PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
- 110-
(3)
Persyaratan dan tata cara pengukuran
KapalPerikanan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuanperaturan perundang-undangan
mengenai penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.Bagian Keempat Kelaikan Kapal Perikanan
Pasal 134
(1)
Setiap Kapal Perikanan yangakan
beroperasi harus memenuhi persyaratan kelaikan Kapal perikanan.(2)
Persyaratankelaikan
Kapal perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:a.
kelaiklautan Kapal perikanan;b.
kelaiktangkapan Kapal perikanan; danc.
kelaiksimpananKapalperikanan.(3)
Pemeriksaanterhadap
persyaratankelaikan
KapalPerikanan sebagai dimaksud pada ayat
(1)dilaksanakan oleh petugas pemeriksa kelaikan xapai Perikanan yang
ditunjuk
oleh Menteri.(41
Kapal Perikanan yang memenuhi persyaratan kelaikan sebagaimanadimaksud pada ayat (1)
diberikan Sertifikat Kelaikan Kapal perikanan.(5) Persyaratan dan tata cara penerbitan
sertifikatkelaikan Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan
mengenai penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.(6)
Kelaiklautan Kapal perikanan sebagaimana dimaksudpada ayat (21 huruf a dapat dipenuhi
dengan persyaratan memiliki:a. sertifikat kelaikan dan pengawakan
Kapal PenangkapIkan, untuk
Kapal penangkap Ikan;atau
b.Sertifikat...
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-rr2-
b.
sertifikat keselamatan kapal baranguntuk
Kapal Pengangkut Ikan,yang
diterbitkan
berdasarkan ketentuan perundang- undangan di bidang pelayaran.(7)
sertifikat sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf adan huruf b berlaku
sampai dengan31
Desember 202t.(8) Dalam hal petugas pemeriksa kelaikan
Kapal Perikananbelum
tersedia, pemeriksaan pemenuhan kelaiklautan Kapal Perikanan sebagaimana dimaksudpada ayat
(21huruf a dapat melibatkan
badan klasifikasi nasional yangditunjuk
oleh Menteri.Pasal 135
(1)
Kelaiklautan Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (2)huruf
a meliputi:a.
keselamatan kapal;b.
pencegahan pencemaran dari kapal;c.
pengawakan kapal;d.
garis muat kapal dan pemuatan;e.
kesejahteraan dan kesehatan awak kapal; danf. manajemen keselamatan dan
pencegahanpencemaran dari kapal.
(21
Kelaiklautan Kapal Perikanan yang beroperasidi
Laut Lepasdan/atau
perairanyurisdiksi
negaralain
yangmemenuhi persyaratan konvensi harus
mengikuti ketentuan internasional.(3)
Kelaiklautan Kapal Perikanan ya.ng beroperasidi
Laut Lepas danf atau perairanyurisdiksi
negaralain
yangtidak memenuhi persyaratan konvensi
harusmengikuti standar kapal nonkonvensi
berbendera Indonesia.(4) Kelaiklautan Kapal perikanan yang
beroperasi diWPPNRI harus mengikuti standar kapal nonkonvensi berbendera Indonesia.
Pasal
136.
. .Pasal 136
(1) Kelaiktangkapan Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (2)huruf
b meliputi:a. kesesuaian antara ukuran kapal,
alatpenangkapan Ikan, dan daerah
penangkapan Ikan;b. kesesuaian antara daya mesin kapal
denganukuran
kapal danjenis
alat penangkapan Ikan;c.
kesesuaianalat
penangkapanIkan
denganjalur
dan daerah penangkapan Ikan;
d. kesesuaian perlengkapan penangkapan
Ikandengan alat penangkapan Ikan;
e. tata
cara pengoperasianalat
penangkapan Ikan;dan
f.
pencegahan tedadinyajaring
tanpa pemilik.(21
Kelaiktangkapan Kapal Perikanan tidak berlakuuntuk
Kapal PengangkutIkan
dan kapal pendukung operasi Penangkapan Ikandan/atau
Pembudidayaan Ikan.Pasal 137
(1) Kelaiksimpanan Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (2)huruf
c meliputi:a.
tata susunan ruang kapal;b. konstruksi
ruang penyimpanan Ikan;c.
bahan dinding ruang penyimpanan; dand.
peralatan dan perlengkapan Penanganan lkan.(2) Kelaiksimpanan Kapal Perikanan
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)untuk ikan beku dan
segar harus dilengkapi dengan sistem pendingin.(3) Kelaiksimpanan Kapal Perikanan
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) untuk Ikan tidak
berlakuuntuk
kapal lampu.Bagian
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-tt4-
Bagian Kelima
Pendaftaran Kapal Perikanan
Pasal 138
(1) Kapal Perikanan milik orang Indonesia
yangdioperasikan
di
WPPNRIdan/atau Laut
Lepas wajibdidaftarkan terlebih dahulu
sebagai Kapal Perikanan Indonesia.(21
Pendaftaran Kapal Perikanan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) dilakukan oleh Setiap Orang
kepada Menteri atau gubernur sesuai dengan kewenangannya.(3)
Pendaftaran Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilengkapi dengan dokumen yang berupa:a.
dokumen yang memuat alokasi usaha;b. bukti
kepemilikan;c.
identitas pemilik;d.
suratukur
Kapal Perikanan; dane.
sertifikat kelaikan Kapal Perikanan.(41 Kapal Perikanan yang telah didaftar
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) diberikan buku
KapalPerikanan dan nomor register Kapal Perikanan.
(5) Buku Kapal
Perikanan sebagaimanadimaksud
pada ayat (4) memuat informasi tentang:a.
identitas Kapal Perikanan;b.
identitas pemilik Kapal Perikanan; danc. perubahan yang terjadi meliputi pemilik
Kapal Perikanan dan identitas Kapal Perikanan.(6) Nomor register Kapal Perikanan
sebagaimanadimaksud pada ayat (4) berfungsi sebagat
Unique Vessel Identifier (UVI) bagi Kapal Perikanan Indonesia.(7)
Persyaratan...
(71 Persyaratan dan tata cara pendaftaran
KapalPerikanan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan mengenai
penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.Bagian Keenam
Penandaan Kapal Perikanan
Pasal 139
(1)
SetiapKapal
Perikananharus diberi tanda
pengenal Kapal Perikanan.(2) Tanda pengenal Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat informasi mengenai:a.
kewenangan pendaftaran Kapal Perikanan;b.
tanda daerah penangkapan Ikan;c.
tanda alat penangkapan Ikan;d.
nomor register Kapal Perikanan; dane. ukuran
Kapal Perikanan /gross tonnage).(3)
Ketentuan lebihlanjut
mengenai tanda pengenal Kapat Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diatur
dengan Peraturan Menteri.Pasal 140
Kapal Perikanan Indonesia yang beroperasi di
wilayahorganisasi
PengelolaanPerikanan regional selain
diberitanda
pengenalKapal
Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139 dapat diberi tandakhusus
sesuai dengan persyaratanyang ditetapkan oleh
organisasi Pengelolaan Perikanan regional.Bagian
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-
116 -Bagian Ketujuh
Tata Kelola Pengawakan Kapal Perikanan Paragraf 1
Persyaratan Kerja
di
Kapal Perikanan Pasal 141Setiap
Awak Kapal
Perikananyang akan bekerja
harus memenuhi persyaratan:a. berumur
palingsedikit
18 (delapan belas)tahun
dan harus memilikikartu
identitasdiri;
b.
memilikibuku
pelaut Awak Kapal perikanan;c.
memiliki Kompetensi;d.
sehat jasmani dan rohani;e.
terdaftar sebagai pesertajaminan
sosial;f.
memiliki PKL; dang. disijil.
