• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Pembelajaran Ipa Sd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Pembelajaran Ipa Sd"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PEMBELAJARA

MAKALAH PEMBELAJARAN IPA SD

N IPA SD

“ HAKIKAT PEMBELAJARAN IPA

“ HAKIKAT PEMBELAJARAN IPA

 SD

 SD

““

KELOMPOK 1 KELAS 3B

KELOMPOK 1 KELAS 3B

NAMA

NAMA

NO.URUT

NO.URUT

NIM

NIM

NADIAH

NADIAH NUR

NUR QARIMAH

QARIMAH

11

11

105401105416

105401105416

NADIYA

NADIYA MAHARANI

MAHARANI

33

33

105401107616

105401107616

NURUL

NURUL ANITA

ANITA FITRI

FITRI

36

36

105401108016

105401108016

FIFI

FIFI NURFITRIANTI

NURFITRIANTI

38

38

105401108216

105401108216

DWIKI

DWIKI ALAMSAH

ALAMSAH

25

25

105401106816

105401106816

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUA

FAKULTAS KEGURUAN DAN I

N DAN ILMU PENDIDIKAN

LMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

(2)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb. Assalamualaikum Wr.Wb.

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat iman dan nikmat islam kepada kita, tak lupa shalawat beserta memberikan nikmat iman dan nikmat islam kepada kita, tak lupa shalawat beserta salam kami limpah dan curahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

salam kami limpah dan curahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pada kesempatan ini kami selaku penulis mencoba untuk membuat Pada kesempatan ini kami selaku penulis mencoba untuk membuat makalah tentang “

makalah tentang “ HAKIKAT PEMBELAJARAN IPAHAKIKAT PEMBELAJARAN IPA .“ Makalah ini dibuat.“ Makalah ini dibuat untuk memenuh

untuk memenuhi salah satu tugi salah satu tugas mata kuliah as mata kuliah ““ PEMBELAJARAN IPA SD “PEMBELAJARAN IPA SD “ ..

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pembaca. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pembaca. Apabila dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan, kami mohon maaf. Dan Apabila dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan, kami mohon maaf. Dan kami sangat menantikan saran dan kritik pembaca yang sifatnya membangun. kami sangat menantikan saran dan kritik pembaca yang sifatnya membangun. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Makassar, 31 Oktober 2017 Makassar, 31 Oktober 2017

Kelompok 1 Kelompok 1

(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA

KATA PENGANTAR ...PENGANTAR ... 1... 1 DAFTAR

DAFTAR ISI ...ISI ... ... 22

BAB

BAB I I PENDAHULUAN PENDAHULUAN ... 3... 3 A.

A. LATAR LATAR BELAKANG ...BELAKANG ... 3... 3 B.

B. RUMUSAN RUMUSAN MASALAH ...MASALAH ... ... 44 C.

C. TUJUAN TUJUAN ... ... 44

BAB

BAB II II PEMBAHASAN ...PEMBAHASAN ... 5... 5 A.

A. PENGERTIAN PENGERTIAN PENDIDIKAN ...PENDIDIKAN ... 5... 5 B.

B. KONSEP KONSEP IPA IPA ... 6... 6 -- IPA sebagai IPA sebagai Metode Khusus Metode Khusus ... 7... 7 -- IPA IPA sebagai sebagai Metode IlMetode Ilmiah ...miah ... 7... 7 C.

C. KARAKTERISTIK KARAKTERISTIK IPA ...IPA ... ... 77 D.

D. KARAKTERISTIK KARAKTERISTIK BELAJAR BELAJAR IPA ...IPA ... 11... 11 E.

E. Kedudukan IPA sebagai Proses, Kedudukan IPA sebagai Proses, Produk dan Sikap Produk dan Sikap Ilmiah ... Ilmiah ... 1414

BAB

BAB III III PENUTUP ...PENUTUP ... 19... 19 A.

A. Kesimpulan Kesimpulan ... .... 1919 B.

B. Saran Saran ... 19... 19

DAFTAR

(4)

BAB 1

BAB 1

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

A.

A. LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan. Pembahasan materi kuliah Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan. Pembahasan materi kuliah Pembelajaran IPA SD ini akan diawali dengan pembahasan konsep dasar Pembelajaran IPA SD ini akan diawali dengan pembahasan konsep dasar  pembelajaran

 pembelajaran IPA. IPA. Pada Pada Bab Bab 1 1 ini ini anda anda akan akan diajak diajak untuk untuk mempelajari mempelajari HakikatHakikat IPA dan Hakikat Pembelajaran IPA SD.

IPA dan Hakikat Pembelajaran IPA SD.

Kompetensi yang hendaknya dicapai setelah mempelajari unit ini, adalah Kompetensi yang hendaknya dicapai setelah mempelajari unit ini, adalah anda dapat

anda dapat 1)

1) menjelaskan karakteristik IPA,menjelaskan karakteristik IPA, 2)

2) menjelaskan kedudukan IPA sebagai produk, proses, dan sikap,menjelaskan kedudukan IPA sebagai produk, proses, dan sikap, 3)

3) membedakan pengertian belajar dan pembelajaran IPA danmembedakan pengertian belajar dan pembelajaran IPA dan

Materi kajian dalam Bab 1 ini terkait erat dengan materi kajian pada Materi kajian dalam Bab 1 ini terkait erat dengan materi kajian pada materi-materi berikutnya. Kompetensi yang kita capai dari Bab 1 ini digunakan materi-materi berikutnya. Kompetensi yang kita capai dari Bab 1 ini digunakan untuk menelaah Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam untuk menelaah Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum IPA SD/MI. Misal, jika kita hendak mengidentifikasi fakta, konsep Kurikulum IPA SD/MI. Misal, jika kita hendak mengidentifikasi fakta, konsep atau prinsip dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar, maka kita atau prinsip dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar, maka kita memerlukan pengetahuan tentang karakteristik IPA sebagai proses, produk, dan memerlukan pengetahuan tentang karakteristik IPA sebagai proses, produk, dan sikap.

sikap.

Pencapaian kompetensi yang dijabarkan dalam Bab 1 ini bermanfaat bagi Pencapaian kompetensi yang dijabarkan dalam Bab 1 ini bermanfaat bagi calon guru maupun guru sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas sebagai calon guru maupun guru sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas sebagai  perancang

 perancang dan dan pelaksana pelaksana kegiatan kegiatan pembelajaran pembelajaran IPA IPA di di kelas. kelas. Tanpa Tanpa adanyaadanya  pemahaman yang

 pemahaman yang mendalam mendalam terhadap materi terhadap materi kajian kajian Bab 1 Bab 1 ini, niscini, niscaya aya guru tidakguru tidak dapat membelajarkan IPA kepada siswanya secara profesional. Oleh karena itu, dapat membelajarkan IPA kepada siswanya secara profesional. Oleh karena itu,  pelajarilah baik-baik mater

 pelajarilah baik-baik materi Bab 1 ini, i Bab 1 ini, karena pemahaman anda pada karena pemahaman anda pada Hakikat IPAHakikat IPA dan Hakikat Pembelajaran IPA akan memberikan kontribusi dalam profesi anda dan Hakikat Pembelajaran IPA akan memberikan kontribusi dalam profesi anda sebagai guru.

sebagai guru.

Bab 1 ini dibagi dalam beberapa bagian. Pertama tentang karakteristik Bab 1 ini dibagi dalam beberapa bagian. Pertama tentang karakteristik IPA, kedua tentang kedudukan IPA sebagai proses, produk, serta sikap, dan ketiga IPA, kedua tentang kedudukan IPA sebagai proses, produk, serta sikap, dan ketiga

(5)

Pada Bab 1 ini akan mengajak kita untuk mengkaji hakikat IPA, baik Pada Bab 1 ini akan mengajak kita untuk mengkaji hakikat IPA, baik melalui membaca, mengamati simulasi fenomena IPA, maupun kegiatan diskusi. melalui membaca, mengamati simulasi fenomena IPA, maupun kegiatan diskusi. Bahan kajian ini terkait erat dengan bahan kajian berikutnya, utamanya terkait Bahan kajian ini terkait erat dengan bahan kajian berikutnya, utamanya terkait dengan bahan kajian model pembelajaran IPA SD/MI, karena dengan bahan kajian model pembelajaran IPA SD/MI, karena model-model pembelajaran IPA SD/MI selalu menitik beratkan pada pengalaman model pembelajaran IPA SD/MI selalu menitik beratkan pada pengalaman langsung melalui penggunaan berbagai keterampilan proses IPA. Tanpa langsung melalui penggunaan berbagai keterampilan proses IPA. Tanpa  pemahaman yang mendalam

 pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik terhadap karakteristik IPA, sulit IPA, sulit kiranya untuk kiranya untuk dapatdapat mengembangkan model-model pembelajaran yang berfilosofi konstruktivistik. mengembangkan model-model pembelajaran yang berfilosofi konstruktivistik.

B.

B. RUMUSAN MASALAHRUMUSAN MASALAH 1.

1. Menjelaskan apa pengertian pendidikan?Menjelaskan apa pengertian pendidikan? 2.

2. Menjelaskan apa konsep IPA?Menjelaskan apa konsep IPA? 3.

3. Menjelaskan apa karakteristik IPA?Menjelaskan apa karakteristik IPA? 4.

4. Menjelaskan apa karakteristik belajar IPA?Menjelaskan apa karakteristik belajar IPA? 5.

5. Menjelaskan apa Kedudukan IPA Sebagai Proses, Produk dan SikapMenjelaskan apa Kedudukan IPA Sebagai Proses, Produk dan Sikap Ilmiah?

Ilmiah?

C.

C. TUJUANTUJUAN 1.

1. Dapat Menjelaskan apa pengertian pendidikanDapat Menjelaskan apa pengertian pendidikan 2.

2. Dapat Menjelaskan apa konsep IPADapat Menjelaskan apa konsep IPA 3.

3. Dapat Menjelaskan apa karakteristik IPADapat Menjelaskan apa karakteristik IPA 4.

4. Dapat Menjelaskan apa karakteristik belajar IPADapat Menjelaskan apa karakteristik belajar IPA 5.

5. Dapat Menjelaskan apa Kedudukan IPA Sebagai PrDapat Menjelaskan apa Kedudukan IPA Sebagai Proses, Produk dan Sikaposes, Produk dan Sikap Ilmiah

(6)

BAB II

BAB II

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

A.

A. PENGERTIAN PENDIDIKANPENGERTIAN PENDIDIKAN

Pendidikan menurut Siswoyo (2007: 21) merupakan “proses sepanjang Pendidikan menurut Siswoyo (2007: 21) merupakan “proses sepanjang hayat dan perwujudan pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan hayat dan perwujudan pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi dalam rangka pemenuhan dan cara komitmen manusia sebagai segenap potensi dalam rangka pemenuhan dan cara komitmen manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social, serta s

makhluk individu dan makhluk social, serta s ebagai makhluk Tuhan”.ebagai makhluk Tuhan”.

Sugiharto (2007: 3) menyatakan bahwa “pendidikan merupakan suatu Sugiharto (2007: 3) menyatakan bahwa “pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan”.

melalui upaya pengajaran dan latihan”.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu  proses

 proses sadar sadar dan dan terencana terencana dari dari setiap setiap individu individu maupun maupun kelompok kelompok untukuntuk membentuk pribadi yang baik dan mengembangkan potensi yang ada

membentuk pribadi yang baik dan mengembangkan potensi yang ada dalam upayadalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan yang diharapkan, dan dapat pula dikatakan mewujudkan cita-cita dan tujuan yang diharapkan, dan dapat pula dikatakan  bahwa

 bahwa pendidikan pendidikan tidak tidak hanya hanya menitik menitik beratkan beratkan pada pada pengembangan pengembangan pola pola pikirpikir saja, namun juga untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada diri saja, namun juga untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada diri seseorang. Jadi pendidikan menyangkut semua aspek pada kepribadian seseorang seseorang. Jadi pendidikan menyangkut semua aspek pada kepribadian seseorang untuk membuat seseorang tersebut menjadi lebih baik.

untuk membuat seseorang tersebut menjadi lebih baik.

B.

B. KONSEP IPAKONSEP IPA

Istilah Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA dikenal juga dengan istilah sains. Istilah Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA dikenal juga dengan istilah sains. Kata sains ini berasal dari bahasa Latin yaitu scientia yang berarti ”saya tahu”. Kata sains ini berasal dari bahasa Latin yaitu scientia yang berarti ”saya tahu”. Dalam bahasa Inggris, kata sains berasal dari kata science yang berarti Dalam bahasa Inggris, kata sains berasal dari kata science yang berarti ”pengetahuan”. Science kemudian berkembang menjadi social science yang dalam ”pengetahuan”. Science kemudian berkembang menjadi social science yang dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan natural Bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan natural science yang dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu pengetahuan alam science yang dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu pengetahuan alam (IPA).

(7)

Dalam kamus Fowler (1951), natural science didefinisikan sebagai: Dalam kamus Fowler (1951), natural science didefinisikan sebagai: systematic and formulated knowledge dealing with

systematic and formulated knowledge dealing with material phenomena and basedmaterial phenomena and based mainly on observation and induction (yang diartikan bahwa ilmu pengetahuan mainly on observation and induction (yang diartikan bahwa ilmu pengetahuan alam didefinisikan sebagai: pengetahuan yang sistematis dan disusun dengan alam didefinisikan sebagai: pengetahuan yang sistematis dan disusun dengan menghubungkan gejala-gejala alam yang bersifat kebendaan dan didasarkan pada menghubungkan gejala-gejala alam yang bersifat kebendaan dan didasarkan pada hasil pengamatan dan induksi).

hasil pengamatan dan induksi).

Sumber lain menyatakan bahwa natural science didefinisikan sebagai a Sumber lain menyatakan bahwa natural science didefinisikan sebagai a  piece

 piece of of theoretical theoretical knowledge knowledge atau atau sejenis sejenis pengetahuan teorpengetahuan teoritis. itis. IPA IPA merupakanmerupakan cabang pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. IPA didefinisikan sebagai cabang pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena alam yang diperoleh dari sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan  bereksperimen dengan menggu

 bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah.nakan metode ilmiah.

Definisi ini memberi pengertian bahwa IPA merupakan cabang Definisi ini memberi pengertian bahwa IPA merupakan cabang  pengetahuan

 pengetahuan yang yang dibangun dibangun berdasarkan berdasarkan pengamatan pengamatan dan dan klasifikasi klasifikasi data, data, dandan  biasanya

 biasanya disusun disusun dan dan diverifikasi diverifikasi dalam dalam hukum-hukum hukum-hukum yang yang bersifat bersifat kuantitatif,kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu  pengetahuan

 pengetahuan tentang tentang gejala gejala alam alam yang yang dituangkan dituangkan berupa berupa fakta, fakta, konsep, konsep, prinsipprinsip dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah.

metode ilmiah.

Dalam perkembangan selanjutnya, metode ilmiah tidak hanya berlaku bagi Dalam perkembangan selanjutnya, metode ilmiah tidak hanya berlaku bagi IPA tetapi juga berlaku untuk bidang ilmu lainnya. Hal

IPA tetapi juga berlaku untuk bidang ilmu lainnya. Hal yang membedakan metodeyang membedakan metode ilmiah dalam IPA dengan ilmu lainnya adalah cakupan dan proses perolehannya. ilmiah dalam IPA dengan ilmu lainnya adalah cakupan dan proses perolehannya. IPA meliputi dua cakupan yaitu IPA sebagai produk dan IPA sebagai proses. IPA meliputi dua cakupan yaitu IPA sebagai produk dan IPA sebagai proses. Science is both of knowledge and a process (Trowbridge and Sund, 1973:2). Science is both of knowledge and a process (Trowbridge and Sund, 1973:2). Secara umum, kegiatan dalam IPA berhubungan dengan eksperimen. Namun Secara umum, kegiatan dalam IPA berhubungan dengan eksperimen. Namun dalam hal-hal tertentu, konsep IPA adalah hasil tanggapan pikiran manusia atas dalam hal-hal tertentu, konsep IPA adalah hasil tanggapan pikiran manusia atas gejala yang terjadi di alam. Seorang ahli IPA (ilmuwan) dapat memberikan gejala yang terjadi di alam. Seorang ahli IPA (ilmuwan) dapat memberikan sumbangan besar kepada IPA tanpa harus melakukan sendiri suatu percobaan, sumbangan besar kepada IPA tanpa harus melakukan sendiri suatu percobaan, tanpa membuat suatu alat atau tanpa melakukan observasi.

(8)

-- IPA sebagai Metode KhususIPA sebagai Metode Khusus

Metode khusus yang dimaksud merupakan langkah-langkah Metode khusus yang dimaksud merupakan langkah-langkah seorang ilmuwan dalam memperoleh pengetahuan. Pengetahuan tersebut seorang ilmuwan dalam memperoleh pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh berdasarkan gejala-gejala alam. Pengetahuan berupa teori yang diperoleh berdasarkan gejala-gejala alam. Pengetahuan berupa teori yang diperoleh melalui hasil perhitungan atau pemikiran tidak akan bertahan diperoleh melalui hasil perhitungan atau pemikiran tidak akan bertahan kalau tidak sesuai dengan hasil observasi, sehingga suatu teori tidak dapat kalau tidak sesuai dengan hasil observasi, sehingga suatu teori tidak dapat  berdiri

 berdiri sendiri. sendiri. Teori Teori selalu selalu didasari didasari oleh oleh hasil hasil pengamatan. Denganpengamatan. Dengan demikian, IPA juga merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh demikian, IPA juga merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus (Nokes, 1941).

dengan metode khusus (Nokes, 1941).

Planet Neptunus tidak akan dapat ditemukan secara teoritis jika Planet Neptunus tidak akan dapat ditemukan secara teoritis jika sebelumnya tidak ada pengamatan yang menyaksikan suatu keanehan sebelumnya tidak ada pengamatan yang menyaksikan suatu keanehan dalam lintasan planet lainya. Atau dapat dikatakan bahwa Planet Neptunus dalam lintasan planet lainya. Atau dapat dikatakan bahwa Planet Neptunus tidak ditemukan berdasarkan hasil observasi melainkan melalui tidak ditemukan berdasarkan hasil observasi melainkan melalui  perhitungan-perhitungan.

 perhitungan-perhitungan. Demikian Demikian halnya halnya dengan dengan pembuktian pembuktian teoriteori Einstein yang secara ekperimental tidak dilakukan oleh Einstein.

Einstein yang secara ekperimental tidak dilakukan oleh Einstein.

-- IPA sebagai Metode IlmiahIPA sebagai Metode Ilmiah

Jika IPA merupakan suatu jenis pengetahuan teoritis yang Jika IPA merupakan suatu jenis pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan cara yang khusus, maka cara tersebut dapat berupa diperoleh dengan cara yang khusus, maka cara tersebut dapat berupa observasi, eksperimentasi, pengambilan kesimpulan, pembentukan teori, observasi, eksperimentasi, pengambilan kesimpulan, pembentukan teori, observasi dan seterusnya. Cara yang demikian ini dikenal dengan metode observasi dan seterusnya. Cara yang demikian ini dikenal dengan metode ilmiah (scientific method).

ilmiah (scientific method).

C.

C. KARAKTERISTIK IPAKARAKTERISTIK IPA

Istilah Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA dikenal juga dengan istilah sains. Istilah Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA dikenal juga dengan istilah sains. Kata sains ini berasal dari bahasa Latin yaitu scientia yang berarti ”saya tahu”. Kata sains ini berasal dari bahasa Latin yaitu scientia yang berarti ”saya tahu”. Dalam bahasa Inggris, kata sains berasal dari kata science yang berarti Dalam bahasa Inggris, kata sains berasal dari kata science yang berarti  pengetahuan.

 pengetahuan. Science Science kemudian kemudian berkembang berkembang menjadi menjadi social social science science yang yang dalamdalam Bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan natural Bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan natural

(9)

science yang dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu pengetahuan alam science yang dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan ilmu pengetahuan alam (IPA).

(IPA).

Dalam kamus Fowler (1951), natural science didefinisikan sebagai Dalam kamus Fowler (1951), natural science didefinisikan sebagai systematic and formulated knowledge dealing with material

systematic and formulated knowledge dealing with material phenomena and basedphenomena and based mainly on observation and induction yang diartikan bahwa “

mainly on observation and induction yang diartikan bahwa “  ilmu pengetahuan  ilmu pengetahuan alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang sistematis dan disusun dengan alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang sistematis dan disusun dengan menghubungkan gejala-gejala alam yang bersifat kebendaan dan didasarkan pada menghubungkan gejala-gejala alam yang bersifat kebendaan dan didasarkan pada hasil pengamatan dan induksi

hasil pengamatan dan induksi ”. Sumber lain menyatakan bahwa natural science”. Sumber lain menyatakan bahwa natural science didefinisikan sebagai a pieces of theoritical knowledge atau seje-nis pengetahuan didefinisikan sebagai a pieces of theoritical knowledge atau seje-nis pengetahuan teoritis.

teoritis.

IPA merupakan cabang pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. IPA merupakan cabang pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Definisi ini memberi pengertian bahwa IPA merupakan cabang ilmiah. Definisi ini memberi pengertian bahwa IPA merupakan cabang  pengetahuan

 pengetahuan yang yang dibangun dibangun berdasarkan berdasarkan pengamatan pengamatan dan dan klasifikasi klasifikasi data, data, dandan  biasanya

 biasanya disusun disusun dan dan diverifikasi diverifikasi dalam dalam hukum-hukum hukum-hukum yang yang bersifat bersifat kuantitatif,kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu  pengetahuan

 pengetahuan tentang tentang gejala gejala alam alam yang yang dituangkan dituangkan berupa berupa fakta, fakta, konsep, konsep, prinsipprinsip dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah.

metode ilmiah.

Dalam perkembangan selanjutnya, metode ilmiah tidak hanya berlaku bagi Dalam perkembangan selanjutnya, metode ilmiah tidak hanya berlaku bagi IPA tetapi juga berlaku untuk bidang ilmu lainnya. Hal

IPA tetapi juga berlaku untuk bidang ilmu lainnya. Hal yang membedakan metodeyang membedakan metode ilmiah dalam IPA dengan ilmu lainnya adalah cakupan dan proses perolehannya. ilmiah dalam IPA dengan ilmu lainnya adalah cakupan dan proses perolehannya. IPA meliputi dua cakupan yaitu IPA sebagai produk dan IPA sebagai proses. IPA meliputi dua cakupan yaitu IPA sebagai produk dan IPA sebagai proses. Science is both of knowledge and a process.

Science is both of knowledge and a process.

Secara umum, kegiatan dalam IPA berhubungan dengan eksperimen. Secara umum, kegiatan dalam IPA berhubungan dengan eksperimen.  Namun

 Namun dalam dalam hal-hal hal-hal tertentu, tertentu, konsep konsep IPA IPA adalah adalah hasil hasil tanggapan tanggapan pikiranpikiran manusia atas gejala yang terjadi di alam. Seorang ahli IPA (ilmuwan) dapat manusia atas gejala yang terjadi di alam. Seorang ahli IPA (ilmuwan) dapat

(10)

 percobaan,

 percobaan, tanpa tanpa membuat membuat suatu suatu alat alat atau atau tanpa tanpa melakukan melakukan observasi.observasi. Pembuktian teori Einstein secara ekperimental tidak dilakukan oleh Einstein. Pembuktian teori Einstein secara ekperimental tidak dilakukan oleh Einstein. Planet Neptunus pada awalnya tidak ditemukan berdasarkan hasil observasi tetapi Planet Neptunus pada awalnya tidak ditemukan berdasarkan hasil observasi tetapi melalui perhitungan-perhitungan. Dengan demikian, IPA juga merupakan melalui perhitungan-perhitungan. Dengan demikian, IPA juga merupakan  pengetahuan teoritis yang diperoleh deng

 pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus.an metode khusus.

Metode khusus yang dimaksud merupakan langkah-langkah seorang Metode khusus yang dimaksud merupakan langkah-langkah seorang ilmuwan dalam memperoleh pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh ilmuwan dalam memperoleh pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh  berdasarkan

 berdasarkan gejala-gejala gejala-gejala alam. alam. Pengetahuan berupa Pengetahuan berupa teori teori yang diperoleh yang diperoleh melaluimelalui hasil perhitungan atau pemikiran tidak akan bertahan kalau tidak sesuai dengan hasil perhitungan atau pemikiran tidak akan bertahan kalau tidak sesuai dengan hasil observasi, sehingga suatu teori tidak dapat berdiri sendiri. Teori selalu hasil observasi, sehingga suatu teori tidak dapat berdiri sendiri. Teori selalu didasari oleh hasil pengamatan. Planet Neptunus tidak akan dapat ditemukan didasari oleh hasil pengamatan. Planet Neptunus tidak akan dapat ditemukan secara teoritis jika sebelumnya tidak ada pengamatan yang menyaksikan suatu secara teoritis jika sebelumnya tidak ada pengamatan yang menyaksikan suatu keanehan dalam lintasan planet lainya. Jika IPA merupakan suatu jenis keanehan dalam lintasan planet lainya. Jika IPA merupakan suatu jenis  pengetahuan teoritis

 pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan yang diperoleh dengan cara cara yang khusus, maka yang khusus, maka cara cara tersebuttersebut dapat berupa observasi, eksperimentasi, pengambilan kesimpulan, pembentukan dapat berupa observasi, eksperimentasi, pengambilan kesimpulan, pembentukan teori, eksperimentasi, observasi dan seterusnya. Cara yang demikian ini dikenal teori, eksperimentasi, observasi dan seterusnya. Cara yang demikian ini dikenal dengan metode ilmiah (scientific method).

dengan metode ilmiah (scientific method).

Ilmu Pengetahuan Alam sebagai disiplin ilmu memiliki ciri-ciri Ilmu Pengetahuan Alam sebagai disiplin ilmu memiliki ciri-ciri sebagaimana disiplin ilmu lainnya. Setiap disiplin ilmu selain mempunyai ciri sebagaimana disiplin ilmu lainnya. Setiap disiplin ilmu selain mempunyai ciri umum, juga mempunyai ciri khusus/karakteristik. Adapun ciri umum dari suatu umum, juga mempunyai ciri khusus/karakteristik. Adapun ciri umum dari suatu ilmu pengetahuan adalah merupakan himpunan fakta serta aturan yang yang ilmu pengetahuan adalah merupakan himpunan fakta serta aturan yang yang menyatakan hubungan antara satu dengan lainnya. Fakta-fakta tersebut disusun menyatakan hubungan antara satu dengan lainnya. Fakta-fakta tersebut disusun secara sistematis serta dinyatakan dengan bahasa yang tepat dan pasti sehingga secara sistematis serta dinyatakan dengan bahasa yang tepat dan pasti sehingga mudah dicari kembali dan dimengerti

mudah dicari kembali dan dimengerti untuk komunikasi.untuk komunikasi.

Sebagai ilmu, IPA memiliki karakteristik yang membedakannya dengan Sebagai ilmu, IPA memiliki karakteristik yang membedakannya dengan  bidang ilmu lain. Ciri-ciri khusus tersebut dipaparkan berikut in

 bidang ilmu lain. Ciri-ciri khusus tersebut dipaparkan berikut ini.i. a.

a. IPA mempunyai nilai ilmiah artinya kebenaran dalam IPA dapatIPA mempunyai nilai ilmiah artinya kebenaran dalam IPA dapat dibuktikan lagi oleh semua orang dengan menggunakan metode ilmiah dibuktikan lagi oleh semua orang dengan menggunakan metode ilmiah dandan  prosedur

 prosedur seperti seperti yang dilakukan yang dilakukan terdahulu terdahulu oleh oleh penemunya. Contoh: penemunya. Contoh: nilainilai ilmiah ”perubahan kimia” pada lilin yang dibakar. Artinya benda yang ilmiah ”perubahan kimia” pada lilin yang dibakar. Artinya benda yang

(11)

tidak dapat dikembalikan ke sifat benda sebelum mengalami perubahan tidak dapat dikembalikan ke sifat benda sebelum mengalami perubahan atau tidak dapat dikembalikan ke sifat semula.

atau tidak dapat dikembalikan ke sifat semula.  b.

 b. IPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secaraIPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada sistematis, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangan IPA selanjutnya tidak hanya ditandai oleh gejala alam. Perkembangan IPA selanjutnya tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta saja, tetapi juga ditandai oleh munculnya “metode adanya kumpulan fakta saja, tetapi juga ditandai oleh munculnya “metode ilmiah” (scientific methods) yang terwujud melalui suatu rangkaian ”kerja ilmiah” (scientific methods) yang terwujud melalui suatu rangkaian ”kerja ilmiah” (working

ilmiah” (working scientifically), nilai dan “sikapi lmiah” (scientificscientifically), nilai dan “sikapi lmiah” (scientific attitudes).

attitudes). c.

c. IPA merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun denganIPA merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain

yang lain d.

d. IPA merupakan suatu rangkaian konsep yang saling berkaitan denganIPA merupakan suatu rangkaian konsep yang saling berkaitan dengan  bagan-bagan

 bagan-bagan konsep konsep yang yang telah telah berkembang berkembang sebagai sebagai suatu suatu hasilhasil eksperimen dan observasi, yang bermanfaat untuk eksperimentasi dan eksperimen dan observasi, yang bermanfaat untuk eksperimentasi dan observasi lebih lanjut.

observasi lebih lanjut. e.

e. IPA meliputi empat unsur, yaitu produk, proses, aplikasi dan sikap. ProdukIPA meliputi empat unsur, yaitu produk, proses, aplikasi dan sikap. Produk dapat berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum. Proses merupakan prosedur dapat berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum. Proses merupakan prosedur  pemecahan

 pemecahan masalah masalah melalui melalui metode metode ilmiah; ilmiah; metode metode ilmiah ilmiah meliputimeliputi  pengamatan,

 pengamatan, penyusunan penyusunan hipotesis, hipotesis, perancangan perancangan eksperimen, eksperimen, percobaanpercobaan atau penyelidikan, pengujian hipotesis melalui eksperimentasi; evaluasi, atau penyelidikan, pengujian hipotesis melalui eksperimentasi; evaluasi,  pengukuran,

 pengukuran, dan dan penarikan penarikan kesimpulan. kesimpulan. Aplikasi Aplikasi merupakan merupakan penerapanpenerapan metode atau kerja ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. metode atau kerja ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Sikap merupakan rasa ingin tahu tentang obyek, fenomena alam, makhluk Sikap merupakan rasa ingin tahu tentang obyek, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar.

(12)

D.

D. KARAKTERISTIK BELAJAR IPAKARAKTERISTIK BELAJAR IPA

Berdasarkan karakteristiknya, IPA berhubungan dengan cara mencari tahu Berdasarkan karakteristiknya, IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan  pengetahuan

 pengetahuan yang yang berupa berupa fakta-fakta, fakta-fakta, konsep-konsep, konsep-konsep, atau atau prinsip-prinsip prinsip-prinsip sajasaja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pemahaman tentang karakteristik tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pemahaman tentang karakteristik IPA ini berdampak pada proses belajar IPA di sekolah. Sesuai dengan IPA ini berdampak pada proses belajar IPA di sekolah. Sesuai dengan karakteristik IPA, IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta karakteristik IPA, IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek  pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.  pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan karakteristik IPA pula, cakupan IPA yang dipelajari di sekolah tidak Berdasarkan karakteristik IPA pula, cakupan IPA yang dipelajari di sekolah tidak hanya berupa kumpulan fakta tetapi juga proses perolehan fakta yang didasarkan hanya berupa kumpulan fakta tetapi juga proses perolehan fakta yang didasarkan  pada

 pada kemampuan kemampuan menggunakan pengetahuan menggunakan pengetahuan dasar dasar IPA IPA untuk untuk memprediksi memprediksi atauatau menjelaskan berbagai fenomena yang berbeda.

menjelaskan berbagai fenomena yang berbeda.

Uraian karakteristik belajar IPA dapat diuraikan sebagi berikut. Uraian karakteristik belajar IPA dapat diuraikan sebagi berikut. 1.

1. Proses belajar IPA melibatkan hampir semua alat indera, seluruh prosesProses belajar IPA melibatkan hampir semua alat indera, seluruh proses  berpikir,

 berpikir, dan dan berbagai berbagai macam macam gerakan gerakan otot. otot. Contoh, Contoh, untuk untuk mempelajarimempelajari  pemuaian

 pemuaian pada pada benda, benda, kita kita perlu perlu melakukan melakukan serangkaian serangkaian kegiatan kegiatan yangyang melibatkan indera penglihat untuk mengamati perubahan ukuran benda melibatkan indera penglihat untuk mengamati perubahan ukuran benda (panjang, luas, atau volume), melibatkan gerakan otot untuk melakukan (panjang, luas, atau volume), melibatkan gerakan otot untuk melakukan  pengukuran

 pengukuran dengan dengan menggunakan menggunakan alat alat ukur ukur yang yang sesuai sesuai dengan dengan bendabenda yang diukur dan cara pengukuran yang benar, agar diperoleh data yang diukur dan cara pengukuran yang benar, agar diperoleh data  pengukuran

 pengukuran kuantitatif kuantitatif yang yang akurat. akurat. Misalnya Misalnya data data panjang panjang awal awal bendabenda sebelum dipanaskan dan data panjang akhir benda setelah dipanaskan sebelum dipanaskan dan data panjang akhir benda setelah dipanaskan dalam kurun waktu tertentu. Proses ini melibatkan alat indra untuk dalam kurun waktu tertentu. Proses ini melibatkan alat indra untuk mencatat data dan mengolah data agar dihasilkan kesimpulan yang tepat. mencatat data dan mengolah data agar dihasilkan kesimpulan yang tepat. 2.

2. Belajar IPA dilakukan dengan menggunakan berbagai macam caraBelajar IPA dilakukan dengan menggunakan berbagai macam cara (teknik). Misalnya, observasi, eksplorasi, dan eksperimentasi.

(teknik). Misalnya, observasi, eksplorasi, dan eksperimentasi. 3.

3. Belajar IPA memerlukan berbagai macam alat, terutama untuk membantuBelajar IPA memerlukan berbagai macam alat, terutama untuk membantu  pengamatan. Hal

(13)

hanya berdasarkan pengamatan dengan indera, akan memberikan hasil hanya berdasarkan pengamatan dengan indera, akan memberikan hasil yang kurang obyektif, sementara itu IPA mengutamakan obyektivitas. yang kurang obyektif, sementara itu IPA mengutamakan obyektivitas. Misal, pengamatan untuk mengukur suhu benda diperlukan alat bantu Misal, pengamatan untuk mengukur suhu benda diperlukan alat bantu  pengukur

 pengukur suhu suhu yaitu yaitu termometer. termometer. Alat Alat bantu bantu ini ini membantu membantu ketepatanketepatan  pengukuran

 pengukuran dan dan data data pengamatannya pengamatannya dapat dapat dinyatakan dinyatakan secara secara kuantitatif.kuantitatif. Jika pengukuran dilakukan berulang-ulang dengan tingkat ketelitian yang Jika pengukuran dilakukan berulang-ulang dengan tingkat ketelitian yang sama maka data yang diperoleh akan sama. Jika pengukuran dilakukan sama maka data yang diperoleh akan sama. Jika pengukuran dilakukan dengan panca indera saja, maka data yang diperoleh akan berbeda-beda dengan panca indera saja, maka data yang diperoleh akan berbeda-beda dan datanya bersifat kualitatif karena didasarkan pada hal-hal yang dan datanya bersifat kualitatif karena didasarkan pada hal-hal yang dirasakan orang yang melakukan pengukuran. Data kualitatif ini bersifat dirasakan orang yang melakukan pengukuran. Data kualitatif ini bersifat subyektif, karena sangat mungkin keadaan panas benda yang sama, subyektif, karena sangat mungkin keadaan panas benda yang sama, dirasakan oleh dua orang atau lebih yang berbeda, hasilnya berbeda-beda dirasakan oleh dua orang atau lebih yang berbeda, hasilnya berbeda-beda  pula sehingga data yang diperoleh tidak oby

 pula sehingga data yang diperoleh tidak obyektif..ektif.. 4.

4. Belajar IPA seringkali melibatkan kegiatan-kegiatan temu ilmiah (misalBelajar IPA seringkali melibatkan kegiatan-kegiatan temu ilmiah (misal seminar, konferensi atau simposium), studi kepustakaan, mengunjungi seminar, konferensi atau simposium), studi kepustakaan, mengunjungi suatu objek, penyusunan hipotesis, dan yang lainnya. Kegiatan tersebut suatu objek, penyusunan hipotesis, dan yang lainnya. Kegiatan tersebut kita lakukan semata-mata dalam rangka untuk memperoleh pengakuan kita lakukan semata-mata dalam rangka untuk memperoleh pengakuan kebenaran temuan yang benar-benar obyektif. Contoh, sebuah temuan kebenaran temuan yang benar-benar obyektif. Contoh, sebuah temuan ilmiah baru untuk memperoleh pengakuan kebenaran, maka temuan ilmiah baru untuk memperoleh pengakuan kebenaran, maka temuan tersebut harus dibawa ke persidangan ilmiah lokal, regional, nasional, atau tersebut harus dibawa ke persidangan ilmiah lokal, regional, nasional, atau  bahkan

 bahkan sampai sampai tingkat tingkat internasional internasional untuk untuk dikomunikasikan dikomunikasikan dandan dipertahankan dengan menghadirkan ahlinya.

dipertahankan dengan menghadirkan ahlinya. 5.

5. Belajar IPA merupakan proses aktif. Belajar IPA merupakan sesuatu yangBelajar IPA merupakan proses aktif. Belajar IPA merupakan sesuatu yang harus siswa lakukan, bukan sesuatu yang dilakukan untuk siswa. Dalam harus siswa lakukan, bukan sesuatu yang dilakukan untuk siswa. Dalam  belajar

 belajar IPA, IPA, siswa siswa mengamati mengamati obyek obyek dan dan peristiwa, peristiwa, mengajukanmengajukan  pertanyaan,

 pertanyaan, memperoleh memperoleh pengetahuan, pengetahuan, menyusun menyusun penjelasan penjelasan tentangtentang gejala alam, menguji penjelasan tersebut dengan cara-cara yang berbeda, gejala alam, menguji penjelasan tersebut dengan cara-cara yang berbeda, dan mengkomunikasikan gagasannya pada pihak lain. Keaktifan dalam dan mengkomunikasikan gagasannya pada pihak lain. Keaktifan dalam  belajar

 belajar IPA IPA terletak terletak pada pada dua dua segi, segi, yaitu yaitu aktif aktif bertindak bertindak secara secara fisik fisik atauatau hands-on dan aktif berpikir atau minds-on. Keaktifan secara fisik saja hands-on dan aktif berpikir atau minds-on. Keaktifan secara fisik saja

(14)

tidak cukup untuk belajar IPA, siswa juga harus memperoleh pengalaman tidak cukup untuk belajar IPA, siswa juga harus memperoleh pengalaman  berpikir melalui kebiasaan berpikir dalam belajar IPA.

 berpikir melalui kebiasaan berpikir dalam belajar IPA.

Para ahli pendidikan dan pembelajaran IPA menyatakan bahwa Para ahli pendidikan dan pembelajaran IPA menyatakan bahwa  pembelajaran IPA seyogianya melibatkan siswa dalam berbagai ranah, yaitu ranah  pembelajaran IPA seyogianya melibatkan siswa dalam berbagai ranah, yaitu ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif. Hal ini dikuatkan dalam kurikulum IPA yang kognitif, psikomotorik, dan afektif. Hal ini dikuatkan dalam kurikulum IPA yang menganjurkan bahwa pembelajaran IPA di sekolah melibatkan siswa dalam menganjurkan bahwa pembelajaran IPA di sekolah melibatkan siswa dalam  penyelidikan yang berorientasi

 penyelidikan yang berorientasi inkuiri, dengan interaksi inkuiri, dengan interaksi antara siswa antara siswa dengan gurudengan guru dan siswa lainnya. Melalui kegiatan penyelidikan, siswa membuat hubungan dan siswa lainnya. Melalui kegiatan penyelidikan, siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan ilmiah yang antara pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan ilmiah yang ditemukannya pada berbagai sumber, siswa menerapkan materi IPA untuk ditemukannya pada berbagai sumber, siswa menerapkan materi IPA untuk mengajukan pertanyaan, siswa menggunakan pengetahuannya dalam pemecahan mengajukan pertanyaan, siswa menggunakan pengetahuannya dalam pemecahan masalah, perencanaan, membuat keputusan, diskusi kelompok, dan siswa masalah, perencanaan, membuat keputusan, diskusi kelompok, dan siswa memperoleh asesmen yang konsisten dengan suatu pendekatan aktif untuk belajar. memperoleh asesmen yang konsisten dengan suatu pendekatan aktif untuk belajar. Dengan demikian, pembelajaran IPA di sekolah yang berpusat pada siswa dan Dengan demikian, pembelajaran IPA di sekolah yang berpusat pada siswa dan menekankan pentingnya belajar aktif berarti mengubah persepsi tentang guru menekankan pentingnya belajar aktif berarti mengubah persepsi tentang guru yang selalu memberikan informasi dan menjadi sumber pengetahuan bagi siswa. yang selalu memberikan informasi dan menjadi sumber pengetahuan bagi siswa.

Ditinjau dari isi dan pendekatan kurikulum pendidikan sekolah tingkat Ditinjau dari isi dan pendekatan kurikulum pendidikan sekolah tingkat  pendidikan

 pendidikan dasar dasar dan dan pendidikan pendidikan menengah menengah yang yang berlaku berlaku saat saat ini ini maupunmaupun sebelumnya, pembelajaran di sekolah dititikberatkan pada aktivitas siswa. Dengan sebelumnya, pembelajaran di sekolah dititikberatkan pada aktivitas siswa. Dengan cara ini diharapkan pemahaman dan pengetahuan siswa menjadi lebih baik. cara ini diharapkan pemahaman dan pengetahuan siswa menjadi lebih baik. Ke-nyataan di lapangan, aktivitas siswa sering diartikan sempit. Bila siswa aktif nyataan di lapangan, aktivitas siswa sering diartikan sempit. Bila siswa aktif kegiatan, walaupun siswa sendiri tidak mengetahui (merasa pasti) untuk apa kegiatan, walaupun siswa sendiri tidak mengetahui (merasa pasti) untuk apa ber- buat

 buat sesuatu sesuatu selama selama pembelajaran, pembelajaran, maka maka dianggap dianggap pembelajaran pembelajaran sudah sudah menerap- menerap-kan pendekatan yang aktif.

kan pendekatan yang aktif.

Proses pembelajaran IPA di sekolah menekankan pada pemberian Proses pembelajaran IPA di sekolah menekankan pada pemberian  pengalaman

 pengalaman langsung langsung untuk untuk mengembangkan mengembangkan kompetensi kompetensi agar agar menjelajahi menjelajahi dandan memahami alam sekitar secara ilmiah. Hal ini disebabkan karena IPA diperlukan memahami alam sekitar secara ilmiah. Hal ini disebabkan karena IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui  pemecahan

(15)

tingkat SD/MI diharapkan pembelajaran IPA ada penekanan pembelajaran tingkat SD/MI diharapkan pembelajaran IPA ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada  pengalaman belajar untuk merancang dan m

 pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapanembuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.

konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.

E.

E. KEDUDUKAN IPA SEBAGAI PROSES, PRODUK DAN SIKAP ILMIAHKEDUDUKAN IPA SEBAGAI PROSES, PRODUK DAN SIKAP ILMIAH

a.

a. IPA Sebagai ProsesIPA Sebagai Proses

Mari kita telusuri materi kajian IPA sebagai proses dari sajian berikut ini. Mari kita telusuri materi kajian IPA sebagai proses dari sajian berikut ini. IPA sebagai proses mengandung pengertian cara berpikir dan bertindak untuk IPA sebagai proses mengandung pengertian cara berpikir dan bertindak untuk menghadapi atau merespons masalah-masalah yang ada di lingkungan. Jadi, IPA menghadapi atau merespons masalah-masalah yang ada di lingkungan. Jadi, IPA sebagai proses menyangkut proses atau cara kerja untuk memperoleh hasil sebagai proses menyangkut proses atau cara kerja untuk memperoleh hasil (produk) inilah yang kemudian dikenal sebagai proses ilmiah. Melalui (produk) inilah yang kemudian dikenal sebagai proses ilmiah. Melalui proses- proses ilmiah akan didapatkan temuan-temuan ilmiah. Perwujudan proses-proses  proses ilmiah akan didapatkan temuan-temuan ilmiah. Perwujudan proses-proses ilmiah ini berupa kegiatan ilmiah yang disebut sebagai inkuiri/penyelidikan ilmiah ini berupa kegiatan ilmiah yang disebut sebagai inkuiri/penyelidikan ilmiah. Secara sederhana Nyoman (1985-1986: 8) mendefinisikan inkuiri ilmiah ilmiah. Secara sederhana Nyoman (1985-1986: 8) mendefinisikan inkuiri ilmiah sebagai usaha mencari pengetahuan dan kebenaran.

sebagai usaha mencari pengetahuan dan kebenaran.

Sejumlah proses IPA yang dikembangkan para ilmuwan dalam mencari Sejumlah proses IPA yang dikembangkan para ilmuwan dalam mencari  pengetahuan

 pengetahuan dan dan kebenaran kebenaran ilmiah ilmiah itulah itulah yang yang kemudian kemudian disebut disebut sebagaisebagai keterampilan proses IPA. Iskandar (1997:5) mengartikan keterampilan proses keterampilan proses IPA. Iskandar (1997:5) mengartikan keterampilan proses IPA adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan. Ditinjau dari IPA adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan. Ditinjau dari tingkat kerumitan dalam penggunaannya, keterampilan proses IPA dibedakan tingkat kerumitan dalam penggunaannya, keterampilan proses IPA dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu keterampilan:

menjadi 2 kelompok yaitu keterampilan: -- Proses Dasar (Basic Skills) danProses Dasar (Basic Skills) dan -- Keterampilan Proses TerintegrasiKeterampilan Proses Terintegrasi

b.

b. IPA Sebagai Produk IPA Sebagai Produk 

Produk IPA adalah sekumpulan hasil kegiatan empirik dan kegiatan Produk IPA adalah sekumpulan hasil kegiatan empirik dan kegiatan analitik yang dilakukan oleh para ilmuwan selama berabad-abad. Produk IPA analitik yang dilakukan oleh para ilmuwan selama berabad-abad. Produk IPA

(16)

yang disebut istilah adalah sebutan, simbol atau nama dari benda-benda dan yang disebut istilah adalah sebutan, simbol atau nama dari benda-benda dan gejala-gejala alam, orang, tempat.

gejala-gejala alam, orang, tempat.

Pudyo (1991: 2) menyebutkan bentuk-bentuk produk IPA meliputi Pudyo (1991: 2) menyebutkan bentuk-bentuk produk IPA meliputi istilah, fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.

istilah, fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Contoh:

Contoh:

• malaria (sebutan) • malaria (sebutan)

• lamda (simbol untuk panjang gelombang) • lamda (simbol untuk panjang gelombang) • matahari (nama benda)

• matahari (nama benda)

• angin puting beliung (gejala alam) • angin puting beliung (gejala alam) • Newton (nama orang)

• Newton (nama orang) • Galapagos (nama tempat). • Galapagos (nama tempat).

Iskandar (1997: 3) menyatakan bahwa fakta adalah pernyataan-pernyataan Iskandar (1997: 3) menyatakan bahwa fakta adalah pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar ada, atau peristiwa-peristiwa yang tentang benda-benda yang benar ada, atau peristiwa-peristiwa yang benar- benar

 benar terjadi terjadi dan dan sudah sudah dikonfirmasi dikonfirmasi secara secara objektif. objektif. Sementara Sementara itu itu SusantoSusanto (1991: 3) mengartikan fakta sebagai ungkapan tentang sifat-sifat suatu benda, (1991: 3) mengartikan fakta sebagai ungkapan tentang sifat-sifat suatu benda, tempat, atau waktu adanya atau terjadinya suatu benda atau kejadian. Sifat yang tempat, atau waktu adanya atau terjadinya suatu benda atau kejadian. Sifat yang dimaksud dapat berupa wujud, bentuk, bangun, ukuran, warna, bau, rasa dan dimaksud dapat berupa wujud, bentuk, bangun, ukuran, warna, bau, rasa dan yang lainnya.

yang lainnya. Contoh: Contoh:

-- fakta mengenai sifat : air jeruk rasanya asam.fakta mengenai sifat : air jeruk rasanya asam.

-- fakta mengenai waktu: Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan padafakta mengenai waktu: Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

tanggal 17 Agustus 1945.

-- fakta mengenai tempat : Ujung Kulon (tempat suaka badak berculafakta mengenai tempat : Ujung Kulon (tempat suaka badak bercula satu)

satu)

-- fakta mengenai orang : Mukibat (adalah orang Indonesia penemufakta mengenai orang : Mukibat (adalah orang Indonesia penemu teknik menyambung singkong)

(17)

c.

c. IPA Sebagai Sikap IlmiahIPA Sebagai Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah adalah sikap tertentu yang diambil dan dikembangkan oleh Sikap ilmiah adalah sikap tertentu yang diambil dan dikembangkan oleh ilmuwan untuk mencapai hasil yang diharapkan (Iskandar, 1996/1997: 11). ilmuwan untuk mencapai hasil yang diharapkan (Iskandar, 1996/1997: 11). Sikap-sikap ilmiah meliputi :

Sikap-sikap ilmiah meliputi : a.

a. Obyektif terhadap fakta. Obyektif artinya menyatakan segala sesuatu tidakObyektif terhadap fakta. Obyektif artinya menyatakan segala sesuatu tidak dicampuri oleh perasaan senang atau tidak senang.

dicampuri oleh perasaan senang atau tidak senang.

Contoh : Seorang peneliti menemukan bukti pengukuran volume benda Contoh : Seorang peneliti menemukan bukti pengukuran volume benda 0,0034 m3, maka ia harus mengatakan juga 0,0034m3, padahal seharusnya 0,0034 m3, maka ia harus mengatakan juga 0,0034m3, padahal seharusnya 0,005m3.

0,005m3.  b.

 b. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yangTidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan itu.

mendukung kesimpulan itu.

Contoh : Ketika seorang ilmuwan menemukan hasil pengamatan suatu Contoh : Ketika seorang ilmuwan menemukan hasil pengamatan suatu  burung

 burung mempuyai mempuyai paruh paruh yang yang panjang panjang dan dan lancip, lancip, maka maka dia dia tidak tidak segerasegera mengatakan semua burung paruhnya panjang dan lancip, sebelum mengatakan semua burung paruhnya panjang dan lancip, sebelum data-datanya cukup kuat mendukung kesimpulan tersebut.

datanya cukup kuat mendukung kesimpulan tersebut.

Berhati terbuka artinya bersedia menerima pandangan atau gagasan orang Berhati terbuka artinya bersedia menerima pandangan atau gagasan orang lain, walaupun gagasan tersebut bertentangan dengan penemuannya sendiri. lain, walaupun gagasan tersebut bertentangan dengan penemuannya sendiri. Sementara itu, jika gagasan orang lain memiliki cukup data yang mendukung Sementara itu, jika gagasan orang lain memiliki cukup data yang mendukung gagasan tersebut maka ilmuwan tersebut tidak ragu menolak temuannya sendiri. gagasan tersebut maka ilmuwan tersebut tidak ragu menolak temuannya sendiri.

c.

c. Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat.Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat.

