• Tidak ada hasil yang ditemukan

tuxdoc.com katalog alat berat konstruksi 2013pdf

N/A
N/A
KEISHA AYU DIANDRA

Academic year: 2024

Membagikan "tuxdoc.com katalog alat berat konstruksi 2013pdf"

Copied!
240
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATALOG

KATALOG

(3)

menyelesaikan pekerjaan mengingat menyelesaikan pekerjaan mengingat keterbatasan kemampuan tenaga keterbatasan kemampuan tenaga manusia dalam melakukan pekerjaan- manusia dalam melakukan pekerjaan- pekerjaa

pekerjaan berat/sulit n berat/sulit di di lapangalapangan.n.

Selain itu, penggunaan alat berat Selain itu, penggunaan alat berat dimaksudkan pula untuk meningkatkan dimaksudkan pula untuk meningkatkan eisiensi, eektiitas, produktiitas dan eisiensi, eektiitas, produktiitas dan percepatan waktu pelaksanaan konstruksi.

percepatan waktu pelaksanaan konstruksi.

Dewasa ini, ora bisnis terkait alat berat Dewasa ini, ora bisnis terkait alat berat konstruksi di Indonesia semakin pesat konstruksi di Indonesia semakin pesat dan ramai. Berbagai pameran alat berat dan ramai. Berbagai pameran alat berat baik di dalam dan luar negeri telah banyak baik di dalam dan luar negeri telah banyak diselenggarakan. Peluang bisnis alat berat diselenggarakan. Peluang bisnis alat berat nampaknya sudah menjadi target nampaknya sudah menjadi target negara-negara asal produsen alat berat negara-negara asal produsen alat berat untuk memperluas

untuk memperluas market-sharemarket-share  hingga  hingga menanamkan investasinya. Hal ini tentu menanamkan investasinya. Hal ini tentu berdasarkan pada meningkatnya kondisi berdasarkan pada meningkatnya kondisi ekonomi makro dan pesatnya pertumbuhan ekonomi makro dan pesatnya pertumbuhan pembangunan di Indonesia. Dengan pembangunan di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia ke depan tentu saja demikian, Indonesia ke depan tentu saja membutuhkan lebih banyak lagi alat-alat membutuhkan lebih banyak lagi alat-alat berat dan sarana pengangkut lainnya berat dan sarana pengangkut lainnya untuk keperluan mobilisasi barang untuk keperluan mobilisasi barang dan jasa baik di sektor pertambangan, dan jasa baik di sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan konstruksi.

perkebunan, kehutanan, dan konstruksi.

Mengingat pentingnya peran alat berat Mengingat pentingnya peran alat berat dalam pelaksanaan konstruksi pada satu dalam pelaksanaan konstruksi pada satu sisi, dan beragamnya alat berat yang sisi, dan beragamnya alat berat yang ditawarkan oleh berbagai produsen dan ditawarkan oleh berbagai produsen dan distributor alat berat pada sisi yang lain, distributor alat berat pada sisi yang lain, maka para penyelenggara konstruksi maka para penyelenggara konstruksi diharapkan dapat memahami jenis diharapkan dapat memahami jenis dan ungsi alat berat secara lebih luas dan ungsi alat berat secara lebih luas Sebagai negara kepulauan, Indonesia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan beragam sumber daya, membutuhkan beragam sumber daya, baik isik maupun non-isik. Sumber daya baik isik maupun non-isik. Sumber daya tersebut menjadi modal utama bagi tersebut menjadi modal utama bagi pertumbuhan dan keberlangsungan pertumbuhan dan keberlangsungan pembangunan di berbagai sektor seperti pembangunan di berbagai sektor seperti sektor eko

sektor ekonomi, energi, industri, nomi, energi, industri, konstruksi,konstruksi, dan lain sebagainya. Dengan demikian, dan lain sebagainya. Dengan demikian, pengelolaan dan pengendalian sumber pengelolaan dan pengendalian sumber daya tersebut menjadi hal yang sangat daya tersebut menjadi hal yang sangat penting dan strategis dalam rangka penting dan strategis dalam rangka mendorong pembangunan bangsa yang mendorong pembangunan bangsa yang maju, mandiri, sejahtera, dan

maju, mandiri, sejahtera, dan berkeadilanberkeadilan..

