pengantar Logistik

126 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I

DEFINISI LOGISTIK Tujuan :

a. Mahasiswa mengetahui , mengerti, dan memahami Definisi Logistik dari para ahli Logistik dan Sejarah Logistik

b. Mahasiswa dapat merumuskan sendiri definisi Logistik menurut apa yang dipahami

c. Mahasiswa mengetahui Fungsi –Fungsi Perusahaan d. Mahasiswa mengetahui Faktor- Faktor Produksi

e. Mahasiswa mengetahui , mengerti, dan memahami Aktivitas di dalam Logistik

f. Mahasiswa mengetahui Hasil dari Logistik g. Mahasiswa mengetahui Harapan Pelanggan

h. Mahasiswa mengetahui Tanggapan Pelanggan terhadap Kinerja Logistik

1. Sejarah Logistik :

a. Kegiatan Logistik pada zaman Nenek moyang tergantung kepada apa-apa yang tersedia oleh alam di sekitar mereka maupun melalui persediaan (penyimpanan), belum mengenal sistem pertanian.

b. Kepemilikan barang dari milik kolektif berubah menjadi milik pribadi. Sejak saat itu mulai mengenal transaksi perdagangan (tukar-menukar barang)dilakukan dengan sistem barter kemudian mulai mengenal uang sebagai alat bantu pertukaran.Manusia awalnya cukup memenuhi

(2)

kebutuhannya dengan usaha sendiri mulai merasa tidak cukup sehingga mulai berorganisasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

c. Logistik merupakan rangkaian kegiatan yang selalu ditemukan dalam perusahaan baik manufaktur maupun jasa. d. Kegiatan yang berkaitan dengan penanganan barang (bahan

baku, barang setengah jadi, maupun barang jadi), pergudangan/pengarsipan, pergerakan (transportasi dan pendistribusian), persediaan (pengadaan, pengendalian persediaan, data persediaan), dan informasi (data base atau data elektronik, jaringan komunikasi).

e. Tahun 1950 sampai dengan tahun 1960 : Proses Produksi sampai ke pengantaran kepada pelanggan belum terkoordinasi .Masing –masing aktivitas berjalan sendiri- sendiri .

f. Tahun 1960-1970 : Proses Pendistribusian Barang dikembangkan dengan cara mengintegrasikan Permintaan Bahan Baku, Produksi, Pengepakan, Penyimpanan , Pengangkutan dan Pengantaran kepada pelanggan

g. Tahun 1990 an : Guna memenuhi harapan pelanggan , dikembangkan Supply Chain Management yang mempersyaratkan produk yang benar, dengan harga yang benar, sesuai dengan waktu yang dijanjikan .Ketatnya persyaratan ini memerlukan kerjasama yang baik antara Supplier, Perusahaan, Agen untuk menjadi kelancaran proses logistic

h. 2000s: Increasing globalisation, new competition and markets and economic, social and environmental issues forcing further evolution in the process.

i. Tahun 2000 an : Proses Logistik itu mengalami evolusi yang cepat akibat meningkatnya globalisasi , munculnya para pesaing baru, munculnya pasar yang baru , dan adanya masalah –masalah ekonomi, sosial, lingkungan

2. Definsi Logistik.

Nama lain yang diberikan kepada Manajemen Logistik, yaitu : - Business Logistics

- Channel Management - Distribution

(3)

Logistics Management

Logistics

Material Management Physical Distribution Quick-Response System Supply Chain Management

a.Definisi Logistik Menurut Bowersox (1978) :

Proses pengolahan yang strategis terhadap pemindahan & penyimpanan barang, suku cadang dan barang jadi dari pemasok, diantara fasilitas-fasilitas perusahaan dan kepada pelanggan.

(4)

b.Definisi Logistik Menurut Random House Dictionary :

Cabang dari ilmu dan operasi militer yang berhubungan dengan pembelian, supply, pemeliharaan peralatan, pergerakan personil dan penentuan fasilitas.

c.Definisi Logistik Menurut Ballou (1985) :

Manajemen dari seluruh aktifitas pergerakan-penyimpanan ( move-store) dan aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan titik-titik pengumpulan/asal (point of acquisition) dan titik-titik konsumsi/tujuan (point of consumption)

d.Definisi Logistik Menurut Lambert (2001) : Bagian dari proses rantai pasok (supply chain) yang direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dengan efisien, mengefektifkan aliran dan penyimpanan barang (goods), pelayanan (service), dan informasi terkait dari titik-titik pengumpulan/asal (point of origin) ke titik-titik konsumsi/tujuan (point of consumption) untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

e.Definisi Logistik Menurut Council of Logistics Management (CLM) : The process of planning, implementing, and controlling the efficient, cost effective flow and storage of raw materials, in-process inventory, finished goods, and related information from point-of-origin to point-of-consumption for purpose of comforming to customer requirements.

(Proses dari perencanaan, pelaksanaan, dan pegendalian yang efisien terhadap penggunaan biaya, aliran penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, produk jadi serta informasi

(5)

terkait yang berhubungan dengan titik asal dan titik tujuan dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen).

f.Definisi Logistik Menurut Saptono Kusdanu Waskito :

Logistics is plan, do ,check production factors efficient and effectively to get goods or service from point of origin to point of consumption in order to meet a customer expectation

(Logistik adalah perencanaan, pelaksanaan, pengendalian faktor produksi secara efektif dan efisien dalam rangka memperoleh barang atau jasa sejak dari Titik Permulaan sampai ke Titik Konsumsi sesuai dengan harapannya pelanggan

(6)

Gambar 1. Rumah Logistik

3. Fungsi Perusahaan

Untuk lebih memudahkan dalam membahas Logistik ada baik nya , menjelaskan lebih dahulu tentang Fungsi –Fungsi Perusahaan .

Ada beberapa Fungsi Perusahaan yaitu Fungsi Pemasaran, Produksi, Sumber Daya Manusia , Keuangan , Teknik Informasi .

Fungsi Pemasaran :

Fungsi untuk menciptakan kebutuhan pelanggan terhadap produk atau jasa , memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menciptakan produk atau jasa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan mendistribusikan kepada pelanggan

(7)

Misal nya :

Pelanggan dipengaruhi agar mengirimkan Barang barang melalui Perusahaan Logistik “ Si Dadap Si Waru “. Dari Bandung menuju Jaya Pura

Fungsi Produksi :

Fungsi untuk membuat produk yang diinginkan .Membut Pola Operasi .Menghubungi Pemilik Kendaraan , Kapal , Pesawat ,

Fungsi Sumber Daya Manusia:

Fungsi yang menyediakan Sumber Daya Manusia untuk merencanakan , melaksanakan , mengendalikan kegiatan di dalam Perusahaan .

Misalnya menyediakan Petugas yang ahli Teknik Informatika, Yang ahli Logistik.

Fungsi Keuangan :

Fungsi yang mencarikan sumber keuangan , menyimpan, mengeluarkan , dan mempertanggungjawabkan keuangan .

Misal : Membayar biaya angkutan, gaji, listrik , biaya bongkar muat Fungsi Teknologi dan Informasi:

Fungsi yang menyediakan Hard Ware , Soft Ware , serta menyajikan Informasi tentang berbagai aktivitas Perusahaan

4. Faktor Produksi Yang harus ada di Dalam Logistik

Di dalam suatu Perusahaan yang bergerak di bidang Logistik , ada beberapa Faktor –Faktor Produksi Minimal yang harus dimiliki yaitu :

a. Message (Pesan) :

Pesan berupa Informasi tentang Keinginan Pelanggan , Kekuatan, Kelemahan Suplier , Tripartit, Pesaing , Kondisi Politik, ekonomi, sosial, hankam,

b. Manufacture (Pabrik ) :

Pabrik yang akan mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi ( Work In Process ) , atau menjadi barang Jadi c. Master Plan ( Perencanaan Perusahaan ) :

Rencana Jangka Pendek, Jangka Menengah, Jangka Panjang yang akan dicapai oleh Perusahaan .

d. Map ( Peta Tentang Pola Logistik ) :

(8)

Pemasaran menawarkan Produk /Jasa sampai penyerahan Produk /Jasa kepada Pelanggan lengkap dengan cara pembayaran dari pelanggan dan penanganan keluhan pelanggan

e. Minute ( Waktu ) :

Waktu yang digunakan untuk mendatangkan bahan baku, membuat barang jadi , memasukkan barang jadi ke dalam pembungkus, memasukkan dalam kardus , mendistribusikan , menyerahkan kepada pelanggan .

f. Man ( Sumber Daya Manusia ):

Pemilik Perusahaan harus mempekerjakan Sumber Daya Manusia untuk menjadi Komisaris, Direksi, Petugas yang pelaksana , Pengawas pekerjaan agar seluruh aktivitas logistik dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan pelanggan dan sesuai harapan pemilik Perusahaan .

g. Money (Uang ):

Untuk membayar gaji, membeli bahan baku , memerlukan uang yang cukup baik dalam bentuk cash (tunai ), maupun disimpan di Bank

h. Methods ( Cara ):

Urut-urutan pekerjaan yang harus dilalui oleh setiap Unit Kerja untuk menghasilkan Produk /Jasa dari Tiap Unit Kerja i. Machine ( Mesin ):

Mesin yang digunakan untuk mengambil bahan baku, mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi, barang jadi , mesin pembungkus produk, mesin pengepak ,

j. Material :

Ada 3 ( tiga ) Jenis Material yaitu Bahan baku, Barang Setengah Jadi, Barang Jadi .

