• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI. dalam memecahkan suatu permasalahan. Untuk mencari jawaban akan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI. dalam memecahkan suatu permasalahan. Untuk mencari jawaban akan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

49

METODOLOGI 3.1 Pendekatan Penelitian

Metodologi merupakan cara yang digunakan untuk mendapatkan jalan dalam memecahkan suatu permasalahan. Untuk mencari jawaban akan permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini, maka metodologi yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif

Metode penelitian kualitatif menurut Denzin dan Lincoln (1987) “Kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada” (Moleong, 2007)

Metodologi penelitian kualitatif adalah metode yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya. Metodologi kualitatif tidak mengutamakan besarnya populasi atau sampling bahkan populasi atau sampling sangat terbatas (Kriyantono, 2006).

Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisisyang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya (Moleong, 2007).

Dari definisi-definisi yang telah dijelaskan memberikan gambaran bahwa, penelitian kualitatif lebih mengutamakan latar ilmiah, metode ilmiah dan juga dilakukan oleh orang yang mempunyai minat pada perhatian alamiah. Penelitian kualitatif juga tidak memerlukan data sampling. Pada penelitian kualitatif apabila jawaban dari permsalahn sudah dapat ditemukan, maka penelitian tidak perlu dilanjutkan.

(2)

Metodologi penelitian kualitatif dipilih setelah mempertimbangkan dengan pemilihan judul yang akan diteliti. Hasil peneltian akan dijelaskan dalam bentuk tulisan dengan harapan agar mudah dimengerti dari penjelasan yang akan disampaikan.

3.2 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yaitudata yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua data yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti (Moleong, 2007).

Jenis penelitian deskriptif digunakan untuk suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Dari definisi tersebut menjelaskan bahwa penelitian deskriptif merupakan metode yang menggunakan objek sebagai bahan penelitian. Pada penulisan metode ini, untuk mendapatkan keabsahan data dalam penulisan, data yang diperoleh didapatkan pada saat melakukan penelitian yaitu berupa dokumen resmi, wawancara, foto dan juga dokumen pribadi.

3.3 Objek Penelitian

Objek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu pada program GiLA LIGA di TransTV. Program GiLA LIGA merupakan program yang dibuat

(3)

untuk memenuhi kebutuhan program mengenai informasi sepak bola Liga Spanyol atau LaLiga yang juga tayang di TransTVsecarakeseluruhan. Program GiLA LIGA menarik untuk diteliti karena pada dasarnya Liga Spanyol merupakan Liga sepakbola yang kurang menarik dibandingkan dengan Liga sepakbola lainnya seperti Liga Inggris atau biasa dikenal dengan Barlycards English Premier League atau juga Liga Italia atau yang bisa disebut dengan Seri A.Sehingga dengan adanya hal tersebut pengemasan program GiLA LIGA dibuat semenarik mungkin untuk membantu mengangkat pamorLiga Spanyol di TransTV.

Program GiLA LIGA merupakan program yang belum begitu dikenal oleh para audiensnya karena masih terbilang program baru sehingga dalam perjalanan penayangannya program tersebut sempat berganti jadwal dan juga sempat terjadi pergantian pada posisi pembawa acara GiLA LIGA. Adanya perubahan-perubahan tersebut membuat disebabkan untuk memperkuat konten tayangan dari program GiLA LIGA itu sendiri.

Setelah adanya perubahan-perubahan yang dilakukan untuk penguatan konten tersebut, rating dan share program GiLA LIGA secara perlahan megalami peningkatan dan juga program GiLA LIGA pada akhirnya memiliki pasar audiens yang kuat yang datang dari kalangan pria dewasa.Meningkatnya aspek rating dan share tersebut membuat peneliti ingin mengetahui lebih dalam faktor apa sajakah yang membuat rating dan share GiLA LIGA menjadi meningkat ,selain itu peneliti juga ingin mengetahui lebih jelas tentang startegi apa yang digunakan oleh divisi programming untuk meningkatkan rating dan share program GiLA LIGA.

(4)

3.4 Informan

Pada penelitian ini, penulis mengambil unit analisis darinarasumber yang akan diwawancarai untuk mendapatkan keterangan informasi, narasumber tersebut diantaranya:

1. Strategic Program Planning Staff 2. Media Planner Promo

3. Kreatif Program GiLA LIGA

Dalam penelitian ini tidak menggunakn key informan karena dalam penelitian ini menggunakan penggabungan dan juga mengkorelasikan hasil data wawancara dari ketiga narasumber tersebut.