Contoh : Tinggi batang kacang tanah di pot A pada umur lima (5) hari 2 cm, Contoh : Tinggi batang kacang tanah di pot A pada umur lima (5) hari 2 cm, yang di pot B umur lima hari tingginya 6,5 cm. Orang lain mengatakan yang di pot B umur lima hari tingginya 6,5 cm. Orang lain mengatakan tanaman kacang tanah pada pot A terlambat pertumbuhannya, pernyataan tanaman kacang tanah pada pot A terlambat pertumbuhannya, pernyataan orang ini merupakan pendapat bukan fakta.

orang ini merupakan pendapat bukan fakta. d.

d. Bersikap hati-hati. Sikap hati-hati ini ditunjukkan oleh ilmuwan dalamBersikap hati-hati. Sikap hati-hati ini ditunjukkan oleh ilmuwan dalam  bentuk

 bentuk cara cara kerja kerja yang yang didasarkan didasarkan pada pada sikap sikap penuh penuh pertimbangan, pertimbangan, tidaktidak ceroboh, selalu bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk di ceroboh, selalu bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk di dalamnya sikap tidak cepat mengambil kesimpulan. Pengambilan dalamnya sikap tidak cepat mengambil kesimpulan. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan penuh kehati-hatian berdasarkan fakta-fakta kesimpulan dilakukan dengan penuh kehati-hatian berdasarkan fakta-fakta

(18)

e.

e. Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi. BagiSikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi. Bagi seorang ilmuwan hal yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya, hal itu seorang ilmuwan hal yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya, hal itu merupakan hal penting dan layak untuk diselidiki.

merupakan hal penting dan layak untuk diselidiki.

Contoh : Orang menganggap hal yang biasa ketika melihat benda-benda Contoh : Orang menganggap hal yang biasa ketika melihat benda-benda  jatuh,

 jatuh, tetapi tetapi tidak tidak biasa biasa bagi bagi seorang seorang Issac Issac Newton Newton pada pada waktu waktu itu. itu. BeliauBeliau  berpikir ker

 berpikir keras as mengapa mengapa buah apel buah apel jatuh jatuh ketika diketika dia a sedang sedang duduk istirahat duduk istirahat didi  bawah

 bawah pohon pohon tersebut. tersebut. Pemikiran Pemikiran ini ini ditindaklanjuti ditindaklanjuti dengan dengan menyelidikimenyelidiki selama bertahun-tahun sehingga akhirnya ditemukannya hukum Gravitasi. selama bertahun-tahun sehingga akhirnya ditemukannya hukum Gravitasi.

(19)
(20)

BAB III

BAB III

PENUTUP

PENUTUP

A. A. KesimpulanKesimpulan

IPA memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan IPA memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan  bidang ilmu lain. Karakteristik IPA tersebut yaitu;

 bidang ilmu lain. Karakteristik IPA tersebut yaitu; 1.

1. IPA mempunyai nilai ilmiah, artinya kebenaran-kebenaran IPAIPA mempunyai nilai ilmiah, artinya kebenaran-kebenaran IPA dapat dibuktikan kembali oleh semua orang dengan melakukan dapat dibuktikan kembali oleh semua orang dengan melakukan  prosedur yang sama seperti yang dilakukan pen

 prosedur yang sama seperti yang dilakukan penemunya;emunya; 2.

2. IPA merupakan kumpulan pengetahuan yang tersusun secaraIPA merupakan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis tentang yang berkaitan dengan gejala-gejala alam;

sistematis tentang yang berkaitan dengan gejala-gejala alam; 3.

3. IPA merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusunIPA merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus yaitu denga melakukan dengan cara yang khas atau khusus yaitu denga melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimen, observasi demikian seterusnya sehingga saling terkait eksperimen, observasi demikian seterusnya sehingga saling terkait satu sama lain;

satu sama lain; 4.

4. IPA meliputi 4 unsur yaitu proses, produk, aplikasi, dan sikap.IPA meliputi 4 unsur yaitu proses, produk, aplikasi, dan sikap. Karakteristik belajar IPA meliputi 1) melibatkan hampir semua Karakteristik belajar IPA meliputi 1) melibatkan hampir semua indera, seluruh proses berpikir, dan berbagai gerakan otot; 2) indera, seluruh proses berpikir, dan berbagai gerakan otot; 2) Belajar IPA memerlukan berbagai teknik (cara),

Belajar IPA memerlukan berbagai teknik (cara),

B.

B. SaranSaran 1.

1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan, agar anda tahu persis apaBacalah dengan cermat bagian pendahuluan, agar anda tahu persis apa yang menjadi alasan penulis menulis makalah ini.

yang menjadi alasan penulis menulis makalah ini. 2.

2. Baca sesecara sepintas pembahasan isi, agar anda memperolehBaca sesecara sepintas pembahasan isi, agar anda memperoleh gambaran secara keseluruhan.

gambaran secara keseluruhan. 3.

3. Lanjutkan dengan membaca bagian demi bagian, tandai bagian-bagianLanjutkan dengan membaca bagian demi bagian, tandai bagian-bagian yang penting dengan stabilo atau garis tebal bawahnya.

yang penting dengan stabilo atau garis tebal bawahnya. 4.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/10/hakikat-pembelajaran-ipa.html diakses http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/10/hakikat-pembelajaran-ipa.html diakses  pada 31 Oktobe  pada 31 Oktober 2017r 2017 http://anwarholil.blogspot.com/2009/01/hakikat-pembelajaran-ipa.html diakses http://anwarholil.blogspot.com/2009/01/hakikat-pembelajaran-ipa.html diakses  pada 31 Nove

 pada 31 November 2017mber 2017

Dwi Siswoyo, dkk. (2007). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta. UNY Press Dwi Siswoyo, dkk. (2007). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta. UNY Press Djohar.(1990).P

Djohar.(1990).Pendidikan endidikan Sains.YogyakSains.Yogyakarta:FMIPA arta:FMIPA UNYUNY

Masnur Muslich. (2007). KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Masnur Muslich. (2007). KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:PT Bumi Aksara

Jakarta:PT Bumi Aksara

Muhammad Joko Susilo. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Muhammad Joko Susilo. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya. Yogyakarta: Pustaka Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 

Pelajar 

Mulyasa. (2006). Kurikulum yang Disempurnakan: Pengambangan Standar Mulyasa. (2006). Kurikulum yang Disempurnakan: Pengambangan Standar Kompetensi

Referensi

Dokumen terkait

Sistem pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat ini masih menggunakan cara konvensional, masih dengan cara membaca dan melihat gambar yang terdapat dalam

MEDIA BELAJAR INTERAKTIF ILMU PENGETAHUAN

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan menerapkan pembelajaran kooperatif metode Course Review Horay mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar

Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa (1) hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam antara siswa yang diajarkan menggunakan model inquiry training

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka kesimpulan umum, dapat diuraikan sebagai berikut: Aktivitas fisik siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan terkait hasil pengamatan mereka tentang objek ilmu pengetahuan alam; serta pengertian

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang

Berdasarkan pengolahan data kemampuan kinerja guru pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV sekolah dasar menggunakan metode diskusi diperoleh hasil pada siklus