Saat ini, Indonesia termasuk dalam Saat ini, Indonesia termasuk dalam deretan negara-negara yang paling deretan negara-negara yang paling progresi dalam penyelenggaraan progresi dalam penyelenggaraan konstruksi, sehingga menjadi pasar konstruksi, sehingga menjadi pasar konstruksi yang besar dan

konstruksi yang besar dan diperhitungkdiperhitungkanan di dunia. Hal ini terjadi karena Indonesia di dunia. Hal ini terjadi karena Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah merupakan negara yang memiliki wilayah sangat luas, kondisi geograis dan bentang sangat luas, kondisi geograis dan bentang alam y

alam yang bervariasi, ang bervariasi, jumlah penduduknyjumlah penduduknyaa termasuk kelompok negara berpenduduk termasuk kelompok negara berpenduduk tertinggi

tertinggi di di dunia, dunia, tingkat tingkat pertumbuhanpertumbuhan ekonomi yang tinggi, serta tingkat ekonomi yang tinggi, serta tingkat pertumbuhan wilayah perkotaan yang pertumbuhan wilayah perkotaan yang tinggi pula. Dengan kondisi tersebut, tinggi pula. Dengan kondisi tersebut, produk konstruksi di Indonesia sangat produk konstruksi di Indonesia sangat bervariasi dari tingkat yang hanya bervariasi dari tingkat yang hanya memerlukan teknologi sederhana hingga memerlukan teknologi sederhana hingga teknologi ultra tinggi.

teknologi ultra tinggi.

Meningkatnya investasi inrastruktur Meningkatnya investasi inrastruktur berdampak pada kebutuhan dukungan berdampak pada kebutuhan dukungan kesiapan sumber daya konstruksi yang kesiapan sumber daya konstruksi yang andal. Salah satu sumber daya konstruksi andal. Salah satu sumber daya konstruksi

Kata Sambutan Kata Sambutan

Kata Sambutan

Kata Sambutan

(4)
(5)

pelaksanaan, tidak tercapainya kualitas pelaksanaan, tidak tercapainya kualitas hasil pekerjaan, dan lain sebagainya hasil pekerjaan, dan lain sebagainya sehingga hasil pekerjaan tidak sesuai sehingga hasil pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

dengan yang diharapkan.

Sehubungan dengan maksud diatas, Sehubungan dengan maksud diatas, Kementerian Pekerjaan Umum menerbitkan Kementerian Pekerjaan Umum menerbitkan Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 yang Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 yang merupakan pemutakhiran dari katalog merupakan pemutakhiran dari katalog peralatan yang pernah diterbitkan peralatan yang pernah diterbitkan sebelumnya pada tahun 1991.

sebelumnya pada tahun 1991.

Dalam Katalog tersebut, alat berat Dalam Katalog tersebut, alat berat konstruksi dikelompokkan berdasarkan konstruksi dikelompokkan berdasarkan siat pekerjaan. Disamping itu, spesiikasi siat pekerjaan. Disamping itu, spesiikasi masing-masing merek alat berat telah masing-masing merek alat berat telah ditabulasika

ditabulasikan n berdasarkberdasarkan an kelasiikaskelasiikasii pengoperasiannya agar memudahkan pengoperasiannya agar memudahkan pengguna dalam memilih alat berat pengguna dalam memilih alat berat konstruksi yang sesuai

konstruksi yang sesuai dengan kebutuhandengan kebutuhan pekerjaan yang akan dilaksanakan.

pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Katalog tersebut juga dilengkapi dengan Katalog tersebut juga dilengkapi dengan analisis harga satuan alat berat serta analisis harga satuan alat berat serta estimasi biaya operasi dan biaya estimasi biaya operasi dan biaya kepemilikan alat berat

kepemilikan alat berat (operating and (operating and  owning cost).

owning cost).

Sebagaimana dimaklumi, perkembangan Sebagaimana dimaklumi, perkembangan tekhnologi alat berat dewasa ini sangat tekhnologi alat berat dewasa ini sangat pesat. Oleh karena itu, Katalog Alat Berat pesat. Oleh karena itu, Katalog Alat Berat Konstruksi bersiat dinamis, sehingga Konstruksi bersiat dinamis, sehingga perlu dimutakhirkan secara berkala.

perlu dimutakhirkan secara berkala.

Untuk memudahkan pemutakhiran Untuk memudahkan pemutakhiran tersebut, maka Katalog Alat Berat tersebut, maka Katalog Alat Berat Konstruksi juga dimuat dalam bentuk ile Konstruksi juga dimuat dalam bentuk ile digital

digital(sof ile)(sof ile) yang dapat diakses melalui yang dapat diakses melalui

dengan alamat

dengan alamat www.pusbinsdi.net.www.pusbinsdi.net.

Semoga penerbitan Katalog Alat Berat Semoga penerbitan Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 ini dapat menjadi bagian Konstruksi 2013 ini dapat menjadi bagian yang penting dalam upaya mewujudkan yang penting dalam upaya mewujudkan kemandirian dan keunggulan konstruksi kemandirian dan keunggulan konstruksi Indonesia demi kesejahteraan dan Indonesia demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia.

kemajuan bangsa Indonesia.

Jakarta, Februari 2014 Jakarta, Februari 2014 Menteri Pekerjaan Umum Menteri Pekerjaan Umum

Djoko Kirmanto Djoko Kirmanto

Kata Sambutan Kata Sambutan

Kata Sambutan

Kata Sambutan

(6)
(7)

Kata Pengantar  Kata Pengantar 

Kata Pengantar  Kata Pengantar 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas perkenan-Nya lah Katalog Alat Berat perkenan-Nya lah Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 dapat diterbitkan dalam Konstruksi 2013 dapat diterbitkan dalam rangka membantu para penyelenggara rangka membantu para penyelenggara konstruksi untuk memilih alat berat sesuai konstruksi untuk memilih alat berat sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Katalog ini disusun

Katalog ini disusun bersama-sama denganbersama-sama dengan melibatkan para pengguna, asosiasi melibatkan para pengguna, asosiasi perusahaan, produsen, dan distributor perusahaan, produsen, dan distributor alat berat.

alat berat.

Penyajian Katalog Alat Berat Konstruksi Penyajian Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 sengaja dibuat dalam beberapa 2013 sengaja dibuat dalam beberapa bagian untuk memudahkan semua pihak bagian untuk memudahkan semua pihak yang berkepentingan dalam penggunaan yang berkepentingan dalam penggunaan katalog. Data dan inormasi yang katalog. Data dan inormasi yang disampaikan dalam katalog telah disampaikan dalam katalog telah disesuaikan dengan kebutuhan sek- disesuaikan dengan kebutuhan sek- tor konstruksi. Sistematika penyusunan tor konstruksi. Sistematika penyusunan katalog ini meliputi kelasiikasi alat be- katalog ini meliputi kelasiikasi alat be- rat konstruksi berdasarkan siat dan jenis rat konstruksi berdasarkan siat dan jenis pekerjaan konstruksi, deskripsi masing- pekerjaan konstruksi, deskripsi masing- masing alat berat, tabulasi spesiikasi alat masing alat berat, tabulasi spesiikasi alat berat dari berbagai pabrikan, dan metode berat dari berbagai pabrikan, dan metode kerja, serta dilengkapi dengan analisis kerja, serta dilengkapi dengan analisis harga satuan.

harga satuan.

Katalog Alat Berat Konstruksi yang Katalog Alat Berat Konstruksi yang diterbitkan ini adalah sebagai wujud diterbitkan ini adalah sebagai wujud rasa kepedulian dan tanggungjawab rasa kepedulian dan tanggungjawab Kementerian Pekerjaan Umum dalam Kementerian Pekerjaan Umum dalam upaya memberikan dukungan terhadap upaya memberikan dukungan terhadap perkembangan dan kemajuan sektor perkembangan dan kemajuan sektor konstruksi di Indonesia.

konstruksi di Indonesia.

Pada kesempatan ini kami ingin Pada kesempatan ini kami ingin

Asosiasi Industri Alat Besar Seluruh Asosiasi Industri Alat Besar Seluruh Indonesia (HINABI), Perhimpunan Agen Indonesia (HINABI), Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), dan kepada seluruh Distributor Tunggal dan kepada seluruh Distributor Tunggal (sole agent)

(sole agent)  Alat Berat yang terlibat, atas  Alat Berat yang terlibat, atas perhatian dan kontribusinya dalam perhatian dan kontribusinya dalam mendukung penyusunan Katalog Alat mendukung penyusunan Katalog Alat Berat Konstruksi 2013. Semoga katalog Berat Konstruksi 2013. Semoga katalog ini dapat menjadi sumber pengetahuan ini dapat menjadi sumber pengetahuan bagi seluruh pemangku kepentingan bagi seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan inrastruktur dan sektor penyelenggaraan inrastruktur dan sektor konstruksi nasional.

konstruksi nasional.