Narasumber yang diwawancarai dipilih berdasarkan orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atau dapat mewakili suatu objek yang akan diteliti dengan mempertimbangkan bahwa narasumber yang bersangkutan memiliki kapasitas pengetahuan mengenai permasalahan yang diangkat.

kegunaan narasumber bagi penulis ialah agar dalam waktu yang relatif singkat banyak informasi yang didapatkan. Narasumber dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran, atau membandingkan suatu kejadian yang ditemukan dari objek penelitian bagian yang dapat memberikan informasi selengkap-lengkapnya yang dapat melengkapi data penelitian.

Hasil wawancara dengan ketiga narasumber tersebut akan digunakan untuk menjawab pertanyaan dari rumusan masalah yang telah dijelaskan pada bab awal dari penelitian ini.

(5)

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah prosedur yang sangat menentukan baik tidaknya riset. Jika kegiatan pengumpulan data ini tidak dirancang dengan baik atau bila salah dalam pengumpulan data makadata yang diperoleh pun tidak sesuai dengan permasalahan penelitian. Seorang periset seyogiyanya langsung dengan masalah yang diteliti dan mutakhir, artinya data yang diperoleh masih hangat dibicarakan dan diusahakan dari orang pertama (Kriyantono, 2006: 95)

Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam metode ilmiah, karena pada umumnya data yang dikumpulkan akan digunakan, kecuali untuk penelitian eksploratif, untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Data yang terkumpul akan digunakan sebagai bahan analisis sebagaimana yang telah dirumuskan. Oleh karenanya, pengumpulan data harus dilakukan dengan sistematis, terarah, sesuai dengan masalah penelitian, dan valid. Validitasi data dapat ditingkatkan jika alat pengukur serta kualitas dari pengambilan datanya sendiri cukup valid.

Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Teknik pengumpulan data erat hubungannya dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan. Maka pemilihan teknik dan alat pengumpulan data yang sesuai perlu diperhatikan dalam penelitian. Penggunaan teknik dan alat pengumpulan yang tepat dan sesuai dapat membantu pencapaian hasil (pemecahan masalah) yang valid dan reliabel. Berdasarkan sumbernya,data

(6)

pada karya ilmiah terbagi menjadi dua bagian, yaitu data primer dan data sekunder.

3.5.1 Data Primer

Data primer adalah data utama yang digunakan sebagai bahan acuan pada suatu penelitian. Data primer lebih banyak bersumber pada proses tanya jawab antara pengamat dan narasumber atau melalui tahapan wawancara dan juga observasi. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya:

1. Observasi

“Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Data itu dikumpulkan dan sering dengan bantuan berbagai alat yang sangat canggih, sehingga benda-benda yang sangat kecil (proton dan electron) maupun yang sangat jauh (benda ruang angkasa)dapat diobservasi dengan jelas.” (Sugiyono, 2009).

Dengan adanya observasi maka data yang telah terkumpul akan diolah untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang muncul. Observasi yang dilakukan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan adalah observasi partisipan.

Obsevsi partisipan atau pengamat sebagai pemeransertamerupakan peranan pengamat secara terbuka diketahui oleh umum bahkan mungkin ia atau mereka disponsori oleh para subjek. Karena itu maka segala macam informasi

(7)

termasuk rahasia sekalipun dapat dengan mudah diperoleh (Moleong, 2007)

Dalam hal ini peneliti terlibat langsung secara menyeluruh terhadap objek yang diteliti dan juga peneliti ikut terlibat dalam pelaksanaan tugas yang dikerjakan oleh objek penelitian.

2. Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu.

Seorang periset dalam penelitian kualitatif menggunakan teknik observasi partisipan dengan melakukan wawancara mendalam. Selama melakukan penelitian, peneliti juga akan melakuakn wawancatra dengan orang-orang yang memiliki peran dalam objek penelitian. Jenis-jenis wawancara yang dilakukan terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

a. Wawancara Mendalam.

Wawancara mendalam adalah wawancara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar mendapatkan data lengkap dan mendalam. Wawancara ini dilakukan dengan frekuensi tinggi (berulang-ulang) secara intensif (Kriyantono, 2006).

(8)

Wawancara mendalam dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan untuk mendapatkan infromasi yang jelas, karena dalam wawancara mendalam informan bebas untuk memberikan jawaban sesuai dengan keinginanya.

b. Wawancara Semiterstruktur

Wawancara semiterstruktur memungkinkan pewawancara untuk dapat bertanya dengan bebas diluar daftar pertanyan yang sudah disusun sebelumnya namun pertanyaan tersebut masih memiliki keterkaitan dengan informasi yang akan ditanyakan.

Wawancara semiterstruktur dilakukan secara bebas, tapi terarah dengan tetap berada pada jalur pokok permasalahan yang akan ditanyakan dan telah disipakan terlebih dahulu (Kriyantono, 2006: 102)

Wawancara dilakukan terhadap beberapa orang yang terkait dengan masalah yang diangkat. Hal ini bertujuan untuk mendapatakan infromasi yang lebih dalam mengenai permasalahan yang akan dibahas,

dan juga informasi tersebut dapat

dipertangungjawabkan karena bersumber dari orang yang terkait dengan permasalahan tersebut.

(9)

3.5.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung yaitu data yang didapat dari sumber lain seperti buku-buku, literatur, dan foto yang bertujuan untuk memperkuat kerangka konsep.

Untuk mendapatkan data yang lengkap dan dapat dipertanggung jawabkan, penulis menggunakan pengumpul data sebagai berikut:

1. Dokumen

Dokumen sudah lama digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan (Moleong, 2007: 217)

Hasil dari penelitian dari observasi dan juga hasil dari wawancara akan lebih terpercaya apabila ada data pendukung layaknya dokumen. Namun penggunaan dokumen tidak selalu memberikan sisi kredibiltas, hal ini dkarenakan rekayasa dokumen yang serig terjadi disaat sekarang ini, misalnya foto yang bisa dibuat atau juga data yang bisa diubah melalui komputer. Sehingga nilai keaslian dari sebuah dokumen menjadi diragukan.

Namun pada penelitian yang dilakukan dalam industri televisi masih banyak dokumen lain yang memiliki nilai keprecayaan tinggi seperti naskah, video tentang program yang dibuat atau hasil rating dan share yang diperoleh dari lembaga terpercaya.

(10)

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, dan bahan-bahan lainnya. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasi data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari serta membuat suatu kesimpulan, sehingga dapat mudah dipahami oleh diri sendiri dan temuannya dapat dikonfirmasikan kepada orang lain.

Menurut Bogdan yang dikutip oleh Sugiyono dalam bukunya “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D” menyatakan bahwa: “Data analysis is the process of systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to present what you have discovered to others,”

analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Sugiyono:2009).

Sedangkan Susan Stainback mengumkakan bahwa :

“Data analysis is critical to the qualitative research process. It is to recognition, study, and understanding of interrelationship and concept in your data that hypotheses and assertions can be developed and evaluated,” analisis data merupakan hal yang kritis dalam proses penelitian kualitatif. Analisis digunakan untuk memahami hubungan dan konsep dalam data, sehingga hipotesis dapat dikembangkan dan dievaluasi. (Sugiyono:2009)

Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi

(11)

hipotesis. Hipotesis yang dirumuskan berdasarkan data tersebut, selanjutnya dicarikan data lagi secara berulang-ulang sehingga kemudian dapat disimpulkan apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul. Bila berdasarakan data yang dapat dikumpulkan secara berulang-ulang dengan teknik pengumpulan data gabungan atau triangulasi ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori.

3.6.1 Proses Analisis Data

Analisis data pada penelitian kualitatif digunakan bila data-data yang terkumpul dalam riset adalah data kualitatif. Data kualitatif dapat berupa kata-kata, kalimat atau narasi-narasi, baik yang diperoleh dari wawancara mendalam maupun observasi (Kriyantono, 2006). Berikut adalah proses dalam analisis data:

1. Analisis data sebelum di lapangan

Analisis data dimulai dari analisis sebelum peneliti terjun langsung ke lapangan. Analisis data sebelum memasuki lapangan dilakukan dengan cara hasil studi pendahuluan dan juga data sekunder yang keduanya akan digunakan dalam fokus penelitian.

2. Analisis Data di Lapangan

Analisis data di Lapangan dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai data yangberhasil dikumpulkan dari hasil wawancara, obesrvasi mendalam atau penggunaan dokumen-dokumen.

