• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus PT Wahanaartha

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kasus PT Wahanaartha"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

 Ardandy Praja Mukti  Ardandy Praja Mukti 09/282779/HK/18172 09/282779/HK/18172

Tanggung Jawab

Tanggung Jawab Underwriter 

Underwriter atas Pembatalan

atas Pembatalan

Perjanjian Penjaminan Emisi Efek yang berakibat

Perjanjian Penjaminan Emisi Efek yang berakibat

Pembatalan IPO PT Wahanaartha Harsaka

(2)

 Apakah IPO itu..?

 Apakah IPO itu..?

IPO (Initial Public

IPO (Initial Public Offering)/penawaran umum perdana

Offering)/penawaran umum perdana

adalah suatu kegiatan penjualan efek kepada

adalah suatu kegiatan penjualan efek kepada

masyarakat untuk pertama kalinya oleh suatu

masyarakat untuk pertama kalinya oleh suatu

perusahaan yang akan go public.

perusahaan yang akan go public.

Pada praktiknya emiten akan menunjuk perusahaan

Pada praktiknya emiten akan menunjuk perusahaan

penjamin emisi efek (

penjamin emisi efek (underwriter)

underwriter) untuk menjual

untuk menjual

efeknya. Alasannya adalah karena efek yang

efeknya. Alasannya adalah karena efek yang

ditawarkan tersebut tidak pasti akan terjual habis, oleh

ditawarkan tersebut tidak pasti akan terjual habis, oleh

karena itu untuk menghindari kerugian, emiten

karena itu untuk menghindari kerugian, emiten

menjaminkan efek tersebut kepada

menjaminkan efek tersebut kepada underwriter 

underwriter , baik

, baik

dengan

dengan full commitment 

full commitment maupun tidak

maupun tidak

Underwriter/ 

Underwriter/ Pen

Penjam

jamin E

in Emis

misi Efe

i Efek

k ada

adalah a

lah adal

dalah Pi

ah Pihak

hak

yang membuat kontrak dengan emiten untuk

yang membuat kontrak dengan emiten untuk

melakukan penawaran umum bagi kepentingan emiten

melakukan penawaran umum bagi kepentingan emiten

dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek

dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek

yang tidak terjual.(UUPM)

yang tidak terjual.(UUPM)

(3)

Kasus posisi

Bermula dari pembatalan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek yang

mengakibatkan pembatalan Penawaran Umum PT Wahanaartha Harsaka

tanggal 7 April 2008 padahal pada tanggal 31 Maret 2008 sebelumnya telah

memperoleh Pernyataan Efektif pendaftaran dari Bapepam-LK

Pembatalan Penawaran Umum tersebut disepakati dalam kesepakatan

bersama yang ditandatangani oleh PT Wahanaartha Harsaka selaku Emiten, PT

Investindo Nusantara Sekuritas dan PT BNI Securities selaku Penjamin

Pelaksana Emisi Efek.

Alasan pembatalan tersebut karena kondisi pasar yang fluktuatif 

Pembatalan Penawaran Umum Perdana yang dilakukan tersebut tidak sesuai

dengan informasi yang tertuang dalam Prospektus yang menyatakan bahwa

Emiten dan Penjamin Pelaksana Emisi mempunyai hak untuk membatalkan

Penawaran Umum sebelum penutupan atau selama masa Penawaran Umum

di Pasar Perdana (tanggal 2 s.d. 4 April 2008).

(4)

Lanjutan ...

Berdasarkan pasal 5 huruf (d) UUPM Bapepam membatalkan surat No.S-1797/BL/2008

tanggal 31 Maret 2008 ttg efektifnya Pendaftaran Umum PT Wahanaartha

Bapepam menjatuhkan sanksi terhadap :

1.

PT BNI Securities => sanksi administratif pembekuan izin usaha sbg penjamin emisi efek

selama 3 bulan

2.

Sdr. Jimmy sbg Wakil Penjamin Emisi Efek => pembekuan izin perseorangan selaku

WPPE selama 3 bulan

3.

PT Investindo Nusantara Sekuritas => pembekuan izin selama 6 bln

4.

Sdr. Alverno Julyardono sbg WPPE => pembekuan izin perseorangan selama 6 bln

5.

Sdr. Teddy selaku Konsultan Hukum => pembekuan sbg Konsultan Hukum Pasar Modal

selama 6 bulan

(5)

Kronologi

 PT Wahanaartha Harsaka hendak go public . Untuk itu menunjuk PT BNI

Securities & PT Investindo Nusantara Securitas sebagai Penjamin Emisi nya.

 Perjanjian Penjaminan Emisi antara PT Wahanaartha Harsaka dengan PT

BNI Securities dan PT Investindo Nusantara Securitas adalah perjanjian

 full commitment 

 Pada tanggal 31 Maret 2008, PT Wahanaartha telah mendapatkan

pernyataan efektif dari Bapepam sehingga PT Wahanaartha sudah dapat memasarkan efeknya

 Tanggal 2-4 April 2008 efek telah dipasarkan di Pasar Perdana

 Tanggal 7 April 2008 atas kesepakatan bersama antara PT Wahanaartha

dengan PT BNI Securities dan PT Investindo Nusantara Securitas

membatalkan perjanjian penjaminan emisi efek sehingga berakibat proses IPO yg telah berlangsung tadi juga batal.

(6)

Rumusan Masalah

1.

 Apakah pembatalan Perjanjian Penjaminan Emisi

Efek yang berakibat Pembatalan IPO PT

Wahanaartha Harsaka merupakan pelanggaran

atas UU No.8 tahun 1995 ttg Pasar Modal ?

2.

Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap

investor yang telah membeli efek pada pasar

perdana berkaitan dengan batalnya IPO PT

Wahanaartha Harsaka?

(7)

Tahapan Penawaran Umum

1. Tahap persiapan/pra emisi

dalam tahap ini perusahaan akan mengadakan RUPS untuk

meminta persetujuan dari para pemegang saham untuk

melakukan penawaran umum. Bila disetujui, Selanjutnya

menunjuk penjamin emisi dan lembaga/profesi penunjang

lainnya (notaris, konsultan hukum,akuntan publik, biro

administrasi efek) yang bertugas menyiapkan berbagai dokumen

untuk Penawaran Umum tersebut seperti prospektus, dll

Due dilligence meeting

underwriter melakukan pertemuan dengan manajemen

perusahaan dan profesi penunjang untuk mengetahui keadaan

perusahaan yang sebenarnya dengan maksud mendapatkan

keyakinan untuk menjamin emisi efek perusahaan tersebut.

Setelah yakin, maka underwriter dan emiten mengadakan

Perjanjian Penjaminan Emisi.

(8)

Lanjutan . . .

2. Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran

menyampaikan pendaftaran kepada Bapepam disertai persyaratan dokumen-dokumen termasuk perjanjian penjaminan emisi.(peraturan Bapepam IX.A.1 ttg ketentuan umum pengajuan pernyataan

pendaftaran)

setelah menyampaikan pernyataan pendaftaran, Bapepam akan

meneliti kelengkapan dokumen, cakupan dan kejelasan informasi, dan keterbukaan menurut aspek hukum, akuntansi, keuangan, dan

manajemen. Emiten harus menunggu hingga ada pernyataan efektif dari Bapepam. Pernyataan efektif tersebut akan disampaikan dalam kurun waktu 45 hari setelah pendaftaran.