Pasal 142
PKL
sebagaimanadimaksud dalam pasal l4l huruf f
berlaku bagi Awak Kapal
Perikananyang bekerja
padapemilik Kapal Perikanan, operator Kapal
perikanan,Nakhoda, atau agen Awak Kapal Perikanan.
Paragraf 2
Jabatan dan Kompetensi Awak Kapal perikanan Pasal 143
(1) Susunan Awak Kapal perikanan yang
melakukan operasi penangkapan Ikanterdiri
atas:a.
Nakhoda;b. Ahli
PenangkapanIkan
(Fishing Master);c. Perwira
c.
Perwira; dand.
Anak Buah Kapal.(2)
Anak Buah Kapal sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
dterdiri
atas:a.
Serang (Senior Deckhand);b.
Kelasi (deckhand);c.
Operator Mesin Pendingin;d. Juru
Minyak; dane. Perwira selain
Nakhodadan Ahli
PenangkapanIkan
(Fishing Master).Pasal 144
(1)
Nakhoda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 ayat (1)huruf a, Ahli
PenangkapanIkan
(Fishing Master) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 ayat (1)huruf b, dan
Perwira sebagaimanadimaksud dalam
pasal143 ayat (1)
huruf
c, harus memiliki Kompetensi teknis dannautis
paling sedikit meliputi:a.
layak laut;b.
layak tangkap; danc.
layak simpan.(21 Serang (Senior Deckhand)
sebagaimana dimaksuddalam Pasal L43 ayat (21 huruf a dan
Kelasisebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 ayat (2)
huruf
b harusmemiliki
Kompetensi:a.
layak laut;b.
layak tangkap; danc.
layak simpan.(3) Operator Mesin Pendingin
sebagaimana dimaksuddalam Pasal
143ayat
(2)huruf c dan Juru
Minyak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 ayat (2)huruf
d harus memiliki Kompetensi:a layak
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-
118 -a.
layaklaut;
danb.
layak simpan.Pasal 145
(1)
Kompetensi layakLaut
sebagaimana dimaksud dalam Pasal L44 ayat (1)huruf a,
ayat (2)huruf
a, dan ayat(3) huruf a merupakan
keahlian/keterampilan, pengetahuan,dan perilaku kerja
yangharus dimiliki
Awak Kapal Perikanan dalam menjamin keselamatan:a.
pelayarandari
Pelabuhan Pangkalanke
daerah penangkapanIkan dan kembali ke
Pelabuhan Pangkalan;b.
muatan umpanbeku/hidup;
c.
muatan Ikan hasil tangkapan;d. jiwa Awak
Kapal Perikananserta seluruh
harta bendanya; dane. Awak Kapal Perikanan akibat
risiko pengoperasian alat penangkapan Ikan.(2)
Kompetensilayak Laut
sebagaimanadimaksud
pada ayat (1) ditentukan berdasarkan:a.
daerah operasi Kapal Perikanan;b. ukuran panjang dan/atau tonase
KapalPerikanan; dan
c.
daya dorong mesin Kapal Perikanan.Pasal 146
(1) Kompetensi layak tangkap
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 ayat (1)huruf
bdan
ayat(21huruf
b merupakan keterampilan, pengetahtran, dan perilaku kerja yangharus dimiliki
oleh Awak Kapal Perikanan dalam:a.
mengenali wilayah penangkapan Ikan;b.
perencanaan operasi penangkapan Ikan;c. memastikan
c.
memastikan penggunaanalat
penangkapan Ikan yang ramah lingkungan;d. menjamin keberhasilan operasi
penangkapan Ikan;e.
melaporkan kegiatan penangkapanIkan
melaluiinstrumen pelaporan yang diamanatkan
olehketentuan peraturan
perundang-undangan danketentuan organisasi Pengelolaan
perikanan regional dan internasional; danf.
pengenalandan
penanganan spesiesIkan
danbiota Laut lainnya yang dilindungi.
(2) Kompetensi layak tangkap
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan:a.
sifat pengoperasian alat penangkapan Ikan;b.
jenis alat penangkapanlkan;
danc.
metode pengoperasian alat penangkapan Ikan.Pasal 147
(1) Kompetensi layak simpan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 ayat (1)huruf
c, ayat (2)huruf
c, danayat (3) huruf b merupakan
keterampilan, pengetahuan,dan perilaku kerja
yangharus dimiliki
oleh Awak Kapal Perikanan dalam menjamin:
a. keamanan pangan dan jaminan Mutu
hasil penangkapanIkan
selama proses penanganan, pengolahan, penyimpanan sesuai dengan kaidah keamanan pangan;b. pengoperasian mesin refrigerasi di
KapalPerikanan; dan
c.
pengoperasianpalka umpan Ikan hidup
dan aerator.(2) Kompetensi layak simpan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)ditentukan
berdasarkan:a. teknis
PRES lDEN
REPUBLIK INDONESIA
_120_
a.
teknis Penanganan Ikan hasil tangkapan;b.
jenis dan metode penyimpanan Ikan;c.
lamanyawaktu
operasi penangkapan Ikan; dand.
refrigerasi penyimpanan Ikan.Paragraf 3
Daerah Operasi Kapal Perikanan Pasal 148
(1) Daerah operasi Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145 ayat (2)huruf
aterdiri
atas:a.
perairan terbatas; danb.
perairan tidak terbatas.(2)
Perairan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
a mencakup seluruh WPPNRI.(3)
Perairantidak
terbatas sebagaimanadimaksud
pada ayat (1)huruf
b merupakan perairan Laut Lepas.Paragraf 4
Kualifikasi Awak Kapal Perikanan Pasal 149
Standar kualifikasi Awak Kapal Perikanan
terdiri
atas:a.
bagian dek; danb.
bagian mesin.Pasal 150
Pasal 150
(1) Standar kualifikasi Awak Kapal Perikanan untuk
bagiandek
sebagaimanadimaksud dalam pasal
149huruf a ditentukan berdasarkan ukuran
panjangdan/atau
gross tonnage Kapal Perikanan serta daerahoperasi Kapal Perikanan, susunan jabatan,
serta sertifikat yang diperlukan.(2) Standar kualifikasi Awak Kapal
Perikanan sebagaimanadimaksud pada ayat (1) paling
sedikit harus memenuhi kualifikasi:a.
keahliannautika
Kapal Perikanan;b.
keahlian alat dan operasi penangkapan Ikan;c.
keterampilan radio;d. keterampilan keselamatan dasar Awak
Kapal Perikanan;e.
keterampilan operasional penangkapan Ikan; danf. keterampilan penanganan dan
penyimpanan Ikan.Pasal 151
(1) Standar kualifikasi Awak Kapal Perikanan untuk
bagian mesin sebagaimana dimaksud dalam pasal 149huruf b ditentukan
berdasarkan daya dorong mesinKapal Perikanan, susunan jabatan, serta sertilikat
yang diperlukan.(21 Standar kualifikasi Awak Kapal
perikanansebagaimana
dimaksud pada ayat (1) paling
sedikit harus memenuhi kualihkasi:a.
keahlian teknika Kapal Perikanan;b. keterampilan keselamatan dasar Awak
Kapal Perikanan;c.
keterampilan perawatan mesin Kapal perikanan;dan
d. keterampilan refrigerasi mesin pendingin
Kapal Perikanan.Paragraf5..
.PRES IDEN
REPUBLIK ]NDONESIA
-t22-
Paragraf 5
Sertifikat Awak Kapal Perikanan
Pasal 152
(1)
Kompetensi teknis dannautis
sebagaimana dimaksuddalam Pasal
144dibuktikan
dengansertifikat
Awak Kapal Perikanan.(2) Sertifikat Awak Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)terdiri
atas:a.
Sertifikat Keahlian Awak Kapal Perikanan; danb.