1) Bahan baku ( Raw Material ) adalah bahan yang akan diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi .

Misalnya : Kayu , Cat, Thinner, Plitur

2) Barang Setengah Jadi (Work In Process ) adalah Barang yang dibuat dari bahan baku , tetapi masih harus diolah pada tahap berikutnya untuk menjadi Barang Jadi .

Misalnya : Kayu dibentuk menjadi meja, kursi tapi belum dibersihkan, belum dipoles, belum di cat , belum di plitur. Kursinya belum diberi busa tempat duduk

(9)

Barang yang dibuat dari dari Barang setengah Jadi setelah melalui tahapan proses tertentu.

Misalnya : Meja dan Kursi dibersihkan , di cat , diplitur, kursinya diberi busa tempat duduk .

5. Aktivitas Logistik.

Perusahaan yang berbisnis di Logistik melakukan aktivitas Logistik sbb :

Customer Service, Demand Forcasting, Inventory Management, Logistics Communication, Material Handling, Order Processing , Packaging, Parts and Service Support, Plant and Ware House Site Selection, Procurement, Reverse LogisticsTransportationWare House

a. Customer Service : (Pelayanan Kepada Pelanggan ) Aktivitas antara penjual, pembeli dan perantara yang menghasilkan nilai tambah untuk pertukaran produk dan jasa dalam satu masa

Ada 3 ( Tiga ) Tahapan Customer Service : Aktivitas sebelum Transaksi

Aktivitas Saat Transaksi Aktivitas Setelah Transaksi

1) Aktivitas sebelum Transaksi meliputi aktivitas : Pernyataan Kebijakan secara tertulis

Pelanggan menerima Pernyataan Kebijakan Struktur Organisasi

Sistem yang Fleksibel Pengelolaan Manajemen

2) Aktivitas Saat Transaksi :

Memperhatikan Tingkat Persediaan Informasi Pemesanan

Siklus Pemesanan

Moda angkutan yang dipakai Keakuratan Sistem

Kenyamanan Waktu Memesan

(10)

3) Aktivitas Setelah Transaksi: Garansi, Alternative solusi Perbaikan Tracing Barang Keluhan Pelanggan Barang di Kembalikan

Mengganti Produk yang dikembalikan

b. Demand Forcasting : (Perkiraan Kebutuhan )

Menentukan Produk apa , berapa yang harus diproduksi , kapan diproduksi , kapan dikirimkan , dikirimkan ke pasar yang mana, menggunakan moda transportasi apa .

c. Inventory Management : (Pengelolaan Inventory )

Manajemen Persediaan harus dikendalikan dengan ketat karena sangat berkaitan dengan biaya antara lain biaya pembelian bahan baku, biaya pembuatan barang setengah jadi , barang jadi , biaya penyimpanan barang jadi .

d. Logistics Communication : ( Komunikasi di Logistik ) Komunikasi harus dilakukan d dalam Organisasi secara efektiv dan efisien baik di Fungsi Fungsi Perusahaan , mauoun antara Perusahan, Supplier , Pelanggan .

(11)

e. Material Handling : ( Penanganan Material )

Setiap terjadi pergerakan material sejak dari Supllier sampai dengan kepada Pelanggan , maka pergerakan itu akan diikuti dengan penambahan biaya

f. Order Processing : ( Pemrosesan Pesanan )

Ada 3 ( tiga ) tahapan yang harus dilakukan pada waktu menerima pemesanan yaitu :

Aktivitas Operasional: memasukkan pesanan ke Daftar Pesanan ( Order Entry ), Penjadwalan ( Scheduling), pengisian Daftar Kiriman ( Invoicing )

Aktivitas Komunikasi meliputi memodifikasi pesanan, meniliti pesanan, percepatan, koreksi atas kesalahan

Aktivitas Kredit dan Pembayaran Utang meliputi :pemeriksaan kredit dan pembayaran utang

g. Packaging : ( Pengepakan ) Dikemas agar produk tidak rusak .

(12)

h. Parts and Service Support :

Memberikan dukungan spare part dan perbaikan mesin,mobil Memberikan dukungan alat tulis kantor

Menyediakan peralatan kerja

i. Plant and Ware House Site Selection

Menyeleksi Pabrik dan Gudang agar efesien dan efektif j. Procurement : ( Purchasing ) :

Melakukan pembelian agar material dan persediaan terjaga k. Reverse Logistics :

Penanganan Barang yang dikembalikan oleh Pelanggan l. Transportation :

Transortasi Udara, Laut , Darat.

m.Ware House :

Gudang untuk menyimpan barang setengah jadi , dan barang jadi

(13)

6. Out Put Of Logistics ( Keluaran / Hasil dari Logistik ) :

a. Competitive Advantage ( Keuntungan disbanding dari yang lain )

b. Time and Place Utility ( Optimalisasi Pemanfaatan Tempat ) c. Efficient movement to Customer (Gerakan Hemat untuk

melayani Pelanggan )

d. Proprietary assets ( Optimalisasi Pemanfaatan asset)

7. Respon /Tanggapan Pelanggan terhadap Kinerja Logistik : a. Kecewa.

Kecewa karena Kenyataan lebih Kecil dari Harapan Reality < Expectacy

Misalnya :

1) Target diterima 10 koli barang dengan waktu 2 hari 2) Kenyataannya diterima 8 koli tepat waktu , 1 koli

rusak , 1 koli diterima dengan waktu 3 hari b. Puas :

Puas karena Kenyataan sama dengan Harapan . Reality = Expectacy

Misal :

(14)

2) Kenyataannya diterima 10 koli barang dengan waktu 2 hari

c. Senang .

Senang karena Reality lebih besa dari Harapan Relity > Expectacy

1) Target diterima 10 koli barang dengan waktu 2 hari 2) Kenyataannya diterima 10 koli dengan waktu 1 hari

8. Tanya jawab :

1.Menurut Pendapat Saudara , Logistik itu apa .

a b c d

Harus menyebutkan Fungsi Fungsi Manajemen Harus menyebutkan Faktor Faktor Produksi Harus menyebutkan Produk dan Jasa

Harus menyebutkan mulai dari mana sampai kemana

2.Sebutkan 10 Faktor Produksi itu apa saja dan Contohnya 3.Sebutkan 4 Out Put ( Keluaran /Hasil ) dari Logistik

4.Sebutkan 3 Respon /Tanggapan Pelanggan atas kinerja Logstik

9. Sumber :

a. Business Logistics Management, Ronald H.Balou.

b. Physical Logistics Management, Grant M.Davis & John E.Dillard,Jr. c. Strategic Logistics Management, Douglas M.Lambert & James

R.Stock.

d. Principles of Marketing, Phillip Kotler.

e. Logistics , Christine Chomlier, Christope Gutton, Technical Officer Logistics Unit- EHP/HAC, Geneva , 203

f. Supply Chain Management , I Nyoman Pujawan , Guna Widya 2010 g. Global Supply Chain Management , Drs Amin Wijaya Tunggal,

Harvarindo 2010

h. Panduan dan Direktori Logistik Indonesia, Dr.Nofrisel dkk, Ppm, 2011

i. Mari Berkenalan dengan Logistik , Ratih Hendayani, Alfa Beta , 2011

(15)

1.

BAB II

PERBEDAAN LOGISTIK DENGAN

SUPLLY CHAIN MANAGEMENT Tujuan :

Mahasiswa mengetahui

Definisi Supplly Chain Management Ciri- Ciri Logistik

Ciri- Ciri Suplly Chain Management

Persamaan antara Logistk dengan Supply Chain Management Perbedaan antara Logistik dengan Supply Chain Management Definisi Supply Chain Management :

Marthin Christoper dalam bukunya yang berjudul Logistics and Supply Chain Management “ , menyatakan bahwa Supply Chain Management :

The Management Of Up stream and down stream relationship with supplier and customer to deliver superior value a less cost the supply chain as a whole “ ( Martin Christopher, 2005, 5) (Manajemen yang mengelola hubungan sejak dari hulu ke hilir dengan supplier dan pelanggan untuk mengantarkan layanan yang bernilai tinggi dengan cara mengurangi biaya operasi ).

(16)

n o c i r i U r a i a n 1 P r

Ada tahapan yang harus dilalui oleh Perusahaan untuk melakukan Supply Chain Management (SCM) :

Mencari Mitra –Mitra dari Supplier yang di hulu proses ( Proses sebelum sampai di Supplier )

Mencari Mitra-Mitra dari Supllieryang di hilir proses ( Proses setelah aktivitas –aktivitas di Unit Supllier )

Mengantarkan Produk /Jasa ke Pelanggan Antaran yang bernilai tinggi bagi pelanggan

Mengurangi Biaya Operasi sampai se kecil kecil nya

David J Bloomberg di dalam bukunya “ Logistik, Supply Chain Management “menyatakan bahwa Suplly Chain Management : The process of planning, organizing, controlling the flow of material and services , from supplier to end user / customer Supply Chain Management adalah proses perencanaan,

pengorganisasian, pengendalian aliran barang dan layanan dari supplier sampai ke pelanggan yang paling akhir .

Supply Chain Management ( SCM) menurut David j Bloomberg memerlukan tahapan :

Melakukan Fungsi Management Plan, Organize , Controll

Aktivitas nya adalah menyalurkan / mengantarkan barang dan jasa

Menyalurkan barang dan jasa dari Supplier ke pelanggan terakhir

(17)

o d u k P r o d u k d a n J a s a 2 T i t i k A k h i r D i s e b u t k a n

Menurut Saptono Kusdanu Waskito , dalam buku “ Pengantar Logistik “, 2011 menyatakan bahwa Supply Chain Management adalah “

plan, do, check factor production efficient and effectively to get goods and services from supplier, coorporation to customer in order to meet a Superior Value

(Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan factor produksi secara efesien dan efektif untuk memperoleh Barang dan jasa mulai dari aktivitas di Supplier, Perusahaan, Pelanggan untuk meraih nilai tertinggi

Dalam melaksanakan Supply Chain Management , ada beberapa tahapan yang harus dilaksanaan yaitu :

Melaksanakan Fungsi Management atas Faktor Produksi Melaksanakan Fungsi Perusahaan atas Faktor Produksi Memilih Suplplier yang baik dan benar

Memperoleh Produk dan Jasa

Memilih pelanggan yang baik dan benar

Memberikan Nilai (value ) yang tinggi kepada pelanggan , perusahaan dan supplier

Ciri Ciri Logistik :

Logistics is plan, do ,check production factors efficient and effectively to get goods or service from point of origin to point of consumption in order to meet a customer expectation

(Logistik adalah perencanaan, pelaksanaan, pengendalian faktor produksi secara efektif dan efisien dalam rangka memperoleh barang atau jasa sejak dari Titik Permulaan sampai ke Titik Konsumsi sesuai dengan harapannya pelanggan

Dari Definisi Logistik di atas , kita urai Ciri –Ciri Logistik sbb :

no ciri Uraian

1

Produk

(18)

d e n g a n j e l a s , P e l a n g g a n s e b a g a i T i t i k A k h i r 2 Titik Awal

Tidak disebutkan dengan Jelas , Supllier , Corporation Hanya disebutkan Point Of Origin

3

Titik Akhir

Disebutkan dengan jelas dengan kata Point of Consumption. Jadi jelas titik akhirnya pelanggan .

Tapi itu bukan pelanggan yang akhir . Dia pelanggan dari Titik awal

Jika Titik Awal nya Supplier , maka titik akhirnya Corporation Jika titik awalnya Corporation , titik akhirnya Consumer (Pelanggan )

4

Fungsi Management

Melakukan Fungsi Management : Plan ,Do, Check

5

Fungsi Perusahaan

Melakukan Fungsi Perusahaan : Pemasaran, Operasi, Keuangan, IT, SDM,

6

Faktor Produksi

Menggunakan Faktor Produksi ( 10 M yaitu : Message,

Manufacture, Master plan,Map, Minute, Man, Money, Method, Material , Machine

Ciri- Ciri Supply Chain Management : no

ciri Uraian

1

Produk

(19)

3 F u n g s i M a n a g e m e n t M e l a k u k a n F u n g s i M a n a g e m e n 2 Titik Awal

Disebutkan dengan Jelas , Supllier , sebagai Titik Awal

3

Titik Akhir

Disebutkan dengan jelas , Pelanggan sebagai Titik Akhir

4

Fungsi Management

Melakukan Fungsi Management : Plan ,Do, Check

5

Fungsi Perusahaan

Melakukan Fungsi Perusahaan : Pemasaran, Operasi, Keuangan, IT, SDM,

6

Faktor Produksi

Menggunakan Faktor Produksi ( 10 M yaitu : Message,

Manufacture, Master plan,Map, Minute, Man, Money, Method, Material , Machine

(20)

t : P l a n , D o , C h e c k 4 F u n g s i P e r u s a h a a n M e l a k u k

(21)

a n F u n g s i P e r u s a h a a n : P e m a s a r a n , O p e r a s i , K e u

(22)

a n g a n , I T , S D M , 5 F a k t o r P r o d u k s i M e n g g u n a k a n

(23)

F a k t o r P r o d u k s i ( 1 0 M y a i t u : M e s s a g e , M a n u f

(24)

a c t u r e , M a s t e r p l a n , M a p , M i n u t e , M a n , M o n e y , M

(25)

e t h o d , M a t e r i a l , M a c h i n e 2.

(26)

n o c i

(27)

r i U r a i a n 1 P r o d u k P r o d u k d a n J a s a 2 T i t i k A w a

(28)

l n y a K a l a u L o g i s t i k , T i t i k a w a l n y a S u p p l i e r K

(29)

a l a u S C M , T i t i k a w a l n y a a d a l a h m i t r a – m i t r a d

(30)

a r i S u p p l i e r 3. 1 2 3 4 5 S e b u t k a n D e f i

(31)

n i s i S u p p l y C h a i n M a n a g e m e n t A p a C i r i d a r i L o g i

(32)

s t i k A p a C i r i d a r i S u p p l y C h a i n M a n a g e m e n t A p a P

(33)

e r s a m a a n a n t a r a L o g i s t i k d e n g a n S u p p l y C h a i n M

(34)

a n a g e m e n t A p a P e r b e d a a n a n t a a L o g i s t i k d e n g a n S

(35)

u p p l y C h a i n M a n a g e m e n t 4. a.

(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)

Langkah 4 : Membuat Ukuran Gabungan yaitu Nilai pada langkah 2 dikalikan langkah ke 3 seperti di BAB III

PURCHASING AND PROCUREMENT Tujuan :

Mahasiswa dapat mengetahui, memahami , melaksanakan Purchasing

Mahasiswa dapat mengetahui , memahami, melasanakan Procurement

Definisi Purchasing

Menurut Lambert , Puchasing adalah :

Purchasing : Pembelian aktual dari material dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan proses pembelian.

(49)

bawah ini : N o M a t e r i Y a n g d i n i l a i B o b o t N i l a i H a s i l P e r k a l i a

Aktivitas –aktivitas yang berhubungan dengan pembelian adalah :

Mencari Barang yang akan dibeli

Mencari Harga Barang , Supplier yang dapat dipercaya Mengajukan Surat Penawaran tentang barang yang

diperlukan kepada calon Supplier Membeli Barang

Membayar uang

Menurut Leenders , Purchasing adalah :

Purchasing : Proses pembelian (pembelajaran dari

kebutuhan, lokasi dan pemilihan supplier, negosiasi harga, jaminan pengiriman).

Menurut Saptono Kusdanu Waskito , Purchasing

( Pembelian ) adalah :” aktivitas dalam perusahaan untuk membeli barang dan jasa “.

