Bagian Kesatu
Jenis dan Fungsi Kapal Perikanan Pasal 1 15
Jenis Kapal Perikanan meliputi:
a.
Kapal Penangkap Ikan;b.
Kapal Pengangkut Ikan;c.
kapal pengolah lkan;d.
kapallatih
Perikanan;e.
kapal penelitian/eksplorasi Perikanan; danf.
kapal pendukung operasi penangkapan Ikandan/atau
kapal pendukung operasi Pembudidayaan Ikan.Pasal 1 16
(1)
Kapal PenangkapIkan
sebagaimana dimaksud dalamPasal 115 huruf a berfungsi sebagai
saranapenangkapan Ikan yang bergerak dari
PelabuhanPangkalan ke daerah penangkapan Ikan untuk melakukan
kegiatan penangkapanIkan dan
kembalike
Pelabuhan Pangkalanuntuk mendaratkan
Ikan hasil tangkapan.(2) Kapal
PenangkapIkan
sebagaimanadimaksud
pada ayat (1)terdiri
atas:a.
kapaljaring
lingkar;b.
kapaljaring tarik;
c. kapal
PRES IDEN
REPUBLIK TNDONESIA
-to2- c.
kapaljaring
hela;d.
kapal penggaruk;e.
kapaljaring
angkat;f. kapal yang
menggunakanalat yang dijatuhkan
atau ditebarkan;g.
kapaljaring
insang;h.
kapal perangkap;i.
kapal pancing; danj.
kapal yang menggunakan alat penangkapan lkan lainnya.(3)
Kapaljaring
lingkar sebagaimana dimaksud pada ayat (2)huruf a merupakan Kapal
penangkapIkan
yangdilengkapi dengan alat penangkapan Ikan
berupajaring
lingkar.(41
Kapaljaring tarik
sebagaimana dimaksud pada ayat(21huruf b merupakan Kapal penangkap Ikan
yangdilengkapi dengan alat penangkapan Ikan
berupajaring
tarik.(5)
Kapaljaring
hela sebagaimana dimaksud pada ayat (21huruf c merupakan Kapal penangkap Ikan
yangdilengkapi dengan alat penangkapan Ikan
berupajaring
hela.(6)
Kapal penggaruk sebagaimana dimaksud pada ayat (21huruf d merupakan Kapal penangkap Ikan
yangdilengkapi dengan alat penangkapan Ikan
berupa penggaruk.(7)
Kapaljaring
angkat sebagaimana dimaksud pada ayat (2)huruf e merupakan Kapal
penangkapIkan
yangdilengkapi dengan alat penangkapan Ikan
berupajaring
angkat.(8)
Kapal yang menggunakanalat
yangdijatuhkan
atau ditebarkan sebagaimana dimaksud pada ayat(2\huruf
f
merupakan Kapal PenangkapIkan
yang dilengkapidengan alat penangkapan Ikan berupa alat
yangdijatuhkan
atau ditebarkan.(9) Kapal
(e) Kapal
jaring
insang sebagaimana dimaksud pada ayat (2)huruf g
merupakan Kapal penangkapIkan
yangdilengkapi dengan alat
penangkapanIkan
berupa jaring insang.(10) Kapal perangkap sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
huruf h merupakan Kapal
penangkapIkan
yangdilengkapi dengan alat
penangkapanIkan berupi
perangkap.
(11) Kapal pancing sebagaimana dimaksud
pada
ayat (21huruf i merupakan Kapal
penangkapIkan
yangdilengkapi dengan alat
penangkapanIkan
berupapancing.
(12)
Kapal yang
menggunakanalat
penangkapan Ikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hurufj
merupakan
Kapal
PenangkapIkan yang
dilengkapi dengan alat penangkapan Ikan lainnya.Pasal 1 17
(1)
PengoperasianKapal
penangkapIkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116 ayat (2) menggunakan alat penangkapan Ikan berdasarkan:a.
jenis alat penangkapan lkan;b.
sifat alat penangkapan lkan;c.
selektivitas alat penangkapan lkan;d.
kapasitas alat penangkapan Ikan;e.
alat bantu penangkapan Ikan;f. jalur
penangkapan Ikan; dang.
daerah penangkapan Ikan.(2)
Ketentuan mengenai jenis alat penangkapan Ikan, sifat alat penangkapan Ikan, selektivitas alat penangkapanIkan,
kapasitasalat
penangkapanIkan, alat
bantu penangkapanIkan, jalur
penangkapanIkan,
dandaerah
penangkapanIkan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Menteri.Pasal 1 18
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-to4-
Pasal 1 18
(1)
Kapal PengangkutIkan
sebagaimana dimaksud dalamPasal
115 huruf b berfungsi
sebagaisarana untuk
mengangkut dan menampung Ikan dari:a. daerah penangkapan Ikan di WppNRI
ke Pelabuhan Pangkalan;b. daerah penangkapan Ikan di Laut Lepas
kePelabuhan Pangkalan atau pelabuhan
negaratujuan;
c.
Pelabuhan Pangkalanatau pelabuhan Muat
ke Pelabuhan Pangkalan;d. Pelabuhan Pangkalan ke pelabuhan
negara tujuan;e.
kawasan budi daya ke Pelabuhan Muat;f.
PelabuhanMuat ke pelabuhan negara
tujuan;dan/atau
g. Sentra Nelayan ke Pelabuhan Muat dan/atau
Pelabuhan Pangkalan.(21
Kapal PengangkutIkan
sebagaimanadimaksud
pada ayat (1)terdiri
atas:a.
Kapal Pengangkut Ikan hidup; danb.
Kapal PengangkutIkan
segar dan beku.Pasal 1 19
Kapal pengolah
Ikan
sebagaimanadimaksud
dalam pasal1 15
huruf
c berfungsi sebagai kapal atau alat apung lainya yang bersifat statis dan secara khusus dipergunakanuntuk
melakukan PengolahanIkan
dengan menggunakan BahanBaku dari hasil tangkapan dan/atau hasil budi
daya menjadi produk antaradan/atau
produk akhir.Pasal 120
(1)
Kapallatih perikanan
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 1 15huruf
d berfungsi sebagai sarana melakukan pendidikan dan pelatihan bagi peserta pendidikan dan pelatihan.(2) Kapal
(2)
Kapallatih
perikanan sebagaimana dimaksud padaayat (1)
merupakanKapal
penangkapIkan
denganjenis
multifungsi yang menggunakan satuatau
lebihalat
penangkapanIkan
yang digunakan sepenuhnyauntuk
kegiatan pelatihan Perikanan.Pasal 121
(1) Kapal
penelitian/eksplorasiperikanan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115huruf
e berfungsi sebagai saranauntuk
melakukan suryei, penelitian,uji
terap teknologi, danf atau eksplorasi di bidang perikanan.(21 Kapal
penelitian/eksplorasiperikanan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan Kapal penangkap Ikan dengan jenis multifungsi yang menggunakan satuatau lebih alat
penangkapanIkan yang
digunakansepenuhnya untuk kegiatan
penelitian/eksplorasi Perikanan.Pasal 122
Kapal pendukung operasi penangkapan Ikan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 115 huruf f berfungsi untuk
membantu operasional penangkapan Ikan.Pasal 123
Kapal pendukung operasi pembudidayaan
Ikansebagaimana dimaksud dalam pasal
1ls huruf f
berfungsiuntuk
membantu operasional pembudi daya Ikan.Bagian
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-106-
Bagian Kedua
Pembangunan, Modifikasi, dan Impor Kapal Perikanan
PasaL 124
(1)
Setiap Orangyang
membangun, memodif,rkasi, ataumengimpor Kapal Perikanan wajib terlebih
dahulu memperoleh persetujuan pengadaan Kapal Perikanandari Menteri atau gubernur sesuai
dengan kewenangannya.(2)
Pengajuanpersetujuan
pengadaanKapal
Perikanan harus mencantumkan usulan nama Kapal Perikanan.(3) Persetujuan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)untuk
pembangunan atau modifikasi Kapal Perikanan diberikan berdasarkan ketersediaan sumber daya ikan dan WPPNRI.(4) Persetujuan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)untuk
impor Kapal Perikanan diberikan berdasarkan:a.
ketersedian sumber daya ikan;b.
WPPNRI;c.
usia Kapal Perikanan;d. ukuran
Kapal Perikanan; dane. tidak tercantum dalam daftar kapal
yangmelakukan penangkapan dan/atau
pengangkutan Ikan yang melanggarhukum,
tidak dilaporkan, dantidak
diatur.(5) Persyaratan dan tata cara pemberian
persetujuan pengadaanKapal Perikanan
sebagaimana dimaksud padaayat
(1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan
mengenai penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.Pasal 125
(1)
Pembangunanatau
modifikasi Kapal Perikanan dapatdilakukan
di dalam negeri maupun diluar
negeri.(2) Pembangunan
(21
Pembangunan atau modihkasi Kapal Perikanan diluar negeri
sebagaimanadimaksud pada ayat (1)
hanyadapat dilakukan jika industri
galangankapal
dalamnegeri belum memadai.
Pasal 126
(1) Setiap Orang yang mengimpor Kapal Perikanan
kedalam wilayah Negara Republik Indonesia
wajibmemiliki persetujuan impor Kapal Perikanan
dari menteri yang menyelenggarakan urusan Pemerintahandi bidang perdagangan setelah
mendapatkan persetujuan pengadaan Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124 ayat(ll.
(2) Ketentuan mengenai persyaratan dan tata
carapemberian persetujuan impor Kapal Perikanan
kedalam wilayah Negara Republik
Indonesiasebagaimana
dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakansesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan.Pasal 127
Perawatan
dan perbaikan Kapal Perikanan
berbendera Indonesia harus dilakukan di galangan kapal dalam negeri.Pasal 128
(1)
Pelaksanaan pembangunandan/atau
modilikasi Kapal Perikanan harusdilakukan
inspeksi.(21 Inspeksi terhadap pelaksanaan
pembangunandan/atau modifikasi Kapal Perikanan
dilaksanakansecara berkala sejak Kapal Perikanan
dirancangbangun sampai dengan Kapal Perikanan
selesai dibangundan/atau
dimodifikasi.(3) Inspeksi
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
- 108-
(3) Inspeksi terhadap pelaksanaan
pembangunandan/atau modifikasi Kapal Perikanan
sebagaimanadimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh
petugaspemeriksa
kelaikan Kapal
Perikananyang ditunjuk
oleh Menteri.(4) Ketentuan lebih lanjut
mengenaitata cara
Inspeksiterhadap pelaksanaan pembangunan dan/atau modifikasi Kapal Perikanan
sebagaimana dimaksud pada ayat (21diatur dengan Peraturan Menteri.Pasal 129
(1)
Pengawasankelaikan Kapal Perikanan
dilakukan terhadap:a.
kelaiklautan Kapal Perikanan;b.
kelaiktangkapan Kapal Perikanan; danc.
kelaiksimpananKapalPerikanan.(21
Pengawasanterhadap kelaiklautan Kapal
Perikanansebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
adilaksanakan secara terus-menerus sejak
KapalPerikanan dirancang-bangun sampai dengan
Kapal Perikanan selesai dibangundan/atau
tidak digunakanlagi
sesuai denganketentuan peraturan
perundang- undangan di bidang pelayaran.(3) Pengawasan terhadap kelaiktangkapan
Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
bdilakukan
terhadap:a. kesesuaian fisik kapal dan
perlengkapan penangkapan Ikan; danb.
kesesuaianjenis dan ukuran alat
penangkapan Ikan dan alat bantu penangkapan Ikan.(41 Pengawasan terhadap kelaiksimpanan
Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
c
dilakukan
terhadap:a. kesesuaian desain konstruksi
tempat penyimpanan Ikan;b. sistem
b.
sistem pembuangancairan
es,air Ikan, dan air
kotoran lain;c.
bahan media pendingin;d.
sistem aerasi; dane.
pencatatan suhu ruang penyimpanan Ikan.Pasal 130
(1)
SetiapKapal
Perikananyang telah
selesai dibangunatau dimodifikasi harus dilakukan pengujian
yang meliputi:a. uji
kemiringan;b. uji
coba berlayar;c. uji
coba penangkapan Ikan; dand. uji
coba ruang penyimpanan Ikan.(21 Uji kemiringan
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a dilakukan untuk
mengetahuiberat
kosong kapal dantitik
berat kapal.(3)
Uji coba berlayar sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf b dilakukan untuk mengetahui unjuk
kerjakapal saat bernavigasi, fungsi navigasi, dan
radio elektronika.(4) Uji coba
PenangkapanIkan
sebagaimana dimaksudpada ayat
(1)huruf c dilakukan untuk
mengetahuifungsi kerja Kapal Penangkap Ikan
dalampengoperasian alat penangkapan Ikan
dan perlengkapan Penangkapan lkan.(5) Uji coba ruang penyimpanan Ikan
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan untuk
mengetahui fungsi ruang penyimpanan Ikan.(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai
pengujian sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)diatur
dengan Peraturan Menteri.Pasal 131
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA