• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klasifikasi Kemampuan Lahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Klasifikasi Kemampuan Lahan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KLASIFIKASI

KLASIFIKASI

KEMAMPUAN LAHAN

KEMAMPUAN LAHAN

Survei Tanah dan Evaluasi Lahan – M10

Widianto, 2010

Klasifikasi Kemampuan Lahan

Klasifikasi Kemampuan Lahan

Klasifikasi Kemampuan Lahan

Klasifikasi Kemampuan Lahan

Klasifikasi Kemampuan Lahan

Klasifikasi Kemampuan Lahan

Klasifikasi Kemampuan Lahan

Klasifikasi Kemampuan Lahan

TUJUAN PEMBELAJARAN :

1.

Mampu menjelaskan arti kemampuan lahan dan

klasifikasi kemampuan lahan

2. Mampu menjelaskan derajat hambatan atau faktor

pembatas dari setiap kelas kemampuan lahan

3. Mampu menilai dan mengelompokkan lahan

(2)

Sifat Lahan Berbeda Pembatas Ber-beda2 Kemampuan Berbeda

DEFINISI

DIVISI

KELAS

SUB-KELAS

SATUAN

PENGELOLAAN (UNIT)

Ada 2 DIVISI (1) Dapat diusahakan dan (2) Tidak

dapat diusahakan [untuk PERTANIAN]

Ada 8 KELAS , yang pembagiannya didasarkan pada Faktor Pembatas Permanen

Pembagian SUB-KELAS didasarkan pada Macam Faktor Pembatas

Pembagian SATUAN PENGELOLAAN didasarkan pada Perlakuan Pengawetan dan Pemupukan

Hirarki Klasifikasi Kemampuan Lahan

(3)

Kelas

Kemampuan

Lahan

C a g a r A la m H u ta n A la m P e n g g e m b a la a n te rb a ta s P e n g g e m b a la a n S e d a n g P e n g g e m b a la a n In te n si f B e rc o co k ta n a m te rb a ta s B e rc o co k ta n a m s e d a n g B e rc o co k ta n a m in te n si f S a n g a t in te n si f

P

e

m

b

at

as

d

an

A

n

ca

m

an

s

e

m

ak

in

m

e

n

in

g

ka

t

K

e

b

e

b

as

an

m

e

m

ili

h

s

e

m

ak

in

b

e

rk

u

ra

n

g

d

an

al

te

rn

at

if

p

e

n

g

g

u

n

aa

n

la

h

an

m

ak

in

t

e

rb

at

as

I II III IV V VI VII VIII DIVISI Kemampuan Lahan

Kelas Kemampuan Lahan

(derajat hambatan) 1. Sesuai untuk bercocok

tanam tanaman pertanian, dengan derajat pengelolaan dan konservasi yang berbeda.

I Tidak ada atau sedikit faktor pembatas dan resiko kerusakannya. Sifat tanah sangat baik ditinjau dari berbagai kepentingan. Bisa untuk aneka penggunaan pertanian dengan resiko kerusakan sangat kecil. II Memiliki sedikit faktor pembatas. Sifat tanah umumnya sangat baik

untuk aneka penggunaan, pertanian tetapi sudah diperlukan perhatian terhadap resiko kerusakan lahan.

III Memiliki sifat-sifat baik dengan faktor pembatas kemiringan yang agak curam. Bisa digunakan untuk pertanian, namun perlu perhatian serius dan upaya2konservasi yang baik karena resiko erosi cukup besar. IV Memiliki faktor pembatas tetap sangat besar dan resiko kerusakan juga

besar. Bisa untuk pertanian terbatas dan harus disertai upaya konservasi tanah yang intensif.

2. Tidak sesuai untuk bercocok tanam, sedapat mungkin selalu tertutup vegetasi permanen

V Merupakan lahan datar sampai cekung, dengan pembatas banyaknya batuan di permukaan dan/atau tergenang air, dan mungkin pembatas lainnya. Sebaiknya selalu tertutup vegetasi seperti hutan atau semak. VI Terletak pada lereng agak curam dan tanahnya dangkal. sehingga tidak

boleh untuk tanaman semusim. Lahan ini masih bisa untuk tanaman pakan ternak atau padang penggembalaan.

VII Terletak pada lereng sangat curam, telah tererosi berat, tanahnya kasar dan dangkal, atau pada rawa2. Sebaiknya hanya untuk vegetasi permanen.

(4)

Faktor Pembatas untuk Kategori Kelas

Kelas

Tekstur

Deskripsi

t1

Halus (liat dan liat berdebu)

t2

Agak halus (liat berpasir, lempung liat berdebu, lempung

berliat, lempung liat berpasir)

t3

Sedang (debu, lempung berdebu, lempung)

t4

Agak kasar (lempung berpasir)

t5

Kasar (pasir berlempung dan pasir)

1. Tekstur Tanah (t)

1. Tekstur Tanah (t)

Pengelompokan kelas tekstur berdasarkan sistem USDA :

Pengelompokan kelas tekstur berdasarkan sistem USDA :

(5)

Kelas

Lereng

Kriteria

Deskripsi

l0

Datar

0-3%

l1

Landai/berombak

8-15%

l2

Agak miring/bergelombang

8-15%

l3

Miring berbukit

15-30%

l4

Agak curam

30-45%

l5

Curam

45-65%

l6

Sangat curam

> 65%

2. Kelas Lereng (l)

2. Kelas Lereng (l)

Pengelompokan kelas lereng berdasarkan sistem USDA :

Pengelompokan kelas lereng berdasarkan sistem USDA :

Kelas

Drainase

Kriteria

Deskripsi

d0

Baik

Peredaran udara baik, seluruh profil tanah berwarna terang seragam

dan tidak terdapat bercak-bercak.

d1

Agak baik

Peredaran udara baik, tidak terdapat bercak kuning, kelabu atau coklat pada lapisan tanah atas ataupun bawah.

d2

Agak buruk

Peredaran udara pada lapisan tanah atas baik (tidak terdapat bercak kuning, kelabu atau coklat). Sebaliknya, peredaran udara pada lapisan tanah bawah buruk (terdapat bercak kuning, kelabu atau coklat).

d3

Buruk

Pada tanah atas bagian bawah dan sepanjang lapisan bawah

3. Drainase (d)

3. Drainase (d)

Pengelompokan kelas drainase :

Pengelompokan kelas drainase :

(6)

Kedalaman

Efektif

Kriteria

Deskripsi

k0 (1)

Dalam

> 90 cm

k1 (2)

Sedang

50 – 90 cm

k2 (3)

Dangkal

25 – 50 cm

k3 (4)

Sangat dangkal

< 25 cm

4. Kedalaman Efektif (k)

4. Kedalaman Efektif (k)

Pengelompokan kelas kedalaman efektif berdasarkan

Pengelompokan kelas kedalaman efektif berdasarkan

sistem USDA :

sistem USDA :

Kelas

Erosi Tanah

Kriteria

Deskripsi

e0

Tidak ada erosi

Tidak ada lapisan atas yang hilang

e1

Ringan

< 25% tanah lapisan atas hilang

e2

Sedang

25 – 75% tanah lapisan atas hilang

e3

Berat

> 75% lapisan tanah atas hilang dan

< 25% lapisan tanah bawah hilang

e4

Sangat berat

> 25% lapisan tanah bawah hilang

5. Erosi Tanah (e)

5. Erosi Tanah (e)

Pengelompokan kelas erosi tanah berdasarkan sistem

Pengelompokan kelas erosi tanah berdasarkan sistem

USDA :

(7)

Kelas

Perbeabilitas

Tanah

Kriteria

Deskripsi

(cm/jam)

p1

Sangat lambat

< 0,125

p2

Lambat

0,125 – 0,5

p3

Agak lambat

0,5 – 2,0

p4

Sedang

2,0 – 6,25

p5

Agak cepat

6,25 – 12,5

p6

Cepat

12,5 – 25,0

p7

Sangat cepat

> 25,0

6. Permeabilitas Tanah (p)

6. Permeabilitas Tanah (p)

Pengelompokan kelas permeabilitas tanah berdasarkan

Pengelompokan kelas permeabilitas tanah berdasarkan

sistem USDA :

sistem USDA :

7.

7. Faktor Khusus (Bahan Kasar, Batuan

Faktor Khusus (Bahan Kasar, Batuan

dan Banjir)

dan Banjir)

(8)

Kelas

Bahan Kasar

Kriteria

Deskripsi

b0

Tidak ada /sedikit 0 – 15% dari volume tanah

b1

Sedang

15 – 50% dari volume tanah

b2

Banyak

50 – 90% dari volume tanah

b3

Sangat banyak

> 90% dari volume tanah

7.a. Bahan Kasar di Permukaan (b)

7.a. Bahan Kasar di Permukaan (b)

Pengelompokan kelas bahan kasar berdasarkan sistem

Pengelompokan kelas bahan kasar berdasarkan sistem

USDA :

USDA :

Kelas

Bahan Kasar

Kriteria

Deskripsi

b0

Tidak ada /sedikit 0 – 15% dari volume tanah

b1

Sedang

15 – 50% dari volume tanah

b2

Banyak

50 – 90% dari volume tanah

b3

Sangat banyak

> 90% dari volume tanah

7.b. Batuan di atas Permukaan (b)

7.b. Batuan di atas Permukaan (b)

Pengelompokan kelas batuan di atas permukaan tanah

Pengelompokan kelas batuan di atas permukaan tanah

berdasarkan sistem USDA :

(9)

Kelas

Bahan Banjir

Kriteria

O0

Dalam waktu 1 tahun tidak pernah mengalami banjir untuk waktu 24 jam

O1

Banjir lebih dari 24 jam terjadinya tidak teratur dalam jangka waktu kurang dari satu bulan

O2

Selama satu bulan dalam setahun secara teratur menderita banjir lebih dari 24 jam

O3

2 – 5 bulan dalam setahun secara teratur menderita banjir lebih dari 24 jam

O4

6 bulan atau lebih dilanda banjir secara teratur lebih dari 24 jam

7.c. Ancaman Bahaya Banjir (o)

7.c. Ancaman Bahaya Banjir (o)

Pengelompokan kelas bahaya banjir berdasarkan sistem

Pengelompokan kelas bahaya banjir berdasarkan sistem

USDA :

USDA :

No

Faktor

Pembatas

Kelas Kemampuan Lahan

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

1 Tekstur tanah Lapisan Atas t2/t3 t1/t4 t1/t4      Lapisan Bawah t2/t3 t1/t4 t1/t4      2 Lereng l0 l1 l2 l3  l4 l5 l6 3 Drainase d0/d1 d2 d3 d4     4 Kedalaman Efektif k0 k0 k1 k2  k3   5 Tingkat Erosi e0 e1 e1 e2  e3 e4  6 Batuan/Kerikil b0 b0 b0 b1 b2   b3 7 Bahaya Banjir O0 O1 O2 O3 O4   

Kriteria Klasifikasi Kelas

Kriteria Klasifikasi Kelas Kemampuan

Kemampuan Lahan

Lahan

Referensi

Dokumen terkait

Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun

Gambar 2 menunjukkan bahwa lahan gambut merupakan sua- tu lapisan yang berada di atas suatu formasi tanah tertentu, kondisi tanah di bawah lapisan gambut memiliki tipe yang

Adanya lapisan tapak bajak bajak pada tanah sawah ditunjukkan dengan besarnya nilai bobot isi yang lebih tinggi dan mempunyai konsistensi yang lebih teguh daripada

Berdasarkan pemetaan potensi kerusakan tanah di Kabupaten Boyolali, maka wilayah Keca- matan Selo memiliki tanah dengan potensi kerusakan tanah rendah (PR II) hingga potensi kerusakan

terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran.

Contoh tanah utuh diambil pada dua kedalaman lapisan tanah 0 – 10 cm dan 10 – 20 cm dengan cara meratakan dan membersihkan lapisan tanah atas kemudian meletakan ring tegak diatas

Tanah ini memiliki tekstur pada lapisan atas lempung liat berpasir, sedangkan di lapisan bawah liat. Kandungan C-organik pada lapisan atas rendah sampai tinggi, dan di lapisan

Terdiri atas tiga horison yakni horison Ap (0-12 cm) berwarna kelabu kekuningan (5Y 4/4) pada kondisi kering, lempung liat berdebu, gumpal membulat berukuran