1 I.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan laut yang banyak menyediakan sumberdaya di bidang industri perikanan dan kelautan. Untuk dapat memanfaatkanya secara maksimal, dibutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi perairan terutama keseimbangan antara kehidupan organisme laut yang hidup di perairan tersebut serta lingkungannya atau dikenal sebagai ekologi perairan. Untuk mengetahui kondisi ekologinya, dapat dilakukan pengamatan terhadap organisme yang hidup di perairan tersebut. Foraminifera merupakan organisme bersel tunggal yang memiliki cangkang yang banyak hidup di perairan darat maupun laut. Menurutklasifikasi d’Obirgny (1826)
dalam Shrock dan Twenhofel (1953), foraminifera merupakan kelompok organisme dalam tingkatan Ordo Foraminifera yang tergolong dalam Sub-filum Sarcodina dengan Filum Protozoa. Dalam ilmu geologi, fosil foraminifera digunakan dalam penentuan umur relatif batuan dan lingkungan pengendapan. Saat ini foraminifera banyak hidup di perairan laut dangkal dan laut dalam. Kelimpahan foraminifera di perairan laut dapat menjadi salah satu indikator keadaan wilayah perairan (Boltovsky dan Wright, 1976).
terbentuk endapan-endapan longshore bar yang mencirikan hasil pengaruh arus dari laut. Delta Wulan merupakan delta yang terbentuk di iklim tropis yang lembab dengan kondisi di bawah energi gelombang relatif tinggi, influks fluvial yang besar, dan pengaruh pasang surut yang cukup tinggi (Atmojo, 2015).
Berdasarkan karakteristik Delta Wulan yang memiliki suplai sedimen yang tinggi, penulis tertarik untuk mempelajari pengaruh proses sedimentasi terhadap kondisi perairan di Delta Wulan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses sedimentasi di delta terhadap kondisi ekologi perairan Delta Wulan yang dilihat dengan melakukan analisis struktur komunitas foraminifera di muara Sungai Wulan Lama Delta Wulan.
I.2 Identifikasi Masalah
Analisis struktur komunitas foraminifera di muara Sungai Wulan Lama Delta Wulan dilakukan untuk mengetahui kondisi ekologi perairanya. Metode analisis yang dapat diterapkan adalah analisis kuantitatif pada sampel sedimen dengan menggunakan metode struktur komunitas meliputi indeks dominansi, keseragaman, dan keanekaragaman individu.
Pada penelitian ini dilakukan analisis pada tiga titik di muara Sungai Wulan Lama yaitu pada longshore bar, mulut sungai, dan bagian belakang longshore bar (lagoon) sehingga dapat diketahui kondisi perairan di setiap titik yang berbeda yang selanjutnya akan dihubungkan dengan data endapan sedimen untuk mengetahui pengaruh sedimentasi terhadap ekologi perairan. Manfaat dari penelitian ini dalam skala waktu yang lama adalah untuk mengetahui kondisi ekologi perairan sebagai dasar pemanfaatan suatu perairan untuk industri perikanan dan kelautan.
I.3 Batasan Masalah
Daerah penelitian memiliki sistem distributary channel yang membagi Sungai Wulan menjadi Sungai Wulan Lama di bagian Utara dan Sungai Wulan Baru di bagian Baratlaut. Namun, dalam penelitian ini hanya difokuskan pada Daerah Muara Sungai Wulan Lama. Penelitian dilakukan pada tiga titik di Muara Sungai Wulan Lama yaitu pada longshore bar, mulut sungai, dan bagian belakang longshore bar (lagoon) menggunakan sampel hasil coring. Adapun batasan
masalah dalam penulisan tugas akhir ini yaitu:
1. Penelitian dilakukan di Muara Sungai Wulan Lama Delta Wulan pada tiga titik yaitu longshore bar, mulut sungai, dan lagoon.
2. Analisis kualitatif yang dilakukan yaitu deskripsi sampel coring, determinasi foraminifera yaitu melakukan deskripsi morfologi cangkang dan pengklasifikasian berdasarkan taksonomi individu, serta melakukan korelasi litostratigrafi dan biostratigrafi.
3. Analisis kuantitatif foraminifera menggunakan metode struktur komunitas meliputi indeks keseragaman, indeks keanekaragaman, dan dominansi individu.
I.4 Maksud dan Tujuan I.4.1 Maksud
Maksud dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis ekologi perairan Delta Wulan berdasarkan struktur komunitas dan mencari hubungan antara proses sedimentasi di muara Sungai Wulan Lama Delta Wulan dengan struktur komunitas.
I.4.2 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengetahui distribusi foraminifera pada setiap sampel yang diteliti.
2. Mengetahui kondisi ekologi perairan saat ini (Resen) berdasarkan struktur komunitas foraminifera.
I.5 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yaitu pada Bulan Februari hingga Juli 2017. Lokasi penelitian berada di Delta Wulan, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 45 menit dari Kota Demak ke Dusun Menco, kemudian dilanjutkan dengan melalui kendaraan air seperti perahu ke muara Sungai Wulan Lama sekitar 60 menit. Pengambilan sampel dilakukan di lokasi penelitian berupa deskripsi kondisi lapangan dan sampel core. Selanjutnya data diolah dan dianalisis di Laboratorium Paleontologi dan Geologi Minyak Bumi.
I.6 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu sudah pernah ada mengenai analisis ekologi perairan Delta Wulan namun objek penelitian yang berbeda dengan metode yang berbeda. Berikut beberapa penelitian yang pernah dilakukan di daerah penelitian:
Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu
No. Nama Peneliti Tujuan Metode Hasil
1. Suryono (2006)
Pola sebaran kepiting pada masing masing stasiun adalah mengelompok dan komunitas kepiting pada stasiun II, III dan IV memiliki Pantai pada Delta Wulan, Demak
No. Nama Peneliti Tujuan Metode Hasil
3. Sunaryo (2013)
mengkaji jenis dan sebaran sedimen dasar serta sedimen suspensi di perairan muara Sungai konsentrasi TSS saat pasang dan sebaran konsentrasi TSS saat surut dengan nilai MRE (Mean Relative
Error) sebesar
bar di Delta Wulan
Analisis yang longshore bar yang terbentuk di Delta Wulan dihasilkan dari
longshore current yang
mendistribusikan kembali material pasir ke arah daratan dan mengendapkan pasir secara lateral di sekitar muara sungai.
I.7 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika dari penulisan Tugas Akhir ini yaitu: 1. BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, maksud dan tujuan penelitian, ruang lingkup penelitian, penelitian terdahulu, serta sistematika penelitian.
2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
foraminifera, parameter ekologi perairan laut, metode analisis struktur komunitas, serta hipotesis penelitian.
3. BAB III METODOLOGI
Bab ini menjelaskan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian meliputi tahapan penelitian, lokasi dan waktu penelitian, alat dan bahan, teknik pengumpulan data, dan diagram alir penelitian.
4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan mengenai data hasil penelitian meliputi data primer, sekunder, dan hasil analisis. Bab ini akan memuat pembahasan mengenai karakteristik endapan, distribusi foraminifera, struktur komunitas, pengelompokan klaster, dan pengaruh sedimentasi terhadap ekologi. 5. BAB V PENUTUP