• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Alkohol terhadap Gerak Motorik Mencit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Alkohol terhadap Gerak Motorik Mencit"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik 

Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik 

Mencit (

Mencit (

 Mus musculus

 Mus musculus))

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN A A.. LLAATTAAR BR BEELLAAKKAANNGG

Belakangan ini terjadi banyak penyalahgunaan obat atau senyawa kimia Belakangan ini terjadi banyak penyalahgunaan obat atau senyawa kimia adiktif yang marak terjadi di masyarakat. Zat adiktif jika digunakan secara adiktif yang marak terjadi di masyarakat. Zat adiktif jika digunakan secara  berlebihan dalam

 berlebihan dalam jangka waktu jangka waktu yang yang panjang dapat panjang dapat mempengaruhi kondisimempengaruhi kondisi kesehatan tubuh pengkonsumsinya.

kesehatan tubuh pengkonsumsinya. Al

Alkokohohol l tetermrmasasuk uk dadalalam m kekelolompmpok ok NANAPZPZA A (n(nararkokotitikaka, , alalkokohohol,l,  psikotropika,

 psikotropika, dan dan zat zat adiktif adiktif lainnya). lainnya). Diprediksi Diprediksi ada ada sekitar sekitar 1,5 1,5 %%  penduduk Indonesia menyalahgunakan

 penduduk Indonesia menyalahgunakan zat adiktif zat adiktif ini. ini. Pengungkapan kasusPengungkapan kasus  penyalahgunaan

 penyalahgunaan zat zat adiktif adiktif meningkat meningkat dengan dengan rata-rata rata-rata 28.9% 28.9% kasus kasus per per  tahun. (Ihwan,dkk. 2007)

tahun. (Ihwan,dkk. 2007) Alkoh

Alkohol ol yang dikonsumyang dikonsumsi si oleh sesorang oleh sesorang akan akan mengamengakibatkibatkan kan kecandkecanduanuan serta terganggungnya kerja sistem saraf pusat pada dirinya. Alkohol yang serta terganggungnya kerja sistem saraf pusat pada dirinya. Alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan menjadi stimulator yang menekan kerja otak. masuk ke dalam tubuh akan menjadi stimulator yang menekan kerja otak. Ota

Otak k menmenjadjadi i pupusat sat kookoordirdinasi nasi dardari i sistsistem em sarasaraf f selaselain in sumsum-su-sum m tultulangang  belakang.

 belakang. Otak Otak memiliki memiliki berjuta-juta berjuta-juta neuron, neuron, neuron neuron ini ini mrupakan mrupakan struktur struktur  terkecil dari sistem saraf yang mempunyai fungsi tidak dapat digantikan terkecil dari sistem saraf yang mempunyai fungsi tidak dapat digantikan ole

oleh h sel-sel-sel sel yanyang g lailain. n. GejGejala ala keckecandanduan uan alkalkohoohol l ini ini dapdapat at menmengurgurangangii ke

kemamampmpuauan n sesseseoeoranrang g beberkrkononsensentrtrasiasi, , memenunururunnnnya ya dadaya ya iningagat, t, dadann menurunnya kemampuan mendiskriminasi. Kecanduan alcohol ini menjadi menurunnya kemampuan mendiskriminasi. Kecanduan alcohol ini menjadi sebuah efek “

sebuah efek “drug addictiondrug addiction” yang mempengaruhi kerja neurotransmitter ” yang mempengaruhi kerja neurotransmitter   pada kerja sel saraf.

 pada kerja sel saraf.

Karena etika dan sulitnya penelitian dalam mempelajari kondisi alkoholisme Karena etika dan sulitnya penelitian dalam mempelajari kondisi alkoholisme  pada

 pada manusia, manusia, maka maka digunakan digunakan hewan hewan sebagai sebagai model model penelitian penelitian yaituyaitu Mus Mus 1

1 PenPengargaruh Pemuh Pemberberian Aian Alkohlkohol Teol Terharhadap Sdap Saraaraf Motof Motorik Merik Mencincitt ((Mus musculusMus musculus))

(2)
(3)

musculus

musculus(Men(Mencitcit) ) daldalam am menmeneraerangkngkan an dasdasar ar penpengargaruh uh alkalkohoohol l terterhadhadapap kerja saraf motorik.

kerja saraf motorik.

B

B.. RRUUMMUUSSAAN N MMAASSAALLAAHH Berdas

Berdasarkan latar arkan latar belakbelakang ang tersebtersebut ut dapat dirumuskdapat dirumuskan an suatu masalah yaitusuatu masalah yaitu “Apakah pemberian alkohol berpengaruh terhadap gerak motorik mencit?”.

“Apakah pemberian alkohol berpengaruh terhadap gerak motorik mencit?”.

