BAB 2
GAMBARAN PELAYANAN BPTPM KOTA SERANG
2.1. Tugas Fungsi dan SOTK BPTPM Kota Serang
BPTPM Kota Serang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan, dan Susunan Organisasi Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang dan Peraturan Walikota Serang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Serang.
Sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi yang diemban oleh BPTPM menjadi unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Serang yang merupakan unsur pendukung tugas Walikota yang bertugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di Bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Struktur Organisasi BPTPM Kota Serang terdiri atas :
1. Kepala Badan; 2. Sekretaris;
Sekrataris BPTPM membawahi :
a. Kasubag Umum dan Kepegawaian; b. Kasubag Keuangan;
c. Kasubag Program, Evaluasi, dan Pelaporan. 3. Kepala Bidang Perijinan Non Usaha;
Kepala Bidang Perijinan Non Usaha membawahi :
a. Kepala Sub Bidang Pelayanan dan Pendaftaran Perijinan Non Usaha; b. Kepala Sub Bidang Pengolahan dan Penerbitan Perijinan Non Usaha. 4. Kepala Bidang Perijinan Usaha;
Kepala Bidang Perijinan Usaha membawahi :
a. Kepala Sub Bidang Pelayanan dan Pendaftaran Usaha; b. Kepala Sub Bidang Pengolahan dan Penerbitan Perijinan Usaha.
5. Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi;
Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi membawahi :
a. Kepala Sub Bidang Pengembangan Sistem Teknologi Informasi; b. Kepala Sub Bidang Pelayanan Informasi dan Pengaduan.
6. Kepala Bidang Penanaman Modal;
Kepala Bidang Penanaman Modal membawahi :
a. Kepala Sub Bidang Promosi dan Pemasaran;
b. Kepala Sub Bidang Bina Potensi dan Kerjasama Investasi. 7. UPT;
8. Kelompok Jabatan Fungsional.
Berikut ini akan diuraikan secara ringkas tugas dan fungsi dari masing-masing bagian organisasi Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang :
1. Kepala Badan
Kepala Badan mempunyai tugas pokok memimpin, mengatur, mengendalikan dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan sesuai dengan visi, misi dan program Walikota di bidang pelayanan perijinan di Daerah sebagaimana terjabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Untuk melaksanakan tersebut diatas, Kepala Badan mempunyai fungsi :
1) Perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan;
2) Penyelenggaraan penyusunan usulan program, rencana kerja, kinerja, dan anggaran tahunan;
3) Penyelenggaraan administrasi pelayanan perijinan di bidang perekonomian, pembangunan, kesejahteraan rakyat, dan pemerintahan;
4) Penyelenggaraan pengendalian perijinan di bidang perekonomian, pembangunan, kesejahteraan rakyat, dan pemerintahan;
5) Pengendalian dan pengkoordinasian seluru kegiatan kedinasanan tipa-tiap unit kerja di lingkungan Badan;
6) Perumusan Kebijakan pembangunan, pengadaan, dan rehabilitasi prasarana dan sarana fisik dalam lingkup tugas Badan;
7) Penyelenggaraan pembinaan dan peningkatan kemampuan berprestasi para pegawai di lingkungan Badan;
8) Pengawasan terhadap pelaksanaan program, rencana kerja, serta penggunaan anggaran tahunan Badan;
9) Evaluasi dan Pelaporan.
2. Sekretaris Badan
Sekretaris Badan mempunyai Tugas Pokok membantu Kepala badan dalam pengkoordinasian pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan tugas dan fungsii Badan serta menyelenggarakan kegiatan di bidang administrasi umum, keuangan, kepegawaian, Program, Evaluasi dan Pelaporan.
Untuk melaksanaan tugas tersebut, Sekretaris mempunyai fungsi : 1) Penyelenggaraan penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran
tahunan Sekretariat;
2) Penyelenggaraan penyusunan usulan rencana kerja dan anggaran tahunan Badan;
3) Penyelenggaraan adminsittrasi umum, administrasi kepegwaian dan administrasi Program, Evaluasi dan Pelaporan;
4) Pengawasan dan pembinaan terhadap para Kepala Sub Bagian yang dibawahkannya;
5) Pelaporan.
2.1 Sub-Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub-Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat di bidang administrasi umum dan administrasi kepegawain.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana di atas Sub Bagian umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi:
1. Penyusunan Usulah rencana kerja dan anggaran tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
2. Pelaksanaan urusan-urusan ketatausahaan, kearsipan, kepegawain, kerumahtanggaan serta perlengkapan perkantoran;
3. Pelaksanaan Pelayanan administrasi umum kepada seluruh unit kerja di lingkungan Badan;
4. Pengawasan dan pembinaan terhadap para pegawai yang membantunya;
5. Pelaporan.
2.2 Sub-Bagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat di bidang administrasi keuangan.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi :
1. Penyusunan Usulah rencana kerja dan anggaran tahunan Sub Bagian Keuangan;
2. Penyusunan usulan anggaran tahunan Badan beserta perubahan dan perhitungannya;
3. Pelaksanan kegiatan di bidang administrasi keuangan Badan; 4. Pengawasan dan pembinaan terhadap para pegawai yang
membantunya; 5. Pelaporan.
