• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deny Suryana 1), Ahmad Affandi 2) Mahendrawathi ER 3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Deny Suryana 1), Ahmad Affandi 2) Mahendrawathi ER 3)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

DESAIN DAN PENGEMBANGAN DASHBOARD

UNTUK MEMBANTU MONITORING EFISIENSI

LAYANAN PROSES SERTIFIKASI

(2)

1. L

ATAR

B

ELAKANG

Why LS-Pro ??

• Sektor layanan LS-Pro adalah sebagai salah satu lembaga yang memberikan sertifikasi

SPPT SNI untuk menjamin quality produk yang terdiri Sistem Manajemen Mutu

dan

Produk atau komoditi yang berkaitan regulasi SNI wajib yang ditetapkan kementrian

perindustrian

• permintaan Sertifikasi

yang tidak menentu dan semakin tingginya tuntutan pelanggan

disertai persaingan yang ketat antar competitor dengan biaya yang dapat terjangkau

• Oleh karena itu organisasi perlu memantau KPI nya secara secara cepat dan tepat

Data merupakan sumber daya yang penting untuk keberlangsungan proses bisnis. Data

juga yang akan menghasilkan informasi yang nantinya akan digunakan sebagai sumber

dalam pembuatan berbagai macam keputusan yang berkaitan dengan strategi organisasi

Tetapi pada kenyataannya di LS-Pro saat ini proses pemantauan terhadap pelayanan yang

diberikan belum terlaksana dengan baik. Sebenarnya banyak data dari rapat tinjauan

manajemen yang seharusnya bisa digunakan untuk menghasilkan informasi-informasi

penting untuk pengambilan keputusan. Namun sampai saat ini data maupun informasi

tersebut

belum dapat termanfaatkan secara maksimal. Manajemen masih mengalami

kesulitan karena data yang dipantau cukup banyak namun informasi tidak dapat diperoleh

dengan cepat karena belum tersedianya tools

untuk mengolah data-data menjadi

(3)

2.

Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang diatas dan untuk menjawab permasalahan sesuai topik yang

diangkat dalam penelitian maka tesis ini disusun berdasarkan beberapa rumusan masalah sebagai

berikut yaitu :

1. Indikator apa saja yang dapat digunakan untuk mengetahui Proses Penyelesaian

SPPT SNI

2. Bagaimana merancang KPI dan indikator ke dalam sebuah dashboard yang dapat

membantu evaluasi Penyelesaian SPPT SNI

3. Dapatkah dashboard menghasilkan informasi-informasi penting terkait kinerja

efisiensi layanan proses sertifikasi

(4)

4. Batasan Masalah

3. S

OLUSI

Maka penelitian ini penulis membuat desain dashboard yang akan di kaji

berdasarkan standart pembuatan dashboard yang disesuaikan dengan tujuan

bisnis serta KPI (Key Performance Indicator) menggunakan metode yang

diajukan oleh Rasmussen (2009) yang terdiri dari Intelligence Phase,Design

Phase dan Impelementation Phase, yang nantinya diharapkan dashboard

dapat menjadi penyedia informasi yang akurat, mudah dan cepat.

Pada penelitian ini pengambilan data dilakukan di Lembaga

Sertfikasi Produk Baristand Industri Surabaya dengan mengambil

data yang berkaittan dengan proses penyelesaiaan SPPT SNI. Di

Proses bisnis Lembaga Sertifikasi Produk tidak ada proses

Manufakturing

Pengukuran dan penyampaian informasi data menggunakan

dashboard

Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data kuantitatif,

dari proses awal pengajuan SPPT SNI sampai SPPT SNI diterbitkan

pada tahun 2011 dimulai bulan Januari sampai bulan Oktober 2011.

(5)

5.

Tujuan

Tujuan dari penyusunan tesis ini adalah membuat purwarupa

dashboard untuk visualisasi data dan penyediaan informasi yang

terkait dengan tujuan bisnis utama LS-Pro secara ringkas, akurat dan

mudah.

Sampai saat ini belum banyak penelitian yang dilakukan terkait

dengan implementasi intelijensia bisnis pada umumnya dan dashboard

pada khususnya di instansi layanan publik seperti LS-Pro. Sehingga

hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi tentang bagaimana

tujuan bisnis dan KPI yang ditetapkan oleh sebuah instansi publik dan

bagaimana

dashboard

dapat

membantu

mengatasi

masalah

pengukuran kinerja di organsasi layanan publik tersebut.

(6)

Dashboard

Seperti namanya dashboard berfungsi seperti dasbor mobil yang menampilkan

kinerja kendaraan secara real-time, seperti indikasi tentang apakah bahan bakar

habis, berapa kecepatan jalan mobil, berapa suhu mesin mobil. Dari ulasan

sederhana tersebut dapat disimpulkan dashboard adalah adalah sebuah visualisasi

sederhana tentang indikator. Indikator inilah yang diukur kedalam sebuah satuan

yang divisualisasikan dalam sebuah bentuk gambar dan atau angka. (Raymond Jr,

1998 ; Few, stepehen 2006

Tujuan utama Dashboard adalah Visualisasi berbagai macam elemen kunci

atau yang dikenal dengan sebutan KPI.KPI diharapkan dapat secara efektif dan

efisien membantu pengguna dashboard agar lebih mudah dalam melakukan

berbagai aktifitas seperti monitoring, pengukuran kinerja, perencanaan strategis

dll. Kelebihan lain yang ditawarkan dalam penggunaan dashboard :

•Kemampuan untuk mengidentifikasi tren

•Pengukuran efisiensi

•Kemampuan menghasilkan laporan yang detail mengenai tren baru

(7)

METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini kami menggunakan metode yang diajukan oleh

Rasmussen (2009)

Mengumpulkan Data dan Informasi Meliputi wawancara

pada bagianyang terkait dan Review dokumen

Analisa dan Mendapatkan KPI

KPI telah sesuai

T

Y

Memilih presentation model dan interactivity untuk setiap

KPI MAP KPI Details

Storyboarding

Desain telah sesuai T

Y Membangun dashboard

Uji coba dan analisa KPI

Dashboard telah sesuai

Y

T

Intellegence Phase Design Phase Implementation Phase

(8)

Analisa dokumen dan informasi

Review Dokumen

1. Dokumen Panduan Mutu LS-Pro tahun 2011

2. Dokumen Panduan Operasional

3. Rapat tinjauan manajemen

Prosentase penyelesaian SPPT SNI tepat waktu

Jumlah penerimaan SPPT SNI baik dalam negeri

maupun luar negeri

Jumlah SPPT SNI inlier dan outlier waktu

penyelesaian

4. Sasaran Mutu

Penyelesaian Sertifikasi 35 hari kerja

Wawancara

(9)

Scorecard

Objective KPI Pengukuran

Memantau dan Mengevaluasi Efisiensi layanan proses penyelesaian sertifikasi

Mengevaluasi penyelesaiaan SPPT SNI tepat waktu

Prosentase Penyelesaian SPPT SNI Tepat Waktu

Prosentase jumlah sertifikasi yang selesai inlier dalam waktu tiap bulan

Mengevaluasi rata-rata penyelesaian SPPT SNI

Lama waktu penyelesaian SPPT SNI Lama waktu Penyelesaaiaan SPPT SNI yang tersertifikasi dalam waktu tiap bulan

Mengevaluasi penerimaan SPPT SNI tersertifikasi

Jumlah SPPT SNI Jumlah Pendaftar SPPT SNI tersertifikasi dalam waktu tiap bulan

Mengevaluasi lama waktu audit kecukupan

audit kecukupan Rata-rata lama waktu audit kecukupan yang selesai dalam waktu tiap bulan

Mengevaluasi lama waktu audit kesesuaian

audit kesesuaian Rata-rata lama waktu audit kesesuaian yang selesai dalam waktu tiap bulan

Mengevaluasi lama waktu rapat tim teknis sampai penandatangan SPPT SNI

Sertifikasi Rata-rata lama waktu sertifikasi dalam waktu tiap bulan

(10)

Form detil KPI

Form detil KPI mengacu pada Framework To Map the KPI Details Required for building

Dashboard (Malik, 2005).

KPI Prosentase Penyelesaian sertifikasi Tepat Waktu

Lama waktu penyelesaian SPPT SNI

Jumlah SPPT SNI

Variance Basis Target Penyelesaian sertifikasi Lama waktu penyelesaian SPPT SNI

Jumlah SPPT SNI

Dimension Periode Periode Periode

Bulan Bulan Bulan

Calculation

lama waktu audit kecukupan + lama waktu audit kesesuaian + lama waktu sertifikasi

Jumlah Pendaftar SPPT SNI tersertifikasi

Alert < 70 % >35 hari

Presentation Model Gauge Gauge Barchart

threshold lower < 70 % (Merah) < 35 (hijau)

upper > 70 % (Hijau) > 35 (merah)

Data source DB_Sistem Informasi LS-Pro DB_Sistem Informasi LS-Pro DB_Sistem Informasi

(11)

KPI Lama waktu audit kecukupan

Lama waktu audit kesesuaian

Lama waktu sertifikasi

Variance Basis Lama waktu audit kecukupan Lama waktu audit kesesuaian

Lama waktu waktu rapat tim teknis

Dimension Periode Periode Periode

Bulan Bulan bulan

Calculation

Alert > 5 hari kerja > 20 hari kerja > 10 hari kerja Presentation Model Gauge

Bar

Gauge Bar

Gauge Bar

threshold lower < 5 hari kerja (Hijau) < 20 hari kerja (Hijau) < 10 hari kerja (Hijau) upper > 5 hari kerja (Merah) > 20 hari kerja (Merah) > 10 hari kerja (Merah) Data source DB_Sistem Informasi LS-Pro DB_Sistem Informasi

LS-Pro

DB_Sistem Informasi LS-Pro

(12)

Pengukuran penerimaan desain dashboard

Menurut Read, Tarrell, Fruhling (2009) Pengukuran desain dashboard dengan menggunakan

metode penyebaran kuisioner kepada pengguna atau manajerial LS-Pro. Tujuannya metode

survey yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner sebagai instrumen untuk mendapatkan

informasi dari para responden.(Resmussen,2009)

Responden yang akan diambil dalam penelitian ini 32 orang, jumlah ini dipilih agar memenuhi

syarat perhitungan statistik yang baik.

Kerlinger & Lee (2000) juga menyebutkan bahwa untuk mengurangi kemungkinan terjadinya bias

disarankan untuk mengambil responden sebanyak minimal 30 orang.

Manajerial Jumlah LS-Pro

- Ketua LS-Pro Wakil Ketua Ls- Pro - Manajer Administrasi

Deputi Manajer Administrasi - Manajer Operasional

Deputi Manajer Operasional - Manajer Mutu

Deputi Manajer Mutu - Sekretaris Staf 1 orang 1 orang 1 orang 3 orang 1 orang 3 orang 1 orang 3 orang 1 orang 2 orang Pejabat Struktural - Ka.Sub.Bag TU Staf - Ka.Sie PJT Staf - Ka.Sie PPK Staf - Ka.Sie TI Staf - Ka.Sie Standardisasi Staf 1 orang 2 orang 1 orang 2 orang 1 orang 2 orang 1 orang 2 orang 1 orang 2 orang

(13)

Pemilihan Software

= Xcelsius 2008

Data Source SQL Server database Excel Model Busines Logic Ex cel Mo de l

Visualization Flash File

Desain Arsitektur Dashboard

Sebelum melakukan pembangunan dashboard, data diambil dari database kemudian disimpan di spreadsheet excel Proses berikutnya data dari excel ditampilkan secara grafik oleh aplikasi dashboard atau xcelsius berupa file swf.

(14)

Uji coba

Tujuan umum dari uji coba antara lain :

• Mengetahui apakah semua KPI yang terdapat dalam scorecard telah

ditampilkan

• Mengetahui semua fungsi yang ada telah berjalan dengan benar

• Mengetahui contoh analisa yang dapat dihasilkan dari tampilan

dashboard

• Mengetahui apakah tampilan dashboard sudah sesuai dengan kebutuhan

pengguna

Setelah dashboard selesai dibangun dan diisi dengan data, maka

perlu menguji aplikasi dashboard.

(15)

1. Uji coba verifikasi

Uji Coba Komponen

Tujuan :

1. Untuk memastikan bahwa semua indikator komponen dalam scorecards dapat ditampilkan

2. Untuk memastikan bahwa semua fungsionalitas bekerja dengan baik.

Hasil : komponen di setiap Tab dapat berfungsi dengan baik sehinggga manajemen dapat

melihat informasi yang diinginkan. Dengan demikian, dapat dilakukan penindakan lebih

lanjut oleh manajemen

No. Tab dashboard Komponen Dashboard Fungsi Komponen berjalan

dengan baik Keterangan 1 Ringkasan Grafik Gauge Penyelesaiaan SPPT SNI

Tepat waktu

Menampilkan capaian penyelesaiaan SPPT SNI yang tepat waktu terhadap target dalam dalam satuan presentase

Ok

Grafik Gauge Lama waktu penyelesaiaan SPPT SNI

Menampilkan rerata capaian lama waktu penyelesaiaan SPPT SNI dari awal proses pengajuan sampaai SPPT SNI selesai

Ok

Grafik Gauge Audit kecukupan Menampilkan rerata capaian lama waktu audit kecukupan Ok Grafik Gauge Audit Kesesuaian Menampilkan rerata capaian lama waktu audit kecukupan Ok

Grafik Gauge Audit Sertifikasi Menampilkan rerata capaian lama waktu sertifikasi Ok

Grafik Coloumn Chart Menanmpilkan SPPT SNI tersertifikasi Ok

2 Total SPPT SNI Line chart Menampilkan tren penerimaan SPPT SNI dalam periode tahun Ok

Coloumn chart Menampilkan penerimaan nama komoditi SPPT SNI dalam periode bulan Ok 3 Audit kecukupan - Line chart Menampilkan rerata lama waktu audit kecukupan dalam periode tahun Ok

- Coloumn chart Menampilkan nama komoditi yang lama waktu audit kecukupan melebihi 5 hari kerja dalam periode bulan

Ok

4 Audit kesesuaian Line chart Menampilkan rerata lama waktu kesesuaian dalam periode tahun Ok

Coloumn chart Menampilkan nama komoditi yang lama waktu audit kesesuaian melebihi 20 hari kerja dalam periode bulan

Ok

5 Penerbitan sertifikasi Line chart Menampilkan rerata lama waktu audit sertifikasi dalam periode tahun Ok

Coloumn chart Menampilkan nama komoditi yang lama waktu penerbitan sertifikasi melebihi 10 hari kerja dalam periode bulan

Ok 6 Sertifikasi tepat

waktu

Gauge chart Menampilkan capaian penyelesaiaan SPPT SNI yang tepat waktu terhadap target dalam dalam satuan presentase

Ok

(16)

2. Uji coba validasi

Tujuan : memastikan bahwa dashboard memenuhi syarat manajemen

Lembaga Sertifikasi Produk.

Hasil Validasi:

Seluruh KPI dalam scorecard dan user requirement yang

dikumpulkan pada fase intelijen telah diimplementasikan dalam

dashboard

Hasil Wawancara Sebelum dan Sesudah dashboard :

Pengaruh sebelum dan sesudah dashboard telah memberikan

kontribusi positif dalam rangka membantu monitoring efisiensi

layanan penyelesaiaan SPPT SNI

(17)

Hasil penelitian ini

1. Indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi proses penyelesaiaan sertifikasi antara lain ; Lama waktu penyelesaian SPPT SNI, Prosentase Penyelesaian SPPT SNI Tepat Waktu, Jumlah Penerimaan SPPT SNI tersertifikasi, Lama waktu audit kecukupan, Lama waktu audit kesesuaian, Dan lama waktu rapat tim teknis sampai tanda tangan

2. Pembuatan desain dashboard didasarkan pada kebutuhan pengguna dari hasil evaluasi kuisioner yang dibagikan kepada koresponden atau pengguna dengan nila rata-rata sebesar 6.1 (setujuh) artinya menunjukan untuk desain dashboard siap dikembangkan ke aplikasi dashboard atau setujuh dilakukan ke tahap berikutnya dikarenakan untuk tampilan warna dan fungsi tata letak sesuai dengan kebutuhan pengguna

3. Pada tahap uji coba verifikasi yang diwakili manajemen, tampilan komponen pada dashboard sesuai dengan desain.

4. Hasil aplikasi dashboard di validasikan kepada pengguna hasilnya dapat diterima dan dimanfaatkan oleh pengguna

5. Aplikasi dashboard menghasilkan informasi penting terkait kinerja efisiensi layanan proses sertifikasi pada masing – masing KPI

6. Total pendaftar 353 SPPT SNI yang inlier sebesar 237 SPPT SNI sementara yang oulier sebesar 116 SPPT SNI sehingga capaian penyelesaian SPPT SNI 67 %. Penyebab tidak tercapainya 70 % target penyelesaian SPPT SNI 35 hari kerja dipengaruhi oleh beberapa factor ekternal dan factor internal. Misalnya, Penerimaan jumlah SPPT SNI yang diajukan pihak perusahaan / eksternal dipengaruhi lama waktu audit kecukupan dari target 5 hari kerja yang inlier (tepat waktu) 50 % serta lama waktu audit kesesuaian dari target 20 hari kerja

kesesuaian yang inlier (tepat waktu) 50 % . Tetapi dari penerbitan sertifikasi target terpenuhi 100% inlier (tepat waktu). Terdapat 10 komoditi yang menyebabkan tidak tercapainya target yaitu komoditi baja 4096, baja 0601, Kipas angin 60335, Pompa 6292, Pupuk 2089, Pupuk 3769, Pupuk TSP 2086, Regulator 3769, Bronjong kawat 0090 dan Semen 7064.

7. Penerapan regulasi SNI wajib tidak disosialisasikan ke Industri, baik Industri besar dan industry kecil.

8. Dalam proses audit kecukupan kelengkapan dokumen pihak ekternal dibutuhkan, kekurangan dokumen yang dimiliki pihak perusahaan maka waktu audit kesesuaian atau audit lapangan akan tertunda sementara sampai dokumen yang diajukan komplit. Kelengkapan dokumen yang dimaksud antara lain dokumen administrasi, dokumen Sistem Manajemen Mutu dan Dokumen Teknis

9. Kesiapan Pabrik atau manufaktur dalam rangka proses audit kesesuaian mundur dari jadwal yang ditentukan. Hal ini disebabkan kesiapan SDM manufactur / pabrik belum memadai mengenai Implementasi SMM (Sistem Manajemen Mutu) , pemahaman ISO 9001:2008, pemahaman Standart mutu produk dan kelengkapan alat uji untuk mutu produk dalam rangka memenuhi syarat mutu.

(18)

Kesimpulan

• Indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi proses penyelesaiaan sertifikasi antara lain ; Lama waktu penyelesaian SPPT SNI, Prosentase Penyelesaian SPPT SNI Tepat Waktu, Jumlah Penerimaan SPPT SNI tersertifikasi, Lama waktu audit kecukupan, Lama waktu audit kesesuaian, Dan lama waktu rapat tim teknis sampai tanda tangan

Pembuatan desain dashboard didasarkan pada kebutuhan pengguna

Berdasarkan hasil uji coba verifikasi komponen dashboard, komponen dalam dashboard telah berjalan sesuai dengan desain yang dibuat.

• Berdasarkan hasil kuisioner penerimaan aplikasi dashboard pengguna atau manejemen menyetujui aplikasi dashboard

• Total pendaftar 353 SPPT SNI yang inlier sebesar 237 SPPT SNI sementara yang oulier sebesar 116 SPPT SNI sehingga capaian penyelesaian SPPT SNI 67 %. Penyebab tidak tercapainya 70 % target penyelesaian SPPT SNI 35 hari kerja dipengaruhi oleh beberapa factor ekternal dan factor internal. Misalnya, Penerimaan jumlah SPPT SNI yang diajukan pihak perusahaan / eksternal dipengaruhi lama waktu audit kecukupan dari target 5 hari kerja yang inlier (tepat waktu) 50 % serta lama waktu audit kesesuaian dari target 20 hari kerja kesesuaian yang inlier (tepat waktu) 50 % . Tetapi dari penerbitan sertifikasi target terpenuhi 100% inlier (tepat waktu). Terdapat 10 komoditi yang menyebabkan tidak tercapainya target yaitu komoditi baja 4096, baja 0601, Kipas angin 60335, Pompa 6292, Pupuk 2089, Pupuk 3769, Pupuk TSP 2086, Regulator 3769, Bronjong kawat 0090 dan Semen 7064.

• Dan hasil validasi kepada pengguna atau manajerial,aplikasi dashboard setelah diimplementasikan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh pengguna.

Saran

Beberapa hal yang diharapkan dapat dikembangkan di masa mendatang adalah sebagai berikut:

1. Dashboard selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan untuk membantu proses monitoring efisiensi layanan proses

sertifikasi.

2. Karena teknologi yang digunakan untuk pengembangan saat ini hanya terbatas pada Xcelsius, maka masih terdapat batasan-batasan pengembangan terutama dalam hal komponen dashboard. Untuk pengembangan selanjutnya, diharapkan untuk lebih meng-explore komponen-komponen dashboard lain (di luar komponen Xcelsius) untuk diterapkan dalam dashboard apabila ingin melakukan pengembangan kedepaannya.

Gambar

Grafik Gauge Lama waktu penyelesaiaan SPPT SNI

Referensi

Dokumen terkait

Proses fermentasi secara fed-batch dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi plastik mudah lupus poli(3-hidroksibutirat) dari bahan dasar asam oleat menggunakan

Cuci tangan sebaiknya dilakukan sebelum memeriksa atau kontak langsung dengan  pasien,sebelum memakai sarung tangan bedah steril atau DTT setelah kedua

Bimbel BATASA adalah sebuah bimbingan belajar yang menawarkan konsep baru, yaitu Bimbel Akselerasi dan Terintegrasi.. Bisnis ini tergolong bisnis yang menawarkan

(1) Untuk memiliki SPPT-SNI Minyak Goreng Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Produsen dan/atau Pengemas mengajukan permohonan penerbitan SPPT-SNI Minyak Goreng

Penyelesaian permohonan Wajib Pajak berkaitan dengan balik nama di SPPT, pembetulan luas dan kelas tanah/bangunan, keberatan dan pengurangan atas pajak terutang sudah tepat

(1) Sesuai dengan SPPT-SNI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) huruf a, Pelaku Usaha wajib melakukan penandaan berupa tanda SNI, nomor SNI, dan kode LSPro

Dalam perspektif perencanaan pembangunan daerah, sesuai amanat UndangUndang Nomor 25 Tahun 2004 dan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 pada Pasal 272 Ayat

Sumenep Tidak ditemukan 306081 Jawa Timur Kab. Sumenep