Aktivitas –aktivitas yang berhubungan dengan pembelian adalah :

Memperkirakan barang yang akan diperlukan Menetapkan barang diperlukan

Mencari Barang yang akan dibeli Mencari Supplier

Mencari Harga Barang

Mengajukan Surat Penawaran tentang barang yang diperlukan kepada calon Supplier

Menetapkan jaminan pengiriman dalam jumlah, waktu, mutu yang sama

(50)

n 1 R e l i a b i l i t a s 5 3 1 5 2 H a r g a 4 4 1 6 3 P e n y e s u a i a Membeli Barang Membayar uang 2.Definisi Procurement :

Menurut Lambert , Procurement merupakan “Aktivitas yang meliputi proses dan strategis.”

Leenders memberikan definisi bahwa Procurement adalah : “Purchasing stores, traffic, receiving, pemeriksaan barang yang datang, storage). “

.

Seputar Purchasing : Tujuan Purchasing :

Memberikan aliran barang,

persediaan,berkesinambungan Meminimalkan investasi persediaan Meminimalkan kerugian

Menjaga mutu Memperbaiki mutu

Mengembangkan kemampuan Supplier.

Menetapkan standarisasi Barang yang akan dibeli Membeli Barang dengan total biaya terendah

Mengembangkan posisi organisasi yang kompetitif Mencapai keharmonisan dengan bagian lain.

Peranan Strategik Purchasing : Akses Menuju Pasar Eksternal:

Dapat informasi tentang harapan baru pelanggan, mesin, barang, method baru sehingga mempengaruhi dalam perancangan strategi organisasi memenangkan persaingan Perkembangan Supplier :

Perkembangan Supplier membuat Barang lebih murah, mutu lebih baik, waktu yang cepat.

Manajemen Relasi :

Semakin banyak berteman dengan Supplier , semakin banyak informasi yang diperoleh dalam mengembangkan produk yang lebih hebat dari produk pesaing .

(51)

n 3 2 6 4 W a k t u 2 4 8 5 J u m l a h b a r a n g 1 2 2 J u m l a h 1 5 1

Hubungan dengan Fungsi- Fungsi lainnya :

Pembelian mempengaruhi Bagian dalam mengambil Keputusan :

Bagian SDM : mempengaruhi Jumlah Orang , keahliannya

Bagian Keuangan : Jumlah Barang yang dibeli , harga barang

Bagian Asset : Menjamin ada nya barang setiap waktu

Bagian IT : Membuat Sistem Informatika Barang

Cara menyeleksi Supplier :

Ada 12 langkah dalam menyeleksi Supplier : Identifikasi Kebutuhan

Membuat Spesifikasi Mencari Alternatif Membangun Koneksi

Mengatur Kriteria Pembelian dan penggunaan Evaluasi alternative pembelian

Anggaran yang tersedia.

Evaluasi Alternatif pembelian yang spesifik Bernegoisasi dengan supplier

Memberikan evaluasi pasca pembelian

Mengunakan evaluasi pasca pembelian

Menyalurkan evaluasi pasca pembelian Menyalurkan evaluasi pasca pembelian.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memutuskan Pembelian:

Lead Time ( tenggang Waktu ) Variabilitas Lead Time

Persentase Kiriman Tiba Tepat Waktu Persentase Ketersediaan Stock

Penyesuaian dalam Order (Pemesanan ) Kemampuan untuk menjelajah

Down Time karena kesalahan Supplier Daya Tahan Produk

Mudah dipelihara Mudah dioperasikan

Kegagalan roduk karena salah tempat . Penolakan Kualitas

Spesifik Teknik

Penawaran Jasa Training / teknik Persaingan harga

(52)

5 4 7 a. b. c. d. 1.

Pengalaman jelek Supplier Keseluruhan Reputasi Supplier Syarat-syarat Finasial

Pelayanan Penjualan Pasca Pembelian

Fleksibilitas Supplier dalam menangani keluhan perusahaan

Kemampuan Desain Teknis Supplier Kategori Produk yang biasa dibeli :

Komponen Produk Bahan Baku

Peralatan Pendukung Peralatan Proses

Bahan Untuk mendukung Operasi Jasa /Pelayanan

Situasi Pembelian :

Pesanan Rutin : Routine Order Situation : Situasi normal

Permintaan biasa .Rutin Prosedure Biasa.

Masalah Prosedural: Procedural Problem Situation. Situasi Tidak Nomal

Permintaan tidak biasa, Tidak Rutin Prosedur tidak biasa

Masalah Kinerjanya: Performance Problem Situation.

Situasi tidaknormal

Permintaan barang untuk mengganti barang yang lama.

Masalah Politik : Political Problem Situation . Situasi tidak normal

Barang untuk mempengaruhi seluruh bagian . Cara mengevaluasi Supplier :

Langkah 1 : Identifikasi semua SupplierPotensial

Langkah 2 : Membuat Daftar Pertanyaan atribut yang akan ditanyakan .

No Materi

(53)

a. 1 2 3 4 5 1 Reliabilitas 2 Harga 3 Penyesuaian 4 Waktu 5 Jumlah barang

(54)

b.

Jumlah

Misalnya : Reliabilitas Produk Harga Produk

Penyesuaian Pesanan

Diberi Penilaian 1 sampai dengan angka 5

Langkah 3 : Melakukan Pembobotan dari Tiap Materi yang akan dinilai :

No Materi Yang dinilai Bobot Nilai Hasil Perkalian 1 Reliabilitas 5 3 15 2 Harga 4 4 16 3

(55)

1) 2) 3) 4) Penyesuaian 3 2 6 4 Waktu 2 4 8 5 Jumlah barang 1 2 2 Jumlah 15 15 47

(56)

5)

(57)
(58)

1) 2)

3) 4)

(59)

5)

6)

7)

8)

(60)
(61)

2) 3) 4) 5) 6) 7) 8)

(62)

2. 1 2 3 4 5 6 A p a i t u P u r c h a s i n g A p a

(63)

i t u P r o c u r e m e n t A p a t u j u a n P u r c h a s i n g A p a t u j u a

(64)

n P r o c u r e m e n t A p a y a n g h a r u s d i b e l i o l e h P e r u s a

(65)

h a a n M e n g a p a h a r u s a d a U n i t P r o c u r e m e n t s e n d i r i

(66)

d i P e r u s a h a a n 3. a.

(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)

BAB IV PERSEDIAAN ( INVENTORY ) Tujuan :

a. Mahasiswa mengerti dan memahami definisi persediaan

b. Mahasiswa dapat melaksanakan aktivitas persediaan dengan cara yang efisien dan efektif

c. Mahasiswa mengerti apa saja Jenis Persediaan

1. Definisi Persediaan:

 Persediaan (inventory) adalah stock bahan yang digunakan untuk memudahkan produksi atau untuk memuaskan pelanggan yang meliputi bahan baku (raw materials), barang dalam proses ( in-process goods), dan barang jadi (finished goods).

Terminologi Inventory mengatakan bahwa Inventory adalah : a. Persediaan barang yang ada ditangan (the stock on hand of

materials) dalam waktu tertentu .

b. Daftar barang hak milik dari seluruh asset.

c. Nilai barang yang dimiliki oleh perusahaan dalam waktu tertentu (untuk laporan keuangan dan akutansi)

(81)

a.Tipe Inventory (Persediaan ) menurut Lambert 1) Cycle Stock

2) In-transit inventory 3) Safety or buffer stock 4) Speculative Stock 5) Seasonal Stock 6) Dead Stock

b.Tipe Inventory (Persediaan ) menurut Tersine 1) Supplies

2) Raw Materials 3) In-process goods 4) Finished good 3. Tujuan Persediaan

a. Membantu perusahaan dalam mencapai skala ekonomis. b. Menyeimbangkan supply dengan demand.

c. Membantu spesialisasi dalam manufaktur.

d. Melindungi dari ketidakpastian demand dan siklus pemesanan. e. Bertindak sebagai penyangga antar simpul distribusi yang kritis.

1) Supplier – procurement 2) Procurement – production 3) Production – marketing 4) Marketing – distribution 5) Distribution – intermediary 6) Intermediary – consumer

4. Konflik di Bidang Persediaan :

AREA FUNGSIONAL

TANGGUNG JAWAB FUNGSIONAL TUJUAN INVENTORY INKLINASI INVENTORY Marketing Produksi Purchasing Finance Engineering

(82)

Menjual produk Membuat produk Membeli material Menyediakan dana Mendesain produk CS yang baik

Ukuran lot yg efisien Biaya rendah/unit Penggunaan yg efisien Menghindari kekunoan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah

(83)

a. Repetitiveness 1) Single Order 2) Repeat Order b. Supply Source 1) Outside Source 2) Inside Source c. Knowledge of Demand 1) Independent Demand 2) Dependent Demand d. Knowledge of Lead Time 6. Alat Ukur Persediaan :

7. Model dari Inventory :Model Economic Order Quantity (EOQ) 8. Model Untuk Produk dengan Permintaan Musiman .

9. Inventory System ( Sistem Persediaan ) : a. Perpeptual/tidak ada akhirnya

b. Periodic/berkala

c. Material Requirement Planning (MRP)/ Perencanaan Kebutuhan Bahan (MRP)

d. Distribution Requirement Planning (DRP) /Perencanaan Kebutuhan Distribusi (DRP)

e. Single Order Quantity

10.Mengapa Terjadi Kesalahan dalam menetapkan Jumlah Persediaan :

a. Tidak ada standar kinerja yang jelas

(84)

c. Sistem Informasi tidak handal

d. Kebijakan Persediaan terlalu sederhana e. Biaya Tidak dihitung dengan benar. f. Keputusan tidak terintegrasi.

11.Bagaimana mengurangi Kesalahan Persediaan :

a. Mengamati Kebutuhan dan Keinginan Pasar dengan Cermat b. Memendekkan Lead Time .

c. Pendistribusian yang cepat . 12.Pertanyan :

a. Apa Definisi dari Persediaan b. Apa Tujuan Persediaan

c. Apa saja yang disebut Persediaan :

d. Bagaimana mengatasi konflik Persediaan antar unit 13.Sumber

a. Physical Loistics Management, Grant M Davis & John E Dillard Jr

b. Strategic Logistics Management, Douglas M.Lambert & James R.Stock.

c. Principles of Marketing, Phillip Kotler.

d. Logistics , Christine Chomlier, Christope Gutton, Technical Officer Logistics Unit- EHP/HAC, Geneva , 203

e. Supply Chain Management , I Nyoman Pujawan , Guna Widya 2010

f. Global Supply Chain Management , Drs Amin Wijaya Tunggal, Harvarindo 2010

g. Panduan dan Direktori Logistik Indonesia, Dr.Nofrisel dkk, Ppm, 2011

h. Mari Berkenalan dengan Logistik , Ratih Hendayani, Alfabeta,2011

(85)

BAB V HANDLING

(PENANGANAN KIRIMAN KIRIMAN ) Tujuan :

1. Mahasiswa dapat memahami , mengerti Definisi Handling 2. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti

aktivitas-aktivitas Handling

3. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti tujuan Handling 4. Mahasiswa dapat merencanakan, melaksanakan,

mengendalikan Handling dengan baik . 1. Definisi Handling :

Pengelolaan Pemindahaan barang ( Bahan Baku, Barang Setengah Jadi , Barang Jadi ) dari satu Pabrik ke Gudang

2. Tujuan Handling :

a. Menyederhanakan system handling b. Meminimalkan jarak tempuh

c. Meminimalkan jumlah Barang Setengah Jadi

d. Menyediakan Map ( Pola Operasi ) yang bebas dari kemacetan

e. Mengurangi Kehilangan f. Mengurangi Kerusakan g. Mengurangi Pencurian

(86)

3. Aktivitas Handling :

a. Penerimaan Barang

b. Penyimpanan di Dalam Pallet

c. Penyimpanan di Dalam Alat Transportasi

d. Pemindahan Barang dari Pabrik ke Ware House e. Penurunan Barang dari Alat Transportasi

f. Penurunan Barang dari Pallet g. Penyimpanan di Gudang . 4. Target Handling :

a. To The Right Place b. At The Right Time c. In The Right Quantity d. At The Right Quality e. At The Right Price f. With Right Language 5. Pertanyaan :

a. Apa yang dimaksudkan dengan Handling b. Apa tujuan Handling

c. Buatkan Sistem Informasi yang akurat tentang di Handling

6. Sumber :

a. Principles of Marketing, Phillip Kotler.

b. Logistics , Christine Chomlier, Christope Gutton, Technical Officer Logistics Unit- EHP/HAC, Geneva , 203

c. Supply Chain Management , I Nyoman Pujawan , Guna Widya 2010

d. Global Supply Chain Management , Drs Amin Wijaya Tunggal, Harvarindo 2010

e. Panduan dan Direktori Logistik Indonesia, Dr.Nofrisel dkk, Ppm, 2011

(87)

BAB VI WARE HOUSE

(GUDANG ) Tujuan :

1. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami definisi “Ware House “ 2. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami Jenis-Jenis Barang yang

disimpan dalam Ware House

3. Mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan Tujuan Ware House .

4. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti Tipe Ware House 5. Mahasiswa dapat memhami dan mengerti Jenis Ware House 6. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti Aktivitas Ware House 7. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti Fungsi Ware House 8. Faktor yang mempengaruhi Luas dan Isi Ware House

1. Definisi dari Ware House :

Menurut ITT Technical Institute , Definisi Ware House adalah :

a place where goods are stored to their use, distribution, or sale

(Tempat dimana barang disimpan untuk digunakan sendiri, didistribusikan , atau dijual )

(88)

Barang yang dimaksud disini adalah : a. Bahan baku,( Raw Material )

b. Barang Setengah Jadi, ( Work In Process ) c. Barang Jadi ( Finish Good )

2. Tujuan Dari Ware House :

a. Mencapai transportasi yang ekonomis b. Mencapai produksi yang ekonomis

c. Mendapat keuntungan dari diskon pembelian dengan kuantitas banyak dan pembelian duluan

d. Memelihara sumber persediaan

e. Mendukung kebijakan pelayanan pelanggan perusahaan f. Mengantisipasi kondisi perubahan pasar

g. Mengatasi perbedaan ruang dan waktu yang berada di antara produsen dan konsumen

3. Tipe Ware House :

1. Gudang Campuran (Mixing Warehouse) 2. Gudang Breakbulk (Breakbulk Warehouse) 3. Gudang Konsolidasi (Consolidation Warehouse)

4. Jenis Ware House :

a. General Merchandise Warehouses For Manufactured Goods (Gudang Umum)

b. Refrigerated or Cold Storage Warehouses c. Bonded Warehouses (Gudang bea/pajak)

(89)

d. Household Goods Warehouses 1. Open Storage Concept

2. Private Room or Vault Storage 3. Container Storage

e. Special Commodity Warehouses f. Bulk Storage Warehouses

5. Aktivitas Ware House : a. Menerima, menyimpan b. Memasukan pesanan c. Pengambilan, pemuatan d. Cross docking

e. Proses pengembalian, penggantian f. Pembungkusan

g. Pengumpulan, perpaduan h. Labeling, pembungkusan i. Promosi

j. Breakbulk dan konsolidasi

k. Transportasi (pribadi atau armada luar) l. Pelayanan ekspor/impor

6. Fungsi Gudang:

a. Perpindahan (movement) b. Penyimpanan (storage)

c. Transfer informasi (information transfer) 7. Perpindahan :

a. Penerimaan (Receiving)

b. Transfer atau penyimpanan (transfer or put away)

c. Pengambilan pesanan pelanggan atau penyeleksian pesanan (customer order picking or order selection)

d. Cross-docking 8. Penyimpanan :

a. Penyimpanan Sementara (Cross docking) b. Penyimpanan Semipermanen

1) Permintaan Musiman 2) Permintaan Tak Menentu 3) Spekulasi

4) Kesempatan khusus

(90)

a. Customer Service Levels

b. Ukuran dari pasar yang dilayani c. Jumlah produk yang dipasarkan d. Ukuran dari produk

e. Sistem material handling yang dipergunakan f. Waktu tunggu produksi

g. Tipe dan rak yang dipergunakan

10.Pertanyaan :

a. Menurut Saudara definisi “Ware House “ itu apa .

b. Sebutkan Jenis-Jenis Barang yang disimpan dalam Ware House c. Apa Tujuan Ware House .

d. Saudara Jelaskan Tipe Ware House e. Sebutkan Jenis Ware House

f. Aktivitas Ware House itu terdiri aktivitas apa saja g. Menurut Saudara Fungsi Ware House itu untuk apa

h. Sebutkan Faktor yang mempengaruhi Luas ( Panjang x Lebar ) dan Isi ( Panjang x Lebar x Tinggi ) Ware House