2.3 Sub-Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan
Sub-Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan Program, Evaluasi dan Pelaporan.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai fungsi :
1. Pelaksanaan penyusunan perencanaan kegiatan Badan;
2. Pelaksanaan penyusunan program kerja dan anggaran serta dokumen pelaksanaan anggaran;
3. Pelaksanaan evaluasi kegiatan dan pelaporan Badan;
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Kepala Bidang Perizinan Non Usaha
Kepala Bidang Perizinan Non Usaha mempunyai Tugas Pokok merumuskan dan melaksanakan kegiatan pelayanan dan pendaftaran serta melaksanakan kegiatan pelayanan dan pendaftaran dan pengelolaan dan penerbitan perizinan non usaha. Untuk melaksanakan tugas di maksud Bidang Perizinan Non Usaha mempunyai fungsi :
1. Penyusunan rencana kegiatan bidang perizinan non usaha. 2. Penyusunan petujuk teknis kegiatan bidang perizinan non usaha. 3. Penyelenggaraan pelayanan perizinan non usaha.
4. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan bidang perizinan non usaha.
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Perizinan Non Usaha membawahi dan dibantu oleh: 3.1 Sub-Bidang Pelayanan Pendaftaran Perizinan Non Usaha
Sub-Bidang Pelayanan Pendaftaran Perizinan Non Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan pelayanan dan pendaftaran perizinan non usaha untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut di atas Sub-Bidang Pelayanan Pendaftaran Perizinan Non Usaha mempunyai fungsi :
1. Penyiapan bahan perencanaan bidang pelayanan dan pendaftaran perizinan non usaha;
2. Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis bidang pelayanan pendaftaran perizinan non usaha;
3. Penyelenggaraan kegiatan pelayanan pendaftaran perizinan non usaha;
4. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring bidang pelayanan pendaftaran perizinan non usaha;
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3.2 Sub-Bidang Pengolahan dan Penerbitan Perizinan Non
Usaha
Sub-Bidang Pengolahan dan Penerbitan Perizinan Non Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan pengolahan dan penerbitan perizinan non usaha. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Sub-Bidang Pengolahan dan Penerbitan Perizinan Non Usaha mempunyai fungsi :
1. Penyiapan bahan perencanaan bidang pengolahan dan penerbitan non usaha.
2. Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis bidang pengolahan dan penerbitan non usaha.
3. Penyelenggaraan kegiatan pengolahan dan penerbitan non usaha.
4. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring bidang pengolahan dan penerbitan non usaha.
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4. Kepala Bidang Perizinan Usaha
Kepala Bidang Perizinan Usaha mempunyai Tugas Pokok merumuskan dan melaksanakan kegiatan pelayanan dan pendaftaran serta pengolahan dan penerbitan perizinan usaha. Untuk melaksanakan tugas dimaksud, Bidang Perizinan Usaha mempunyai fungsi :
1) Penyusunan rencana kegiatan bidang perizinan usaha.
2) Penyusunan petunjuk teknis kegiatan bidang perizinan usaha. 3) Penyelenggaraan pelayanan perizinan usaha.
4) Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan bidang perizinan usaha.
5) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Perizinan Non Usaha membawahi dan dibantu oleh: 4.1 Sub-Bidang Pelayanan Pendaftaran dan Perizinan Usaha
Sub-Bidang Pelayanan Pendaftaran dan Perizinan Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan pelayanan dan pendaftaran perizinan usaha. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut di atas Bidang Pelayanan Pendaftaran dan Perizinan Usaha mempunyai tugas :
1. Penyiapan bahan perencanaan bidang pelayanan dan pendaftaran perizinan usaha;
2. Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis bidang pelayanan pendaftaran perizinan usaha;
3. Penyelenggaraan kegiatan pelayanan dan pendaftaran perizinan usaha;
4. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring bidang pelayanan dan pendaftaran perizinan usaha.
4.2 Sub-Bidang Pengolahan dan Penerbitan Perizinan Usaha Sub-Bidang Pengolahan dan Penerbitan Perizinan Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan pengolaan dan penerbitan perizinan usaha mempunyai fungsi :
1. Penyiapan bahan perencanaan bidang pengolahan dan penerbitan perizinan usaha;
2. Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis bidang pengolahan dan penerbitan perizinan usaha;
3. Penyelenggaraan kegiatan pengolahan dan penerbitan perizinan usaha;
4. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring bidang pengolahan dan penerbitan perizinan usaha;
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
5. Kepala Bidang Data Dan Sistem Informasi
Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi mempunyai tugas pokok merumuskan dan melaksanaan kebijakan teknis di bidang data dan informasi serta pelayanan informasi dan pengaduan. Untuk melaksanakan tugas dimaksud pada bidang data dan sistem informasi dan pengaduan mempunyai fungsi :
1) Penyusunan rencana kegiatan bidang data dan sistem informasi serta pengaduan.
2) Penyusunan petunjuk teknis kegiatan bidang data dan sistem informasi serta pengaduan.
3) Penyelenggaraan kegiatan bidang data dan sistem informasi serta pengaduan.
4) Pelaksanaan evaluasi dan monitoring bidang data dan sistem informasi serta pengaduan.
5) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang data dan sistem informasi membawahi dan dibantu oleh: 5.1 Sub-Bidang Pengembangan Sistem Teknologi Informasi
Sub-Bidang Pengembangan Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas pokok melaksanaan kebijakan teknis pengembangan sistem teknologi informasi. Untuk melaksanaan tugas sebagaimana tersebut di atas Sub-Bidang pengembangan sistem teknologi informasi mempunyai fungsi :
1. Penyiapan bahan perencanaan bidang pengembangan sistem teknologi informasi.
2. Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis bidang pengembangan sistem teknologi informasi.
3. Penyelenggaraan kegiatan pengembangan sistem teknologi informasi.
4. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan pengembangan sistem teknologi informasi bidang.
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
5.2 Sub-Bidang Pelayanan Informasi dan Pengaduan
Sub-Bidang Pelayanan Informasi dan Pengaduan mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis pelayanan informasi dan pengaduan mempunyai fungsi :
1. Penyiapan bahan perencanaan bidang pelayanan informasi dan pengaduan.
2. Penyiapan bahan penyusun petunjuk teknis bidang pelayanan informasi dan pengaduan.
3. Penyelenggaraan kegiatan pelayanan informasi dan pengaduan. 4. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan pelayanan
informasi dan pengaduan bidang.
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepada badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
6. Kepala Bidang Penanaman Modal
Kepala Bidang Penanaman Modal mempunyai tugas pokok merumuskan dan melaksanakan kebijakanteknis di bidang penanaman modal. Untuk melaksanaan tugas di maksud bidang penanaman modal mempunyai fungsi:
1) Penyusunan rencana kegiatan bidang penanaman modal.
2) Penyusunan petunjuk teknis kegiatan bidang penanaman modal. 3) Penyelenggaraan kegiatan bidang penanaman modal.
4) Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan bidang penanaman
modal.
5) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala badan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Penanaman Modalmembawahi dan dibantu oleh: 6.1 Sub-Bidang Promosi dan Pemasaran
Sub-Bidang Promosi dan Pengembangan mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis promosi dan pemasaran untuk melaksanaan tugas sebagaimana tersebut di atas Sub-Bidang promosi dan pemasaran mempunyai fungsi :
1. Penyiapan bahan perencanaan bidang promosi dan pemasaran. 2. Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis bidang promosi
dan pemasaran.
3. Penyelenggaraan kegiatan bidang promosi dan pemasaran. 4. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan promosi dab
pemasaran.
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
6.2 Sub-Bidang Potensi dan Kerjasama Investasi
Sub-Bidang potensi dan kerjasama investasi mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis promosi dan pemasaran. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut di atas Sub-Bidang potensi dan kerjasama investasi mempunyai fungsi :
1. Penyiapan bahan perencanaan bidang potensi dan kerjasama investasi penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis bidang potensi dan kerjasama investasi.
2. Penyelenggaraan kegiatan potensi dan kerjasama investasi. 3. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan potensi dan
kerjasama investasi.
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
7. Tim Teknis
Tim teknis dari pejabat Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) terkait yang mempunyai kompetensi dan kemampuan sesuai dengan bidangnya. Tim teknis sebagaimana dimaksud memiliki kewenangan
untuk memberikan saran pertimbangan dalam rangka memberikan rekomendasi mengenai diterima atau ditolaknya suatu permohonan perizinan kepada BPTPM. Tim teknis juga bertanggung jawab kepada kepala BPTPM melalui kepala bidang.
8. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas membantu pimpinan dan melaksanaan sebagai tugas badan sesuai dengan keahlian yang dimilikinya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional dapat dibagi dalam Sub-Kelompok sesuai dengan kebutuhan dan keahliannya masing-masing dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior. Kebutuhan jabatan fungsional tersebut ditentukan berdasarkan sifat, jenis dan beban kerja.
Susunan Organisasi Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang
Tim Teknis
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
BIDANG PENANAMAN MODAL SUB BIDANG PROMOSI DAN PEMASARAN SUB BIDANG BINA POTENSI DAN KERJASAMA INVESTASI
BIDANG DATA DAN INFORMASI SISTEM SUB BIDANG PELAYANANINFORMASI DANPENGADUAN
SUB BIDANG SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI BIDANG PERIJINAN USAHA
SUB BIDANG PELAYANAN DAN PENDAFTARAN PERIJINAN USAHA SUB BIDANG PENGOLAHAN DAN PENERBITAN PERIJINAN USAHA
BIDANG PERIJINAN NON USAHA
SUB BIDANG PELAYANAN DAN PENDAFTARAN PERIJINAN NON USAHA SUB BIDANG PENGOLAHAN DAN PENERBITAN PERIJINAN NON USAHA
SUB BAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN
SUB BAGIAN KEUANGAN
K E P A L A SEKRETARIS 2.2. Sumberdaya BPTPM Kota Serang
Penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang harus didukung oleh keberadaaan sumber daya manusia (kepegawaian), maupun sarana dan prasarana (perlengkapan operasional). Berikut ini uraian terkait dengan sumber daya berupa kepegawaian dan sarana prasarana yaitu :
2.1.1. Kepegawaian
Pegawai adalah orang-orang yang dikerjakan dalam suatu badan tertentu, baik di lembaga-lembaga pemerintah maupun dalam badan-badan usaha. sementara pengertian dari Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara, abdi negara, dan abdi masyarakat yang dengan kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, negara dan pemerintah, menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan.
Pegawai tentunya merupakan modal pokok dalam suatu organisasi karena berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mencapai tujuannya tergantung pada pegawai yang akan melaksanakan peran dan tugasnya masing-masing. Pegawai ada yang berperan sebagai memimpin dalam melaksanakan tugas-tugas yang ada dalam
organisasi tersebut, dan pegawai yang melaksanakan perintah dari pimpinan berdasarkan tugas dan pokoknya. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang memiliki jumlah pegawai sebagaimana berikut :
Tabel 2.1.1.1
Data PNS BPTPM Kota Serang Berdasarkan Golongan Golongan 2009 2010 2011 2012 2013 CPNS PNS CPNS PNS CPNS PNS CPNS PNS CPNS PNS II.a - 2 - 2 - 2 - - - -II.c - - - - 2 - - 3 - 2 III.a 3 - 5 3 9 4 - 11 - 5 III.b - 1 - 1 - 1 - 2 - 4 III.c - 6 - 9 - 10 - 10 - 4 III.d - 4 - 1 - 2 - 2 - 10 IV.a - 2 - 3 - 3 - 3 - 2 IV.b - - - 2 - 1 - 1 - 1 IV.c - - - - - - 1 Jumlah 3 15 5 21 11 23 - 32 - 29 Jumlah Total 18 26 36 32 29
Berdasarkan data tersebut terlihat adanya jumlah peningkatan PNS dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011, namun pada tahun 2012 dan tahun 2013, jumlah PNS BPTPM mengalami penurunan.
Tabel 2.1.1.2
Data PNS Berdasarkan Eselonering
Eselon 2009 2010 2011 2012 2013
II.b 1 1 1 1 1
III.a 1 1 1 1 1
III.b 4 4 4 4 4
Jumlah 13 15 17 17 17
Berdasarkan data tersebut terlihat dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 ada peningkatan jumlah eselon secara keseluruhan. Namun pada tahun 2012 dan tahun 2013 jumlah eselon secara keseluruhannya tetap, tetapi untuk eselon II b, III a dan III b dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 di BPTPM Kota Serang tidak ada perubahan atau tetap. Namun untuk eselon IV.a terlihat adanya peningkatan jumlah setiap tahunnya dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013.
Tabel 2.1.1.3
Data PNS Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan 2009 2010 2011 2012 2013 SMA 4 4 4 4 2 D.III - - 3 3 3 S-1 9 16 22 19 13 S-2 5 6 5 6 11 Jumlah 18 26 34 32 29
PNS dengan gelar sarjana atau S-1 di BPTPM Kota Serang adalah yang terbanyak selain jenjang pendidikan yang lain, hal ini menunjukan bahwa secara pendidikan, pegawai BPTPM memiliki sumber daya yang baik, tetapi agar memiliki kompetensi maka diperlukan pelatihan terkait dengan peningkatan kemampuan PNS dilingkungan BPTPM Kota Serang.
2.1.2. Perlengkapan
Sarana dan prasarana operasional kerja merupakan salah satu unsur dalam mencapai tujuan, upaya menjamin kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Serang, maka ketersediaan prasarana dan sarana kerja menjadi hal yang diperhatikan.
Sebagai unit kerja yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam hal melayani perizinan dan penanaman modal ketersediaan sarana dan prasarana dalam menunjang operasional organisasi sangat penting menjadi perhatian. Keberadaan sarana dan prasarana
ini akan berpengaruh pada pelaksanaan pelayanan BPTPM yang tentunya akan mempengaruhi pemberian pelayanan kepada publik, baik masyarakat maupun para investor, pada periode 5 tahun mendatang BPTPM mengupayakan keberadaan bangunan dengan ruang kantor yang representatif dalam menjalankan tugas dan fungsi BPTPM.
Selain itu, kelancaran dan efisiensi penyelenggaraan tugas dan fungsi BPTPM juga didukung oleh sarana penunjang lainnya yang hingga saat ini memang mengalami pertambahan, namun belum cukup memadai dalam mendukung aktifitas kegiatan organisasi. Berkaitan hal tersebut, dalam periode 5 (lima) tahun kedepan perlu diakomodir upaya
pengintegrasian pengelolaan database, penataan ruang serta prasarana dan sarana, hal tersebut juga didasarkan pada kebutuhan untuk menyatukan data-data spesial maupun data-data numerik yang ada pada bidang pelayanan perizinan dan investasi penanaman modal serta prasarana dan sarana.
Daftar sarana dan prasarana penunjang operasional Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.1.2.1
No Jenis Barang Jumlah Kondisi/Status
Jumlah Ket
Daftar Inventaris Sarana Prasarana tahun 2009
1 Mesin Tik 1 1 Baik
2 Kalkulator 2 2 Baik
3 Filling Kabinet 4 4 Baik
4 Plang Nama Kantor 1 1 Baik
5 Projektor/LCD/OHP 1 1 Baik
6 Rak/Lemari Arsip 1 1 Baik
7 Kursi Tamu/Sofa 1 1 Baik
8 Kursi Lipat 12 12 Baik
9 Meja Kerja ½ Biro 5 5 Baik
10 AC Split 2 2 Baik
11 Dispenser 1 1 Baik
12 Komputer/PC 5 5 Baik
13 Laptop/Notebook 1 1 Baik
No Jenis Barang Jumlah Kondisi/Status Jumlah Ket
15 Printer 3 3 Baik
16 Hub 1 1 Baik
17 Meja Direksi 1 1 Baik
18 Meja Eselon III 5 5 Baik
19 Meja Eselon IV 11 11 Baik
20 Kursi Eselon II/III 5 5 Baik
21 Kursi Eselon IV 11 11 Baik
22 PABX/Telepon 1 1 Baik
JUMLAH 83 83
Tabel 2.1.2.2
Daftar Inventaris Sarana Prasarana tahun 2010
No Jenis Barang Jumlah Kondisi/Status
Jumlah Ket
1 Mesin Kalkulator 1 unit 1 unit Baik
2 Mesin Tik Elektrik 2 unit 2 unit Baik 3 Mesin Penghancur Kertas 1 unit 1 unit Baik
4 TV Flat 1 unit 1 unit Baik
5 AC 15 unit 15 unit Baik
6 Laptop 4 unit 4 unit Baik
7 Printer 8 unit 8 unit Baik
8 Eksternal Hardisk 1 unit 1 unit Baik
9 Dispenser 2 unit 2 unit Baik
10 Rak Piring 1 unit 1 unit Baik
11 Meja Kerja 34 unit 34 unit Baik
12 Meja Pelayanan 1 unit 1 unit Baik
13 Meja Rapat 1 unit 1 unit Baik
14 Kursi Kerja 40 unit 40 unit Baik
15 Kursi Stanlees Lipat 36 unit 36 unit Baik
16 Brankas 1 unit 1 unit Baik
17 Filling Kabinet 10 unit 10 unit Baik
18 Lemari Arsip 8 unit 8 unit Baik
19 Piring, Gelas dan Mangkuk 1 paket 1 paket Baik 20 White Board Gantung 1 unit 1 unit Baik 21 White Board Besar 1 unit 1 unit Baik
22 Komputer/PC 10 unit 10 unit Baik
23 Proyektor 1 unit 1 unit Baik
24 GPS 1 unit 1 unit Baik
25 USB/Stabilizer 3 unit 3 unit Baik
26 Kamera Digital 1 unit 1 unit Baik
27 Faximile 1 unit 1 unit Baik
28 Papan Nama 1 unit 1 unit Baik
30 Printer Deskjet 1 unit 1 unit Baik
31 Mobil 1 unit 1 unit Baik
32 Motor 2 unit 2 unit Baik
JUMLAH 193 193
Tabel 2.1.2.3
Daftar Inventaris Sarana Prasarana tahun 2011
No Jenis Barang Merk/Ty
pe
Kondisi/Status
Jumlah Ket
1 Digital Multimeter Bosch 1 Rusak
2 Lemari Penyimpanan - 3 Baik
3 Lemari Penyimpanan - 3 Baik
4 Mesin Ketik Elektronik Brother/G X-6750
2 Baik 5 Mesin Penghitung Uang Tissor 1 Baik
6 Filling Besi/Metal - 3 Baik
7 Papan Pengumunan - 20 Baik
8 Kursi Tamu - 2 Baik
9 Sofa - 1 Baik
10 Sofa - 1 Baik
11 Sofa - 1 Baik
12 AC Split - 5 Baik
13 Note Book Asus 5 Baik
14 Hard Disk Seagate 2 Kurang
Baik
15 Hard Disk Seagate/
320Gb 1 Rusak 16 Printer Canon/Ink jet Plus Wi-Fi 2 Baik 17 Printer Hp 1606dn 1 Baik 18 CPU HP Pro 2000 MT 3 Baik 19 Monitor LG LCD 19" 1 Baik 20 Monitor HP LV 1561W 3 Baik
21 Printer Canon/ All
in One Plus Wi-Fi 2 Baik 22 Printer Hp/ Laset Jet 2 Baik 23 Server Xeon E5630 Generic Intel Xeon 1 Baik
24 Peralatan Jaringan Lain-lain Mikrotik/ RB750
1 Rusak
25 Peralatan Jaringan Lain-lain Generic 2 Baik 26 Meja Kerja Pejabat Eselon II - 1 Baik 27 Meja Kerja Pejabat Eselon IV - 5 Baik 28 Kursi Kerja Pejabat Eselon II - 1 Baik 29 Unintemuptible Power Supply (UPS) Prolink /
1200VA + AVR + Software
4 Baik
30 Unintemuptible Power Supply (UPS) Prolink / 700VA+AV R
4 Baik 31 Personal Komputer APC /
@back BE525-AS
1 Baik 32 Personal Komputer Lenovo /
Intel Core i3 550
4 Baik
Tabel 2.1.2.4
Daftar Inventaris Sarana Prasarana tahun 2012
No Jenis Barang Merk/Type Kondisi/Status Jumlah Ket
1 Jeep Toyota / Rush S
M/T VVTi
1 Baik 2 Lemari Kaca VIP / Lemari
Arsip Kaca 5 Baik 3 Kursi Lipat Phoenix / Kursi
Lipat
12 Baik
4 Sofa Sofa Tamu /
Sofa Tamu 1 Baik
5 Kompor Gas Rinnai / Kompor Gas RI-522E
1 Baik
6 Televisi Samsung PDP /
PDP TV 1 Baik
7 Dispenser Sanken / Onix Series
1 Baik
8 Note Book Sony /
svE14113EGB 1 Baik
9 Note Book Lenovo /
Ideapad z370
1 Baik 10 Printer HP / Laser Jet
Pro 400 M401n 1 Baik
11 Monitor Samsung / LCD
Wide Monitor
1 Baik 12 Peralatan Jaringan Lain-lain Peralatan
Jaringan Komputer / Jaringan Komputer
1 Baik
13 Personal Komputer Lenovo Idea Centre / IdeaCentre K430, CST 6950N
1 Baik
14 Personal Komputer Lenovo / H330 1 Baik 15 Personal Komputer Rakitan /
Gigabyte GA-H61N, i3 2100 3,1Ghz, Seagate 500Gb, D 1 Baik Ta Jenis Barang
STRENGTH (kekuatan) WEAKNESS (kelemahan) 1. Perda Kota Serang
Nomor 12 Tahun 2008 dan Perwal Kota Serang Nomor 39 Tahun 2008.
2. Tersedianya sumber daya aparatur dan sarana prasarana
3. Tersedianya sumber dana/ anggaran
1. Terbatasnya personil teknis yang terlatih di bidang perizinan dan penanaman modal 2. Belum memadainya sarana dan prasarana pendukung pelayanan perizinan dan pemeriksaan dilapangan; 3. Terbatasnya anggaran untuk melaksanakan kinerja;
4. Terbatasnya informasi pelayanan perizinan dan investasi;
bel 2.1 .2. Daf tar Inv ent ari Sar an Pra sar an tah un 20 13 No 1 Jeep 2 Jeep
3 Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah) 4 Digital Multimeter
5 Global Positioning System 6 Lemari Penyimpanan 7 Rak-rak Penyimpanan
8 Mesin Ketik Manual Longewagen (18) 9 Mesin Ketik Elektronik
10 Mesin Ketik Elektronik 11 Mesin Penghitung Uang 12 Lemari Besi 13 Filling Besi/Metal 14 Filling Besi/Metal 15 Filling Besi/Metal 16 Band Kas 17 Band Kas 18 Lemari Kaca 19 Lemari Kaca 20 Lemari Makan 21 Alat Penghancur Kertas 22 Papan Pengumuman 23 Papan Pengumuman 24 White Board
25 White Board Elektronic 26 Meja Reseption 27 Kursi Tamu 28 Kursi Lipat 29 Sofa 30 Sofa 31 Sofa
32 AC Split 33 AC Split 34 AC Split 35 AC Split 36 AC Split 37 Kompor Gas 38 Televisi 39 Televisi 40 Dispenser 41 Dispenser 42 Dispenser 43 Dispenser 44 PC Unit 45 PC Unit 46 PC Unit 47 Laptop 48 Note Book No Jenis Barang 49 Note Book 50 Note Book 51 Note Book 52 Note Book 53 Note Book 54 Hard Disk 55 Hard Disk 56 Hard Disk 57 Printer 58 Printer 59 Printer 60 Printer 61 CPU 62 Monitor 63 Monitor 64 Monitor 65 Printer 66 Printer 67 Printer 68 Printer 69 Printer
70 Peralatan Personal Komputer Lain-Lain 71 Server
72 Peralatan Jaringan Lain-lain 73 Peralatan Jaringan Lain-lain 74 Peralatan Jaringan Lain-lain 75 Peralatan Jaringan Lain-lain 76 Peralatan Jaringan Lain-lain 77 Peralatan Jaringan Lain-lain
78 Peralatan Jaringan Lain-lain 79 Meja Kerja Pejabat Eselon II 80 Meja Kerja Pejabat Eselon III 81 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 82 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 83 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 84 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 85 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 86 Meja Kerja Pejabat Lain-lain 87 Meja Kerja Pejabat Lain-lain 88 Meja Kerja Pejabat Lain-lain 89 Kursi Kerja Pejabat Eselon II 90 Kursi Kerja Pejabat Eselon III 91 Kursi Kerja Pejabat Eselon IV 92 Kursi Kerja Pejabat Eselon IV 93 Kursi Kerja Pejabat Eselon IV
No Jenis Barang
94 Kursi Kerja Pejabat Lain-lain 95 Lemari Arsip untuk arsip Dinamis 96 Camera + Attachment
97 Camera + Attachment
98 Unintemuptible Power Supply (UPS) 99 Unintemuptible Power Supply (UPS) 100 Unintemuptible Power Supply (UPS) 101 Unintemuptible Power Supply (UPS) 102 Pesawat Telephone 103 Facsimile 104 Facsimile 104 Personal Komputer 106 Personal Komputer 107 Personal Komputer 108 Personal Komputer 109 Personal Komputer 110 Personal Komputer 111 Personal Komputer
112 Bangunan Gedung Kantor Lain-lain 113 Jaringan Distibusi Lain-lain
2.3. Kinerja Pelayanan BPTPM Kota Serang
Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang, merupakan unit kerja baru di Kota Serang seiring terjadinya pemekaran dari Kabupaten Serang menjadi Kabupaten Serang dan Kota Serang. Berdasarkan Perda No.12 tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang dan Peraturan Walikota Serang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal, bahwa Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal adalah badan yang menyelenggarakan di Bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintuguna mempermudah masyarakat dalam mengurus perijinan yaitu dengan memberikan perijinan secara terpadu pada satu tempat/lokasi sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2014.
Hal ini mendorong upaya mengefektifkan sistem dan tata laksana pelayanan sehingga pelayanan perijinan dapat diselenggarakan secara berhasilguna dan berdayaguna serta untuk mendorong laju perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal menjalankan tugasnya BPTPM Kota Serang sampai tahun 2014 mengalami beberapa perubahan perizinan. Jenis-jenis Pelayanan Perizinan yang berdasarkan Keputusan Walikota Serang Nomor: 503/Kep.141-Huk/2014 sebagaimana berikut :
Perizinan Penanaman Modal :
1. Izin Prinsip : 3 hari;
2. Izn Prinsi Perluasan : 3 Hari; 3. Izin Prinsip Perubahan : 3 Hari:
4. Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan : 3 hari; 5. Izin Usaha : 5 hari:
6. Izin Usaha Perluasan : 5 Hari; 7. Izin Usaha Perubahan : 5 hari;
8. Izin Usaha Penggabungan Perusahaan (Merger) : 5 Hari;
9. Perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) : 5 Hari.
Perizinan Usaha meliputi :
1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) : 15 Hari;
2. Izin Mendirikan Bangunan Menara (IMBM) : 15 Hari; 3. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) : 5 Hari;
4. Izin Pemasangan Reklame : 12 Hari; 5. Tanda Daftar Industri (TDI) : 7 Hari;
6. Izin Usaha Industri (IUI) melalui persetujuan prinsip : 10 Hari; 7. Izin Usaha Industri (IUI) tanpa persetujuan prinsip : 10 Hari; 8. Izin Gangguan (HO) : 5 Hari;
10. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) : 3 Hari; 11. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) : 5 Hari; 12. Tanda Daftar Gudang (TDG) : 3 Hari;
13. Surat Izin Tempat Usaha SITU) : 3 Hari; 14. Izin depot air minum : 7 Hari;
15. Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) : 7 Hari 16. Izin usaha penyelenggaraan bengkel umum : 7 Hari; 17. Izin usaha angkutan : 7 Hari;
18. Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional (IUP2T) : 7 hari; 19. Izin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP) : 5 Hari;
20. Izin Usaha Toko Modern (IUTM) : 5 Hari. 2.3.3 Perizinan Non Usaha meliputi :
1. Izin Lokasi : 14 Hari;
2. Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) : 10 Hari; 3. Izin Pemanfaatan Ruang Milik Jalan (RUMIJA) : 7 Hari; 4. Izin dispensasi jalan : 3 Hari;
5. Sertifikat laik sehat : 5 Hari; 6. Izin salon kecantikan : 7 Hari;
7. Izin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan : 7 hari; 8. Izin penyelenggaraan kursus: & hari.
Beberapa Izin yang dikeluarkan melalui Keputusan Walikota Nomor 503/Kep.141-Huk/2014 pada tahun 2014 telah dilaksanakan oleh BPTPM Kota Serang.
Merencanakan pelayanan publik yang terukur merupakan
dengan tugas dan fungsi BPTPM dalam mendukung program pembangunan jangka menengah BPTPM merencanakan program kerja serta proyeksi yang diinginkan ke depan, sesuai dengan urusan dan kewenangan BPTPM Kota Serang.
Dalam hal merencanakan program/kegiatan yang menjadi urusan dan kewenangannya, BPTPM kota Serang mempunyai target capaian dan proyeksi terhadap kondisi pelayanan yang diinginkan. Urusan yang menjadi kewenangan BPTPM diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007, menjadi dasar rujukan dalam menyusun capaian kinerja BPTPM sebagai bentuk tolak ukur kinerja pelayanan:
2.3.4 Tolak Ukur Kinerja Pelayanan
OPPORTUNITY (Peluang) Strategi S-O Strategi W-O 1. Berada di
wilayah yang menjadi pusat ibukota 2. Laju
pertumbuhan ekonomi cukup tinggi di kota serang 3. Perusahaan-perusahaan belum seluruhnya mendapatkan bimbingan teknis/pembinaan/penyul uhan tentang perizinan
1. Melaksanakan regulasi sesuai kewenangan untuk menjadikan daerah yang ramah investasi (S1,-O1,O2);
2. Optimalisasi Kinerja aparatur untuk menggali dan meningkatkan pendapatan daerah(S2-O2)
3. Optimalisasi sumber dana untuk melakukan bimbingan/ pembinaan/ penyuluhan bagi perusahaan guna meningkatkan pendapatan daerah(S3-O2,O3)
1. Meningkatkan sarana prasarana dan dana guna menunjang operasional lembaga dan aparatur yang berkualitas dalam menghadapi peluang investasi dan sebagai pintu gerbang investasi di Ibukota provinsi;((W1,W2,W3-O1,O2) 2. Meningkatkan kemampuan dan kualitas teknis personil untuk melakukan bimbingan teknis/ dan penyuluhan pada perusahaan dan melakukan sosialisasi dan promosi; (W3,-O3,04)
THREAT (ancaman) Strategi S-T Strategi W-T
1. Belum terbangunnya kerja sama dinas/instansi terkait dalam hal pelayanan perizinan dan jasa; 2. Masyarakat belum seluruhnya mengetahui perizinan; 3. Belum adanya peraturan yang berkaitan dengan perizinan dan investasi/penanaman modal;
1. Menjadikan regulasi sebagai landasan kerjasama dengan instansi terkait untuk memenuhi tugas pelayanan dan perizinan (S1-T1)
2. Mengoptimalkan sumber daya lembaga untuk melakukan kajian tentang potensi pendapatan daerah,melakukan sosialisasi dan promosi serta memberikan input bagi (eksekutif)/legislatif untuk lahirnya perda (S2,S3-T2, T3)
1. Meningkatkan koordinasi dan membangun kesepahaman antar lembaga untuk mengatasi masalah perizinan dan penanaman modal (W1),
2. Meningkatkan kemampuan pegawai, sarana prasarana dan dana penunjang operasional lembaga untuk melakukan sosialisasi dan promosi serta mendorong regulasi yang berkenaan dengan investasi.