DISCLAIMER : PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGES INCLUDING LOSS OF PROFITS INCURRED BY YOU OR ANY THIRD PARTY THAT MAY ARISE FROM ANY RELIANCE ON THIS REPORT OR FOR THE RELIABILITY, ACCURACY, COMPLETENESS OR TIMELINESS THEREOF.
Last +/- +/- SHANGHAI 3.380,70 +2,05 +0,06 NIKKEI 21.696,65 +239,01 +1,11 HANGSENG 28.305,88 -181,36 -0,64 KOSPI 2.490,05 +0,51 +0,02 DAX 13.003,14 +11,86 +0,09 CAC40 5.386,81 +14,43 +0,27 FTSE 100 7.524,45 +1,22 +0,02 DOW JONES 23.273,96 -54,67 -0,23 EIDO 26,71 +0,11 +0,41 JII 731,85 +0,23 +0,03 LQ45 987,91 +3,73 +0,379 GOLD 1.282,06 +1,59 +0,12 SILVER 17.110 +32,00 +0,19 COPPER 318,50 +1,95 +0,62 Oil (WTI) 51,85 +0,38 +0,74 Coal 95,95s -0,75 -0,78 CPO (RM) 2.774,00 +45,00 +1,65 USD/IDR 13.530,00 -12,00 -0,09 Last +/- Δ (%) AGRICULTURE 1.751,13 -2,96 -0,17 MINING 1.552,96 +25,08 +1,64 BASIC IND 640,08 +5,14 +0,81 MISC-IND 1.356,57 +4,636 +0,34 CONSUMER 2.515,81 +9,47 +0,38 PROPERTY 505,80 +1,38 +0,27 INFRASTRUCTURE 1.160,06 -0,92 -0,08 FINANCE 1.032,50 +2,05 +0,20 TRADE 916,34 +3,24 +0,36 MANUFACTURE 1.485,96 +6,84 +0,46
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (23/10) tercatat menguat 0,35% atau 20 poin ke level 5.950,03. Secara keseluruhan, delapan sektor tercatat menguat dengan penguatan terbesar dari sektor tambang (+1,64). Dua sektor sisanya tercatat melemah dengan pelemahan terbesar dari sektor perkebunan (-0,17). Asing tercatat net buy sebesar Rp420,73 Miliar pada pasar regular dan Rp374,94 Miliar secara keseluruhan pasar. Hari ini kami kembali memprediksikan IHSG akan bergerak menguat (bullish) dengan titik resistance 5.970 dan titik support di 5.925. Secara teknikal, indicator stochastic
yang sedang dalam trend bullish memberi sinyal akan adanya potensi penguatan IHSG pada hari ini. Namun, posisi stochastic
yang sudah berada dalam zona overbought juga memberi sinyal akan adanya potensi profit taking yang berdampak pada pelemahan IHSG pada hari ini. Katalis positif penggerak IHSG masih didominasi oleh ekspektasi positif para pelaku pasar terhadap laporan kinerja kuartal III yang masih diekspektasikan positif, sedangkan katalis negatif masih dipengaruhi oleh sentimen reformasi pajak dan efek kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun nanti.
IDX Summary
Market Review
Global Highlights
Source: IDX Source: IDXSectoral Performance
mance
Net Foreign Buy (All Market) = 374.94 B
Net Foreign Buy (RG Market) = 420.73 B
Stock Call Last Price S1 S2 R1 R2 ROA % ROE % P/E
BASIC INDUSTRIES
INTP Hold 19600 19575 19400 19700 19875 13,4% 15,5% 32,76x
SMBR Spec Buy 2800 2720 2700 2880 2910 5,12% 6,97% 254,82x
SMGR Hold 10550 10375 10300 10750 10900 8,31% 13,35% 19,76x
WTON Spec Buy 640 610 600 660 690 6,1% 11,89% 25,84x
BRPT Spec Buy 1995 1900 1930 2030 2070 13,5% 20,72% 8,91x CPIN Hold 3050 3020 3000 3250 3290 7,95% 14,28% 17,49x JPFA Hold 1355 1320 1300 1410 1450 8,84% 20,28% 1,61x MISCELLANEOUS INDUSTRY ASII BoW 8050 7800 7750 8500 8600 7,96% 15,75% 15,87x SMSM Trade Sell 1225 1160 1150 1290 1320 23,47% 33,69% 14,43x SRIL Hold 384 376 370 408 412 6,5% 19,21% 6,65x KBLI Hold 456 450 440 476 480 19,75% 31,33% 7,63x CONSUMER KAEF Spec.Buy 2680 2650 2600 2980 3020 6,75% 12,58% 25,56x KLBF Spec.Buy 1685 1600 1670 1730 1750 15,76% 20,76% 34,56x ICBP BoW 8850 8600 8500 9000 9075 12,37% 21,92% 22,30x INDF BoW 8350 8100 8050 8450 8550 6,05% 13,67% 15,26x INFRASTRUCTURE PGAS Hold 1680 1600 1550 1685 1700 4,47% 9,4% 13,32x CMNP Hold 1345 1320 1300 1380 1400 5,96% 9,96% 7,69x JSMR Hold 6050 6000 5900 6375 6450 3,56% 15,45% 19,40x TLKM Spec Buy 4270 4250 4200 4490 4500 18,33% 26,31% 17,67x
INDY Trade Sell 2360 2250 2100 2420 2450 -1,33% 0,96% 3,66x
SoS : Sell On Strength; BOW : Buy On Weakness; Spec.Buy : Speculative Buy
DISCLAIMER : PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGES INCLUDING LOSS OF PROFITS INCURRED BY YOU OR ANY THIRD PARTY THAT MAY ARISE FROM ANY RELIANCE ON THIS REPORT OR FOR THE RELIABILITY, ACCURACY, COMPLETENESS OR TIMELINESS THEREOF.
