Penelitian ilmiah:
›
aktifitas sistematik
›
terkendali
›
empiris, dan
›
investigasi kritis dari proposisi hipotetik
tentang dugaan hubungan antar
fenomena alam
PROBLEM
RESEARCH
PROBLEM SOLVING
Solve the problems
›
To know the etiology of the disease
›
To improve the health services
›
To plan the health programs
Extend the sciences
Penelitian
Kuantitatif
Data agregat StatistikalPenelitian
Kualitatif
Non statistikal Data individualMetode Kuantitatif
Metode Kualitatif
Sistematik
Positifisme
Fenomenologi
Objektif
Subjektif
Deduktif
Induktif
Generalisable
Not generalisable
1. Tidak ada istilah populasi, sampel dan
variabel
2. Sumber informasi: informan
3. Cara pengumpulan data:
a. Focussed Group Discussion (FGD)
b. Indepth interview
c. Participatory observation
4. Analisis data: tidak statistikal!
a. Analisis isi
b. Analisis domain
JUDUL
1. Pendahuluan
(Latarbelakang masalah, Rumusan masalah, Tujuan dan Manfaat penelitian)
2. Tinjauan Pustaka
3. Kerangka Konseptual dan Hipotesis 4. Metode Penelitian (dan Rencana
Pelaksanaan) Daftar Pustaka
JUDUL
1.
Pendahuluan
2.
Tinjauan Pustaka
3.
Kerangka Konseptual dan
Hipotesis
4.
Metode Penelitian
5.
Analisis dan Hasil Penelitian
6.
Pembahasan
7.
Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
Problem, research gap, research interest, & ideas Ethics in research Knowledge, science, & theory Sampling & representatives Conceptualization, operationalization, & hypothesis Research design Data mining & collection Data analysis Research writings Hypothetico-deductive verificative
RESEARCH GAP
BELUM PERNAH DITELITI BELUM LENGKAP DITELITI KONFLIK HASILBAGI SIAPA?
Donor agencies Pemerintah, provider kesehatan Masyarakat luasSUPPLY SIDE •Availabilitas OAT • Keefektifan OAT •Lainnya? DEMAND SIDE •Pengetahuan • Sikap • Jarak • Karakteristik lain
DO
kasus baruMDR di Indonesia Faktor biologis Penyakit Lain (HIV) Faktor lingkunganKONFLIK HASIL
BCG?
TB pada ANAKMENINGITISFaktor Biologis
Faktor Lingkungan
PROBLEM Rumusan masalah Studi pustaka HIPOTESIS Disain Pengukuran OBSERVASI DATA Analisis KESIMPULAN Teoritisasi / rekonsepsi Deduktif Induktif Prosedur logika Prosedur penelitian
Pernyataan ttg hubungan antar konsep
(variabel) di dlm suatu populasi
Konsep (variabel) Konsep
istilah (definisi) u/
menggambarkan secara abstrak
suatu kejadian, fenomena, atau
keadaan kelompok/individu yg
menjadi pusat perhatian
HARAPAN (Das Sollen) Apa yang seharusnya
Target
KENYATAAN (Das Sein)
Apa yang sebenarnya terjadi Pencapaian
gap / kesenjangan MASALAH
› Identify the core of problem
› Identify factors that may have contributed to the problem
› Clarify the relationship between the problem and contributing
Harapan: Target angka kejadian
BBLR di Indonesia maksimum 7% pd
th 2000 (World Summit of Children)
(alasan pendukung: pembangunan
di sektor kesehatan sangat pesat)
Kenyataan: Pada tahun 2000 angka
BBLR di Indonesia masih 14%
Masalah: Masih tingginya angka
Feasible:
jumlah subyek, waktu, uang (sumber daya), kemampuan teknis yang adekuatInteresting
Novel:
temuan baru, perluasan temuansebelumnya
Ethical
Relevant:
ilmiah, mengarah ke manfaat dibidang kesehatan atau klinis di masa depan
RUMUSAN MASALAH:
Berapa angka prevalensi BBLR di
kabupaten Kediri?
»
DESKRIPTIF
JUDUL:
ANGKA PREVALENSI BBLR DI KABUPATEN
KEDIRI
TUJUAN (UMUM) PENELITIAN:
Mengukur angka prevalensi BBLR di
kabupaten Kediri
RUMUSAN MASALAH:
Apa faktor dominan dari kejadian BBLR di
kabupaten Kediri?
»
ANALITIK
JUDUL:
FAKTOR DOMINAN DARI KEJADIAN BBLR
DI KABUPATEN KEDIRI
TUJUAN (UMUM) PENELITIAN:
Mengkaji faktor dominan dari kejadian
BBLR di kabupaten Kediri
ANGKA DAN FAKTOR DOMINAN
DARI KEJADIAN BBLR
STUDI DESKRIPTIF: STUDI ANALITIK/ EKSPLANATIF: Mengetahui Menggambarkan Mendeskripsikan Mengukur Menghitung Menganalisis Mengkaji Membuktikan Menguji Membandingkan Mengidentifikasi
1.
Mengetahui angka prevalensi BBLR di
kabupaten Kediri
2.
Menganalisis hubungan antara infeksi di
masa kehamilan dengan kejadian BBLR
3.
Menganalisis hubungan antara penggunaan
obat-obatan dengan kejadian BBLR
4.
