• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III STRATEGI DAN KONSEP PERANCANGAN. Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III STRATEGI DAN KONSEP PERANCANGAN. Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

STRATEGI DAN KONSEP PERANCANGAN

3.1. Profil Perusahaan

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda). Sebagai bentuk kepeduliannya akan keselamatan, Garuda Indonesia telah mendapatkan sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA). Hal ini membuktikan bahwa maskapai ini telah memenuhi standar internasional di bidang keselamatan dan keamanan. Untuk meningkatkan pelayanan, Garuda Indonesia telah meluncurkan layanan baru yang disebut "Garuda Indonesia Experience".

Layanan baru ini menawarkan konsep yang mencerminkan keramahan asli Indonesia dalam segala aspek. Untuk mendukung layanan ini, semua armada baru dilengkapi dengan interior paling mutakhir, yang dilengkapi LCD TV layar sentuh individual di seluruh kelas eksekutif dan ekonomi. Selain itu, penumpang juga dimanjakan dengan Audio and Video on Demand (AVOD), yaitu sistem hiburan yang menawarkan berbagai pilihan film atau lagu, sesuai pilihan masing-masing penumpang. Berbagai penghargaan pun telah diterima oleh Garuda Indonesia sebagai bukti dari keunggulannya. Pada tahun 2010, Skytrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai “Four Star Airline” dan sebagai “The

(2)

Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai “World's Best Regional Airline” dan “Maskapai Regional Terbaik di Dunia”.

Sebuah lembaga konsultasi penerbangan bernama Centre for Asia Aviation (CAPA), yang berpusat di Sydney, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai "Maskapai yang Paling Mengubah Haluan Tahun Ini", pada tahun 2010. Sedangkan Roy Morgan, lembaga peneliti independen di Australia, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai “The Best

International Airline” pada bulan Januari, Februari dan Juli 2012. Garuda

Indonesia memang telah berhasil mengubah haluannya, sehingga terhindar dari kegagalan di masa krisis dan meraih kesuksesan pada era 2006 hingga 2010. Setelah melalui masa-masa sulit, kini Garuda Indonesia melanjutkan kesuksesan dengan menjalankan program 5 tahun ekspansi secara agresif. Program ini dikenal dengan nama „Quantum Leap‟. Program ini diharapkan akan membawa

perusahaan menjadi lebih besar lagi, dengan jaringan yang lebih luas dan diiringi dengan kualitas pelayanan yang semakin baik. Saat ini Garuda Indonesia memiliki tiga hub di Indonesia. Pertama adalah hub bisnis yang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kedua adalah hub di daerah pariwisata yang berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kemudian untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke bagian timur Indonesia, Garuda Indonesia juga memiliki hub di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Terlepas dari bisnis utamanya sebagai maskapai penerbangan, Garuda Indonesia juga memiliki unit bisnis (Strategic Business Unit/SBU) dan anak perusahaan. Unit bisnis Garuda Indonesia adalah Garuda Cargo dan Garuda Medical Center. Sedangkan anak perusahaan Garuda Indonesia adalah PT Citilink Indonesia, yaitu maskapai tarif rendah (Low Cost Carrier), PT Aerowisata (hotel, transportasi darat, agen

(3)

perjalanan dan katering), PT Abacus Distribution System Indonesia (penyedia layanan sistem pemesanan tiket), PT Aero System Indonesia/Asyst (penyedia layanan teknologi informasi untuk industri pariwisawata dan transportasi) dan PT Garuda Maintenance Facility (GMF AeroAsia), yaitu perusahaan yang bergerak di bidang perawatan pesawat, perbaikan, dan overhaul. Pada bulan Februari 2011, Garuda Indonesia telah menjadi Perusahaan Publik dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kantor Pusat Garuda Indonesia

Alamat : JL. M1. Area Perkantoran Gedung Garuda City Center,

Soekarno-Hatta Internasional Airport Cengkareng 19120-Indonesia P.O.Box 1004

Telepon : 0 804 1 807 807 atau (021) 2351-9999

3.1.1. Visi dan Misi Visi Perusahaan

Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia.

Misi Perusahaan

Sebagai perusahan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional.

(4)

3.1.2. Logo Logo utama

Logo kedua

Gambar 3.1 Logo Garuda Indonesia

3.2. Analisa SWOT

Untuk membuat suatu perusahaan menjadi lebih besar perlu adanya strategi-strategi dalam melakukan promosi, karena dengan melakukan promosi maka banyak informasi-informasi yang disampaikan oleh suatu perusahaan itu dapat diterima oleh khalayak. Adapun dalam melakukan promosi suatu perusahaan mempunyai kebijakan kebijakan tersendiri dalam memilih media promosi dan sesuai dengan segmentasi perusahaan tersebut. Begitu banyak

(5)

media-media promosi yang ada pada saat ini salah satunya adalah melalui Media Interaktif.

Penulis membuat salah satu media promosi yaitu perancangan Media Interaktif karena sesuai dengan kebijakan perusahaan yang sedang di teliti yaitu perusahaan tersebut membutuhkan suatu kajian informasi tentang perusahaan tersebut yang cepat dan mudah dilihat oleh konsumen, dan menurut penulis Media Interaktif merupakan media yang paling tepat.

Strengths (kekuatan) Weaknesses (kelemahan) Opportunities (peluang) Threats (ancaman)  Mudah dipergunakan secara virtual.  Penyajian dalam bentuk animasi.  Jangkawan promosi tidak terbatas.  Dapat di download kapan saja.  Harus menggunakan Hardware dan software tambahan untuk menggunakann ya.  Dapat menarik para kalangan pengguna gadget.  Virus computer (Trojan). Tabel 3.1 SWOT 3.3. Strageti Komunikasi

Komunikasi tepat sasaran adalah komunikasi yang berlangsung apabila orang-orang terkait atau terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Untuk melancarkan tujuan dan melancarkan proses komunikasi dengan target sasaran maka disusun suatu strategi komunikasi yang meliputi beberapa hal yaitu melalui cara pendekatan, materi pesan, dan strategi penyampaian pesan.

(6)

Komunikasi yang dilakukan dalam Media Interaktif ini adalah memberikan informasi.

3.3.1. Target Audience

Dalam memilih target audience sebagai potensi yang akan kita jadikan target penjualan Garuda frequent flyer PT. Garuda Indonesia adalah :

1. Segmentasi Geografis

Mempromosikan produk Garuda Frequent Flyer keseluruh konsumen Garuda Indonesia mulai sabang sampai merauke daerah metropolitan.

2. Segmentasi Demografi

Usia : 18-50 tahun

Strata sosial : Kalangan menengah keatas

Pekerjaan : Mahasiswa, Pegawai swasta, Pengusaha 3. Segmentasi Psikografi

Calon pelanggan setia Garuda Indonesia, Pelaku bisnis pelanggan setia Garuda Indonesia.

3.3.2. Tujuan Komunikasi

Tujuan komunikasi perancangan Media Interaktif Garuda Frequent Flyer PT. Garuda Indonesia sangatlah penting agar media yang disampaikan dapat menuju tepat sasaran kepada audience dimana tahapan dan tujuannya adalah :

 Untuk menyampaikan pesan dan menginformasikan

khalayak mengenai kesadaran (Awarness) terhadap produk Garuda Frequent Flyer.

(7)

 Memberikan pengetahuan (Knowledge) mengenai pelayan

yang tersedia.

 Membangun citra positif masyarakat kepada produk Garuda

Frequent Flyer dengan cara menimbulkan rasa kenyamanan dikalangan konsumen.

 Meningkatkan image dari produk Garuda Frequent Flyer,

agar dapat dikenal lagi oleh konsumen. 3.3.3. Pesan Utama

Pesan utama yang akan disampaikan adalah pemasaran secara langsung kepada pelanggan, company pfofile PT. Garuda Indonesia yang berisikan data perusahaan untuk menunjukan kinerja serta karakter perusahaan dan keunggulan sehingga membuat konsumen tertarik untuk menggunakan produk Garuda Frequent Flyer dan informasi fasilitas fasilitas yang diberikan.

3.3.4. Materi Pesan

Materi dari Media Interaktif tersebut adalah :

a. Company Profile PT. Garuda Indonesia, Visi dan Misi serta penjabaran perusahaan.

b. Menu Product & Service, yang berisikan informasi mengenai produk dan peraturan yang ada.

c. Menu contact us, yang berisikan data data alamat PT. Garuda Indonesia

(8)

Dengan materi tersebut dan beserta animasi yang akan diterapkan, dan memberikan informasi yang lengkap kepada pelanggan setia maskapai garuda Indonesia khususnya pengguna frequent flyer.

3.4. Strategi Media

Ada nya media konvensional seperti brosure, poster, flyer di dunia modern seperti saat ini kurang diminati oleh masyarakat dengan banyaknya informasi yang harus diberikan kepada konsumen. Maka PT. Garuda Indonesia membuat sebuat trobosan baru dengan membuat media interaktif.

melakukan promosi produk Garuda Frequent Flyer di butuhkan beberapa media pendukung penyampaian informasinya, media pendukung yang dipergunakan antara lain :

A. Beberapa Media Lini Atas atau biasa disebut dengan Above The Line (ATL) antara lain :

a. Media cetak : Surat kabar, majalah

b. Media Elektronik : Televisi, Radio, Internet c. Media Luar Ruang : Billboard, Mobile Add

B. Beberapa Media Lini Bawah atau biasa disebut dengan Bellow The Line (BTL) antara lain :

a. Stiker b. T-Shirt c. Mouse Pad d. Gantungan Kunci

(9)

3.5. Program Software

Software yang digunakan dalam pembuatan Media Interaktif adalah Adobe Ilustrator, Adobe Photoshop dan Adobe Flash.

a. Adobe Ilustrator

Adobe Ilustrator merupakan program grafis berbasis vector

yang paling tangguh dan popular. Hal ini karena fasilitas-fasilitas di dalamnya dapat digunakan untuk membentuk objek secara tiga dimensi sehingga hasil yang diperoleh menyerupai objek yang sebenarnya.

Penulis menggunakan software ini pada saat membuat desain pada layout interface serta grafik pendukung lainnya.

(10)

b. Adobe Photoshop

Adobe Photoshop atau biasa disebut photoshop adalah

perangkat lunak editor citra buatan Adobe System yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dam pembuatan efek.

Gambar 3.3 Software Adobe Photoshop

Penulis menggunakan software ini pada saat mengedit dan memberi efek pada background serta pada gambar-gambar yang diperlukan pada isi Media Interaktif ini.

c. Adobe Flash

Adobe Flash (dahulu bernama Macromedia Flash) adalah

salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe System. Adobe Flash digunakan unutk membuat gambar vector maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .exe dan dapat diputer di penjelajah cd yang telah dipasangi Adobe

(11)

Gambar 3.4 Software Adobe Flash

3.6. Strategi Kreatif

Pendekatan bentuk kreasi yang unik, komunikatif, dan efisien memiliki nilai lebih pada media interaktif Garuda Frequent Flyer. Penyampaian informasi dalam bentuk Media interaktif dengan didukungnya unsur unsur grafik atau gambar yang sesuai dengan karakteristik dari PT. Garuda Indonesia.

3.7. Konsep Visual

Konsep Visual dalam merancang multimedia interaktif ini mengadopsi konsep karakteristik PT. Garuda Indonesia yang mempunyai makna yang kuat sehingga efektif dalam pembuatan suatu multimedia interaktif produk garuda

frequent flyer.

Dengan tampilan visual yang berkarakter PT. Garuda Indonesia, multimedia interaktif ini akan menjadi produk yang dipercaya oleh para pelanggan setia maskapai Garuda Indonesia.

(12)

3.7.1. Format Desain

Dalam perancangan Media Interaktif ini penulis memilih format desain dengan ukuran/resolusi 1024 x 768 pixel, pemilihan resolusi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan gadget masing masing para pelanggan setia Garuda Indonesia, pada dasarnya pemilihan format tersebut dipakai untuk mengesankan tampilan yang luas dan leluasa bagi penggunanya.

3.7.2. Layout Visual

Layout adalah mengatur penempatan berbagai unsur komposisi, seperti

teks, garis, warna, bidang, gambar dan sebagainya.

Layout visual pada Multimedia Interaktif ini akan selalu mengadopsi

layout PT. Garuda Indonesia yang mempunya ciri khas dengan nuansa warna biru dan element-element grafis seperti bulu burung garuda yang akan di padukan dengan gambar dan animasi yang ada. Pada tombol navigasi dibuat sederhana dengan tujuan mempermudah dalam presentasi namun disini menampilkan efek secara elegan setiap perpindahan halaman maupun penjelasan . inilah salah satu usaha untuk menghindari rasa bosan. Penempatan kolom navigasi dan keterangan akan disejajarkan namun tidak terlalu jauh karena hal ini mempengaruhi audience dalam menangkap pesan.

3.7.3. Tipografi

Huruf font yang akan digunakan adalah huruf yang dapat mewakili tema dan sesuai dengan target sasaran yang dituju. Selain itu, huruf yang digunakan adalah huruf yang mempunyai tingkat keterbacaan yang baik.

(13)

Trajan Pro A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Calibri A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Jenis font Trajan pro digunakan untuk mengidentifikasi bahwa multimedia ini benar benar dirilis oleh PT. Garuda Indonesia karna bentuk dan gaya dari font itu sendiri merupakan serupa dengan logo Garuda Indonesia. Pada font arial digunakan dalam multimedia ini sebagai isi materi karena berfungsi pada tingkat keterbacaan yang sangat baik dan jelas sehingga tidak akan membuat para pengguna multimedia merasa bosan dan jenuh.

3.7.4. Ilustrasi/fotografi

Ilustrasi yang digunakan dalam multimedia interaktif ini merupakan sebuah gagasan untuk mempermudah penjelasan pada isi materi dengan dibantunya berupa gambar-gambar atau ilustrasi, sifat dari ilustrasi ini berupa gambaran penghayalan nyata pada isi materinya sehingga para pengguna dapat mengerti dan dipahami dengan ada nya gambar atau ilustrasi tersebut agar tidak terjadi kesalah pahamn pada isi materi yang tersedia dalam multimedia tersebut.

(14)

Gambar 3.5 Gambar bentuk sayap

Sayap garuda merupakan elemen visual utama pada perusahaan ini dengan bentuk visual yang mencerminkan perusahaan penerbangan maka terciptalah visual sayap garuda tersebut sebagai elemen visual pada Multimedia Interaktif.

3.7.5. Warna

Dalam perancangan multimedia interaktif ini warna merupakan element yang sangat penting, dengan adanya warna para pengguna multimedia dapat mengetahui karakteristik dari PT. Garuda Indonesia yang digunakan di dalam multimedia tersebut.

(15)

Warna biru merupakan salah satu warna utama dalam logo Garuda Indonesia dalam multimedia interaktif tersebut yang menimbulkan kesan elegant dan terpecaya.

Warna hijau juga salah satu warna utama Garuda Indonesia yang menimbulkan kesan alam, ramah lingkungan peduli akan kelestarian bumi.

Warna biru tosca salah satu wrna utama Garuda Indonesia yang menciptakan kepercayaan yang cerah akan masa depan.

3.7.6. Transisi

Transisi (Transsition) adalah animasi peralihan antara 2 halaman dari halaman 1 ke halaman 2 atau berikutnya agar presentasi lebih variatif dan menarik. Berikut ini adalah beberapa transisi yang umum dipakai :

1. Cut to, berpindah secara teknik cut langsung ke adegan berikut/ selanjutnya.

2. Fade in, berpindah secara perlahan dari tak nampak, lalu muncul hingga nyata dan berpindah ke adegan berikutnya.

3. Fade out, berpindah secara perlahan dari nampak, lalu menghilang dan berpindah ke adegan berikutnya.

4. Dissolve, menghilang secara terpecah partikel pixel-nya hingga terkesan kasar. Transisi ini merupakan transisi yang jarang sekali dipakai karena alasan tersebut.

(16)

3.8. Konsep Multimedia 3.8.1. Teks

Teks adalah dasar dari semua aplikasi sebagai tampilan layar yang mempertunjukan kata-kata yang mungkin dibuat dengan berbagai macam dan bentuk font, pengaturan warna serta beberapa penekanan agar memperoleh perhatian lebih dari yang lain37. Beberapa kelebihan text didalam penggunaanya pada multimedia pembelajaran, yaitu :

1. Text dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang padat condensed.

2. Teknologi untuk menampilkan text pada layar komputer relatif lebih sederhana dibandingkan teknologi untuk menampilkan media lain.

3. Sangat cocok sebagai media input maupun umpan balik

feedback.

Namun ada pula kelemahan pada media text, yaitu:

1. Kurang kuat bila digunakan sebagai media untuk memberikan motivasi.

2. Mata cepat lelah ketika harus menyerap materi melalui text yang panjang dan padat pada layar komputer.

3.8.2. Image

Image adalah gambar, dan grafik suatu representasi

keadaan visual. File grafik dapat disertakan dalam dokumen web, yang bukan merupakan bagian dari dokumen tersebut, tetapi

37

(17)

merupakan link yang menunjukan lokasi dari file grafik tersebut. Pengertian image secara umum adalah gambar vektor maupun

bitmap38.

Kelebihan media gambar dibandingkan dengan hanya membaca tekx, yaitu:

1. Lebih mudah dalam mengidentifikasi objek-objek 2. Lebih mudah dalam mengklasifikasikan objek

3. Mampu menunjukan hubungan pesan image dari suatu objek. 4. Membantu menjelaskan konsep abstrak menjadi konkrit.

3.8.3. Animasi

Dalam pembuatan multimedia ini terdapat berupa animasi (gambar yang bergerak-gerak) dengan bertujuan memberikan petunjuk arahan kepada pengguna multimedia agar mendapatkan informasi yang lengkap sehingga informasi yang didapatkan agar tidak terlawati sedikitpun.

3.8.4. Suara

Dalam pembuatan multimedia ini sangat dibutuhkan sekali dengan bantuan suara, dengan adanya suara multimedia tersebut dapat berjalan dengan nilai estetika yang baik dimata pengguna multimedia interaktif. Yang difokuskan dalam multimedia ini adalah suara pada opening multimedia, perpindahan slide, tombol navigator dan suara backsound yang menenangkan.

38

(18)

3.8.5. Video

Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam,

memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film, sinyal elektronik, atau media digital39.

Kelebihan media video dibandingkan media yang lain, yaitu:

1. Memaparkan keadaan nyata dari suatu proses fenomena atau kejadian.

2. Pengguna dapat melakukan replay pada bagian-bagian tertentu untuk melihat gambaran yang lebih fokus.

3. Sangat cocok untuk mengajarkan materi karena prosesnya dapat dilakukan berulang kali.

Adapun kelemahan media video, diantaranya:

1. Pengguna mungkin saja kehilangan detil dalam pemaparan materi karena pengguna harus mampu mengingat detil dari bagian ke bagian.

2. Umumnya pengguna menganggap belajar melalui video lebih mudah dibandingkan melalui text sehingga pengguna kurang terdorong untuk lebih aktif di dalam berinteraksi dengan materi.

3.8.6. Time Schedule

Dalam penyusunan produksi diperlukan dengan adanya time

schedule untuk mengatur waktu tahap pembuatan multimedia interaktif.

39

(19)

KEGIATAN PERANCANGAN Multimedia Interaktif BULAN PERTAMA BULAN KEDUA BULAN KETIGA BULAN KEEMPAT 1 PRA PRODUKSI X X X X X X X X X X X X X X X X Riset dan Analisa

Storyboard Storyline 2 PRODUKSI X X X X X X X X X X X X X X X X Komputer Review 3 PASCA PRODUKSI X X X X X X X X X X X X X X X X Media Pendukung dan Pendistribusian

Tabel 3.2 Time Schedule

3.8.7. RENCANA ANGGARAN BIAYA

Merupakan estimasi (perkiraan) kebutuhan biaya produksi yang diperlukan dalam perancangan Media Interaktif.

KEBUTUHAN ANGGARAN

PRODUKSI

BANYAK SATUAN HARGA

SATUAN JUMLAH SUB JUMLAH TOTAL 1 PRA PRODUKSI 20,000.000,- Riset dan Analisa 10,000.000,- 10,000.000,- Storyboard 1 5,000.000,- 5,000.000,- Storyline 1 5,000.000,- 5,000.000,- 2 PRODUKSI 188,000.000,- Biaya Jasa Desain & Editing 2 orang x 5 hari x 16 minggu Per hari 500.000,- 80,000.000,- Review 1 8,000.000,- 8,000.000,- DVD + Print 500 pcs 100.000,- 50,000.000,- Packaging + Cetak 500 pcs 100.000,- 50,000.000,- 3 PASCA PRODUKSI Distribusi 10,000.000,- 10,000.000,- 10,000.000,- 4 Biaya tak Terduga 5,000.000,- 5,000.000,- 5,000.000,- JUMLAH TOTAL 223,000.000,-

TERBILANG : Empat Puluh Juta Rupiah

(20)

3.8.8. Story Board

No. Keterangan Visual Audio

1. Opening 1. Animasi Interface Musik

2. Halaman Menu Utama 1. Animasi Header dan Logo

2. Animasi Tombol 3. Animasi konten dan

Footer

Backsound Instrument

3. Halaman Company Profile

1. Animasi konten dan tombol

2. Insert Teks Srcol 3. Menu Pendukung

Backsound Instrument

4. Halaman Tentang GFF

1. Animasi konten dan tombol

2. Insert Teks Srcol 3. Menu Pendukung

Backsound Instrument

5. Halaman Perolehan Miles

1. Animasi konten dan tombol

2. Insert Teks Srcol 3. Menu Pendukung

Backsound Instrument

6. Halaman Penukaran Miles

1. Animasi konten dan tombol

2. Insert Teks Srcol 3. Menu Pendukung

Backsound Instrument

7. Halaman Hubungi Kami

1. Animasi konten dan tombol

2. Menu Pendukung

Backsound Instrument

8. Halaman Daftar Istilah 1. Animasi konten dan tombol

2. Insert Teks Srcol 3. Menu Pendukung

Backsound Instrument

9. Halaman Ketentuan 1. Animasi konten dan tombol

2. Insert Teks Srcol 3. Menu Pendukung

Backsound Instrument

10. Ending 1. Animasi ending

2. Animasi Logo

Sound Effect

(21)

3.8.9. Site Map O pe ni ng H ome G FF C omp any P rofi le Te nt ang G FF P er ol eha n Mi le s P enu ka ra n Mi le s H ub un gi K ami D af ta r Is til ah Sya ra t & ke te nt u an G FF Re gu le r G FF Jun ior P er ba nd ing an ke gu na an Co -bra nd G FF ECT Te rba ng As ur ans i P er ba nka n & K eua ng an Be li Mi le age Te le komu ni ka si Se w a Mo bi l P er ja la n an Me ngi na p Te rba ng Me ngi na p Be la nja D ona si P er ja la n an V oc he r Loun ge

(22)

3.9.0. Konsep Layout

Home

Gambar 3.7 Layout Home

Garuda Experience

(23)

Penukaran dan Perolehan miles

Gambar

Gambar 3.2 Software Adobe Illustrator
Gambar 3.3 Software Adobe Photoshop
Gambar 3.4 Software Adobe Flash
Ilustrasi  yang  digunakan  dalam  multimedia  interaktif  ini  merupakan  sebuah  gagasan  untuk  mempermudah  penjelasan  pada  isi  materi  dengan  dibantunya  berupa  gambar-gambar  atau  ilustrasi,  sifat  dari  ilustrasi  ini  berupa  gambaran  pengh
+5

Referensi

Dokumen terkait

Melalui perancangan ini, penulis membuat media utama berupa fotografi panorama dengan teknik kolase untuk memperkenalkan salah satu pantai yang terletak di Lombok

Melalui perancangan ini, penulis membuat media utama berupa fotografi panorama dengan teknik kolase untuk memperkenalkan salah satu pantai yang terletak di Lombok

Perancangan media promosi Rina Studio bersumber dari komponen visual dan keadaan perusahaan yang mampu dikembangkan bersama nuansa pelayanan yang baik dan dinamis.

Intagram adalah salah satu media sosial yang banyak diminati oleh khalayak sasaran terutama untuk orang yang gemar mengunjungi destinasi wisata, jadi penyampaian

Dalam proses pembuatan perancangan website, penulis melakukan pemilihan perusahaan industri kecil rumahan genteng cetak Sumber Rejeki di Ponorogo dikarenakan di desa

Dalam perancangan poster ini, penulis akan berfokus pada salah satu program, yaitu Children’s Forest Program (CFP) karena CFP dinilai paling efektif dalam

Perancangan media interaktif kampanye sosial ini berupa buku bergambar yang di dalamnya berisikan cara membuat bentuk kerajinan dari buah dan sayuran serta permainan

Pulpen salah satu alat tulis yang sering digunakan saat memulai kegiatan menulis, dengan visual pulpen yang akan mencirikan dari perancangan yang dibuat akan selalu