• Tidak ada hasil yang ditemukan

ing d penilaian pembelajaran bahasa inggris

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ing d penilaian pembelajaran bahasa inggris"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • DRA. Mutiara O. Pandjaitan
    • M.Pd.
  • Sekolah: DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
  • Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
  • Topik: Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris
  • Tipe: Bahan Pelatihan
  • Tahun: 2004

I. Pendahuluan

Bab ini memperkenalkan konteks penilaian pembelajaran Bahasa Inggris dalam konteks perubahan kurikulum dari fokus materi ke kompetensi. Ia menekankan pergeseran paradigma dari pengajaran berbasis materi kepada penguasaan kompetensi siswa, sejalan dengan prinsip mastery learning. Penilaian kompetensi menjadi fokus utama, meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, dengan penekanan pada kompetensi berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Ketepatan penilaian akan mempengaruhi pendekatan pembelajaran dan mengungkapkan hasil belajar siswa secara komprehensif.

1.1 Latar Belakang

Bagian ini menjelaskan pergeseran paradigma dalam kurikulum pendidikan, dari penekanan pada materi pembelajaran ke pendekatan berbasis kompetensi. Hal ini didorong oleh tuntutan masyarakat dan perkembangan global. Kurikulum berbasis kompetensi lebih menekankan pada proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi siswa yang relevan dengan konteks lingkungan mereka. Oleh karena itu, penilaian pun bergeser dari sekedar mengukur pengetahuan ke penilaian kompetensi siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Penekanan pada prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) juga dijelaskan dalam konteks ini.

1.2 Tujuan

Tujuan pelatihan ini dijelaskan secara ringkas, yaitu untuk membangun pemahaman peserta tentang penilaian kelas dan mengembangkan kemampuan mereka dalam merancang dan melaksanakan penilaian pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan Kurikulum 2004. Fokusnya adalah pada bagaimana penilaian dapat mendukung pencapaian kompetensi siswa dalam berbahasa Inggris.

1.3 Cakupan

Bagian ini menggarisbawahi cakupan pelatihan, termasuk pengertian penilaian, penilaian kelas otentik, kompetensi Bahasa Inggris, pengembangan metode penilaian yang selaras dengan kompetensi target, dan pengembangan instrumen penilaian beserta penskorannya untuk mengukur pencapaian kompetensi tersebut. Secara umum, bab ini meletakkan dasar bagi pemahaman tentang pentingnya penilaian yang komprehensif dan relevan dengan tujuan pembelajaran.

II. Penilaian Kelas

Bab ini membahas secara mendalam tentang penilaian kelas, mulai dari pengertian penilaian, evaluasi, pengukuran, dan tes. Ia membedakan keempat konsep ini dan menjelaskan penilaian kelas sebagai proses yang berkelanjutan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil belajar siswa. Penilaian ini digunakan untuk diagnosis, bimbingan siswa, dan menentukan tindak lanjut untuk meningkatkan pencapaian kompetensi. Penilaian tidak hanya berfokus pada ranah kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor, dengan penekanan pada penilaian otentik yang terintegrasi dalam proses pembelajaran.

2.1 Pengertian Penilaian

Bagian ini menjelaskan perbedaan antara evaluasi, penilaian, pengukuran, dan tes. Evaluasi difokuskan pada penilaian keberhasilan program, sedangkan penilaian berfokus pada hasil belajar siswa. Pengukuran adalah proses kuantitatif, sementara tes adalah alat penilaian formal. Penilaian kelas didefinisikan sebagai penilaian guru untuk memperoleh informasi hasil belajar siswa, digunakan untuk diagnosis dan perbaikan pembelajaran. Penilaian yang baik mengungkap hasil belajar di semua ranah (kognitif, afektif, psikomotor) dan berorientasi pada diferensiasi siswa, bukan diskriminasi.

2.2 Kompetensi Bahasa Inggris SMP

Kompetensi Bahasa Inggris di SMP dijelaskan berdasarkan model kompetensi wacana (discource competence), yang mencakup kemampuan menghasilkan teks lisan dan tertulis yang sesuai konteks. Kompetensi ini didukung oleh kompetensi tindak bahasa (keterampilan berbahasa), kompetensi linguistik (pengetahuan bahasa), kompetensi sosiokultural (kesesuaian budaya), kompetensi strategis (mengatasi kendala komunikasi), dan kompetensi pembentuk wacana (struktur dan organisasi teks). Pembelajaran dan penilaian harus diarahkan untuk mencapai semua kompetensi ini.

2.3 Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris

Bagian ini menjelaskan bahwa penilaian dalam pembelajaran bahasa Inggris bukan hanya mengukur pengetahuan tata bahasa dan kosakata, tetapi juga kemampuan siswa menciptakan dan menginterpretasi makna, menganalisis teks dan konteks. Penilaian dilakukan secara berkesinambungan, bukan hanya di akhir semester. Penggunaan berbagai metode dan teknik penilaian untuk memantau perkembangan siswa dan memberikan umpan balik secara terus menerus juga dijelaskan.

III. Penilaian Kompetensi Tindak Bahasa

Bab ini menguraikan penilaian untuk empat keterampilan berbahasa: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan dibahas secara detail, meliputi prinsip-prinsip penilaian, contoh-contoh tugas, dan kompetensi strategis yang terkait. Penekanan diberikan pada bagaimana penilaian dapat mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan kompetensi berbahasa dalam konteks komunikasi yang sebenarnya.

3.1 Penilaian Mendengarkan

Penjelasan terperinci tentang prinsip penilaian mendengarkan, termasuk pertimbangan dalam penyampaian materi (langsung atau rekaman), penggunaan bahasa Indonesia dalam menjawab soal, dan berbagai jenis tugas seperti menuliskan benda yang disebut, melengkapi kalimat, melaksanakan perintah lisan, memahami cerita, dan menjawab pertanyaan berdasarkan teks lisan. Keunggulan dan kelemahan penggunaan rekaman audio juga dibahas. Kompetensi strategi mendengarkan (misalnya, meminta klarifikasi) juga diintegrasikan ke dalam penilaian.

3.2 Penilaian Membaca

Menjelaskan penilaian pemahaman membaca melalui tes obyektif (benar/salah, pilihan ganda) dan uraian. Berbagai contoh soal disertakan untuk menunjukkan bagaimana mengukur pemahaman siswa terhadap teks. Penilaian membaca juga mencakup kemampuan memahami struktur teks (generic structure) dan langkah-langkah retorika dalam berbagai jenis teks (misalnya, report, prosedur).

3.3 Penilaian Berbicara

Bagian ini membahas pentingnya penilaian berbicara melalui kegiatan berbicara langsung, bukan tertulis. Ia menekankan pentingnya lawan bicara dalam konteks penilaian, memberikan contoh format penilaian berbicara, serta berbagai jenis tugas berbicara seperti mengeja kata, bercakap-cakap, dan memberi perintah sederhana. Penggunaan role-play dan stimulasi dalam bahasa Indonesia juga dibahas untuk memudahkan siswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang rendah.

3.4 Penilaian Menulis

Bagian ini menjelaskan proses menulis sebagai proses yang berkelanjutan (prewriting, drafting, revising, editing) dan bagaimana guru dapat memantau perkembangan siswa melalui berbagai tahap. Penilaian meliputi aspek struktur teks, penggunaan kosakata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika. Contoh kriteria penskoran tulisan siswa disertakan untuk memberikan panduan yang konkrit kepada guru.

IV. Penilaian Kompetensi Linguistik, Sosiokultural, Strategis, dan Pembentuk Wacana

Bab ini memberikan gambaran singkat tentang penilaian kompetensi pendukung selain kompetensi tindak bahasa. Kompetensi linguistik (tata bahasa, kosa kata, lafal, ejaan) dinilai melalui penerapannya dalam berkomunikasi. Penilaian kompetensi sosiokultural, strategis, dan pembentuk wacana memerlukan pendekatan yang lebih holistik dan kontekstual.

V. Evaluasi

Bab ini berfungsi sebagai penutup, merangkum keseluruhan isi buku dan menyoroti implikasi praktis dari teori dan prinsip-prinsip penilaian yang telah dibahas. Ia juga menyediakan ruang untuk refleksi dan tindak lanjut.

Referensi Dokumen

  • Exploring How Texts Work ( Beverly Derewianka )

Referensi

Dokumen terkait

Materi untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal sesuai silabus dan boleh dikembangkan oleh guru, dan (3) pengelolaan penilaian aspek keterampilan pada

Dari berbagai pengertian membaca di atas, dapat ditarik simpulan bahwa kegiatan membaca adalah memahami isi, ide atau gagasan baik yang tersurat maupun tersirat dalam bahan

Dalam pembelajaran bahasa, terdapat empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut memiliki keterkaitan

Isi silabus yang dibutuhkan oleh mahasiswa adalah rangkaian dari aspek keterampilan berbahasa yakni membaca dan berbicara diberikan dengan topik laboratorium kesehatan

Dilihat dari tabel di atas bahwa materi ajar yang paling dibutuhkan oleh peserta didik pada pembelajaran membaca adalah teks yang digunakan untuk memahami ide dan

Membaca Reading Pada akhir Fase ini, peserta didik diharapkan mencapai kemampuan yang ditargetkan dalam mata pelajaran Bahasa Inggris wajib dan mampu memahami gagasan utama dari teks

Ciri Metode Natural ini antara lain :Urutan pelajaran mula-mula diberikan melalui menyimak/mendengarkan listening baru kemudian percakapan speaking, membaca reading menulis atau writing

Membaca-Memirsa Reading-Viewing Pada akhir fase D, peserta didik membaca dan merespons teks familiar dan tidak familiar yang mengandung struktur yang telah dipelajari dan kosakata yang