• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS)"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTOR

(FACTOR ANALYSIS)

(2)

PENDAHULUAN

Analisis faktor: mengkaji hubungan internal dari gugus variabel Data: peubah-peubah yang dianalisis berkorelasi tinggi didalam grupnya sendiri dan berkorelasi

rendah dengan yang berbeda grup Tujuan: untuk mempelajari beberapa sifat yang mendasar namun tidak dapat terobservasi

kuantitasnya Tokoh: Charles Spearman yang mengemukakan dalil bahwa korelasi internal dapat diwakili dengan menggunakan sebuah peubah atau faktor yang dinamakan dengan faktor g. Selanjutnya faktor ini dikenal sebagai faktor ’kepintaran umum’ (general intelegence)

(3)

FORMULASI MODEL

FAKTOR

Misal vektor acak X dengan p komponen memiliki rataan µ dan matriks peragam (covariance) Σ.

Pada umumnya model analisis faktor adalah:

X1 - µ1 = l11F1 + l12F2 + … +l1mFm + ε1 X2 - µ2 = l21F1 + l22F2 + … +l2mFm + ε2 : : : Xp - µp = lp1F1 + lp2F2 + … +lpmFm + εp

(4)

FORMULASI MODEL

FAKTOR

(lanjutan)

Dalam bentuk matriks:

(X - µ) = L F + ε

(px1) (pxm) (mx1) (px1)

Keterangan:

µ = vektor rataan L = matriks konstanta yang tidak diketahui

nilainya (loading factor)

F = vektor acak ε = vektor unsur galat (faktor khusus)

(5)

FORMULASI MODEL

FAKTOR

(lanjutan)

Dengan asumsi:

E(F) = 0, E(ε) = 0

Cov(F) = E(FF’) = I

Cov(ε) = E(ε ε’) = ψ = diag(ψ

1

,

ψ

2

,…, ψ

p

)

F dan ε saling bebas

Cov(ε,F) = E(ε,F) = 0

(6)

FORMULASI MODEL

FAKTOR

(lanjutan)

Struktur peragam dari model faktor orthogonal: Cov(X) = LL’ + ψ atau var(Xi) = l2i + … + l2im + ψi cov(Xi,Xk) = li1 lk1 + … + lim lkm Cov(X,F) = L atau cov(Xi,Fj) = lij

(7)

FORMULASI MODEL

FAKTOR

(lanjutan)

Pembuktian struktur peragam:

.1 Cov(X-µ) = cov(L F+ε) = cov(L F)+cov(ε)+2cov(L F+ε) = L cov(F) L’+ ψ +2L cov(L F+ε) = L L’+ ψ .2 Cov(X,F) = cov(L F+ε ; F) = cov(L F ; F)+cov(ε ; F) = L cov(F) = L (korelasi antara X dengan faktor)

(8)

FORMULASI MODEL

FAKTOR

(lanjutan)

Komunalitas ke-i merupakan bagian

dari ragam peubah ke-i yang dapat

dijelaskan oleh m faktor umum.

h

i2

= l

i12

+ l

i22

+ … + l

im2

dan

(9)

PERMASALAHAN

Ada tiga hal penting yang menjadi pokok permasalahan dalam analisis faktor,

yaitu: Mengidentifikasi struktur

Menduga parameter (loading faktor dan ragam sistematik

(10)

PENDUGAAN PARAMETER

Metode

Metode non-iteratif Metode iteratif

Metode kemungkinan maksimum

Metode kuadrat terkecil tak terboboti

Metode komponen utama iteratif Harris

Metode analisis faktor alphaMetode komponen utama

Metode faktor utama

Analisis Citra

(11)

KONSEP PENDUGAAN

Metode Komponen Utama

Misalkan R adalah matriks korelasi contoh berukuran pxp, karena matriks R simetrik dan

definit positif maka bisa dituliskan sebagai

berikut:

R = Γ Λ Γ’

dengan:

Λ= diag(λ12,…λp) dan λ12>…>λp>0 adalah

akar ciri dari matriks R, serta Γ Γ’= Γ’ Γ =Ip

Γ= matriks orthogonal pxp yang kolom-kolomnya

adalah vektor ciri matriks R yaitu,

T1,T2,…,Tp yang berpadanan dengan vektor ciri λ12,…,λp

(12)

Metode Komponen Utama (lanjutan)

Misalkan k adalah banyaknya komponen utama yang dipilih, maka matriks L^ didefinisikan sebagai berikut:

(pxp)

L^ = |√λ1Γ1|√λ2Γ2|…|√λkΓk|

R didekati dengan L^ L^ ‘=Σki=1λiΓiΓi

dimana Γi adalah kolom ke-i pada matriks

(13)

Metode Komponen Utama (lanjutan) Matriks diagonal ragam

khusus ψ diduga

dengan ψ^, yaitu

matriks diagonal yang unsurnya diambil dari

R= L^ L^

2 2 2 2 1

1

0

0

0

1

0

0

...

