• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PKL Teknik Otomotif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PKL Teknik Otomotif"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI INDOMOBIL SUMBERBARU

OVERHOUL KOPLING TIPE DUAL CLUTCH

PADA MOBIL VW GOLF

Disusun oleh :

Nama : CHOIRUL WIDYA PRASETYO

NIM : 5202412029

Jurusan/Prodi : Pendidikan Teknik Otomotif S1

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2015

(2)
(3)

iii ABSTRAK

Choirul Widya Prasetyo

OVERHOUL KOPLING TIPE DUAL CLUTCH PADA MOBIL VW GOLF di Indomobil Sumberbaru Semarang

Pendidikan Teknik Otomotif S1-Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang

Tahun 2015

Seiring dengan perkembangan zaman, pengguna mobil terus meningkat setiap tahunnya. Setiap pabrik kendaraan selalu berusaha enciptakan teknologi dan rancangan kendaraan yang nyaman, aman, dan menarik perhatian konsumen. Teknologi kendaraan yang canggih tidak terlepas dari adanya kerusakan pada setiap komponen yang disebabkan cara berkendara pengguna yang berbeda-beda, umur komponen kendaraan, dan kondisi lingkungan atau jalan yang tidak selalu baik. Hal tersebut mengakibatkan pengendara sering memindahkan gigi. Adapun tujuan dari penulisan laporan ini, yaitu (1) untuk mengetahui tata cara penggantian Kanvas Kopling VW Golf type Dual clutch dengan baik dan benar. (2) Untuk mengetahui cara pemilihan Shim yang tepat.

Metode pengumpulan yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, studi pustaka. Metode observasi dilakukan dengan pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan secara langsung. Metode dokumentasi dilakukan dengan mengambil gambar atau foto-foto saat melakukan kegiatan di lapangan. Metode studi pustaka dilakukan dengan cara mencari dan membaca buku-buku sebagai referensi materi yang menunjang.

Penggantian kopling dual clutch harus sesuai dengan prosedur yang ada di manual book dan pengukuran Shim harus tepat agar kopling bekerja dengan baik. Proses penggantian kopling tipe Dual clutch terdiri dari persiapan alat dan bagian penggantinya, pembongkaran, pengukuran ketebalan Shim, perakitan, me-reset ECU dan test drive. Pemasangan harus urut dan sesuai dengan manual book, selain itu komponen kopling tidak boleh terkena minyak pelumas karena menggunakan jenis kopling kering.

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah S.W.T yang senantiasa melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahnya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan di Indomobil Sumberbaru Semarang dengan mengambil topik “OVERHOUL KOLPING DUAL CLUTCH PADA VW GOLF

Laporan ini dapat terselesaikan dengan adanya bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Drs. M Khumaedi, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin UNNES. 2. Drs. Pramono selaku dosen Pembimbing dari jurusan Teknik Mesin.

3. Bapak Carollus Saputra selaku Pimpinan P T . Indomobil Sumberbaru Semarang,

4. Bapak Mintarno selaku pembimbing lapangan di P T . Indomobil Sumberbaru Semarang.

5. Karyawan dan mekanik P T . Indomobil Sumberbaru Semarang.

6. Teman-teman PKL yang selalu mendukung untuk menyelesaikan laporan PKL.

Dalam penulisan laporan ini, penulis berharap semoga karya tulis berupa laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya. Penulis menyadari akan adanya kesalahan dan kekurangan. Untuk itu saran dan kritik sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini.

(5)

v DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... ii ABSTRAK ... iii KATA PENGANTAR ... iv DAFTAR ISI ... v DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan dan Manfaat ... 3

C. Tempat Pelaksanaan ... 4 D. Pengumpulan Data ... 6 BAB II ISI ... 7 A. Pekerjaan/Kegiatan ... 7 B. Pekerjaan Spesifik ... 16 C.Analisis ... 42

BAB III PENUTUP ... 43

A. Simpulan ... 43

(6)

vi

DAFTAR PUSTAKA ... 45 LAMPIRAN ... 46

(7)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Metode Pelaksanaan Kegiatan ... 4 Tabel 2. Jam Kerja Perusahaan ... 9 Tabel 3. Ketebalan Shim yang Digunakan ... 38

(8)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Lokasi Indomobil Sumberbaru Semarang ... 9

Gambar 2. Komponen Sistem Kemudi All New Rio ... 13

Gambar 3. Cara Kerja Direct Shift Dearbox / Dual clutch ... 19

Gambar 4. Lepas Baut Tempat Baterai ... 24

Gambar 5. . Kabel Kopling ... 25

Gambar 6. Konektor unit mekatronika... 25

Gambar 7. Letak baut bintang 18mm ... 26

Gambar 8. Letak Selang, Soket Dan Pengungkit Pada Gearbox ... 26

Gambar 9. . Letak Penyangga gearbox ... 26

Gambar 10. Letak Baut Pengunci Cover Pelindung Panas ... 27

Gambar 11. Baut Pengunci Swingarm Yang Dilepas ... 27

Gambar 12. Pemasangan Sabuk / Kawat Untuk Mengankan Drive Shaft ... 28

Gambar 13. Poros Flange Gearbox ... 28

Gambar 14. Sambungan Knalpot Dan Penyangga ... 29

Gambar 15. Pipa Knalpot Dan Letak Baut Pendek ... 29

Gambar 16. Pemasangan Engine Stand ... 30

Gambar 17. Baut Penyangga Engine Yang di Lepas ... 30

Gambar 18. Pemasangan Gearbox Jack... 31

(9)

ix

Gambar 20. Posisi Kopling Di Bagian Atas ... 32

Gambar 21. Letak Pengunci Hub ... 33

Gambar 23. Melepas Hub ... 33

Gambar 24. Letak Ring Pengunci Kopling ... 34

Gambar 25. Pemasangan Traker Dan Pelepasan Kopling ... 34

Gambar 26. Melepas Kopling Dual Clutch... 35

Gambar 27. Melepas Small Engangement Bearing & Large Engaging Lever 35 Gambar 28. Melepas Baut Small Engaging Lever ... 36

Gambar 29. Pengukuran Shim ... 38

Gambar 30. Bantalan Penguhubung Plastik ... 39

Gambar 31 . Pemasangan Tuas Penarik ... 39

Gambar 32. Pemasangan Tuas Penarik Besar ... 40

Gambar 33. Pemasangan shim pada input shaft ... 40

Gambar 34. Pemasangan shim pada input shaft ... 41

Gambar 35..Pemasangan Ring Pada Coakan ... 41

(10)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. SST (Standart Service Tools ) yang Digunakan ... 46 Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan ... 47 Lampiran 3. Daftar Hadir Dan kegiatan

Praktik kerja lapangan Mahasiswa ... 51 Lampiran 4 . Surat-surat Praktik Kerja Lapangan ... 59

(11)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dunia usaha dan dunia industri selalu membutuhkan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan profesional. Untuk memenuhi tutuntutan tersebut mahasiswa yang nantinya akan menjadi calon tenaga profesional di bidangnya, upaya tersebut tidak akan dapat cukup hanya melalui observasi, namun mahasiswa harus terjun langsung dalam dunia industri yang sebenarnya. Untuk itu calon lulusan Teknik Mesin jenjang S1 diharapkan memiliki pengalaman kerja sehingga dapat menjelaskan bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya apabila nantinya menjadi seorang guru atau pengajar, juga untuk pengalaman pribadi nantinya jika ingin terjun langsung dalam dunia industri.

Bertolak dari hal-hal tersebut lembaga pendidikan khususnya Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang mempunyai tugas menyiapkan tenaga pendidik dan non kependidikan yang professional dan berkualitas dituntut untuk meningkatkan kualitasnya. Kurikulum, sarana prasarana maka untuk itu alat praktik harus ditambah lagi, manajemen yang sehat dan dinamis, serta mahasiswa yang disiplin merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan untuk mencapai tujuan.

(12)

2

Seiring dengan perkembangan zaman di era modern, pengguna mobil terus meningkat setiap tahunnya. Setiap pabrik kendaraan selalu menciptakan teknologi dan rancangan kendaraan yang nyaman, aman dan menarik perhatian konsumen. Dengan berbagai macam teknologi yang ada pada sebuah kendaraan yang canggih akan memikat konsumen. Salah satu teknologi yang terus mengalami perkembangan adalah sistem transmisi dan pemindah daya, salah satunya adala sistem transmisi direct shift gearbox dan sistem pemindah daya/kopling tipe dual clutch.

Teknologi kendaraan yang canggih tidak lepas dari sebuah kerusakan pada setiap komponen yang disebabkan cara berkendara tiap orang yang berbeda-beda, umur komponen/part kendaraan dan kondisi lingkungan sekitar/keadaan jalan yang tidak selalu baik. Hal tersebut mengakibatkan pengendara sering memindahkan gigi. Penelitian ini mengangkat tema mengenai sistem pemindah daya/kopling dan akan menjelaskan tentang tata cara penggantian kopling jenis dual Clutch. Teknologi sistem kopling ini sudah berkembang dan hasil dari perkembangan tersebut pada dasarnya untuk memudahkan dan meningkatkan kenyamanan pengendara dalam mengemudi. Namun selama pemakain terdapat beberapa hal yang membuat komponen dari sistem kopling tidak bisa bekerja lagi secara maksimal.

Kerusakan yang umumnya terjadi karena kondisi jalan yang tidak rata dan naik turun sehingga membuat pengemudi sering bergonta-ganti gigi seiring berjalannya waktu kekuatan kanvas kopling untuk memutus

(13)

dan menghubungkan putaran dari engine ke transmisi akan berkurang/ akibat gesekan kanvas kopling akan aus yang mengakibatkan menurunnya performa dari engine itu sendiri. Oleh karena itu dalam mengatasi keausan komponen tersebut perlu dilakukannya penggantian kanvas kopling. Penggantian dilakukan ketika kondisi dari kopling tersebut sudah melewati batasnya atau dengan gejala sering slip saat memindahkan gigi. oleh sebab itu dilakukan penggantian kanvas kopling. Proses penggantian kanvas kopling dilakukan dengan hati-hati dan teliti agar proses pemasangan kanvas kopling mendapatkan hasil yang maksimal selain itu untuk jenis kopling dual cluth perlu memperhatikan pemilihan ketebalan shim. Agar saat kanvas yang baru telah dipasang kopling dapat bekerja dengan baik.

B. Tujuan dan Manfaat

Tujuan penulisan laporan ini adalah:

1. Untuk mengetahui tata cara penggantian Kanvas Kopling VW Golf type Dual clutch dengan baik dan benar.

2. Untuk mengetahui cara pemilihan Shim yang tepat. Manfaat penulisan laporan ini adalah:

1. Sebagai referensi materi pemeriksaan kompling dual clutch

2. Sebagai referensi untuk melakukan penggantian kopling dual clutch. 3. Sebagai referensi untuk mengetahui cara pengukuran dan pemilihan shim

(14)

4

C. Tempat dan Pelaksanaan

1. Tempat Praktik Kerja Lapangan

Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di PT. Indomobil Sumberbaru beralamat di Jl. Jend. Sudirman 199 Semarang.

2. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dilaksanalkan dalam kurun waktu 40 hari dimulai tanggal 19 Januari – 28 Februari 2015.

Tabel 1. Metode Pelaksanaan Kegiatan

No. Kegiatan Waktu

1. Kegiatan di Kampus UNNES

a. Pra PKL (Pengurusan Administrasi)

b. Pembekalan PKL (oleh Jurusan Teknik Mesin FT UNNES) c. Menyusun Laporan September – Oktober 2014 16 Januari 2015 Februari 2015 – Selesai 2. Kegiatan di Lapangan a. Orientasi dan observasi

lapangan oleh pihak PT. Indomobil Sumberbaru b. Praktik dibawah bimbingan

(15)

c. Penyusunan laporan

Dalam melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan harus melakukan beberapa tahapan. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Pembuatan proposal dan surat permohonan praktik kerja lapangan melalui pihak Jurusan Teknik Mesin dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES).

2. Penyerahan proposal dan surat permohonan Praktik Kerja Lapangan kepada perusahaan yang dijadikan tempat PKL yaitu PT. Indomobil Sumberbaru.

3. Surat balasan dari perusahaan yang nantinya diserahkan kepada Fakultas Teknik bidang kemahasiswaan untuk diproses dan kemudian akan mendapatkan surat penerjunan beserta surat tugas untuk dosen pembimbing.

4. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dilakukan selama 40 hari , yang dimulai tanggal 19 Januari 2015 sampai 28 Februari 2015.

5. Membuat dan menyerahkan surat penarikan kepada perusahaan dimana mahasiswa melakukan Praktik Kerja Lapangan.

6. Mahasiswa membuat laporan dan melakukan bimbingan kepada perusahaan dan dosen pembimbing untuk mempermudah dalam penyusunan laporan.

(16)

6

D. Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan laporan praktik kerja lapangan ini adalah sebagai berikut :

1. Metode Wawancara

Metode yang dilakukan yaitu dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada narasumber untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan selama PKL.

2. Metode Observasi

Metode observasi yang dilakukan adalah pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan secara langsung hal-hal yang diperlukan di lapangan ketika melaksanakan PKL.

3. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi ini yaitu dengan mengambil gambar atau foto-foto saat melakukan kegiatan di lapangan.

4. Metode Studi Pustaka

Metode pengumpulan data dengan cara mencari dan membaca buku-buku sebagai referensi yang berisi materi yang menunjang.

(17)

7 BAB II

ISI

A. Pekerjaan/Kegiatan a. Pekerjaan Secara Umum

a. Sejarah singkat perusahaan

Pt. Indomobil Internasional Adalah Sebuah Perusahaan Otomotif Yang Terbesar Dan Terkemuka Di Indonesia, Dengan Fokus Usaha Di Bidang Ritel, Layanan Purna Jual Dan Pembiayaan Kendaraan Bermotor. Indomobil Dan Anak-Anak Perusahaannya Merupakan Agen Tunggal Pemegang Merek (Atpm) Dan Atau Distributor Dari Sembilan Merek Kendaraan Yang Terkenal, Yaitu Audi, Chery, Foton,Hino, Nissan, Renault, Suzuki, Ssangyong, Volkswagen Dan Volvo. Dengan ragam Produk Yang Mencakup Kendaraan Roda Empat Dan Dua, Atv, Mesin Motor Tempel, Kendaraan Niaga, Kendaraan Serbaguna, Truk, Bis, Alat Berat Dan Kendaraan Angkutan Umum. Indomobil Juga Memiliki Investasi Di Beberapa Perusahaan Jasa Keuangan, Teknologi Informasi, Jasa Pengelolaan Gedung, Manufaktur, Perdagangan, Penyewaan Kendaraan Bermotor Dan Sektor Usaha Lainnya Yang Merupakan Jaringan Distribusi, Suku Cadang Dan Layanan Purna Jual yang Luas Dan Terintegrasi.

(18)

8 a. Visi dan Misi Perusahaan

Visi Pt. Indomobil Sumber Baru:

1. Menjadi perusahaan otomotif terhandal dan terpercaya di dalam negeri

Misi Pt. Indomobil Sumber Baru:

1. Mengembangakan seluruh sumber daya yang dimiliki secara berkesinambungan untuk meningkatkan profesionalisme bagi kepuasan pelanggan

2. Memberikan kontribusi dan berupaya sepenuhnya bagi pengembangan usaha indomobil

3. Memberikan komitmen dan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan dengan memperhatikan kepentingaan lingkungan dan masyarakat.

b. Denah Lokasi Perusahaan

Lokasi Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di PT.Indomobil Sumberbaru yang beralamat Jl. Jend. Sudirman 199 Semarang, berikut disertakan gambar denah lokasinya:

(19)

Gambar 1. Lokasi Indomobil Sumberbaru Semarang (Sumber : google.maps.com)

c. Jam Kerja Perusahaan

Tabel 2. Jam Kerja Perusahaan

Hari Keterangan Waktu

Senin-Kamis Jam kerja 08.30 – 16.30 WIB

Jam Istirahat 12.00 – 13.00 WIB

Jumat Jam Kerja 08.30 – 16.30 WIB

Jam Istirahat 11.00 – 13.00 WIB

Sabtu Jam kerja 08.30 – 14.30 WIB

(20)

10

d. Jenis usaha dan layanan

Jenis usaha PT. Indomobil Sumber Baru mempunyai usaha sebagai berikut :

1. Usaha Di Bidang Servis

Usaha ini berupa usaha jasa yang mana bergerak di bidang otomotif dengan tujuan untuk merawat dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada mobil-mobil VW, Audi dan tak jarang juga menerima jasa perbaikan untuk mobil Toyota, Chevrolet, Masda, dll sekaligus menyediakan suku cadang resmi untuk mobil VW dan Audi.

2. Usaha Di Bidang Penjualan

Usaha ini berupa penjualan produk-produk kendaraan dari VW dan Audi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sehingga pelanggan dapat memilih kendaraan yang diinginkannya.

Jenis layanan yang diberikan di PT. Indomobil Sumber Baru adalah jenis layanan secara in line dan on line.

1. Layanan In Line

Layanan in line adalah layanan penjualan kendaraan produk dari VW dan Audi dan perawatan atau servisnya dimana pelanggan datang langsung ke dealer dan atau bengkel PT. Indomobil Sumber Baru. Kendaraan yang ingin dipilih dan dibeli dapat dikonsultasikan dan ditransaksikan serta semua keluhan pada kendaraan yang hendak

(21)

diperbaiki dapat diinformasikan kepada service advisor untuk didiagnosa.