 Penilaian dan penetapan harga

setelah disampaikannya pernyataan pendaftaran, emiten wajib mengumumkan prospektus ringkas sekurangnya di 1 surat kabar nasional selambat-lambatnya 2 hari kerja setelah disampaikannya pernyataan pendaftaran tadi. Dalam masa ini, emiten dapat melakukan book building / penawaran awal yaitu ajakan baik langsung maupun tak langsung kpd calon pembeli dgn menggunakan prospektus ringkas tadi dgn tujuan utk mengetahui minat calon investor dan untuk perkiraan harga penawaran efek. (peraturan Bapepam No.IX.A.8 ttg prospektus awal dan info memo). Minat dari calon pembeli ini sifatnya tidak mengikat dan bukan merupakan bentuk dari pemesanan efek.

(9)

3. Tahap pernyataan pendaftaran efektif 

Setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam,

underwriter sudah dapat memasarkan efeknya. Emiten wajib

menyediakan prospektus final bagi calon investor. (peraturan

Bapepam No.IX.A.2 ttg tata cara pendaftaran dalam rangka

Penawaran Umum). Pemasaran efek tersebut tidak langsung ke

Bursa Efek, melainkan harus dipasarkan terlebih dahulu di Pasar

Perdana. Proses Penawaran Umum di Pasar Perdana ini

sekurang-kurangnya 3 hari kerja.

Penjatahan

Bila jumlah permintaan atas efek lebih besar dibandingkan dengan

 jumlah efek yang ditawarkan, maka harus dilakukan penjatahan,

selambat-lambatnya 2 hari kerja setelah berakhirnya penawaran

umum. (angka 18 peraturan Bapepam IXA2)

Pencatatan di Bursa Efek

Puncak dari IPO adalah pencatatan efek di Bursa Efek. Pencatatan

ini dilakukan selambat-lambatnya 3 hari kerja setelah

(10)

Bursa Efek

RUPS

Penunjukkan

underwriter & profesi

penunjang lainnya

Penawaran umum

di pasar perdana

Pengajuan

Pendaftaran

ke Bapepam

dinyatakan efektif

oleh Bapepam (31 Maret 2008) Disetujuinya penawaran umum perdana

oleh para pemegang saham

45 hari

Perjanjian Penjaminan Emisi Efek

Pembatalan IPO (7 April 2008 )

(11)

Tanggung jawab penjamin emisi efek

 Tanggung jawab dari underwriter adalah sebagai berikut :

1) Berdasarkan peraturan Bapepam No.V.F.1 tentang Perilaku Perusahaan

efek yang melakukan Kegiatan Sebagai Penjamin Emisi Efek, Underwriter bertanggung jawab atas aktivitas dalam Penawaran Umum sesuai dengan  jadwal yang tercantum dalam prospektus meliputi antara lain:

 Pemasaran efek  Penjatahan efek

 Pengembalian uang pembayaran pesanan efek yang tidak memperoleh

penjatahan.

 Pembayaran dana hasil Penawaran Umum kepada Emiten

Pasal 39 UUPM

 Penjamin Emisi Efek wajib mematuhi semua ketentuan dalam kontrak

penjaminan emisi efek sebagaimana dimuat dalam Pernyataan Pendaftaran.

(12)

Lanjutan...

pasal 72 UUPM Ayat (2) dalam hal Penjamin Pelaksana Emisi

Efek lebih dari satu, Penjamin Pelaksana Emisi Efek

bertanggung jawab baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama

atas penyelenggaraan Penawaran Umum

Dalam Penjelasannya :Yang dimaksud dengan “sendiri -sendiri

maupun bersama-sama” dalam ayat ini adalah bahwa dalam hal

terdapat lebih dari satu Penjamin Pelaksana Emisi Efek, pemodal

dapat menuntut ganti rugi kepada satu atau lebih Penjamin

Pelaksana Emisi Efek apabila terjadi kerugian yang diserita

pemodal akibat kelalaian para Penjamin pelaksana Emisi

termaksud.

Ayat (3

 )

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Emiten

bertanggung jawab atas kebenaran kelengkapan Pernyataan

Pendaftaran yang disampaikan kepada Bapepam.

