Ada Suara
di
P
e
r
p
u
s
t
a
k
aa
n
P
e
n
u
l
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan BACAAN UNTUK ANAK
Putri Gema suka membaca.
Putri Gema juga suka bercerita.
Namun, Paman Penjaga Perpustakaan
selalu melarangnya bercerita.
Putri Gema tidak putus asa.
Putri Gema lalu bercerita kepada Bibi Juru Masak.
Juga bercerita kepada Paman Tukang Kebun, Pelukis Kerajaan,
anak-anak pelayan, daaan... mereka semua menyukai ceritanya.
Lalu, bagaimanakah dengan Paman Penjaga Perpustakaan?
Apakah dia akhirnya mengizinkan Putri Gema
Buku ini merupakan bahan bacaan literasi yang bertujuan untuk menambah minat baca bagi pembaca awal.
Berikut adalah tim Penyediaan Buku Bacaan Literasi Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Pengarah : Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. Penanggung Jawab : Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd. Ketua Pelaksana : Dr. Tengku Syarfina, M.Hum. Wakil Ketua : Dewi Nastiti Lestariningsih, M.Pd. Anggota : 1. Muhamad Sanjaya, S.Pd.
2. Febyasti Daveta Ramadini, S.S. 3. Kaniah, M.Pd.
4. Wenny Oktavia, M.A. 5. Laveta Pamela Rianas, S.S. 6. Ahmad Khoironi Arianto, M.A. 7. Wena Wiraksih, S.Pd.I.
8. Dzulqormain Ramadiansyah, S.S.
@2019, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Program Penyediaan Bahan Bacaan Literasi dalam Rangka Gerakan Literasi Nasional
Bidang Pembelajaran
Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur
MILIK NEGARA
TIDAK DIPERDAGANGKAN
Ada Suara
di Perpustakaan
Ada Suara di Perpustakaan
Penulis : Hervianna Artha Ilustrator : Didin Jahidin Pewarna Ilustrasi : Karnadi Penyunting Bahasa :
Penyelaras Akhir :
Diterbitkan pada tahun 2019 oleh
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun Jakarta Timur
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Artha, Hervianna
Ada Suara di Perpustakaan/Hervianna Artha; (Penyunting); Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, 2019
Vi; 30 hlm; 21 cm ISBN
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah.
Pengantar Kepala Badan Pengembangan
Bahasa dan Perbukuan
Ketika mendengar kata “perpustakaan”, apakah yang terbayang olehmu? Hmmm... ruangan yang luas? Ruangan yang banyak buku? Atau... ruangan yang sepi dan membosankan? Ya, jika dibandingkan dengan taman bermain, yang penuh dengan suara canda tawa, tentu saja akan ada di antara kamu yang menganggap bahwa perpustakaan adalah tempat yang sepi dan sangaaat... membosankan.
Namun, di dalam buku ini kamu akan menemukan perpustakaan yang berbeda dengan gambaran perpustakaan pada umumnya. Apa bedanya? Di perpustakaan ini ada banyak suara. Suara itu bukan suara berisik yang dapat mengganggu orang-orang yang sedang membaca. Melainkan suara Putri Gema dan teman-temannya yang sedang melakukan berbagai aktivitas kreatif.
Nah, kamu perlu mengetahui aktivitas kreatif apa saja yang dilakukan Putri Gema dan teman-temannya di perpustakaan. Mudah-mudahan nanti kamu mendapatkan manfaat yang lebih banyak dari perpustakaan setelah membaca buku ini.
Depok, 22 Mei 2019 Hervianna Artha
Daftar Isi
Sekapur Sirih
Pengantar Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan
Perbukuan ... iii
Sekapur Sirih ... iv
Daftar Isi ... v
Ada Suara di Perpustakaan ... 1
Glosarium ... 26
Biodata Penulis ... 27
Biodata Penyunting ... 28
ANDIKA
NEW
BASIC
Pada suatu masa, hiduplah seorang putri.
Dia gemar membaca.
Ketika berada di perpustakaan kerajaan,
Putri Gema merasa gembira.
Di sana dia dapat membaca sepuasnya.
Selain membaca, Putri Gema suka bercerita.
Dia ingin semua orang mendengarkan cerita yang dia baca.
Sayangnya, perpustakaan kerajaan selalu sepi.
Di sana tidak ada orang
yang mendengarkan ceritanya.
Zzz
.
..
Zz
z
...
Hehehe...
Cerita ini lucu.
Dia menangkis!
???...
Di perpustakaan hanya ada Paman Penjaga Perpustakaan,
Namun, paman itu juga selalu menghentikan cerita Putri Gema.
Putri Gema merasa kecewa.
S
i
apa
yan
g
mau
me
ndeng
a
r
ceritak
uu
u
!
Heeey...!
S
s
sh
…
!
Sss
h
…!
Hidangan kue manis tidak mampu
menghilangkan kekecewaan Putri Gema.
“Bibi Juru Masak,
aku punya cerita.
Dengarkan, ya.”
Ceritaku ini lucu sekali.”
“Silakan, Putri.
Saya punya banyak waktu
untuk mendengarkan cerita lucu.”
Namun, kekecewaan Putri Gema tidak berlangsung lama.
“Jerapah berulang tahun.
Para penghuni hutan membuat kue untuknya.
Satu tumpuk kue… Dua tumpuk kue… Tiga tumpuk kue…
Kue menjadi tinggiii...sekali dan nyaris mencapai langit.”
“Waaah, Bibi juga
bisa membuat kue
yang tinggi.”
“Paman Tukang Kebun!
Aku punya cerita tentang tanaman ajaib.
Dengarkan, ya!”
Putri Gema masih mempunyai
banyak cerita.
Putri Gema terus bercerita.
Dia bercerita kepada Pelukis Kerajaan,...
…kepada anak-anak pelayan, ...
“Putri Gema, berceritalah lagi untuk kami.”
“Kami ingin mendengar cerita tentang penghuni lautan.”
“Juga cerita tentang gaun yang indah, Putri.”
“Hmmm... bagaimana jika Putri juga bercerita
tentang balon udara?”
“Ooo… Semua cerita itu tersimpan di suatu tempat.
Ayooo… Ikuti aku jika kalian ingin tahu,”
ajak Putri Gema.
“Astaga! Apakah aku bermimpi?”
Paman Penjaga Perpustakaan terkejut
melihat banyak orang datang ke perpustakaan.
Di perpustakaan, Putri Gema membacakan buku dongeng
berjudul “Kue untuk Raja Burung Kuau”.
“…Sang ibu berhasil membuat kue menyerupai tanduk kerbau.
Kue basung namanya.
Raja Burung Kuau pun menepati janji.
Dia memaafkan anak sang ibu
yang mencuri mahkotanya.“
Semua mendengarkan
hingga akhir cerita.
Seorang anak pelayan
melihat gambar di buku.
Air liurnya menitik.
“Aku ingin kue seperti ini,” katanya.
“Bibi bisa membuatkan
kue ini untukmu.”
“Bagaimana jika bahan-bahan pembuat kue basung
dibawa ke sini? Bibi Juru Masak dapat membuat kue
di selasar perpustakaan.”
Putri Gema memberi usul yang tidak biasa.
Tidak lama kemudian, dari selasar
perpustakaan tercium aroma kue yang lezat.
Siapa yang tidak
menjadi lapar?
Keceriaan terus berlanjut di perpustakaan. Semua orang
mendapat ide setiap kali Putri Gema selesai bercerita.
“Mendengar ataupun membaca buku
seperti masuk ke dunia ajaib. Makanya aku
“Selama orang-orang jadi rajin membaca dan kreatif,
aku sama sekali tidak keberatan.
Suara di perpustakaan? Oooh... kini terdengar
seperti nyanyian di telingaku.”
Begitu kata Paman Penjaga Perpustakaan.
Lalu, apa kata Paman
Penjaga Perpustakaan
melihat perubahan
suasana tersebut?
Biodata Penulis
Nama Lengkap : Hervianna Artha No. HP : 0877-1103-9789
Pos-el (Email) : [email protected] Bidang keahlian : Penulis dan editor buku
bacaan anak
Glosarium
Biodata Penulis
Burung kuau : jenis burung yang menyerupai burung merak, hidup di hutan Sumatra dan Kalimantan.
Gemar : suka sekali terhadap sesuatu yang dilakukan.
Ide : gagasan yang muncul di pikiran.
Kue basung : kue tradisional dari Sumatra Barat, terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah, serta dibungkus daun pisang.
Perpustakaan : ruang untuk membaca dan tersedia banyak buku.
Selasar : serambi atau beranda.
Riwayat pekerjaan/profesi:
2008 – 2013 : Editor dan Penulis pada Penerbit ADS Group 2013 – Sekarang : Penulis dan editor buku lepas
Riwayat pendidikan dan tahun belajar:
S1: Bahasa dan Sastra (1994)
Informasi lain:
Lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 22 September 1975. Pada saat ini menetap di Depok, Jawa Barat, bersama suami dan 3 orang anak. Terlibat dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan seni dan penulisan untuk anak.
Biodata Ilustrator
Nama Lengkap : Didin Jahidin No. HP : 0857-1505-6675
Pos-el (Email) : [email protected] Bidang keahlian : Ilustrasi buku anak
Riwayat pekerjaan/profesi:
2004 – 2015 : Ilustrator pada Penerbit Pustaka Lebah, Jakarta 2015 – Sekarang : Ilustrator lepas
Informasi lain:
Lahir di Kuningan, Jawa Barat, 10 Mei 1974. Pada saat ini berdomisili di Depok, Jawa Barat. Aktif membuat ilustrasi untuk buku-buku anak dari berbagai penerbit.