copyright DTE FT USU
8
2014
STUDI PENGARUH ARUS EKSITASI PADA GENERATOR
SINKRON YANG BEKERJA PARALEL TERHADAP
PERUBAHAN FAKTOR DAYA
Basofi, Ir.Syamsul Amien, M.S
Konsentrasi Teknik Energi Listrik, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) Jl. Almamater, Kampus USU Medan 20155 INDONESIA
e-mail : [email protected] [email protected]
Abstrak
Generator sinkron (alternator) merupakan mesin listrik yang merubah energi mekanis menjadi energi listrik. Jika generator sinkron dibebani maka akan memberikan sifat yang berbeda sesuai dengan jenis beban yang dipikulnya. Sehingga dalam pembebanan ini akan menentukan nilai faktor daya pada generator tersebut. Faktor daya mempunyai pengertian sebagai besaran yang menunjukkan seberapa efisien mesin yang dimiliki dalam menyalurkan daya yang bisa dimanfaatkan. Oleh sebab itu, dengan diaturnya arus eksitasi pada generator yang bekerja paralel maka akan mengatur daya reaktif yang dibutuhkan pada generator tersebut sehingga dapat menentukan perubahan faktor daya pada masing-masing generator. Dalam penelitian ini dilakukan pengaturan arus eksitasi pada masing-masing generator sehingga didapat bahwa pada beban R-L bila arus eksitasi pada generator pertama dikurangi dan yang lain diperbesar maka memiliki daya reaktif -0,002 A dengan faktor daya 0,998 leading sedangkan generator kedua memiliki daya reaktif 0,173 A dengan faktor daya 0,64 lagging. Kemudian pada saat arus eksitasi diatur pada salah satu generator maka akan memiliki batas pengaturan agar tidak terjadi lepas sinkron yakni memiliki batas pengurangan sebesar 0,10 A dan penambahan 0,30 A.
Kata kunci : Generator sinkron yang bekerja paralel, faktor daya dan arus eksitasi.
1.Pendahuluan
Generator Sinkron atau disebut juga
alternator merupakan mesin listrik yang
mengubah energi mekanis menjadi energi listrik
melalui proses induksi elektomagnetik.
Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran rotornya sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator. Generator tiga fasa diharapkan dapat bekerja stabil pada tegangan dan frekuensi yang dihasilkan sehingga dapat mensuplai tenaga listrik. Ketidakstabilan pada
generator sinkron ini sangat berpengaruh
terhadap beban yang di pikul generator sinkron tersebut.
Untuk melayani beban listrik yang
berkembang dan pada saat terjadi beban
maksimum, maka biasanya dilakukan
pengoperasian alternator secara paralel [1]. Sebab jika hanya menggunakan satu alternator saja, alternator tersebut harus mempunyai kapasitas terpasang yang mampu melayani
beban-beban maksimum. Hal ini tentu
mengurangi efisiensi pada alternator tersebut. Dalam sistem memparalelkan alternator ini, dapat digunakan untuk mengatur perubahan faktor daya generator tersebut dengan syarat
mengatur arus eksitasi pada masing-masing alternator yang di paralelkan. Dimana arus eksitasi ini merupakan pemberian arus listrik pada kutub magnetik pada generator. Dengan mengatur besar kecilnya arus listrik tersebut kita dapat mengatur besar tegangan output generator atau dapat juga mengatur besar daya reaktif yang diinginkan pada generator yang sedang paralel dengan sistem jaringan besar (Infinite bus) [2].
Maka dalam penelitian ini dibahas tentang pengaruh arus eksitasi tersebut pada generator sinkron yang bekerja paralel terhadap perubahan faktor daya.
2.
Pengaruh
Arus
Eksitasi
pada
Generator Sinkron yang Bekerja
Paralel Terhadap Perubahan Faktor
Daya
Bila suatu generator bekerja dan mendapatkan pembebanan yang melebihi dari kapasitasnya, maka dapat mengakibatkan generator tersebut tidak dapat bekerja atau bahkan akan mengalami kerusakan. Sehingga dalam hal ini dapat diatasi
dengan menjalankan generator lain yang
copyright DTE FT USU
9
2014
generator utama yang telah bekerja sebelumnya pada satu jaringan listrik yang sama.
Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan penyinkronan alternator ini ialah : 1. Tegangan kedua alternator harus sama. 2. Frekuensi kedua alternator harus sama. 3. Mempunyai urutan dan sudut fasa yang sama.
Dua alternator identik terhubung secara paralel seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.
Gambar 1 Rangkaian ekuivalen generator
paralel yang berbeban [6]
2 1
I
I
I
B
(1)2
2 1E
E
V
(2)Apabila generator dihubungkan dengan sistem jaringan yang kapasitasnnya besar
(infinite bus), maka dengan mengatur putaran (n)
dan arus eksitasi (If) maka tidak akan mempengaruhi frekuensi sitem jaringan tersebut. Pada kondisi tersebut pengaturan putaran adalah
hanya mengatur pembebanan daya aktif
sedangkan pengaturan arus eksitasi hanya mengatur aliran daya reaktif atau faktor daya generator tersebut.
Untuk menyuplai beban yang ada pada kedua generator yang bekerja paralel, maka jumlah daya aktif dan reaktif yang disuplai generator tersebut harus sama dengan daya aktif dan reaktif yang ada pada beban.
Adapun rumus daya aktif dan reaktif yang harus disuplai oleh kedua generator adalah
2 1 G G Load
P
P
P
(3) 2 1 G G LoadQ
Q
Q
(4) Jika alternator beroperasi secara paralel, dimana dengan diaturnya arus eksitasi sedangkannilai putaran (n) tetap, maka akan mengakibatkan kenaikan nilai dari fluks magnetik (φ) seiring dengan perubahan arus eksitasi. sehingga mengubah daya reaktif yang dibutuhkan namun besar daya aktifnya tidak akan berubah sehingga akan merubah nilai faktor daya. Dalam hal ini dapat diperjelas pada rumus berikut:
Cn
E (5)
Jika generator G1 dan G2 bekerja paralel
maka masing-masing alternator akan memasok beban setengah dari daya aktif dan setengah dari daya reaktif. Masing-masing alternator memasok arus sebesar I, sehingga arus beban yang di pasok sebesar 2I.
Bila arus eksitasi G1 dinaikkan maka
besarnya E1 akan lebih dari besaran awalnya
sehingga Ē1 > Ē2. Hal ini akan menyebabkan
resultan tegangan Ēr = Ē1 - Ē2 yang akan terlihat
di sirkuit lokal dan mengakibatkan mengalirnya arus sirkulasi.
2
1
2
1
Z
Z
E
E
Is
(6)Arus Is ini akan mempengaruhi arus
beban pada G1 danG2 secara vektoris.
Berikut ini adalah gambar segitiga daya akibat perubahan arus eksitasi pada alternator yang bekerja secara paralel dapat dilihat pada Gambar 2.
a) Kondisi 1
b) Kondisi 2
Gambar 2 Segitiga daya alternator yang
terhubung pararel akibat efek pengubahan penguatan [2]
copyright DTE FT USU
10
2014
Pada kondisi 1, beban yang di pikul G1
danG2 sama besarnya, sehingga beban daya aktif
dan daya reaktif di bagi rata memberikan segitiga daya aktif yang sama tetapi jika penguatan G1
dinaikkan, dan arus penguatan G2 turunkan maka
akan merubah pembagian daya reaktif pada masing-masing alternator sehingga berpengaruh terhadap faktor daya pada masing-masing alternator. Namun perubahan pemuatan KW dua alternator diabaikan. Hal ini dapat di lihat pada kondisi 2.
Jika generator dengan arus eksitasi diperbesar (over excited), berarti mencatu arus tertinggal ke sistem (lagging), yang berarti generator menarik arus mendahului dari sistem atau istilahnya mengirim daya reaktif ke sistem. Demikian pula jika arus eksitasi dikurangi (under
excited) maka generator dinyatakan mencatu arus
mendahului sistem (leading) atau dinyatakan menarik arus tertinggal dari sistem atau istilahnya menarik daya reaktif dari sistem. Hal tersebut dapat dilihat pada diagram rumah (house
diagram) daya reaktif pada Gambar 3 dan
Gambar 4.
Gambar 3 Diagram rumah jika arus eksitasi
dinaikkan [7]
Gambar 4 Diagram rumah jika arus eksitasi
diturunkan [7]
Pengaruh perubahan eksitasi pada kinerja alternator dapat dijelaskan dengan bantuan diagram fasor yang ditunjukkan pada Gambar 5.
Gambar 5 Diagram fasor akibat efek pengubahan penguatan [5]
Pada Gambar 5 dapat dilihat jika dua alternator bekerja secara paralel, Jika arus eksitasi G1 meningkat sehingga ggl induksi yang
E1 meningkat menjadi E1' yang akan mencoba
untuk meningkatkan tegangan terminal V. Tapi tegangan terminal V dapat dijaga konstan dengan mengurangi arus eksitasi G2. Peningkatan E1 dan
E2 penurunan disesuaikan sedemikian rupa
bahwa E sin θ tetap konstan. Perbedaan antara E'1
dan E'2 menimbulkan arus sirkulasi ISY. Arus ini
harus ditambahkan ke I1 dan dikurangi dari I2
yang akan memberikan arus jangkar baru I'1 dan
I'2.
3.
Metodologi Penelitian
Pada tahap ini, metode yang dilakukan ialah metode pengukuran. Dimana metode pengukuran dilakukan di Laboratorium P4TK (Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Medan. Metode ini
dilakukan untuk mengetahui pengaruh
copyright DTE FT USU
11
2014
faktor daya pada generator sinkron yang bekerja paralel dengan menggunakan beban tertentu.
Untuk mengetahui pengaruhnya, maka dilakukan terlebih dahulu paralel generator dengan dihubungkan pada beban tertentu, kemudian diatur arus eksitasi masing-masing generator dimana arus eksitasi generator pertama dinaikkan dan generator kedua diturunkan, begitu juga sebaliknya. Sehingga akan diketahui pengaruh pengaturan arus eksitasi pada generator sinkron yang bekerja paralel terhadap perubahan faktor daya pada masing-masing generator.
Langkah-langkah penelitian yang
dilkukan sebagai berikut:
a. Metode pengambilan data berupa metode pengukuran.
b. Mempersiapkan semua peralatan untuk dapat dilakukannya memparalelkan generator c. Tahap pengukuran dilakukan dengan arus
eksitasi generator pertama dinaikkan dan generator kedua diturunkan, begitu juga sebaliknya.
d. Hasil dari pengukuran akan didapat
perubahan faktor daya pada masing-masing generator dan pembagian daya reaktif pada masing-masing generator.
Peralatan-peralatan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah:
1. Motor sebagai generator sinkron 3 fasa 1 kW sebanyak 2 buah
2. Motor DC sebagai penggerak mula sebanyak 2 buah
3. Power Supply DC, 0 - 230 V sebanyak 4 buah.
4. Voltmeter AC, 0 – 300 V sebanyak 4 buah. 5. Amperemeter AC, 0 – 10 A sebanyak 3 buah. 6. Amperemeter DC, 0 – 10 A sebanyak 2 buah. 7. Cos φ meter sebanyak 2 buah.
8. Lampu sinkronisasi. 9. Saklar 6 buah
10. Dekoder (Sebagai beban generator). 11. Kotak sambung secukupnya.
Untuk dapat melihat bagaimana
pengaruh pengaturan arus eksitasi dalam
menentukan nilai faktor daya pada generator sinkron maka dilakukan beberapa percobaan, yaitu:
1. Percobaan dengan menggunakan beban
resistif induktif (R-L)
a) Beban R = 220 Ω / 250 W b) Beban L = 0,4 H / 1,2 A
2. Percobaan dengan menggunakan beban
resistif kapasitif (R-C)
a) Beban R = 220 Ω / 250 W dan 680 Ω / 100 W
b) Beban C = 3µF / 460 V
Rangkaian paralel generator dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6 Rangkaian Paralel Generator
4. Hasil dan Analisis
Percobaan pengaruh arus eksitasi pada generator sinkron yang bekerja paralel ini dilakukan pada tanggal 26-28 Agustus 2013 di Laboratorium P4TK (Pusat Pengembangan
Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan) Medan dimana dilakukan
percobaan pengaturan arus eksitasi pada
generator yang bekerja sendiri dan yang bekerja paralel dengan menggunakan beban R-L dan beban R-C
Dalam percobaan pengaturan arus eksitasi pada generator yang bekerja sendiri diperoleh data yang terdapat pada Tabel 1 dan Tabel 2.
copyright DTE FT USU
12
2014
Tabel 1 Data perubahan arus eksitasi pada
generator yang bekerja sendiri dengan beban R-L
IF N IG V Cosθ 0,16 A 1513 rpm 0,42 A 92 V 0,86 Lag 0,18 A 1506 rpm 0,38 A 110 V 0,86 Lag 0,20 A 1500 rpm 0,35 A 118 V 0,86 Lag 0,22 A 1495 rpm 0,32 A 132 V 0,86 Lag 0,24 A 1489 rpm 0,28 A 144 V 0,86 Lag 0,26 A 1485 rpm 0,24 A 154 V 0,86 Lag
Tabel 2 Data perubahan arus eksitasi pada
generatoryang bekerja sendiri dengan beban R-C
IF N IG V Cosθ 0,16 A 1511 rpm 0,52 A 55 V 0,155 Lead 0,18 A 1505 rpm 0,47 A 70 V 0,155 Lead 0,20 A 1500 rpm 0,42 A 90 V 0,155 Lead 0,22 A 1496 rpm 0,37 A 103 V 0,155 Lead 0,24 A 1491 rpm 0,34 A 121 V 0,155 Lead 0,26 A 1486 rpm 0,29 A 133 V 0,155 Lead
Pada Tabel 1 dan Tabel 2 dapat dilihat bahwa pengaturan arus pada generator yang bekerja sendiri dapat mengatur tegangan. Jika arus eksitasi diperkecil maka tegangan akan semakin kecil, namun bila diperbesar arus
eksitasi maka tegangan generator akan
meningkat.
Dalam percobaan pengaturan arus eksitasi pada generator yang bekerja paralel dengan menggunakan beban R-L diperoleh data yang terdapat pada Tabel 3.
Tabel 3 Pengaturan arus eksitasi generator
paralel dengan menggunakan beban R-L
N1 N2 IF1 IF2 IG1 IG2 Cosθ1 Cos2 1501 rpm 1500 rpm 0,14 A 0,26 A 0,15101 A 0,230 A 0,998 Lead 0,64 lag 1500 rpm 1500 rpm 0,16A 0,24 A 0,155 A 0,210 A 0,98 Lag 0,72 lag 1502 rpm 1500 rpm 0,18A 0,22A 0,165 A 0,185 A 0,91 lag 0,81 lag 1500 rpm 1500 rpm 0,20 A 0,20 A 0,175 A 0,175 A 0,86 lag 0,86 lag 1502 rpm 1500 rpm 0,22 A 0,18 A 0,180 A 0,170 A 0,85 lag 0,89 lag 1501 rpm 1500 rpm 0,24 A 0,16 A 0,190 A 0,164 A 0,79 lag 0,93 lag 1501 rpm 1500 rpm 0,26 A 0,14 A 0,195 A 0,160 A 0,78 lag 0,94 lag
Dari Tabel 3 bahwa pada arus eksitasi
pada masing-masing generator sama,
menyatakan keadaan awal penyinkronan.
Tabel 4 Data hasil percobaan pengaturan arus
eksitasi generator paralel dengan menggunakan beban R-L
IF1 IF2 Cosθ1 Cosθ2 KVar1 KVar2 ISY VBUS
0,14 A 0,26 A 0,998 Lead 0,64 lag -0,002 A 0,173 A -1,31 + 19,18 j 144V 0,16 A 0,24 A 0,98 Lag 0,72 lag 0,034 A 0,136 A -0,16 + 12,13 j 142V 0,18 A 0,22 A 0,91 lag 0,81 lag 0,066 A 0,105 A -0,005 + 4,24 j 143V 0,20 A 0,20 A 0,86 lag 0,86 lag 0,085 A 0,085 A 0 144V 0,22 A 0,18 A 0,85 lag 0,89 lag 0,097 A 0,074 A 0,026 – 1,58 j 145V 0,24 A 0,16 A 0,79 lag 0,93 lag 0,115 A 0,056 A 0,078 – 6,22 j 144V
copyright DTE FT USU
13
2014
0,26 A 0,14 A 0,78 lag 0,94 lag 0,123 A 0,048 A 0,099 – 6,82 j 143VDari hasil yang diperoleh pada Tabel 4, maka dapat dilihat pengaruh perubahan arus eksitasi terhadap faktor daya dan daya reaktif pada masing-masing generator, dimana jika arus ekisitasi pada generator pertama diperbesar dan generator kedua diperkecil maka faktor daya pada generator pertama akan menjauhi nilai 1 dengan faktor daya lagging dengan memiliki daya reaktif lebih besar dari generator kedua dan sebaliknya.
Dari data hasil yang diperoleh pada Tabel 4, maka dapat diplot dalam bentuk kurva yang dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7 Kurva perbadingan Cosθ VS IF beban R-C
Pada Gambar 7 menunjukkan kurva pada perubahan arus eksitasi generator pertama dimana jika arus eksitasi diperbesar maka Cosθ generator pertama akan semakin rendah dan Cosθ generator kedua akan meningkat begitu juga sebaliknya.
Kemudian akan diatur arus eksitasi pada salah satu generator sehingga data diperoleh pada Tabel 5.
Tabel 5 Data hasil percobaan pengaturan arus
eksitasi pada salah satu generator paralel dengan menggunakan beban R-L
N1 N2 IF1 IF2 IG1 IG2 Cosθ1 Cosθ2 VBUS
1525 rpm 1480 rpm 0,10 A 0,20 A 0,02A 0,414A 0,90 Lead 0,78 Lag 110V 1520 rpm 1500 rpm 0,12 A 0,20 A 0,06A 0,380A 0,95 Lead 0,79 Lag 128V 1515 rpm 1500 rpm 0,14 A 0,20 A 0,112A 0,302A 0,99 Laed 0,81 Lag 131V 1510 rpm 1500 rpm 0,16 A 0,20 A 0,166A 0,253A 0,98 Lag 0,83 Lag 135V 1505 rpm 1500 rpm 0,18 A 0,20 A 0,170A 0,212A 0,92 Lag 0,84 Lag 140V 1500 rpm 1500 rpm 0,20 A 0,20 A 0,175A 0,175A 0,86 Lag 0,86 Lag 144V 1496 rpm 1500 rpm 0,22 A 0,20 A 0,215A 0,172A 0,83 Lag 0,91 Lag 150V 1493 rpm 1500 rpm 0,24 A 0,20 A 0,254A 0,163A 0,80 Lag 0,97 Lag 156V 1489 rpm 1500 rpm 0,26 A 0,20 A 0,312A 0,10A 0,74 Lag 0,89 Lead 162V 1485 rpm 1500 rpm 0,28 A 0,20 A 0,368A 0,05A 0,69 Lag 0,82 Lead 169V 1480 rpm 1535 rpm 0,30 A 0,20 A 0,412A 0,022A 0,60 Lag 0,75 Lead 189V
Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa batas pengaturan arus eksitasi pada salah satu generator agar tidak terjadi lepas sinkron ialah pada saat mencapai nilai pengurangan 0,10 A dan penambahan 0,30 A.
Dalam percobaan pengaturan arus eksitasi pada generator yang bekerja paralel dengan menggunakan beban R-C diperoleh data yang terdapat pada Tabel 6.
0.998 Lead 0.98 Lag 0.91 Lag 0.86 Lag 0.85 Lag 0.79 Lag 0.78 Lag 0.64Lag 0.72 Lag 0.81 Lag 0.86 Lag
0.89 Lag 0.93 Lag 0.94 Lag
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 0.14 0.16 0.18 0.2 0.22 0.24 0.26 P er u b a h a n F a k to r D a y a ( C o s θ )
Perubahan Arus Eksitasi (Ampere) Cos θ VS IF1
Cosθ1 Cosθ2
copyright DTE FT USU
14
2014
Tabel 6 Pengaturan arus eksitasi generator
paralel dengan menggunakan beban R-C
N1 N2 IF1 IF2 IG1 IG2 Cosθ1 Cosθ2 1500 rpm 1500 rpm 0,16 0,24 A 0,31 A 0,11 A 0,11 Lead 0,28 Lead 1500 rpm 1500 rpm 0,18 A 0,22 A 0,27 A 0,15 A 0,13 Lead 0,199 Lead 1500 rpm 1500 rpm 0,20 A 0,20 A 0,21 A 0,21 A 0,155 Lead 0,155 Lead 1500 rpm 1500 rpm 0,22 A 0,18 A 0,16 A 0,26 A 0,205 Lead 0,12 Lead 1500 rpm 1500 rpm 0,24 A 0,16 A 0,12 A 0,30 A 0,29 Lead 0,10 Lead 1500 rpm 1500 rpm 0,26 A 0,14 A 0,07 A 0,47 A 0,48 Lead 0,08 Lead
Dari Tabel 6 bahwa pada arus eksitasi
pada masing-masing generator sama,
menyatakan keadaan awal penyinkronan.
Tabel 7 Data hasil percobaan pengaturan arus
eksitasi generator paralel dengan menggunakan beban R-L
IF1 IF2 Cosθ1 Cosθ2 KVar1 KVar2 ISY VBUS
0,16 A 0,24 A 0,11 Lead 0,28 Lead 0,30 0,11 -0,28 + 21,66 j 112,3 V 0,18 A 0,22 A 0,13 Lead 0,199 Lead 0,26 0,15 -0,19 + 47,76 j 111 V 0,20 A 0,20 A 0,155 Lead 0,155 Lead 0,205 0,205 0 112 V 0,22 A 0,18 A 0,205 Lead 0,12 Lead 0,15 0,26 0,14– 10,41 j 112,2 V 0,24 A 0,16 A 0,29 Lead 0,10 Lead 0,11 0,30 0,26 – 19,13 j 112V 0,26 A 0,14 A 0,48 Lead 0,08 Lead 0,061 0,348 0,43 – 27,84 j 112,3 V
Dari hasil yang diperoleh pada Tabel 7, maka dapat dilihat pengaruh perubahan arus eksitasi terhadap faktor daya dan daya reaktif pada masing-masing generator, dimana jika arus ekisitasi pada generator pertama diperbesar dan generator kedua diperkecil maka faktor daya pada generator pertama akan mendekati nilai 1 dengan faktor daya leading dengan memiliki daya reaktif lebih sedikit dari generator kedua dan sebaliknya.
Dari data hasil yang diperoleh pada Tabel 7, maka dapat diplot dalam bentuk kurva yang dapat dilihat pada Gambar 8.
Gambar 8 Kurva perbadingan Cosθ VS IF beban R-C
Pada Gambar 8 menunjukkan kurva pada perubahan arus eksitasi generator pertama dimana jika arus eksitasi diperbesar maka Cosθ generator pertama akan semakin meningkat dan Cosθ generator kedua akan semakin rendah begitu juga sebaliknya.
5. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah:
1. Jika arus eksitasi pada generator sendiri dirubah maka faktor daya generator tidak akan berubah namun tegangan akan berubah sedangkan pada generator yang
bekerja paralel jika diatur arus
0.11 Lead 0.13 Lead 0.155 Lead 0.205 Lead 0.29 Lead 0.48 Lead 0.28 Lead 0.199 Lead 0.155 Lead
0.12 Lead 0.10 Lead 0.08 Lead 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 0.16 0.18 0.2 0.22 0.24 0.26 P eru b a h a n F a k to r D a y a (Co sθ )
Perubahan Arus Eksitasi Pada Generator Pertama (Ampere)
Cos θ VS IF1
Cosθ1 Cosθ2
copyright DTE FT USU
15
2014
eksitasinya akan merubah faktor daya generator dan tegangan akan tetap. 2. Beban induktif
a) Jika arus eksitasi pada generator diperbesar maka faktor daya generator akan mengecil menjauhi nilai 1
dengan faktor daya lagging,
sedangkan jika dikurangi hingga mencapai batas pengaturan maka faktor daya generator akan mendekati nilai 1 dan dapat bersifat leading. b) Jika arus eksitasi pada generator
diperbesar maka generator tersebut menyuplai daya reaktif lebih besar daripada generator yang lain.
c) Bila arus eksitasi dikurangi hingga batas pengaturan (under excited) maka generator tersebut bersifat mengkonsumsi daya reaktif.
3. Beban kapasitif
a) Jika arus eksitasi pada generator diperbesar maka faktor daya generator akan semakin meningkat mendekati nilai 1 dengan faktor daya leading, sedangkan jika dikurangi hingga maka faktor daya generator akan menjauhi nilai 1 dan bersifat leading. b) Jika arus eksitasi pada generator
diperbesar maka generator tersebut menyerap daya reaktif lebih sedikit daripada generator yang lain.
6. Referensi
[1]Wijaya, Mochtar, “Dasar-Dasar Mesin
Listrik”, Penerbit Djambatan, Jakarta,2001.
[2]Theraja, B.L. & Theraja, A.K., “A Text Book
of Electrical Technology”, New Delhi, S.Chand and Company Ltd., 2001.
[3]Generator_AliefRakhman.htm Di posting pada 6 Februari 2013 .
[4]Metha, V.K, Metha, Rohit, “Principle of Electrical Machine”, S. Chand & Company Ltd., New Dehli 2002
[5]GeneratorSinkron_WawanBlog.htm [6]ParallelOperationofTwoAlternators_yourel
ectricalhome.htm
[7]Chapman, Stephen J, ”Electric Machinery
Fundamentals”, 4rd Edition, Mc Graw – Hill Book Company, Australia, 2004.
[8]EffectofchangeinExcitation_yourelectricalh ome.htm