• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUATAN MODEL PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBUATAN MODEL PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBUATAN MODEL

PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK

Tofik Hidayat, Subagyo dan Anna Maria Sri Asih

Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika No. 2 Yogyakarta E-mail: [email protected]

ABSTRAK

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber penerimaan murni dari daerah, yang merupakan modal utama bagi daerah sebagai biaya penyelenggaraan, pemeliharaan dan pengembangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Salah satu sumber penerimaan PAD adalah dari BUMD seperti PDAM. PDAM adalah perusahaan yang dimiliki oleh Pemkab/Pemkot karena kepemilikan saham ada pada Pemda/Pemkot. PDAM disamping sebagai perusahaan pelayanan umum juga sebagai sumber penerimaan PAD, maka setiap investasi yang diinvestasikan diharapkan mampu kontribusi pada penerimaan PAD. Untuk itu diperlukan suatu analisis terhadap investasi yang akan diberikan pada PDAM.

Metode Net Present Value dan Benefit Cost Ratio menjadi metode yang dipakai dalam penyelesaian investasi karena metode ini mempertimbangkan faktor uang selama dan kegunaan selama proses investasi dengan pendekatan sistem dinamik diharapkan akan terbentuk struktur industri yang memberikan feedback, sehingga akan memberikan hasil yang optimal. Simulasi dengan bantu software Powersim Studio 2005, menjadi alat bantu untuk melakukan perhitungan investasi.

Dari hasil simulasi dan pengujian model dengan behavior reproduction test dengan t-spaired test diketahui bahwa tidak ada selisih yang signifikan antara output model dengan data histories. Model juga telah lolos uji boundary adequancy test dan

extreme condition test. Investasi yang ditanam Pemkot Tegal mampu menekan kerugian perusahaan sebesar Rp. 67,854,605.10 dengan nilai NPV > 0 dan B-C ratio >1, maka investasi dinyatakan feasible secara teknis.Adapun kontribusi pada penerimaan PAD sebesar Rp. 222,136,546.93. Dari uji validitas model pada tiga perusahaan di tiga kabupaten/kota yang berbeda menunjukan bahwa model dapat bekerja dan diterima dengan baik.

Kata kunci : Sistem Dinamik, Simulasi, NPV dan B-C Ratio.

LATAR BELAKANG MASALAH

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber penerimaan murni dari daerah, yang merupakan modal utama bagi daerah sebagai biaya penyelenggaraan, pemeliharaan dan pengembangan dalam penyelenggaraan pemerintahan (Susanto, 1995). Dalam undang-undang nomer 33 tahun 2004, telah diatur mengenai sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari; (a). hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah (b) hasil keuntungan perusahaan milik daerah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan hasil pengelolaan daerah lainnya yang dipisahkan, dan (c) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah. Dalam upaya peningkatan PAD, hal

(2)

yang paling sering dan paling ’mudah’ dilakukan (cara konvesional) adalah dengan menggenakan sumber pajak dan retribusi daerah. Namun hal ini dibatasi oleh satu kenyataan bahwa usaha ini pada akhirnya akan membebani masyarakat. Oleh karena itu upaya ini hanya dapat dilakukan sampai pada satu titik dan besaran prosentase tertentu. Lepas dari titik ini, Pemkab/Pemkot dituntut untuk melihat alternatif yang telah diisyaratkan oleh undang-undang nomer 33 tahun 2004, yaitu melalui BUMD, inilah salah satu inovasi yang ditawarkan pemerintah untuk mendapatkan PAD.

Disisi lain keberadaan BUMD dapat berperan memberikan kontribusi kepada Pemda/Pemkot baik dalam bentuk pajak maupun servis dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui multilier effect yang tercipta dari kegiatan bisnis yang efisien seperti pertumbuhan lapangan kerja dan sector riil yang lain (Sihite, 2004). Dengan demikian PAD pada sektor ekonomi tertentu merupakan akumulasi dari multilier effect yang ditimbulkan oleh keberadaan sektor tersebut, sehingga akan membentuk satu sistem yang saling menguatkan satu sama lain, dengan pendekatan sistem dinamik diharapkan akan mampu mengetahui berapa besar PAD yang dihasilkan oleh BUMD sebagai konsekwensi investasi yang ditanamkan Pemda/Pemkot pada BUMD tersebut

Rumusan Masalah

a. Bagaimana mengembangkan suatu model penerimaan PAD dengan pendekatan sistem dinamik?

b. Berapa besar penerimaan PAD dari penyertaan modal investasi Pemkab/Pemkot pada BUMD ?

Tujuan Penelitian

a. Mengembangkan model untuk penerimaan PAD dengan pendekatan sistem dinamik

b. Mengkaji kelayakan investasi Pemkab/Pemkot pada BUMD dalam rangka meningkatkan penerimaan Pendapan Asli Daerah (PAD).

TINJAUAN TEORI Pendapatan Asli Daerah

Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa PAD terdiri dari; (a). hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah hasil keuntungan perusahaan milik daerah (Badan Usaha Milik Daerah, BUMD) dan (b). hasil pengelolaan daerah lainnya yang dipisahkan, dan (c) lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Besaran penghasilan BUMD yang akan disetor ke kas daerah dalam bentuk PAD akan sangat tergantung pada Peraturan Daerah, sehingga masing-masing Pemerintah Daerah akan memiliki peraturan yang berbeda

PAD pada penelitian ini merupakan gabungan antara PAD dari BUMD dan PAD dari multiplayer effect adanya BUMD tersebut.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

(3)

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Untuk memenuhi amanat UUD 1945 maka pemerintah daerah membentuk perusahaan yang disebut dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM adalah jenis BUMD yang memberikan pelayanan umum kepada masyarakat dengan kepemilikan oleh daerah dan dimanajeri oleh birokrat, dengan begitu PDAM termasuk jenis perusahaan performance contracts (PC).

Sistem Dinamik

Konsep Model dan System Thinking

Secara umum, literatur mengenai model sepakat mendefinisikan kata “model” sebagai suatu representasi atau formalisasi dalam bahasa tertentu (yang disepakati) dari suatu sistem nyata (Simatupang, 1994). Sedangkan menurut Sitompul (2000) model adalah contoh sederhana dari sistem dan menyerupai sifat-sifat sistem yang dipertimbangkan tetapi tidak

Paradigma baru dalam pemodelan adalah pemodelan untuk tujuan pembelajaran

(learning). Dewasa ini berkembang pendekatan berbasis system thinking untuk mengakomodasi tujuan ini. System thinking memandang sistem tidak hanya sekedar penjumlahan dari bagian-bagiannya tetapi sistem dipandang sebagai keseluruhan (integral).

Prinsip Sistem Dinamik

Dalam metode sistem dinamik, konsep yang berlaku mengacu pada sistem tertutup atau sistem yang mempunyai umpan balik (feedback). Kompleksitas perilaku sistem muncul dari feedback yang terjadi diantara komponen sistem (Powersim Software AS, 2003).Simulasi sistem dinamik didasarkan pada prinsip cause and effect,

feedback, dan delay. Investasi

Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah Metode Net Present Value (NPV) dan Metode Benefit Cost Ratio (BCR). Metode Net Present Value (NPV) dipakai dengan pertimbangan metode ini lebih valid dalam penilaian investasi (Sistemi, 1996), (Parker, 1997) dan (Sadelie, 2003).

METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi. Peneliti melihat secara langsung obyek penelitian. Objek penelitian adalah Perusahaan Daerah Air Minum, Departemen yang terkait dengan Pendapatan Asli Daerah serta sektor ekonomi yang keberadaanya dipengaruhi oleh keberadaan PDAM di Eks–Karesidenan Pekalongan..

(4)

Tahapan Penelitian

Gambar 1 menerangkan tentang tahapan penelitian

Nilai model inves > non ivest

OK MULAI

Pengumpulan data

Data produksi, data keuangan, data kebijakan perbaikan kehilangan air, harga air dan harga jual air

Boundary selection

Penentuan variable kunci, penentuan time horison

Formulasi hipotesis dinamik

Model boundary diagram, causal loops diagram, stock and flow maps

Formulasi model simulasi Definisi level, auxiliary, konstanta

Simualasi sistem dinamik

Pengujian model simulasi

Boundary adequacy, extreme condition, behavior reproduction tests

Pengembangan model

Pengembangan model non investasi Pengembangan model investasi

Penetapan nila i* (rate 0f return minimum)

Analisa hasil output dan prilaku model

Kesimpulan

NOT OK

Membandingkan model

Pengujan model pd psh yg beda

NOT OK OK

Nilai model invest< non ivest

Selesai

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN Formulasi Hipotesis Dinamik Model boundary diagram (MBD)

Model boundary diagram (MBD) merupakan diagram yang menerangkan

cakupan dari model yang dibuat. MBD mengklasifikasikan variabel-variabel yang ada ke dalam faktor endogenous, exogenous dan excluded. endogenous merupakan faktor penting dalam model yang akan diformulasi/didefinisikan lebih lanjut dalam tahap formulasi model simulasi.

Causal loop diagram (CLD)

Gambar 2. Causal Loop Diagram (CLD) Penerimaan PAD Data input simulasi

Data yang diperikan selama simulasi berjalan. Jenis data yang masuk dibagi menjadi dua yaitu yang masuk sebagai data variabel endogen dan data variabel eksogen Formulasi Model

Dalam formulasi model, model utama dibagi menjadi 3 bagian, yaitu sub model proses produksi, submodel keuangan, dan submodel penerimaan PAD.

Formulasi Submodel Proses Produksi

PERHITUNGAN PROSES PRODUKSI DAN DISTRIBUSI AIR

reserver bumijawa Sumber bumijawa

ke saimbang air hilang tetap

bumijawa

air hilang karena pipa bocor bumi

jawa

produksi air sumber PDAB

distribusi Meteran distribusi air hilang tetap

distribusi

air hilang krn meteran rusak

air sampai konsumen air hilang krn pipa

bocor PDAB %tase air hilang

tetap PDAB

%tase air hilang tetap bumijawa

Sumber bumijawa

%tase air hilang krn pipa bocor bumi

jawa

distribusi %air hilang krn pipa

bocor PDAB % air hilang krn WM rusak PDAB air yang diselamatkan krn pipa bocor

air yang dapat diselamatkan meteran rusak total air hilang

air yang dpt didelamatkan wm

hilang

Gambar 3. Sub Submodel Proses Produksi dan Distribusi

Kesempatan berusaha Pengangguran Income perkapita BUMD Investasi APBD

Laporan rugi laba perusahaan PAD Konsumsi naik Pembagian laba perusahaan Laba ditahan sector riil Pajak Deviden Konsumsi naik S S S 0 S S S S S S S S S S S S

(6)

Formulasi Submodel Keuangan

Gambar 4. Sub Submodel Keuangan Formulasi Submodel Penerimaan PAD

PERHITUNGAN PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

PAD dr PDAM Akumulasi PAD

hasil pembagian pajak dari pusat Penerimaan PAD dari

PDAM investas investasi PEMDA share pajak pajak perusahaan pajak TK PDAM Total Pendapatan TK PDAM biaya TK sumber

biaya tenaga kerja

biaya TK perencanaan biaya TK hub pembangunan %tase pajak Total TK BAU pendapatan sektor rill sektor pasar warung makan

air isi ulang

Gambar 5. Submodel Penerimaan PAD HASIL SIMULASI

Penerimaan Air oleh Konsumen

4,000.00 6,000.00 8,000.00 10,000.00 12,000.00 Data PDAM 2006 Simulasi 2006 P E R H I T U N G A N P E N D A P A T A N U S A H A D A N L A P O R A N L A B A R U G I U S A H A ? # P e n d a p a t a n u s a h a p e n j u a l a n a i r h a r g a j u a l a i r a i r s a m p a i k o n s u m e n p e l a n g g a n k e n a d e n d a % t a s e d e n d a p e n j u a l a n a i r L - R b e r s i h u s a h a L - R k o t o r u s a h a B i a y a p r o d u k s i B i a y a U m u m d a n A d m i n i s t r a s i a k u m u l a s i p e n d a p t a n u s a h a a k u m u k l a s i L - R k o t o r u s a h a a k u m u l a s i L - R b e r s i h u s a h a s t e p i n p u t h a r g a j u a l a i r k e n a i k a n h a r g a l a b a r u g i s e b e l u m p e n y u s u t a n n a k L R s b l m p e n y u s u t a n p e n d a p a t a n b e r s i h l a i n - l a i n l a b a s e t e l a h p e n y u s u t a n L e v e l _ 2 p e n y u s u t a n

(7)

Dari tabel t-student ά = 0.05 dan n = 30 didapat nilai 2.042, dengan demikian maka nilai t hitung < t tabel, maka Ho tidak dapat ditolak dan disimpulkan bahwa tidak ada selisih yang signifikan antara output model dengan data histories

Laba Rugi Kotor Usaha

Dari tabel t-student ά = 0.05 dan n = 30 didapat nilai 2.042, dan t hitung -0.701 dengan demikian maka nilai t hitung < t tabel, maka Ho tidak dapat ditolak dan disimpulkan bahwa tidak ada selisih yang signifikan antara output model dengan data histories (4,000,000.00) (2,000,000.00) -2,000,000.00 4,000,000.00 6,000,000.00 8,000,000.00 10,000,000.00 12,000,000.00 14,000,000.00 1 13 25 37 49 61 73 85 97 109 121 133 145 157 169 181 193 205 217 229 241 253 265 277 289 301 313 325 337 349 361 R/L KOTOR 2006 Simulasi R/L 2006

Gambar 7. Perbandingan antara Data Histories PDAM dengan Hasil Simulasi Laba Kotor Usaha

USULAN PERBAIKAN MODEL Investasi

Adanya investasi telah merubah struktur pembiayaan, dengan begitu model yang adapun mengalami perubahan. Adapun model investasi seperti pada Gambar 8

PROSES PERHITUNGAN CASH FLOW, INVESTASI, NPV DAN B- C RATIO

12 % per tahun

#

Biaya produksi

Biaya Umum dan Administrasi cash flow

cash inflow cash outflow biaya tot benefit

total cost net benefit

perubahan NPV

Net Presen Value

perubahan hutang pokok perusahaan ak hutang pokok angs hutang pkk bunga hutang Pendapatan usaha pendapatan bersih lain-lain investasi PEMDA maksimal kemampuan mengansur

bunga yang harus dibayar %kemampuan mengansur pengembalian hutang pkk ak modal kembali delay angsuran perubahan diskon benefit diskon benefit perubahan diskon cost diskon cost total cost tot benefit BC ratio ak bunga terbayar perubahan htg bunga delay angsuran

angs pokok dan bunga angs pokok dan

bunga ak angsuran plus bunga compound interst factors termin rata-rata angsuran terbayar

Gambar 8. Submodel Investasi Pemda pada PDAM Hasil Simulasi

Dari hasil simulasi yang memerlukan waktu pengembalian minvestasi selama 6 tahun didapatkan hasil Penerimaan PAD sebesar Rp.222,136,546.93, sedangkan sebelum investasi PAD dari PDAM minus.

(8)

Analisis Kelayakan Investasi 08 09 0 1,000,000,000 2,000,000,000 3,000,000,000 4,000,000,000 rupiah N e t P r e s e n V a lu e 08 09 1.05 1.10 1.15 B C r a t io

Gambar 9. Hasil Simulasi Perhitungan Metode Net Present Value (NPV) dan B-C Ratio Pada Gambar 9 menunjukan bahwa investasi Pemda Pada PDAM secara teknis layak/menguntungkan karena nilai NPV > 0 dan nilai B-C Rationya > 1.

VALIDASI MODEL

Penggunaan validasi sangat tergantung dari tujuan model dibuat dan tidak ada validasi yang bersifat mutlak. Martin Greenberger menyatakan tidak akan pernah ada model yang benar-benar valid. ”Berguna”, ”memberi kejelasan” dan ”memberikan keyakinan” adalah penjelasan yang lebih tepat bagi suatu model daripada kata ”valid”. (Simatupang,1995). Validasi dilakukan di PDAM Kabupaten Tegal dan PDAM Kabupaten Brebes.

PDAM Kabupaten Tegal

Jan 01, 2008 Jan 01, 2013 Jan 01, 2018 Jan 01, 2023 0 5,000,000,000 10,000,000,000 rupiah a k P A D

Jan 01, 2008 Jan 01, 2013 Jan 01, 2018 Jan 01, 2023

0 50,000,000,000 100,000,000,000 150,000,000,000 rupiah N e t P r e s e n V a lu e

Jan 01, 2008 Jan 01, 2013 Jan 01, 2018 Jan 01, 2023 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2 B C r a t io

(9)

PDAM Kabupaten Brebes 08 09 10 11 12 13 0 100,000,000 200,000,000 300,000,000 rupiah a k P A D 08 09 10 11 12 0 10,000,000,000 20,000,000,000 30,000,000,000 40,000,000,000 50,000,000,000 60,000,000,000 rupiah N e t P r e s e n V a lu e 08 09 10 11 12 1.30 1.35 1.40 B C r a t io

Gambar 11. Hasil Simulasi Penerimaan PAD, dan B-C Ratio KESIMPULAN

• Secara teknis model yang dikembangkan pada PDAM tersebut telah lulus uji, baik uji boundary adequacy test, extreme condition test, dan behavior reproduction test. • Dari sisi kegunaan model, model telah dapat diterima hal ini dilihat dari uji validasi

di dua perusahaan yang berbeda, dimana model telah dapat digunakan. DAFTAR PUSTAKA

Chung, W.C., 1999, A System Dynamic Simulation Model In The System Support

Organization of Speedy Printing Company (ABC/CND/POWERSIM PROJECT),

System Management College of Notre Dome, Maret 6 , 1999.

Cobb B R., dan Charnes J M., Simulation and Optimization for Real Option Evaluation, Proceedings of the 2003 Winter Simulation Conference S. Chick, P. J. Sánchez, D. Ferrin, and D. J. Morrice, eds.

Favaro J., 1996, A Comparison of Approaches to Reuse Investment Analysis, Proceedings of the 4th International Conference on Software Reuse (ICSR '96) 1085-9098/96 1996, IEEE.

Grand E L. dkk., 1989, Dasar-dasar Ekonomi Teknik, PT Bina Aksara Jakarta

Hysom, R., 2001, Adding Value to enterprise Modeling, Production Planning & Control, Volume 12, No. 2, Hal 119 – 127.

Joolingen, W.V., dkk, 2000, Dynamic Modeling, The Added Value of Simulating a

Representation.

Lyneis J M., 2000, System Dynamics for Market Forecasting and Structure Analysis, System Dynamics Review, Spring

Mujtaba, 2000, Enterprise Modeling and Simulation:Complex Dynamic Behavior of a

Simple Model of Manufacturin. December 1994 Hewlett-Packard Journal. Parker S.R., !997, Forcasting Investment opportunities Through Dynamic Simulation,

Proceedings of the 1997 Winter Simulation Conference ed.

http://proquest.umi.com/pqdweb?index=7&did=987146451&SrchMode=1&sid= 1&Fmt=6&VInst=PROD&VType=PQD&RQT=309&VName=PQD&TS=1174 701606&clientId=42788

(10)

Riyanto B, 1978, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Yayasan Badan Penerbit Gadjah Mada Yogyakarta

Sadile A., 2003, Pemodelan system Dinamik Pengembangan Pariwisata Dalam

Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Berkelanjuatan, Makalah Pascasarjana/S3, IPB, Oktober 2003

Sence P. M., 1996, Disiplin Kelima , Terjemahan, Binapura Aksara, Jakarta Sitompul S. M., 2000, Konsep Dasar Model Simulasi, Bahan Ajar 3. Simatupang T. G., 1995, Pemodelan Sistem, Penerbit Hindita Klaten.

Suharto GD.G., 2001, Analisis Efektifitas BUMD; (Studi Kasus Faktor-faktor yang

Mempengaruhi evektifitas Perusda Bank Pasar Boyolali, Tesis S2, PPS UGM, Yogyakarta (tidak dipublikasikan).

Suver J D., Capital Investment Decisions and Cost Containment, Estes Park Institute, PO Box 400 Englewood, CO 80151 Phone 303-761-7709 or 800-223-4430 Fax

303-789-3896 www.estespark.org

Sutrisno, 2003, Strategi Budaya, Terapan Psikologi, dan Falsafah Manajemen Menjadi

Landasan Karakteristik Kebijakan Proses Indrustrialisasi Negara-negara Industri Baru.

Tu, Trong, 2001 , Land and Water Investement in Vietnam, Returens and Future, http// www. Tao.org/document/abc/htm.

Wijoyo W W dan Amir H., 2005, Estimasi Pertumbuhan Ekonomi 2006 Berdasarkan

Data Sektoral Menggunakan Time Series Analysis, Jurnal Departemen Keungan

Gambar

Gambar 1 menerangkan tentang tahapan penelitian
Gambar 2. Causal Loop Diagram (CLD) Penerimaan PAD   Data input simulasi
Gambar 4. Sub  Submodel  Keuangan  Formulasi Submodel  Penerimaan  PAD
Gambar  7. Perbandingan antara Data Histories PDAM dengan Hasil Simulasi Laba  Kotor Usaha
+3

Referensi

Dokumen terkait

 Bank berhak membuat tolakan ( set-off ) atau memindahkan apa-apa jumlah yang terhutang pada satu atau mana-mana akaun anda di Bank untuk menyelesaikan obligasi dan liabiliti

alvarezii dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan nata karena mengandung senyawa polisakarida/hidrokoloid yang bermanfaat untuk kesehatan dan seratnya

Karena hasil nilai Q-square &gt; 0, dapat disimpulkan bahwa variabel kemanfaatan dan kemudahan memiliki tingkat prediksi yang baik terhadap penerimaan penggunaan

(4.) Dari analisis diperoleh nilai R adjust square (R 2 ) sebesar 0.767 hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas secara bersama-sama memberikan konstribusi atau

Proses coloring atau pewarnaan dalam pembuatan iklan Sedekah Buku dilakukan secara digital menggunakan CorelDraw X5, karena semua gambar dalam animasi ini berbasis

Sesuai dengan rumusan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan media puzzle dalam pembelajaran IPA materi

Secara keseluruhan fluktuasi asimetri gabungan dari ketiga karakter meristik bilateral lele dumbo yang berasal dari ketiga lokasi budidaya tersebutdengan nilai

hipoteis diterima, serta hasil penelitian yang didasarkan pada analisis data dan pengujian hipotesis, maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini