• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALLY)

DILENGKAPI MEDIA POWER POINT DENGAN MEDIA KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA

MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH TUMBUHAN SMP NEGERI 3 KARTASURA

TAHUN AJARAN 2011/2012

ARTIKEL

Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1

Program Studi Pendidikan Biologi

Diajukan Oleh : PRIHATIN A 420 080 156

PROGAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012

(2)

STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALLY) DILENGKAPI MEDIA POWER POINT DENGAN

MEDIA

KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH

TUMBUHAN SMP NEGERI 3 KARTASURA TAHUN AJARAN 2011/2012

Prihatin, NIM : A 420 080 156. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team assisted individually) dilengkapi media power point dengan media komik terhadap hasil belajar siswa pada materi struktur dan fungsi tubuh tumbuhan SMP Negeri 3 Kartasura tahun ajaran 2011/2012. Model pembelajaran biologi yang diterapkan di SMP Negeri 3 Kartasura adalah model ceramah, sehingga kurang melibatkan siswa secara langsung. Inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa biologi yaitu model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team assisted individually) dilengkapi media Power point dengan media Komik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen pendidikan, yaitu perbandingan dua media pembelajaran dan satu kelas kontrol. Populasi ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kartasura tahun ajaran 2011/2012. Sampel pada penelitian ini menggunakan 3 kelas, kelas VIIIG sebagai kelas eksperimen I (tipe TAI dilengkapi media power point), kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen II (tipe TAI dilengkapi media komik), dan kelas VIIIE sebagai kelas kontrol. Analisis data dalam penelitian ini menggunkan Uji validitas, reliabilitas, indek kesukaran soal, daya pembeda, Uji normalitas, homogenitas dan Hipotesis (Anova satu jalur). Hasil pengujian hipotesis menggunakan α=5% menunjukkan Fhitung = 7,191 dengan Ftabel diperoleh dari nilai tabel F pada taraf signifikan 5% dengan (df

= 2, 106) yaitu sebesar 3,082. Oleh karena Fhitung 7,191 > 3,082 Ftabel maka H0 ditolak,

yang berarti dari uji- t diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok pembelajaran biologi. Disimpulkan bahwa hasil belajar biologi dengan menggunakan model pembelajaran tipe TAI dilengkapi media Power point (87,0) lebih baik daripada hasil belajar biologi menggunakan model pembelajaran tipe TAI dilengkapi media Komik (81,1) dan kontrol (80,4) pada pokok materi struktur dan fungsi tubuh tumbuhan yang dilihat dari nilai rata-rata test masing-masing kelas pembelajaran. Sedangkan untuk hasil belajar afektif penentuannya dilihat dari perolehan skor angket setiap siswa. Sebanyak 91,10% siswa mendapat nilai A dan 8, 10% siswa mendapat nilai B untuk kelas power point.

Kata kunci : Hasil belajar model pembelajaran kooperatif tipe TAI dilengkapi media Power point

(3)

PENDAHULUAN

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan karena pendidikan merupakan pondasi bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang berkembang akan dapat menghasilkan generasi yang berkualitas dalam pengembangan kemajuan kehidupan bangsa. Untuk itu upaya peningkatan mutu di bidang pendidikan terus dikembangkan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Dari tahun ketahun pendidikan akan mengalami perubahan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana hingga dalam perbaikan kurikulum. Dimasa yang akan datang pendidikan harus mampu mengembangkan potensi peserta didik guna memecahkan masalah-masalah pendidikan. Seseorang yang telah memasuki kehidupan di masyarakat dan di dunia kerja harus mampu menerapkan apa yang telah dipelajari di sekolah untuk menghadapi masalah dalam kehidupan sehari hari.

Biologi merupakan salah satu bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sangat besar pengaruhnya untuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. IPA juga berperan penting dalam usaha menciptakan manusia yang berkualitas. Dalam pembelajaran Biologi lebih menekankan kegiatan belajar mengajar, mengembangkan konsep dan keterampilan proses dengan berbagai metode mengajar yang sesuai dengan bahan kajian yang diajarkan. Dalam pembelajaran IPA, khususnya Biologi, sangat diperlukan model pembelajaran yang tepat yang dapat melibatkan siswa seoptimal mungkin baik secara intelektual maupun emosional, karena pengajaran Biologi menekankan pada keterampilan proses (Kasbolah, 2001).