2. Layanan Secara Online

Layanan online adalah layanan dimana palanggan cukup mengontak pihak PT. Indomobil Sumber Baru apabila ingin membeli mobil dan atau memperbaiki mobilnya yang macet di jalan atau di rumah sehingga pihak Pt. Indomobil Sumber Baru mendatangi pihak palanggan untuk transaksi jual beli dan atau memperbaiki kendaraannya.

e. Struktur Organisasi

Pada Pt. Indomobil Sumber Baru yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman 199, Semarang. Terdapat dua struktur organisasi yaitu struktur organisasi pada unit penjualan atau dealer dan struktur organisasi pada unit perawatan atau bengkel. Secara lebih jelas penjelasan dari masing-masing struktur organisasi adalah sebagai berikut :

1. Struktur Organisasi pada Unit Penjualan atau Dealer

Pada unit penjualan dikepalai oleh seorang manajer penjualan yang mengatur keluar masuknya barang berupa kendaraan produk dari Mitsubishi dan proses pelayanan transaksi jual beli kepada pelanggan. Manajer penjualan mengepalai beberapa pegawai yang terdiri dari pegawai yang mengurusi keluar masuknya barang, sekertaris, kasir, dan sales.

(22)

12

2. Struktur Organisasi pada Unit Perawatan atau Bengkel

Pada unit perawatan atau bengkel dikepalai oleh seorang manajer bengkel (service manager) yang mengatur mekanisme pelayanan servis kendaraan dan keluar masuknya suku cadang atau spare part. Service Manager mengepalai beberapa pegawai yang terdiri dari service advisor, foreman, mekanik/teknisi, kasir, service administration, dan pegawai unit spare part. Secara lebih jelas struktur organisasinya seperti gambar berikut ini:

(23)

Gambar 2.Struktur organisasi PT Indomobil Sumberbaru Semarang (Sumber : PT Indomobil Sumberbaru Semarang,2015)

S T R U K T U R O R G A N IS A S I 2 0 1 5 B E R L A K U P E R P T . IN D O M O B IL S U M B E R B A R U 0 1 J a nu a ri 2 0 1 5 D IR E K S I C E O D E P A R TE M E N K E TE R A N G A N S a le s : S A L E S C o . L u km a n H a ki m E d o H e n d ra -A ri s S a le s C o u n te r : D IR E K SI C E O B R A N C H H E A D B A M B A N G S U B IJ A N T O T a n K im P ia u w C a ro lu s C .D . S a p u tr a M e c h a n ic : S E R V IC E & P A R T S H E A D S la m e t K u rn ia w a n H e ru W in a rn o M in ta rn o K a rt im a n K a s ta m F in a n c e : A d m in S a le s F A D H R G A C o . D y a h P u ji R A b i K u s w o ro S e c u ri ty : T u ki jo S h a ri l A d u n g Y a h m in S la m e t W id o d o M a n P o w e r IS B M an P ow er I SB A CT VC T TTL BO D D IR/ D .D IR/ A SS .D IR G M /D G M M G R A SS .M G R 1 0 1 SP V 1 0 1 ST A FF 13 0 13 TO TA L 15 0 15 D ia ju k a n o le h : D ik e ta h u i o le h : D is e tu ju i o le h : A bi K us w or o Tg l. 01 J an ua ri 20 15 Tg l. G R O U P H E A D / S E C TI O N H E A D

(24)

14

Tugas dan tanggung jawab masing-masing pegawai adalah sebagai berikut : 1. Direksi

a. Membuat daftar pemegang saham, daftar khusus, risalah RUPS dan risalah rapat direksi.

b. Membuat laporan tahunan dan dokumen keuangan Perseroan.

c. Memelihara seluruh daftar, risalah dan dokumen keuangan Perseroan. d. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan. 2. CEO

a. Memimpin dan mengambil keputusan perusahaan. b. Memberi saran kepada direksi.

c. Menggerakan perubahan dalam organisasi. 3. Branch Head

a. Memonitor dan mengevaluasi pencapaian target penjualan secara berkelanjutan.

b. Berkoordinasi dengan pusat dan cabang lain untuk penentuan wilayah penjualan dan koordinasi target penjualan.

c. Menjalankan tugas-tugas terkait lainnya dalam upaya pencapaian target cabang.

4. Sales

a. Melakukan penjualan dalam target waktu tertentu.

b. Menganalisa dan mengembangkan strategi marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dg target yang ditentukan.

(25)

c. Menerapkan budaya, sistem, dan peraturan intern perusahaan serta menerapkan manajemen biaya, untuk memastikan budaya perusahaan dan sistem serta peraturan dijalankan dengan optimal.

5. Service & Parts Co.

a. Memonitori kinerja mekanik dan bagian penjualan spareparts. b. Menangani permasalahan yang tidak bisa ditangani oleh mekanik. 6. Mechanic

a. Melayani jasa service.

b. Menangani penjualan spareparts. 7. FAD HRGA Co.

a. Menangani keuangan yang berhubungan dengan pusat dan pajak. b. Memonitori kinerja finance dan security.

c. Bertanggung jawab atas segala aktivitas keuangan. d. Membuat laporan keuangan.

8. Finance

a. Menangani dan mencatat transaksi keuangan kantor.

b. Melakukan penginputan semua transaksi keuangan ke dalam program. c. Menyiapkan dokumen penagihan invoice/kuitansi tagihan beserta

kelengkapannya.

d. Membuat laporan harian Bank dan kas. 9. Security

(26)

16

B. PEKERJAAN SPESIFIK (Over Houl Sistem Kopling Dual Clutch) 1. Sistem Kopling Dual Clutch

Transmisi kopling ganda digunakan untuk menggabungkan kelebihan dari sistem transmisi manual dan otomatis. Transmisi manual memiliki keunggulan dalam hal respons cepat dan minim selip. Sedangkan transmisi otomatis unggul karena mengurangi beban kerja pengemudi dalam memindahkan posisi gigi. Mekanisme kerja sistem transmisi kopling ganda ini seperti transmisi manual yang dioperasikan secara elektronik. Sistem ini pertamakali diperkenalkan oleh Volkswagen Grup memakai kopling layaknya transmisi manual.

Prinsip kerjanya, kopling pertama melayani perbandingan gigi 1, 3 dan 5 serta mundur. Sementara kopling kedua melayani gigi 2, 4 dan 6. Volkswagen Golf GTI membuat semua poros input dari mesin pada kopling pertama dan kedua berada dalam satu garis lurus. Kopling ganda yang digunakan sudah tidak lagi direndam oli, Tetapi menggunakan kopling kering. Hal tersebut bertujuan agar memperingkas konstruksi kopling dan memghilangkan selip dari cairan pelumas, membuat bobotnya berkurang dan respons terhadap perpindahan gigi menjadi lebih baik.

(27)

2. Kelebihan Kopling Dual Clutch

Keunggulan dari sistem kopling Dual Clutch antara lain :

a. Responsif dan minim selip karena tidak lagi menggunakan pelumas.

b. Perpindahan gigi halus dan cepat karena di atur oleh kopmuter. c. Konstruksi kopling lebih ringkas dan ringan

d. Dual clutsh menyediakan karakteristik yang sama mengemudi transmisi manual (yaitu respon cepat throttle dan tidak ada penurunan kecepatan mesin saat pengemudi mengangkat dari pedal gas) dengan kenyamanan otomatis. Namun, kemampuan untuk melakukan gearshifts dekat-instan memberikan keuntungan twin-clutch lebih baik manual dan SMTs.

3. Keterbatasan Kopling Dual Clutch

a. Sama seperti semua transmisi diarahkan: Karena ada sejumlah tetap gigi, dan transmisi tidak dapat selalu menjaga mesin pada kecepatan terbaik untuk daya maksimum atau ekonomi bahan bakar maksimal. Karena itu, transmisi twin-clutch umumnya tidak dapat mengekstrak sebagai kekuatan atau ekonomi bahan bakar dari mesin sebagai transmisi otomatis terus-variabel (CVTs). Tetapi karena transmisi twin-clutch memberikan pengalaman berkendara yang lebih akrab daripada CVTs, kebanyakan driver lebih memilih mereka. Dan sementara twin-clutch memberikan kinerja yang

(28)

18

unggul dibandingkan dengan manual, beberapa driver lebih memilih interaksi yang kopling pedal manual dan perpindahan gigi memberikan.

4. Prinsip Kerja Kopling Dual Clutch

Gambar 3.Cara Kerja Direct Shift Dearbox / Dual clutch

(Sumber: http://cars.about.com

/od/thingsyouneedtoknow/a/ag_howDSGworks.htm )

Dual-clutch gearbox, tersedia dalam 6-kecepatan dan 7-kecepatan versi, tidak seperti transmisi otomatis konvensional. Dua gearbox independen yang terhubung di bawah beban ke mesin pada gilirannya, tergantung pada gigi saat, melalui dua drive shaft. Sebuah poros keluaran ditugaskan untuk setiap gearbox berlaku torsi ke roda didorong melalui gigi diferensial. Cengkeraman dan gearbox

(29)

dioperasikan hidrolik dengan mekatronik gearbox (kombinasi mekanik dan elektronik). Unit kontrol transmisi elektronik, sensor dan kontrol hidrolik bentuk satuan satu unit.

Unit kontrol menggunakan informasi seperti kecepatan mesin, kecepatan jalan, posisi pedal gas dan modus mengemudi untuk memilih gigi yang optimal dan untuk menentukan titik pergeseran ideal. Unit kontrol kemudian menerapkan perintah pergeseran dalam urutan tindakan tepatnya terkoordinasi. Setiap perubahan membutuhkan waktu kurang dari empat seperseratus detik. DSG dapat digunakan secara manual, melalui gearlever Tiptronic atau shift paddle opsional.

Kontrol DSG

The langsung pergeseran gearbox menggunakan pergeseran transmisi tuas, sangat mirip dengan transmisi otomatis konvensional. tuas dioperasikan di 'depan dan belakang' lurus , dan menggunakan tombol tambahan untuk membantu mencegah pilihan yang tidak disengaja dari pantas pergeseran tuas posisi.

Posisi "P

Posisi P pergeseran tuas persneling berarti bahwa transmisi diatur dalam "Park". Kedua paket kopling sepenuhnya terlepas, semua peralatan-set terlepas, dan 'kunci' transmisi mekanik padat

(30)

20

diterapkan pada roda mahkota diferensial internal. Posisi ini harus digunakan hanya ketika kendaraan bermotor adalah stasioner. Selanjutnya, ini adalah posisi yang harus ditetapkan pada tuas pergeseran sebelum kunci kontak kendaraan dapat dihapus.

Posisi "N"

Posisi N dari pergeseran tuas lantai-mount berarti bahwa transmisi di "netral". Mirip dengan P di atas, baik paket kopling dan semua peralatan-set sepenuhnya terlepas; Namun, kunci parkir juga terlepas.

Posisi "D" mode

Sementara kendaraan bermotor diam dan netral (N), pengemudi dapat memilih D untuk "drive" (setelah pertama menekan pedal rem kaki). Gigi mundur transmisi ini dipilih pada poros K1 pertama, dan K2 kopling luar terlibat pada awal “perkaitan gigi”. Pada saat yang sama, pada poros roda gigi alternatif, sebaliknya gigi kopling K1 juga dipilih (sebelum dipilih ), Kopling pack untuk gigi dua (K2) akan siap untuk terlibat. Ketika sopir melepaskan pedal rem, paket K2 kopling meningkatkan kekuatan penjepit, memungkinkan gigi dua untuk mengambil drive melalui peningkatan 'titik gigitan', dan dengan demikian mentransfer torsi dari mesin melalui transmisi ke drive shaft dan roda jalan, menyebabkan kendaraan untuk bergerak

(31)

maju. Menekan pedal gas terlibat kopling dan menyebabkan peningkatan kecepatan kendaraan maju. Menekan pedal throttle ke dalam (percepatan keras) akan menyebabkan gearbox untuk "berpindah ke" untuk gigi pertama yang memberikan percepatan yang terkait dengan pertama, meskipun akan ada keraguan sedikit sementara gearbox membatalkan pilihan gigi kedua dan memilih gigi satu.

Komputer transmisi yang menentukan ketika gigi kedua (yang terhubung ke kopling kedua) harus sepenuhnya digunakan harus. Tergantung pada kecepatan kendaraan dan jumlah tenaga mesin yang diminta oleh driver (ditentukan oleh posisi pedal throttle), DSG kemudian up-shift. Selama urutan ini, DSG kopling disengages luar pertama sementara secara bersamaan terlibat kopling dalam kedua (semua tenaga dari mesin sekarang akan melalui poros kedua), sehingga menyelesaikan urutan pergeseran. Urutan ini terjadi di 8 milidetik (dibantu oleh pra-seleksi), dan dapat terjadi bahkan dengan pembukaan throttle penuh, dan sebagai hasilnya, hampir tidak ada daya yang hilang.

Setelah kendaraan telah menyelesaikan pergeseran ke gigi dua, gigi pertama segera de-dipilih, dan gigi tiga (berada di poros yang sama sebagai 1 dan 5) sebelum dipilih, dan tertunda. Setelah saatnya tiba untuk pindah ke 3, kopling kedua dan pertama kopling kembali terpasang dengan.

(32)

22

Metode operasi terus dengan cara yang sama untuk gigi yang tersisa ke depan.

Downshifting mirip dengan up-pergeseran tetapi dalam urutan terbalik, dan lebih lambat, pada 600 milidetik, karena Electronic Control Unit mesin, atau ECU, perlu 'blip' throttle sehingga kecepatan mesin crankshaft dapat cocok dengan poros roda gigi yang tepat speed Komputer mobil. Mobil melambat, atau kekuasaan yang lebih diperlukan (saat akselerasi), dan dengan demikian terlibat gigi yang lebih rendah pada poros tidak digunakan, dan kemudian melengkapi downshift tersebut.

Poin pergeseran sebenarnya ditentukan oleh DSG ini transmisi ECU, yang memerintahkan unit hydro-mekanis. ECU transmisi, dikombinasikan dengan unit hydro-mekanis, secara kolektif disebut "mekatronik" Unit atau modul. Karena ECU DSG ini menggunakan "logika fuzzy", pengoperasian DSG dikatakan "adaptif"; [meragukan - mendiskusikan] yaitu, DSG akan "belajar" bagaimana pengguna drive mobil, dan akan semakin menyesuaikan pergeseran menunjuk sesuai sesuai dengan kebiasaan pengemudi.

Posisi "S" mode

Pemilih tuas juga memiliki posisi S. Ketika S dipilih, "Sport" mode diaktifkan di DSG. Mode Sport masih berfungsi sebagai mode otomatis penuh, identik dalam operasi "D" mode, tapi upshifts dan

(33)

downshifts dibuat jauh lebih tinggi mesin rev-range. Hal ini membantu lebih sporty cara mengemudi, dengan memanfaatkan tenaga mesin yang tersedia, dan juga memaksimalkan pengereman mesin. Namun, mode ini memang memiliki efek yang merugikan pada konsumsi bahan bakar kendaraan, bila dibandingkan dengan modus D.

Mode ini mungkin tidak cocok untuk digunakan ketika ingin berkendara dengan cara yang 'tenang'; atau ketika kondisi jalan yang sangat licin, karena es, salju atau hujan deras - karena hilangnya traksi ban mungkin dialami (roda berputar saat akselerasi, dan juga dapat mengakibatkan penguncian roadwheel selama downshifts pada RPM mesin tinggi di bawah throttle tertutup). Pada kendaraan quattro (4WD) dilengkapi ini mungkin sebagian diimbangi oleh drivetrain mempertahankan keterlibatan penuh waktu dari diferensial belakang dalam mode 'S', sehingga distribusi kekuasaan di bawah hilangnya traksi roda depan dapat sedikit ditingkatkan.. Posisi "R"

R posisi pergeseran tuas lantai-mount berarti bahwa transmisi di "retreat". Ini fungsi dalam cara yang mirip dengan D, tapi hanya ada satu 'gigi mundur'. Ketika dipilih, R disorot di layar instrumen.

(34)

24

Posisi Manual

Ketika tuas diposisikan ke mode ini maka secara otomatis kopling menjadi manual.

5.1 Pembongkaran 1. Lepas kedua ban depan

2. Naikan mobil kemudain lepas cover penutup bawah 3. Lepas baterai kemudian lepas tempat baterai

4. Lepas filter udara,Lepas stater

Gambar 4. Lepas Baut Tempat Baterai (Sumber : Database Manual book VW Golf)

5. Lepas kabel kopling dari ballnya jangan sampai penguncinya patah dan perhatikan posisi kabel saat gearbox diturunkan.

(35)

Gambar 5. Kabel Kopling (Sumber : Database Manual book VW Golf)

6. Lepaskan konektor Unit mekatronika dengan menarik dan melepas konektor.Kemudian lepas semua baut atas yang menghubungkan antara mesin dan gearbox.

Gambar 6. Konektor Unit Mekatronika (Sumber : Database Manual book VW Golf)

7. Lepas baut yang terletak di dalam lubang motor starer dengan menggunakan kunci shock bintang 18mm

(36)

26

Gambar 7. Letak Baut Bintang 18mm (Sumber : Database Manual book VW Golf)

8. Lepas semua soket pengungkit dan selang yang berhubungan dengan gearbox

Gambar 8. Letak Selang, Soket Dan Pengungkit Pada Gearbox (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(37)

27

Gambar 9. Letak Penyangga Gearbox (Sumber : Database Manual book VW Golf)

10. Lepaskan cover pelindung panas pada exleshaft, gunakan kunci momen

Gambar 10. Letak Baut Pengunci Cover Pelindung Panas (Sumber : Database Manual book VW Golf)

11. Lepaskan baut pengunci swing arm pada bagian yang dekat dengan roda

Gambar 11. Baut Pengunci Swingarm Yang Dilepas (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(38)

28

12. Amankan Driveshaft dengan menggunakan sabuk khusus atau kawat

Gambar 12. Pemasangan Sabuk / Kawat Untuk Mengankan Drive Shaft (Sumber : Database Manual book VW Golf)

13. Lepas poros kanan Flange gearbox dengan melepas 6 baut 6 mm menggunakan kunci shock dan impack dengan sambungan panjang

Gambar 13. Poros Flange Gearbox (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(39)

14. Lepaskan Sambungan knalpot dan penyangganya

Gambar 14. Sambungan Knalpot Dan Penyangga (Sumber : Database Manual book VW Golf)

15. Lepaskan pipa knalpot sehingga baut yang lebih pendek dapat di lepas juga

Gambar 15. Pipa Knalpot Dan Letak Baut Pendek (Sumber : Database Manual book VW Golf)

16. Lepaskan engine cover pada kepala silinder,pasangkan engine stand kemudian ikat agar aman pada sisi kanan dan kiri seperti gambar.