Menganalisis hubungan antara tingkat
Mengetahui pengetahuan ibu bayi tentang imunisasi Tujuan Khusus:
1. Mengetahui pengetahuan ibu bayi tentang
pengertian dan tujuan imunisasi
2. Mengetahui pengetahuan ibu bayi tentang jenis
imunisasi dan waktu pemberian
Tujuan Umum:
Mengetahui pengetahuan ibu bayi tentang imunisasi Tujuan Khusus:
1. Mengetahui pengetahuan ibu bayi tentang imunisasi
menurut tingkat pendidikan ibu
2. Mengetahui pengetahuan ibu bayi tentang imunisasi
Tujuan Umum:
Menganalisis hubungan antara dukungan suami dengan depresi ibu pasca persalinan
Tujuan Khusus:
1. Mengetahui gambaran dukungan suami ibu bersalin 2. Mengetahui gambaran kejadian depresi ibu pasca
persalinan
3. Menganalisis perbedaan kejadian depresi pasca
persalinan antara ibu yang mendapatkan dukungan cukup dan yang tidak mendapatkan dukungan cukup dari suami
Tujuan Umum:
Menganalisis hubungan antara dukungan suami dengan depresi ibu pasca persalinan
Tujuan Khusus:
1. Mengetahui kejadian depresi pasca persalinan pada
ibu yang mendapatkan dukungan cukup dari suami
2. Mengetahui kejadian depresi pasca persalinan pada
ibu yang tidak mendapatkan dukungan cukup dari suami
3. Menganalisis perbedaan kejadian depresi pasca
persalinan antara ibu yang mendapatkan dukungan cukup dan yang tidak mendapatkan dukungan cukup dari suami
MASALAH Daftar pertanyaan Rumusan masalah JUDUL penelitian Tujuan penelitian
Kontribusi terhadap
implementasi program, dan
implikasinya terhadap
perumusan kebijakan
Kontribusi bagi pengembangan
profesionalitas
Kontribusi bagi pengembangan
IPTEK
Uraian sistematik tentang fakta,
hasil penelitian sebelumnya
Sumber pustaka mutakhir (recent)
yang memuat teori atau
pendekatan baru yang relevan
Diupayakan mengambil dari
sumber asli
Intisari dari tinjauan pustaka
Skema hubungan antar
konsep (variabel)
Kehamilan ganda Obat-obatan
Prematuritas Malnutrisi
Berat BLR
Variabel bebas (independent var.)
Variabel tergantung (dependent var.)
Variabel luaran (external var.)
Tujuan Penelitian:
Membuktikan pengaruh
Paradigma Kesetaraan Jender di
masyarakat terhadap Fertilitas
Status Kesehatan Lingkungan Pelayanan Kesehatan Genetik Perilaku
Praksis/ Tindakan Pengetahuan Sikap Konsep Perilaku Faktor predisposisi Faktor pemudah Faktor penguat Fertilitas Lingkungan Lingkungan Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan Genetik Genetik Penggunaan metode KB pria Sikap Sikap Pengetahuan tentang KB Paradigma kesetaraan jender
1.
Terdapat hubungan antara infeksi dengan
BBLR
2.
Tingkat sosial ekonomi mempunyai
kontribusi terhadap kejadian BBLR
3.
Penggunaan obat-obatan mempengaruhi
kejadian BBLR
Rancang bangun
Lokasi dan waktu penelitian
Populasi dan sampel
Variabel dan definisi operasional
Instrumen penelitian
Prosedur pengumpulan data
Analisis data
Penelitian Observasional Eksperimental Cohort Case-control Cross-sectional Pra-eksperimental Eksperimental murni Eksperimental kuasi Eksplanatif /Analitik Deskriptif & Eksploratif K o re la si o na l
Penelitian Analitik Cohort Case-control Cross-sectional Pra-eksperimental Eksperimental murni Eksperimental kuasi Eksperimental Observasional K o re la si o na l Deskriptif
Hanya menjawab pertanyaan: What,
Who, Where, When, How much/many
Tujuan: menggambarkan pola atau
profil karakteristik
Goal: Besaran dan pola masalah
Analisis data: bisa hanya untuk tingkat
sampel (tidak digeneralisasi); tetapi bisa
juga sampai tingkat inferensial
(digeneralisasi) yaitu dengan melakukan
Estimasi
Menjawab pertanyaan:
Why
Tujuan: membuktikan hubungan antar
variabel, biasanya hubungan kausal
Goal: Pemecahan masalah
Analisis data: bisa hanya untuk tingkat
sampel; bisa sampai tingkat inferensial
yaitu dengan melakukan Uji Hipotesis
Bila nilai x berubah (berbeda) diikuti dg
perubahan (perbedaan) yg terpola dari nilai y, atau sebaliknya ada hubungan antara x dan y
Bila nilai x berubah (berbeda) tidak diikuti dg
perubahan (perbedaan) yg terpola dari nilai y, atau sebaliknya tidak ada hubungan antara x dan y asimetris
x
x
y
y
y
x
simetris reciprocal“hubungan” /
relationship
(simetris/asimetris)y=f(x)
perbedaan / komparasi
(dgn mengendalikan semua variabel eksternal) Populasi / Sampel Perlakuan Kontrol Outcome + Outcome -Outcome + Outcome -Saat ini Yang akan datang Mulai Alokasi(random)
Pengukuran Outcome (komparasi) Intervensi
Syarat:
›
Ada perlakuan
›
Ada randomisasi (u/
pengendalian variabel eksternal)
›
Ada pembanding (control
group)
Populasi / Sampel Perlakuan Kontrol Outcome + Outcome -Outcome + Outcome -Saat ini Yang akan datang Mulai Tak ada alokasi random Pengukuran Outcome (komparasi) IntervensiSyarat:
›
Ada perlakuan
›
Tidak ada randomisasi
›
Ada pembanding (control
group)
Populasi /
Sampel Perlakuan
Outcome + Outcome
-Saat ini Yang akan datang
Syarat:
Ada perlakuan
Tidak ada pembanding
Tidak termasuk disain
Populasi / Sampel Faktor + Faktor -Outcome + Outcome -Outcome + Outcome
-Saat ini Yang akan datang Mulai Klasifikasi Pengukuran Outcome
(komparasi)
Sudah ada Outcome +
Termasuk studi longitudinal
Prospektif (bisa Retrospektif)
Outcome + Outcome -Faktor + Faktor -Faktor + Faktor
-Masa lalu Saat ini
(komparasi)
Populasi / Sampel
Termasuk studi longitudinal
Disebut juga studi retrospektif
Memory recall bias cukup besar
Digunakan untuk kasus-kasus yg
jarang
Idealnya kasus yg dipilih adalah
Populasi/ Sampel Factor + Faktor -Outcome + Outcome -Outcome + Outcome -Saat ini Mulai Pengukuran (komparasi)/ Populasi / Sampel Faktor + Faktor -Outcome + Outcome -Outcome + Outcome -Saat ini
Mulai Pengukuran / Klasifikasi (komparasi)
Lemah dlm menjawab adanya
asosiasi antara paparan & efek
Digunakan bila:
›
Paparan berupa fixed
characteristics (etnis, gol darah,
jenis kelamin, dll)
›
Paparan berupa suatu
Populasi: adalah kumpulan atau
agregat obyek/unit analisis ke
mana generalisasi dirumuskan
dan dari mana sampel diambil
Populasi bisa FINIT (terbatas) atau
INFINIT (tak terbatas)
Populasi yang finit harus didefinisikan
dengan jelas : APA/SIAPA, DI MANA,
KAPAN
Contoh:
Populasi penelitian adalah ibu yang
bekerja dan mempunyai bayi 0-6 bln
di Kecamatan Tambaksari, Kota
Surabaya, bulan Maret 2010.
