• Tidak ada hasil yang ditemukan

feses

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "feses"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Pengertian Tinja Pengertian Tinja

Tinja atau feses atau dalam bahasa kasarnya disebut tahi

Tinja atau feses atau dalam bahasa kasarnya disebut tahi adalahadalah  produk buangan

 produk buangan saluran pencernaansaluran pencernaan hewanhewan yang dikeluarkanyang dikeluarkan melalui

melalui anusanus atauatau kloakakloaka. Pada. Pada manusiamanusia, proses pembuangan, proses pembuangan

kotoran dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi) antara kotoran dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi) antara sekali setiap satu atau dua

sekali setiap satu atau dua hari hingga beberapa kali dalam sehari.hari hingga beberapa kali dalam sehari. Pengerasan tinja atau feses

Pengerasan tinja atau feses dapat menyebabkan meningkatnyadapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekwensi

waktu dan menurunnya frekwensi buang air besar  buang air besar antaraantara  pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan

 pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasikonstipasi atau sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja atau feses atau sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja atau feses terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan

terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan meningkatnyameningkatnya frekwensi

frekwensi buang air besar  buang air besar disebut dengandisebut dengan diarediare atau mencret.atau mencret. Bau khas dari

Bau khas dari tinja atau feses disebabkan oleh aktivitastinja atau feses disebabkan oleh aktivitas bakteri bakteri.. Bakteri menghasilkan senyawa seperti

Bakteri menghasilkan senyawa seperti indoleindole,, skatoleskatole, dan, dan thiolthiol (senyawa yang mengandung

(senyawa yang mengandung belerang belerang), dan juga), dan juga gasgas hidrogenhidrogen sulfida

sulfida. Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah. Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah  bau khas feses atau tinja.

 bau khas feses atau tinja. Terdapat juga beberapa produk komersialTerdapat juga beberapa produk komersial yang dapat mengurangi bau feses atau

(2)

Manfaat

Tinja atau feses baik dari hewan (lebih sering dipakai) maupun dari manusia (jarang dipakai) dapat juga digunakan sebagai pupuk 

kandang, sebagai sumber  bahan bakar yang disebut bio gas, dan  bahkan untuk membuat salju yang tentunya harus diproses terlebih

dahulu.

Peranan Tinja dalam Penyebaran Penyakit

Pembuangan tinja manusia yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan pencemaran terhadap permukaan tanah serta air  tanah yang berpotensi menjadi penyebab timbulnya penularan  berbagai macam penyakit saluran pencernaan (Soeparman, 2002).

Selain dapat mengakibatkan kontaminasi pada air, tanah, juga dapat menjadi sumber infeksi, dan akan mendatangkan bahaya  bagi kesehatan, karena penyakit yang tergolong water borne

diseases akan mudah terjangkit. Bahaya terhadap kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah pencemaran tanah, pencemaran air, kontaminasi makanan, dan perkembangbiakan lalat. Penyakit- penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain tifoid, paratifoid,

disentri, diare, kolera, penyakit cacing, hepatitis viral, dan  beberapa penyakit infeksi gastrointestinal lain, serta investasi  parasit lain (Chandra, 2007).

Penyebaran penyakit yang bersumber dari tinja dapat melalui  berbagai macam cara dan metode. Yang harus kita yakinkan

adalah, bahwa tinja sangat berperan besar terhadap penyebaran  penyakit. Penyebaran tersebut dapat terjadi secara langsung

(misalnya dengan mengkontaminasi makanan, minuman, sayuran dan sebagainya, maupun secara tidak langsung (melalui media air, tanah, serangga (lalat, kecoa, dan sebagainya). Juga melalui

(3)

kontaminasi pada bagian-bagian tubuh. Pola penyebaran tersebut digambarkan dalam skema berikut ini (Notoatmodjo, 2003).

(4)

Daftar Pustaka

Website : http://www.wikipedia.com

del.icio.us Tags: Tinja,Penyakit Bebasis Lingkungan,Penyebaran Penyakit Melalui Tinja

(5)

Pengertian Feses

feses adalah sisa makanan yang sudah dicerna dan tidak dapat digunakan oleh tubuh untuk diserap dan digunakan sebagai energi dalam tubuh dan makanan bagi sel-sel tubuh. biasanya feses yang normal berwarna coklat terang sampai coklat gelap. berbagai makanan dan obat-obatan mempengaruhi warna feses seperti  berikut ini :

•  protein daging menghasilkan warna coklat gelap •  bayam dan sayuran menghasilkan warna hijau

• wortel dan bit menghasilkan warna merah kokoa, coklat •  barium untuk tes feses menghasilkan warna susu

apa bila ada perubahan pada warna normal feses maka bisa di duga adanya kerusakan pada sistem pencernaan anda seperti warna feses menjadi warna hitam karena ada pendarahan di saluran  pencernaan. oleh karena itu kita harus hati-hati dengan perubahan feses dan apa bila terjadi perubahan pada feses anda harap segera memeriksakan ke dokter. Warna feses yang tidak normal berikut ini

•  bila darah keluar dalam jumlah cukup kedalam GI atas, darah menghasilkan warna hitam

• darah yang masuk bagian bawah saluran GI dengan cepat tampak merah terang atau gelap

• feses berair adalah karakteristik dari penyaki usus halus atau diare

• feses semi padat seperti pita karakteristik pada penyakit hisprung

• feses yang sangat besat dan berminyak menunjukkan alabsorpsi usus

• mucus dan nanah dalam feses menunjukan adanya  peradangan

(6)

Feses Identik Dengan Kesehatan

Feses berwarna abu-abu menandakan bayi terlalu banyak  mengonsumsi zat besi.

Kondisi feses bayi tidak selalu sama setiap harinya. Perubahan ini tergantung pada kondisi dan kesehatan si kecil. Karena itu saat mendapati feses bayi yang “mencurigakan”, salah satu hal yang  bisa dilakukan orangtua adalah melakukan observasi menu

makanan yang dikonsumsi bayi, tak hanya dalam satu hari tapi  juga 2 hari sebelumnya. Kenapa? Sebab gerak usus pada bayi yang

normal adalah selama 24 sampai 36 jam. Jadi, makanan yang dikonsumsi bayi sekarang akan keluar 24 atau 36 jam kemudian.  Nah, menurut dr. Eva J. Soelaeman, SpA., normal tidaknya feses dapat dilihat dari warna, bentuk, dan bau. Berikut penjelasannya: Mendeteksi Feses dari Warna

 Normal:

warnanya kuning tua Tidak normal:

- Abu-abu atau abu-abu kehitam-hitaman bisa terjadi kalau si kecil terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi yang terlalu tinggi. Solusi: Tetap berikan ASI atau pilih susu

formula dengan kandungan zat besi yang standar, tidak berlebih. - Merah. Penyebabnya: (1) terlalu banyak mengonsumsi makanan  berwarna merah, (2) pengaruh obat (3) pertanda adanya darah.

Penyebab ketiga inilah yang patut diwaspadai. Untuk itu bila yakin darah yang terlihat, segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

(7)

Mendeteksi Feses Dari Bentuk   Normal:

Feses bayi yang berbuih/bercampur buih sekali dua kali adalah wajar. Penyebabnya bisa makanan ibu menyusui yang terlalu  banyak mengonsumsi makanan yang merangsang, seperti pedas.

Tapi jika sudah lebih dari tiga kali dan berat badannya turun, itu  pertanda si kecil mengalami dehidrasi dan ada infeksi di ususnya.

Kondisi seperti ini perlu penanganan dokter. Tidak normal:

- Seperti dempul dengan warna putih/putih kekuning-kuningan. Bisa dipastikan si kecil mengalami kelainan liver/hati. Segera  bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

- Hitam dan dibarengi sakit perut. Kemungkinan besar si kecil mengalami perdarahan. Segera bawa si kecil ke dokter dan bawa sampel feses untuk dicek ke laboratorium guna mencari

 penyebabnya.

Mendeteksi Feses dari Bau  Normal:

- Beraroma khas, bukan bau busuk. Tidak normal:

- Baunya sangat busuk. Dicurigai, ada pembusukan yang tidak  normal oleh bakteri di usus.

- Bau sangat asam. Biasanya pertanda ada gangguan penyerapan gula atau istilahnya malabsorbsi karbohidrat laktosa karena bayi tidak dapat mengonsumsi susu sapi. Coba, gantilah susu si kecil dengan susu kedelai.

(8)

- Bau amis. Kemungkinan infeksi amuba atau jamur. Kondisi ini  perlu penanganan dokter.

Mendeteksi feses dari asupan yang didapat bayi: - Bayi yang mendapat ASI eksklusif:

Fesesnya akan encer/tak berbentuk dan berwarna kuning. - Bayi yang hanya mendapat susu formula:

Jika susunya cocok maka bentuk fesesnya cenderung liat dan

 berwarna kuning. Namun bila tidak cocok, fesesnya bisa berwana abu-abu karena kemungkinan komposisi zat besi dalam susu

formula tersebut terlalu tinggi untuk si bayi. Feses bayi yang  berwarna hijau atau kehijau-hijauan menandakan lemak dalam

susu formula yang diminumnya terlalu tinggi.

- Bayi yang mendapat asupan campur (ASI dan susu formula): * Feses berwarna kuning dan tak berbentuk merupakan tanda si kecil lebih banyak mendapat ASI ketimbang susu formula. Di luar  itu pertanda si kecil terlalu banyak mendapatkan susu formula. * Di atas usia enam bulan, bila bayi sudah mendapatkan makanan lebih padat, fesesnya akan berbentuk seperti bubur dan menyerupai feses anak di atas usianya.

- Bayi yang dipengaruhi obat:

* Akibat pengaruh obat yang sedang dikonsumsinya , frekuensi BAB bisa berkurang dan feses bayi menjadi keras. Di antaranya  pengaruh obat batuk yang mengandung zat antitusif. Pantaulah

selalu fesesnya. Bila perlu konsultasikan kembali tentang hal ini  pada dokter.

(9)

Daftar Pustaka

(10)

Nama : Elsyana Saduk  Kelas : C

(11)

  Nama :Emanuel Manek  Kelas :C

(12)

Ciri – ciri Feses

• Feses mempunyai ciri berbentuk bulat-bulat kecil seperti

kacang, sangat keras, dan sangat sulit untuk dikeluarkan.

• Feses mempunyai ciri berbentuk sosis, permukaanya

menonjol dan tidak rata, dan terlihat seperti akan terbelah menjadi berkeping.

• Feses mempunyai ciri berbentuk sosis, dengan permukaan

yang kurang rata, dan ada sedikit retakan.

• Feses mempunyai ciri berbentuk seperti pisang, sosis atau

ular dan mudah dikeluarkan.

• Feses mempunyai ciri berbentuk seperti bulatan-bulatan

yang lembut, permukaannya halus, dan cukup mudah untuk dikeluarkan.

• Feses mempunyai ciri permukaannya sangat halus, mudah

mencair, dan biasanya sangat mudah untuk dikeluarkan.

• Feses mempunyai ciri berbentuk sangat cair (sudah

menyerupai air) dan tidak terlihat ada bagian yang padat. Gangguan kesehatan yang mempengaruhi feses ini antara lain

akibat konstipasi, obstipasi, ambeien, kanker dan diare. Konstipasi (sembelit) disebabkan oleh pengerasan feses yang berlebihan

sehingga sulit untuk dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan  pada penderitanya. Feses ini ditunjukkan oleh tipe 1 dan 2.

Konstipasi yang parah dinamakan obstipasi. Dan obstipasi yang kronis dapat menyebabkan ambeien dan kanker kolon. Sedangkan  pada penderita diare, terjadi rangsangan buang air besar terjadi

(13)

 berlebihan (lebih dari 80%). Feses ini ditunjukkan oleh tipe 5-7.Feses normal ditunjukkan oleh tipe 3 dan 4. Kandungan airnya  berkisar 70-80%. Pada umumnya tipe normal ini dipengaruhi oleh

menu makanan. Menu makanan yang mengandung serat tinggi, akan menghasilkan feses yang kamba (bulky) dan dalam jumlah yang banyak (± 300-500g), dengan berat jenis sekitar 0,89

sehingga akan mengapung di air. Sebaliknya menu yang rendah serat dan tinggi kadar daging menghasilkan feces yang langsing dan jumlahnya sedikit (± 100-250g), dengan berat jenis di atas 1.0 dan akan tenggelam.Warna feses paling umum adalah kuning

kecoklatan. Selain dipengaruhi oleh asupan makanan, warna feses dipengaruhi oleh pigmen empedu (bilirubin). Bilirubin berasal dari sel darah merah yang telah mengalami degenerasi, kemudian

dirombak oleh hati, hasilnya disimpan dalam kantong empedu dan dikeluarkan ke dalam usus kecil. Konsentrasi bilirubin

mempengaruhi warna sehingga bervariasi dari hijau-hitam hingga kuning muda.Jika isi (makanan) usus berjalan pada kecepatan normal, warna feses adalah kuning kecoklatan sampai coklat tua. Jika berjalan lebih lambat, feses akan berwarna lebih gelap.

Kecepatan feses bergerak 10 cm per jam, dan ini bergantung pada diet seseorang. Makanan dengan fiber tinggi akan menyebabkan  bakteri asam laktat berkembang dan feses akan bersifat asam.

Makanan dengan fiber rendah dan banyak daging akan membuat  bakteri pembusuk berkembang pesat dan feses akan bersifat basa.

Asosiasi aktivitas metabolik bakteri usus dalam mendegradasi makanan dengan bilirubin inilaH Feses berwarna abu-abu

menandakan bayi terlalu banyak mengonsumsi zat besi.

Kondisi feses bayi tidak selalu sama setiap harinya. Perubahan ini tergantung pada kondisi dan kesehatan si kecil. Karena itu saat mendapati feses bayi yang “mencurigakan”, salah satu hal yang  bisa dilakukan orangtua adalah melakukan observasi menu

makanan yang dikonsumsi bayi, tak hanya dalam satu hari tapi  juga 2 hari sebelumnya. Kenapa? Sebab gerak usus pada bayi yang

normal adalah selama 24 sampai 36 jam. Jadi, makanan yang dikonsumsi bayi sekarang akan keluar 24 atau 36 jam kemudian.

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Kepala BNN Kota Malang yang sekaligus alumni ITN Malang ini juga memberikan apresiasi kepada ITN karena pada tahun ini menyelenggarakan tes urine bagi seluruh mahasiswa

Pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri boleh dikreditkan terhadap pajak yang

Oleh karena itulah perbuatan zina yang dilakukan oleh orang telah menikah (Zina muhshan) termasuk salah satu dari tiga orang yang darahnya diharamkan. Diriwayatkan oleh

Honda et al16 reported a case of vocal cord paralysis caused by direct damage of the recurrent laryngeal nerve secondary to an impacted fish bone at the posterior wall of the

Maka dalam mewujudkan usaha yang makmur tersebut dibentuklah Peraturan Bupati Bengkalis Nomor 05 Tahun 2005 Tentang Pembinaan Dan Pengawasan Distribusi Tata Niaga

Dampak dari keadaan ini terhadap kesehatan ibu adalah bertambah buruknya keadaan umum dan akan muncul keadaan alkalosis metabolik hipokloremik (tingkat klorida

Judul (neraca atau laporan lainnya) harus ditulis dengan benar karena judul itu merupakan identitas dari organisasi (perusahaan) pemilik laporan yang

koXavaaya namaÁ  naarayaNaaya namaÁ  maaQavaaya namaÁ  gaaoivandaya namaÁ ivaYNavao namaÁ maQausaUdnaaya namaÁ i~ivaËmaaya namaÁ vaamanaaya namaÁ EaIQaraya namaÁ