BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
III. A.3 Capaian Kinerja Organisasi Kantor DKHI
108
antara orang yang menawarkan berbagai modul pengajaran dan keahlian, dengan orang yang ingin belajar.
Cityplan dapat membantu masyarakat untuk mengetahui peraturan zonasi yang berlaku, untuk dapat merencanakan pembangunan yang sesuai aturan. Aplikasi ini dapat diakses melalui website, yang sudah resmi dirilis pada Hari Tata Ruang Nasional.
Presentasi terakhir diberikan oleh Kargo-in, tim yang menyediakan layanan pengiriman logistik yang menawarkan pemberian quotation dalam waktu kurang dari 3 jam dan ketersediaan armada sesuai kebutuhan pasar. Sektor logistik merupakan sektor yang pertumbuhannya masih menunjukkan digit ganda, 15.5% pada tahun 2020.
3. LPIK-ITB Dan Lintasarta Umumkan Tiga Besar Appcelerate 2017
Lintasarta dan LPIK-ITB kembali mengumpulkan para peserta Appcelerate 2017 untuk mengumumkan tiga tim terbaik yang berhak untuk melakukan presentasi final di hadapan para Board of Directors Lintasarta pada bulan Desember 2017. Ketiga tim tersebut adalah ReadyDok, Cityplan, dan Halofina. Selain pengumuman tiga besar, acara juga diisi dengan feedback dari peserta untuk evaluasi keberjalanan program Appcelerate selanjutnya. Presentasi final akan dilaksanakan berbarengan dengan dua universitas lainnya; Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
III.A.3 Capaian Kinerja Organisasi Kantor DKHI
109
kerjasama ITB dengan mitra Program Strategis Penguatan Kerja Sama Inovasi terkait ukuran kinerja :
1) Jumlah Kerja Sama Industri untuk Penguatan Inovasi 2) Jumlah Kerja Sama dengan Lembaga Inovasi Lain di Luar ITB d. Indikator Kinerja Program Strategis Bidang Pendanaan
Sebagai indikator kinerjanya adalah tingkat keberhasilan penyelesaian dokumen-dokumen perjanjian kerjasama (MoU/MoA) dan paparan hasil monitoring jumlah implementasi kerjasama ITB dengan mitra dalam program-program strategis sebagai berikut:
1) Program Strategis Kemitraan Strategis untuk Penyelesaian Masalah Bangsa.
2) Program Strategis Pengembangan dan Penerapan Kajian/Studi dan Kebijakan yang diterapkan
3) Program Strategis Kerjasama Strategis dengan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta 2. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja
a. Target dan Realisasi Kinerja Program Strategis Kemitraan Internasional Tahun 2017 Target dan Realisasi Kinerja Program Kemitraan sebagai Impelementasi Program Strategis ITB 2017
Tabel 15. Daftar MOU/MOA Berdasarkan Realisasi Kinerja Tahun 2017
No Kerja Sama (MOU dan MOA)
Dokumen
Jumlah Tanda
Tangan &
Terarsip
Tanda Tangan &
Proses Terarsip
Proses Tanda Tangan
Proses Komunikasi
1 Dalam Negeri 107 2 28 24 161
2 Luar Negeri (Internasional) 66 13 14 22 115
Jumlah Total 173 15 42 46 276
Tanda Tangan &
Terarsip Tanda Tangan & 63%
Proses Terarsip 5%
Proses Tanda Tangan
15%
Proses Komunikasi
17%
Gambar 66. Grafik MOU/MOA Berdasarkan Realisasi Kinerja Tahun 2017
110
Tabel 16. Daftar MOU/MOA Berdasarkan Realisasi Kinerja Per Bidang Kerja Sama Tahun 2017
No Kerja Sama (MOU dan MOA)
Dokumen
Jumlah Tanda
Tangan
&
Terarsip
Tanda Tangan &
Proses Terarsip
Proses Tanda Tangan
Proses Komunikasi
1 Pendidikan 75 11 15 27 128
2 Penelitian & Pengabdian Masyarakat
74 4 21 13 112
3 Inovasi 17 0 4 3 24
