• Tidak ada hasil yang ditemukan

Transisi epidemiologis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Transisi epidemiologis"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Transisi epidemiologis

Masalah gizi ganda Peny. degeneratif Tenaga gizi profesional AFTA 2003 WTO 2010 Standard kompetensi

(3)

Keputusan Menteri Kesehatan

Nomor : 374/MENKES/SK/III/2007

Tanggal : 27 Maret 2007

(4)

ACUAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN GIZI ACUAN PERILAKU GIZI

MUTU PELAYANAN GIZI PROFESIONAL

(5)

 SUATU PEKERJAAN DI BIDANG GIZI YG DILAKS

BERDASARKAN SUATU KEILMUAN (body of knowledge), MEMILIKI KOMPETENSI YG DIPEROLEH MELALUI

PENDIDIKAN YG BERJENJANG, MEMILIKI KODE ETIK DAN BERSIFAT MELAYANI MASYARAKAT

(6)

 SEORANG YG TELAH MENGIKUTI & MENYELESAIKAN

PENDIDIKAN AKADEMIK DLM BID. GIZI SESUAI ATURAN YG BERLAKU, MEMPUNYAI TUGAS, TGG JAWAB &

WEWENANG SEC. PENUH U/ MELAKUKAN KEGIATAN FUNGSIONAL DLM BID. P’YAN GIZI, MAKANAN DAN DIETETIK BAIK DI MASYARAKAT, INDIVIDU ATAU

(7)

 SEORANG YANG TELAH MENGIKUTI DAN

MENYELESAIKAN MINIMAL PENDIDIKAN FORMAL SARJANA GIZI (S1) YANG DIAKUI PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

(8)

 ADALAH SARJANA GIZI YANG TELAH MENGIKUTI

PENDIDIKAN PROFESI (INTERNSHIP) DAN UJIAN

PROFESI SERTA DINYATAKAN LULUS KEMUDIAN DIBERI HAK UNTUK MENGURUS IJIN MEMBERIKAN

(9)

1. Mengembangkan pelayanan yang unik kepada

masyarakat.

2. Anggota-anggotanya dipersiapkan melalui suatu program

pendidikan.

3. Memiliki serangkaian pengetahuan ilmiah.

4. Anggota-anggotanya menjalankan tugas profesinya sesuai

kode etik yang berlaku.

5. Anggota-anggotanya bebas mengambil keputusan dalam

menjalankan profesinya.

6. Anggota-anggotanya wajar menerima imbalan jasa atas

(10)

7. memiliki suatu organisasi profesi yang senantiasa

meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat oleh anggotanya.

8. Pekerjaan/sumber utama seumur hidup.

9. Berorientasi pada pelayanan dan kebutuhan obyektif. 10. Otonomi dalam melakukan tindakan.

11. Melakukan ikatan profesi, lisensi jalur karir.

12. Mempunyai kekuatan dan status dalam pengetahuan

spesifik.

(11)

1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang

bersifat khusus atau spesialis.

2. Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan

tenaga profesional.

3. Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh

masyarakat.

4. Mempunyai kewenangan yang disyahkan atau

diber mempunyai peran dan fungsi yang jelas.

(12)

6. Memiliki organisasi profesi sebagai wadah. 7. Memiliki etika ahli gizi.

8. Memiliki standar praktek.

9. Memiliki standar pendidikan yang mendasari dan

mengembangkan profesi sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

10. Memiliki standar berkelanjutan sebagai wahana

pengembangan kompetensi.

11. Memiliki standar berkelanjutan sbg wahana

(13)

DIPLOMA III • RUTIN • TEKNIS DIPLOMA IV • KOMPLEKS • KEAHLIAN AKADEMIK (S1,S2,S3) • DASAR ILMIAH • BERKARYA • IPTEK • TARAF HIDUP

(14)
(15)
(16)

KEWAJIBAN UMUM KEWAJIBAN THP KLIEN KEWAJIBAN THP MASYARAKAT KEWAJIBAN TH

TEMAN SEPROFESI & MITRA KERJA KEWAJIBAN THP

PROFESI & DIRI SENDIRI

(17)

KLIEN

• Berusaha memelihara dan meningkatkan status gizi pasien • Menjaga kerahasiaan pasien

• Memebrikan pelayanan gizi prima, cepat, akurat

• Senantiasa berkonsultasi dan merujuk ke ahli gizi yg mempunyai keahlian

DIRI SENDIRI

• Mentaati, melindungi & ‘junjung tinggi ketentuan profesi • Memajukan & memperkaya pengetahuan

• Jalankan profesi dan tidak dipengaruhi kepentingan pribadi • Tdk melawan hukum dan memaksa orang lain melawan hukum • Melayani masyarakat tanpa memandang keuntungan

(18)

SURAT TANDA REGISTRASI REGISTRASI SERTIFIKAT KOMPETENSI KEWENANGAN AHLI GIZI

Permenkes R.I. No. 1796/MENKES/PER/

VIII2011 ttg REGISTRASI TENKES

MTKI/ MTKP

(19)

MTKI (Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia) adalah lembaga yang

berfungsi menjamin mutu tenaga kes

yang memberikan pelayanan kesehatan.

MTKP (Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi)

` yang selanjutnya disingkat MTKP adalah lembaga yang membantu pelaksanaan

(20)

Uji kompetensi adalah suatu proses

untuk mengukur pengetahuan,

keterampilan, dan sikap tenaga

kesehatan sesuai dengan standar

profesi.

(21)

adalah surat tanda pengakuan

terhadap kompetensi seseorang tenaga

kesehatan untuk dapat menjalankan

praktik dan/atau pekerjaan profesinya

di seluruh Indonesia setelah lulus uji

kompetensi.

(22)

22

Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh

perguruan tinggi yang telah terakreditasi dari

badan yang berwenang bersamaan dengan

pelaksanaan ujian akhir (exit exam)

Perguruan Tinggi bidang kesehatan

melaporkan akan dilakukannya uji

kompetensi kepada MTKI melalui MTKP

sekurang kurang nya 2 (dua) bulan sebelum

dilakukan uji kompetensi.

MTKI setelah menerima laporan menyiapkan

soal uji kompetensi, dan pengawas.

(23)

23

Sertifikat kompetensi berlaku selama 5

(lima) tahun dan dapat diperpanjang

setiap 5 (lima) tahun.

Untuk pertama kali sertifikat

kompetensi diberikan selama jangka

waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak

tanggal kelahiran tenaga kesehatan

yang bersangkutan.

Sertifikat kompetensi dipergunakan

sebagai dasar untuk memperoleh STR.

Masa berlaku dan kegunaan

(24)

24

Sertifikat kompetensi yang telah habis masa

berlakunya dapat diperpanjang melalui

partisipasi tenaga kesehatan dalam kegiatan

pendidikan dan/pelatihan serta kegiatan

ilmiah lainnya sesuai dengan bidang

tugasnya/profesinya.

Partisipasi tenaga kesehatan dpt digunakan

sepanjang telah memenuhi persyaratan SKP

Satuan Kredit Profesi harus mencapai

minimal 25 (dua puluh lima) Satuan Kredit

Profesi selama 5 (lima) tahun

Perpanjangan masa berlaku

(25)

25  Jumlah Satuan Kredit Profesi dari setiap kegiatan

pendidikan/pelatihan serta kegiatan ilmiah lainnya untuk setiap kegiatan ditentukan oleh Organisasi Profesi.

 Organisasi Profesi dalam menentukan jumlah

Satuan Kredit Profesi berdasarkan:

◦ - materi dalam kegiatan tersebut;

◦ - penyaji materi/narasumber;

◦ - tingkat kegiatan lokal/nasional/internasional;

◦ - jumlah jam/hari kegiatan; dan

◦ - peran kepesertaan(peserta/moderator/penyaji).

(26)

Registrasi adalah pencatatan resmi

terhadap tenaga kesehatan yang

telah memiliki sertifikat kompetensi

dan telah mempunyai kualifikasi

tertentu lainnya serta diakui secara

hukum untuk menjalankan praktik

dan/atau pekerjaan profesinya.

(27)

Surat Tanda Registrasi yang

selanjutnya disingkat STR adalah

bukti tertulis yang diberikan oleh

pemerintah kepada tenaga

kesehatan yang telah memiliki

sertifikat kompetensi

(28)

 Pemberian STR berlaku bagi semua tekes yg

lulus pendidikan sebelum tahun 2013

 Pemberian STR mulai berlaku mulai saat

masa berlakunya Permenkes 1796/2011, dan plg lama 5 Tahun stlh berlakunya

permenkes ini

 Bagi Tekes s/d berakhirnya masa

pemutihan belum memiliki STR , ybs harus mengikuti uji kompetensi, sbg persyaratan utk memperoleh STR

(29)

Ayat 1 : Tenaga kesehatan yang

telah memiliki surat

izin/STR dan/atau surat izin

kerja/surat izin praktik

berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang

ada dinyatakan telah

memiliki STR sampai

dengan masa berlakunya

berakhir.

(30)

Ayat 2 : Tenaga kesehatan yang

memiliki surat izin/STR dan/atau

surat izin kerja/surat izin praktik

yang masa berlakunya berakhir

paling lama 5 (lima) tahun setelah

berlakunya Peraturan Menteri ini,

kepadanya dapat diberikan

(31)

Ayat 3 : Tenaga kesehatan yang

pada saat berlakunya Peraturan

Menteri ini belum diatur

ketentuan mengenai STR

dan/atau surat izin kerja/surat

izin praktiknya, kepadanya

diberikan STR berdasarkan

Peraturan Menteri ini.

(32)

Ayat 4 : Tenaga Kesehatan yang

belum memiliki surat izin/STR

dan/atau surat izin kerja/surat

izin praktik yang telah lulus

ujian program pendidikan

sebelum Tahun 2012,

kepadanya diberikan STR

berdasarkan Peraturan Menteri

ini.

(33)

33

MTKI dibentuk dan diangkat oleh

Menteri Kesehatan

MTKI dalam melaksanakan tugasnya

bertanggung jawab kepada Menteri

Kesehatan

MTKI berkedudukan di ibu Kota

negara

(34)

34

Membantu menteri dlm menyusun

kebijakan, strategi dan pelaksanaan

sertifikasi dan registrasi tenaga

kesehatan yang menjalankan

praktik/pekerjaan dalam rangka

meningkatkan mutu pelayanan

kesehatan yang diberikan oleh tenaga

kesehatan

(35)

35

Uji kompetensi bagai tenaga kes

Pemberian STR

Pembinaan penyelenggaraan praktik

atau pekerjaan yang dilakukan tenaga

kesehatan

(36)

Susunan organisasi MTKI

Ketua

Ketua-ketua devisi

Ketua komite

 Anggota

(37)

Divisi profesi

Divisi Standarisasi

Divisi evaluasi

(38)

Komite disiplin

Komite lain yang dianggap

perlu dibentuk secara ad hoc

(39)

Pimpinan MTKI terdiri atas

seorang ketua dan 3 (tiga)

orang ketua divisi yang

merangkap anggota

dilaksanakan secara kolektif.

(40)

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

MAJELIS TENAGA KESEHATAN INDONESIA

MTKI

Divisi

Profesi Standarisasi Divisi Evaluasi Divisi

(41)

MTKI

MTKP MTKP MTKP

MTKP

(42)

Ketentuan registrasi tenaga

kesehatan yang diatur MTKI tidak

berlaku bagi tenaga medis dan

(43)

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen rantai pasok merupakan filosofi manajemen berkelanjutan untuk mencari dan mengkolaborasikan sumber fungsi bisnis yang kompeten, baik dari internal atau

Bagian pertama adalah kritik terhadap pemerintahan Orde Baru yang terdiri dari delapan kritik dan bagian kedua adalah kritik terhadap masyarakat Indonesia yang terdiri dari

Pada lampiran ini berisi resume / angka pencapaian Kota Tanjungpinang Tahun 2012 dan 79 tabel data yang merupakan gabungan tabel indikator Kota Tanjungpinang

Oleh karena penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kecepatan arus terhadap kadar glukosa hemolim, total sel hemosit, aktifitas prophenoloksidase, dan osmolalitas

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan penambahan tepung rimpang kunyit, tepung rimpang temulawak dan tepung rimpang temu putih sebanyak 2% dalam ransum

Kendala apa yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan nilai- nilai sunda pada pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas Yayasan Atikan Sunda untuk

PEMBUATAN BIOETANOL DARI ECENG GONDOK DENGAN PROSES HIDROLISIS, FERMENTASI, DAN EKSTRAKSI.. SECARA TERPADU TESIS Oleh OKTA BANI 117022004/TK

Vesikula dalam dari jamur pembentuk mikoriza pada rumput banyak dijumpai pada sel korteks dari lapisan yang lebih luar dan tampak selain menempati dalam sel juga ditemukan terdapat