C

C.. TTUUJJUUAANN Tuj

Tujuan uan penpenelitelitian ian ini ini adaadalah lah untuntuk uk menmengetgetahuahui i sebseberaperapa a besbesar ar penpengargaruhuh  pemberian alkohol terhadap gerak motorik mencit

 pemberian alkohol terhadap gerak motorik mencit

D

D.. MMAANNFFAAAATT 1

1.. MMeemmbbeerriikkaan n iinnffoorrmmasasi i mmeennggeennaai i ppenenggaarruuh h ppeemmbbeerriiaan n aallkkoohhooll terhadap gerak motorik mencit.

terhadap gerak motorik mencit. 2.

2. DaDapapat sumt sumbeber rujr rujuauakakan bagn bagi peni peneleliti laiti lain mein mengngenenai peai pengngararuh peuh pembmbereriaiann alkohol terhadap gerak motrik mencit.

alkohol terhadap gerak motrik mencit. 3.

3. DapDapat at melmelengengkapkapi sui sumbember pr pustustaka aka penpenelielitiatian mn mengengenaenai pei pengangaruh ruh alkalkohooholl terhadap gerak motrik mencit.

terhadap gerak motrik mencit.

2

2 PenPengargaruh Pemuh Pemberberian Aian Alkohlkohol Teol Terharhadap Sdap Saraaraf Motof Motorik Merik Mencincitt ((Mus musculusMus musculus))

(4)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka A. Tinjauan Pustaka 1

1..11 KKllaassiiffiikkaassi i MMeenncciitt Mencit (

Mencit ( Mus musculus Mus musculus),), (Ariadi, 2010)(Ariadi, 2010) Kingdom

Kingdom : : AnimaliaAnimalia Filum

Filum : : ChordataChordata Subfilum

Subfilum : : VertebrataVertebrata Class

Class : : MamaliaMamalia Subclass

Subclass : : TheriaTheria Ordo

Ordo : : RodentiaRodentia Subordo

Subordo : : MyomorphaMyomorpha

3

3 PenPengargaruh Pemuh Pemberberian Aian Alkohlkohol Teol Terharhadap Sdap Saraaraf Motof Motorik Merik Mencincitt ((Mus musculusMus musculus))

(5)

Famili : Muridae Sub family : Murinae

Genus : Mus

Species : Mus musculus

Mencit (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan mencit liar atau mencit rumah (Ariadi, 2011). Mencit (Mus musculus) sering digunakan dalam penelitian biomedis. Berbeda dengan hewan lainnya, mencit tidak memiliki kelenjar keringat. Mencit (Mus musculus) mudah ditangani,  bersifat penakut, fotofobik cenderung berkumpul dengan sesamanya, mempunyai kecenderungan untuk bersembunyi dan lebih aktif pada malam hari (nokturnal). Jantung terdiri dari empat ruang dengan dinding atrium yang tipis dan dinding ventrikel yang lebih tebal. Peningkatan temperatur tubuh tidak mempengaruhi tekanan darah, sedangkan frekuensi jantung, cardiac output  berkaitan dengan ukuran tubuhnya.

Alat reproduksi mencit jantan terdiri dari sepasang testis, uretra dan penis. Sedangkan mencit betina terdiri dari sepasang ovarium, oviduct , uterus, cervix dan vagina. Mencit betina mempunyai lima pasang kelenjar mammae dengan tiga diantaranya terletak di daerah cervicothorac dan dua lainya di daerah inguinoabdomenalis (Kusumawati 2004).

Data Biologis Mencit (Ariadi, 2011)

Lama hidup : 1 – 2 tahun, bisa sampai 3 tahun Lama produksi ekonomis : 9 bulan

Lama bunting : 19 – 21 hari Kawin sesudah beranak : 1 – 24 jam Umur disapih : 21 hari

Umur dewasa : 35 hari

Umur dikawinkan : 8 minggu (jantan dan betina) Siklus kelamin : poliestrus

Siklus estrus : 4 – 5 hari Lama estrus : 12 – 14 jam

Perkawinan : pada waktu estrus

4 Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik Mencit (Mus musculus)

(6)

Ovulasi : dekat akhir periode estrus, spontan Fertilisasi : 2 jam sesudah kawin

Berat dewasa : 20 – 40 gr jantan; 18 – 35 gr betina Berat lahir : 0,5 – 1,0 gr  

Jumlah anak : rata – rata 6, bisa 15

Puting susu : 10 puting, 3 psg di dada, 2 psg di perut Perkawinan kelompok : 4 betina dengan 1 jantan

Kromosom : 2n = 40

Aktivitas : nokturnal (malam)

1.2 Kandungan Minuman Berakohol

Kandungan alkohol pada berbagai minuman keras berbeda-beda. Bir  mengandung 3-5%, anggur 10-14%, sherry,port mustakel berkadar 20%, sedangkan wisky, gin, rum, vodka, dan brendy berkadar alcohol 40-45% (Christianto, 2008)

 Nama kimia alkohol yang terdapat dalam minuman berakohol adalah etil akohol atau etanol (Christianto, 2008). Minuman berkohol juga mengandung senyawa lain, seperti asam organik. Asam organik yang terdapat dalam minuman  berakohol adalah asam assetat, asam valerat, asam propionat. Selain asam

organic, juga terdapat fenol, aldehid, asam keto. Untuk menghasilkan citarasa serta aroma yang sedap seringkali ditambahkan papermint . (Darby, 1979)

Menurut Hawari (1991) menyebutkan bahwa minuman berakohol dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:

a. Golongan A (jenis bir, guinnes,dll) yang berkadar akohol 1 persen sampai 5 persen.

 b. Golongan B (jenis congyang, anggur merah, anggur putih, Newport, dll) yang berkadar alkohol 5 persen sampai 20 persen.

5 Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik Mencit (Mus musculus)

(7)

c. Golongan C (jenis mansion, vodka, red labelm countreu, oplosan, dll) yang berkadar alkohol 20 persen sampai 50 persen.

Minuman berakohol tidak hanya menyebabkan mabuk, akan tetapi pada tingkat tertentu dapat menyebabkan kematian. Pada tingkat kandungan 0,05 –  0,15 % etanol dalam darah peminum akan mengalami kehilangan koordinasi, pada tingkat 0,15 -0,20 % etanol menyebabkan keracunan, pada tingkat 0,30 – 0,40 %  peminum hilang kesadaran dan pada tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu 0.50%

dapat menyebabkan kematian. (Brian,et all . 1983)

1.3 Metabolisme Alkohol

Alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami serangkaian proses  biokimia. Menurut Zakhari (2006), metabolism alkohol melibatkan 3 jalur, yaitu:

a. Jalur Sitosol

Jalur ini adalah proses oksidasi dengan melibatkan enzim Alkohol Dehidrogenase (ADH). Proses oksidadi dengan ADH ini terutama terjadi di dalam hepar. Metabolismenya akan menghasilkan asetaldehid. Asetaldehid merupakan produk yang sangat reaktif dan sangat beracun sehingga menyebabkan kerusakan beberapa jaringan atau sel.

 b. Jalur Peroksisom

Sistem ini berlangsung dalam peroksisom dengan menggunakan katalase. Pada jalur ini diperlukan H2O2. Sistem ini diperlukan ketika kadar alkohol dalam tubuh meningkat.

c. Jalur Mikrosom

6 Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik Mencit (Mus musculus)

(8)

Jalur ini juga sering disebut dengan sistem SOME (Sistem Oksidasi Etanol Mikrosom). Sistem ini melibatkan enzim sitokrom P450 yang  berada dalam mikrosom.

1.4 Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat  berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antar sel maupun organ dan dapat  berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lain. Sistem saraf secara garis  besar dapat dibagi menjadi sistemk saraf pusat dan sistem saraf tepi. (Heryati dan

Faizah, 2008)

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis yang mempunyai  beragam pusat dengan fungsi yang berbeda-beda. Dalam sistem saraf pusat ini terjadi berbagai proses analisis informasi yang masuk serta proses analisis informasi yang masuk serta proses sintesis dan mengintegrasikan. (Heryati dan Faizah, 2008)

1.5 Gerak Motorik  

Bergerak merupakan ciri kehidupan. Gerakan tubuh, dalam hal ini gerak  yang dihasilkan oleh kontraksi otot, memungkinkan manusia melakaukan  berbagai hal yang menunjang kehidupannya. Respon somatik merupakan bentuk   pengaturan sikap dan keseimbangan serta gerakan tubuhnya pada umumnya,

,meliputi peningkatan atau penurunan tonus serta kontraksi atau relaksasi otot rangka yang merupakan “kegiatan dasar” suatu otot dan besar peranannya dalam mempertahankan sikap tubuh, sangat dipengaruhi oleh peran sistem aktivasi retikuler medulla oblongata. (Nani, 2004)

Pusat saraf yang mengendalikan gerakan terdiri dari tiga tingkatan yaitu medulla spinalis, batang otak, dan area motorik korteks serebri. Di tingkat medulla spinalis, hasil penginderaan berbagai reseptor, berintegrasi untuk 

7 Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik Mencit (Mus musculus)

(9)

menghailkan gerakan paling sederhana sebagai respon suatu reflek spinal. Batang otak dipengaruhi oleh masukan dari sereblum, berperan terutama dalam mengendalikan sikap melalui integrasi reflex postural dan koordinasi gerakan mata sampai tangan. Pengendalian gerakan tertinggi dilaksanakan oleh korteks motorik yang mendapat dari sereblum, ganglia basalis dan berbagai pusat di sekitar thalamus dalam merencanakan, memulai, dan melaksanakan gerakan. (Nani, 2004)

1.6 Mekanisme Penghantaran Impuls Gerak Motorik 

Proses terjadinya gerakan diawali denagn adanya rangsangan yang diterima oleh reseptor. Di sel reseptor ini akan terjadi proses tranduksi yaitu terjadi perubahan berbagai bentuk energi rangsangan menjadi energi listrik. Potensial listrik yang timbul di reseptor disebut potensial reseptor yang dapat  berupa depolarisasi atau hiperpolarisasi. Depolarisasi pada reseptor dapat memicu

terbentknya potensial aksi di neuron eferen yang terkait dengan reseptornya. Potensial aksi di neuron eferen yang akan dihantarkan sebagai impuls dengan frekuensi serta jenis kode yang dilaluinya. Neuron eferen ini akan bersinaps dengan interneuron atau neuron motrik di saraf pusat. (Sarwito, 2003)

Proses pengendalian di saraf pusat terjadi dengan lebih majemuk karena hubungan antara neuron melalui sinaps yang sangat komplek. Di saraf pusat dapat terjadi eksitasi maupun inhibisi secara berurutan maupun serempak, bergantung kepada rangkaian hubungan neuron serta jenis neurotransmitter yang dilepaskan serta durasi saat pengelepasannya. (Sarwito, 2003)

B. Hipotesis

Berdasarkan tinjauan pustaka di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian alkohol (vodka) terhadap gerak motorik mencit ( Mus musculus).

8 Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik Mencit (Mus musculus)

(10)

BAB III

METODE PENELITIAN

Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Kelompok penelitian di  bagi menjadi dua, kelompok pertama merupakan kelompok kontrol dengan menggunakan 1 mencit. Kelompok kedua adalah kelompok perlakuan dengan menggunakan 8 mencit, dibagi lagi menjadi 4 kelompok 

Sampel Penelitian

Hewan coba adalah mencit yang diperoleh dari Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang

9 Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik Mencit (Mus musculus)

(11)

Waktu dan lokasi Penelitian

Penelitian dan pengumpulan data dilakukan selama satu hari. Perlakuan yang diberikan kepada mencit adalah pemberian alkohol dengan kadar yang berbeda- beda mulai dari 0%, 10%, 20%, dan 40%. Penelitian dilakukan di Laboratorium

Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang.

Variabel penelitian

Variabel bebas : alkohol

Variabel terikat : gerak motorik mencit

Alat dan Bahan Penelitian Alat 1. Sonde 2. Beker glass 3. Gelas ukur  4. Pipet 5. Sarung Tangan

6. Alat Penghitung Waktu (Stopwatch)

7. Rotarode

8. Kamera 9. Alat tulis

10 Pengaruh Pemberian Alkohol Terhadap Saraf Motorik Mencit (Mus musculus)

(12)

Bahan

1. Mencit

2. Alkohol dengan kadar mulai dari 0%, 10%, 20%, dan 40%.

3. Akuades

Rumus pengenceran Alkohol

M1x V1 =M2 x V2 Keterangan : M1= molaritas 1 M2= molaritas 2 V1= volume 1 V2= volume 2

Pada manusia, volume alkohol memabukkan adalah 200 ml. Sedangkan konversi dari manusia ke mencit adalah 0.0026. Berdasarkan data tersebut, maka volume alkohol memabukkan pada mencit adalah 200 ml x 0.0026 = 0.52 ml.

Volume penyondean alkohol ke mencit berdasarkan berat badan mencit,  persamaanya adalah sebagai berikut:

Mencit dengan Berat Badan 20 gram = 0.5 ml volume alkohol yang disonde

Cara kerja

1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan untuk  melakukan penelitian.

2. Menyiapkan alkohol dengan kadar yang berbeda-beda dengan cara diencerkan menggunakan akuades.

(13)

3. Menyiapkan alkohol yang akan diminumkan pada mencit pada sonde yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

4. Melakukan handling mencit sesuai dengan prosedur handling yang  benar.

5. Memberikan alkohol yang berbeda-beda kadarnya (0%, 10%, 20%, dan 40%) dengan sonde dengan memasukkan sonde tersebut dalam saluran pencernaannya hingga mencapai esofagus.

6. Memasukkan mencit yang sudah diberikan alkohol secara bergantian ke dalam rotarod pengamatan mencit dilakukan setiap 5 menit sekali selama 1 jam.

7. Mengamati gerak motorik mencit dengan menghitung banyaknya gerakan memutar mencit di rotarod, dan merekamnya melalui video.

Data Pengamatan No. Kadar Alkohol BB (gram) Mencit

ke-Jumlah putaran roterod / menit

1 2 3 4 5 ……

(14)
(15)

BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data

Tabel. 2 Data Pengamatan dengan Interval waktu 5 menit

Tabel. 3 Analisis Perhitungan Uji ANAVA  No Kadar  Alkohol Mencit ke-BB (gram) Interval (menit) 1 (1-5) 2 (6-10) 3 (11-15) 4 (16-20) 1 40% 1 20 8 3 0 0 2 19.5 8 2 0 0 2 20% 1 13 25 54 37 50 2 11 10 45 35 23 3 10% 1 19.5 20 32 50 50 2 10 26 32 33 15 4 0% 1 18 42 41 48 39 2 15 57 51 41 54

(16)