Sertifikat Keterampilan Awak Kapal Perikanan.Pasal 153
(1)
Sertifikat keahlian Awak Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (2)huruf
aterdiri
atas sertifikat:a. ahli nautika
Kapal Perikanan;b. ahli
teknika Kapal Perikanan;c. ahli
penangkapanlkan;
dand.
rating kapal perikanan.(2)
Sertifikat keahlian Awak Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diterbitkan
oleh Menteri.Pasal 154
(1) Sertifikat Keterampilan Awak Kapal
Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (2)huruf
b
terdiri
atas sertifikat:a.
Basic Safetg Tlaining Fis?rcries (BST-F);b.
operasional penangkapan Ikan;c. keterampilan
c.
keterampilan penanganan Ikan;d.
refrigerasi penyimpanan Ikan;e.
perawatan mesin Kapal Perikanan; danf.
operator radio.(21 Sertifikat Keterampilan Awak Kapal
Perikanansebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a
sampai denganhuruf
editerbitkan
oleh Menteri.(3) Sertifikat Keterampilan Awak Kapal
Perikanansebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f diterbitkan oleh menteri yang
menyelenggarakanurusan pemerintahan di bidang komunikasi
dan informatika.Pasal 155
Menteri
menyediakanbasis data dan informasi
tentangsertifikat Awak Kapal Perikanan yang dapat
digunakanuntuk keperluan negara lain dan perusahaan
dalam memverifikasi keabsahan dan masa berlaku.Paragraf 6
Pendidikan dan Pelatihan Awak Kapal Perikanan
Pasal 156
Jenis Pendidikan dan Pelatihan Awak Kapal
Perikananterdiri
atas:a. pendidikan dan pelatihan profesional Awak
KapalPerikanan;
b. pendidikan dan pelatihan fungsional Awak
KapalPerikanan; dan
c. pendidikan dan pelatihan
keterampilanAwak
Kapal Perikanan.Pasal 157
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-t24-
Pasal 157
(1) Pendidikan dan pelatihan profesional Awak
KapalPerikanan
sebagaimanadimaksud dalam Pasal
156huruf a
merupakan pendidikandan
pelatihan formaluntuk
mendapatkanSertifikat
KeahlianAwak
Kapal Perikanan.(21 Pendidikan dan pelatihan profesional
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)terdiri
atas:a. pendidikan dan pelatihan ahli nautika
Kapal Perikanan; danb. pendidikan dan pelatihan ahli teknika
KapalPerikanan.
Pasal 158
Pendidikan dan pelatihan fungsional Awak Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf
bmerupakan pendidikan dan pelatihan
nonformal peningkatanjenjang
profesiAwak Kapal
Perikanan yangterdiri
atas:a. pendidikan dan pelatihan ahli nautika
KapalPerikanan;
b. pendidikan dan pelatihan ahli teknika
KapalPerikanan;
c.
pendidikan dan pelatihanahli
penangkapan Ikan; dand. pendidikan dan pelatihan rating Awak
KapalPerikanan.
Pasal 159
(1)
Pendidikandan pelatihan
keterampilanAwak
KapalPerikanan
sebagaimanadimaksud dalam Pasal
156huruf c
merulpakanpendidikan dan pelatihan
guna mendapatkanketerampilan untuk melakukan
tugasdan/atau
fungsi tertentudi
Kapal Perikanan.(2) Pendidikan
Paragraf. T
Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Awak Kapal Perikanan
(21
Pendidikandan pelatihan
keterampilanAwak
Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikitterdiri
atas:a.
pendidikan dan Pelatihan BST-F;b. pendidikan dan pelatihan
operasional penangkaPan Ikan;c.
pendidikan dan pelatihan penanganan Ikan;d. pendidikan dan pelatihan
refrigerasi penYimPanan Ikan;e.pendidikandanpelatihanperawatanmesinKapal
Perikanan;
f.
pendidikan dan pelatihan kecakapan nelayan;g.
pendidikan dan pelatihan operator radio; danh.
pendidikan dan pelatihankelistrikan'
Pasal 160
(1) Penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihanp..rg"*"kan
Kapal Perikanan berpedoman kepada:a.
standar nasional pendidikan; danb. ketentuan yang diatur dalam
KonvensiInternasionaltentangStandarPelatihan,
Sertifikasi, dan Dinas Jaga bagi Awak
KapalPenangkap
Ikan,
1995, beserta amandemennya'(21 Penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihanp.,,g"*"kan xapal
Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliPuti:a.pendidikandanpelatihankeahlianAwakKapal Perikananyangdiselenggarakanmelaluijalur
formal dan nonformal; danb. pendidikan
b
PFTES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-t26-
pendidikan dan pelatihan keterampilan
Awakkapal Perikanan yang
diselenggarakan melaluijalur
nonformal.Pasal 161
Pendidikan dan pelatihan pengawakan
Kapalperikanan
sebagaimanadimaksud dalam Pasal
160ayat (21 dapal diselenggarakan oleh
Pemerintah,Plmerintah
Daerah, badan usahamilik
negara, badanusaha milik daerah, badan usaha swasta
ataumasyarakat sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.Pendidikan dan pelatihan pengawakan
Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)untuk
Nelayan Kecil atas biaya Pemerintahdan
Pemerintah Daerah.Setiap program pendidikan dan pelatihan pengawakan Kapai
P.tik"rr"n
yang diselenggarakanoleh
lembagap.naidik"., dan pelatihan harus
mendapatkan Fengesahan dari Menteri berdasarkan hasilaudit'
Pengesahan sebagaimanadimaksud pada ayat
(3)dapat
diterbitkan
setelah memenuhi standar:a.
isi;b.
proses;c.
Kompetensi kelulusan;d.
pendidik dan tenaga kependidikan;e.
prasarana dan sarana;f.
pengelolaan;g.
penilaian pendidikan; danh.
pembiayaan.(1)
(2)
(3)
(4)
Pasal 162
(1)
(2)
(1)
(21
Pasal 162
Penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihanp.rg"*"[an
Kapal Perikanan harus memenuhi sistem"t"t ar. mutu
pendidikandan
pelatihan pengawakanKapal Perikanan Indonesia yang
mengacu-kepada
Konvensi Internasional tentang Standar
Pelatihan,Sertifikasi, dan Dinas Jaga bagi Awak
KapalPenangkap
Ikan,
1995, beserta amandemennya'Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan
dan pelatihan Awak Kapal Perikananditakukan
verifikasiian
evaluasi secara berkala palingsedikit
1 (satu)kali dalam 1 (satu) tahun oleh Menteri guna
menjamin pemenuhanstandar mutu pendidikan dan
pelatihan pengawakan KaPal Perikanan.Pasal 163
Pengesahan Program Pendidikan dan Pelatihan kepada setiap lembaga pendidikan dan pelatihan pengawakan
Kapal Perikanan dibatalkan apabila tidak
sesuaidengan sistem standar
mutu
setelahdilakukan
audit.Pembatalan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)dilakukan
setelah melalui Proses:a.
peringatan secaratertulis
sebanyak3
(tiga)kali h"rg".,
jangkawaktu
masing-masing paling lama 3O (tiga puluh)hari
kerja; danb.
pembatalandilaksanakan
setelahjangka
waktuperingatan ketiga berakhir dan hasil audit membuktikan
penyelenggara tidak
melakukan perbaikan secara signifikan.(3) Terhadap
(3)
(4)
(2t
(3)
(1)
Paragraf 8
Pengujian dan Pengukuhan
Pasal 164
(1)
Penyelenggaraan dan pengawasan ujian keahlian AwakKapal
Perikanan dilaksanakanoleh
Dewan Penguji Keahlian Awak KaPal Perikanan'Dewan Penguji Keahlian Awak Kapal
Perikanan sebagaimana dimaksud padaayat
(1)dipimpin
oleh seorang Ketua yang harus memiliki Sertifikat KeahlianAwak Kapat
Perikananpaling sedikit ahli
nautikaKapal
Perikanantingkat I atau ahli teknika
Kapal Perikanan tingkat I.Dewan Penguji Keahlian Awak Kapal
Perikanan sebagaimana dimaksud padaayat
(1)dibentuk
oleh Menteri.PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-t28-
Terhadap
program pendidikan dan pelatihan
yangpengesahannya telah dibatalkan,
Pemerintahmemindahkan peserta didiknya pada
lembagapendidikan dan pelatihan
kepengawakan Kapal Perikanan yang telah mendapatkan Pengesahan atasseizin Menteri untuk melanjutkan pendidikan
dan pelatihan.Terhadap
program pendidikan dan pelatihan
yangpengesahannya telah dibatalkan tidak diperkenankan menerima peserta
didik pendidikan dan
pelatihan baru.Pasal 165
Sertifikat Keahlian Awak Kapal Perikanan yang telah
diterbitkan wajib dilakukan Pengukuhan
dalam bentuk Sertifikat Pengukuhan.Sertifikat Pengukuhan diterbitkan oleh Menteri.
(21
Paragraf 9
Paragraf 9 Pengakuan
Pasal 166
(1) Menteri mengakui Sertifikat Keahlian Awak
KapalPerikanan dan Sertifikat
KeterampilanAwak
Kapal Perikanan yangditerbitkan
oleh negara lain yang telahmeratifikasi
KonvensiInternasional tentang
Standar Pelatihan, Sertifikasi, dan Dinas Jaga bagi Awak Kapal PenangkapIkan,
1995, beserta amandemennya'(2) Pengakuan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)dilatsanakan melalui
proses pengakuan kedua belah pihak.Paragraf 10
Sistem Standar
Mutu
Awak Kapal PerikananPasal 167
(1) Sistem standar mutu
pengawakanKapal
Perikanan meliputi:a.
pendidikan dan Pelatihan;b.
pengujian KomPetensi;c.
penerbitan sertifikat;d.
pengukuhan; dane.
revalidasi.(21 setiap lembaga yang melakukan pendidikan
dan pelatihan keahliandan/atau
keterampilan Awak Kapal irerikanan, pengujian keahlian Awak Kapal Perikanan, dan penerbitan sertifikat pengawakan Kapal Perikananmengacu pada sistem standar mutu
pengawakanKapal Perilianan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)' (3) Sistem
Pasal 168
Awak Kapal Perikanan
untuk
bekerjadi
Kapal Perikanan berbendera Indonesia danlatau
berbendera asing harusmemiliki
kelengkapandokumen yang sah dan
masih berlaku.(3)
(1)
(2)
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-130-
Sistem standar
mutu
pengawakan Kapal Perikanan sebagaimanadimaksud pada ayat (1)
dilakukan pemantauan secara berkala oleh Menteri.Paragraf 1 1
Dokumen Awak Kapal Perikanan
Pasal 169
Awak Kapal Perikanan yang bekerja di Kapal Perikanan berbendera Indonesia
yang
beroperasidi
WPPNRIharus memiliki dokumen:
a.
PKL;b.
buku pelaut Awak Kapal Perikanan;c.
Kompetensi;d.
surat keterangan kesehatan; dane. bukti kepesertaan Sistem Jaminan
SosialNasional.
Awak Kapal Perikanan yang bekerja di Kapal Perikanan berbendera Indonesia yang beroperasi
di Laut
Lepasdan/atau wilayah yurisdiksi negara lain
harus memiliki dokumen:a.
PKL;b.
buku pelaut Awak Kapal Perikanan;c.
Kompetensi;d.
surat keterangan kesehatan;e. bukti kepesertaan Sistem Jaminan
SosialNasional; dan
f.
perjalanan (pasPor).(3)
Awak...
(3)
l4l
Awak Kapal Perikanan yang bekerja di Kapal Perikanan berbendera asing harus memiliki dokumen:
a.
PKL;b.
buku pelaut Awak Kapal Perikanan;c.
Kompetensi;d.
surat keterangan kesehatan;e. bukti kepesertaan Sistem Jaminan
SosialNasional;
f.
asuransi;g.
perjalanan (PasPor); danh.
ketenagakerjaan (visa kerja).Selain dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Awak Kapal Perikanan yang bekerja di Kapal Perikanan berbendera
asing harus
memenuhi dokumen yang dipersyaratkan oleh negara bendera kapal.Paragtaf 12
Buku Pelaut Awak KaPal Perikanan
Pasal 170
(1) Buku
pelaut Awak Kapal Perikananditerbitkan
oleh Menteri.(2) Buku pelaut Awak Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada Awak Kapal Perikanan yang telah memiliki Kompetensi'(3)
Untuk memperoleh buku pelaut Awak Kapal Perikanan sebagaimanadimaksud pada ayat
(1),Awak
Kapal Perikanan mengajukan permohonan kepada Menteri.Paragraf 13
PRES IDEN
REPUBLIK lNDONESIA
-132-
Paragraf 13
Perjanjian Kerja Laut
Pasal 171
PKL merupakan kesepakatan antara Awak Kapal Perikanan
dengan pemilik Kapal Perikanan atau operator
Kapal perikananatau
Nakhodaatau
dengan agen Awak Kapal Perikanan yang memuat:a.
persyaratan kerja;b.
jaminan kelaYakan kerja;c.
jaminan uPah;d.
jaminan kesehatan;e.
jaminan kecelakaan kerja;f.
jaminan keamanan dan keselamatan kerja;g.
jaminan hari tua;h.
jaminan kehilangan Pekerjaan;i.
jaminan kematian; danj. jaminan hukum yang mengacu pada
ketentuan peraturan Perundang-undangan.(1)
Wilayah meliputi:Pasal 172
hukum PKL bagi Awak Kapal
Perikanana.
WPPNRI;b.
Laut lepas; danc.
wilayah yurisdiksi negara lain.(21 PKL bagi Awak Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 dilaksanakanuntuk
AwakKapal
Perikananyang bekerja di Kapal
Perikananberbendera lndonesia berukuran di atas 5 (lima) gross tonnage
yang
beroperasidi
WPPNRIdan/atau
LautLepas.
(3) PKL
(3)
PKL bagi Awak Kapal Perikanan yang bekerja di KapalPerikanan berbendera asing yang beroperasi
diperairan negara bendera kapal dan Laut
Lepasdilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan.
(4t PKL bagi Awak Kapal Perikanan yang bekerja di Kapal Perikanan berbendera asing yang beroperasi di wilayah
yurisdiksi
negaralain
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (21untuk Awak
Kapal
Perikananyang bekerja di Kapal
Perikanan berukuran 5 (lima) sampai dengan 30 (tiga puluh) gross tonnage mulai berlaku 3 (tiga) tahun sejak berlakunya Peraturan Pemerintah ini.(s)
Pasal 173
(1)
PKL bagi Awak Kapal Perikanan terdiri atas:a.
PKL untuk jangka waktu terbatas;b.
PKLuntuk
jangkawaktu
satukali
operasi Kapal Perikanan; danc.
PKL untuk jangka waktu tidak terbatas.(21 PKL untuk jangka waktu terbatas
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) huruf a
pelaksanaannya berakhir setelah melampaui tanggal masa berlaku PKL'(3)
PKLuntuk jangka waktu satu kali operasi
Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
b
pelaksanaannyaberakhir
setelahtiba dan
selesai bongkar Ikan di pelabuhan yang ditunjuk.(4) PKL
untuk
jangka waktutidak
terbatas sebagaimanadimaksud pada ayat (1) huruf c,
pelaksanaannyaberakhir berdasarkan
kesepakatanpemilik
Kapal Perikananatau
operator Kapal Perikananatau
agenAwak Kapal Perikanan
atau
Nakhoda dengan Awak Kapal Perikanan.Pasal 174