(12)

3. Analisis Data Setelah di Lapangan

Pada penelitian kualitatif analisis data yang telah diperoleh akan diproses untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan atas permasalahan yang muncul,sehigga data yang didapat merupakan data yang terpercaya. Selain itu teknik analisis data setelah di Lapangan digunakan juga teknik filling system. Teknik tersebut adalah data hasil observasi akan dianalisis dengan membuat kategori-kategori tertentu atau domain-domain tertentu (Kriyantono, 2006: 199).

3.6.2 Filling System

Teknik filling system akan memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data dari hasil wawancara serta observasi, karena data-data tersebut telah dikategorikan berdasarkan dengan data yang yang telah dibuat.

3.7 Keabsahan Data

Suatu studi tidak akan valid jika tidak reliable, maka penelitian kualitatif tidak akan bisa transferabel jika tidak kredibel, dan tidak akan kredibel jika tidak memenuhi kebergantungan.

Keabsahan data merupakan konsep penting yang di perbaharui dari konsep kesahihan (validitas) dan keandalan(realibilitas) menurut versi positivisme dan disesuaikan dengan tuntuan pengetahuan, kriteria dan paradigmanya sendiri.(Moleong:2007:321).

(13)

Dalam melakukan penelitian ini penulis melakukan tahapan triangulasi untuk mendapatkan keabsahan data sehingga penelitian ini menjadi suatu penelitian yang ilmiah yang sesuai dengan metodologi kualitatif.

Triangulasiadalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. (Moleong:2009). Triangulasi sendiri terdiri dari empat macam teknik pemeriksaan, keempat teknik pemeriksaan tersebut diantaranya(Moleong, 2009):

1. Triangulasi Sumber.

Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal tersebut dapat dicapai dengan cara yaitu:

a. Membandingkan data hasil pengamatan selama melakukan penelitian dengan data hasil wawancara yang teladi dilakukan dengan narasumber.

b. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi. c. Membandingkan denghan apa yang dikatakan

orang-orang tentang situasi peneltian dengn apa yang dikatakannya sepanjang waktu.

d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti

(14)

rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang dalam pemerintahan.

e. Membandingkan isi suatu wawancara dengan dokumen yang didapatkan dan salaing berkaitan.

2. Triangulasi Metode

Triangulasi dengan metode, dapat dilakukan dengan dua strategi, yaitu:

a. pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data.

b. pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.

Kedua cara tersebut dilakukan untuk mengecek kembali data-data yang telah didapatkan untuk mendapatkan hasil data yang kredibel.

3. Triangulasi Teori

Triangulasi teori adalah bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori. Dalam hal ini, jika analisisi telah meguraikan pola, hubungan, dan memberikan penjelasan yang muncul dari analisis, maka penting sekali untuk mencari tema atau penjelasan pembanding.

Dari definisi yang sudah dijelaskan tersebut dapat disimpulkan bahwa triangulasi adalah cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks suatu studi sewaktu mengupulkan data tentang berbagi kejadian dan hubungan dari

(15)

berbagai pandangan. Dengan kata lain bahwa dengan triangulasi, peneliti dapat me-recheck temuannya dengan jalan membandingkannya dengan berbagai sumber, metode, ataupun teori.

Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dengan data yang telah diperoleh dan juga agar hasil penelitian yang dilakuak sesaui dengan data yang didapat dan meiliki kredibilitas yang kuat.

Referensi

Dokumen terkait

Data sekunder yang diperoleh pada tahap sebelumnya dianalisis untuk menjawab pertanyaan dasar yang ada, selanjutnya jika masih terdapat pertanyaan yang belum

Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari sumber asli atau pertamai ialah di Bank BUMN Syariah melalui wa- wancara dan jawaban dari pertanyaan tertulis mengenai

Selanjutnya, berdasarkan jawaban responden atas pertanyaan, ”Makian bahasa apa yang Anda ketahui?”, diperoleh data sebagai berikut: (1) responden yang mengetahui makian dalam

Analisis data dalam penelitian kualitatif bersifat inductive reasoning yaitu proses analisis data dimulai dari fenomena spesifik untuk membangun kesimpulan yang bersifat

Data penelitian yang diperoleh berupa kriteria – kriteria analisis pembiayaan kemudian diproses dan diolah dengan menggunakan MAGIQ untuk menentukan bobot kriteria

penelitian, karena dengan adanya analisis data ini data yang diperoleh akan. diolah untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu data yang diperoleh dijelaskan dalam bentuk uraian kata dan

Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif melalui beberapa tahapan prosedur pengolahan data berikut. 1) Menghimpun data berupa 25 judul cerita pendek