 No Kadar alkohol Interval Interval kuadrat Jumlah  perlakuan Perlakuan kuadrat 1 2 3 4 1 2 3 4 1 40% 8 2.5 0 0 64 6.25 0 0 10.5 110.25 2 20% 17.5 49.5 36 36.5 306.3 2450 1296 1332.25 139.5 19460.25 3 10% 23 32 41.5 32.5 529 1024 1722 1056.25 129 16641 4 0% 49.5 46 44.5 46.5 2450 2116 1980 2162.25 186.5 34782.25 Blok 98 130 122 115.5 3350 5597 4999 4550.75 465.5 70993.75 Jumlah blok 465.5 18495.25 216690.25 70993.75

(17)

Berdasarkan tabel diatas, didapat n = 4, k = 4, nt = 16 Keterangan : n = banyak perlakuan

k = banyaknya kelompok interval nt= n x k  a. Jk total = ∑ x2 –  =18495.25 -= 4952.11 b. Jk perlakuan = ∑ -= –  = 4205.3 c. Jk blok = ∑ -= –  = – 13543.14

(18)

= 138.922

d. Jk galat = Jk total – (Jk blok + Jk perlakuan) = 4952.11 – (138.922+4205.3)

= 4952.11 - 4344.22 = 607.891

Tabel. 4 Analisis Varians dengan Uji F Sumber  Variasi Jk Dk KR = Jk/dk   F Perlakuan 4205.3 4 1051.325 Galat 607.891 12 50.657 Total 4952.11 15 300.290

Berdasarkan tabel F daftar I (Sudjana, 1996), maka: Untuk F (4,12) = 3.26 dengan aras 0,05 Untuk F (4,12) = 5.41 dengan aras 0,01

F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi ada pengaruh antara alcohol (vodka) terhadap gerakmotorik mencit.

Grafik1. Pengaruh Pemberian Vodka pada Gerak Motorik Mencit

0 10 20 30 40 50 60

Interval 1 Interval 2 Interval 3 Interval 4

Kontrol

Vodka 10%

Vodka 20%

(19)

B. Pembahasan

Berdasarkan analisis data hasil pengamatan, diketahui bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) yaitu Ada pengaruh antara jumlah putaran dalam mouse roller  mencit dengan kadar akhohol yang diberikan dapat diterima. Jumlah putaran

mouse roller yang dilakukan tersebut berbeda-beda tergantung dari selang waktu dan kadar alcohol yang diberikan kepada mencit.

Penelitian ini menggunakan mencit sebagai hewan percobaan, yaitu sejumlah 8 ekor mencit. Mencit-mencit ini dipilih berdasarkan jenis kelamin yang sama, yaitu jantan dengan berat badan mencit yang digunakan untuk kadar vodka 40% di gunakan mencit dengan berat badan 20 gr dan 19.5 grm, untuk kadar  vodka 20% digunakan mencit dengan berat badan 13 gr dan 11 gr, untuk kadar  vodka 10% digunakan mencit dengan berat badan 19,5 gr dan 10 gr, untuk kadar  vidka 0% digunakan mencit dengan berat badan 18 gr dan 15 gr. Mencit tersebut di kelompokan dalam 4 kelompok yaitu konsentrasi 40%,20%,10%, digunakan sebagai perlakuan dan 0% digunakan sebagai kontrol.

Jumlah vodka yang diberikan pada tiap-tiap mencit dengan kadar baik 10%, 20% dan 40% disesuaikan dengan berat badan mencit yang digunakan. Untuk   jumlah vodka yang diberikan pada tiap-tiap mencit dapat dilihat pada tabel  berikut:

Tabel. 5 Volume Penyondean Vodka / BB

 No Berat mencit (gr) Jumlah vodka (mL)

1 20 0.5

2 19.5 0.4875

3 13 0.325

4 11 0.275

(20)

6 10 0.25

Pada kelompok kontrol yang masing-masing masing menggunakan berat  badan 18 gr dan 15 gr tidak diberi vodka. Tapi semua mencit baik yang diberi vodka maupun tidak tetap dihitung gerakannya dalam rotarod setiap satu menit sekali. Percobaan yang dilakukan dimulai dari mencit yang diberi kadar vodka 40%. Hal ini supaya data yang didapat dari percobaan tersebut dapat digunakan sebagai acuan berapa lama perhitungan dilakukan untuk mencit dengan pemberian kadar dibawah 40%.

Dari ketiga kelompok mencit yang telah diberi perlakuan, diperoleh data sebagai berikut :

Keaktifan gerak mencit pada kelompok ini, dapat dikatakan semakin menurun. Mencit bergerak memutari rotarod pada interval 1 dan 2 yaitu pada menit 1 sampai 10. Sementara pada interval selanjutnya mencit sudah tidak   bergerak/diam ditempat tetapi jantungnya masih berdenyut.

