• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar lampiran 2. Peta kuasa pertambangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gambar lampiran 2. Peta kuasa pertambangan"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

---- l<ETERANGAN ---- B a t e s "royrslw l ( b G l * T M F I I U A M U I H U A I 1 0 1 1 SE.HI#.NAT&NCIEU*L*iI?.* i l i , w O I Y & ( . 3 : 1 t U I % 4 F t i ( l / . t . t b - W W ? ! c11 Y i YS C I . 3 N * L V . ' A x l C r P a l C * " P L * ' * * Y * " II'I).,(I P * ( . Y I H I I I * L U * , I I " ) A t ? % liV4LA "1 OOOOU

(4)

PETA LOKASI PENAMBANGAN PT YUDlSTlRA BUM1 BHAKTI

EPA - TANJUNG BULI - HALWHERA TlMUR K e t e r a n g o n

.

MALUKU UTARA : K o n t u r

.

F r ~ n t S u r i i

U

.

-

< ,'-

.$,-' : J a l o n

1

z F r m n t Yessy

A

a

: K e n t o r

I

F r o n t I t a l y

0 ; EFD Dcrmpo : F r a n t Oehin Eoet

0

: EFO C.3 I : F r o n t Oshin %st gCALk 1 : 15000

0

: D e r m g a Curah 5% , Front M c r r y

(5)
(6)

Tabel lampiran

1. Hasil

Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam

pengelolaan reklamasi lahan pasca penambangan

nikel PT. Aneka Tambang Tbk

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

EKOLOGI

r

0,291 EKONOMI 0,501 0,333 SOSIAL 0,291

1

0,068 KLG EKOLOGI

r

0,495 PRH

4

-

0,219 EKONOMI 0.194 SOSIAL 0,194

t

0,117 KLG PTlLP

-

0,102

t

EKONOMI 0,395 SOSIAL 0,239 L KLG 0.168 EKOLOGI

r

0,564 SOSIAL

-

0,128 KLG 0,082

-

EKOLOGI 0,324 EKONOMI

-

0.311 I SOSIAL 0,260 KELEMBAGAAN I 0,105

i

PLPPL 0,285 MRLPE 0,304 PMPLP 0,182 RMRKP 0,229 EKOLOGI 0,163

-

M S

i

EKONOMI

-

0,068 0,395

-

SOSIAL

-

0,278 KLG 0,163

-

lndeks Inkonsistensi = 0,02

(7)

Tabel lampiran 2. Hasil Analytical Hierarchy Process

(AHP)

pembobotan

kepentingan kelompok stakeholders dalam rangka

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi Iahan

pasca penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

P

-

w

TMKW3113AS LAHASIT

-

Pembobotan kepentingan kelompok

stakeholders

dalam rangka mencapai tujuan

lndeks Inkonsistensi = 0,02 PMD PRH PTlLP MSY PRH 3,o TUJUAN SINGKATAN PMD PRH PTlLP MSY LSM

PENJNGKATAN KUALITAS LAHAN KETERANGAN

PEMERINTAH OAEmH PERUSAHAAN

PERGURUAN TlNGGllLEMBAGA PENELlTlAN MASYARAKAT

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT r F klG 0 501 PR ti 0 219 - FT;ZP 0.102

-

USu O M S - LSM 0 109

-

-

LSM 5,o 2,o 1

,o

2,o PTlLP 5,o 3,o MSY 5,O

3,o

2,0

(8)

Tabel lampiran 3. Hasil

Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

kepentingan kelompok

stakeholders dengan aktor

PEMDA

dalam rangka mencapai tujuan untuk

pengelolaan reklamasi lahan pasca penambangan nikel

PT.

Aneka Tambang Tbk

E W M P M K V A U T A S

WM

Pembobotan kepentingan kelompok stakehokhdengan aktor PEMDA dalam rangka mencapai tujuan

EKL EKO SOS SOS 1 ,o 1

,o

EKO 1,o KLG

3,O

5,O

3,O

TUJUAN SINGKATAN PEMDA EKL EKO SOS KLG

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN PEMERINTAH DAERAH EKOLOGI EKONOMI SOSIAL KELEMBAGAAN 0,086

-

lndeks Inkonsistensi = 0,01

(9)

Tabel lampiran

4. Hasil Analytical Hierarchy Process

( A H P ) pembobotan

kepentingan kelompok

stakeholders dengan aktor

perusahaan dalam rangka mencapai tujuan untuk

pengelolaan reklamasi lahan pasca penambangan nikel

PT. Aneka Tambang Tbk

EKL EKO SOS

PEmU

-

fM KUAUTAS LAHAM

Pembobotan kepentingan kelompok sfakehoMers dengan aktor perusahaan dalam rangka mencapai tujuan

0,194

!

I

0,194

-

0,117

-

lndeks Inkonsistensi = 0,02 TUJUAN SINGKATAN PRH EKL EKO SOS KLG EKO

3,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN KETERANGAN PERUSAHAAN EKOLOGI EKONOMI SOSl AL KELEMBAGAAN SOS

3,o

1

,o

KLG

3,o

2,o

2,o

(10)

Tabel lampiran 5. Hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

kepentingan kelompok stakeholders dengan aktor

PTtLP

dalam rangka mencapai tujuan untuk pengelolaan

reklamasi lahan pasca penambangan nikel PT. Aneka

Tambang Tbk

E

m

TAHKUAIhlrkS

LAHAM

Pembobotan kepentingan kelompok stakehouersdengan aktor PTlLP dalam rangka mencapai tujuan

- KLG 1

,o

2 0 2,o EKL EKO SOS TUJUAN SINGKATAN PTRP EKL EKO SOS KLG EKO 2,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN KETERANGAN

PERGURUAN TlNGGllLEMBAGA PENELlTlAN EKOLOGI EKONOMI SOSIAL KELEMBAGAAN SOS 1

,o

2,o lndeks Inkonsistensi

=

0,02

- - -

(11)

Tabel lampiran 6. Hasil Analytical Hierarchy Process

( A H P )

pembobotan

kepentingan kelompok stakeholders dengan aktor

LSM

dalam rangka mencapai tujuan untuk pengelolaan

reklamasi lahan pasca penambangan nikel PT. Aneka

Tambang Tbk

PEWM

TAM

PEUNfllrS

L

AHAN

Pembobotan kepentingan kelompok stakehoMersdengan aktor LSM dalam rangka mencapai tujuan

EKL EKO SOS TUJUAN SINGKATAN LMS EKL - EKO SOS KLG 0,128 lndeks Inkonsistensi = 0,02 KLG 5,O 3,O 2,o EKO 3,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT EKOLOGI EKONOMI SOSIAL KELEMBAGAAN SOS 5,o 2 0

(12)

Tabel lampiran 7. Hasil

Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

kepentingan kelompok

stakeholders dengan aktor

masyarakat dalam rangka mencapai tujuan untuk

pengelolaan reklamasi lahan pasca penambangan nikel

PT. Aneka Tambang Tbk

E

m

3:AM

KUAM.4S

LAHAN

Pembobotan kepentingan kelompok stakeholders dengan aktor masyarakat dalam rangka mencapai tujuan

EKL EKO SOS TUJUAN SINGKATAN MSY EKL EKO SOS KLG EKL 0.163

-

m u

0,395 $ 0 5 0,278 R'L6 0,163 lndeks Inkonsistensi = 0,02 EKO 2 0

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN MASYARAKAT EKOLOGI EKONOMI SOSIAL KELEMBAGAAN SOS 2,o 2 8 KLG 1 ,o 2 0 2,o

(13)

Tabel lampiran

8. Hasil Analytical Hierarchy Process

(AHP)

pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekologi oleh

kelompok

stakeholders

PEMDA

dalam rangka mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel

PT.

Aneka Tambang Tbk

PIE-

T A M M U A S

LMdW

Pembobotan altematif kepentingan dengan aspek ekologi oleh kelompok stakeholders PEMDA dalam rangka mencapai tujuan

RMRKP 1 ,o 1,o 2,o PMPLP

3,o

2,o PLPPL MRLPE PMPLP MRLPE 2,o

TU JUAN

SINGKATAN BMD EKL PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PEMERINTAH DAERAH EKOLOGI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCAPENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

PLaPr 0,366

(14)

Tabel lampiran

9. Hasil Analytical Hierarchy Process ( A H P ) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh

kelompok

stakeholders

PEMDA

dalam ran+

mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel

PT.

Aneka Tambang Tbk

-

PElW#WUl

TAN

6YVALfTAS

LAHAN

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh kelompok stakeholders PEMDA dalam rangka mencapai tujuan

RMRKP 2,o 2,o 1

,o

PLPPL MRLPE PMPLP

TUJUAN

SINGKATAN PMD EKO PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP MRLPE 1 ,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PEMERINTAH DAERAH EKONOMI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGCLOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

PMPLP 290

1

,o

P U P L 0,338

(15)

Tabel lampiran 10. Hasil Analytical Hierarchy Process

(AHP)

pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek sosial oleh kelompok

stakeholders PEMDA

dalam rangka mencapai tujuan

untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca penambangan

nikel PT. Aneka Tambang Tbk

PLPPL MRLPE PMPLP

P

M

M

TBIIBKWUJTA

S

LAHAIN

Pembobotan altematif kepentingan dengan aspek sosial oleh kelompok stakeholders PEMDA dalam rangka mencapai tujuan

lndeks Inkonsistensi = 0,02

TUJUAN

SINGKATAN PMD SOS PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PEMERINTAH DAERAH SOSIAL

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

RMRKP 1

,o

2,o 1 ,O MRLPE 2,o PWPk 0,168

-

MReEj 0,395 PMPLP 0,239 RMRKP 0,198 PMPLP 2,o 2,o

(16)

Tabel lampiran 11. Hasil Analytical Hierarchy Process

(AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh

kelompok stakeholders PEMDA dalam rangka mencapai

tujuan

untuk pengelolaan rekIamasi lahan pasca

penambangan nikel

PT.

Aneka Tambang Tbk

-

P m f r O N

KUUt7'A

S I d S J M

Pernbobotan alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaa oleh kelompok stakeholders PEMDA dalam rangka mencapai tujuan

PLPPL MRLPE PMPLP

TUJUAN

SINGKATAN PMD KLG PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP PLPP L 0,278 WRLPE. 0,163

-

PCdfPLP 0,163

-

P;MPHP 0,395 lndeks Inkonsistensi = 0,02 MRLPE 230

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PEMERINTAH DAERAH KELEMBAGAAN

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKQNQMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

PMPLP 2,o 1

,o

RMRKP 280 2,o 2,o

(17)

Tabel lampiran

12.

Hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekologi oleh

kelompok

stakeholders perusahaan dalam ran&

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

PLPPL MRLPE PMPLP

TUJUAN

SINGKATAN PRH EKL PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP L MRLPE 1,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PERUSAHAAN EKOLOGI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DAUM MENENTUKAN PENGELOWN MHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

-

P!iW#XA

FAN

RUNSTAS LAHAW

-

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek ekologi oleh kelompok

stakehokfers

perusahaan dalam rangka mencapai tujuan

f'@P* 0,127

-

lndeks Inkonsistensi 0,01 PMPLP 310 2,o RMRKP 1

,o

4

,o

2,o

(18)

Tabel lampiran 13. Hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh

kelompok

stakeholders perusahaan dalam rangka

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

PEM?GM?AM

KU&iT#S

L c W M

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh kelompok stakeholders perusahaan dalam rangka mencapai tujuan

RMRKP

190

3,O

1,o

PMPLP

110

3,o

PLPPL MRLPE PMPLP MRLPE

2,o

TUJUAN

SINGKATAN PRH EKO PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PERUSAHAAN EKONOMI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONQMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCAPENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARI PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

P ~ P L 0,191

-

M R U E 0,467

kW@@ 0,171

-

-

(19)

Tabel lampiran 14. Hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek sosial oleh

kelompok stakeholders perusahaan dalam rangka

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

SWV#VGMTAN KVM'1"AS WM

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek sosial oleh kelompok stakeholders perusahaan dalam rangka mencapai tujuan

PLPPL MRLPE PMPLP MRLPE 2,o

TUJUAN

SINGKATAN PRH SOS PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP PMPLP 1,o 2,o

PENlNGKATAN KUALiTAS LAHAN

KETERANGAN

PERUSAHAAN SOSIAL

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMBAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCAPENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

RMRKP 1

,o

3,O 2,O PLPPL 0,195 L, - M R P E 0,426 PMP6.P 0,231 ! F.MRF.% 3,:& - lndeks Inkonsistensi

=

0,02

(20)

Tabel lampiran

15. Hasil Analytical Hierarchy Process

(AHP)

pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh

kelompok sakeholders perusahaan dalam rangka

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

I

P-FM

KUALUdS W

A

N

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh kelompok stakeholders perusahaan dalam rangka mencapai tujuan

PLPPL MRLPE PMPLP

TUJUAN

SINGKATAN PRH KLG PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP MFZLPE 0,163

-

PMPLP

0,163

-

RMRKP

0,395 lndeks Inkonsistensi = 0,02 MRLPE 2,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PERUSAHAAN KELEMBAGAAN

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DAWM MENENTUKAN PENGELOMAN U H A N PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

PMPLP 280 1,o RMRKP 230 2,o 2,o

(21)

Tabel lampiran 16. Hasil

Analytical Hierarchy Process

(AHP)

pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekologi oleh

kelompok

stakeholders

PTLP

dalam

rangka

mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel

PT.

Aneka Tambang Tbk

PEAIBWKA

TAN

K U ! I T A S

L

W

!

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek ekologi oieh kelompok stakeholders PTILP dalam rangka mencapai tujuan

RMRKP 2,o 1 ,O 1

,o

PLPPL MRLPE PMPLP MRLPE 1,o

TUJUAN

SINGKATAN PTILP EKL PLPPL

-

MRLPE PMPLP RMRKP PMPLP 2,o 2,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PERGURUAN TlNGGllLEMBAGA PENELITIAN EKOLOGI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARI PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

FiPPL 0,338 MRLPE 0,288

PMPL? 0,169

R U R W 0,205

0

(22)

Tabel lampiran 17. Hasil Analytical

Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh

kelompok

stakeholders

daiam ran&

mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel

PT.

Aneka Tambang Tbk

1

P € M M X A ' T M K U M ~ A S

L

M

Pernbobotan alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh kelompok

stakeholders

PTRP dalam rangka mencapai tujuan

RMRKP 2,O 2,o 2,O PMPLP 1 ,O 2 4 PLPPL MRLPE PMPLP MRLPE 3,O

TUJUAN

SINGKATAN PTLP EKO PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PERGURUAN TlNGGlREMBAGA PENELlTlAN EKONOMI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASlS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCAPENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

PWPL 0,144 1 - 1

U R U E 08425

FkLPW 0,161

-

AURKP 0,270

(23)

Tabel lampiran

18. Hasil

Analytical Hierarchy Process

(AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek sosial oleh

kelompok

stakeholders

PTLP dalam rangka mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel

PT.

Aneka Tambang Tbk

m m m

VAHK(kQUr"S L

m

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek sosial oleh kelompok stakeholders PTILP dalam rangka mencapai tujuan

RMRKP 190 2 8 1,o PLPPL MRLPE PMPLP 0,168 __I-. MRLPE 0,395 PMPLP 0,239 lndeks lnkonsistensi

=

0,02

MRLPE 2,o PMPLP 2,o 2,o

(24)

Tabel lampiran

19. Hasil Analytical Hierarchy Process ( A H P ) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh

kelompok

stakehotders

PTLP

dalam ran& mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

P

m

T&N KUALITA

S

L A H A H

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh kelompok stakeholders PTlLP dalam rangka mencapai tujuan

PLPPL MRLPE PMPLP

-

PMPLP 2,o 1,o MRLPE 3,o RMRKP 2,o 3,o 3,o

TUJUAN

SINGKATAN PTRP KLG PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PERGURUAN TlNGGllLEMBAGA PENELlTlAN KELEMBAGAAN

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

P U P L 0,288 5dRrF.E 0,126 P N P L P 0,138

-

filLalWP 0,449 .I lndeks Inkonsistensi = 0,02

.-

(25)

Tabel lampiran 20. Hasil Analytical Hierarchy Process ( A H P ) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekologi oleh

kelompok stakeholders

LSM dalam rangka mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikei PT. Aneka Tambang Tbk

P

-

TA#WAU

FAS

LAW#

Pembobotan altematif kepentingan dengan aspek ekologi oleh kelompok stakeholders LSM dalam rangka mencapai tujuan

lndeks Inkonsistensi

0,02

PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

3,o

2,o

1

,o

MRLPE

3,o

TUJUAN

SINGKATAN LSM EKL PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP PMPLP

3,o

2,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT EKOLOGI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKEUNJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNllAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

FLFPL 0,495

MRLPE 0,232

(26)

Tabel lampiran 21. Hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh

kelompok stakeholders LSM dalam rangka mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

-

.?WWGUi

TAN KVALJfAS LBHM

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh kelompok stakeholders LSM dalarn rangka mencapai tujuan

PLPPL MRLPE PMPLP

TUJUAN

SINGKATAN LSM EKO PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP p ~ p w 0,194

-

A ~ R K ; P 0,117

-

lndeks Inkonsistensi

=

0,02 MRLPE

3,o

PENlNGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT EKONOMI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

PMPLP

3,o

1,o RMRKP

3,o

2,o 2,Q

(27)

Tabel lampiran

22. Hasil

Analytical Hierarchy Process

( A H P )

pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek sosial oleh

kelompok

stakeholders LSM dalam rangka mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

f

E

m

TA#MklLCJT'.S L~~

Pernbobotan alternatif kepentingan dengan aspek sosial oleh kelompok stakeholders LSM dalarn rangka mencapai tujuan

RMRKP 2,o 2,o 1,o PMPLP 2,o 1,o PLPPL MRLPE PMPLP MRLPE 1

,o

TUJUAN

SINGKATAN LSM SOS PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETEWNGAN

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT SOSIAL

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONQMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOIAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

MRLFE 08228

PMPLP 0,205

R M k W 0,196

-

(28)

Tabel lampiran

23. Hasil Anat'yfical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh

kelompok stakeholders LSM dalam rangka mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

#?EM-

7'rnWAt.J rAS

L

H

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh kelompok stakeholders LSM dalam rangka mencapai tujuan

RMRKP

1,O

3,o

2,o PLPPL MRLPE PMPLP MRLPE $0

TUJUAN

SINGKATAN LSM KLG PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP PMPLP

2,O

1

,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT KELEMBAGAAN

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNllAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTISIPAS1 MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

* PWPL 0,354 nt4WE 0,131

-

PklPLP 0,161 - - - RMRKP 0,354 lndeks Inkonsistensi

=

0,01

(29)

Tabel lampiran 24. Hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekologi oleh

kelompok stakeholders masyarakat dalam rangka

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

,

f%WWG;CYBTAN K W Y . 4 5 LAHAM

Pembobotan altematif kepentingan dengan aspek ekologi oleh kelompok stakeholders masyarakat dalam rangka mencapai tujuan

PLPPL MRLPE PMPCP PMPLP

2,O

3,O

MRLPE

3,O

RMRKP 1

,O

3,O

1

,o

TUJUAN

SINGKATAN MSY EKL PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KEf EWNGAN MASYARAKAT EKOLOGI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNllAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCAPENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

MRLF E 0,495

F M P U 0,200

-

(30)

Tabel lampiran 25. Hasil Analytical Hierarchy Process

(AHP)

pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh

kelompok stakeholders masyarakat dalam rangka

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca penambangan nikel

PT.

Aneka Tambang Tbk

P E M G K A T A N K V U T A S

UWltrr

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek ekonomi oleh kelompok sfakeholders masyarakat dalam rangka rnencapai tujuan

RMRKP 280 2 8 1 ,O PLPPL MRLPE PMPLP MRLPE 280

TUJUAN

SINGKATAN MSY EKO PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP PMPLP 280 2,o

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

MASYARAKAT EKONOMI

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCAPENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

PLPP L 0,140 - - , j MBLPE 0*395

PMPW 0,232

RMRKF 0,232

2

lndeks Inkonsistensi = 0,02

(31)

Tabel lampiran 26. Hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek sosial oleh

kelompok stakeholders masyarakat dalam rangka

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

#?EMGM3rM

KUbKTTASLAfCAM

Pembobotan altematif kepentingan dengan aspek sosial oleh kelompok stakeholders rnasyarakat dalarn rangka mencapai tujuan

RMRKP 1 ,Q 2 0 3,o PMPLP 2,Q 1

,o

PLPPL MRLPE PMPCP MRLPE

2,Q

TUJUAN

SINGKATAN MSY SOS PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

MASYARAKAT SOSIAL

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASlS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTISIPAS1 MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCAPENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SET EMPAT DALAM HAL PENGELOWN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

P a P t g 0,363

(32)

Tabel lampiran 27. Hasil Analytical Hierarchy Process (AHP) pembobotan

alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh

kelompok stakeholders masyarakat dalam rangka

mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

1

P;EMWGiW

Tm KIEALCTAS L

M

Pembobotan alternatif kepentingan dengan aspek kelembagaan oleh kelompok stakeholders masyarakat dalam rangka mencapai tujuan

PLPPL MRLPE PMPLP i PMPLP 1,o 2,o MRLPE 1

,o

MSY KEL PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP RMRKP 2,o

1,o

2,o MASYARAKAT KELEMBAGAAN

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

REKLAMASl HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

TUJUAN

SINGKATAN P W P L Ona5 MAWE 0,288 P M P ~ 0,169

-

RMRGiP 0,338 lndeks Inkonsistensi = 0,02

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

(33)

Tabel lampiran

28.

Hasil

Andyticd Hierarchy Process (AHP) nilai prioritas

kelompok

stakeholders dan alternatif dalam mencapai

tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan pasca

penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

---

PEMERINTAH DAERAH PERUSAHAAN

PERGURUAN TlNGGllLEMBAGA PENELlTlAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT MASYARAKAT

MRLPE MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG

BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN

RMRKP REKLAMASI HRS MEMPERHATIKAN RENC. KER. DR PEMDASETEMPAT

PMPLP PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN

(34)

Tabel

29.

Hasil

Analytical Hierarchy Process (AHP) nilai prioritas aspek

dalam mencapai tujuan untuk pengelolaan reklamasi lahan

pasca

penambangan nikel PT. Aneka Tambang Tbk

Analisis tingkat 2 dalam rangka mencapai tujuan Model Ideal

lndeks Inkonsistensi = 0,02

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

(35)

Tabel lampiran 30. Hasil Analytical Hierarchy

Process

(AHP) nilai prioritas

alternatif kebijakan dalam mencapai tujuan untuk

pengelolaan reMamasi lahan pasca penambangan nikel

PT. Aneka Tambang Tbk

PElWGM

TAN KUALITAS LAHAN

Analisis kombinasi faktor-faktor dalam mencapai tujuan Model Ideal lndeks Inkonsistensi = 0,02 URLPE 0,304 PLPPL 0.285 R M R w 0.229 PMPLp 0,182

TUJUAN

SINGKATAN PLPPL MRLPE PMPLP RMRKP

PENINGKATAN KUALITAS LAHAN

KETERANGAN

PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN

MELAKUKAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN YANG BERNlLAl EKONOMIS BAG1 MASYARAKAT SETEMPAT

PARTlSlPASl MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PENGELOLAAN LAHAN PASCAPENAMBANGAN

REKLAMASI HARUS MEMPERHATIKAN RENCANA KERJA DARl PEMERINTAH SETEMPAT DALAM HAL PENGELOLAAN LAHAN PASCA PENAMBANGAN

(36)
(37)
(38)

Areal Penanaman Triwulan IV Tahun 2006

Lokasi

:

Rosalina Bawah

Jenis Tanaman

:

Acasia nzangium, Sengon, Lamtoro dan Cover crop (Kacang-kacangan)

Waktu Tanam

:

November 2006

(39)

Areal Penanaman Triwulan I Tahun 2007

Lokasi

:

Lereng

grizzly

dan Rosalina bawah

Jenis Tanaman

:

Sengon, Lamtoro,

Acasia mangum dan

Cover

crop

Waktu Tanam

:

Januari-Maret 2007

(40)
(41)
(42)
(43)
(44)

Tabel lampiran

31.

(Lanjutan)

BAB I11

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANCAN

Pasal6

(1) Pengusaha pertambangan wajib menyampaikan rencana tahunan pengelolaan

lingkungan kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang dengan tembusan kepada

Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang Wilayah yang memuat antara lain

:

a. Rencana peruntukan lahan.

b. Teknik dan metode pengelolaan lingkungnan.

c. Jadwallpelaksanaan pekerjaan dan penyelesaian tiap tahap reklamasi.

d. Luas lahan yang akan direklamasi.

e. Jenis tanaman yang akan ditanarni.

f.

Perkiraan biaya.

(2) Pengusaha pertambangan wajib menyampaikan rencana tahunan pemantauan

lingkungan kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang dengan tembusan kepada

Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang Wilayah yang memuat antara lain

:

a. Parameter lingkungan yang dipantau.

b. Lokasiltitik pantau.

c. Kekerapan pemantauan.

d. Perkiraan biaya pemantauan.

Kepala Teknik Tambang hams melakukan upaya pencegahan atas kemungkinan

perusakan dan pencemaran lingkungan.

Pasal

8

Dalam ha1 sudah terjadi perusakan dan atau pencemaran lingkungan Kepala Teknik

Tarnbang hams melakukan upaya penanggulangan pada sumber pencemaran.

Pasal9

(1) Air larian

(run

08

yang mengalir di permukaan daerah yang terbuka hams dialirkan

melalui saluran yang berfungsi dengan baik ke kolarn pengendapan sebelum dibuang

ke perairan umum.

(2) Kolam pengendapan harus dibuat di lokasi yang stabil serta terpelihara dan berhngsi

dengan baik.

Pasal 10

Air yang berasal dari kegiatan usaha pertambangan sebelum dialirkan ke perairan umum

hams diolah terlebih dahulu sehingga memenuhi baku mutu lingkungan sesuai peraturan

perundangan yang berlaku.

Pasal

I 1

Lereng yang dibentuk dan atau terbentuk pada kegiatan usaha pertambangan harus

mantap sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

(45)
(46)

Tabel lampiran

31.

(Lanjutan)

Pasal 12

(1) Reklamasi daerah bekas penambangan harus dilakukan secepatnya sesuai dengan

rencana reklamasi dan persyaratan yang telah ditetapkan.

(2) Reklamasi sebagaimana dimaksud ayat (I) dinyatakan selesai, setelah disetujui oleh

Direktur Jenderal.

Pasal 13

(1) Kepala Teknik Tambang wajib melakukan penanaman kembali daerah

bekas

penambangan dan daerah yang digunakan

untuk

kegiatan usaha pertambangan sesuai

dengan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau upaya Pengelolaan

Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Linghngan

(UPL) yang bersangkutan.

(2) Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang dapat memberikan pengecualian atas kewajiban

penanaman kembali sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Pasal 14

(1) Kepala Teknik Tambang wajib membuat peta pengelolaan dan pemantauan

lingkungan.

(2)

Bentuk dan

tata

cara penyampaian peta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)

ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Pasal 15

(1)

Dalam pelaksanaan penambangan:

a. Pembukaan lahan hams dilakukan sesuai dengan kebutuhan penambangan.

b. Tanah pucuk (top soil) hasil pengupasan hams segera di manfaatkan untuk

keperluan revegetasi.

c. Tanah penutup hasil pegupasan dan material buangan lainnya hams ditimbun

dengan cara yang benar dan pada ternpat yang aman.

d. Timbunan tanah penutup dan material buangan lainnya harus dipantau secara

berkala.

e. Gangguan keseirnbangan hidrologis hams seminimal mungkin.

f. Kegiatan penambangan dan penimbunan bahan galian, limbah serta penampungan

air limpasan hams dilakukan sedemikian rupa sehingga air

tanah terhindar dari

pencemaran.

g. Kegiatan transportasi terutarna yang melalui daerah pemukiman tidak boleh

menimbulkan polusi udara.

(2) Dalam pelaksanaan kegiatan tambang permukaan dengan sistem jenjang perlu

dilakukan studi tentang kemantapan lereng, sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

(3)

Tanah pucuk (top soio yang tidak segera dimanfaatkan kembali untuk keperluan

revegetasi, perlu diamankan dari kemsakan dan erosi

(47)

Tabel lampiran 31. (Lanjutan)

BAB V

JAMINAN REKLAMASI

Pasal29

(1) Pengusaha pertambangan dapat diwajibkan untuk menempatkan dana jaminan

pelaksanaan reklamasi dan mendepositokan dana tersebut dalam rekening perusahaan

yang bersangkutan di suatu bank yang ditunjuk oleh pemerintah

(2) Besarnya dana jaminan pelaksanaan reklamasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)

dan tata cara penempatan serta pengembaliannya, ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

(3) Dana jaminan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak membebaskan pengusaha

pertambangan untuk melaksanakan reklamasi.

Undang-Undang 41 Tahun 1999 Tentang Kebutanan

1.

Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan

kehutanan hanya dapat dilakukan di dalam kawasan hutan produksi dan kawasan

hutan lindung.

2. Penggunaan kawasan hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) dapat dilakukan

tanpa mengubah fungsi pokok kawasan hutan.

3.

Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pertambangan dilakukan melalui

pemberian izin pinjam pakai oleh Menteri dengan mempertimbangkan batasan luas

dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan.

4.

Pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola

pertambangan terbuka.

5. Pemberian izin pinjam pakai sebagaimana dimaksud pada ayat

(3)

yang berdampak

penting dan cakupan yang luas serta bernilai strategis dilakukan oleh Menteri atas

persetujuan Dewan Penvakilan Rakyat.

Bagian Keempat

Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan

Rehabilitasi hutan dan lahan dimaksudkan untuk memulihkan,

mempertahankan, dan

meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas, dan

peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.

1.

Rehabilitasi hutan dan lahan diselenggarakan melalui kegiatan

:

a. Reboisasi

b. Penghijauan

c. Pemeliharaan

d. Pengayaan tanaman, atau

e. Penerapan teknik konservasi tanah secara vegetatif dan sipil teknis, pada lahan

kritis dan tidak produktif.

(48)

Tabel lampiran 31. (Lanjutan)

2. Kegiatan rahabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan di semua hutan

dan kawasan hutan kecuali cagar alam dan zona inti taman nasional.

1. Rehabilitasi hutan dan lahan dilaksanakan berdasarkan kondisi spesifikasi biofisik.

2. Penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan diutarnakan pelaksanaannya melalui

pendekatan partisipatif dalam rangka mengembangkan potensi dan memberdayakan

masyarakat.

3. Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (I) dan ayat (2) diatur

dengan Peraturan Pemerintah.

1. Setiap orang memiliki, mengelola, dan atau memanfaatkan hutan yang kritis atau

tidak produktif, wajib melaksanakan rehabilitasi hutan untuk tujuan perlindungan dan

konservasi.

2. Dalam pelaksanaan rehabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat

(I), setiap orang

dapat meminta pendampingan, pelayanan dan dukungan kepada lembaga swadaya

masyarakat, pihak lain atau pemerintah.

Pasal44

1.

Reklamasi hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

21 huruf c, meliputi usaha

untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi hutan yang rusak

agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya.

2. Kegiatan reklamasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi inventarisasi

lokasi, penetapan lokasi, perencanaan, dan pelaksanaan reklamasi.

3. Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat

( I ) dan ayat (2) diatur

dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal45

1.

Penggunaan kawasan huan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (1) yang

mengakibatkan kerusakan hutan, wajib dilakukan reklarnasi dan atau rehabilitasi

sesuai dengan pola yang ditetapkan pemerintah.

2. Reklamasi pada kawasan hutan bekas areal pertarnbangan, wajib dilaksanakan oleh

pemegang izin pertambangan sesuai dengan tahapan kegiatan pertambangan.

3. Pihak-pihak yang menggunakan kawasan hutan untuk kepentingan di luar kegiatan

kehutanan yang mengakibatkan perubahan permukaan dan penutupan tanah, wajib

membayar dana jaminan reklarnasi dan rehabilitasi.

4. Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (I), ayat

(2),

dan ayat (3)

diatur dengan Peraturan Pemerintah.

(49)

Tabel lampiran 31. (Lanjutan)

Undang Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang

:

Pengelolaan Lingkungan Hidup

BAB I11

HAK, KEWAJIBAN DAN PERAN MASYARAKAT

Pasal5

(1) Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

(2) Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan

peran dalam pengelolaan lingkungan hidup.

(3) Setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan

hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(1) Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian hngsi lingkungan hidup serta

mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan.

(2) Setiap orang yang melakukan usaha danlatau kegiatan berkewajiban memberikan

informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup.

(1) Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan

dalarn pengelolaan lingkungan hidup.

(2) Pelaksanaan ketentuan pada ayat (I) di atas, dilakukan dengan cara.

1. Meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat, dan kemitraan.

2. Menumbuh kembangkan kemarnpuan dan kepeloporan masyarakat.

3. Menumbuhkan ketanggap segeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial.

4. Memberikan saran pendapat.

5. Menyampaikan informasi dan/atau menyampaikan laporan.

BAB V

PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN

HIDUP

Pasal 14

(3) Untuk menjamin pelestarian fungsi lingkungan hidup, setiap usaha dan atau kegiatan

dilarang melanggar baku mutu dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

(4) Ketentuan mengenai baku mutu lingkungan hidup, pencegahan dan penanggulangan

pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan Peraturan Pemerintah.

(5) Ketentuan mengenai kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, pencegahan dan

penanggulangan kerusakan serta pemulihan daya dukungnya diatur dengan Peraturan

Pemerintah.

Pasal 15

(4) Setiap rencana usaha dan atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan

dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, wajib memiliki analisis

mengenai dampak lingkungan hidup.

(50)

Tabel lam piran 31. (Lanjutan)

(5) Ketentuan tentang rencana usaha dadatau kegiatan yang menimbulkan dampak besar

dan penting terhadap lingkungan hidup, sebagaimana dimaksud pada ayat (I), serta

tata cara penyusunan dan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan hidup

ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 16

(1) Setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajib melakukan pengelolaan

limbah hasil usaha dadatau kegiatan.

(2) Penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

dapat menyerahkan pengelolaan limbah tersebut kepada pihak lain.

(3) Ketentuan pelaksanaan pasal ini diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Bagian Ketiga Sanksi Administrasi

(1) GubernurJKepala Daerah Tingkat

I benvenang melakukan paksaan pemerintahan

terhadap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk mencegah dan mengakhiri

terjadinya pelanggaran, serta menanggulangi akibat yang ditimbulkan oleh suatu

pelanggaran, melakukan tindakan penyelamatan, penanggulangan, dadatau

pemulihan atas beban biaya penanggung jawab usaha danlatau kegiatan, kecuali

ditentukan lain berdasarkan Undang-undang.

(2) Wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (I), dapat diserahkan kepada

Bupati/Walikotamadya/Kepala

Daerah Tingkat

I1 dengan Peraturan Daerah Tingkat

I.

(3) Pihak ketiga yang berkepentingan berhak mengajukan permohonan kepada pejabat

yang benvenang untuk melakukan paksaan pemerintahan, sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) dan ayat (2).

(4) Paksaan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), didahului

dengan surat perintah dari pejabat yang benvenang.

(5) Tindakan penyelamatan, penanggulangan dan/atau pemulihan sebagaimana dimaksud

pada ayat (I) dapat diganti dengan pembayaran sejumlah uang tertentu.

Gambar

Gambar lampiran  3.  Peta lokasi penambangan PT. Yudistira Bumi Bhakti Epa-Tanjung Buli-Halmahera Timur
Tabel  lampiran  1.  Hasil  Analytical  Hierarchy  Process  (AHP)  dalam  pengelolaan  reklamasi  lahan  pasca  penambangan  nikel PT
Tabel  lampiran 5.  Hasil Analytical  Hierarchy  Process  (AHP)  pembobotan  kepentingan kelompok stakeholders dengan aktor  PTtLP  dalam  rangka  mencapai  tujuan  untuk  pengelolaan  reklamasi  lahan  pasca  penambangan nikel  PT
Tabel  lampiran  6.  Hasil Analytical  Hierarchy  Process  ( A H P )   pembobotan  kepentingan  kelompok  stakeholders dengan  aktor  LSM  dalam  rangka  mencapai  tujuan  untuk  pengelolaan  reklamasi  lahan  pasca  penambangan  nikel  PT
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Hasil yang diperoleh dari dugaan parameter model HB dapat digunakan untuk menduga nilai proporsi rumah tangga miskin pada desa/kelurahan lain yang tidak terpilih

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non- Makanan (GKNM), terlihat bahwa

P(3HB) merupakan biopolimer yang mengalami penguraian seratus persen apabila dibuang ke lingkungan (Tokiwa et al., 1994), sehingga dengan adanya komponen tersebut

Menurut Muhammad Muhyi Faruq (2009:53), passing atas adalah dengan menggunakan kedua tangan yang diangkat keatas lurus agak kedepan kepala, jari – jari tangan

Dari paparan diatas maka penelitian ini akan mengidentifikasi dan berfokus pada bagaimana komunikasi guru dalam memberikan tugas kepada siswa agar dapat mempengaruhi siswa

ingredient (measure (fraction 1 4) teaspoon) (preparation dried basil) 1/4 teaspoon dried basil ingredient (measure (fraction 1 4) teaspoon) paprika 1/4 teaspoon paprika

Pengamatan kerebahan dilakukan dengan cara menghitung anakan yang rebah saat menjelang panen yang dinyatakan dengan % dari jumlah anakan per individu tanaman