(40)

30

Gambar 16. Pemasangan Engine Stand (Sumber : Database Manual book VW Golf)

17. Lepas baut penahan bagiapenyangga atas engine bagian atas

menggunakan impack secara perlahan- lahan sembelumnya posisikan meja engine di bagian bawah gearbox agar saat penurunan gearbox lebih mudah

Gambar 17. Baut Penyangga Engine Yang di Lepas (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(41)

18. Pasang gearbox jack , kemudian turunkan mesin pada forklift , sambil pukul - pukul sisi sambngan antara flywheel dengan gearbox dengan menggunakan palu plastik agar lebih mudah

Gambar 18. Pemasangan Gearbox Jack (Sumber : Database Manual book VW Golf)

19. Setelah gearbox turun bersihkan dengan cara menggunakan udara bertekanan ( haiti- hati jangan sampai debu kotorannya terkena kulit )

Gambar 19. Komponen Gearbox Yang Dibersihkan (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(42)

32

20. Lepas 2 penutup segel pelumas / kemudian pasangkan penutup baru sebagai pengaman dari karet agar menghindari pecahnya penutup aslinya.

Gambar 20. Penutup Minyak Pelumas (Sumber : Database Manual book VW Golf)

21. Posisikan gearbox berdiri / posisi kopling dapa bagian atas

Gambar 21. Posisi Kopling Di Bagian Atas (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(43)

22. Lepas ring pengunci dengan menggunakan obeng (-) panjang kecil dan tang circlip

Gambar 22. Letak Pengunci Hub (Sumber : Database Manual book VW Golf)

23. Lepas hub dengan cara menarik ke atas

Gambar 23. Melepas Hub

(Sumber : Database Manual book VW Golf)

24. Lepas pengunci /Ring kopling dengan menggunakan obeng (-) kecil dan tang circlip

(44)

34

Gambar 24. Letak Ring Pengunci Kopling (Sumber : Database Manual Book Vw Golf)

25. Lepas koling dengan menggunakan traker khusus seperti pada gambar , saat melepas tarik dengan diputar-putar agar lebih mudah.

Gambar 25. Pemasangan Traker Dan Pelepasan Kopling (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(45)

26. Tarik traker perlahan untuk melepas kopling

Gambar 26. Melepas Kopling Dual Clutch (Sumber : Database Manual book VW Golf)

27. Lepas bantalan penghubung kecil dan tuas penarik besar

Gambar 27. Melepas Small Engangement Bearing & Large Engaging Lever

(46)

36

28. Lepas 2 baut pengunci tuas penarik kecil dengan obeng (+) besar

Gambar 28. Melepas Baut Small Engaging Lever (Sumber : Database Manual book VW Golf)

5.2 Pemeriksaan Dan Penggantian Kopling Dualclutch

1. Setelah semua komponen dilepas periksa kode yang tertera pada K2

2. Misal terrera penulisan (+) 0,2 dan (-) 0,2 itu adalah ketebalan shim yang nantinya dipilih :

- Silakan baca nilai toleransi kopling off "baru" clutch. Nilai antara minus 0,40 dan ditambah 0,40 milimeter dilengkapi dengan kopling baru.

- Membuat catatan dari nilai ini.

a. Contoh 1: "- 0.40 mm" ditunjukkan pada kopling Anda. Perhitungan terakhir untuk "K 2": "dihitung Anda" nilai kesenjangan minus kopling 2 =1.41 mm dikurangi 0,40 =

(47)

1,01 mm.

b. Contoh 2: "+ 0,20 mm" ditunjukkan pada kopling Anda. Dalam hal ini, perhitungan sebelumnya untuk "K 2" akan: 1,41 mm ditambah 0,20 = 1,61 mm. - Lihat tabel untuk menemukan shim yang benar.

Tabel 3. Ketebalan Shim yang digunakan (Sumber : Database Manual book VW Golf

Hasil pengukuran

Shim yang dugunakan (in millimetres) from to 0.31 0.90 0.8 0.91 1.10 1.0 1.11 1.30 1.2 1.31 1.50 1.4 1.51 1.70 1.6 1.71 1.90 1.8 1.91 2.10 2.0 2.11 2.30 2.2 2.31 2.50 2.4 2.51 2.70 2.6 2.71 3.30 2.8

(48)

38

Sesuaikan Dari shim yang telah disediakan, ukuran shim yang Anda butuhkan. PENTING !

1. hanya boleh memasukkan 1 shim saja

2. selama pemasangan kopling berikutnya. Shim ini harus di bawah bantalan penghubung kecil.

3. Jangan memberi minyak atau apapun gemuk pada komponen yang baru Sebelum kopling dipasang, posisi bantalan keterlibatan "K 1 dan K 2" harus diatur

Gambar 29. Pengukuran Shim

(49)

5.3 Memasang kanvas kopling dual clutch 1. Masukan bantalan penghubung plastik

Gambar 30. Bantalan Penguhubung Plastik (Sumber : Database Manual book VW Golf)

2. Pasangkan tuas menarik kecil dengan klip, pasangkan kedua bautnya kemudian kencangkan , Pengaturan torsi: 8 Nm 90

Gambar 31. Pemasangan Tuas Penarik (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(50)

40

3. Pasang tuas penarik yang lebih besar , pastikan pemasangan pengait sudah sesuai , jangan lanjutkan perkaitan ketika pemasangan tuas belum benar.

Gambar 32. Pemasangan Tuas Penarik Besar (Sumber : Database Manual book VW Golf)

4. Masukakan bantalan penghubung (bearing) dan shim yang telah diukur tadi, Shim harus di bawah bantalan penghubung kecil. Oleh karena itu, masukkan shim pertama.

Gambar 33. Pemasangan Bearing Dan Shim Pada Input Shaft (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(51)

5. Masukkan shim K2

Gambar 34. Pemasangan shim pada input shaft (Sumber : Database Manual book VW Golf)

6. Pasangkan kopling , K1 dan K2 secara bergantian seperti saat menbongkar tadi, perhatikan pemasangan ring pengunci harus sesuai dengan coakan

Gambar 35..Pemasangan Ring Pada Coakan (Sumber : Database Manual book VW Golf)

(52)

42

7. Setelah terpasang semuan lakukan penggantian oli transmisi dan reset kembali data ECU agar kinerja mesin bisa maksimal.

