• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berupa penelitian Research and Development (R&D), yaitu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berupa penelitian Research and Development (R&D), yaitu"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

25 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Pendekatan dan Jenis Metode Penelitian

Penelitian ini berupa penelitian Research and Development (R&D), yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut1. Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses untuk mengembangkan produk-produk yang akan digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran, upaya ini untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu produk berupa materi, alat, media, dan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan produk untuk kebutuhan pesrta didik (2013:13).2 Pada tahun 1996 Dick dan Carry mengembangkan model ADDIE ini untuk merancang sistem pembelajaran, yang terdiri dari lima tahapan yaitu, analisis

(analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation) (2015:200).3

1Sugiyono, (2007). Metode Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, hlm. 297

2 Tegeh & Kirna, (2013). Pengembangan Bahan Ajar Metode Penelitina Pendidikan

Dengan ADDIE Model, hlm. 13

3 Sugiyono, (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods), Bandung: Alfabeta, hlm.

200 Design Implement Evaluation Development revision revision revision revision Analyze

(2)

a. Analisis (Analysis)

Analisis merupakan tahap awal untuk membuat desain produk dalam penelitian ini yang di mana jika mungkin/diperlukan melakukan uji test kelayakan secara terbatas. Langkah ini menyusun rencana penelitian yang meliputi merumuskan kecakapan dan keahlian yang berkaitan dengan permasalahan, menentukan tujuan yang akan dicapai pada setiap tahapan, desain atau langkah-langkah penelitian.4

Menurut hasil observasi yang peneliti lakukan di SMP Muhammadiyah 06 Malang pada tanggal 24 Februari dan 4 Maret 2020, peneliti menemukan permasalahan pada siswa-siswi yaitu pada sistem pembelajarannya masih menggunakan metode-metode itu saja sehingga siswa-siswi tersebut menjadi bosan dan tidak bersemangat lagi dalam mempelajari pelajaran bahasa Arab.

b. Desain (Design)

Tahap yang kedua yaitu pembuatan produk, dalam penilitian ini peniliti akan membuat sebuah produk pembelajaran yang berupa video animasi berbahasa Arab untuk meningkatkan kemahiran berbicara dalam bahasa Arab serta meningkatakan semangat siswa-siswi dalam pembelajaran.

c. Pengembangan (Development)

Tahap yang ketiga adalah mengembangkan bentuk permulaan dari produk yang akan dihasilkan. Termasuk dalam langkah ini adalah

4 Sri Haryati, Research And Development (R&D) Sebagai Salah Satu Model Penelitian

(3)

persiapan komponen atau isi dari produk tersebut, mempersiapkan panduan dan buku petunjuk, dan melakukan evaluasi terhadap kelayakan. Dalam penelitian ini nantinya juga akan diuji cobakan oleh ahli-ahli melalui validitas data.

d. Implementasi (Implementation)

Tahap yang keempat yaitu langkah membagikan produk/model yang dikembangkan kepada siswa-siswi di SMP Muhammadiyah 06 Malang.

e. Evaluasi (Evaluation)

Tahap yang terakhir yaitu proses pengaplikasian yang perlu dinilai apakah model yang sudah dikembangkan bisa layak atau tidak, dan mungkin perlu ada penambahan atau pengurangan agar produk lebih baik lagi,5 dan perlu adanya angket untuk menguatkan apakah produk ini layak dipakai atau tidak.

Adapun langkah-langkah yang akan diterapkan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:6

3.2. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan 1) Potensi dan Masalah

Potensi adalah segala sesuatu yang bila digunakan akan memiliki nilai tambah. Potensi dan masalah yang dikemukakan di dalam penelitian

5 Ibid., hlm. 18

(4)

ini harus ditunjukkan dengan data empirik. Misalnya pontesi belajar di sekolah harus dapat dikemukakan.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP. Muhammadiyah 06 Malang dengan wawancara kepada guru mata pelajaran bahasa Arab dan observasi siswa di kelas VIII A, peneliti mendapatkan bahwa peserta didik kurang semangat dalam pembelajaran bahasa arab. Bagi peserta didik dengan mendengarkan dan menirukan kata atau kalimat setelah guru berbicara hal tersebut sangatlah membosankan bagi siswa-siswi tersebut. Oleh karena itu, peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk mempermudah peserta didik dalam belajar.

2) Mengumpulkan Informasi

Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan

update, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang

dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tesebut dalam membuat proses pembuatan produk video animasi untuk pembelajaran bahasa Arab.

3) Desain Produk

Produk yang dihasilkan dalam penelitian Research and

Development bermacam-macam. peneliti mengumpulkan bahan yang

akan dijadikan untuk media pembelajaran peserta didik. Setelah bahan semuanya terkumpul, peneliti membuat rancangan desain untuk menentukan tema, dan membuat video sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan dibuat semenarik mungkin.

(5)

4) Validasi Desain

Validasi deasin merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan7. Oleh karena itu ada beberapa tahap validasi diantaranya: 1) Validasi Ahli Materi

Validasi ini bertujuan untuk menguji kelengkapan materi dan beberapa hal yang berkaitan dengan video animasi. Ahli materi mengkaji kesesuaian materi dalam kebenaran, dan ketepatan isi produk.

2) Validasi Ahli Media

Validasi ahli media bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari setiap aspek pada media yang dikembangkan oleh peneliti.

3) Validasi Ahli Bahasa

Validasi ahli bahasa bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari setiap bahasa yang dikembangkan pada media.

5) Perbaikan Desain

Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahan tersebut, selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain.

Revisi Desain bertujuan untuk memperbaiki kesalahan atau kekurangan dalam produk. Dari hasil validasi dan saran dari pakar

(6)

validasi, produk ini bertujuan untuk menghasilkan hasil yang maksimal untuk pembuatan vidio animasi.

6) Uji Coba Produk

Desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dulu, tetapi harus dibuat terlebih dulu, menghasilkan barang, dan barang tersebut yang diuji coba. Dengan adanya uji coba ini untuk mendapatkan apakah media pembelajaran ini sudah layak atau belom untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Eksperimen dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah memakai sistem baru (before-after). Dalam hal ini ada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian model eksperimen pertama dan kedua dapat digambarkan seperti dibawah ini:

Desain eksperimen (before-after). O1 nilai sebelum treatment dan

O2 nilai sesudah treatment.

7) Revisi Produk

Pengujian produk pada sampel tersebut yang terbatas tersebut menunjukan bahwa kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama.

Apabila dalam bagian produk masih ada yang belom sesuai dengan apa yang diharapkan, maka peneliti akan merevisi ulang produk tersebut

(7)

dan menjadikan produk final yang sudah siap untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

8) Uji Coba Pemakaian

Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam operasinya sistem kerja baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

9) Revisi Produk

Revisi prodik ini dilakukan, apabila dalam pemakaian kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelemahan.

10) Pembuatan Produk Massal

Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diuji coba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal.

3.3. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini, peneliti memilih siswa kelas VIII B dan VIII C yang berjumlah 103 siswa untuk dilakukan uji coba dalam suatu produk dan pengembangan pembelajaran berupa vidio animasi. Sebab siswa kelas VIII memiliki kekurangan dalam semangat belajar bahasa Arab. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan siswa kelas VIII lulusan SD Negeri. Oleh karena itu, peneliti memiliki tujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII.

(8)

3.4. Objek Penelitian

Siswa/i kelas VIII SMP Muhammadiyah 06 Malang.

3.5. Operasional Variabel

Dalam penelitian ini, peneliti akan memaparkan beberapa istilah dengan tujuan untuk menyamakan konsep terkait penelitian yang akan digunakan. Peneliti akan memaparkan istilah yang telah dipaparkan sebelumnya:

1. Pembelajaran

Pembelajaran yang ada di sekolah SMP Muhammadiyah 06 malang khususnya pada maharah kalam dalam pembelajaran bahasa Arab menggunakan sistem slide atau power point dan menirukan kata atau kalimat yang telah dikatakan oleh guru tersebut. Dengan demikian peniliti menyimpulkan bahwa pembelajaran maharah kalam dengan menggunakan sistem slide atau power point dan menirukan kata atau kalimat masih kurang efektif dikarenakan masih ada anak yang tidak memperhatikan dan bosan akan hal tersebut, maka dari itu peneliti membuat desain vidio animasi untuk pembelajaran maharah kalam agar pembelajaran bisa lebih efektif dan tidak membosankan.

2. Maharah kalam

Isi dari video animasi tersebut ialah percakapan tentang perkenalan terhadap rekannya.

3. Vidio Animasi

Video Animasi yang dikembangkan oleh peneliti dengan menggunakan aplikasi plotagon. Dengan aplikasi ini, peneliti dapat

(9)

mengembangkan pembelajaran maharah kalam yang dapat menambah peserta didik antusias dalam belajar bahasa Arab khususnya pada pembelajaran maharah kalam.

3.6. Metode Pengumpulan Data

1. Observasi

Pengumpulan data dengan observasi adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa menggunakan pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Dalam penelitian ini observasi dilakukan pada proses belajaran mengajar dalam mata pelajaran bahasa Arab di SMP Muhammdiyah 06 Malang.

2. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh informasi untuk tujuan penelitian dengan cara tanyajawab sambil tatap muka dengan menggunakan panduan wawancara. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan kepada guru dan siswa untuk memperoleh data terkait pengaruh model pembelajaran yang telah digunakan pada tingkat kecakapan Bahasa Arab siswa sebelum model pembelajaran berupa video animasi berbahasa Arab diterapkan dan pengaruh model pembelajaran video animasi berbahasa Arab dalam meningkatkan kecakapan berbahasa Arab siswa.

(10)

3. Hasil Tes

Hasil tes dalam penelitian ini digunakan untuk melihat tingkat kecakapan berbahasa Arab sebelum dan sesudah model pembelajaran berupa video animasi berbahasa Arab diterapkan.

3.7. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian diperlukan instrumen-instrumen penelitian, diantaranya: 1. Observasi

2. Wawancara 3. Angket

3.8. Teknik Analisis Data

1. Validitas Data

Data yang sudah terkumpul merupkan modal utama yang sangat wajib dalam suatu penelitian, dari data yang sudah terkumpulkan akan dilakukan analisis yang selanjutnya dipakai sebagai bahan untuk menarik suatu kesimpulan. Maka kesesuaian data yang terkumpul menjadi sangat penting. Data yang salah akan menimbulkan kesimpulan yang salah juga demikian pula seblaiknya, data yang benar akan menimbulkan kesimpulan yang benar pula.8 Hal ini bisa dinilai dengan tabel skala likert berikut ini:

8 Bachtiar S. Bachri. Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian

(11)

No Interval Kriteria 1. 20% - 36% Tidak baik 2. 37% - 52% Kurang baik 3. 53% - 68% Cukup 4. 69% - 84% Baik 5. 85% - 100% Sangat baik

Tabel Skala Likert

2. Uji reliabilitas

Sebuah instrumen dikatakan reliabel jikalau suatu tes yang dibuat menunjukan hasil yang konsisten ketika dilakukan tes kembali. Rumus yang digunakan untuk melihat realibilitas adalah koefisien Cronbach

Alpha yakni : 𝑟11= ( 𝑛 𝑛 − 1) (1 − ∑ 𝜎𝑡2 𝜎𝑡2 ) Keterangan :

𝑟11= Reliabilitas yang dicari

𝑛= Jumlah item pertanyaan yang diuji ∑ 𝜎𝑡2= Jumlah Varians skor tiap-tiap item 𝜎𝑡2= Valians total

3. Uji T sample Berhubungan

Penelitian ini menggunakan uji T sampel berhubungan. Uji sampel berhubungan digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan vivio animasi dengan siswa yang tidak diberi perlakuan. Secara umum uji T sampel independent dapat dirumuskan sebagai berikut:

(12)

𝑡 = (𝑥̅1− 𝑥̅2) √𝑆12 𝑛1+ 𝑆22 𝑛2 𝑆2 =∑ 𝑥1 2 (∑ 𝑥1) 𝑁1 2 + ∑ 𝑥22−(∑ 𝑥𝑁22) 2 𝑁1 + 𝑁2 − 2 4. Efektivitas Data

Teknik analisis data yang digunakan dan disesuaikan dengan jenis data yang dikumpulkan.

a. Analisis data mencangkup prosedur organisasi data, reduksi, dan penyajian data baik dengan tabel, bagan, atau grafik;

b. Data diklasifisikan berdasarkan jenis dan komponen produk yang dikembangkan;

c. Data dianalisis secara deskriptif maupun dalam bentuk perhitungan kuantitatif;

d. Penyajian hasil analisis dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual, tanpa interprestasi pengembangan sehingga sebagai dasar dalam melakukan revisi produk;

e. Dalam analisis data ini menggunakan perhitungan uji T dan analisis statistik sejalan dengan produk yang akan dikembangkan;

f. Laporan atau sajian harus dalam format yang tepat sedemikian rupa dan disesuaikan dengan konsumen, atau calon pemakai produk.

Untuk menghitung tingkat efektivitas pengembangan video animasi dalam meningkatkan penguasaan koskata bahasa Arab dapat dihitung dengan menggunakan rumus efektivitas N-Gain sebagai berikut:

(13)

𝑁 − 𝐺𝑎𝑖𝑛 = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 − 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑜𝑠𝑡 𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑠 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 Ket :

N-Gain = Gain yang ternormalisir Pre tes = Nilai awal pembelajaran Post test = Nilai akhir pembelajaran Kriteria indeks gain :

a. Skor (g) > 0,70 kategori tinggi b. Skor 0,30 < (g) 0,70 kategori sedang c. Skor (g) . 0.30 kategori rendah

Gambar

Tabel Skala Likert

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Sumaatmadja (1988: 112) menyatakan populasi adalah keseluruhan gejala, individu, kasus dan masalah yang akan kita teliti, yang ada di daerah penelitian menjadi

1) Sampel wilayah, yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sampel desa yaitu 3 desa yang ada di Kecamatan Malausma, dengan kriteria desa sebagai berikut:

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemasan, kewajaran harga dan brand awareness terhadap brand loyalty Wisatawan Nusantara di Toko

Pemberian pupuk organik cair urin sapi untuk pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus tricolor L) sebanyak 10% dan setara dengan urea.. Saran- saran yang dapat digunakan sebagai

Menganalisis kepraktisan dari LKS bercirikan 4C bermuatan soal HOTS ditinjau dari keterlaksanaan LKS berdasarkan hasil angket respon peserta didik, dengan cara

Jika petani mendapatkan informasi 3 jenis terkait adanya sosialisasi benih padi varietas Mekongga.. 2) Kemampuan adalah keikutsertaan anggota kelompok tani pada saat

Karena penelitian ini bertujuan untuk menciptakan produk baru yaitu media interaktif yang dibuat berdasarkan buku sakura jilid 2, maka penulis menggunakan metode penelitian

pembelajaran murid Pensyarah yang berkompetensi membangunkan guru untuk meningkatkan kualiti pembelajaran murid Pensyarah yang berkompetensi membangunkan