Keaktifan gerak mencit pada kelompok yang ke dua ini, dapat dikatakan fluktuatif atau tidak tetap. Selain itu pada kelompok ini gerakanya lebih banyak 

 No Kadar  alkohol Mencit ke BB Interval 1 2 3 4 1 40% 1 20 8 3 0 0 2 19.5 8 2 0 0  No Kadar 

alkohol Mencit ke- BB(gr)

Interval

1 2 3 4

2 20% 1 13 25 54 37 50

(21)

karena kadar yang diberikan lebih kecil dibandingkan kadar yang diberikan pada kelompok 1. Fluktuatif gerak mencit tersebut dapat diketahui dari, mencit 1dengan berat 13 gr bergerak sebanyak 25 putaran pada interval 1, interval 2 sebanyak 54 putaran, interval 3 sebanyak 37 putaran dan interval ke-4 sebanyak  50 putaran. Sedangkan untuk mencit ke-2 dengan berat 11 gr, pada interval 1  bergerak sebanyak 10 putaran, interval 2 sebanyak 45 putaran, interval 3 sebanyak 

35 putaran dan pada interval ke-4 sebanyak 23 putaran.

Keaktifan gerak mencit pada kelompok yang ke-3 ini, dapat dikatakan fluktuatif atau tidak tetap. Fluktuatif gerak mencit tersebut dapat diketahui dari, mencit 1dengan berat 19.5 gr bergerak sebanyak 20 putaran pada interval 1,

interval 2 sebanyak 32 putaran, interval 3 dan interval 4 sebanyak 50 putaran. Sedangkan untuk mencit ke-2 dengan berat 10 gr, pada interval 1 bergerak  sebanyak 26 putaran, interval 2 sebanyak 32 putaran, interval 3 sebanyak 33  putaran dan pada interval ke-4 sebanyak 15 putaran.

Keaktifan gerak mencit pada kelompok yang ke-4 ini, dapat dikatakan fluktuatif atau tidak tetap. Fluktuatif gerak mencit tersebut dapat diketahui dari, mencit 1dengan berat 18 gr bergerak sebanyak 42 putaran pada interval 1, interval 2 sebanyak 41 putaran, interval 3 sebanyak 48 putaran dan interval 4 sebanyak 39

 No Kadar  alkohol Mencit ke- BB(gr) Interval 1 2 3 4 3 10% 1 19.5 20 32 50 50 2 10 26 32 33 15  No Kadar  alkohol Mencit ke- BB(gr) Interval 1 2 3 4 4 0% 1 18 42 41 48 39 2 15 57 51 41 54

(22)

 putaran. Sedangkan untuk mencit ke-2 dengan berat 15 gr, pada interval 1  bergerak sebanyak 57 putaran, interval 2 sebanyak 51 putaran, interval 3 sebanyak 

41 putaran dan pada interval ke-4 sebanyak 54 putaran.

Menurut tinjauan pustaka (Fernando, 1997), Alkohol mempengaruhi fungsi otak karena akan menghambat banyak system neurotransmitter, terhambat atau terganggunya neurotransmitter akan mengganggu keseimbangan antara inhibitor  dan exitator. Neurotransmitter utama di otak yang menghambat neurotransmitter  exitator untuk bekerja karena pengaruh alkohol adalah asam aspartat dan asam glutamat. Kedua neurotransmitter bereaksi dengan reseptor NMDA, karena keduanya merespon proses sintesis kimia N-metil-D-aspartat.

Pemberian alkohol disini adalah alkohol merek vodka, dimana teknik   pemberian vodka melalui teknik sonde menggunakan jarum sonde. Teknik sonde

ini dipilih karena alkohol akan lebih mudah diabsorpsi melalui saluran  pencernaan. Karena pada umumnya, ketika manusia mengkonsumsi obat

dimasukkan melalui mulut untuk dibawa melalui saluran pencernaan.

Alkohol ini dapat dimetabolisme dalam tubuh melalui tiga cara: Jalur  Sitosol, Jalur Peroksisom, dan Jalur Mikrosom (Zukhari, 2006)

a. Jalur Sitosol

Jalur ini adalah proses oksidasi dengan melibatkan enzim Alkohol Dehidrogenase (ADH). Proses oksidadi dengan ADH ini terutama terjadi di dalam hepar. Metabolismenya akan menghasilkan asetaldehid. Asetaldehid merupakan produk yang sangat reaktif dan sangat beracun sehingga menyebabkan kerusakan beberapa jaringan atau sel.

 b. Jalur Peroksisom

Sistem ini berlangsung dalam peroksisom dengan menggunakan katalase. Pada jalur ini diperlukan H2O2. Sistem ini diperlukan ketika

kadar alkohol dalam tubuh meningkat. c. Jalur Mikrosom

(23)

Jalur ini juga sering disebut dengan sistem SOME (Sistem Oksidasi Etanol Mikrosom). Sistem ini melibatkan enzim sitokrom P450 yang  berada dalam mikrosom.

Konsumsi alkohol jangka pendek dapat menekan fungsi otak dengan mengubah keseimbangan antara eksitatori dan inhibitori neurotransmitor. Alkohol ini bertindak seperti depresan dengan meningkatkan neurotransmitor inhibitor. Depresan efek alkohol pada neuron menyebabkan penurunan perhatian, perubahan dalam memori, perubahan gerak motorik. Pengkonsumsian alkohol ini dapat memberi efek terhadap reseptor inhibitor glisin. Glisin ini merupakan neutransmittor utama inhibitor otak. (Fernando, 1997)

Dalam penelitian yang dilakukan, menurut tinjauan pustaka di atas, alkohol yang diberikan dengan penyondean ke sistem pencernaan mencit ini akan meningkatkan neutansmittor inhibitorik glisin. Reseptor glisin yang merupakan neutransmittor inhibitor ini akan meningkatkan terjadinya transport ion dalam mekanisme inhibitorik perjalanan impuls. Neutransmittor glisin, akan terstimulasi masuknya ion Ca2+ ke membran pasca sinaps, sehingga neutransmittor ini keluar. Karena glisin ini merupakan neutransmittor inhibitor maka reseptor nya di merman pra sinaps akan lebih permeable terhadap ion K + sehingga tidak akan terjadi beda potensial untuk proses perjalanan impuls.

Selain penjalaran neutransmittor, ada juga proses penghantaran impuls oleh pengaturan saraf oleh Hipotalamus. Hasil pencernaan dari alkohol ini akan memberi impuls kepada sistem saraf. Impuls tersebut akan ditangkap oleh reseptor viseral di saluran pencernaan. Kemudian informasi impuls tersebut akan diteruskan ke saraf eferen, lalu kemudian di lanjutkan ke sistem saraf pusat yaiu hipotalamus. Impuls tersebut diolah di hipotalamus, kemudian diterjemahkan daan dihantarkan ke organ efektor melalui saraf eferen. Efektor dalam hal ini adalah otot skeletal atau otot rangka dimana terdapat saraf-saraf somatic yang telah terstimulasi oleh informasi dari saraf eferen. Respon nyata yang terlihat dalam  penelitian ini yaitu mulai melemahnya gerak motorik mencit ketika ada pemberian  perlakuan alkohol dengan konsentrasi yang berbeda-beda.. Berdasarkan data yang

(24)

didapatkan setalah penelitian dilakukan gerak mencit dengan pemberian alkohol konsentrasi lebih tinggi akan lebih berkurang keaktifanya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

(25)

Setelah melakukan penelitian mengenai efek alkohol dengan berbeda konsentrasi mempengaruhi gerak motorik mencit ini, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Pemberian Alkohol dengan konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap gerak motorik mencit ( Mus musculus).

2. Pemberian Alkohol dengan konsentrasi tinggi akan mengakibatkan efek penurunan koordinasi gerak motorik mencit dengan sangat cepat. 3. Mencit yang menjadi kontrol (tidak ada pemberian alkohol) memiliki

keaktifan yang tinggi pada gerak motoriknya.

4. Alkohol yang diberikan akan member stimulus untuk keluarnya neutansmittor inhibitorik dimana akan terhambatnya penjalaran impuls.

B. Saran

Saran untuk peneliti

1. Dalam melakukan penelitian sebaiknya peneliti mengetahui bagaimana efek yang ditimbulkan dari alkohol terhadap gerak motorik.

2. Dalam melakukan penelitian, peneliti sebaiknya menguasai teknik  handling dan teknik oral melalui sonde ke saluran pencernaan dengan  baik.

3. Dalam melakukan penelitian sebaiknya peneliti mengetahui perkiraan waktu yang diperlukan untuk alkohol dapat bereaksi.

Saran untuk pembaca

1. Menghindari pengkonsumsian alkohol karena dapat mempengaruhi kerja sistem saraf untuk gerak motorik tubuh.

(26)

2. Dalam mengkonsumsi alkohol hendaknya jangan berlebih dan tidak  menggunakan alkohol dengan konsentrasi yang tinggi karena dapat  berefek cepat terhadap sistem koordinasi tubuh dan dapat

mengakibatkan kematian.

TINJAUAN PUSTAKA

Christianto Adhy. 2008. Pengaruh Minuman Berakohol terhadap Jumlah Lapisan Sel Spermatogenikdan Berat Vesikula Seminalis Mencit . Program Studi Biologi FMIPA. Universitas Widya Manggala Madiun

(27)

Darby, W.J. 1979. The Nutrient Contribution of Fermented Beverage.New York:Costinenu and William J. Darby Academic Press

Donelly, Brian, et all .  Evaluation of The Methadone-Alcohol Interaction I.  Alteration of Plasma Concentration Kinetics. Journal of Analytical

Toxicology Vol. 7 September/Oktober (Hal. 246-248)

Euis Heryanti dan Nur Faizah. 2004. Diktat Kuliah : Psikologi FAAL. Bandung: Fakulta Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia

Hawari, D. 1991.  Penyalahgunaan Narkotikadan Zat Adiktif . Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Ian Kay. 2002. Fisiologi Hewan. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES Ihwan Narwanto, dkk. 2007. Pengaruh Etanol secara Kronik terhadap Jumlah

Sel Piramidial di Ca1 Hippocampus Tikus (Rattus norvegicus)Remaja. Jurnal Anatomi Indonesia Vol. 02 No. 1 Agustus (hal. 29-33)

Ihwan Narwanto, dkk. 2008.  Pemberian Etanol Jangka Panjang Menurunkan  Memori Kerja Spasial pada Tikus. Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol XXIV  No. 2 Agustus

 Nani Cahyani Sudarsono. 2004.  Motorik Simpatik . Departemen Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta

Sarwito Amin. 2003. Sistem Saraf sebagai Pengendali Tubuh. Departemen Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta

Velenzuela C. Fernando. 1997. Alcohol and Neutransmitter Interaction. Jurnal Alcohol Health and Research World Vol. 21 No. 2 (Halaman 144-148)

Wiwi Isnaeni. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Zukhari, Samir. 2006. Overview:  How is Alcohol Metabolized by The Body?.  National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA) 5635 Fisher 

Land: MSC 9304 Bethesida

Lampiran 1

Jurnal Kegiatan Mahasiswa Dalam Melaksanakan Penelitian Penelitian dan Menyusun Laporan Proyek Fisiologi Hewan

(28)

Kelompok 6

1. Irma Khomsah (4401411045) 2. Puji Agustina (4401411050) 3. Siti Marpuah (4401411064) 4. Rezeki Suci M (4401411069)

(29)

Semarang, 07 Juni 2013 No

.

Kegiatan Tanggal Nama Mahasiswa

yang Hadir

1. Mencari berbagai

 jurnal yang berkaitan dengan judul proposal  penelitian (penelusuran pustaka) 20 Maret 2013 22 Maret 2013 24 Maret 2013 Irma Khomsah Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M 2. Proses pembuatan  proposal penelitian 29 Maret 2013 30 Maret 2013 06 April 2013 Irma Khomsah Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M 3. Konsultasi proposal dengan bu Wulan Cristijanti 18 April 2013 02 Mei 2013 Irma Khomsah Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M 4. Permintaan ACC  proposal penelitian kepada bu Wulan Cristijanti

15 Mei 2013 Irma Khomsah

Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M

5 Konsultasi Laboran 18 Mei 2013 Irma Khomsah

Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M 6. Proses latihan menyonde alkohol  pada mencit

22 Mei 2013 Irma Khomsah

Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M 7. Proses persiapan alat

dan bahan 24 Mei 2013 25 ei 2013 Irma Khomsah Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M

8. Pelaksanaan penelitian 26 ei 2013 Irma Khomsah

Puji Agustina Siti Marpuah

Rezeki Suci M 9. Penyusunan laporan 3 Juni 2013

4 Juni 2013 5 Juni 2013 6 Juni 2013 Irma Khomsah Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M 10. Pengumpulan laporan  penelitian

7 Juni 2013 Irma Khomsah

Puji Agustina Siti Marpuah Rezeki Suci M

(30)

Mengetahui,

Dosen Pengampu I Dosen Pengampu II

Drs. Adytya marianti, M. Si. Dra. Wulan Christijanti

Lampiran 2

Dokumentasi Pelaksanaan Proyek Penelitian Pengaruh Alkohol terhadap Gerak Motorik Mencit ( Mus musculus)

(31)

Foto. 1 Alkohol Vodka

Foto. 2 Peralatan Penelitian

(32)

Foto. 5 Teknik Handling Foto. 6 Teknik Sonde

Foto. 7 Pengukuran Waktu

Foto. 8 Gerakan Memutar Rotarod

Gambar

Tabel 1. Data Pengamatan Pengaruh Alkohol terhadap Gerak Motorik Mencit.

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP ASPEK REPRODUKSI MENCIT (Mus musculus) SWISS

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kenikir dalam melindungi sel hepar (hepatosit) mencit (Mus musculus L.) dari kerusakan akibat

PENGARUH PAJANAN LAMPU MERKURI TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA PADA MENCIT JANTAN.. ( Mus

PENGARUH EKSTRAK ANGGUR MERAH ( Vitis vinifera L.) TERHADAP. GAMBARAN HISTOLOGIS HEPATOSIT MENCIT ( Mus

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian genistein terhadap sistem reproduksi mencit (Mus musculus) jantan, pada sel-sel germinal dalam tubulus seminiferus

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian genistein terhadap sistem reproduksi mencit (Mus musculus) jantan, pada sel-sel germinal dalam

Perkembangan embrio mencit ( Mus musculus ) adalah perkembangan embrio yang akan diamati yaitu jumlah fetus per induk, berat badan fetus dan panjang fetus. mencit (

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian perasaan daun sukun ( Artocarpus artilis ) terhadap penyembuhan luka iris pada mencit ( Mus musculus