• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IX PENUTUP

II- 762.3.2.16 Kebudayaan

II-76

II-77

Indikator Capaian

2016 2017 2018 2019 2020 0 0 0 6 (Kegiatan

Diluar Bidang) - Jumlah Karya Budaya yang

Direvitalisasi dan Inventarisasi 0 0 2 2 - Jumlah Cagar budaya yang

Dikelola Secara Terpadu 0 0 30 30 30

Persentase kelompok budaya

aktif 0 0 0 0 100

(Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, 2021)

Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa adanya penurunan jumlah penyelenggaraan festival seni dan budaya secara drastis dari tahun 2018 yaitu sebanyak 18 menjadi hanya 8 penyelenggaraan pada tahun 2020. Di era pandemi pada tahun 2020 pelestarian budaya juga belum berkembang dikarenakan pelaku kesenian yang enggan beradaptasi dengan situasi terkini.

Hal ini menghambat upaya pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran. Beberapa indikator lain seperti jumlah cagar budaya yang dikelola juga cenderung stagnan. Selain itu kebijakan pemerintah mengenai pembatasan sosial berdampak pada kegiatan kesenian dan kebudayaan yang dilarang untuk mencengah kerumunan.

2.3.2.17 Perpustakaan

Berdasarkan RPJMN Tahun 2020-2024, bahwa dari salah satu ketujuh agenda pembangunan nasional adalah revolusi mental dan pembangunan kebudayaan yang bertujuan untuk membangun manusia Indonesia yang memiliki cara pikir yang terbuka, kritis, kreatif, dan memiliki karakter. Peraturan Perpustakaan nasional Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Perpustakaan Nasional Tahun 2020-2024 menyebutkan bahwa dalam upaya membangun kualitas manusia, budaya literasi perlu dijadikan menjadi pondasi yang kokoh bagi terwujudnya masyarakat berkualitas dan sejahtera. Perkembangan literasi masyarakat di Indonesia salah satunya bergantung kepada kegemaran membaca masyarakat, tergambar dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

II-78

Budaya literasi menjadi dimensi dalam indeks pembangunan masyarakat, pada RPJMN Tahun 2020-2024. Hal ini menunjukkan bahwa budaya literasi berkontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan, berkarakter, mandiri dan berdaya saing yang pada akhirnya terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan Survei BPS 2019 bahwa indeks nilai budaya literasi masih terus perlu ditingkatkan.

Perpustakaan merupakan pusat kegiatan belajar, membaca buku, dan mencari informasi berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara khususnya masyarakat Kabupaten Pangandaran, dikembangkan perpustakaan untuk memajukan ilmu pengetahuan sebagai tonggak pencerdasan dalam upaya pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Capaian kinerja urusan perpustakaan Kabupaten Pangandaran disajikan pada tabel di bawah ini:

Tabel 2.50 Hasil Capaian Kinerja Urusan Perpustakaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2020

Indikator Capaian

2016 2017 2018 2019 2020 Jumlah kunjungan ke perpustakaan

selama 1 Tahun N/A 925 1.169 12.567 3.931

Jumlah koleksi judul buku yang

tersedia di Perpustakaan daerah N/A 2.077 3.490 3.709 4.010 Jumlah koleksi buku yang tersedia di

Perpustakaan daerah N/A 3.756 9.519 10.083 10.761 Jumlah seluruh pustakawan, tenaga

teknis dan penilai N/A N/A N/A 1 1

Jumlah Pengunjung Perpustakaan

Daerah N/A 925 1.169 12.567 3.931

Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

terhadap pelayanan perpustakaan N/A 18,625 31,195 31,426 42,958

Jumlah Perpustakaan N/A 277 295 325 325

Jumlah rata-rata pengunjung pertahun N/A 925 1.169 12.567 9.151 Jumlah orang dalam populasi yang

harus dilayani N/A 18.625 31.195 31.426 42.958 (Sumber: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran, 2021)