4 Pendanaan 7 0 2 3 12
Jumlah Total 173 15 42 46 276
Pendidikan 46%
Penelitian &
Pengabdian Masyarakat
41%
Inovasi 9%
Pendanaan 4%
Gambar 67.Grafik MOU/MOA Berdasarkan Realisasi Kinerja Per Bidang Kerja Sama Tahun 2017 3. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2017 dengan Tahun 2015-2016
a. Perbandingan Realisasi Kinerja Program Strategis Kemitraan Internasional Tahun 2015- 2017
b. Perbandingan Realisasi Kinerja Program Kemitraan sebagai Impelementasi Program Strategis ITB 2015-2017
Tabel 17. Daftar MOU/MOA Dalam Negeri Berdasarkan Jenis Kerja Sama Tahun 2015 – 2017
No Jenis Kerja Sama 2015 2016 2017 Jumlah
1 Pendidikan 20 30 31 81
2 Penelitian 24 25 30 79
3 Inovasi 4 5 17 26
4 Pengabdian Masyarakat 20 17 23 60
5 Pendanaan 4 4 6 14
Jumlah 72 81 107 260
111
Pendidikan 31%
Penelitian 30%
Inovasi 10%
Pengabdian Masyarakat
23%
Pendanaan 6%
Gambar 68.Grafik MOU/MOA Dalam Negeri Berdasarkan Jenis Kerja Sama Tahun 2015 – 2017 Tabel 18. Daftar MOU/MOA Luar Negeri Berdasarkan Jenis Kerja Sama Tahun 2015 - 2017
No Jenis Kerja Sama 2015 2016 2017 Jumlah
1 Pendidikan 29 53 44 126
2 Penelitian 8 18 20 46
3 Inovasi 2 1 0 3
4 Pengabdian Masyarakat 0 0 1 1
5 Pendanaan 0 2 1 3
Jumlah 39 74 66 179
Pendidikan 70%
Penelitian 26%
Inovasi 2%
Pengabdian Masyarakat
0%
Pendanaan 2%
Pendidikan Penelitian Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendanaan
Gambar 69. Grafik MOU/MOA Luar Negeri Berdasarkan Jenis Kerja Sama Tahun 2015 – 2017 Tabel 19.Daftar MOU/MOA Dalam Negeri Berdasarkan Jenis Mitra Tahun 2015 – 2017
No Katagori 2015 2016 2017 Jumlah
1 Pemerintahan Provinsi 2 0 1 3
2 Pemerintah Kabupaten/Kota 16 16 19 51
3
Kementerian/Badan/Lembaga/Instansi
Pemerintah Lainnya 23 16 28 67
4 Perguruan Tinggi Negeri 5 8 16 29
5 Perguruan Tinggi Swasta 5 13 14 32
6 Industri 17 18 21 56
7 Swasta Lainnya 4 10 8 22
Jumlah 72 81 107 260
112
Pemerintahan Provinsi
1%
Pemerintah Kabupaten/Kota
20%
Kementerian/B adan/Lembaga/
Instansi Pemerintah
Lainnya Perguruan 26%
Tinggi Negeri 11%
Perguruan Tinggi Swasta
12%
Industri 22%
Swasta Lainnya 8%
Gambar 70.Grafik MOU/MOA Dalam Negeri Berdasarkan Jenis Mitra Tahun 2015 – 2017 Tabel 20.Daftar MOU/MOA Luar Negeri Berdasarkan Jenis Mitra Tahun 2015 – 2017
No Katagori 2015 2016 2017 Jumlah
1 Perguruan Tinggi 36 66 57 159
2 Industri 2 1 6 9
3 Asosiasi/Yayasan 1 5 3 9
4 Pemerintah 0 2 0 2
Jumlah 39 74 66 179
Perguruan Tinggi
89%
Industri 5%
Asosiasi/Yayasan
5% Pemerintah
1%
Gambar 71.Grafik MOU/MOA Luar Negeri Berdasarkan Jenis Mitra Tahun 2015 – 2017 Tabel 21.Daftar MOU/MOA Dalam Negeri & Luar Negeri Tahun 2015 – 2017
No Kerja Sama 2015 2016 2017 Jumlah
1 Dalam Negeri 72 81 107 260
2 Luar Negeri 39 74 66 179
111 155 173 439
113
72 81 107 260
39 74 66 179
111 155 173 439
2 0 1 5 2 0 1 6 2 0 1 7 J U M L A H
Dalam Negeri Luar Negeri
Gambar 72. Grafik MOU/MOA Luar Negeri Berdasarkan Jenis Mitra Tahun 2015 – 2017 4. Perbandingan Realisasi Kinerja terhadap target capaian Renstra ITB
Untuk student mobility target inbound dan outbound adalah masing-masing 135 dan 50 mahasiswa. Dari data yang tercatat di DKHI pada tahun 2017 terdapat 145 mahasiswa asing yang datang ke ITB dan 72 mahasiswa ITB yang diberangkatkan ke luar negeri. Dengan demikian untuk bidang student mobility target tahun 2017 sudah terlampau.
Secara total jumlah kerjasama yang ditandatangani dalam bentuk MoU dan MOA pada tahun 2017 ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2016. Peningkatan terutama diperlihatkan pada jumlah kerjasama dengan industri baik pada kerjasama dalam negeri maupun luar negeri, dan pada topik topik yang terkait dengan inovasi.
5. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2017 dengan Standar Nasional
Sementara ini tidak terdapat atau belum tersedia standard nasional terkait kegiatan kegiatan kerjasama dalam dan luar negeri untuk perguruan tinggi. Namun data-data kerjasama ITB telah dimasukan kedalam data sistem kerjasama yang dikelola oleh kemenristek dikti.
6. Analisis penyebab keberhasilan dan kegagalan atau peningkatan dan penurunan kinerja serta alternatif solusinya.
a. Analisis Kinerja Program Strategis Kemitraan Internasional
1) Dalam ranah Kemitraan Internasional, penjajagan kerjasama saat ini lebih difokuskan agar dapat terjadi aktivitas kerjasama jika MoU atau MoA ditandatangani. Sebisa mungkin dihindari adanya MoU dan MoA tidur yang tidak memiliki aktivitas. Oleh karena itu dalam proses penjajagan kerjasama Internasional pada periode 2015-2020, selalu diupayakan agar ada dosen atau fakultas yang menjadi penanggung jawab kegiatan kerjasama. Bagian match making ini adalah bagian yang paling sulit dalam proses penjajagan kerjasama, kecuali jika rintisan kerjasama ini telah dilakukan oleh Dosen, Pusat Penelitian atau Fakultas tertentu. ITB adalah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia sehingga sangat banyak mitra yang ingin bekerjasama dengan ITB. Beberapa kali tawaran kerjasama dari pihak Mitra sulit/ tidak mendapatkan respon dari pihak Fakultas/ Sekolah terkait, baik Karena beban kerja yang sudah melampaui kapasitas, maupun kesesuaian topik riset/
kegiatan. Untuk lebih mengefisienkan proses penjajagan ini maka ITB perlu membuat beberapa panduan dan cluster kerjasama yang diprioritaskan sesuai dengan Renstra ITB.
2) Dalam kegiatan student mobility (inbound dan outbond) jumlah mahasiswa yang terlibat telah melampaui target yang telah ditetapkan. Saat ini telah diselesaikan satu draft SK
114
Rektor untuk penanganan mobilitas mahasiswa dan DKHI telah menyediakan dana hibah (dalam jumlah terbatas) untuk bantuan bagi mahasiswa outbound student mobility. Untuk tahun 2018 bantuan outbound mobility akan difokuskan bagi kegiatan outbound jangka panjang (satu semester) dengan Mitra yang telah memiliki MoU/ MoA agar kegiatan ini dapat lebih fokus dilakukan untuk mengisi kerjasama dengan Mitra.
3) Dengan adanya kelas internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan akademiknya di Luar Negeri paling sedikit satu semester atau satu tahun, maka Fakultas/ Sekolah yang terlibat perlu melakukan antisipasi sejak dini, karena proses penjajagan kerjasama pertukaran mahasiswa tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Perlu beberapa bulan sampai satu tahun untuk menjajagi kerjasama ini sampai berwujud. Dalam hal ini SBM dan FTMD telah secara sangat aktif berkoordinasi dengan DKHI untuk mengembangkan kerjasama pertukaran mahasiswa ini
b. Analisis Kinerja Program Kemitraan sebagai Impelementasi Program Strategis ITB 2016- 2020
1) Target pemrosesan MoU/MoA sampai tahap final (pengarsipan oleh DKHI) ditetapkan 60%
dari Total MoU yang masuk/didisposisikan ke DKHI karena permintaan pembuatan MoU/MoA masuk/didisposisikan ke DKHI berlangsung sepanjang waktu selama satu tahun hingga akhir Desember 2017. Hal ini juga menyebabkan sebagian proses MoU/MoA baru masuk ke dalam tahap proses komunikasi di awal tahun 2018. Pada beberapa kasus pemrosesan MoU yang sifatnya ‘urgent’ dan memang pada waktu tersebut bisa ditandatangani oleh ITB dan Mitra, jangka waktu pemrosesan MoU/MoA dari mulai tahap komunikasi awal sampai tahap proses penandatanganan dan pengarsipan selesai membutuhkan jangka waktu minimal 1 minggu. Namun jangka waktu pemrosesan MoU tidak bisa ditetapkan batas maksimalnya, karena pemrosesan di DKHI berkaitan juga dengan kejelasan dan kesiapan tindak lanjut pemrosesan dan komunikasi yang dilakukan oleh pihak Mitra maupun dari PIC ITB yang mengawali kontak dan mempertemukan dengan Mitra ITB yang akan bekerja sama (membuat MoU/MoA).
2) Sampai saat ini belum bisa dilaksanakan proses baku (SOP) monitoring tindak lanjut dari MoU/MoA yag dilakukan oleh unit-unit/fakultas di ITB yang bekerjasama dengan mitra ITB.
Selain belum berjalannya fungsi koordinasi yang rapi dan menerus dengan para koordinator kerjasama yang telah ditunjuk oleh masing-masing fakultas, juga belum jelasnya proses dna prosedur tracking tindak lanjut MoU/MoA ke unit-unit atau Fakultas di ITB yang terkait dengan keterbatasan jumlah SDM untuk dapat melakukan proses tersebut.
7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
Analisis Program Penunjang Kinerja Tahun 2017
1) Pada tahun 2017, bekerja sama dengan DISTI sedang dikembangkan sistem informasi kemitraan, yang memuat basis data kerjasama dalam negeri dan luar negeri, kunjungan tamu dan perjalanan dinas pimpinan berikut aktivitas turunannya. Basis data ini kemudian dikaitkan dengan website DKHI dan dibuatkan dashboard , sehingga pimpinan dapat memantau kegiatan kerjasama secara makro dengan cepat. Saat ini DISTI sedang mempersiapkan akun untuk masing-masing Fakultas/ Sekolah dan Kantor Wakil Rektor sehingga data dan situs dapat diakses oleh masing-masing unit. Pada tahun 2018 pengembangan sistem informasi ini dilanjutkan dengan mengembangkan sistem
115
pemantauan proses penjajagan kerjasama dan sistem basis data dan pemantauan mahasiswa asing
2) Dalam proses pengembangan sumberdaya manusia di lingkungan DKHI dilakukan pengiriman staf tenaga kependidikan untuk mengikuti pelatihan (Radbout University, Universidad Autonoma de Madrid dan Universidad Autonoma de Barcelona), pertukaran staf (Vilnius Gedeminas Technical University) dan kunjungan kerja ke Chulalongkorn University dan King Mongkut University of Technology Thonbury, Thailand. Dengan demikian diharapkan seluruh staf dapat lebih memahami perannya dalam penjajagan dan pengembangan kerjasama dan kemitraan.
3) Kegiatan Workshop dan Sosialisasi tentang kerjasama dan penanganan mahasiswa asing kepada tenaga kependidikan di Fakultas, Kaprodi dan perwakilan Fakultas menjadi kegiatan yang rutin dilakukan dan kegiatan ini sangat terasa manfaatnya dalam menyamakan persepsi dan informasi, serta koordinasi dengan Fakultas/ Sekolah. Hal yang paling kritis, sering ditanyakan dan menjadi masalah adalah VISA bagi mahasiswa asing. Untuk itu penjelasan dan pemutakhiran informasi selalu dilakukan agar pihak-pihak yang terkait (mahasiswa asing, Prodi, Fakultas) dapat mengetahuinya.
4) Keberhasilan program student mobility (inbound dan outbound) sangat terkait dengan aktivitas unit lain (antara lain DEKTM dan Fakultas/ Sekolah) sehingga koordinasi dan kerjasama yang baik dengan pihak-pihak tersebut sangat diperlukan
5) Kegiatan International Day yang telah berhasil diselenggarakan dengan sangat baik, sebaiknya dijadikan agenda kegiatan tahunan ITB karena respon dari mahasiswa asing dan mahasiswa ITB terhadap kegiatan ini sangat baik. Selain itu juga respon dari beberapa kedutaan negara sahabat juga sangat baik.
8. Data Pendukung Terlampir