C. Analisis Hasil Kerja

Pada sistem kopling tipe DSG / Dualclutch tidak menggunakan fluida taua minyak pelumas kedalam sistem kerjanya melainkan kopling kering. Karena tidak menggunakan minyak maka sangat rentan sekali mengalami keausan.Keasusan ini dikarenakan banyak faktor, antara lain, pemakain kendaraan di jalan yang naik turun / berkelok-kelok memerlukan penggantian gigi yang lebih banyak dari biasanya. Selain itu jarak tempuh kendaraan dan beban yang dibawa kendaan ituk mmepengaruhi lama atau tidaknya keausan dari kopling tersebut.

Masalah umum yang terjadi apabila terjadi keausan pada kanvas kopling tipe ini antara lain, sering terjadinya miss kopling, loncatan gigi yang tidak sesuai dengan tingkat kecepatannya, menurunnya kinerja dari engine itu sendiri.

Penggantian . saat penggantian kanvas kopling tipe ini juga harus teliti dan harus sesuai prosedur, selain itu hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan sesesuaian ketebalan Shim agar saat dipasang kembali kopling dual clutch dapat bekerja sebagaimna mestinya.

(53)

BAB III PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan isi dari BAB II maka dapat disimpulkan bahwa penggantian kopling Dual Clutch sangatlah memerlukan ketelitian. Penggantian kopling dual clutch harus sesuai dengan prosedur yang ada pada buku manual dan saat pengukuran Shim harus benar- benar tepat agar kopling dapat bekerja dengan baik. Pada proses penggantian steering gear box terdapat alat pendukung yang digunakan, tidak seperti alat yang biasa saja namun ada alat yang bisa dibilang khusus untuk membuka komponen tertentu. Proses penggantian kopling tipe Dual clutch terdiri dari :

1. Persiapan yaitu untuk mempersiapkan alat dan part penggantinya

2. proses pembongkaran sesuai dengan prosedur yang ada pada buku manual

3. Pengukuran ketebalan Shim 4. Perakitan / pemasangan

5. Me-reset ECU ( electronik Control Unit )dan test drive

Dalam pemasangannya pun harus urut dan sesuai buku pedoman, selain itu komponen dari Kopling dual clutch tidak boleh terkaena minyak pelumas / grase Karena menggunakan jenis kopling kering.

(54)

44

B. Saran

Sebelum melakukan prosedur penggantian kanvas kopling dual clutch Rio, seharusnya perlu memerhatikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, sebaiknya berpedoman pada buku pedoman yang ada dan pekerjaan yang dilakukan harus sesuai dengan spesifikasi dan standar pengukuran yang telah ditentukan sehingga performa kendaraan lebih optimal.

(55)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Database VW GOLF Removing Dual Clutch.

Anonim. 2015. Direct shift gearbox. https://en.wikipedia.org/wiki/Direct-shift_gearbox

http://cars.about.com/od/thingsyouneedtoknow/a/ag_howDSGworks.htm

Diakses pada tanggal 13 Mei 2015 Kompas. 2013. Mobil Matic.

http://sains.kompas.com/read/2013/05/27/05553971/Jangan.Salah.Pilih.

Mobil.Matic. Diakses pada tanggal 16 Mei 2015

Volkswagon. 2015. Direct Shift Gearbox.

http://www.volkswagen.co.uk/technology/glossary/dual-clutch-gearbox-dsg.

(56)

46

Lampiran 1. SST (Standart Service Tools ) yang Digunakan

Keterangan :

Support bracket -10 - 222 A- Adjustment plate -3282/59- Adapter -10 - 222 A /8- Gearbox support -3282- Insert tool, 18 mm -T10179- Socket -T10061-

(57)

Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan

Melepas Tempat Baterai

Melepas Konektor , Soket Dan Selang Yang Berhungan Dengan Engine

Memastikan Semua Komponen , dan Baut Pengikat Yang Berhubungan Dengan Engine Telah Terlepas

(58)

48

Melepas 3 Baut Penyangga Engine Pada Bagian Atas

Melepas Rign Pengunci Besar

(59)

Melepas Kopling 2 Dengan Sst

Mencabut Kopling Dari Porosnya

(60)

50

Melepas Shim

Memasang Kembali Ring Pengunci Bagian Dalam

(61)
(62)

52

(63)
(64)

54

(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)

62

(73)

Gambar

Gambar 1. Lokasi Indomobil Sumberbaru Semarang  (Sumber : google.maps.com)
Gambar 2.Struktur organisasi PT Indomobil Sumberbaru Semarang  (Sumber : PT Indomobil Sumberbaru Semarang,2015)
Gambar 3.Cara Kerja Direct Shift Dearbox / Dual clutch  (Sumber: http://cars.about.com
Gambar 4. Lepas Baut Tempat Baterai  (Sumber : Database Manual book  VW Golf)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi selanjutnya yang disingkat K3 Konstruksi adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga

[S9.3] Karyawan, termasuk supervisor, harus dilatih tentang prosedur kesehatan dan keselamatan (K3) yang relevan dengan posisinya saat prosedur direvisi dan catatan pelatihan

Prosedur ini bertujuan untuk menjadi pedoman bagi Departemen Kimia dalam Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium..

Alat dan Informasi Mengenai Kesehatan, Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium Departemen Teknik Lingkungan. Contoh Penggunaan masker dan jas

Kebijakan dan prosedur K3 yang berlaku, keselamatan personel, alat keselamatan personel, bahaya-bahaya yang mungkin timbul di tempat kerja, peralatan proteksi dan

Menguasai pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang meliputi prosedur dan pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium medis serta

Pada penelitian ini akan diteliti mengenali identifikasi resiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), bagaimana tindakan penanganan/ pengendalian K3, serta analisis

Perusahaan sebaiknya merekrut Ahli K3 secepatnya untuk mengisi kekososngan jabatan sekertaris Undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja Permenaker no 2