• Tidak ada hasil yang ditemukan

 Y

 Yang ang dimaksud dimaksud dengan dengan pengembapengembanganngan dan penyusutan material adalah perubahan dan penyusutan material adalah perubahan (penambahan atau pengurangan) volume (penambahan atau pengurangan) volume material, apabila material tersebut material, apabila material tersebut diganggu dari bentuk aslinya (digali, diganggu dari bentuk aslinya (digali, dipindahkan, diangkut atau dipadatkan).

dipindahkan, diangkut atau dipadatkan).

Perubahan volume tersebut akan diikuti Perubahan volume tersebut akan diikuti pula dengan perubahan dari densiti pula dengan perubahan dari densiti material, atau dengan kata lain, aktor material, atau dengan kata lain, aktor pengembangan & penyusutan volume pengembangan & penyusutan volume sama dengan aktor perubahan densiti sama dengan aktor perubahan densiti material dalam kondisi yang sama.

material dalam kondisi yang sama.

Berdasarkan adanya perubahan tersebut Berdasarkan adanya perubahan tersebut pengukuran volume maupun densiti pengukuran volume maupun densiti material dibedakan atas :

material dibedakan atas : a. Keadaan asli (baik, insitu).

a. Keadaan asli (baik, insitu).

 Y

 Yaitu aitu keadaakeadaan n material material yang yang masihmasih alam dan belum mengalami gangguan alam dan belum mengalami gangguan teknologi (lalu-lalang peralatan, digali, teknologi (lalu-lalang peralatan, digali, dipindahkan, diangkut atau dipadat- dipindahkan, diangkut atau dipadat- kan). Dalam keadaan seperti ini, buti kan). Dalam keadaan seperti ini, butiran-ran- butiran material yang dikandungnya butiran material yang dikandungnya Pengembangan & Penyusutan

Pengembangan & Penyusutan Material

Material pada medan kerja lunak berlumpur.

pada medan kerja lunak berlumpur.

Demikian pula alat yang dipergunakan Demikian pula alat yang dipergunakan mengerjakan material yang berat akan mengerjakan material yang berat akan lain dengan yang ringan. Kondisi suatu lain dengan yang ringan. Kondisi suatu medan kerja umumnya tercipta oleh medan kerja umumnya tercipta oleh keadaa

keadaan alam dan n alam dan jenis material yang adajenis material yang ada didalamnya.

didalamnya.

Hubungan aplikasi alat-alat berat terhadap Hubungan aplikasi alat-alat berat terhadap kondisi medan kerja dan siat phisik kondisi medan kerja dan siat phisik material dapat digambarkan dalam material dapat digambarkan dalam skematik dibawah ini :

skematik dibawah ini :  Y

 Yang ang dimaksud dimaksud dengan dengan material material dalamdalam bidang aplikasi alat-alat berat disini bidang aplikasi alat-alat berat disini adalah meliputi tanah, batuan, galian adalah meliputi tanah, batuan, galian tambang, vegetasi (pohon, semak belukar tambang, vegetasi (pohon, semak belukar dan alang-alang) dan bangunan.

dan alang-alang) dan bangunan.

Siat phisik material ini berpengaruh Siat phisik material ini berpengaruh terhadap operasi alat-alat besar, terhadap operasi alat-alat besar, terutama dalam :

terutama dalam :

Menentukan jenis alat yang akan Menentukan jenis alat yang akan digunakan dan takaran kapasitas digunakan dan takaran kapasitas produksinya.

produksinya.

Perhitungan volume pekerjaan Perhitungan volume pekerjaan

Kemampuan kerja alat pada kondisi Kemampuan kerja alat pada kondisi medan kerja/kondisi material yang ada.

medan kerja/kondisi material yang ada.

Jadi dengan ketidak sesuaian alat dengan Jadi dengan ketidak sesuaian alat dengan kondisi medan kerja / kondisi material, kondisi medan kerja / kondisi material, akan menimbulkan kesulitan berupa akan menimbulkan kesulitan berupa tidak eisiennya alat yang otomatis, akan tidak eisiennya alat yang otomatis, akan menimbulkan kerugian karena banyaknya menimbulkan kerugian karena banyaknya loss time.

loss time.

