• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PRESENTASI IPA DENGAN MODEL LUTHER KELAS IV SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 1 KALIUNTU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PRESENTASI IPA DENGAN MODEL LUTHER KELAS IV SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 1 KALIUNTU"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

e-Journal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Teknologi Pendidikan (Vol: 5 No: 2 Tahun 2016)

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PRESENTASI IPA DENGAN MODEL

LUTHER KELAS IV SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 1 KALIUNTU

I Made Gusnadi

1

, I Nyoman Jampel

2

, Luh Putu Putrini Mahadewi

3

,

1,2,3,

Jurusan Teknologi Pendidikan

Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

e-mail: {[email protected]

1

, [email protected]

2

,

[email protected]

3

}

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia presentasi mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas multimedia presentasi menurut

review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, dan (3) mengetahui efektivitas multimedia

presentasi mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Luther. Validasi multimedia dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Efektivitas multimedia dilakukan oleh 29 siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia presentasi mulai dari langkah konsep, perancangan, pengumpulan bahan, pembuatan, uji coba, dan distribusi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut

review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 94% berada pada kategori sangat

baik; b) ahli desain pembelajaran 85% berada pada kategori baik; c) ahli media pembelajaran 89% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 92% berada pada kategori sangat baik; e) uji coba kelompok kecil 92% berada pada kategori sangat baik; f) uji coba lapangan 93% berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis ditunjukkan bahwa harga thitung =14,10 > ttabel =2,003. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia presentasi

Kata kunci: pengembangan, multimedia presentasi, IPA Abstract

This study aimed to (1) describe the design of multimedia presentations in science subjects, (2) know the quality of multimedia presentations according to the expert review, and tests conducted on the students, and (3) know the effectiveness of multimedia presentation science subjects. This study is a developmental research. Research using the model of development of Luther. Validation is done by skilled multimedia course content, instructional design experts, media expert learning, individual testing, piloting small groups, and field trials. Multimedia effectiveness conducted by 29 student research design of pre-test and post-test. Data were collected by interviews, recording documents, questionnaires and objective tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative and inferential/inductive t-test. The results of this study were (1) design multimedia development starting from step presentations the concept, design, collection of materials, manufacture, testing, and distribution; (2) the quality of the development of media according to the review expert and student: a) expert learning content 94% are in the very good category; b) 85% of instructional design experts are in both categories; c) 89% of instructional media experts

(2)

e-Journal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Teknologi Pendidikan (Vol: 5 No: 2 Tahun 2016)

are in both categories; d) 92% individual testing are in very good category; e) small group trial 92% are in the very good category; f) field trials 93% are in the very good category; (3) based on the hypothesis testing indicated that the price of t = 14.10> table = 2.003. Therefore t count is higher than t table. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using multimedia presentations.

Keywords: development, multimedia presentations, natural science

PENDAHULUAN

Pada era globalisasi saat ini, ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) semakin berkembang pesat baik teknologi informasi maupun teknologi komunikasi. penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat perlu dimiliki oleh setiap negara. Negara yang memiliki penguasaan yang tinggi terhadap IPTEK adalah negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat berperan penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut

perlu pembenahan dalam bidang

pendidikan mulai dari jenjang pendidikan terendah hingga jenjang pendidikan tertinggi. Generasi muda saat ini ditantang untuk belajar dan terus belajar agar tidak tertinggal oleh negara lain. Menghadapi tantangan pendidikan masa kini, maka sekolah merupakan lembaga pendidikan yang tepat untuk belajar maupun menuntut ilmu. Dengan melibatkan seluruh komponen pembelajaran, antara lain guru, siswa, media, metode, sarana/prasarana dan lainnya diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Salah satu komponen pembelajaran yang amat penting diantaranya masalah media pembelajaran. Media memiliki peran yang penting untuk menjembatani penyampaian materi dalam proses pembelajaran. Guru yang mengajar siswa dengan media pembelajaran kemungkinan besar memperoleh hasil belajar yang baik pula. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa, sehingga proses belajar dapat terjadi. Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa.

Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi yaitu guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan berupa materi pembelajaran, sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Tanpa media pembelajaran, komunikasi tidak akan berjalan lancar dan proses pembelajaran juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal.

Kecenderungan pembelajaran yang kurang menarik ini merupakan hal yang wajar di alami oleh guru yang tidak memahami kebutuhan dari siswa tersebut baik dalam karakteristik, maupun dalam pengembangan ilmu. Dalam hal ini peran seorang guru sebagai pengembang ilmu sangat besar untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien bagi peserta didik bukan hanya pembelajaran berbasis konvensional. Pembelajaran yang baik dapat ditunjang dari suasana pembelajaran yang kondusif serta hubungan komunikasi antara guru, siswa dapat berjalan dengan baik.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV di SD N 1 Kaliuntu pembelajaran IPA yang dilaksanakan kurang dalam hal penggunaan media. Menurut beliau hal ini yang menjadi penyebab anak tidak memperhatikan guru. Beliau juga menambahkan penyebab lain anak cepat bosan mengikuti pembelajaran adalah karena siswa memiliki cara atau gaya belajar yang berbeda-beda.

Masalah kurangnya penggunaan media dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda tersebut perlu dicari solusinya agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat memberikan hasil yang

(3)

optimal. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kurangnya penggunaan media dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda adalah

dengan penggunaan Multimedia.

Multimedia merupakan program

pembelajaran yang mencakup berbagai sumber yang terpadu dalam pembelajaran dengan menggunakan komputer sebagai jantungnya sistem. dan jiga mengingat juga bahwa sarana dan prasana yang sudah

mendukung untuk pengembangan

Multimedia Presentasi di SD Negeri 1 Kaliuntu seperti sudah tersedianya, LCD, White board dan internet yang tentunya

mendukung untuk pengembangan

multimedia itu sendiri.

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap mata pelajaran IPA, maka para siswa dan guru sangat membutuhkan media dan bahan pembelajaran yang sesuai. Dengan tersedianya media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakterisrik siswa, maka diharapkan pembelajaran akan berlangsung secara efektif dan efisien.

Dari berbagai hal di atas, peneliti sebagi calon teknolog pembelajaran tertarik untuk melakukan penelitian pengembangan dengan judul “Pengembangan Multimedia Presentasi Mata Pelajaran IPA Dengan Model Luther Pada Kelas IV Semester Genap Tahun 2015/2016 di SD Negeri 1 Kaliuntu”

Berdasarkan latar belakang tersebut,maka adapun permasalahan yang muncul untuk dijadikan dasar pada penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut. (1) Bagaimanakah rancang

bangun pengembangan multimedia

presentasi mata pelajaran IPA pada materi Perubahan Lingkungan dan Pengaruhnya pada kelas IV semester genap di SD Negeri 1 Kaliuntu tahun 2015/2016? (2) Bagaimanakah kualitas produk multimedia presentasi mata pelajaran IPA pada materi Perubahan Lingkungan dan Pengaruhnya pada kelas IV semester genap di SD Negeri 1 Kaliuntu tahun 2015/2016? (3) Bagaimanakah efektivitas multimedia presentasi mata pelajaran IPA pada materi Perubahan Lingkungan dan Pengaruhnya pada kelas IV semester genap di SD Negeri 1 Kaliuntu tahun 2015/2016?

Tujuan yang diharapkan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan desain produk presentasi mata pelajaran IPA pada materi Perubahan Lingkungan dan Pengaruhnya pada kelas IV semester genap di SD Negeri 1 Kaliuntu tahun 2015/2016 (2) Menguji kualitas produk multimedia presentasi mata pelajaran IPA pada materi Perubahan Lingkungan dan Pengaruhnya pada kelas IV semester genap di SD Negeri 1 Kaliuntu tahun 2015/2016 (3) Mengetahui efektivitas multimedia presentasi mata pelajaran IPA pada materi Perubahan Lingkungan dan Pengaruhnya pada kelas IV semester genap di SD Negeri 1 Kaliuntu tahun 2015/2016

METODE

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan dalam peneitian pengembangan multimedia presentasi ini adalah model pengembangan Luther. Model ini dikembangkan oleh Luther. Ada enam tahap dalam model Luther ini, yaitu (1) Konsep (Concept) Tahap concept (pengonsepan) adalah tahap untuk menetukan tujuan dan siapa pengguna program (identifikasi audiens), (2)

Perancangan (Design) Design

(perancangan) adalah tahap pembuatan spesifikasi mengenai arsitektur program,

gaya, tampilan, dan kebutuhan

material/bahan untuk program, (3) Pengumpulan bahan (Collecting material)

Material Collecting adalah tahap pengumpulan bahan yang sesuai dengan kebutuhan yang dikerjakan, (4) Pembuatan (Assembly) Tahap assembly adalah tahap pembuatan semua obyek atau bahan multimedia, (5) Uji coba (Tesstng) Tahap Testing (pengujian) dilakukan setelah

menyelesaikan tahap pembuatan

(assembly) dengan menjalankan aplikasi/program dan melihatnya apakah ada kesalahan atau tidak, (6) Distribusi (Distribution) Pada tahap ini, aplikasi akan disimpan dalam suatu media penyimpanan. Pada penelitian pengembangan multimedia presentasi ini menggunakan tiga metode dalam pengumpulan data, yaitu

(4)

Presentase = (F : N) x 100%

metode pencatatan dokumen, kuesioner

dan tes. Metode metode pencatatan dokumen adalah Menurut Agung (2012:65), “metode pencatatan dokumen merupakan cara memperoleh data dengan jalan mengumpulkan segala macam dokumen dan melakukan pencatatan secara sistematis”. Pada penelitian ini pencatatan dokumen dilakukan dengan membuat laporan tentang tahap-tahap yang telah dilakukan dalam mengembangkan produk multimedia presentasi. Pada penelitian ini,

metode pencatatan dokumen

menggunakan instrumen pengumpulan data berupa agenda kerja. Hasil dari

agenda kerja adalah laporan

pengembangan produk Metode kuesioner adalah Menurut Agung (2012:64) “Metode kuisioner/angket merupakan cara memperoleh atau mengumpulkan data dengan mengirimkan suatu daftar pertanyaan/pernyataan-pernyataan kepada responden/subjek penelitian. Instrumen yang digunakan untuk metode kuesioner dalam penelitian pengembangan ini adalah kuesioner. Kuesioner ini digunakan pada tahap evaluasi mengukur kualitas produk yang telah dibuat baik itu pada tahap review ahli bidang studi atau mata pelajaran, ahli desain dan ahli media pembelajaran, maupun uji coba perorangan, kelompok kecil dan uji coba lapangan. Metode tes Menurut Agung (2012:66), Metode tes ialah “cara memperoleh data yang berbentuk suatu tugas yang dilakukan atau dikerjakan oleh sekelompok orang yang dites, dan dari tes tersebut dapat menghasilkan suatu data berupa skor”. Metode tes yang digunakan pada penelitian ini ialah tes hasil belajar berupa tes objektif atau pilihan ganda. Tes objektif atau pilihan ganda ini digunakan pada uji efektivitas produk hasil belajar siswa.

Dalam penelitian pengembangan ini digunakan tiga teknik analisis data yaitu (1) analisis deskriptif kualitatif, (2) analisis deksriptif kuantitatif (3) analisis statistik inferensial/induktif.

Teknik analisis deskriptif kualitatif ini digunakan untuk mengolah data hasil review ahli isi bidang studi atau mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, siswa dan guru atau ahli bidang studi. Teknik analisis data ini

dilakukan dengan mengelompokkan informasi-informasi dari data kualitatif yang berupa masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan yang terdapat pada angket dan hasil wawancara.

Analisis Deksriptif Kuantitatif digunakan untuk mengolah data yang diperoleh melalui angket dalam bentuk persentase. Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase dari masing-masing subyek adalah sebagai berikut.

Persentase

=



(Jawaban x bobot tiap pilihan)

n x bobot tertinggi

x 100%

(Tegeh dan Kirna, 2010:101)

Keterangan :  = jumlah

n = jumlah seluruh item angket Selanjutnya, untuk menghitung persentase keseluruhan subjek digunakan rumus sebagai berikut.

Keterangan : F = jumlah

persentase keseluruhan subjek N = banyak subjek

Untuk dapat memberikan makna dan pengambilan keputusan digunakan ketetapan dengan Konversi Tingkat Pencapaian dengan Skala 5 sebagai berikut. Tingkat pencapaian Kualifikasi Keterangan 90%-100% Sangat baik Tidak perlu direvisi 75%-89% Baik Sedikit direvisi 65%-74% Cukup Direvisi secukupnya

55%-64% Kurang Banyak hal

yang direvisi 0-54% Sangat kurang Diulangi membuat produk

(Tegeh, dkk, 2014:83)

Pada penelitian ini menggunakan uji beda yaitu uji-t dari hasil pretest dan

posttest antara pembelajaran sebelum

menggunakan multimedia presentasi dan pembelajaran sesudah multimedia presentasi. Sebelum melakukan uji hipotesis (uji-t), perlu dilakukan uji prasyarat

(5)

analisis data yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Adapun pemaparan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai berikut.

1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menyajikan bahwa sampel benar-benar berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Uji normalitas digunakan analisis

Chi-Kuadrat dengan rumus:

(Koyan, 2012:105) Keterangan:

fo = frekuensi observasi fe = frekuensi harapan

Kriteria pengujian, terima H0 jika 2

2

hitung

, dengan taraf signifikasi 5% dan dk = (jumlah kelas – 3 ).

2) Uji Homogenitas Varians

Uji homogenitas ini dilakukan untuk mencari tingkat kehomogenan secara dua pihak yang diambil dari kelompok-kelompok terpisah dari satu populasi yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji Homogenitas varians untuk kedua

kelompok digunakan uji dengan

menggunakan rumus:

(Koyan, 2012:40)

Kriteria pengujian tolak H0 jika 11, 21

n n

hitung F

F , uji dilakukan pada taraf

signifikan 5% dengan derajat kebebasan untuk pembilang n1 – 1 dan derajat

kebebasan untuk penyebut n2 – 1, maka H0

ditolak yang berarti sampel tidak homogen. Uji hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Analisis uji-t, karena penelitian ini merupakan penelitian dengan membandingkan hasil pretest dan hasil posttest. Hipotesis yang diambil yaitu sebagai berikut.

Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, yaitu menggunakan analisis uji-t sampel berkorelasi, dengan rumus sebagai berikut.

𝑡 =

X

̅̅̅ − X

1

̅̅̅

2

√𝑠

12

𝑛

1

+

𝑠

2 2

𝑛

2

− 2𝑟 (

√𝑛

𝑠

11

) (

√𝑛

𝑠

22

)

(Koyan, 2012:29) Keterangan:

𝑋

1

̅̅̅

= Rata-rata sampel 1

𝑋

2

̅̅̅

= Rata-rata sampel 2

𝑆

1 = Simpangan baku sampel 1

𝑆

2 = Simpangan baku sampel 2

𝑆

12 = Varians sampel 1

𝑆

22 = Varians sampel 2

Dengan kriteria jika harga t hitung lebih

kecil dari harga t tabel, maka gagal menolak

H0, dan jika harga t hitung lebih besar dari

harga t tabel, maka H1 diterima.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Produk yang dikembangkan adalah multimedia presentasi. Pengembangan multimedia presentasi ini menggunakan model pengembangan Luther. Berikut adalah tahapan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dengan model Luther.

Tahap 1: Konsep (Concept). Pada tahap ini adalah untuk menentukan siapa pengguna karakteristik pengguna dan tujuan dari program yang dikembangkan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan di SD Negeri 1 Kaliuntu, siawa lebih tertarik

belajar menggunakan multimedia

pembelajaran dari pada hanya

menggunakan metode ceramah. Hal ini juga didukung dari hasil wawancara dengan guru kelas IV SD Negei 1 Kaliuntu. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas IV di sekolah SD Negei 1 Kaliuntu, diketahui bahwa siswa lebih tertaik dan antusias belajar dengan menggunakan multimedia pembelajaran. Selanjutnya agar multimedia sesuai dengan tuntutan kompetensi yang diterapkan di SD Negei 1 Kaliuntu maka dilakukan wawancara dengan guru IV pada mata pelajaran IPA.

Tahap 2: Perancangan (Design), Pada tahap ini yaitu memilih atau menetapkan spesifikasi mengenai arsitektur program, gaya, tampilan, dan kebutuhan

   e f e f o f 2 2  terkecil Varians terbesar Varians F hit

(6)

material/bahan untuk program,

mengembangkan flowchart untuk

memvisualisasikan alur kerja produk mulai awal sampai akhir, mengembangkan Storyboard sebagai gambaran isi dari multimedia presentasi yang akan dibuat serta software apa saja yang digunakan

dalam pengembangan multimedia

presentasi ini. Dalam pengembangan multimedia presentasi ini, adapun aplikasi yang digunakan adalah sebagai berikut (1)

System Operasi Windows 7 (2)

Macromedia Flash 8, (3) Adobe Photoshop CS5, (4) Sony Vegas Pro. Pada tahap desain ini juga dibuat flowchart untuk menggambarkan aliran dari satu scene ke scene lain perlu dibuat bagian alir dan storyboard untuk menggambarkan deskripsi tiap scene.

Tahap 3: Pengumpulan bahan (Collecting material), Pada Tahap

pengumpulan bahan ini berupa

pengumpulan bahan atau materi yang diperlukan untuk pembuatan produk seperti : materi pokok (substansi mata pelajaran IPA), aspek pendukung seperti gambar animasi, audio, video, sebagai ilustrasi, clip-art image, dan grafik. Materi ini disesuaikan dengan silabus, panduan kurikulum, pokok bahasan dari buku mata pelajaran IPA yang digunakan di SD Negeri 1 Kaliuntu.

Tahap 4: Pembuatan (Assembly), Tahap pembuatan merupakan tahap untuk menyusun materi pelajaran IPA yang telah disiapkan dan dimasukkan pada setiap halaman/frame dengan menggunakan software yang sudah ditentukan. Pada

tahap ini dilakukan perakitan

media/penggabungan seluruh bahan seperi materi pelajaran, gambar, animasi, teks, audio, dengan bantuan software Macromedia Flash 8, Adobe Photoshop CS5, Sony Vegas Pro. Penggabungan in dimaksudkan agar komponen-komponen multimedia menjadi satu media utuh.

Tahap 5: Uji coba (Testing), Pada tahap uji coba terhadap multimedia yang dikembangkan dilakukan uji coba pada ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan siswa melalui uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Uji coba ini bertujuan untuk melihat sejauh mana produk yang dibuat

dapat mencapai sasaran dan tujuan. Setelah dilakukan uji coba maka diketahui kekurangan produk. Melalui angket, saran dan masukan yang diperoleh dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan sebelum multimedia didistribusikan.

Tahap 6: Distribusi (Distribution), Pada tahap ini dilakukan kegiatan berupa pengaplikasian produk pada siswa SD Negeri 1 Kaliuntu.

Pada pokok bahasan kualitas pengembangan produk akan dipaparkan enam hal pokok, yaitu meliputi hasil penilaian multimedia pembelajaran menurut (1) ahli isi mata pelajaran, (2) ahli desain pembelajaran, (3) ahli media pembelajaran, (4) uji coba perorangan, (5) uji coba kelompok kecil, dan (6) uji coba lapangan. Keenam data tersebut akan disajikan secara berturut-turut sesuai dengan hasil yang diperoleh sebagai berikut.

Produk hasil pengembangan ini dievaluasi oleh guru Kelas IV pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 1 Kaliuntu yaitu I Gusti Kadek Asmini S.Pd, SD. Setelah dikonversi dengan tabel konversi, persentase tingkat pencapaian 94% berada pada kualifikasi sangat baik, sehingga dari segi isi/substansi materi yang disajikan dalam Multimedia Presentasi ini tidak perlu perlu direvisi.

Produk pengembangan Multimedia Presentasi juga dilakukan tinjauan oleh ahli desain pembelajaran oleh Dr. I Made Tegeh, M.Pd selaku ahli ahli desain pembelajaran yang memberikan penilaian serta tanggapan terhadap media ini. Setelah dikonversi dengan tabel konversi, persentase tingkat pencapaian 85 % berada pada kualifikasi baik, sehingga dari segi desain pembelajaran dalam Multimedia Presentasi ini perlu sedikit direvisi. Adapun saran dan komentar dari ahli desain pembelajaran adalah sebagai berikut. (1) berikan nomor pada setiap gambar pendukung materi. (2) Pada cover CD tambahkan pengembenga program.

Setelah memperoleh penilaian dari ahli isi mata pelajaran IPA, dan ahli desain pembelajaran Multimedia Presentasi selanjutnya dievaluasi oleh Bapak Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana, S.Kom., M.Pd. sebagai Ahli media pembelajaran. setelah dikonversikan dengan tabel konversi tingkat

(7)

pencapaian skala 5. Berdasarkan tabel konversi, persentase tingkat pencapaian hasil media pembelajaran adalah 89% yang berari berada pada kualifikasi baik, sehingga dari segi desain media multimedia ini perlu sedikit direvisi. Adapun masukan, saran dan komentar dari ahli media pembelajaran yang berkenaan dengan Multimedia Pembelajaran Interaktif adalah sebagai berikut. (1) perataan teks pada materi dan latihan diperbaiki supaya tidak melebihi dari frame (2) tambahkan gambar ikonik pada bagian evaluasi untuk memotivasi siswa.

Uji coba selanjutnya dilaksanakan di sekolah yaitu uji perotangan, dengan menunjuk tiga orang siswa dengan ketentuan masing-masing satu siswa dengan kemampuan tinggi, satu siswa dengan sedang dan satu siswa dengan rendah dalam mata pelajaran IPA untuk melaksanakan uji coba perorangan. Multimedia Presentasi disajikan kepada ketiga orang siswa tersebut kemudian masing-masing siswa langsung mencermati dan memberikan penilaian melalui angket yang sudah diberikan.

Berdasarkan hasil penilaian uji coba produk dari uji coba perorangan, diketahui skor atau hasil penilaian Multimedia Presentasi dari uji coba perorangan adalah 92%, yang jika dikonversikan dengan tabel konversi tingkat pencapaian skala 5. Berdasarkan tabel konversi, persentase tingkat pencapaian hasil uji perorangan 92% berada pada kualifikasi sangat baik, sehingga media multimedia ini tidak perlu direvisi.

Setelah uji coba perorangan dilakukan selanjutnya uji coba yang dilakukan adalah uji coba kelompok kecil. Pada tahap uji coba kelompok kecil dilakukan oleh 12 (dua belas) orang siswa/i SD Negeri 1 Kaliuntu. Kedua belas siswa tersebut memiliki kemampuan akademik tinggi, sedang dan rendah. Setelah dialakukan uji coba kelompok kecil hasinya adalah 92%, selanjutnya hasil tersebut dikonversikan dengan tabel konversi tingkat pencapaian skala 5. Berdasarkan tabel konversi, persentase tingkat pencapaian hasil uji coba kelompok kecil 92% berada pada kualifikasi sangat baik, sehingga media multimedia ini tidak perlu direvisi.

Dan uji coba yang terakhir adalah dengan melakukan uji coba lapangan denagn melibatkan 29 (dua puluh sembilan) orang atau satu kelas IV SD Negeri 1 Kaliuntu. Setelah dilakukan, hasil dari uji coba lapangan adalah 93%, yang selanjutnya hasil tersebut dikonversikan dengan tabel konversi tingkat pencapaian skala 5. Berdasarkan tabel konversi, persentase tingkat pencapaian hasil uji coba lapangan 93% berada pada kualifikasi sangat baik, sehingga media multimedia ini tidak perlu direvisi.

Efektivitas penggunaan produk multimedia presentasi.

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran skor pada setiap variabel berdistribusi normal atau tidak.

Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Pretest dan

Posttest

No

Kelompok

Data χ 2hutung χ 2tabel Status 1 Pre-test 5,64 7,81 Normal 2 Post-test 3,28 7,81 Normal Berdasarkan Tabel 2 terlihat bahwa hasil perhitungan dengan menggunakan rumus chi-kuadrat, diperoleh χ hutung < χtabel

dengan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian semua data skor hasil belajar IPA siswa berdistribusi normal.

Uji homogenitas ini dimaksudkan untuk mencari bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Berdasarkan hasil perhitungan diperole F hitung ≤ F tabel ( n1-1,n2-1) yaitu F hitung (1,84) ≤ F tabel (2,67) sehingga H1 ditolak yang berarti sampel bersifat homogen.

Selanjutnya harga t hitung dibandingkan dengan harga t pada tabel dengan db = n1 + n2 -2 = 29 + 29 - 2= 56. Harga t tabel untuk db 56 dan dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) adalah 2,00. Dengan demikian, harga t hitung yaitu 14,10 lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia presentasi.

(8)

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat diambil simpulan sebagi berikut.

Rancang bangun atau tahapan-tahapan pengembangan multimedia interaktif ini telah dikembangkan melalui

beberapa tahapan. Tahapan

pengembangan multimedia ini

menggunakan model Luther sebagi acuan. (1) Konsep (Concept), (2) Perancangan

(Design), (3) Pengumpulan bahan (Material Collecting), (4) Pembuatan (Assembly), (5)

Uji coba (Testing), (6) Distribusi

(Distribution).

Kualitas hasil pengembangan multimedia presentasi pada mata Pelajaran IPA. Untuk mengetahui kualitas multimedia presentasi yang dikembangkan, maka dilakukan evaluasi oleh ahli dan uji coba terhadap siswa. Berdasarkan evaluasi dari ahli isi mata pelajaran, diketahui Kualitas multimedia presentasi ditinjau dari isi materi pelajaran termasuk kriteria sangat baik dengan persentase pencapaian 94%. Untuk mengetahui kualitas multimedia ditinjau dari dari desain pembelajaran maka dilakukan evaluasi dari ahli desain pembelajaran. Berdasarkan evaluasi dari ahli desain pembelajaran, multimedia pembelajaran yang dikembangkan termasuk dalam kriteria baik dengan tingkat pencapaian 85%. Dalam evaluasi yang diberikan oleh ahli desain, diberikan masukan agar memberikan nomor pada setiap gambar pendukung materi serta Pada cover CD ditambahkan pengembang program. Berdasarkan hasil evaluasi yang diberikan oleh ahli media pembelajaran diperoleh skor 4 (baik) dan 5 (sangat baik). Persentase tingkat pencapaian multimedia yang dikembangkan berdasarkan ahli media diperoleh nilai sebesar 89% dengan kualifikasi baik. Ahli media yang menilai multimedia memberikan masukan agar perataan teks pada materi dan latihan diperbaiki supaya tidak melebihi dari frame dan tambahkan gambar ikonik pada bagian evaluasi untuk memotivasi siswa. Berdasarkan analis data dan komentar yang diberikan oleh siswa pada uji coba perorangan, diperoleh persentase tingkat pencapaian multimedia presentasi sebesar Perorangan 92% yang berada pada

kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian dari uji coba kelompok kecil, diketahui bahwa multimedia presentasi memiliki tingkat pencapaian 92% dan berada pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian uji coba lapangan diperoleh tingkat pencapaian sebesar 93% yang berada pada kualifikasi sangat baik.

Efektivitas produk penelitian pengambangan dalam penelitian ini diukur dengan melakukan tahap pretest dan

posttest. Rata-rata nilai pretest sebesar

52.81

dan rata-rata nilai posttest sebesar

74.89

. Selanjutnya setelah dilakukan penghitungan secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 14,10. Kemudian harga t hitung dibandingkan dengan harga t tabel dengan db=n1+n2-2=29+29-2=56. Harga t tabel untuk db 56 dan dengan taraf signifikansi 5% (α=0.05) adalah 2,00. Dengan demikian, harga t hitung yaitu 14,10 lebih besar daripada harga t tabel, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti, terdapat perbedaan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia presentasi.

Multimedia presentasi ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka disarankan bagi guru untuk menggunakan multimedia presentasi ini dalam mempelajari mata pelajaran IPA.

Saran bagi guru adalah agar multimedia presentasi ini bisa diterapkan lebih lanjut. Dengan penerapan multimedia preentasi ini dalam proses pembelajaran maka diyakini tingkat motivasi dan pemahaman siswa akan meningkat.

Saran bagi kepala sekolah adalah

agar mengelola dan multimedia

pembelajaran ini dengan baik, sehingga koleksi sumber belajar lebih ini dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa.

Dari penelitian pengembangan yang

sudah dilakukan telah terjadi

perkembangan yang bagus. Berdasarkan uji coba yang dilakukan di SD Negeri 1 dapat disimpulkan penerapan multimedia presentasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Maka dari itu diharapkan agar penelitian selanjutnya pengembangan multimedia menggunakan mata pelajaran

(9)

selain IPA untuk mengetahui tingkat efektivitas multimedia pembelajaran pada mata pelajaran lain.

UCAPAN TERIMAKASIH

1) Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd selaku Rektor Universitas Pendidikan

Ganesha sekaligus sebagai

Pembimbing I yang telah membimbing, memberikan arahan, motivasi dan petunjuk-petunjuk yang sangat bermanfaat sehingga terselesaikannya studi dan skripsi ini dengan lancar. 2) Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S. Kons.,

selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha yang telah banyak memberikan arahan, dan petunjuk dalam pelaksanaan penelitian.

3) Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd., selaku Pembantu Dekan I yang telah memberikan izin dalam pelaksanaan penelitian.

4) Dr. I Komang Sudarma, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Jurusan Teknologi Pendidikan sekaligus sebagai Pembimbing II yang telah membimbing, memberikan arahan, motivasi, masukan serta saran yang sangat baik selama pelaksanaan penelitian ini. 5) Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd.,

M.S., selaku Pembimbing II yang telah membimbing, memberikan arahan, motivasi, masukan serta saran yang sangat baik selama pelaksanaan penelitian ini.

6) Ahli desain dan media pembelajaran yaitu Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd. dan Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana S.Kom., M.Pd., yang telah membantu memvalidasi Multimedia Presentasi IPA yang dikembangkan. 7) Nyoman Koni Frestianti, selaku Kepala

SD Negeri 1 Kaliuntu, yang telah memberikan izin melakukan penelitian. 8) I Gusti Kadek Asmini, S.Pd. SD.,

selaku guru kelas IV dan ahli isi mata pelajaran IPA kelas IV.

9) Siswa kelas IV dan V SD Negeri 1 Kaliuntu, yang sudah berpartisipasi dalam penelitian pengembangan ini.

10)

Teman-teman Jurusan Teknologi

Pendidikan serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, saran dan

motivasi dalam menyelesaikan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Agung, A. A. Gede. 2012. Metodologi

Penelitian Pendidikan. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Amri, Sofan. 2013. Pengembangan &

Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Jakarta: prestasi Pustaka

Arsyad, A.2005. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Koyan, I Wayan. 2012. Assesmen Dalam

Pendidikan. Singaraja: Undiksha

Suartama, I Kadek. 2012. Konsep Dasar Multimedia. Singaraja: Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha

Suartama, I Kadek & I Komang Sudarma. 2007. Penelitian Pengembangan (Pengembangan compact disk (cd) ultimedia interaktif pada mata kuliah

media pembelajaran).

Singaraja:Maret

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung:CV.ALFABETA.

Sutopo, Ariesto Hadi. 2003. Multimedia

Interaktif dengan Flash. Yogyakarta:

Graha Ilmu. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Suyanto, M. (2005). Multimedia: Alat untuk

meningkatkan keunggulan bersaing.

Yogyakarta: Percetakan Andi. Tegeh, I Made. I Nyoman Jampel. Ketut

Pudjawan. 2014. “Model Penelitian

Pengembangan”. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Tegeh, I Made & I Made Kirna. 2010.

Metode Penelitian Pengembangan Pendidikan. Singaraja:Undikssha.

(10)

Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.

Widyastanto, Hermawan. 2011. “Pengertian Mata Pelajaran IPA”. Tersedia pada:

http://id.shvoong.com/social- sciences/education/2120773-

Referensi

Dokumen terkait

Tidak hanya itu, media nasionalpun melakukan hal yang sama, cenderung dikuasai oleh hegemoni Barat juga telah menggiring khalayak kepada wacana tunggal atas

In this new proposed encoding, data is directly embedded in tags which names are derived from SWE Common component names. Since tags are used, optional fields can be

Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut (1) ZenossCore adalah perangkat lunak berbasis sumber terbuka yang cukup memadai dari

Berdasarkan hal tersebut peniliti ingin mengetahui apakah penggunaan modul dalam pembelajaran dapat berfungsi dengan baik dan efektif sehingga peserta didik

SATUAN TUGAS PENAJAMAN ROADMAP KELOMPOK KEAHLIAN SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN2. INSTITUT

Banggai Laut dalam penyampaian Undangan Pembuktian Kualifikasi Nomor : 160/KONSULTAN/POKJA ULP BALUT/VII/ tanggal 12 Juli 2016, dimana Pengumuman Pembuktian

Sekolah SMA Negeri di daerah Kecamatan ilir barat 1 dapat menjadi acuan untuk sekolah lain dalam meningkatkan HOTS peserta didik disekolahnya, sehingga perlu

Pada penelitian ini ekstrak kulit ranting sakit sengon dengan pelarut n-heksana dapat menghambat pertumbuhan pada konsentrasi optimum masing-masing 11 mg/L terhadap