0

1

ˆ

p

h

h

h

   . . .   

(14)

Metode Komponen Utama (lanjutan)

Ukuran kebaikan suai dari model faktor adalah sebagai berikut:

RMS_overall = √(1/p(1-p))Σip=1Σjp=1resij2

Semakin kecil nilai RMS_overall mengindikasikan kebaikan suai yang tinggi. Model terbaik berdasarkan kriteria ini adalah jika diperoleh RMS-overall < 0.05 dengan banyaknya faktor bersama yang paling sedikit.

(15)

ILUSTRASI

Data harga saham terdiri dari n=100 harga mingguan dengan p=5 saham. Dengan menggunakan metode

AKU didapatkan dua komponen

utama. Secara spesifik penduga

loading faktor adalah koefisien

komponen utama (vektor ciri dari R) dibandingkan dengan akar kuadrat dari akar ciri yang bersesuaian.

(16)

Tabel pendugaan loading faktor,komunalitas dan total proporsi keragaman yang dijelaskan dari setiap faktor untuk m=1 dan m=2

Variabel

Solusi satu faktor

Solusi dua faktor

.1 Allied Chemical .2 DuPont .3 Union Carbide .4 Exxon .5 Texaco 0.783 0.773 0.794 0.713 0.712 0.39 0.40 0.37 0.49 0.49 0.783 0.773 0.794 0.713 0.712 -0.217 -0.458 -0.234 0.472 0.524 0.34 0.19 0.31 0.27 0.22 Total proporsi kumulatif keragaman yang dapat dijelaskan 0.571 0.571 0.733 1

F

2 ~ 1 ~ i i  h  1

F

F

2 2 ~ 1 ~ i i  h

(17)

Proporsi untuk total keragaman dengan menggunakan solusi dua faktor lebih besar daripada hanya menggunakan satu faktor.

Faktor pertama merepresentasikan kondisi ekonomi secara umum dan dapat disebut faktor pasar. Faktor kedua merupakan kontras antra saham perusahaan kimia dengan saham perusahaan minyak (pada faktor perusahaan kimia memiliki

loading negatif yang relatif besar dan perusahaan minyak memiliki loading positif yang relatif besar). Dengan demikian faktor kedua dapat disebut faktor industri karena sebagai

pembeda harga saham di industri yang berbeda.

(18)

Komunalitas Dengan m=2, Matriks residual untuk solusi 2 faktor

adalah

66

.

0

)

217

.

0

(

)

783

.

0

(

~

~

~

2 2 2 12 2 11 2

i

h

                                 0 232 . 0 017 . 0 012 . 0 017 . 0 232 . 0 0 019 . 0 055 . 0 069 . 0 017 . 0 019 . 0 0 122 . 0 164 . 0 012 . 0 055 . 0 122 . 0 0 127 . 0 017 . 0 069 . 0 164 . 0 127 . 0 0 ~ ' ~ ~ L L R

(19)

 Metode Kemungkinanan Maksimum

Metode kemungkinan maksimum (MKM)

mengasumsikan bahwa matriks ragam-peragam atau matriks korelasi semua peubah bersifat non-singular. Fungsi kepekatan bagi S adalah:

L(S)=c

dengan c adalah konstanta. Sehingga log-likelihood dari

L dan ψ, jika Σ = LL’ + ψ adalah:

Penduga kemungkinan maksimum bagi L dan ψ diperoleh dengan memaksimumkan persamaan diatas

dengan kendala k(k-1)/2 persyaratan keunikan

(Johnson&Wichern,1998). ) ( 2 1 2 1 2 1 2 1 n p n tr 1 S n e S           |]} ) ' ( | ln } ) ' [( { 2 1 ln c ntr LL 1SLL 1S         

(20)

Penentuan banyaknya faktor bersama

Uji Nisbah Kemungkinan (likelihood ratio test)

Hipotesis nol yang diuji pada uji nisbah kemungkinan ini adalah:

H0: Σ = LL’+ψ, r(L)=k diketahui

Misalkan , dan = + adalah penduga kemungkinan maksimum bagi

L, ψ dan Σ, jika H0 benar, maka nilai

maksimum untuk log dari fungsi kemungkinannya adalah:

L

L

   ^

L

 

(21)

Uji Nisbah Kemungkinan (likelihood ratio test): (lanjutan)

tr S S S S

n c LH * 1 ln 1 2 1 ln 0            p n c 2 1 *             L LH 0 ln 2 ln 2 

Statistik uji nisbah kemungkinan yaitu

Menyebar khi-kuadrat dengan db  12

pk

 

2  pk

Jadi, hipotesis nol ditolak jika db p k p k

H L L             0 2 2 1 ; 2 ln 2  

(22)

Penentuan banyaknya faktor bersama

(lanjutan)

Akaike’s information Criterion(AIC)

Statistik AIC untuk model dengan k faktor didefinisikan sebagai berikut:

AIC(k)=-2ln L(k)+[2p(k+1)-k(k-1)]

Model berfaktor k dengan k adalah nilai yang berpadanan dengan AIC (k) yang paling kecil dianggap sebagai

(23)

Data harga saham dianalisa kembali dengan menggunakan metode maksimum likelihood dengan tetap memakai dua model faktor

Komunalitas dengan menggunakan metode maksimum likelihood adalah:

Matriks residualnya adalah:

50 . 0 ) 189 . 0 ( ) 684 . 0 ( ˆ ˆ ˆ 2 2 2 2 2 1 2      i i i h                                    0 000 . 0 004 . 0 000 . 0 004 , 0 000 . 0 0 031 . 0 004 . 0 024 . 0 004 . 0 031 . 0 0 003 . 0 004 . 0 000 . 0 004 . 0 003 . 0 0 005 . 0 004 . 0 024 . 0 004 . 0 005 . 0 0 ' ˆ ˆL L R

(24)

Tabel pendugaan faktor loading, komunalitas, ragam khusus dan total proporsi keragaman contoh yang dapat dijelaskan

Variabel Maksimum likelihood Komponen utama

Penduga faktor Penduga faktor

.1 Allied Chemical .2 DuPont .3 Union Karbide .4 Exxon .5 Texaco 0.684 0.694 0.681 0.621 0.792 0.189 0.517 0.248 -0.073 -0.442 0.50 0.25 0.47 0.61 0.18 0.783 0.773 0.794 0.713 0.712 -0.217 -0.458 -0.234 0.412 0.524 0.34 0.19 0.31 0.27 0.22 Total proporsi kumulatif keragaman contaoh yang dapat dijelaskan 0.485 0.598 0.571 0.733 2 ~ 1 ~ i i  h  ~2 1 ~ i i  h

(25)

Interpretasi

Elemen matriks residual pada maximum likelihood lebih kecil dari pada matriks residual pemfaktoran komponen utama. Total proporsi kumulatif keragaman pada faktor komponen utama lebih besar dibandingkan faktor maximum likelihood. Maka tidak mengherankan bila kriteria pemfaktoran komponen utama lebih dipilih. Loading yang didapatkan dari analisis

faktor komponen utama berhubungan

dengan komponen utama yang

(26)

Lanjutan

Pada solusi maximum likelihood semua

variabel pada faktor pertama memiliki loading

yang positif dan relatif besar. Faktor tersebut

disebut faktor pasar. Faktor loading yang

kedua memiliki tanda yang konsisten dengan

kontras atau faktor industri, tapi

magnitudo-nya relatif kecil dibeberapa kasus. Mungkin

dapat diidentifikasikan bahwa faktor ini adalah

pembandingan antara DuPont dan Texaco

(27)

ROTASI FAKTOR

Dipergunakan untuk memudahkan

interpretasi

Merupakan transformasi ortogonal

dari loading factors

L*= LT

dimana TT’=T’T=I

Beberapa jenis transformasi yaitu,

varimax, oblique, quartimax, dan

(28)

ROTASI FAKTOR

(lanjutan)

Rotasi Varimax Merupakan rotasi yang paling sering dipergunakan pada aplikasi. Merupakan transformasi ortogonal yang diperoleh dengan cara memaksimumkan:

 

                          k j p i p i i ij i ij h l p h l p 1 1 2 1 2 2 2 * 1 1

(29)

ROTASI FAKTOR

(lanjutan)

Rotasi Oblique

Digunakan

apabila

transformasi

ortogonal terhadap matriks loading

faktor menghasilkan faktor yang

masih sulit diinterpretasikan.

(30)

ROTASI FAKTOR

(lanjutan)

Rotasi quartimax Transformasi ortogonal dengan tujuan

memperoleh 

yang memaksimumkan

j ij

i

l* 4

L

Adalah matriks loading faktor yang ingin ditransformasi menggunakan matriks

ortogonal   menjadi L*  L sehingga                       j j i ij ij i j ij i ij i l Pk l Pk l Pk l Pk 2 * 4 * 2 * 4 * 1 1 1 1 Mencapai maximum.

(31)

Data harga saham dianalisa kembali dengan menggunakan metode maksimum likelihood dengan tetap memakai dua model faktor

Komunalitas dengan menggunakan metode maksimum likelihood adalah:

Matriks residualnya adalah: 50 . 0 ) 189 . 0 ( ) 684 . 0 ( ˆ ˆ ˆ 2 2 2 2 2 1 2      i i i h                                    0 000 . 0 004 . 0 000 . 0 004 , 0 000 . 0 0 031 . 0 004 . 0 024 . 0 004 . 0 031 . 0 0 003 . 0 004 . 0 000 . 0 004 . 0 003 . 0 0 005 . 0 004 . 0 024 . 0 004 . 0 005 . 0 0 ' ˆ ˆL L R

(32)

Tabel pendugaan faktor loading, komunalitas, ragam khusus dan total proporsi keragaman contoh yang dapat dijelaskan

Variabel Maksimum likelihood Komponen utama

Penduga faktor Penduga faktor .1 Allied Chemical .2 DuPont .3 Union Karbide .4 Exxon .5 Texaco 0.684 0.694 0.681 0.621 0.792 0.189 0.517 0.248 -0.073 -0.442 0.50 0.25 0.47 0.61 0.18 0.783 0.773 0.794 0.713 0.712 -0.217 -0.458 -0.234 0.412 0.524 0.34 0.19 0.31 0.27 0.22 Total proporsi kumulatif keragaman contaoh yang dapat dijelaskan 0.485 0.598 0.571 0.733 2 ~ 1 ~ i i  h  2 ~ 1 ~ i i  h  1 F F2 F1 F2

(33)

Interpretasi

Elemen matriks residual pada maximum likelihood lebih kecil dari pada matriks residual pemfaktoran komponen utama. Total proporsi kumulatif keragaman pada faktor komponen utama lebih besar dibandingkan faktor maximum likelihood. Maka tidak mengherankan bila kriteria pemfaktoran komponen utama lebih dipilih. Loading yang didapatkan dari analisis

faktor komponen utama berhubungan

dengan komponen utama yang

(34)

Lanjutan

Pada solusi maximum likelihood semua

variabel pada faktor pertama memiliki loading

yang positif dan relatif besar. Faktor tersebut

disebut faktor pasar. Faktor loading yang

kedua memiliki tanda yang konsisten dengan

kontras atau faktor industri, tapi

magnitudo-nya relatif kecil dibeberapa kasus. Mungkin

dapat diidentifikasikan bahwa faktor ini adalah

pembandingan antara DuPont dan Texaco

Gambar

Tabel  pendugaan  loading  faktor,komunalitas  dan total proporsi keragaman  yang  dijelaskan  dari setiap  faktor untuk m=1 dan m=2
Tabel pendugaan faktor loading, komunalitas, ragam khusus dan total proporsi keragaman contoh yang dapat dijelaskan Variabel Maksimum likelihood Komponen utama
Tabel pendugaan faktor loading, komunalitas, ragam khusus dan total proporsi keragaman contoh yang dapat dijelaskan Variabel Maksimum likelihood Komponen utama

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada faktor internal yang dilihat dari faktor dana pihak ketiga, faktor kinerja dan

Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa jumlah kasus kusta dari tahun 2011-2012 mengalami peningkatan maka peneliti akan melakukan

Dari tabel 5 diperoleh diperoleh mean dan faktor loading terbesar terletak pada indikator yang sama, yaitu (mean 4,16 dan faktor loading 0,688) analisa pada

Skripsi dengan judul “Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Di BPK RI” ini penulis susun untuk memperdalam pemahaman mengenai

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan petani dalam melakukan usahatani padi organik, (2) menganalisis pengaruh

 Definisinya adalah faktor dari luar pelaku industri peternakan, namun faktor ini merupakan faktor yang relatif tidak bisa dikendalikan atau dikelola oleh pelaku industri

ANALISIS FAKTOR FAKTOR PENINGKATAN MINAT KEMITRAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI (HTI) PT TOBA PULP LESTARI Tbk (STUDI KASUS ESTATE AEK RAJA KAB TAPANULI

Khusus untuk Kabupaten Pasaman walaupun memiliki kontribusi sektor industri pengolahan yang relatif kecil jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten yang berada dalam Kuadran