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa proses pembelajaran biologi kelas VIII yang berjumlah 36 siswa pada setiap kelas di SMP Negeri 3 Kartasura, guru menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah sehingga pembelajaran di sekolah belum optimal, belum

(4)

mencapai tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan belum bisa menumbuhkan minat siswa untuk belajar secara aktif. Dari hasil pengamatan proses belajar biologi di kelas terdapat beberapa permasalahan. Saat pembelajaran di kelas sebanyak 19 siswa (52%) motivasi siswa kurang sehingga kegiatan belajar mereka membosankan dan menjenuhkan, sebanyak 20 siswa (55%) siswa ramai saat pembelajaran, siswa yang aktif hanya tertentu saja sebanyak 11 siswa ( 30%), pemahaman siswa terhadap materi kurang 16 siswa (44%). Siswa juga kurang terlibat secara aktif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Siswa belum memiliki pengetahuan awal yang cukup untuk memahaminya. Meskipun guru sudah memotivasi siswa dengan memberi pertanyaan-pertanyaan pada saat menjelaskan materi, namun siswa terlihat masih pasif dan tidak mau menjawab pertanyaan dari guru sebelum ditunjuk. Model pembelajaran dengan metode ceramah ini mengakibatkan siswa tidak termotivasi dan menganggap biologi

sebagai pelajaran yang

membosankan. Hal ini

mempengaruhi kurang maksimalnya hasil belajar yang dicapai siswa.

Berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi, perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran, baik itu menyangkut pada model pembelajaran maupun

media yang mendukung

pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran yang beragam tentunya guru dapat memilih salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi lingkungan yang ada. Keadaan siswa SMP Negeri 3 Kartasura kebanyakan memiliki sifat yang cenderung ramai saat pelajaran, ketika siswa mulai bosan dengan penyampaian materi yang terlalu monoton. Kebanyakan dari siswa lebih senang dengan pembelajaran kelompok, karena dengan suatu masalah yang dihadapi dapat dengan mudah diselesaikan dalam kelompok. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi guru di SMP Negeri 3 Kartasura khususnya kelas VIII adalah model pembelajaran kooperatif. Dengan

(5)

pembelajaran kooperatif guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber bagi siswa, rekan sebaya, masyarakat dan keluarga juga dapat menjadi sumber pengetahuan.

Model pembelajaran kooperatif menekankan kegiatan pada pengembangan potensi manusia secara optimal melalui cara-cara yang sangat manusiawi, yaitu mudah, menyenangkan dan memberdayakan siswa karena siswa tidak hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru tetapi siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa dalam metode pembelajaran kooperatif merupakan salah satu faktor yang sangat dominan, selain itu metode ini juga menekankan kerja sama antar siswa dan guru untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama kelompok-kelompok kecil yang bekerja untuk menyelesaikan suatu masalah, menyelesaikan suatu tugas atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit dan menumbuhkan

kemampuan kerjasama, berpikir kritis dan mengembangkan sikap sosial siswa. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran kooperatif yang dapat membantu siswa meningkatkan sikap positif

diantaranya membangun

kepercayaan diri terhadap

kemampuannya untuk

menyelesaikan masalah biologi, dan terjadinya interaksi dalam kelompok yang dapat melatih siswa untuk menerima siswa lain yang berkemampuan dan latar belakang yang berbeda. Model pembelajaran kooperatif sangat beragam, salah satunya adalah model pembelajaran tipe TAI (Team Assisted Individually).

Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individually) merupakan model pembelajaran yang membentuk kelompok kecil yang heterogen dengan latar belakang cara berpikir yang berbeda untuk saling membantu. Dalam model ini diterapkan bimbingan antar teman yaitu siswa yang pandai bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah. Disamping itu dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok

(6)

kecil. Siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya, sedangkan siswa yang lemah dapat terbantu dengan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model tipe TAI (Team Assisted

Individually), siswa akan lebih

memahami materi dengan penggunaan media pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mencoba mengadakan penelitian tentang:

“STUDI KOMPARASI

PENGGUNAAN MODEL

PEMBELAJARAN

KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM

ASSISTED INDIVIDUALLY)

DILENGKAPI MEDIA POWER POINT DENGAN MEDIA KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR

SISWA PADA MATERI

STRUKTUR DAN FUNGSI

TUBUH TUMBUHAN SMP

NEGERI 3 KARTASURA

TAHUN AJARAN 2011/2012”.

TINJAUAN PUSTAKA

Belajar adalah suatu proses kompleks yang terjadi pada diri setiap orang setiap hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dan lingkungannya. Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan atau sikapnya ( Arsyad, 2003:1).

Menurut Arends dalam Trianto (2010), model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan di gunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Hal ini sesuai dengan pendapat Joice dan Weil (1992: 4), bahwa setiap model mengarahkan kita dalam mendesain pembelajaran untuk peserta didik dalam mendesain pembelajaran untuk membantu

(7)

peserta didik sedemikian sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan seting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerja sama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada siswa untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan menjadi nara sumber bagi teman yang lain. Jadi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran (Slavin, 2008).

Metode TAI (Team Assisted Individually) dikembangkan oleh

Slavin. Metode ini

mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Metode ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa individual. Oleh karena itu kegiatan pembelajarannya lebih banyak digunakan untuk pemecahan

masalah. Ciri khas model pembelajaran tipe TAI (Team

Assisted Individually) ini adalah

setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipesiapkan oleh guru. Hasil belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok, dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama (Slavin, 2008: 191).

Menurut Bovee dalam Sanaky (2009: 3), media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi penyampaian pesan. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Dapat dikatakan bahwa, bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Bentuk-bentuk stimilus dapat dipergunakan sebagai media, diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realitas, gambar

(8)

bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Maka dengan kelima bentuk stimulus ini, akan membantu pembelajar mempelajari bahan pelajaran. Atau dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk stimulus yang dapat dipergunakan sebagai media pembelajaran adalah suara, lihat, dan gerakan.

Menurut Sanaky (2009: 4), tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran, adalah sebagai berikut: 1) mempermudah proses pembelajaran di kelas, 2) meningkatkan efisiensi proses pembelajaran, 3) menjaga relevansi antara materi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar, 4) membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran.

Menurut Sanaky (2009: 5), manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, 2) bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami pembelajar, serta

memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik, 3) metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajaran tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga, 4) pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti:

mengamati, melakukan,

mendemonstrasikan dan lain-lain. Menurut Abdul (2003), power point adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, profesional, dan juga mudah. Power point akan membantu sebuah gagasan menjadi lebih menarik dan jelas tujuannya jika dipresentasikan karena power point akan membantu dalam pembuatan slide, outline presentasi, presentasi elektronika, menampilkan slide yang dinamis, termasuk clip art yang menarik, yang semuanya itu mudah ditampilkan di layar monitor komputer.

(9)

Hasil belajar yang dicapai seseorang setelah melaksanakan kegiatan belajar dan merupakan penilaian terhadap siswa untuk mengetahui sejauh mana bahan pelajaran atau materi yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa. Untuk dapat menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dilakukan usaha untuk melihat kemajuan siswa dalam penguasaan materi yang telah dipelajari selam proses pembelajaran (Arikunto, 2006).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “The Static Group Pretest-Posttest

Design”. Pada awal kegiatan

penelitian, siswa dikenakan test awal (pretest) untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Kemampuan awal siswa akan berguna untuk membuat kelompok-kelompok belajar. Kemudian siswa diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran tipe TAI dilengkapi media power point untuk kelas eksperimen pertama, menggunakan model

pembelajaran TAI dilengkapi media

komik untuk kelas eksperimen kedua,

dan kelas kontrol (tanpa perlakuan). Pada akhir penelitian siswa dikenakan test akhir (posttest). Hasil ketiga tes tersebut dipakai sebagai penelitian untuk kemudian diolah dan dibandingkan hasilnya dengan analisis statistik yang digunakan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Data yang diperoleh dalam penelitian

ini adalah nilai hasil belajar siswa

pada materi struktur dan fungsi tubuh

tumbuhan. Hasil belajar siswa

meliputi hasil belajar kognitif dan

afektif. Data-data tersebut diperoleh

dari kelas eksperimen pertama

(model pembelajaran tipe TAI

dengan media power point), kelas

eksperimen kedua (model

pembelajaran TAI dengan media

komik), dan kelas tanpa perlakuan

(kelas kontrol). Jumlah siswa yang

(10)

adalah 109 siswa dari kelas VIII A,

VIII E, dan VIII G SMP Negeri 3

Kartasura tahun ajaran 2011/ 2012.

Kelas VIII A digunakan sebagai

kelas eksperimen pertama, kelas VIII

G digunakan sebagai kelas

eksperimen kedua, dan kelas VIII E

digunakan sebagai kelas kontrol.

Sebagai kelas tryout (uji coba)

instrument dilakukan pada kelas VIII

F SMP Negeri 3 Kartasura tahun

ajaran 2011/2012 dengan sampel

sebanyak 35 siswa.

Penelitian ini menggunakan tiga

kelas yaitu kelas VIIIG, VIIIA, dan

VIIIE. Dimana kelas VIIIG

merupakan kelas eksperimen

pertama dengan model pembelajaran

kooperatif tipe TAI dilengkapi media

power point, dan kelas VIIIA

merupakan kelas eksperimen kedua

dengan model pembelajaran

kooperatif tipe TAI dilengkapi media

komik, sedangkan kelas VIIIE

merupakan kelas tanpa adanya

perlakuan (kelas kontrol). Setelah

dilakukan uji hipotesis dapat

diketahui bahwa hasil belajar biologi

untuk materi struktur dan fungsi

tubuh tumbuhan pada kelas

eksperimen pertama lebih tinggi

dibandingkan dengan hasil belajar

pada kelas eksperimen kedua dan

kelas kontrol, dan dari kedua media

yang digunakan dalam pembelajaran

kedua kelas eksperimen tersebut

dapat meningkatkan hasil belajar

biologi siswa.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Ada perbedaan yang signifikan

antara ketiga kelompok pembelajaran

yaitu model pembelajaran kooperatif

tipe TAI (Team assisted

individually) dilengkapi media

(11)

individually) dilengkapi media

komik, dan Kontrol.

Berdasarkan nilai rata-rata test ketiga

kelas eksperimen ternyata kelas

dengan model pembelajaran tipe TAI

(Team assisted individually)

dilengkapi media power point

memiliki keberhasilan belajar yang

lebih tinggi yaitu 87,0 dibanding

dengan model pembelajaran tipe TAI

(Team assisted individually)

dilengkapi media komik (81,1) dan

kontrol (80,4).

Saran

1. Sekolah

a. Sekolah hendaknya

menyediakan buku-buku

strategi pembelajaran aktif,

sehingga siswa dan guru

dapat belajar dengan berbagai

strategi pembelajaran.

2. Guru

a. Bagi guru, penelitian ini

dapat memberikan masukan

maupun referensi dalam

memilih serta menerapkan

model pembelajaran tipe TAI

(Team assisted individually)

dilengkapi media power point

dan tipe TAI (Team assisted

individually) dilengkapi

media komik sebagai salah

satu upaya memperbaiki dan

memudahkan pembelajaran

biologi sehingga pencapaian

hasil belajar siswa dapat

ditingkatkan.

b. Bagi guru hendaknya

menggunakan strategi yang

lebih bervariatif dalam proses

belajar mengajar sehingga

proses pembelajaran lebih

menyenangkan.

c. Kepada siswa hendaknya

(12)

dalam berdiskusi, bertanya,

dan menjawab pertanyaan

dalam pelaksanaan

pembelajaran dengan

menerapkan model

pembelajaran tipe TAI (Team

assisted individually)

dilengkapi media power point

dan tipe TAI (Team assisted

individually) dilengkapi

media komik.

3. Peneliti

Bagi peneliti, dari

penelitian ini diharapkan dapat

diperoleh ilmu pengetahuan yang

didapat dari praktek penelitian

secara langsung dengan cara

menerapkan teori-teori maupun

memilih media pembelajaran

yang tepat untuk diterapkan,

sehingga dapat mengembangkan

kemampuan dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Mohammad Aziz. 2003.

Program Pengolah Presentasi MS Power Point 2003. Karang Anyar: Ma Maz’roazul Huda. Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian tindakan

kelas. Jakarta: Bumi

Aksara.

Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran . Jakarta:

Bumi Aksara.

Arsyad, Azhar. 2007. Media

pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Fitria, Rizca. 2010. Komik Sebagai

Media Pembelajaran (http://rizcafitria.wordpre ss.com/2010/07/05/komi k-sebagai-media-pembelajaran/, diakses selasa tanggal 13desember 2011).

Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum

dan pembelajaran.

Jakarta: Bumi aksara. Jihad, Asep dan Abdul Haris. 2010.

Evaluasi Pembelajaran.

Yogyakarta: Multi Pressindo.

Kasbolah, Kasihani E.S. 2001.

Penelitian Tindakan

(13)

Malang: Universitas Negeri Malang Press. Lie, Anita. 2005. Cooperatif Learning. Jakarta: PT Gramedia.

Lord, Thomas R. 2001. 101 Reason For Using Cooperatif Learning in Biology Teaching. The American Biology Teacher; jan 2001; 63, 1; pg.30: ProQuest Biology Journals.

Mulyasa. 2002. Kurikulum Berbasis

Kompetensi, Konsep,

Karakteristik, dan

Implementasi. Bandung:

Remaja Rosda Karya. Purwanto, Ngalim. 2009. Psikologi

Pendidikan. Bandung:

Remaja Rosdakarya. Prasaja, 2011. Studi Komparasi

Penggunaan Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted

Individually) dilengkapi

Media Komputer

Program Macromedia

Flash Dengan Media

Komik Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Skripsi.

Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah

Surakarta.

Sagala, Syaiful. 2003. Konsep dan

Makna Pembelajaran.

Bandug: Alfa Beta. Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan

Makna Pembelajaran.

Bandung: Alfa Beta.

Sanaky, Hujair. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta:

Safiria Insania Press.

Slavin, Robert. 2008. Cooperative

Learning Teori, Riset dan

Praktik. Bandung: Nusa

Media.

Solihatin, Etin dan Raharjo. 2007.

Cooperatif Learning.

Jakarta: Bumi Aksara.

Sudjana, Nana. 2000. Dasar-dasar

Proses Belajar Mengajar.

Bandung: Sinar Baru

Algesindo.

Sudjana, Nana. 2001. Media Pengajaran. Bandung: Sinar

Baru Algesindo.

Suharsimi, Arikunto. 2001.

Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.

Jakarta: Bumi Aksara.

Sukardi. 2003. Metodologi penelitian

pendidikan. Jakarta: Bumi

Aksara.

Trianto. 2010. Model Pembelajaran

Terpadu. Jakarta: Bumi

Aksara.

Widiasih, Ari Tri. 2009. Penerapan

Pembelajaran Kooperatif

Model TAI (Team Assisted

Individualization) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan

(14)

Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMAN 2 Batu Pada Materi Ekosistem. Skripsi.

Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri malang.

Widiyanto, Joko. 2010. Spss For

Windows Untuk Analisis

Data Statistik dan

Penelitian. Surakarta:

Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Zaini, Hisyam dkk. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini seperti yang dikatakan oleh (Ngalim Purwanto, 2002: 56) bahwa apa yang menarik minat seseorang mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik lagi. Berdasarkan

pH presipitasi dan waktu aging mempengaruhi pola difraksi, intensitas difraksi, fase kristal, derajat kristalinitas, rata-rata ukuran kristal, rata-rata ukuran partikel, nilai PDI

Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Timur yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Provinsi Jawa

Proses penanganan transaksi order pada PT.ALLIB INDONESIA yang masih di lakukan secara manual sehingga dengan banyaknya jasa yang di tawarkan oleh PT.ALLIB INDONESIA

Perkembangan teknologi pada industri pangan yang semakin canggih menuntut kualifikasi pekerja yang sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada, kebutuhan dunia

Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan suatu model pembelajaran yang baik karena memiliki suatu keunggulangan yang pada intinya dapat diterapkan di semua

Dari hasil penelitian yang dilakukan didapat hasil bahwa perlakuan genotipe menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap peubah amatan jumlah ubikayu, bobot ubikayu, panjang

Manakala Sejarah tamadun merujk kpd pengalaman yg dilalui olh sstu tamadun dari segi pencapaian, jatuh bangun, kemajuan dan kemundurannya.7. Pengajian ketamadunan