Pengembangan & penyusutan material Pengembangan & penyusutan material (swell actor)

(swell actor) Berat material Berat material Bentuk material Bentuk material Kohesivitas material Kohesivitas material Kekerasan material Kekerasan material Daya dukung material Daya dukung material Jarak angkut.

Jarak angkut.

1.

1.

2.

2.

3.

3.

4.

4.

5.

5.

6.

6.

7.

7.

••

••

••

Analisa Pemilihan Alat Analisa Pemilihan Alat

AH AH

01

01

perubahan volume, yaitu mengem- perubahan volume, yaitu mengem- bang. Hal ini terjadi karena adanya bang. Hal ini terjadi karena adanya penambahan rongga udara diantara penambahan rongga udara diantara butiran-butiran material, dengan butiran-butiran material, dengan demikian volumenya menjadi lebih demikian volumenya menjadi lebih besar sedangkan beratnya tetap.

besar sedangkan beratnya tetap.

c. Keadaan padat (compact) c. Keadaan padat (compact)

Keadaan ini akan dialami oleh material Keadaan ini akan dialami oleh material yang mengalami proses pemadatan yang mengalami proses pemadatan (pemampatan), dimana volumenya (pemampatan), dimana volumenya menyusut. Perubahan volume terjadi menyusut. Perubahan volume terjadi karena adanya pengurungan rongga karena adanya pengurungan rongga udara diantara butiran-butiran udara diantara butiran-butiran material tersebut. Dalam keadaan ini, material tersebut. Dalam keadaan ini, volume material akan menjadi lebih volume material akan menjadi lebih kecil, sedangkan beratnya tetap.

kecil, sedangkan beratnya tetap.

Susunan material beserta perubahannya Susunan material beserta perubahannya dapat digambarkan sebagai berikut :

dapat digambarkan sebagai berikut :

• Susunan material terdiri dari partikel-

• Susunan material terdiri dari partikel- partikel (butiran-butiran) yaitu butiran partikel (butiran-butiran) yaitu butiran material, udara dan air.

material, udara dan air.

• Perubahan volume dalam keadaan asli

• Perubahan volume dalam keadaan asli (bank) menjadi gembur (loose) dan (bank) menjadi gembur (loose) dan padat (bank).

padat (bank).

Untuk menghitung suatu volume pekerjaan Untuk menghitung suatu volume pekerjaan perhitungan volume material dibedakan perhitungan volume material dibedakan atas :

atas :

• Volume keadaan asli atau Bank Cubic

• Volume keadaan asli atau Bank Cubic Meters (BCM)

Meters (BCM)

• Volume keadaan gembur atau Loose

• Volume keadaan gembur atau Loose Cubic Meters (LCM)

Cubic Meters (LCM)

• • Volume keadaan Volume keadaan padat padat atau atau CompactedCompacted Meters (CCM)

Meters (CCM)

Sedangkan aktor pengembangan (swell Sedangkan aktor pengembangan (swell factor) dapat dilihat pada tabel konversi + factor) dapat dilihat pada tabel konversi + volume tanah/material disamping berikut volume tanah/material disamping berikut ini.

ini.

T

Tabel Tanah Konversabel Tanah Konversi Volumei Volume Tanah / Material

Tanah / Material

Material Material

Pecahan Pecahan Batu Batu Kapur, Kapur, Batu Pasir Batu Pasir dll

dll Pecahan Pecahan Granit, Granit, Cadas Cadas Keras dll Keras dll

A

Asslli i GGeemmbbuur r PPaaddaatt

Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat

1.00 1.00

1.00 1.00

1.65 1.65

1.70 1.70

1.22 1.22

1.31 1.31 0.61

0.61

0.59 0.59

1.00 1.00

1.00 1.00

0.74 0.74

0.77 0.77 0.82

0.82

0.76 0.76

1.35 1.35

1.30 1.30 Tanah

Tanah Berpasir Berpasir

Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat

1

1..000 0 11..111 1 00..9999 0

0..990 0 11..000 0 00..8800 1

1..005 5 11..117 7 11..0000

Tanah Tanah Biasa Biasa

Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat

1

1..000 0 11..225 5 00..9900 0

0..880 0 11..000 0 00..7722 1

1..111 1 11..339 9 11..0000

Tanah Tanah Liat Liat

Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat

1

1..000 0 11..225 5 00..9900 0

0..770 0 11..000 0 00..6633 1

1..111 1 11..559 9 11..0000

Tanah Tanah Campur Campur Kerikil Kerikil

Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat

1

1..000 0 11..118 8 11..0088 0

0..885 5 11..000 0 00..9911 0

0..993 3 11..009 9 11..0000

Kerikil Kerikil

Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat

1

1..000 0 11..113 3 11..0033 0

0..888 8 11..000 0 00..9911 0

0..997 7 11..110 0 11..0000

Kerikil Kerikil Besar &

Besar &

Padat Padat

Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat

1

1..000 0 11..442 2 11..2299 0

0..770 0 11..000 0 00..9911 0

0..777 7 11..110 0 11..0000

1.00 1.00

1.00 1.00

Pecahan Pecahan Cadas Cadas

Asli Asli Gembur Gembur Padat Padat

1

1..000 0 11..775 5 11..4400 0

0..557 7 11..000 0 00..8800 0

0..771 1 11..224 4 11..0000 Dari Bentuk

Dari Bentuk Menjadi BentukMenjadi Bentuk

Analisa Pemilihan Alat Analisa Pemilihan Alat

AH

AH 01 01

Berat Material Berat Material

Bentuk Material Bentuk Material

ruang yang ditempati. Sedangkan ruang yang ditempati. Sedangkan material yang berbutir kasar dan material yang berbutir kasar dan berbongkah-bongkah akan lebih kecil dari berbongkah-bongkah akan lebih kecil dari nilai volume ruangan yang ditempati, hal nilai volume ruangan yang ditempati, hal ini terjadi karena jenis material ini akan ini terjadi karena jenis material ini akan membentuk rongga-rongga udara yang membentuk rongga-rongga udara yang memakan sebagian dari ruangan tersebut.

memakan sebagian dari ruangan tersebut.

Berapa material yang mampu ditampung Berapa material yang mampu ditampung oleh suatu ruangan/tempat. Dapat oleh suatu ruangan/tempat. Dapat dihitung dengan cara mengkoreksi jenis dihitung dengan cara mengkoreksi jenis bentuk material yang menempati tersebut bentuk material yang menempati tersebut dengan suatu aktor yang disebut :

dengan suatu aktor yang disebut :

• • Blade Blade factor untuk factor untuk jenis jenis alat alat yangyang memakai blade

memakai blade

• • Bucket factor Bucket factor untuk untuk jenis jenis alat alat yangyang memakai bucket

memakai bucket

• • Payload Payload factor factor untuk untuk jenis jenis alatalat pengangkut Besarnya aktor tersebut pengangkut Besarnya aktor tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini 1. Blade

1. Blade faktofaktor untuk r untuk bulldozerbulldozer Berat adalah suatu siat yang dimiliki oleh

Berat adalah suatu siat yang dimiliki oleh setiap material. Kemampuan suatu alat setiap material. Kemampuan suatu alat berat untuk melakukan pekerjaan seperti berat untuk melakukan pekerjaan seperti mendorong, mengangkat, menarik, mendorong, mengangkat, menarik, mengangkut dan lain-lain, akan sangat mengangkut dan lain-lain, akan sangat dipengaruh

dipengaruhi oleh i oleh berat material tersebut.berat material tersebut.

Pada umumnya, setiap alat berat Pada umumnya, setiap alat berat mempunyai batasan kapasitas, volume mempunyai batasan kapasitas, volume tertentu, sehingga pengertian berat tertentu, sehingga pengertian berat material juga akan dipengaruhi oleh material juga akan dipengaruhi oleh densiti material.

densiti material.