Stock Call Last Price S1 S2 R1 R2 ROA % ROE % P/E
AGRICULTURE
AALI Spec Buy 14725 14350 14200 15175 15200 8% 11% 13X
LSIP Spec Buy 1440 1360 1340 1490 1520 9% 10% 11X
MINING
ADRO BoW 1850 1830 1800 1930 1950 6% 11% 10X
DOID Spec Buy 975 970 950 1035 1100 2% 12% 34X
HRUM Hold 2330 2350 2290 2480 2500 10,22% 12% 10.25X ITMG Hold 22700 21550 21450 22900 23100 16% 21,95% 7,56X PTBA BoW 10700 10500 10400 11050 11250 18% 26% 8,16X PROPERTY ASRI BoW 382 370 366 408 426 6,8% 17% 5X BKSL Spec Buy 135 133 130 142 147 1,3% 2,05% 41,29X BSDE Hold 1770 1725 1700 1820 1850 9,5% 14,71% 8X CTRA Hold 1215 1155 1135 1230 1260 2,2% 4,5% 31X
SMRA Spec Buy 1045 1000 995 1190 1210 0,46% 1,1% 143X
FINANCE
BBCA Hold 21000 20300 20250 21350 21900 2,80% 16% 21X
BBNI Trade Sell 7550 7450 7275 7775 7850 2% 13% 10X
BBRI Hold 15625 15250 15100 15750 15875 2,6% 17% 13X
BMRI Trade Sell 6950 6800 6700 7200 7275 1,7% 11,6% 15X
BNLI Spec Buy 655 630 630 750 780 0,86% 5,71% 12X
TRADE
ACES Hold 1280 1200 1130 1350 1370 16% 20% 27X
LPPF Hold 9500 9350 9475 9750 9850 42% 109% 10X
MAPI Spec Buy 6450 6150 6100 6600 6775 3,06% 8% 33X
SCMA Spec Buy 2140 2030 1995 2200 2230 29% 34% 18X
RALS BoW 885 820 800 930 950 12% 20% 8,9X
SoS : Sell On Strength; BOW : Buy On Weakness; Spec.Buy : Speculative Buy
Watchlist Stock
DOID : Produksi Batubara Delta Naik 23%
Produksi batubara PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) terus meningkat. Berdasarkan laporan bulanan perusahaan, Senin (23/10), produksi sepanjang September tercatat 3,1 juta ton. Dengan produksi itu, maka DOID telah mengakumulasi produksi 30,6 juta ton selama periode Januari-September 2017. Angka ini naik 23% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 24,8 juta ton. Kenaikan produksi ini sejalan dengan overburden
removal DOID yang tumbuh 20% secara tahunan menjadi 257,6
juta bank cubic maters (bcm). Kenaikan ini terjadi meski kondisi cuaca sedang kurang bersahabat. Namun, secara kuartalan, produksi batubara justru cenderung stagnan. Per kuartal III-2017, produksi batubara DOID sebesar 10,4 juta ton, hanya naik tipisr 4% dibanding kuratal II-2017 yang sebesar 10 juta ton. Harga saham DOID pada perdagangan hari ini bergerak di zona merah. saham emiten batubara tersebut turun 10 poin atau setara 1,54% ke level Rp 965 per saham. (Kontan)
FASW : Penjualan Naik 8% di Kuartal 3
Emiten produsen kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berhasil mencatat peningkatan penjualan hingga sembilan bulan tahun ini. Sayangnya, peningkatan beban pokok penjualan, beban umum dan keuangan, serta kerugian selisih kurs membuat FASW mencetak penurunan laba yang cukup besar di kuartal III-2017. Dalam laporan keuangan perusahaan di kuartal III-2017, penjualan FASW meningkat 7,99% year-on-year (yoy) menjadi Rp 4,91 triliun. Di periode yang sama tahun lalu, perusahaan hanya mencetak penjualan sebesar Rp 4,55 triliun. Kontribusi terbesar datang dari penjualan produk di dalam negeri. Perusahaan mencatat jumlah penjualan domestik di kuartal ketiga ini mencapai angka Rp 4,61 triliun atau setara 93,84% dari total penjualan perusahaan di periode ini. Sementara itu, sebanyak 5,98% dari total penjualan perusahaan berasal dari penjualan ekspor. Peningkatan penjualan ini tak mampu meningkatkan laba perusahaan di periode ini. FASW hanya mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 286,35 miliar selama sembilan bulan terakhir. Jumlah ini merosot 58,29% dari laba bersih periode sebelumnya sebesar Rp 686,64 miliar.
(Kontan)
ADHI : Laba Bersih Makin Tebal Karena Proyek TOD
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) makin serius menggarap bisnis properti berkonsep transit oriented development (TOD). ADHI terus menambah lahan untuk menggarap proyek hunian yang terintegrasi dengan transportasi massal tersebut. Harris Gunawan, Direktur Keuangan ADHI, mengatakan, hingga saat ini perusahaannya telah mengakuisisi 50 hektare (ha) lahan.. Harris berharap, dengan proyek TOD, segmen bisnis properti ADHI bisa berkontribusi sekitar 10% hingga 30% terhadap pendapatan perusahaan ini. Ia memproyeksi, kontribusi proyek TOD terhadap laba bersih ADHI akan dirasakan mulai 2020 mendatang. Saat ini, kontribusi laba dari segmen properti ADHI
TPIA : Moodys’s Sematkan Peringkat Ba3
Moody's Investors Service menyematkan peringkat Ba3 terhadap surat utang yang akan diterbitkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Chandra Astri berencana merilis senior unsecured notes senilai US$ 300 juta. Surat utang yang bakal dirilis ini dijamin oleh anak perusahaannya, PT Styrindo Mono Indonesia dan PT Petrokima Butadiene Indonesia. Hasil penerbitan surat utang akan digunakan untuk pendanaan ekspansi kapasitas dan ekspansi belanja modal. "Penerbitan surat utang tersebut akan memperbaiki profil likuiditas
Chandra Asri dengan sebagian dana yang
direncanakan untuk belanja modal sebesar US$ 375 juta di 2018 dan US$ 513 juta pada 2019, "kata Brian Grieser, Vice President and Senior Credit Officer Moody's dalam
keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin
(23/10). (Kontan)
DLTA : Bisnis Tersendat Aturan Minol
Salah satu janji Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno ketika masih berkampanye ialah bakal segera menjual saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) milik Pemda DKI. Itu karena menurutnya selama ini saham di DLTA dinilai tidak memiliki pengaruh dan kepentingan langsung terhadap warga DKI. Seperti yang diketahui, Pemda DKI memiliki porsi 26,25% kepemilikan produsen dan distributor bir tersebut. Menanggapi hal ini, Direktur Keuangan DLTA Ronny Titiheruw, mengaku sampai saat ini belum mendengar ada rencana Pemda DKI melepas saham tersebut. Baru-baru ini pemerintah berencana menggodok RUU minol yang baru. Pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan peraturan yang membatasi distribusi dan penjualan produk minuman
beralkohol pada 2015 melalui Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua aras Permendag No.20/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Dengan adanya beleid ini, industri dilarang menjual produk minuman beralkohol di minimarket dan penjual pengecer.(Kontan)
JSMR : Pastikan tidak PHK Petugas Tol
Sejalan akan diterapkannya elektronifikasi jalan tol pada 31 Oktober 2017 mendatang, PT Jasa Marga (persero) Tbk mengatakan tidak akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, sejak awal rencana elektronifikasi pembayaran tol, pihaknya telah berkomitmen tidak akan melakukan pemutusan kerja. Desi menyebut, elektronifikasi tak berarti tidak ada petugas di gardu tol. Desi mengungkapkan, jumlah petugas di gardu tol memang akan berkurang. Namun, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah program untuk mengalihkan petugas-petugas tol ke posisi yang lain (Kontan)
DISCLAIMER : PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGES INCLUDING LOSS OF PROFITS INCURRED BY YOU OR ANY THIRD PARTY THAT MAY ARISE FROM ANY RELIANCE ON THIS REPORT OR FOR THE RELIABILITY, ACCURACY, COMPLETENESS OR TIMELINESS THEREOF. Nasional/Makroekonomi : RAPBN 2018 akan disahkan Lusa 25 Oktober 2017
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menggelar Rapat Paripurna pengesahan RAPBN 2018 menjadi Undang-Undang, Rabu (25/10). Rapat Paripurna pengesahan dilakukan bersamaan dengan pidato penutupan masa sidang saat ini. Sebelum pengesahan dalam Rapat Paripurna, biasanya pemerintah, Bank Indonesia, dan Banggar melaksanakan rapat kerja (raker) mengenai laporan dan pengesahan hasil panitia kerja (panja), pembacaan naskah Rancangan Undang-Undang, Pendapat Akhir Mini Fraksi, hingga pendapat pemerintah. Sedianya, raker dilaksanakan hari ini, Senin (23/10). Namun, raker tersebut ditunda hingga Selasa (24/10) besok. Ketua Banggar Azis Syamsuddin mengatakan, masih ada tiga komisi yang belum menyampaikan hasil pembahasannya, yaitu Komisi III, Komisi VI, dan Komisi I..(Kontan)
Nasional/Makroekonomi: ORI14 Cuma Laku Rp8,95 Triliun
Pemerintah menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI014 sebesar Rp 8,95 triliun. Jumlah itu jauh di bawah target indikatif pemerintah yang sebesar Rp 20 triliun. Bahkan, lebih rendah dari proyeksi pemerintah sebesar Rp 13,4 triliun. Dalam keterangan resmi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiyaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) disebutkan bahwa ORI014 jatuh tempo pada 15 Oktober 2020 mendatang. Adapun pembayaran bunga dilakukan pada tanggal 15 setiap bulan, dimulai pada 15 November 2017 nanti. (Kontan)
Date Country Event Actual Previous Forecast
Wed, Oct 25th USA Durable Goods Orders MoM (Sep) 1,7%
Wed, Oct 25th
USA New Home Sales (Sep) 560 K
Fri , Oct 27th JPN Inflation Rate YoY (Sep) 0,7%
Fri, Oct 27th
USA GDP Growth Rate QoQadv (Q3) 3,1%
Tue, Oct 31th JPN Unemployment Rate (Sep) ¥ 113,6B
Tue, Oct 31th JPN BoJ Interest Rate Decision 2,8%
Tue, Oct 31th
JPN BoJ Quarterly Outlook Report -0,1%
(
Disclaimer:
The information herein has been compiled by PT. Paramitra Alfa Sekuritas (Paramitra), from sources that we believe are reliable, but no representation or warranty, is expressed or implied, and as to its accuracy or completeness. All opinions and estimates included in this document constitute our judgment as of this date and are subject to change without notice. This information is not an offer to sell or buy any securities. Neither Paramitra nor its affiliates and employees accept any liabilities whatsoever for any loss arising from any use of this information. Members of Paramitra and its affiliates and employees may from time to time have a position in or with the securities mentioned herein. PT. Paramitra Alfa Sekuritas (Paramitra) generates mechanical trading system signals, and not investment advice nor should it be construed as such. The information contained in this report is based on material we believe to be reliable; however, we do not represent that it is accurate, current, complete, or error free. Assumptions, estimates and opinions contained in this report constitute our judgement as of the date of the document and are subject to change without notice.Any projections are based on a number of assumptions as to market conditions and there can be no guarantee that any projected results will be achieved. Past performance is not a guarantee of future results. PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGESINCLUDING LOSS OF PROFITS INCURRED BY YOU OR ANY THIRD PARTY THAT MAY ARISE FROM ANY RELIANCE ON THIS REPORT OR FOR THE RELIABILITY, ACCURACY, COMPLETENESS OR TIMELINESS THEREO
Economic Calendar This Week
PT. Paramitra Alfa Sekuritas
Cyber 2 Tower 20th Floor, Suite 2001 Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 No. 13 Jakarta 12950
Telp: 3002-6700, Fax: 3002-6910 Website: www.paramitra.com
Research Division
Kevin Juido ext 111 [email protected]
Equity Sales Division
Suparman ext 166-159-169 [email protected]
Kevin Ade Putra ext 162 [email protected]