Berdasarkan data dari tabel tersebut, dapat diketahui bahwa jumlah pengunjung perpustakaan daerah mengalami peningkatan yang

II-79

signifikan dari tahun 2017 sebesar 925 menjadi sebesar 1.169 pada tahun 2018 dan melonjak tajam pada tahun 2019 yaitu sebesar 12.567 kunjungan lalu mengalami penurunan pada 2020 sebesar 3.931 kunjungan. Begitu pula dengan jumlah koleksi judul buku yang tersedia yaitu terus bertambah dari 2.077 koleksi pada tahun 2017 menjadi 4.010 koleksi judul buku pada tahun 2020.

Pada tahun 2019 dan 2020, dapat diketahui bahwa jumlah pustakawan, tenaga teknis, dan penilai yang memiliki sertifikat di Kabupaten Pangandaran hanya 1 orang. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus untuk meningkatkan jumlah pustakawan, tenaga teknis, dan penilai bersertifikat untuk mengoptimalkan peran perpustakaan di Pangandaran. Selain itu, dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pada pengunjung perpustakaan daerah pada tahun 2017-2020 sebanyak 3,931 dengan Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 42,958 pada tahun 2020.

2.3.2.18 Kearsipan

Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang kearsipan menyebutkan bahwa arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Era digitalisasi saat ini menuntut upaya strategis yang dilakukan lembaga Kearsipan dan lembaga pengelola kearsipan lainnya, untuk memastikan bahwa arsip baik yang bersifat statis maupun dinamis menjadi Informasi yang terkandung di dalamnya merupakan informasi yang nyata dan tidak dapat dibantah. Melalui arsip, generasi saat ini dapat mengetahui apa saja yang pernah terjadi sebelumnya dam generasi yang akan datang dapat mengetahui apa saja yang terjadi saat ini sehingga kita dapat mengetahui apa yang terjadi dari waktu ke waktu untuk dipelajari. Berikut adalah capaian urusan kearsipan Kabupaten Pangandaran tahun 2016-2020.

II-80

Tabel 2.51 Persentase Perangkat Daerah Pengelola Arsip Baku Tahun 2016-2020

Indikator Capaian

2016 2017 2018 2019 2020 Persentase Perangkat

Daerah yang mengelola arsip secara baku (%)

N/A N/A 18 18 18

Persentase arsip yang

terjamin keamanannya N/A N/A N/A 48,03 48,03 Persentase Perangkat

Daerah yang mengelola arsip secara baku (%)

N/A N/A 18 18 0

Pengelolaan kearsipan menunjukkan jumlah kegiatan peningkatan SDM

N/A 1

kegiatan

2 2

kegiatan 0 kegiatan kegiatan (Sumber: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran, 2021)

Persentase perangkat daerah yang mengelola arsip secara baku di Pangandaran pada tahun 2019 dan 2020 tidak mengalami kenaikan yaitu stagnan di angka 18% setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan masih rendahnya OPD yang menyelenggarakan arsip secara baku.

Maka dari itu, diperlukan pengoptimalan pengarsipan secara baku diseluruh kegiatan yang ada di Pemerintahan Kabupaten Pangandaran.

Disisi lain sesuai dengan tingkat perkembangan zaman diperlukan penyelenggaraan penatakelolaan Kearsipan Berbasis Digital.

Selain kebutuhan tenaga profesional, dibutuhkan pula kelengkapan dan daya dukung sarana dan prasarana.

2.3.3 Fokus Layanan Urusan Pemerintah Pilihan

Analisis kinerja atas layanan urusan pilihan dapat dilakukan terhadap indikator-indikator kinerja penyelenggaraan urusan pilihan pemerintahan daerah, yang meliputi bidang urusan perikanan, pertanian, pariwisata, transmigrasi. Berikut disajikan tabel capaian dari indikator-indikator kinerja penyelenggaraan urusan pilihan pemerintah daerah, sebagai berikut

II-81