11.Sumber :

a. Logistics , Christine Chomlier, Christope Gutton, Technical Officer Logistics Unit- EHP/HAC, Geneva , 203

b. Supply Chain Management , I Nyoman Pujawan , Guna Widya 2010

c. Global Supply Chain Management , Drs Amin Wijaya Tunggal, Harvarindo 2010

d. Panduan dan Direktori Logistik Indonesia, Dr.Nofrisel dkk, Ppm, 2011

e. Mari Berkenalan dengan Logistik , Ratih Hendayani, 2011

BAB VII TRANSPORTASI Tujuan :

a. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami Definisi Transportasi b. Mahasiswa dapat memahami unsure unsure ang ada di

Transportasi

c. Mahasiswa dapat mengetahui peran, fungsi ,manfaat Transportasi d. Mahasiswa dapat mengerti Kinerja Transportasi dan

(91)

pengukurannya 1.Definisi Transportasi :

Di dalam bukunya yang berjudul “ Manajemen Transportasi “ , M.Nur Nasution menyampaikan pendapatnya bahwa Transportasi adalah :

Pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan “

(M.Nur.Nasution, 2003, 15 )

2.Unsur-unsur Yang ada di Transportasi : a. Manusia Yang mebutuhkan Muatan b. Muatan

c. Kendaraan sebagai Alat Angkut

d. Ada Jalanan yang dapat dilalui ( Map ) e. Ada Terminal Asal

f. Ada Terminal Tujuan . g. Ada Organisasi

(92)

a. Utility Of Place

Barang diangkut dari desa , harga nya lebih mahal jika djual di kota

b. Utility Of Time:

Barang diangkut dari Bandung ke Jakarta dengan waktu tempuh 1 jam , akan lebih bermanfaat jika di bandingkan dengan barang yang diangkut dengan waktu tempuh 5 jam

4. Peranan Transportasi : a. Aspek Sosial Budaya : b. Aspek Politis, Pertahanan: c. Aspek Hukum:

d. Aspek Teknik : e. Aspek Ekonomi : 5. Fungsi Angkutan :

a. Sebagai Faktor Penunjang Pembangunan dan pemberi jasa b. Sebagai Faktor Perangsang Pembangunan dan pemberi jasa 6. Manfaat Angkutan :

a. Manfaat Ekonomi b. Manfaat Sosial c. Manfaat Politis

d. Manfaat Ke Wilayahan

7. Faktor Penentu Pengembangan Transportasi :

Menurut Hay (1997 ), Faktor Penentu Pengembangan Transportasi : a. Ekonomi

b. Geografi c. Politik

d. Pertahanan dan Keamanan e. Teknologi

f. Kompetisi g. Urbanisasi

8. Jenis Alat atau Moda Transportasi:

Berdasarkan sifat jasa, pola operasi, dan moda angkutan yang dipakai , kami mengelompokan Moda Transportasi menjadi 5 (lima ) yaitu :

a. Angkutan Kereta Api ( Rail Road Railway )

b. Angkutan Kendaraan Bermotor di Jalan Raya (Motor/Road/ High Way Transportation

c. Angkutan Laut ( Water /sea Transportation ) d. Angkutan Udara ( Air Transportation)

(93)

e. Angkutan pipa (Pipeline )

9. Metode Penyelesaian Awal untuk Biaya Transportation : a. North West Corner Rule

b. Least Cost

c. Vogel Aproximation Method d. Stepping Stone ‘s

10.Tugas Bagian Transportasi :

a. Menyediakan Kendaraan untuk mengangkut barang kepada pelanggan

b. Merawat dan memperbaiki pelanggan

c. Memberi saran tentang jadwal penggantian , pembelian kendaraan baru

d. Mengendalikan persediaan suku cadang e. Menyediakan Jasa Pengemudi dan Kenek. 11.Kriteria Kinerja Transportasi :

a. Faktor Tingkat Pelayanan : 1) Kapasitas:

Jumlah barang yang dapat diangkut dalam satuan waktu tertentu

1 hari = 8 ton barang 2) Aksesabilitas :

Kemudahan orang untuk menggunakan kendaraan tersebut , bias berdasarkan jarak, waktu , dan fungsi .

Pesan 1 Truk dapat dengan mudah dihubungi dan dipenuhi.

b. Faktor Kualitas Pelayanan : 1) Keselamatan:

Sistemnya memungkinkan tidak terjadnya kecelakaan. 2) Keandalan:

Tepat waktu , Sesuai dengan yang dijanjikan 3) Fleksibilitas:

Kemudahan dalam mengubah segala sesuatu 4) Kenyamanan:

Erat kaitannya dengan tata letak, pengaturan udara. 5) Kecepatan:

(94)

yang dijanjikan 6) Dampak

Lingkungan Bising, Polusi Udara

12.Pertanyaan :

a. Apa Definisi Angkutan

b. Apa Tugas Bagian Transportasi c. Apa Ukuran Kinerja Transportasi d. Apa Peranan Transportasi bagi Dunia 13.Sumber :

M.Nur Nasution , M.S.Tr, Manajemen Transportasi , Ghalia Indonesia 2004

(95)

BAB VIII

TRANSPORTASI DARAT Tujuan :

Mahasiswa mengetahui dan memahami a. Definisi Angkutan Darat

b. Jenis Moda Transportasi Darat dan keunggulan nya 1. Definisi Transportasi Darat :

Angkutan barang dan penumpang yang menggunakan moda transportasi darat

2. Ada 3 Jenis Moda transportasi Darat : a. Kendaraan Bermotor Darat

b. Kereta api c. Pipa

3. Transportasi menggunakan Kendaraan Ber Motor Darat ( Truk )

a. Faktor Pertimbangan dalam merencanakan angkutan barang Di Darat:

1) Sifat barang : Padat, Cair, Gas , 2) Kemasan Barang : Kardus, kayu, Besi 3) Jumlah Barang yang diangkut

4) Total Biaya Angkutan

5) Tarif yang harus dibayar oleh Pelanggan

6) Penentuan Jenis Alat Angkutan . ( Truk Roda 4, 6, 8 ,) 7) Penentuan Rute /trayek

8) Penentuan Bongkar Muat , dan Transhipment 9) Jarak Tempuh

10)Waktu Perjalanan

11)Keamanan Barang., Resiko Kerusakan barang , asuransi 12)Dokumentasi dan administrasi barang.

b. Sumber Armada untuk mengangkut Barang: 1) Menggunakan armada milik sendiri

2) Kombinasi milik sendiri dan sewa

3) Sewa Kendaraan, Tapi Operasi dikendalikan oleh Perusahaan 4) Menyewa Kendaraan yang dioperasikan oleh

(96)

PemilikiKendaraan

c. Cara Memilih Sumber Armada harus

mempertimbangkan :

1) Keamanan barang selama perjalanan

2) Ketepatan waktu jam keberangkatan dan jam tiba 3) Sistem Bongkar Muat

4) Citra Perusahaan

4. Transportasi Menggunakan Kereta Api : a. Keungulan Kereta Api:

1) Mampu mengangkut dalam jumlah besar . 1 Gerbong = 40 ton. Jika 1 rangkaian berisi 8 gerbong , dapat mengangkut 320 ton .Setara 40

2) Mampu menempuh jarak jauh

3) Jadwal Perjalanan dengan Frekensi tinggi dapat dilaksanakan

4) Jarang terjadi Kongesti.(Kemacetan )

5) Dapat memberikan pelayanan lebih baik dari Bis

b. Mengapa angkutan rel kereta api di kuasai Pemerintah ( Monopoli ):

1) Bersifat Public Utility :

Merupakan angkutan masal 2) Bersifat Strategis:

Mengangkut bahan pokok 3) Perlu Modal yang besar :

Memerlukan biaya yang besar untuk memasang memperbaiki rel, stasiun, membayar pegawai

c. Faktor yang mempengaruhi Penghasilan Perusahaan Barang diangkut pakai Kereta Api :

1) Directional Balanching Traffic , Kapasitas Terisi Penuh 2) Directional Balanching of all traffic , Apapun barangnya

dapat diangkut oleh Kereta Api

3) Size Of Shipment .Volume Angkutan yang besar . 4) Long Average Haul .Makin jauh .Makin Efisien

d. Pola Transportasi Angkutan Barang Pakai Kereta Api : 1) Diatur oleh Unit Bisnis Sendiri .Unit Freight Train

(97)

.Kereta Api Logistik

2) Muatan diangkut ke stasiun Awal 3) Muatan dimasukkan dalam Gerbong’ 4) Hanya ada 1 Stasiun Awal

5) Hanya ada 1 Stasiun Tujuan

6) Perlu Handling di Stasiun Awal , Stasiun Akhir 7) Unit ini mengganti gerbong dengan container

e. Jenis Gerbong Barang :

1) Flatcars : Gerbong datar tanpa dinding tanpa atap 2) Gerbong Hewan

3) Gerbong Pendingin 4) Gerbong tangki

f. Kualitas Pelayanan Kereta Api.

1) Keselamatan Perjalanan dan Keadaan 2) Ketepatan Waktu

3) Kemudahan Pelayanan 4) Kenyamanan

(98)

6) Hemat Energi .1 Lokomotif untuk 8 Gerbong. 7) Peningkatan Produktivitas

5. Transportasi Menggunakan Pipa (Pipeline ).:

a. Transportasi menggunakan pipa adalah transportasi yang moda transportasi untuk mendistribusikan barang dari titik awal ke titik tujuan adalah pipa (pipeline ).

b. Apa yang di distribusikan melalui Pipa : 1) Air

2) Gas 3) Lumpur

c. Unsur Angkutan Pipa :

Ukuran Pipa : 5 cm sampai dengan 120 cm Pipa Kecil disebut : Feeder Line

Pipa Besar disebut:Trunk Line

d. Ada 3 (tiga ) Sistem Angkutan Pipa :

1) Pipa Pengumpul: Menghubungkan sumber ke Pengumpul

2) Pipa Utama; Sebagai Penyalur jarak jauh ke Penyulingan

3) Pipa distribusi : menalurkan ke konsumen e. Proses Angkutan Pipa melibatkan 3 hal :

1) Banyak nya bang yang dikonsumsi 2) Diameter Pipa

3) Kekuatan Pompa dari Stasiun Pompa

6. Pertanyaan :

a. Apa Definisi Angkutan Darat

b. Sebutkan 3 Jenis Angkutan Darat

c. Sebutkan 2 Keunggulan dari 3 Moda Transportasi Darat

(99)

7. Sumber :

M.Nur Nasution, Manajemen Transportasi, Ghalia Indonesia , 2003

BAB VIII

TRANSPORTASI LAUT. Tujuan :

a. Mahasiswa mengetahui dan memahami definisi angkutan laut

b. Mahasiswa mengetahui dan memahami : 1) Sistem Angkutan Laut

2) Jenis-jenis Kapal 3) Jenis Kapal Barang

4) Jenis Kapal barang yang paling efisien 1. Definisi Transportasi Laut :

Angkutan barang yang menggunakan alat angkut yang dioperasikan di laut

(100)

2. Sistem Transportasi Laut meliputi : a. Vehicle

b. Sea Train c. Log Carrier

d. Map : Alur Pelayaran, pengeraukan, perambuan, penerangan pantai, telekomunikasi, navigasi

e. Terminal : Kade , Terminal Penumpang , gudang ,alat bongkar muat, air listrik

f. Fire Fighting Equipment g. Health Centre

h. Dock

i. Kapal Tunda 3. Ciri Angkutan Laut :

a. Muatan barang dan orang dalam jumlah besar b. Jarak dari Pelabuhan awal ke Pelabuhan akhir jauh c. Biaya angkutan relative murah dibandingkan dengan

angkutan udara

d. Kecepatan berlayar rendah 15-20 mil laut / jam .

e. Banyak melakukan Handling Cargo dari dimuat ke kapal sampai tujuan

4. Klasifikasi Kapal :

a. Kapal Penumpang : mengangkut penumpang dan barang b. Kapal Barang : mengangkut barang.

5. Jenis Kapal Barang

a. Kapal General Cargo : 1) Kapal Container :

penataan pakai system informasi manajemen panjang 150 meter -210 meter

kecepatan bongkar muat 24 jam. 2) Kapal Ro-ro ( Roll On Roll Off ) :

Perbaikan dari Kapal Container

Barang diletakkan diatas trailer / rolling stock Rolling Stock ditarik oleh Tractor

Waktu Bongkar Muat Cepat

3) Kapal Lash (Lingter Abroad Ship )/Tongkang Kapal Container lepas sendiri dari Induknya , takut karam

4) Kapal Dry Bulk .

Kapal yang mengangkut barang cargo cura , batu ara, bijih besih , hasil tambang lainnya .

b. Kapal Tanker

c. Kapal Bulk Cargo (untuk barang curah ) d. Kapal Serba guna ( multi purpose vessel) .

(101)

6. Tonase Kapal di bedakan menjadi : a. Gross Registered Tonnage (GRT )

100 cubic feet ditulis di bawah deck kapal untuk barang b. Net Registered Tonage (NRT).

Ruang bagian dari GRT untuk barang muatan

c. Displacement Tonage (DT ).Banyak air yang dipindahkan jika kapal di laut

d. Deat Weight Tonage (DWT) :

Jumlah Tonase brang yang bias diangkut termasuk bbm 7. Jenis kapal yang paling efisien :

a. Bulk Cargo 8. Pertanyaan :

a. Apa Definisi Angkutan Laut b. Sebutkan Jenis Kapal Barang

c. Mengapa Kapal jenis Bulk Cargo disebut sebagai Kapal yang paling irit untuk mengangkut barang .

9. Sumber :

M.Nur Nasution, M.S.Tr , Manajemen Transportasi , Ghalia Indonesia 2003

BAB IX

TRANSPORTASI UDARA Tujuan :

a. Mahasiswa mengetahui definisi angkutan Udara b. Mahasiswa mengetahui :

1) Sistem Transportasi Udara , 2) Fungsi ,

3) sasaran,

4) Jenis Perusahaan Angkutan Udara 1. Definisi Transportasi :

Pengangkutan Barang dan atau orang dengan moda transportasi pesawat terbang .

(102)

2. Sistem Transportasi Udara meliputi : a. Vehicles

b. Map

c. Air Taffic Controll

d. Telekomunikasi , Navigasi e. Lampu landasan,

f. Meteorologi Penerbangan g. Terminal :

3. Sifat Karakter Umum Jasa Angkutan Udara : a. Tidak dapat dipegang

b. Dapat memperoleh kemanfaatan Tempat dan waktu . c. Permintaan Bersifat Elastis (Peka) Terhadap harga d. Menggunakan Teknologi tingi

e. Ada Campur tangan Pemerintah .

a. Fungsi Jasa Angkutan Udara : a. Safety

b. Comfortability c. Regularity

d. Economy For Company 4. Sasaran Angkutan Udara :

a. Kualitas Pelayanan ( Cepat, selamat, nyaman, kapasitas angkutan, frekuensi penerbangan, tariff terjangkau ) b. Biaya Operasional yang ringan

c. Tepat Waktu

(103)

a. Perusahaan Penerbangan ber Jadual ( Schedule ) b. Perusahaan Penerbangan Charter ( Air Charter )

6. Indirect Air Carrier : ( EMKU )

Perusahaan non penerbangan yang yang turut serta memperlancar jasa angkutan udara

7. Perkembangan Rute Penerbangan : no Tahun Jumlah Rute 1 1974 115 2 1992 240 3 2011 1 600

8. Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang diangkut pesawat

a. Penerbangan Ber Jadual :

1) 92 % Rute Kurus , 8 % Rute Gemuk.

2) Target 10,9 juta diangkut hanya 9,4 juta orang 3) Pertumbuhan 6 %

4) Pertumbuhan barang 4,5 % b. Penerbangan Perintis :

Penerbangan ke Pelosok terpencil c. Penerbangan Borongan :

Penerbangan yang melayani borongan ke kota tertentu .ada 29 Perusahaan yang melayani borongan .

9. Manajemen Perusahaan Penerbangan harus melakukan kegiatan penerbangan sbb :

(104)

a. Menentukan Jaringan Penerbangan b. Menentukan Jenis Pesawat

c. Menentukan jadwal penerbangan d. Mengatur Operasi penerbangan. e. Mengelola perbaikan pesawat f. Melayani pelanggan

g. Melayani promosi dan kehumasan h. Mengendalikan keuangan.

i. Mengatur Pembelian j. Meaksanakan Litbang k. Merencanakan efisiensi

10.Prinsip Prinsip Manajemen Penerbangan : a. Struktur Organisasi

b. Batas Tanggung Jawab Jelas c. Jalur Wewenang Jelas

d. Jenjang Pengendalian dan Pengawasan Jelas e. Flexible

11.Traffic Forecast : a. Maksud Perjalanan

b. Karakteristik Tempat Asal c. Karakteristik tempat tujuan d. Tarif Transportasi

e. Jumlah Penduduk

12.Perencanaan Jaringan Penerbangan ada 3 (tiga ) Pola Jaringan Penerbangan :

a. Grid b. Line

c. Hub and Spoke

13.Dalam merencanakan Perencanaan Jaringan Penerbangan perlu memperhatikan :

Aspek Geografis,

Aspek Pembangunan Nasional

Aspek Jaringan Penerbangan Saat ini

14.Hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan barang menggunakan Pesawat :

a. Proyeksi Permintaan b. Kondisi Pesawat c. Tipe Pesawat

d. Kondisi Infra Struktur

e. Kondisi Keuangan Perusahaan f. Pengembangan Rute

(105)

15.Pertanyaan :

a. Apa definisi angkutan udara

b. Sebutkan Jenis jenis Perusahaan Angkutan Udara . Sebutkan Contohnya

c. Kelompokkan nama Perusahaan Angkutan Udara d. Apa yang dimaksud dengan Indirect Air Carier ? e. Sebutkan Contoh Indirect Air Carier

16.Sumber :

Drs.M.Nur Nasution, M.S.Tr, Manajemen Transportasi, 2004, Ghalia Indonesia

(106)

BAB X

SISTEM TRANSPORTASI GABUNGAN (SISTEM DENGAN KONTAINERISASI) Tujuan :

Mahasiswa mengerti dan memahami a. Sistem Transportasi Pola Gabungan b. Gabungan Laut dengan Darat

c. Gabungan Udara dengan Laut dan Darat d. Ukuran Container

e. Pola Angkutan system CY atau Container Freight Station f. Cara Pemuatan Barang Less Than Container Loaded (LCL ),

dan Full Container Load ( FCL ).

1. Sistem Transportasi Gabungan dengan Kontaienerisasi adalah :

Angkutan yang menggabungkan moda transportasi yang dlakukan dengan container dan bertujuan untuk memudahkan kepindahan barangantar moda dengan cara menyederhanakan bongkar muat, meningkatkan kapasitas angkutan.

(107)

2. Jenis Angkutan Gabungan Angkutan Laut dengan darat : a. Piggy Back : Gabungan Truk dengan Kereta Api

b. Tranship : Gabungan Kapal dengan Kereta Api c. Fishyback : Gabungan Kapal dengan Truk

3. Jenis Angkutan Gabungan Angkutan Udara dengan Laut, Darat :

a. Airtruck: Gabungan Pesawat dengan Truk

b. Skyrail : Gabungan Pesawat dengan Kereta Api c. Airbarge :Gabungan Pesawat dengan Kapal 4. Jenis Angkutan gabungan ini memerlukan :

a. Perpaduan yang menyeluruh antara moda transportasi b. Koordinasi fisik alat angkutan di bidang penentuan jenis

container, ukuran 5. Penyebab Kerusakan :

(108)

a. Kontainer yang kondisinya tidak smpurna

b. Teknik handling container yang tidak sempurna 6. Jenis –Jenis Peti Kemas :

a. Tunnel Type Container /Dry.30 b. Open Stop Steel Container c. Last Rach Container

d. Reefer Container

e. All Steel Container 20 Feet ( twenty Footer ) f. All Steel Container 40 feet ( Fourty Footer ).

7. Tujuan Pengapalan Barang pakai Kontainer : a. Menghindari Kerusakan

b. Menambah daya muat

c. Memperbanyak frekuensi kapal di Pelabuhan d. Penghematan biaya eksploitasi

8. Manfaat Peti Kemas bagi Pelanggan :

a. Barang terlindung dari kerusakan, kehilangan b. Kontainer berfungsi sebagai Gudang bergerak c. Hemat sewa gudang

d. Mudah mencari Kontainer e. Waktu Pengiriman Cepat

f. Mampu mengirim dalam jumlah cepat .

g. Menghemat Biaya SDM .Biaya Bongkar Muat , Fork Lift 9. Manfaat Peti Kemas Bagi Operator.:

a. Meningkatkan Ratio Kerja b. Menghemat Waktu Kerja

c. Hanya perlu lapangan terbuka

d. Mudah Pengawasan dan Pengamanan e. Mempercepat bongkar muat

f. Mencegah kerusakan barang

g. Memperlancar Traffic dari Pelabuhan ke tujuan h. Merupakan Gudang Berjalan.

10.Cara Pengangkutan menggunakan Kontainer : a. CY System (Container Yard ):

1) Disebut sebagai cara Door to Door

2) Dari Perusahaan langsung ke alamat pelanggan 3) Barang dimasukkan container

4) Diangkut oleh Trailler Truck Ke Pelabuhan 5) Container dikunci dan disegel .

(109)

7) Container diangkut ke Kapal 8) Diangkut ke Pelabuhan Tujuan 9) Diangkut ke Rumah Pelanggan

10)Pihak Pelayaran tidak berhak melakukan stripping’ 11)Bea Cukai Boleh membuka .

b. CFS System ( Container Freight Station ):

1) Diangkut dengan pola “ from go down port till go down port “

2) Barang diterima di Gudang Pelayaran. 3) Stripping dilakukan oleh Pelayaran

11.Cara Pemuatan Barang dalam Kontainer : a. Full Container Loaded : ( FCL )

Kontainer harus diisi untuk barang dengan 1 satu tujuan di Pelabuhan Tujuan

b. Less Than Container Loaded : ( LCL ) Barang dimasukkan dalam container .

Diangkut dari Rumah Pelanggan Ke Pelabuhan Barang diturunkan di Lapangan Bea Cukai Dikumpulkan dalam lapangan Bea Cukai

Dianggap sebagai Barang yang berada pada posisi from go down port

Dimasukkan lagi ke Container ke Pelabuhan Tujuan , dengan alamat 1 penerima . ( Door To Door Service ).

12.Fasilitas Penggunaan Peti Kemas : a. Crane Container

b. Trailer Truck

13.Prosedur Penanganan Peti Kemas : a. Penanganan Muat

b. Impor

c. Bongkar muat d. Arus dokumen

e. Over Brengen LCL oleh UTPK (unit Terminal Peti Kemas ) f. OB LCL oleh Perusahaan Pelayaran

g. Prosedur Peti Kemas di Lapangan Bea Cukai 14.Pertanyaan :

a. Apa definisi Pengangkutan Gabungan dengan Kontainer b. Sebutkan 3 Jenis Angkutan Gabungan Laut dan Darat c. Sebutkan 3 Jenis Angkutan Gabungan Udara dengan Laut,

darat

(110)

e. Sebutkan beda LCL dengan FCL f. Sebutkan beda CY dengan CFS 15.Sumber :

M.Nur Nasution ,M.S.Tr, Manajemen Transportasi , 2004,

BAB XI DISTRIBUTOR

(111)

Tujuan:

Mahasiswa mengetahui dan memahami : a. definisi Distributor

b. Tujuan Bagi Pelanggan , c. Fungsi bagi Perusahaan , d. Kinerja Distributor .

e. Cara memperbaiki Distributor. 1. Definisi Distrbutor :

Entity that buy non competing products or product lines, warehouses them and resell them to retailers or sell to end customer

On Line Business Directory menybutkan bahwa Distibutor adalah :

Lembaga yang membeli produk yang tidak bias diproduksi sendiri , kemudian disimpan , dan dijual kepada pengecer atau kepada pelanggan langsung

Distributor ini memiliki Modal yang cukup banyak untuk membiayai datangnya barang maupun untuk mempromosikan barang yang dipesannya

2. Tujuan Distributor Bagi Pelanggan :

a. Pelanggan mudah memesan barang , b. Pelangan mudah membeli barang

c. Pelanggan mudah membayar harga barang yang di beli d. Pelanggan mudah mengembalikan barang yang cacat e. Pelanggan mudah memperoleh diskon

3. Fungsi Distributor Bagi Perusahaan :

a. Mengetahui Pelanggan Existing, Pelanggan Potensial, Competitor, dan kekuatan lain yang mengusai pasar

b. Menyebarkan komunikasi persuasive agar pelanggan meningkatkan jumlah barang yang dibeli , jumlah frekuensi pembelian

c. Wakil Perusahaan di Tempat Distributor Berada d. Memiliki dana yang cukup untuk persediaan e. Menanggung resiko kerusakan barang

f. Menyediakan Gudang Penyimpanan yang aman

g. Menyediakan Kendaraan untuk mengantarkan Barang ke Pelanggan

h. Menyediakan Rekening untuk menerima pembayaran dari Pelanggan secara tidak tunai

i. Distributor mentrasfer Uang Pembelian Barang ke Perusahaan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :