LAPORAN SEMINAR TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
TROPICAL RESORT HOTEL DI SENGANAN TABANAN
Disusun Oleh :
Gede Bijak Sana
NIM. 1304205032
Dosen Pembimbing :
1. Ir. I Made Suarya, MT
2. Ir. Ciptadi Trimarianto, PhD
Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik
Universitas Udayana
ii HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR GAMBAR ... vi DAFTAR TABEL ... xi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Rumusan Masalah ... 3 1.3. Tujuan ... 3 1.4 Metode Penelitian ... 4 1.4.1 Metode Kuantitatif ... 4 1.4.2 Metode Kualitatif ... 5
BAB II PEMAHAMAN TROPICAL RESORT HOTEL 2.1. Tinjauan Pustaka ... 6
2.1.1. Tinjauan mengenai Arsitektur Tropis ... 6
2.1.2 Tinjauan umum mengenai hotel ... 7
2.1.3 Klasifikasi hotel ... 7
2.1.4 Klasifikasi hotel berbintang ... 9
2.1.5 Tipe-tipe kamar hotel ... 11
2.1.6 Pengertian resort hotel ... 14
2.1.7 Karakteristik resort hotel ... 15
2.1.8 Jenis-jenis resort hotel ... 16
2.2. Tinjauan Objek Sejenis ... 17
2.2.1 The Jayakarta Bali Beach Resort & Spa ... 17
2.2.2 The Royal Pitamaha Resort and Spa ... 22
2.2.3 Sanur Agung Hotel & Restaurant ... 30
2.3. Kesimpulan Tinjaun Fasilitas Sejenis ... 33
iii BAB III STUDI PENGADAAN TROPICAL RESORT HOTEL DI SENGANAN TABANAN
3.1. Kondisi Fisik ... 37
3.1.1 Letak Geografis dan Wilayah Administrasi ... 38
3.1.2 Klimatologi ... 38
3.2 Kondisi Non Fisik ... 39
3.2.1 Data Pariwisata Kabupaten Tabanan ... 39
3.2.2 Kebijakan Umum Tata ruang ... 41
3.3 Analisis SWOT ... 42
3.3.1 Potensi (Strength) ... 42
3.3.2 Hambatan (Weakness) ... 43
3.3.3 Peluang (Opportunities) ... 43
3.3.4 Tantangan (Threatening) ... 43
3.4 Spesifikasi Khusus Tropical Resort Hotel ... 44
3.4.1 Pengertian Tropical Resort Hotel di Senganan, Tabanan ... 44
3.4.2 Fungsi Tropical Resort Hotel di Senganan, Tabanan ... 44
3.4.3 Karakteristik Tropical Resort Hotel di Senganan Tabanan ... 45
3.4.4 Klasifikasi Tropical Resort Hotel yang Direncanakan ... 46
3.4.5 Kebutuhan Tipe Kamar ... 46
3.4.6 Manajemen Pengelolaan Tropical Resort Hotel di Senganan Tabanan ... 46
BAB IV TEMA DAN PEMROGRAMAN TROPICAL RESORT HOTEL DI TABANAN 4.1. Tema Perancangan Tropical Resort Hotel di Senganan Tabanan ... 49
4.1.1 Pengertian Tema ... 49
4.1.2 Pendekatan Tema rancangan tropical Resort Hotel di Senganan Tabanan . 49 4.1.3 Pemilihan Tema rancangan tropical Resort Hotel di SengananTabanan ... 50
4.1.4 Penerapan Tema rancangan tropical Resort Hotel di Senganna,Tabanan .. 54
4.2. Pemograman ... 54
4.2.1 Program Fungsional ... 54
4.2.2 Program Ferfomansi ... 58
4.2.3 Program Arsitektural ... 71
iv
4.3.1 Analisa Kebutuhan Tapak ... 90
4.3.2 Analisa Kebutuhan Tapak ... 90
4.3.3 Kreteria Pemilihan Tapak ... 90
4.3.4 Analisa Penentuan Tapak ... 94
4.4. Analisi Tapak ... 99
4.4.1 Bentuk dan Luas Tapak ... 100
4.4.2 Analisa Topografi dan Geologi ... 101
4.4.3 Analisa Iklim ... 102
4.4.4 Analisa Trafic dan Noise ... 103
4.4.5 Analisa Utilitas ... 104
4.4.6 Analisa Vegetasi ... 105
4.4.7 Analisa View ... 106
BAB IV KONSEP PERANCANGAN TROPICAL RESORT HOEL DI SENGANAN TABANAN 5.1. Konsep Perancangan Tapak ... 108
5.1.1 Konsep Zoning Pada Tapak ... 108
5.1.2 Konsep Entrance Pada Tapak ... 110
5.1.3 Konsep Bentuk Masa ... 113
5.1.4 Konsep Perancangan Pola Masa ... 114
5.1.5 Konsep Sirkulasi Pada Tapak ... 116
5.1.6 Konsep Orientasi Masa Tapak ... 119
5.1.7 Konsep Ruang Luar ... 120
5.1.8 Konsep Utilitas Tapak... 126
5.2. Konsep Perancangan Bangunan ... 130
5.2.1 Konsep Zoning Bangunan ... 130
5.2.2 Konsep Tampilan Bangunan ... 132
5.2.3 Konsep Sirkulasi Bangunan ... 134
5.2.4 Konsep Ruang Dalam ... 135
v
5.3. Konsep Utilitas ... 141
5.3.1 Konsep Sistem jaringan listrik ... 141
5.2.2 Konsep Penghawaan ... 142
5.3.3 Konsep Sistem Pengolahan Bersih dan Pengolahan Limbah ... 144
5.4.4 Konsep Sistem pemadam kebakaran ... 146
5.5.5 Konsep Sistem Keamanan CCTV ... 148
5.6.6 Konsep Sistem Penangkal Petir ... 150
1 BAB I
PENDAHULUAN
Pada bagian bab ini akan membahas mengenai pendahuluan yang di dalamnya menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, dan metode penelitian dari Tropical Resort Hotel di Tabanan.
1.1 Latar Belakang
Bali merupakan pulau dengan berbagai macam pesona keindahan berupa seni budaya masyarakatnya maupun pesona alamnya. Dengan adanya hal tersebut menjadikan Bali sebagai tujuan wisata dunia. Perkembangan Pariwisata telah menjadi salah satu isu hangat sejak beberapa dekade terakhir. Hal ini tidak terlepas dari keberadaannya yang telah terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai belahan dunia. Pariwisata kini tak lagi hanya identik dengan liburan. Namun lebih dari pada itu, pariwisata bahkan telah menjadi lokomotif ekonomi di sejumlah daerah termasuk Bali. Terdapat sejumlah indikator yang biasa digunakan untuk mengukur perkembangan kondisi Pariwisata. Salah satunya adalah angka Tingkat Penghunian Kamar (TPK).
Berdasarkan data statistik (Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, 2015) Perkembangan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tercatat mengalami peningkatan yang cukup pesat, yaitu dari 2.949.332 orang wisman pada tahun 2011 menjadi 4.001.835 orang wisman pada tahun 2015. Dalam kurun waktu tersebut, rata-rata peningkatan mencapai 293.782 orang pertahun. Peningkatan terbesar tercatat pada tahun 2013 ke tahun 2014 yang mencapai 488.040 ribu orang atau sekitar 14,89 persen.
Semakin banyaknya wisatawan ke Bali akan membuat pertumbuhan akomodasi semakin pesat pula. Namum hal itu hanya terjadi di beberapa kabupaten dan kota di Bali dari data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali jika disimak berdasarkan kabupaten/kota, jumlah hotel Bintang maupun non bintang di setiap kabupaten/kota pada tahun 2015 tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kabupaten Badung tetap tercatat memiliki persentase jumlah hotel berbintang terbesar, yaitu hinga 65,12 persen.
2
Untuk posisi berikutnya ditempati Kota Denpasar sebesar 12,81 persen, kemudian Kabupten Gianyar sebanyak 8,90 persen. Keberadaan ketiga daerah yaitu Badung, Denpasar dan Gianyar sebagai pusat pariwisata di Bali telah menuntut ketersediaan sarana penunjang yang memadai. Sehingga tidak mengherankan jika ketiganya menjadi pusat pertumbuhan sarana akomodasi baik berbintang maupun non bintang.
Jika dilihat dari objek wisata selain dari 3 kabupaten tersebut Kabupaten Tabanan juga merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan di Bali. Perkembangan pariwisata di Kabupaten Tabanan menunjukkan peningkatan dalam tiga dekade terakhir, yang ditandai, antara lain, oleh arus kunjungan wisatawan dan kontribusi sektor pariwisata Tabanan. Pada tahun 2013 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tabanan tercatat sebanyak 1.851.521 orang. Angka ini meningkat mencapai 1.967.400orang pada tahun 2014 ( Tabanan Dalam Angka, 2015) Kabupaten Tabanan juga memiliki objek wisata yang cukup banyak dikunjungi wisatawan seperti Bedugul, Danau Bratan, dan Danau Tamblingan, Tanah Lot Jatiluwih dan masih banyak lainya namun banyaknya objek wisata tidak dibarengi dengan adanya sarana akomodasi yang memadai, dari data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Tabanan hanya terdapat 3 Hotel Berbintang atau 1,3% dari 100% total jumblah hotel berbintang yang ada di bali dan 106 hotel non bintang atau 6,06% dari 100% hotel non bintang yang ada. Padahal ini sangat berbanding terbalik mengingat Tabanan memiliki objek wisata yang kunjungan setiap tahunya meningkat.
Salah satu kunjungan pesat wisatawan terdapat pada Objek wisata yaitu berada di Desa Wisata Jatiluwih semenjak dijadikan warisan dunia oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) sejak 29 Juni 2012 membuat kujungan wisata di Jatiluwih meningkat tercatat kunjungan wisatawan asing maupun lokal pada tahun 2012 yaitu 97.909 wisatawan pada tahun 2013 yaitu 101.560 wisatawan dan 2014 tercatat 165.158 wisatawan mengunjungi Jatiluwih.
Pesatnya kunjungan wisatawan ke Objek wisata Desa Jatiluwih ini tidak dibarengi adanya sarana akomodasi yang cukup untuk mewadahi wisatawan. Karena keberadaan Hotel di Tabanan tidak terlalu banyak berdasarkan data statistik (BPS Kabupaten Tabanan, 2015)
3
Jumblah hotel berbintang di Kabupaten Tabanan berjumblah 3 tempat yang terletak di kecamatan Kediri, Kecamatan Kerambitan dan Kecamatan Baturiti. Sehingga Kawasan yang akan dipilih untuk pengadaan Tropical Resort Hotel ini adalah Kecamatan Penebel Tabanan selain belum ada hotel berbintang disana juga untuk menunjang fasilitas akomodasi wisata yang berkunjung ke Desa Wisata Jatiluwih.
Rencana pengadaan Tropical Resort Hotel ini menggunakan konsep Tropical
Architecture dengan memakai klasifikasi berupa hotel bintang 3 yang memanfaatkan kondisi
alam dalam merancang seperti penchayaan dan pemanfaatan penghawaan yang alami, sumber energi alam dan buatan, dan pemanfaatan ruang tata hijau sebagi penyelaras bangunan Hotel.
Perencanaan Pengembangan Tropical Hotel di Tabanan akan mewadahi aktifitas wisatawan dengan sarana dan fasilitas hotel bintang 3. Adanya Tropical pada bangunan berkonsepkan bangunan yang selaras dengan alam, dengan tidak merusak dan menjaga keseimbangan dengan lingkungan di sekitar banguan Hotel.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang tersebut,diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
1) Bagaimana spesifikasi dari Tropical Resort Hotel di Senganan, Tabanan ini sehingga dapat memenuhi kapasitas yang dibutuhkan?
2) Fasilitas apa saja yang diperlukan berdasarkan kegiatan yang dilakukan di Bali Tropical Resort Hotel di Senganan, Tabanan?
3) Apa Tema dari Tropical Resort Hotel di Senganan, Tabanan ini ?
4) Bagaimana keadaan/suasana Tropical Resort Hotel di Senganan, Tabanan yang akan diciptakan agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan ?
4 1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari perancangan Tropical Resort Hotel di Tabanan dan penulisan laporan ini yaitu :
1) Tujuan perancangan
Menciptakan Akomodasi sebagai salah satu saranan penunjang pariwisata di daerah Tabanan dan memberikan wadah yang layak untuk segala kegiatan yang Tropical Resort Hotel di Senganan, Tabanan ini.
2) Tujuan penulisan
Untuk menyusun suatu landasan konseptual dari perancangan Tropical Resort Hotel di Tabanan, yang akan dijadikan dasar pemikiran dalam perancangan Tropical Hotel di Tabanan tersebut.
1.4 Metode Penelitian
Metode adalah suatu strategi atau cara yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Tahapan dari metode perancangan ini yaitu dimulai dengan permulaan atau awal,persiapan,pengajuan usul,evaluasi dan diakhiri dengan tindakan. Metode yang digunakan dalam perancangan Tropical Resort Hotel di Tabanan ini adalah sebagai berikut :
1.4.1 Metode Kuantitatif A. Data Primer
Merupakan informasi atau data yang dikumpulkan langsung dari sumbernya. Dalam hal ini penulis bertindak sebagai pengumpul data. Data primer dapat diperoleh dari :
1. Observasi, merupakan tahap pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke beberapa objek fasilitas sejenis diantaranya; The Jayakarta Bali Beach Resort &
5 Restaurant.
2. Wawancara, merupakan tahap pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan tanya jawab dengan pihak-pihak yang terkait: Ibu Lucia Tciptadi ( Pelaku Usaha Akomodasi Pariwisata), Wayan Subagia Arimbawa ( Warga Desa Jatiluwih )
B. Data Sekunder
Merupakan informasi atau data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Dalam hal ini penulis tidak secara langsung memperoleh data dari sumbernya. Peneliti bertindak sebagai pemakai data,data sekunder berupa studi literatur ,yang merupakan cara atau teknik pengumpulan data yang berkaitan dengan permasalahan yang telah dibahas melalui buku-buku serta literatur yang sudah ada.
1.4.2 Metode Kualitatif A. Data Komparatif
Dengan cara membandingkan teori-teori yang selama ini telah didapat dari perkuliahan maupun literatur,sehingga mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahan yang ada dilapangan.
B. Metode Analisis
Menguraikan kejadian-kejadian atau permaslahan yang ada, dari hal-hal yang bersifat mikro ,dari yang umum hingga lebih khusus.