Contoh pengaruh berat material terhadap Contoh pengaruh berat material terhadap kemampuan operasi alat berat adalah : kemampuan operasi alat berat adalah :

• Wheel Loader akan jungkit pada waktu

• Wheel Loader akan jungkit pada waktu memuat biji besi, sedangkan untuk memuat biji besi, sedangkan untuk tanah biasa tidak.

tanah biasa tidak.

• • Bulldozer Bulldozer kelas kelas kecil kecil tidak tidak mampumampu mendorong stock pile bantuan sedang- mendorong stock pile bantuan sedang- kan untuk tanah biasa dapat beroperasi kan untuk tanah biasa dapat beroperasi dengan baik

dengan baik

• Dump Truck tidak mampu menanjak

• Dump Truck tidak mampu menanjak pada waktu mengangkat penuh batuan, pada waktu mengangkat penuh batuan, sehingga terpaksa volumenya harus sehingga terpaksa volumenya harus dikurangi

dikurangi

• • Bulldozer Bulldozer tidak tidak mampu mampu menyarmenyaradad log yang besar sekali.

log yang besar sekali.

Bentuk material ini didasarkan pada Bentuk material ini didasarkan pada ukuran butir material yang akan ukuran butir material yang akan mempengaruhi susunan butir-butir mempengaruhi susunan butir-butir material dalam suatu kesatuan volume material dalam suatu kesatuan volume

   

Kondisi Kondisi Operasil

Operasil Blade FaktorBlade Faktor

Mudah Mudah Digusur Digusur

Blade mendorong Blade mendorong penuh untuk tanah penuh untuk tanah yang lepas (loose), yang lepas (loose), kandungan airnya kandungan airnya rendah

rendah

1.10 - 0.90 1.10 - 0.90

Sedang Sedang

Blade tidak mendorong Blade tidak mendorong penuh tanah, untuk penuh tanah, untuk tanah dengan campu- tanah dengan campu- ran pasir atau tanah ran pasir atau tanah lepas

lepas

0.90 - 0.70 0.90 - 0.70

Agak Agak Sukar Sukar Digusur Digusur

Untuk tanah liat yang Untuk tanah liat yang kandungan airnya kandungan airnya tinggi, pasir tercampur tinggi, pasir tercampur kerikil, tanah liat yang kerikil, tanah liat yang

0.70 - 0.60 0.70 - 0.60

  

Analisa Pemilihan Alat Analisa Pemilihan Alat

AH AH

01

01

2. Bucket factor (faktor muat) untuk 2. Bucket factor (faktor muat) untuk wheel loader dan dozer shovel

wheel loader dan dozer shovel

Daya Dukung Tanah Daya Dukung Tanah

Adalah kemampuan tanah untuk Adalah kemampuan tanah untuk mendukung alat yang berada diatasnya.

mendukung alat yang berada diatasnya.

Apabila suatu alat berada diatas tanah, Apabila suatu alat berada diatas tanah, maka alat tersebut akan memberikan maka alat tersebut akan memberikan  “Ground Pressure”, sedangkan perlawanan  “Ground Pressure”, sedangkan perlawanan yang diberikan tanah adalah “Daya yang diberikan tanah adalah “Daya Dukung”.

Dukung”.

Jika Ground Pressure alat lebih besar dari Jika Ground Pressure alat lebih besar dari daya dukung tanah, maka alat tersebut daya dukung tanah, maka alat tersebut akan terbenam. Nilai daya dukung tanah akan terbenam. Nilai daya dukung tanah dapat diketahui dengan cara pengukuran dapat diketahui dengan cara pengukuran Berat Material

Berat Material

Material yang keras akan lebih sukar Material yang keras akan lebih sukar dikayak, digali, atau dikupas oleh alat dikayak, digali, atau dikupas oleh alat berat. Hal ini akan menurunkan berat. Hal ini akan menurunkan produktivitas alat. Material yang umumnya produktivitas alat. Material yang umumnya keras adalah batu-batuan. Batuan dalam keras adalah batu-batuan. Batuan dalam pengertian pemindahan tanah terbagi pengertian pemindahan tanah terbagi dalam tiga batuan dasar, yaitu :

dalam tiga batuan dasar, yaitu : a.