Sampel probabilitas (random,
acak)
›
Bisa digeneralisasi ke populasi
Sampel non probabilitas (non
random, tak acak)
›
Tidak bisa digeneralisasi
›
(sampel selektif, aksidental, purposif)
Syarat sampel yang bisa digeneralisasi:
Representatif (diambil secara acak):
sampel probabilitas
Reliabel:
besar sampel cukup (dihitung
dengan rumus, yang
Acak sederhana (simple random)
Acak sistematik (systematic
random)
Acak berstrata (stratified random)
Acak bergugus (cluster random)
Acak bertahap (multistage
random)
Probability proportional to size (PPS)
Prinsip :
Mengambil sejumlah n elemen dari
sejumlah N elemen secara acak
Kerangka sampel atau ”sampling
frame”
Tabel bilangan random, komputer
atau kalkulator
Bila populasi homogen dalam hal
karakteristik yang bisa mempengaruhi
outcome (atau homogen dalam hal
variabel eksternal)
Anemia ibu hamil Status
sosial ekonomi
Contoh: sebuah penelitianDESKRIPTIF bertujuan
mengukur angka prevalensi Anemia ibu hamil. Kalau secara teoritik Status sosial ekonomi mempengaruhi Anemia ibu hamil, maka:
Bila Status sosial ekonomi di populasi bersangkutan homogen Simple Random Sampling
Bila Status sosial ekonomi di populasi heterogen
Simple Random Sampling BUKAN PILIHAN!
Status gizi balita Status sosial ekonomi
Contoh: suatu penelitianANALITIK bertujuan menganalisis
hubungan antara Status sosial ekonomi dgn Status gizi balita. Kalau secara teoritik Tingkat pengetahuan (sebagai variabel eksternal) mempengaruhi Status gizi balita, maka:
Bila Tingkat pengetahuan di populasi bersangkutan homogen Simple Random Sampling
Bila Tingkat pengetahuan di populasi heterogen
Simple Random Sampling BUKAN PILIHAN!
Populasi Populasi Sampel Sampel Lotre / bilangan random Lotre / bilangan random * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Contoh
Misal dari populasi petani yang dianggap homogen sebanyak 1000 orang diambil sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan tabel bilangan random. Pertama, buat kerangka sampel yaitu daftar nama petani yang diberi nomor 0001 hingga 1000. Untuk pemberian nomor, perlu diperhatikanjumlahdigit di
populasi, karena besar populasi adalah 1000 maka jumlah digit adalah 4. Maka nomor awal dimulai dengan 0001 bukan 1, 01, ataupun 001. Ini untuk mempertahankan prinsip ”equal probability”.
Selanjutnya peneliti bisa menggunakan tabel bilangan random dengan menjatuhkan pensil di area tabel bilangan random. Kemudian dilihat, ujung pensil jatuh di nomor terdekat berapa.
Misal deretan tabel bilangan random adalah sebagai berikut:
Pensil
001201 234019 010325 000123 021780 660012 021340 000120 127658 012030 dan seterusnya
Mirip simple random sampling
Menggunakan cara sistematis
unit sampel 1: diambil secara simple
random dari i unit yang pertama
Unit sampel 2, 3, ….. dstnya secara
sistematis dengan interval tertentu
+ * - + * * * - + + - * * - - * + + -+ -+ * - * -* - - * + + * - + * * * - + + - * * - - * + + -+ -+ * - * -* - - * + * -- * - + * -- * - +
simple random (pada i sampel pertama) simple random (pada i sampel pertama)
N=30 n=6 i=30/6=5 Populasi Sampel 1 2 3 4 5 9 14 19 24 29
Populasi dipisah menurut stratifikasi tertentu
(strata menurut karakteristik yang mempengaruhi outcome)
Strata :
› subpopulasi dari populasi awal › tiap strata homogen
› antar strata heterogen
Contoh : bumil dibagi menjadi 3 strata :
bumil kaya, bumil cukup kaya, dan bumil miskin
+ * - + * - + + * - * + -+ -+ - -* - * + * - + * - + + * - * + -+ -+ - -* - * * * * * * * * * * * * * -+ -+ -+ + + + + + + + + + + + + - + * - - * + + -+ - -+ * - - * + + -stratifikasi
stratifikasi simple randomsimple random
Populasi Populasi
Sampel Sampel
Populasi dipisah menurut
rumpun/cluster tertentu
Cluster/rumpun/gugus:
› subpopulasi dari populasi awal
› tiap rumpun heterogen
› antar rumpun homogen
Contoh: rumpun (blok) rumah (RT,
+ * + * -- * * -- + -- + + * + * -- * * -- + -- + - - - + + + * * * - + * - + - - - + + + * * * - + * - + 1 1 2 2 * * + + + * * + * * + + + * * + -+ -+ - - - -+ * * * * + + -+ -+ - - - -+ * * * * + + -3 3 4 4 + * * - - + + - - + * + + * * - - + + - - + * + + + + -* -* + - + -* + + + -* -* + - + -* + - - + * * + - - + + * * + - - + * * + - - + + * * + - - - * * + + * * + -+ - - - * * -+ + * * + -5 5 6 6 7 7 8 8 - - - + + + * * * - + * - + - - - + + + * * * - + * - + + - - - * * + + * * + -+ - - - * * -+ + * * + -2 2 8 8 + + * * -* + - -* + + * * -* + - -*
cluster diambil acak
cluster diambil acak unit sampel diambil acak unit sampel diambil acak Sampel Sampel Populasi Populasi
Perluasan dari Cluster Random
Sampling
Biasanya berdasarkan hirarki
administratif wilayah
Contoh:
negara propinsikabupaten/kota
+ * + * -- * * -- + -- + + * + * -- * * -- + -- + - - - + + + * * * - + * - + - - - + + + * * * - + * - + 1 1 2 2 * * + + + * * + * * + + + * * + -+ -+ - - - -+ * * * * + + -+ -+ - - - -+ * * * * + + -3 3 4 4 + * * - - + + - - + * + + * * - - + + - - + * + + + + -* -* + - + -* + + + -* -* + - + -* + - - + * * + - - + + * * + - - + * * + - - + + * * + - - - * * + + * * + -+ - - - * * -+ + * * + -5 5 6 6 7 7 8 8 - - - + + + * * * - + * - + - - - + + + * * * - + * - + + - - - * * + +* * + -+ - - - * * -+ +* * + -2 2 8 8 + * * * + + * * * + -cluster tahap 1 diambil acak cluster tahap 1 diambil acak cluster tahap 2 diambil acak cluster tahap 2 diambil acak Sampel Sampel a b c d Populasi Populasi - - - + * * - + - - - + * * - + a * * + + -* -* + + -d sampel diambil acak sampel diambil acak 1.
Selective sampling
2.Quota sampling
3.Convenience sampling
4.Accidental sampling
5.
Purposive (judgmental) sampling
6.
Snowball sampling
Random SAMPLING: pengambilan
sampel dari populasi
→ tujuan generalisasi
Random ALLOCATION (Randomisasi):
pengalokasian subyek ke dalam
kelompok-kelompok studi (pada studi
eksperimental, contoh: RCT =
Randomized Clinical Trial)
→ tujuan pengendalian variabel (homogenisasi baseline data antar kelompok)
π = proporsi kejadian / angka prevalensi
bilaπ tdk diketahui hrs dianggap = 50% = 0,50 W = lebar penyimpangan (maksimum = 10-20% =
0,1-0,2)
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian anemia bumil di kec. Wonoayu, kab. Sidoarjo.
Bila dari penelitian terdahulu diketahui angka
prevalensi anemia pd bumil di Jawa Timur = 20%, maka besar sampel:
σ = simpangan baku (SD) kejadian W = lebar penyimpangan
(maksimum = 10% dari rerata kejadian) α = 0,05 z = 1,96
z1/2.α = adjusted SD untuk α uji 2 arah
zβ = adjusted SD untuk β (β=0,20 z =0,84) π1 = proporsi respons kelompok 1 yang diharapkan π2 = proporsi respons kelompok 2 yang diharapkan π = proporsi gabungan = (π1+π2)/2
z1/2.α = adjusted SD untuk α uji 2 arah
zβ = adjusted SD untuk β (β=0,20 z =0,84) σ = SD respons kelompok kontrol/konvensional µ1 = rerata respons kelompok 1 yg diharapkan µ2 = rerata respons kelompok 2 yg diharapkan
z1/2.α = adjusted SD untuk α uji 2 arah
zβ = adjusted SD untuk β (β=0,20 z =0,84)
ρ = koefisien korelasi antar variabel yg diharapkan
(k-1).(r-1)>=15
k = jumlah kelompok
Bila besar populasi (N) bumil di
Kecamatan Wonoayu, Kab. Sidoarjo = 90, dan n (pd populasi infinit) terhitung = 246, maka besar sampel pd populasi finit ini:
Kriteria sampel dibuat karena:
Alasan teknis
Pengendalian variabel eksternal
(confounding variable) Generalisasi:
Generalisasi ke populasi inferensi yang
sesuai dengan kriteria sampel (bukan ke populasi target)
Populasi target akan sama dgn populasi
inferensi bila tidak terdapat kriteria sampel
Populasi target Populasi inferensi
(area generalisasi, sesuai kriteria sampel)
Sampel
POPULASI TARGET, POPULASI INFERENSI & SAMPEL
Abstrak
Konkrit
Konsep Definisi konseptual
Variabel Definisi operasional Penentuan indikator
Karakteristik hasil
pengamatan dari
sekumpulan obyek yang
mempunyai nilai yang
bervariasi (beragam)
Var bebas Var tergantung
Var bebas
Var perancu
Var tergantung
1.
Variabel bebas (independent
variable):
a. Penggunaan obat-obatan
b. Infeksi pada masa kehamilan
c. Tingkat sosial ekonomi
2.
Variabel tergantung (dependent
variable):
Kejadian BBLR
Variabel yang diamati:
a. Kejadian BBLR
b. Umur ibu
c. Paritas ibu
definisi dari variabel-variabel yang
diukur/diamati:
- arti
- cara mengukur
- kategorisasi & kriteria
- skala pengukuran
bukan definisi teoritis!
yang di-definisi-operasional-kan
adalah hanya variabel yang diamati
(diteliti)
Kejadian BBLR: adalah berat bayi lahir rendah
yang didapatkan dari catatan medik kelahiran
di tempat pelayanan pertolongan persalinan,
yang terbagi dalam 2 kategori:
1.
BBLR: bila berat waktu lahir <2500 gram
2.
Bukan BBLR: bila berat waktu lahir >=2500
gram
Variabel Definisi operasional Kategori & kriteria Parameter & skala pengukuran Pengetahuan imunisasi jumlah jawaban responden yang benar terhadap 20 pertanyaan mengenai imunisasi 1. Rendah: responden memperoleh 0-7 jawaban benar 2. Sedang: 8-14 jawaban benar 3. Tinggi: 15 atau lebih jawaban benar Proporsi (%) Skala: Ordinal
Alat yang digunakan untuk mengukur
variabel-variabel yg diamati dalam
penelitian:
› kuesioner, lembar pengumpul data / LPD, check-list, timbangan, spektrofotometer, dll.
Sebutkan merk dan hasil kalibrasi
terakhir
Lakukan uji coba untuk melihat
validitas (akurasi) dan reliabilitas
(presisi, keandalan)
Nomor
Identitas pewawancara
Identitas responden (tidak harus
ada nama)
Pertanyaan substantif
›
Relevan
›
Kalimat lugas
›
Istilah yang dimengerti (sesuai
budaya setempat)
Pertanyaan terbuka
1.
Umur ibu saat menikah pertama kali: …..
tahun
2.
Bagaimana pendapat ibu mengenai program
imunisasi Hepatitis B yang baru dilaksanakan
ini?
1.
Alat kontrasepsi yang sedang digunakan saat
ini:
a. Tidak memakai alat kontrasepsi
b. Kondom c. Pil d. Suntik e. Susuk f. Spiral g. Steril h. Lain-lain
Pertanyaan semi terbuka
1.
Alat kontrasepsi yang sedang digunakan saat
ini:
a. Tidak memakai alat kontrasepsi
b. Kondom c. Pil d. Suntik e. Susuk f. Spiral g. Steril h. Lain-lain, sebutkan: …….
Pertanyaan kombinasi
1. Tempat pelayanan kesehatan mana saja yang
pernah ibu datangi ketika anak ibu sakit? (jawaban bisa lebih dari satu)
a. RS pemerintah
b. RS/klinik swasta
c. Puskesmas
d. Dokter praktek swasta
e. Perawat/bidan praktek swasta
f. Sinshe
g. Dukun
h. Lain-lain
Pertanyaan2 yang membentuk konsep
tertentu (berupa variabel komposit)
Pengetahuan tentang imunisasi:
1.
Apa arti imunisasi?
2.
Apa manfaat imunisasi?
3.
Sebutkan jenis-jenis imunisasi?
4.
Kapan imunisasi diberikan?
Validitas (accuracy): apakah ukuran
yang diperoleh dengan menggunakan instrumen tertentu adalah ukuran yang sebenarnya dari obyek tersebut
Cara penilaian validitas: dengan
membandingkan hasil pengukuran
dengan menggunakan instrumen yang akan dinilai validitasnya dengan
instrumen standar (gold standard)
Rerata
Reliabilitas menyangkut keandalan
instrumen.
Jika himpunan obyek yang sama diukur berkali-kali dengan instrumen yang sama, apakah akan diperoleh hasil yang sama?
Suatu instrumen disebut mantap, tidak
berubah-ubah pengukurannya dan dapat diandalkan, bila penggunaan instrumen berulang-kali ternyata memberikan hasil yang serupa
Tinggi Rendah V A L I D I T A S Tinggi Rendah RELIABILITAS
Hanya pertanyaan2 yg membentuk
sebuah konsep (konstruksi) yg diuji
validitasnya:
›
Validitas konstruksi (construct
validity)
statistical): dgn uji
korelasi antar item pertanyaan
dgn variabel kompositnya (total
skor semua pertanyaan)
›
Validitas muka (face validity):
konsultasi dgn pakar bidang
substansi yg bersangkutan
Reliabilitas eksternal
(statistical): dgn uji komparasi
antara hasil test & retest
Reliabilitas internal (statistical):
dgn uji korelasi antar item
pertanyaan yg membentuk
sebuah konsep
Wawancara berstruktur
Angket
Observasi
Pengukuran melalui
penimbangan
Pencatatan statistik rutin
(Raw) DATA INFORMASI STATISTIKA (analisis data)
(peringkasan/pengorganisasian, generalisasi)
Pengambilan keputusan
rumusan masalah Studi pustaka Formulasi hipotesis Pengumpulan data Manajemen & analisis data Generalisasi & kesimpulan Model pengujian hipotesis Laporan ilmiah S T A T I S T I K A Analisis DESKRIPTIF:
meringkas & mengorganisasikan data • ukuran sentral (mean, median, modus)
& frekuensi relatif (rasio, proporsi, rate) • ukuran dispersi (SD)
• pola distribusi (skewness & kurtosis)
Analisis INFERENSIAL: generalisasi / induksi • estimasi
• uji hipotesis
(hanya bila sampel random & cukup)
sampel
populasi profil
Deskriptif Analitik/ eksplanatif Deskriptif (sampel) Inferensial (populasi) Estimasi Uji hipotesis Jenis penelitian (disain) Lingkup statistika (analisis data)
≠
Transformasi variabel
Analisis deskriptif (proporsi, rerata)
Time series analysis
Analisis komparasi (uji t, anava, uji
khi-kuadrat, dll)
Analisis korelasi (Pearson,
Spearman, dll)
Analisis multivariabel (regresi
ganda, dll)
Health Education Health Education HE (-) HE (-) HE (+) HE (+) R e ra ta s k o r h y g ie n e p e ro ra n g a n R e ra ta s k o r h y g ie n e p e ro ra n g a n 3.5 3.5 3.0 3.0 2.5 2.5 2.0 2.0 1.5 1.5 1.0 1.0 .5 .5 Health Education HE (-) HE (+) R e ra ta s k o r h y g ie n e p e ro ra n g a n 3.5 3.0 2.5 2.0 1.5 1.0 .5
Frekuensi Health Education
3.0 2.0 1.0 S k o r ti m n u ln y a p e n y a k it 7 6 5 4 3 2 1 0
Gaya kepemimpinan instalasi Partisipatif Kombinasi Konsultatif % p e ra w a t y g p a tu h p d p ro ta p 70 60 50 40 30 20 10 0
Tingkat motivasi kerja
30 28 26 24 22 20 18 16 14 K in e rj a a s u h a n k e p e ra w a ta n 200 180 160 140 120 100
Variabel II
(Var tergantung) Jumlah
n (%) A n (%) B n (%) Variabel I (Var bebas) X Y Z Jumlah Tubuh (sel-sel) Total marginal baris Total marginal
kolom Grand total
TBC (+) Wilayah M 500 Wilayah S 600 Populasi 5000 10000 10% 6% TBC (-) 4500 (90%) 9400 (94%)
TBC (+) Wilayah M 500 Wilayah S 600 Populasi 5000 10000 3,3% 4,0% TBC (-) 4500 9400 Total 1100 13900 15000 (100%)
Data kategorikal: % BARIS
Tabel 5.3.
Hubungan antara pencemaran tanah dengan eksistensi cacing pada responden anak balita di kecamatan “Udan Banjir” kabupaten “Sumber Banyu”,
tahun 2000 Pencemaran tanah Eksistensi cacing Jumlah n (%) Positif n (%) Negatif n (%) Ya Tidak 6 (31,6) 8 ( 8.2) 13 (68,4) 90 (91,8) 19 (100,0) 98 (100,0) Jumlah 14 (12,0) 103 (88,0) 117 (100,0) Angka prevalensi
Tabel 5.3. Hubungan antara pencemaran tanah dengan eksistensi cacing pada responden anak balita di kecamatan “Udan Banjir” kabupaten “Sumber
Banyu”, tahun 2000
Pencemaran tanah
Eksistensi cacing Jumlah
n (%) Positif n (%) Negatif n (%) Ya Tidak 6 ( 5,1) 8 ( 6,8) 13 (11,1) 90 (76,9) 19 (16,2) 98 (83,8) Jumlah 14 (12,0) 103 (88,0) 117 (100,0) Populasi Sampel Rerata(mean)
skor Motivasi di sampel = 52,40
Rerata(mean)
skor Motivasi di populasi: 50,3 < µ µ µ µ < 54,5
statistik
Statistik: ukuran/karakteristik yg
dimiliki sampel (simbol: huruf kecil
Latin
s, p, r
, dll)
Parameter: ukuran/karakteristik yg
dimiliki populasi (simbol: huruf
kecil Yunani
σ, π, ρ
, dll)
Berhadapan dgn pengamatan
pada sampel (bagian/subset dari
populasi)
Bertujuan untuk generalisasi
Syarat sampel:
›
Representatif (random)
Penelitian kuantitatif Penelitian Deskriptif Penelitian Analitik sampling Non random sampling Random sampling Non random sampling besar sampel Rumus besar sampel Besar sampel arbitrer Besar sampel arbitrer Estimasi Analisis deskriptif (tabel 1 dimensi frekuensi, rerata, dll Analisis inferensial generalisasi (uji hipotesis/ uji statistik) Analisis deskriptif (tabel silang)
Nominal Ordinal Interval Rasio
Perbedaan + + + +
Jenjang - + + +
Selisih
(operasi matematik) - - + +
Nol mutlak - - - +
Contoh jenis kelamin tingkat
pendidikan
temperatur (derajad C)
berat badan (kg)
Selanjutnya Interval & Rasio jadikan satu = Kuantitatif
normal Komparasi 2 Bebas (independent) Uji t 2 sampel bebas ~ Uji Mann-Whitney ~ Uji jumlah peringkat dari Wilcoxon ~ Uji khi-kuadrat
~ Uji eksak dari Fisher Berpasangan (related/paired) Uji t sampel berpasangan Uji peringkat bertanda dari Wilcoxon Uji McNemar (u/ kategori dikotomik) >2 (k) Bebas (independent)
Anava 1 arah Uji Kruskall-Wallis Uji khi-kuadrat
Berpasangan (related/paired)
Anava u/ subyek yg sama
Uji Friedman Uji Cochran's Q
(u/ kategori dikotomik) Korelasi ~ Korelasi dari Pearson (r) ~ (Regresi) ~ Korelasi dari Spearman (rs) ~ Asosiasi Kappa (κ) ~ Koefisien Kontingensi (C) ~ Koefisien Phi Variabel bebas (1 variabel)
Variabel tergantung (1 variabel)
Rasio-Interval Ordinal Nominal
atau Kategorik
Rasio-Interval • Korelasi hasil kali
momen dari Pearson (ρ)
• Korelasi dari Spearman
(ρs)
• Kendall’s Tau (τ)
• Kappa
• Uji t 2 sampel bebas • Anava 1 arah
Ordinal • Korelasi dari
Spearman (ρs)
• Kendall’s Tau (τ)
• Kappa
• Korelasi dari Spearman
(ρs)
• Kendall’s Tau (τ)
• Kappa
• Uji Mann-Whitney • Uji jumlah peringkat
dari Wilcoxon • Uji Median • Uji Kolmogorov-Smirnov 2 sampel • Uji Kruskal-Wallis Nominal atauKategorik
• Uji t 2 sampel bebas • Anava 1 arah
• Uji Mann-Whitney • Uji jumlah peringkat
dari Wilcoxon • Uji Median • Uji Kolmogorov-Smirnov 2 sampel • Uji Kruskal-Wallis • Uji Khi-kuadrat (χ2) 2 atau k sampel
• Uji eksak dari Fisher • Koefisien kontingensi • Cramer’s V, Phi (φ)
Tabel 2 x 2 Tabel non 2 x 2 Memenuhi syarat uji khi-kuadrat Tak memenuhi syarat uji khi-kuadrat Memenuhi syarat uji khi-kuadrat Tak memenuhi syarat uji khi-kuadrat Uji khi-kuadrat dgn koreksi kontinyuitas dr Yates Uji eksak dr Fisher Uji khi-kuadrat dr Pearson Lakukan penggabungan kategori Syarat uji khi-kuadrat:
Banyaknya sel yang mempunyai frekuensi harapan (expected count/ frequency=E) <5 tidak boleh lebih dari 20%;
dan tidak boleh ada sebuah sel pun yg mempunyai E<1
Tentukan tingkat kemaknaan (αααα = error tipe I),
pada penelitian kesehatan/kedokteran α=5%
Bila p<0,05, atau
statistik hitung>statistik tabel (nilai kritis)
hipotesis nihil ditolak:
“Ada hubungan/pengaruh” atau “Ada perbedaan”
Bila p>=0,05, atau
statistik hitung<=statistik tabel
hipotesis nihil diterima:
“Tidak ada hubungan/pengaruh” atau “Tidak ada perbedaan”
Mobilisasi dini Involusi uteri Normal Tak normal Total Ya Tidak 50 (75,8%) 11 (21,2%) 16 (24,2%) 41 (78,8%) 66 (100%) 52 (100%) Total 61 (51,7%) 57 (48,3%) 118 (100%)
+ Disease - Analysis of Single Table
+---+---+ Odds ratio = 11.65 (4.50 <OR< 30.92) +| 50 | 16 | 66 Cornfield 95% confidence limits for OR +---+---+ Relative risk = 3.58 (2.08 <RR< 6.16) -| 11 | 41 | 52 Taylor Series 95% confidence limits for RR
+---+---+ Ignore relative risk if case control study. E 61 57 118 x Chi-Squares P-values p --- ---o Unc---orrected : 34.73 0.0000000 s Mantel-Haenszel: 34.43 0.0000000 u Yates corrected: 32.57 0.0000000 r e Nominal Nominal
Hoditolak (ada asosiasi yg signifikan)
Tujuan penelitian:
Menggambarkan karakteristik usia perempuan yang melakukan pap smear di Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto tahun 2010
Tabel 5.1
Distribusi usia perempuan yang melakukan pap smear di Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto tahun 2012
Kelompok usia Perempuan yang melakukan pap smear
Frekuensi Persen
<20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Jumlah
kelompok usia perempuan di Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto tahun 2010
Tabel 5.1
Distribusi tindakan melakukan pap smear menurut kelompok usia perempuan di Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto tahun 2010
Kelompok usia Perempuan
Tindakan melakukan pap smear
Jumlah n (%) Melakukan n (%) Tidak melakukan n (%) <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Jumlah Tujuan penelitian:
Menganalisis hubungan antara tindakan melakukan pap smear dengan tingkat pengetahuan perempuan di Puskesmas
Gayaman Kabupaten Mojokerto tahun 2010
Tabel 5.1
Hubungan antara tindakan melakukan pap smear dengan tingkat pengetahuan perempuan
di Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto tahun 2010
Tingkat pengetahuan perempuan
Tindakan melakukan pap smear
Jumlah n (%) Melakukan n (%) Tidak melakukan n (%) Baik Cukup Kurang Jumlah
Landasan teori sudah kadaluarsa Sampel tidak representatif & tidak
reliabel (padahal bertujuan untuk generalisasi)
Instrumen penelitian tidak reliabel & tidak
valid
Disain penelitian tidak tepat Metode analisis tidak tepat
Deskripsi lokasi/daerah penelitian yang relevan
dgn substansi penelitian
Deskripsi hasil analisis deskriptif & inferensial,
disertai narasi yang merupakan interpretasi hasil analisis:
› Bisa berbentuk narasi saja, tabel & gambar (diagram, foto, dll)
› Isi print-out komputer atau perhitungan manual tidak serta merta dikutip semua (print-out & perhitungan manual
dilampirkan)
› Narasi hanya berisi informasi penting & menonjol, tidak mengulang apa yg sdh dicantumkan di tabel/diagram
Tabel 5.1.
Komparasi perubahan pengetahuan antara kelompok intervensi simulasi dan kelompok intervensi ceramah pada kader kesehatan
di kecamatan “Arum Dalu”, kabupaten “Bunga Indah”, tahun 2000
Intervensi n
Perubahan skor pengetahuan
p Keterangan Rerata Simpangan baku Simulasi Ceramah 15 15 33,33 20,39 11,44 13,53 0,002 Berbeda bermakna
Tabel 5.1 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata perubahan skor pengetahuan antara kelompok yang mendapatkan penyuluhan dengan metode simulasi dan metode ceramah (p=0,002 atau p<0,05). Metode simulasi memberikan perubahan skor pengetahuan (rerata=33,3) yang lebih tinggi daripada ceramah (rerata=20,39). Print-out bisa dilihat di Lampiran 1.
Contoh lain hasil penelitian:
Tabel 5.1
Komparasi perubahan pengetahuan antara kelompok intervensi simulasi dan kelompok intervensi ceramah pada kader kesehatan
di kecamatan “Arum Dalu”, kabupaten “Bunga Indah”, tahun 2000
Intervensi n
Perubahan skor pengetahuan
t hitung Keterangan Rerata Simpangan baku Simulasi Ceramah 15 15 33,33 20,39 11,44 13,53 3,234 Berbeda bermakna
Tabel 5.1 menunjukkan hasil uji t 2 sampel bebas bahwa terdapat perbedaan rata-rata perubahan skor pengetahuan antara kelompok yang mendapatkan penyuluhan dengan metode simulasi dan metode ceramah
(t hitung=3,234>t tabel=2,160). Metode simulasi memberikan perubahan skor pengetahuan (rerata=33,3) yang lebih tinggi daripada ceramah (rerata=20,39). Perhitungan bisa dilihat di Lampiran 1.
Hubungan antara lama perawatan dan kejadian infeksi nosocomial di RSD X tahun 2000
Lama perawatan
Kejadian infeksi nosokomial Jumlah n (%) Positif n (%) Negatif n (%) >7 hari ≥7 hari 12 (34,3) 2 ( 4,1) 23 (65,7) 47 (95,9) 35 (100,0) 49 (100,0) Jumlah 14 (16,7) 70 (83,3) 84 (100,0)
Tabel 5.3 menunjukkan hasil uji khi-kuadrat bahwa terdapat perbedaan proporsi kejadian kecacingan antara kelompok yang tinggal di daerah tercemar (34,3 persen) dan yang tidak tinggal di daerah tercemar (4,1 persen), dengan χ2 hitung=11,32>χ2tabel=3,84. Perhitungan manual bisa dilihat di Lampiran 1.
Keterangan: χ2 hitung=11,32 Correlations Correlations 1 1 -.031-.031 . . .774.774 89 89 8989 -.031 -.031 11 .774 .774 .. 89 89 8989 Pearson Correlation Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Sig. (2-tailed) N N Pearson Correlation Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Sig. (2-tailed) N N Skor motivasi Skor motivasi Skor kepatuhan Skor kepatuhan memasang infus memasang infus Skor Skor motivasi motivasi Skor Skor kepatuhan kepatuhan memasang memasang infus infus Correlations 1 -.031 . .774 89 89 -.031 1 .774 . 89 89 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Skor motivasi Skor kepatuhan memasang infus Skor motivasi Skor kepatuhan memasang infus p=0,774 (>0,05) tak ada korelasi yg signifikan
Dengan menggunakan analisis korelasi dari Pearson, ditemukan bahwa tidak ada korelasi antara skor motivasi dengan skor kepatuhan memasang infus (p=0,774 atau p>0,05, dengan r=-0,031). Print-out bisa dilihat di Lampiran 3.
Symmetric Measures Symmetric Measures .490 .490 .181.181 3.5073.507 .001.001cc .463 .463 .158.158 3.2593.259 .002.002cc 41 41 Pearson's R Pearson's R Interv by Interv Interv by Interv Spearman Correlation Spearman Correlation Ordinal by Ordinal Ordinal by Ordinal N of Valid Cases N of Valid Cases Value Value Asymp. Asymp. Std. Error
Std. Erroraa Approx. TApprox. Tbb Approx. Sig.Approx. Sig.
Not assuming the null hypothesis. Not assuming the null hypothesis. a.
a.
Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis. b.
b.
Based on normal approximation. Based on normal approximation. c. c. Symmetric Measures .490 .181 3.507 .001c .463 .158 3.259 .002c 41 Pearson's R Interv by Interv Spearman Correlation Ordinal by Ordinal N of Valid Cases Value Asymp.
Std. Errora Approx. Tb Approx. Sig.
Not assuming the null hypothesis. a.
Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis. b.
Based on normal approximation. c.
p=0,001 (<0,05) ada korelasi yg signifikan Skor koordinasi * Skor kinerja
korelasi sedang dan positif kooordinasi>>, kinerja >>
Dengan menggunakan analisis korelasi dari Pearson, ditemukan bahwa ada korelasi antara skor koordinasi dengan skor kinerja (p=0,001 atau p<0,05, dengan r=0,490). Kekuatan korelasi antara koordinasi dan
kinerja adalah sedang, dan semakin baik koordinasi akan diikuti dengan semakin baiknya kinerja. Print-out bisa dilihat di Lampiran 2.
Berisi DISKUSI tentang hasil penelitian
(dukungan literatur dengan menyebutkan sumber yaitu nama pengarang dan tahun, & opini berupa hasil sintesis peneliti)
Menjelaskan MENGAPA hasil penelitian
seperti itu:
› Bila sesuai dgn hipotesis penelitian, sebutkan dukungan teoritiknya
› Bila tdk sesuai dgn hipotesis penelitian, berikan penjelasan dlm bentuk opini & dukungan literatur kontroversi ttg
kemungkinan yang mendasari
penolakan hipotesis penelitian tersebut
Dlm pembahasan tdk lagi ditulis hasil
penelitian yg berupa istilah-istilah
statistik (seperti nama uji statistik, nilai
signifikansi, dll)
Urutan pembahasan mulai dari
membahas temuan deskriptif,
dilanjutkan dgn temuan generalisasi
dari hasil estimasi atau uji hipotesis
Setiap tujuan penelitian harus
Contoh:
Dari Majalah:
Kishor, S. and Parasuraman, S. 1998. Mother’s Employment and Infant and Child Mortality in India. American Journal of Public Health 74: 273-285.
Dari Buku:
Beaglehole, R., Bonita, R., and Kjellstrom, T. 1993. Basic Epidemiology. Geneva: World Health Organization, pp. 55-69
Dari Internet:
Smith, J. 1996. Time to Go Home. Journal of Hiperactivity [Internet] 12th, October, 6(4).
Available from: http://www.lmu.ac.uk [Accessed June 6th, 1997].
Buku (1 jilid, minimum 49 halaman) Pamflet (1-48 halaman)
Berkala (periodical): ada nomor urut & kurun
waktu
Majalah (magazine): ada tanggal
Jurnal (journal): berkala berbentuk pamflet
berseri
Buletin: berkala resmi lembaga/organisasi
profesi
Newsletter: terbitan pendek
Risalah (proceeding): catatan jalannya
pertemuan Abstracting journal Review journal
JUDUL
Baris kepemilikan
Abstrak
Pendahuluan
Lokasi, bahan & cara
Hasil
Pembahasan & simpulan
Persantunan
(acknowledgement)
Daftar Pustaka
Yang pertama kali dibaca orang
Harus mampu menarik perhatian
calon pembaca
Harus JELAS, SPESIFIK, INFORMATIF,
MEMIKAT, TIDAK “BISU”
±12 kata (90 ketukan)
Kalau >12 kata pakai anak judul
Hindari singkatan
Nama-nama pengarang:
semua yang terlibat secara nyata & langsung dalam perencanaan,
pelaksanaan, analisis, sintesis, dan penulisan hasil penelitian yang dilaporkan
Nama-nama lembaga tempat kegiatan
penelitian dilakukan (kalau perlu
dengan alamat, untuk keperluan surat-menyurat)
Tanpa pangkat, kedudukan, dan gelar
Abstrak:
› kependekan lengkap, komprehensif & jelas tentang keseluruhan tulisan
› 200 kata
› Judul, masalah & justifikasi dilakukan penelitian, tujuan, bahan &
metode/pendekatan, hasil & simpulan penting
› Tidak boleh ada tabel, grafik, singkatan yang tak dikenal, & pengacuan pustaka
› Kata kunci (keywords): 3-4 kata
Ringkasan:
› Abstrak yg lebih panjang, disusun dlm beberapa paragraf
› 500 kata
› Tidak boleh ada tabel, grafik, singkatan yang tak dikenal, & pengacuan pustaka
Latar belakang (dengan pernyataan
masalah), tujuan dan prospek
penelitian
Sumber <10 tahun
Tuliskan hipotesis (bila ada)
Uraian geografi yang relevan
Bahan & cara tidak perlu terlalu rinci
Bila menggunakan hewan atau tumbuhan,
berikan nama ilmiah (marga, jenis, varietas, galur)
Kuantitas dalam satuan baku Hindari nama dagang
Rancang bangun & teknik analisis harus
jelas
Uraian instrumen, tahapan & waktu
Inti tulisan ilmiah: informasi
Sistematis:
› Uraian temuan
› Hasil analisis sesuai rancang bangun
› Penafsiran & penjelasan sintesisnya
Data pendukung: spesimen, foto,
dokumen
Bukan data mentah/kasar
Gunakan tabel, grafik, gambar, atau
alat bantu lain
Tempat penulis bebas berekspresi Tidak berpanjang lebar
Argumen logis
Tidak mengulang hasil
Membahas sesuai tujuan penelitian
Hubungkan temuan dgn hasil penelitian
sebelumnya (tulis sumbernya)
Uraikan temuan dengan implikasi teoritis
& praktisnya
Ungkapkan masalah-masalah baru
Hasil dan pembahasan bisa dijadikan
satu bab
Susun simpulan dalam 1-3 kalimat
Simpulan jangan bersifat
pengetahuan umum
Suatu penelitian tak mungkin
dilaksanakan tanpa bantuan pihak
lain
Ucapan terima kasih kepada:
› Pembimbing
› Teknisi yang membantu
› Pakar yang dimintai bantuan pendapat
› Penyedia bahan utama penelitian
› Sejawat yang membantu menelaah naskah
Bisa sistem penomoran (Vancouver)
atau sistem alfabet (Harvard)
Sesuai dengan yang diacu dalam
naskah
Gelar akademis pengarang tidak
boleh dicantumkan
Judul buku dan nama majalah biasa
Dr. Windhu Purnomo, dr., M.S.
Ketua Komisi Sistem Informasi Kesehatan, Lembaga Penelitian
dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Airlangga
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
Alamat kantor:
FKM Unair, Mulyorejo Kampus C UA, Surabaya
Alamat rumah:
Blimbing III/44-46, Pondok Tjandra Indah, Waru, Sidoarjo Jemursari IV/4A, Surabaya
Ponsel 0811 342 172; 081 330 444 795 Email <[email protected]>