(13)

Perjanjian Penjaminan Emisi Efek

perjanjian ini pada dasarnya sama dengan perjanjian pada

umumnya sebagaimana diatur dalam pasal 1320 BW. Jadi

perjanjian ini dapat dibatalkan atas kesepakatan kedua belah

pihak (emiten dan underwriter).

 Akan tetapi apabila sudah mendapatkan pernyataan pendaftaran

efektif dari Bapepam, informasi mengenai Perjanjian Penjaminan

Emisi Efek termasuk kemungkinan Pembatalan harus termuat

dalam prospektus demi melindungi kepentingan calon investor.

Dalam Prospektus yang diterbitkan oleh PT Wahanaartha,

(14)

 Analisis Kasus

Penawaran Umum PT Wahanaartha Harsaka pada Pasar

Perdana dilakukan pada tanggal 2-4 April 2008, tanggal

tersebut berdasarkan prospektus merupakan tenggang

waktu diperbolehkannya pembatalan IPO. Akan tetapi,

Kenyataannya, pembatalan Perjanjian Penjaminan Emisi

Efek yang berakibat pembatalan IPO dilakukan tanggal 7

 April 2008. Dalam Prospektus juga disebutkan bahwa

Efek akan dicatatkan di Bursa Efek.

Hal diatas termasuk Fakta Material karena relevan

dengan peristiwa yg dapat mempengaruhi

(15)

Lanjutan...

Pasal 78 ayat (1) “Setiap Prospektus dilarang memuat

keterangan yang tidak benar tentang Fakta Material atau

tidak memuat keterangan yang benar tentang fakta

material yang diperlukan agar prospektus tidak

memberikan gambaran yang menyesatkan.”

Dengan mencantumkan listing di Bursa Efek dalam

Prospektus akan tetapi kenyataannya batal listing, hal

tersebut termasuk dalam pengertian “memuat keterangan

yang tidak benar tentang Fakta Material” karena antara

informasi yang tercantum dalam prospektus tidak relevan

dengan peristiwa atau fakta yg terjadi yg dapat

mempengaruhi keputusan pemodal/investor.

(16)

Lanjutan...

Peraturan Bapepam No.V.F.1 angka 4 “Penjamin Emisi

Efek bertanggung jawab atas aktivitas dalam Penawaran

Umum sesuai dengan jadwal yang tercantum dalam

 prospektus meliputi antara lain sebagai berikut:

a. pemasaran Efek;

PT BNI Securities dan PT Investindo hanya memasarkan

efek di Pasar Perdana (2-4 April 2008) padahal dalam

prospektus disebutkan akan listing di Bursa Efek.

(17)

Lanjutan...

Kontrak perjanjian antara PT Wahanaartha Harsaka dengan PT

BNI Securities dan PT Investindo Nusantara Securitas adalah

perjanjian penjaminan emisi efek dengan full commitment.

Yang dimaksud full commitment adalah selain menyanggupi

untuk menawarkan efek, underwriter juga memberi kesanggupan

penuh untuk membeli sisa efek yang tidak terjual tersebut.

Dalam kasus ini, PT BNI Securities telah membeli sisa saham

yang tidak terjual tersebut. Tapi PT Investindo Nusantara

Securitas tidak melakukannya. Dari hal tersebut, dapat

disimpulkan bahwa PT Investindo Nusantara Securitas telah

melanggar kontrak tersebut (pasal 39 UUPM)

(18)

Perlindungan hukum bagi investor 

Pasal 81 UUPM “Setiap pihak yg menawarkan atau menjual efek dengan menggunakan prospektus atau dengan cara lain, baik tertulis maupun lisan, yg memuat informasi yg tidak benar ttg Fakta Material atau tidak memuat informasi ttg Fakta Material dan pihak tersebut mengetahui atau sepatutnya mengetahui mengenai hal tersebut wajib bertanggung jawab atas kerugian yg timbul akibat perbuatan dimaksud ”

Pasal 111 UUPM “setiap pihak yg menderita kerugian sebagai akibat dari

 pelanggaran atas UU ini dan atau peraturan pelaksanaannya dpt menuntut ganti rugi...

Peraturan Bapepam No.IX.A.2 angka 21

 “Dalam hal suatu pemesanan Efek ditolak sebagian atau seluruhnya, atau

dalam hal terjadi pembatalan Penawaran Umum, uang pemesanan harus dikembalikan oleh Manajer Penjatahan atau Agen Penjualan Efek kepada  para pemesan, selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja sesudah tanggal  penjatahan atau sesudah tanggal diumumkannya pembatalan.” 

 Syarat dan tata cara penggantian kerugian apabila terjadi keterlambatan

pengembalian uang tersebut harus dicantumkan dalam prospektus ringkas dan awal. (angka 22)

(19)

Dasar Penjatuhan sanksi

 PT BNI Securities & PT Investindo Nusantara Securitas selaku Penjamin

Emisi Efek telah melanggar ketentuan pasal 78 ayat (1) UUPM dan peraturan Bapepam No.V.F.1 tentang Perilaku Perusahaan efek yang melakukan Kegiatan Sebagai Penjamin Emisi Efek, berupa

 PT Investindo Nusantara Securitas telah melanggar full commitment dari

Perjanjian tersebut, yaitu dengan tidak membeli sisa saham. (pelanggaran pasal 39 UUPM)

Berdasarkan Pasal 102 UUPM, Bapepam dapat menjatuhkan sanksi  Administratif atas pelanggaran UUPM & Peraturan pelaksananya.

(20)

Kesimpulan

 Informasi dalam Prospektus mengenai pencatatan di Bursa Efek adalah

termasuk Fakta Material. Oleh karena itu pembatalan Perjanjian Emisi Efek yang berakibat batalnya Penawaran Umum Perdana PT

Wahanaartha Harsaka melanggar ketentuan pasal 78 ayat (1) UUPM dan Peraturan Bapepam No.V.F.1 angka 4.

 Berdasarkan peraturan Bapepam No.IX A2 angka 21 Underwriter dari PT

Wahanaartha Harsaka Tbk. Yaitu PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT BNI Securities harus mengembalikan uang pemesanan efek kepada para investor, selambat-lambatnya 2 hari kerja sesudah diumumkannya pembatalan IPO tersebut.

 UUPM dan Peraturan Bapepam telah mengakomodasi perlindungan bagi

investor/pemodal, khususnya mengenai pengembalian uang pemesanan bila terjadi Pembatalan Penawaran Umum

Saran

 Perlu adanya pengaturan lebih lanjut mengenai pembatalan IPO agar

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Total PPA yang wajib dibentuk atas aset produktif Persentase kredit kepada UMKM terhadap total kredit Persentase kredit kepada Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total

Penguatan kebijakan untuk mendorong forum konsultasi publik dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, pengembangan sistem publikasi informasi proaktif yang dapat

bahwa secara keseluruhan protokol DCCP CCID2 memiliki kinerja yang lebih baik pada sisi utilisasi bandwidth dan fairness untuk data VoIP dan video conference

Data-data tersebut dideskripsikan melalui narasi yang akan mengungkap data-data mengenai MMT sebagai variabel bebas dengan menggunakan indikator- indikator untuk

Mengacu pada hal yang telah diuraikan sebelumnya, dilakukan penelitian sifat mekanik beton yaitu kuat tekan dengan memanfaatkan material Tailing sebagai substitusi

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: pengungkapan CSR terbukti berpengaruh terhadap agresivitas pajak perusahaan, moderasi kepemilikan

Pada penelitian ini dilakukan analisis pada tiga titik di muara Sungai Wulan Lama yaitu pada longshore bar, mulut sungai, dan bagian belakang longshore bar (lagoon) sehingga

Membahas tentang peran kedua orangtua dalam memberikan pendidikan kepada anaknya adalah merupakan tanggung jawab yang sangat besar, karena anak juga dapat menjadi penentu