a. Batuan Batuan Beku Beku : : siatnya siatnya keras, padkeras, padat,at, pejal dan kokoh

pejal dan kokoh

b. Batuan Sedimen : merupakan perlapisan b. Batuan Sedimen : merupakan perlapisan yang lunak sampai dengan keras, ringan yang lunak sampai dengan keras, ringan dan bersiat lepas

dan bersiat lepas

c. Batuan Metamor : Umumnya c. Batuan Metamor : Umumnya

perlapisannya keras, padat dan tidak perlapisannya keras, padat dan tidak teratur

teratur

Nilai kekerasan tanah diukur dengan Nilai kekerasan tanah diukur dengan menggunakan Ripper meter/Seismic menggunakan Ripper meter/Seismic Test Meter. Besarnya nilai ditunjukkan Test Meter. Besarnya nilai ditunjukkan dalam satuan m/dt. (Satuan Seismic

dalam satuan m/dt. (Satuan Seismic WaveWave Velocity batuan). Untuk mengetahui alat Velocity batuan). Untuk mengetahui alat besar apa yang sesuai berdasarkan nilai besar apa yang sesuai berdasarkan nilai Seismic Wave Velocity batuannya, dapat Seismic Wave Velocity batuannya, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

dilihat pada tabel dibawah ini : Kohensivitas Material

Kohensivitas Material  Y

 Yang ang dimaksud dimaksud kohensivitkohensivitas as materialmaterial adalah daya lekat atau kemampuan saling adalah daya lekat atau kemampuan saling mengikat diantara butir-butir

mengikat diantara butir-butir

Material yang kohisivitas tinggi akan mudah Material yang kohisivitas tinggi akan mudah menggunung. Jadi apabila material ini menggunung. Jadi apabila material ini berada pada suatu tempat, akan berada pada suatu tempat, akan munjung. Volume material yang munjung. Volume material yang menempati ruangan ini ada kemungkinan menempati ruangan ini ada kemungkinan bisa melebihi volume ruangtannya.

bisa melebihi volume ruangtannya.

Umpamanya tanah liat. Sedangkan Umpamanya tanah liat. Sedangkan material dengan kohesivitas yang kurang material dengan kohesivitas yang kurang baik, misalnya pasir, apabila menempati baik, misalnya pasir, apabila menempati suatu ruangan akan sukar menggunung.

suatu ruangan akan sukar menggunung.

Melainkan cenderung peres/rata.

Melainkan cenderung peres/rata.

  

Faktor Muat Faktor Muat Tanah Tebing Tanah Tebing

0

0..995 5 - - 11..0000 00..995 5 - - 11..0000

0.85 - 0.90 0.85 - 0.90

1.00 - 1.10 1.00 - 1.10

0.80 - 1.00 0.80 - 1.00

0.85 - 0.95 0.85 - 0.95 0.95 - 1.00

0.95 - 1.00

0.85 - 0.90 0.85 - 0.90

0.90 - 0.95 0.90 - 0.95

0.85 - 0.90 0.85 - 0.90

0.80 - 0.85 0.80 - 0.85

0.75 - 0.80 0.75 - 0.80

0.60 - 0.65 0.60 - 0.65 Kelompok Material

Kelompok Material

Butir Campuran Lembab Butir Campuran Lembab

Lempung Lembab Lempung Lembab Tanah, Batu Besar, Berakar Tanah, Batu Besar, Berakar

Material yang bersifat mengikat Material yang bersifat mengikat Butir Seragam

Butir Seragam

Material Hasil Material Hasil Peledakan Peledakan

< 3 mm

< 3 mm 3 - 9 mm 3 - 9 mm

12 - 20 mm 12 - 20 mm

> 24 mm

> 24 mm Baik Baik

Sedang Sedang Buruk Buruk

Tanah Gembur Tanah Gembur

  

Analisa Pemilihan Alat Analisa Pemilihan Alat

AH

AH 01 01

/test langsung dilapangan. Alat yang /test langsung dilapangan. Alat yang umum digunakan untuk test

umum digunakan untuk test daya dukungdaya dukung tanah disebut “Cone Penetrometer”

tanah disebut “Cone Penetrometer”

Untuk mengetahui alat besar apa yang Untuk mengetahui alat besar apa yang sesuai berdasarkan daya dukung tanahnya sesuai berdasarkan daya dukung tanahnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Jarak Angkut Jarak Angkut

Pemilihan alat-alat besar untuk Pemilihan alat-alat besar untuk transportasi sangat ditentukan oleh jarak transportasi sangat ditentukan oleh jarak angkut dan kondisi jalan yang akan angkut dan kondisi jalan yang akan dilalui. Pengangkutan suatu material dilalui. Pengangkutan suatu material

Hal-Hal Lain yang Perlu Hal-Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

Diperhatikan

Iklim & Curah Hujan Iklim & Curah Hujan

Dalam memilih A2B yang harus Dalam memilih A2B yang harus diperhatikan pula adalah tentang iklim diperhatikan pula adalah tentang iklim dan curah hujan, karena hal ini

dan curah hujan, karena hal ini disampingdisamping untuk mengetahui sampai batasan mana untuk mengetahui sampai batasan mana landasan kerja itu bila terkena air hujan landasan kerja itu bila terkena air hujan akan rusak atau tidak, juga untuk melihat akan rusak atau tidak, juga untuk melihat apakah hal ini cukup mengganggu apakah hal ini cukup mengganggu kelangsungan kerja A2B nantinya. Juga dari kelangsungan kerja A2B nantinya. Juga dari iklim dan curah hujan akan terlihat berapa iklim dan curah hujan akan terlihat berapa waktu tersedia yang sebenarnya mengingat waktu tersedia yang sebenarnya mengingat adanya curah hujan didaerah tersebut.

adanya curah hujan didaerah tersebut.

Diperhatikan Besar curah hujan dan Diperhatikan Besar curah hujan dan hari hujan akan membatasi hari kerja hari hujan akan membatasi hari kerja pengoperasian alat-alat berat. Jumlah pengoperasian alat-alat berat. Jumlah hari hujan dan curah hujan perlu dicatat hari hujan dan curah hujan perlu dicatat untuk mengetahui jumlah hari kerja yang untuk mengetahui jumlah hari kerja yang benar-benar tersedia didaerah yang benar-benar tersedia didaerah yang bersangkutan.

bersangkutan.

Tabel dibawah ini menunjukkan jumlah Tabel dibawah ini menunjukkan jumlah hari yang hilang selama menunggu tanah hari yang hilang selama menunggu tanah menjadi kering setelah hujan agar dapat menjadi kering setelah hujan agar dapat dioperasikan kembali.

dioperasikan kembali.

K

Koodde e IInnddeekkss JJeenniis s AAllaatt Daya TekanDaya Tekan Alat Alat

< 22

< 22 Extra SwampExtra Swamp Dozer

Dozer 0,15-0,300,15-0,30  - 4

 - 4 SwampSwamp Dozer

Dozer 0,20-0,300,20-0,30 44--55 SSmmaalll l DDoozzeerr 00,,3300--00,,6600

5-7

5-7 MediumMedium Dozer

Dozer 0,60-0,800,60-0,80 77--1100 LLaarrgge e DDoozzeerr 00,,770 0 --11,,3300

10-13

10-13 MotorMotor Scraper

Scraper 1,30-2,851,30-2,85

>

> 1155 DDuummp p TTrruucckk > > 33,,2200

Curah Hujan (mm/hari) Curah Hujan (mm/hari) K

Koonnddiissi i TTaannaahh <<33 33--1100 1111--3300 >>3300 Batu Kerikil, Batu

Batu Kerikil, Batu Tak Tersaring

Tak Tersaring 00 00 00--00..55 11 T

Taannaah h PPaassiirr 00 00 00,,55--11 11,,55--22

Analisa Pemilihan Alat Analisa Pemilihan Alat

AH AH

01

01

Persyar

Persyaratan atan PekerjaanPekerjaan

T

Tenaga Kerja enaga Kerja LokalLokal

Bulldozer Misalnya mengingat daerah kerja Bulldozer Misalnya mengingat daerah kerja terletak didekat pemukiman penduduk, terletak didekat pemukiman penduduk, maka untuk terapan alat-alat berat maka untuk terapan alat-alat berat diperlukan persyaratan-persyaratan untuk diperlukan persyaratan-persyaratan untuk keselamatan lingkungan.

keselamatan lingkungan.

Dibutuhkan penyerapan tenaga menen- Dibutuhkan penyerapan tenaga menen- gah sampai kebawah, untuk pekerjaan gah sampai kebawah, untuk pekerjaan seperti :

seperti :

• Pembantu mekanik

• Pembantu mekanik

• Pembantu operator

• Pembantu operator

• Pembantu foreman

• Pembantu foreman

• Tenaga administrasi dan lain sebagainya

• Tenaga administrasi dan lain sebagainya Apabila tenaga kerja tersebut diatas Apabila tenaga kerja tersebut diatas tersedia disekitar lokasi proyek, hal ini tersedia disekitar lokasi proyek, hal ini akan memberikan keuntungan, baik dari akan memberikan keuntungan, baik dari segi biaya maupun dari segi

segi biaya maupun dari segi sosial. Berartisosial. Berarti tenaga kerja mudah diperoleh sekaligus tenaga kerja mudah diperoleh sekaligus meningkatkan tara hidup penduduk lokal.

meningkatkan tara hidup penduduk lokal.

Waktu Penyelesaian Waktu Penyelesaian

Waktu penyelesaian pekerjaan atau sering Waktu penyelesaian pekerjaan atau sering disebut dengan target waktu yang disebut dengan target waktu yang ditetapkan untuk mengerjakan suatu ditetapkan untuk mengerjakan suatu proyek pemindahan tanah mekanis, proyek pemindahan tanah mekanis, sangat dipengaruhi oleh iklim/curah sangat dipengaruhi oleh iklim/curah hujan.

hujan.

Bulan

Bulan JumlahJumlah Hari Hari

Hari Hari Kerja Kerja

Jam Jam Kerja Kerja JJaannuuaarrii 3311 2200 226600 FFeebbrruuaarrii 2288 2200 226600 M

Maarreett 3311 2200 226600

A

Apprriill 3300 2266 333388

M

Meeii 3311 2277 335511

JJuunnii 3300 2288 336644

JJuullii 3311 2299 337777

A

Agguussttuuss 3311 2299 337777 S

Seepptteemmbbeerr 3300 3300 339900 O

Okkttoobbeerr 3311 2299 337777 N

Nooppeemmbbeerr 3300 2288 336644 D

Deesseemmbbeerr 3311 2244 331122 T

Toottaall 336666 331100 44..003300

 V

 Volume Polume Pekerjaanekerjaan  Y

 Yaitu aitu jumlah jumlah material material yang yang harusharus dipindahkan, atau yang harus ditimbun, dipindahkan, atau yang harus ditimbun, dihitung dalam m

dihitung dalam m33  atau ton. Dengan  atau ton. Dengan menggabungkan data volume pekerjaan menggabungkan data volume pekerjaan dengan waktu pengerjaan (penyelesaian dengan waktu pengerjaan (penyelesaian pekerjaan) akan didapat target volume pekerjaan) akan didapat target volume pekerjaan.

pekerjaan.

Target volume pekerjaan = Target volume pekerjaan =

   ==

Volume pekerjaan Volume pekerjaan Waktu pengerjaan Waktu pengerjaan ton / jam atau ton / jam atau m

m33/jam/jam Analisa Pemilihan Alat

Analisa Pemilihan Alat

AH

AH 01 01

Kapasitas Produksi Alat & Estimasi Kapasitas Produksi Alat & Estimasi Jumlah Alat

Jumlah Alat

Kapasit

Kapasit as Produksi as Produksi Bulldozer Bulldozer

Setelah mengetahui peralatan vs kondisi Setelah mengetahui peralatan vs kondisi kerja (landasan kerja), maka dapat dipilih kerja (landasan kerja), maka dapat dipilih  jenis

 jenis peralatperalatan an yang yang sesuai sesuai dengan dengan kondisikondisi input data.

input data.

Sedang langkah selanjutnya adalah Sedang langkah selanjutnya adalah menentukan atau menganalisa kapasitas menentukan atau menganalisa kapasitas A2B, karena dengan diketahuinya kapasitas A2B, karena dengan diketahuinya kapasitas produksi peralatan, berarti jumlah produksi peralatan, berarti jumlah peralatan yang digunakan akan diketahui peralatan yang digunakan akan diketahui  juga.

 juga.

Untuk mendapatkan nilai yang sesuai Untuk mendapatkan nilai yang sesuai dengan hasil yang nyata dilapangan, maka dengan hasil yang nyata dilapangan, maka dalam kalkulasi harus dimasukkan aktor dalam kalkulasi harus dimasukkan aktor koreksi yang diperkenankan dan layak koreksi yang diperkenankan dan layak diterapk

diterapkan untuk an untuk kondisi Indonesia.kondisi Indonesia.

Kapasitas buldoser dapat ditentukan Kapasitas buldoser dapat ditentukan dengan ukuran dari beban yang didorong dengan ukuran dari beban yang didorong oleh blade. Apabila buldoser digunakan oleh blade. Apabila buldoser digunakan untuk menggusur beban

untuk menggusur beban (misalnya tanah,(misalnya tanah, pasir dan sebagainya) dalam saluran atau pasir dan sebagainya) dalam saluran atau parit dengan tinggi yang sama dengan parit dengan tinggi yang sama dengan bladenya, maka blade dari buldoser itu bladenya, maka blade dari buldoser itu akan terisi penuh menurut panjang dan akan terisi penuh menurut panjang dan tingginya.

tingginya.

Walaupun bentuk dari tanah yang Walaupun bentuk dari tanah yang didorong dibagian depan mempunyai didorong dibagian depan mempunyai kemiringan yang tidak teratur, tetapi kemiringan yang tidak teratur, tetapi dapat diperkirakan equivalent dengan dapat diperkirakan equivalent dengan

Dengan mengetahui kapasitas blade Dengan mengetahui kapasitas blade dari buldoser, maka produksinya dapat dari buldoser, maka produksinya dapat dihitung dengan cara seperti berikut : dihitung dengan cara seperti berikut : a. Kapasitas Produksi

a. Kapasitas Produksi KP

KP = = PMT PMT x x FKFK KP

KP = = Kapasitas Kapasitas ProduksiProduksi

PMT = Produksi Maksimum Teoritis PMT = Produksi Maksimum Teoritis

(eisiensi 100 %) (eisiensi 100 %) FK

FK = = Faktor Faktor KoreksiKoreksi

b. Produksi Maksimum Teoritis b. Produksi Maksimum Teoritis

PMT = KB x T PMT = KB x T KB

KB = = Kapasitas Kapasitas BladeBlade T

T = = Jumlah Jumlah trip trip perjamperjam c. Trip tiap jam

c. Trip tiap jam    6060    CtCt Ct

Ct = = Cycle Cycle time time / / waktu waktu siklus siklus (menit)(menit) d. Cycle time /

d. Cycle time / WaktWaktu siklusu siklus Ct =

Ct = J

J = = Jarak Jarak kerja kerja (m)(m) F

F = = KecepatKecepatan an maju maju (m/menit)(m/menit) R

R = = KecepatKecepatan an mundur mundur (m/menit)(m/menit) Z

Z = = Waktu Waktu tetap tetap untuk untuk pindahpindah    transmisi transmisi (menit)(menit)

Jadi ringkasan rumus untuk menghitung Jadi ringkasan rumus untuk menghitung kapasit

kapasitas produksi as produksi bulldozer adalah :bulldozer adalah : KP

KP ==

T T ==

J J Z J J Z F F RR

J J Z J J Z F F RR KB x 60 x

KB x 60 x FK FK KB/KB/JAMJAM

+ + ++

+ + ++

Analisa Pemilihan Alat Analisa Pemilihan Alat

AH AH

01

01

Dokumen terkait