah :

Nama Akun Debet Kredit

Beban Kematian Sapi 12,602,500

Persediaan Dalam Proses Sapi

Umur 19 Bulan

12,602,500

Untuk data di tabel persediaan produk adalah sebagai berikut :

Nama Barang Qty In Qty Out

Sapi Umur 19 Bulan 1

(45)

Untuk form penjualan tunai peneliti mendesain sistem memakai harga

rata-rata dengan rumus sebagai berikut :

((stok awal x harga rata-rata awal) + (pembelian x harga pembelian)) / stok akhir

Contoh kasusnya :

Jumlah stok awal pakan ternak 1,320 kg dengan harga rata-rata per kg

Rp.5,500. Membeli pakan ternak sejumlah 100 kg dengan harga Rp. 5,600, maka

perhitungan harga rata-ratanya sebagai berikut :

= ((1,320 x 5,500) + (100 x 5,600)) / (1,320 + 100)

= (7,260,000 + 560,000) / 1,420

= Rp. 5,507

Langkah untuk mengoperasikannya adalah :

1. Cari barang yang akan dibeli.

2. Pilih tanggal beli.

3. Ganti harga belinya jika ada perubahan harga.

4. Pilih suppliernya.

5. Isi jumlah yang akan dibeli.

6. Klik tombol tambah data.

(46)

Jurnal ini dicatat sebagai arus kas.

Untuk data di tabel persediaan bahan baku adalah sebagai berikut :

Nama Barang Qty In Qty Out

Pakan Ternak 100

18. Form Pembelian Kredit

Untuk form penjualan kredit pada prinsipnya sama dengan form

penjualan tunai, perbedaannya hanya pada jurnal akuntingnya.

Langkah untuk mengoperasikannya adalah :

1. Cari barang yang akan dibeli.

(47)

3. Ganti harga belinya jika ada perubahan harga.

4. Pilih suppliernya.

5. Isi jumlah yang akan dibeli.

6. Klik tombol tambah data.

Jurnal akuntansinya adalah sebagai berikut :

Nama Akun Debet Kredit

Persediaan Pakan 560,000

Hutang Usaha 560,000

Untuk data di tabel transaksinya adalah sebagai berikut :

Nama Barang Qty In Qty Out

Pakan Ternak 100

(48)

Untuk form penjualan dibuat sederhana agar pengguna mudah untuk

pengoperasiannya. Langkah pengoperasiannya yaitu dengan cara cari barang yang

akan dijual lalu isi jumlahnya dan yang terakhir klik tombol tambah data.

Jurnal akuntansinya sebagai berikut :

Contoh kasus : Menjual 1 sapi dengan harga jual per sapi Rp.21,000,000

dan HPP jual seperti penjelasan sebelumnya didapat Rp. 15,006,250.

Total yang harus dibayar pelanggan adalah 1 x Rp. 21,000,000 = Rp.21,000,000.

Hppnya 1 x Rp. 15,006,250 = Rp. 15,006,250

Maka jurnalnya :

Nama Akun Debet Kredit

Hewan ternak dalam pertumbuhan 15,006,250

Hewan ternak siap jual 15,006,250

Jurnal ini dicatat sebagai arus kas.

Untuk data di tabel transaksi adalah sebagai berikut :

Nama Barang Qty In Qty Out

(49)

20. Form Penjualan Kredit

Form penjualan kredit adalah sama dengan penjualan tunai, perbedaanya

hanya pada penjualan tunai jurnalnya pada kas sedangkan penjualan kredit pada

piutang usaha.

Langkah pengoperasiaannya cukup mudah yaitu pilih pelanggannya

terlebih dahulu lalu cari barang yang akan dijual, lalu isi jumlahnya dan yang terakhir

klik tombol tambah data.

Jurnalnya seperti dibawah ini :

Nama Akun Debet Kredit

Hewan ternak dalam pertumbuhan 15,006,250

(50)

21.Form Penerimaan Piutang

Langkah mengoperasikannya adalah :

1. Pilih pelanggannya.

2. Pada Gridview terdapat informasi data piutang dari pelanggan

tersebut.

3. Pilih tanggal penerimaan piutang.

4. Isi nomer bukti.

5. Isi keterangannya.

6. Isi nominal penerimaan pembayarannya.

7. Klik tombol tambah data.

Sedangkan jurnalnya adalah kas pada piutang usaha seperti contoh di

(51)

Nama Akun Debet Kredit

Kas 8,100,000

Piutang Usaha 8,100,000

Jurnal ini dicatat sebagai arus kas.

22.Form Pembayaran Hutang

Langkah mengoperasikannya adalah :

1. Pilih suppliernya.

2. Pada Gridview terdapat informasi data hutang peternakan ke

(52)

6. Isi nominal pembayaran hutang.

7. Klik tombol tambah data.

Sedangkan jurnalnya adalah kas pada piutang usaha seperti contoh

dibawah ini :

Nama Akun Debet Kredit

Hutang Usaha 560,000

Kas 560,000

Jurnal ini dicatat sebagai arus kas.

23.Form Pengeluaran Kas

Form ini di desain peneliti untuk memasukkan data yang berhubungan

(53)

Langkah mengoperasikannya adalah :

1. Pilih tanggal transaksinya.

2. Pilih rekening biayanya dengan memilih daftar akun pada

combobox biaya.

3. Pilih rekening yang di kredit kas atau bank pada combobox

pengeluaran.

4. Isi nomer buktinya.

5. Isi keterangannya.

6. Isi nominalnya.

7. Klik tombol tambah data.

Sedangkan jurnal akuntansinya seperti contoh dibawah ini :

Nama Akun Debet Kredit

Beban Transportasi 560,000

Kas 560,000

(54)

24.Form Jurnal Penyesuaian

Form ini dirancang secara umum agar dapat digunakan untuk transaksi

seperti tarik tunai, transfer bank, menabung di bank, jurnal penyesuaian dan lainnya.

Langkah mengoperasikannya adalah :

1. Pilih tanggal transaksinya.

2. Pilih rekening yang di debet di combobox.

3. Pilih rekening yang di kredit di combobox.

4. Isi nomer buktinya.

5. Isi keterangannya.

(55)

7. Pilih arus kasnya jika transaksi tersebut berhubungan dengan arus

kas.

8. Klik tombol tambah data.

Sedangkan jurnal akuntansinya seperti contoh dibawah ini :

Nama Akun Debet Kredit

Kas 1,000,000

Bank BCA 1,000,000

(56)

Form ini digunakan untuk menjurnal beban penyusutan aset tetap tiap

bulan. Tujuan form ini untuk menghitung beban penyusutan aset tetap secara

otomatis karena sistem yang sudah memprosesnya. Metode yang digunakan untuk

menghitung beban akumulasi di sistem adalah dengan metode garis lurus.

Langkah mengoperasikannya adalah :

1. Pilih tanggal transaksi beban akumulasi penyusutan.

2. Pilih nama aset yang akan dimasukkan di dalam combobox. Daftar

aset tetap di combobox sesuai dengan data yang sudah diinput di

form data aset tetap kecuali tanah.

3. Klik tombol tambah data.

Sedangkan jurnal akuntansinya seperti contoh di bawah ini :

Nama Akun Debet Kredit

Beban Akumulasi Penyusutan

Bangunan

981,250

(57)

4.4.4.2. Desain Laporan

(58)

2. Laporan Neraca

CV Lembu Jaya

Neraca

Per 29-Jan-2017

Uraian Rekening Saldo

ASET

ASET LANCAR

Kas dan Setara Kas

Kas 52,774,500

BRI Cabang Gunung Pati 34,802,102

Total 87,576,602

Piutang

Piutang Usaha 3,750,000

(59)

Persediaan

Hutang Biaya Tenaga Kerja

(60)

3. Laporan Arus Kas

CV Lembu Jaya

Arus Kas

PERIODE 01-12-2016 SAMPAI 31-12-2017

(61)

Arus Kas dari Aktifitas Investasi

Total Arus Kas dari Aktifitas Investasi 0

Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan

Modal Awal 59,802,102

Total Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan 59,802,102

Kenaikan Kas Bersih 87,576,602

Kas / Setara Kas CV Lembu Jaya Per 01-12-2016 0

Kas/Setara Kas Per 31-12-2016 87,576,602

4. Laporan Perubahan Modal

CV Lembu Jaya

Perubahan Modal

PERIODE 01-06-2015 SAMPAI 29-01-2017

(62)

5. Laporan Jurnal

CV Lembu Jaya

Laporan Jurnal

Periode 01-01-2016 sampai dengan 01-01-2016

Keterangan Debet Kredit

Persediaan Pakan 2,200,000 0

Modal Awal 0 2,200,000

Keterangan Debet Kredit

Persediaan Bahan Penolong 880,000 0

Modal Awal 0 880,000

Keterangan Debet Kredit

Persediaan Bahan Penolong 880,000 0

Modal Awal 0 880,000

Keterangan Debet Kredit

Persediaan Bahan Penolong 27,000 0

Modal Awal 0 27,000

6. Laporan Persediaan Bahan Baku

CV Lembu Jaya

Laporan Persediaan Pakan

Periode 01-12-2016 sampai dengan 31-12-2016

Pakan Satuan Stok

Awal Pembelian Pemakaian Stok Akhir Harga

Total Harga

Pakan Ternak Kg 25 100 57 70 5,000. 350,000.

Vitamin Pcs 0 0 0 0 12,500. 0.

(63)

7. Laporan Persediaan Produk Jadi

CV Lembu Jaya

Laporan Persediaan Produk

Periode 01-12-2016 sampai dengan 31-12-2016

Pakan Satuan Stok Awal Panen Jual Stok Akhir Harga Total Harga

Sapi Siap Jual Kg 7 3 3 4 13,186,000. 52,744,000.

Total 7 3 3 4 52,744,000

8. Laporan Pembelian

CV Lembu Jaya

Laporan Pembelian

Periode 01-Des-2015 sampai dengan 31-Des-2017

Tunai

Tanggal Nama Barang Jumlah

2-Des-2016 Pakan Ternak 100 Kg 5,000 500,000

Sub Total 02-Des-2016 100 500,000

9. Laporan Penjualan

CV Lembu Jaya

(64)

10. Laporan Piutang

Badrun 4,750,000 1,000,000 3,750,000

Total 8,050,000 4,300,000 3,750,000

Grand Total 8,050,000 4,300,000 3,750,000

11. Laporan Hutang

Gambar

Tabel 4.1  Analisa Sebab Akibat
tabel dalam database secara terstruktur.
Gambar 4.1. Entity Relationship Diagram
Gambar 4.3. Entity Relationship Diagram Pembibitan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Field perlu diisi dan tidak diperbolehkan untuk tidak terisi, field tersebut memiliki keterkaitan dengan tabel supplier Jumlah Numeric Check Isi field dengan angka Nomor

Berdasarkan pada permasalahan yang terjadi diatas, untuk mengatasi hal tersebut maka perusahaan perlu menggunakan sistem yang berbasis teknologi informasi agar

dengan judul Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Dengan Pendekatan Metodologi Model Driven Development (MDD) Pada Perusahaan Tekstil Dan Konveksi Rukun