Tim Penyusun Katalog Alat Berat Tim Penyusun Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 Konstruksi 2013

(8)

Daftar Isi Daftar Isi

DAFTAR DAFTAR ISI ISI

Sambutan Sambutan Kata Pengantar Kata Pengantar Daftar Isi

Daftar Isi

BAB I Pendahuluan BAB I Pendahuluan BAB II Pemilihan Alat BAB II Pemilihan Alat

BAB III Kategorisasi Alat Berat Konstruksi BAB III Kategorisasi Alat Berat Konstruksi 1. EARTH WORKS

1. EARTH WORKS Excavator

Excavator Bulldozer Bulldozer Motor Grader Motor Grader Track Loader Track Loader Padoot Rollers Padoot Rollers Soil Stabilizer Soil Stabilizer Wheel Dozer Wheel Dozer Wheel Loader Wheel Loader Backhoe Loader Backhoe Loader Wheel Excavator Wheel Excavator Skid Steer Loader Skid Steer Loader Tractor

Tractor Surace Drill Surace Drill

Landill Compactor Landill Compactor 2. MATERIAL PRODUCTION 2. MATERIAL PRODUCTION

Crushing and Screening Plants (portable) Crushing and Screening Plants (portable) Crushing and Screening Plants (stationary) Crushing and Screening Plants (stationary) Asphalt Mixing Plants

Asphalt Mixing Plants Concrete mixer

Concrete mixer

Batching and Mixing Plants Concrete Batching and Mixing Plants Concrete i

i iii iii iv iv 01 01 07 07 13 13

17 17 22 22 26 26 29 29 32 32 35 35 38 38 40 40 43 43 46 46 49 49 51 51 53 53 55 55

59 59 62 62 67 67 72 72 74 74

(9)

Daftar Isi Daftar Isi

3. LIFTING EQUIPMENT 3. LIFTING EQUIPMENT

Truck Crane Truck Crane

Truck Mounted Crane Truck Mounted Crane Tower Crane

Tower Crane

Telescopic Handler Telescopic Handler All-Terrain Crane All-Terrain Crane

Lattice Boom Crawler Crane Lattice Boom Crawler Crane 4. PAVING EQUIPMENT

4. PAVING EQUIPMENT Asphalt Finisher

Asphalt Finisher (tracke(tracked)d) Asphalt Finisher (wheeled) Asphalt Finisher (wheeled) Concrete Paver

Concrete Paver Bridge Finisher Bridge Finisher Compactors Compactors

Pneumatic Tire Roller Pneumatic Tire Roller Double Drum Compactor Double Drum Compactor Road Milling Machine Road Milling Machine 5. FOUNDATION EQUIPMENT 5. FOUNDATION EQUIPMENT

Rig Bore Pile Rig Bore Pile Diesel Hammer Diesel Hammer Vibro Hammer Vibro Hammer Grout Pump Grout Pump

6. ERECTION EQUIPMENT 6. ERECTION EQUIPMENT

Launcher beam Launcher beam 7. CONCRETE ACTIVITY 7. CONCRETE ACTIVITY

Concrete Pump Concrete Pump 79

79 81 81 83 83 85 85 87 87 89 89

95 95 98 98 101 101 103 103 105 105 108 108 110 110 112 112

117 117 120 120 123 123 127 127

131 131

135 135

8. PRE-STRESS CONCRETE 8. PRE-STRESS CONCRETE   EQUIPMENT

EQUIPMENT

Pre-stress Tools Pre-stress Tools 9. SPECIAL EQUIPMENT 9. SPECIAL EQUIPMENT

Jumbo Drill Jumbo Drill

10. LIGHT EQUIPMENT 10. LIGHT EQUIPMENT

Light Tower Light Tower Generator Set Generator Set

Portable Air Compressor Portable Air Compressor 11. TRANSPORTATION

11. TRANSPORTATION Dump Truck

Dump Truck Truck Mixer Truck Mixer

12. SURVEYING AND TESTING 12. SURVEYING AND TESTING

Auto Levels Auto Levels

BAB IV Analisa Harga Satuan BAB IV Analisa Harga Satuan

Analisa Pemilihan Alat Analisa Pemilihan Alat Perhitungan Biaya Perhitungan Biaya Perhitungan Tari Alat Perhitungan Tari Alat Perhitungan Produksi Perhitungan Produksi BAB V. Tabel

BAB V. Tabel Konversi Konversi

Ground Pressure Ground Pressure Grade

Grade

Fuel Consumption Fuel Consumption 145

145

149 149

153 153 156 156 158 158

163 163 165 165

171 171

175 175 187 187 192 192 211 211

215 215 216 216 217 217 218 218

(10)

Pendahuluan Pendahuluan

BAB. I

BAB. I  Pendahuluan  Pendahuluan

 A. P

 A. PANDANGAN UMUMANDANGAN UMUM

Penyelenggaraan inrastruktur memegang Penyelenggaraan inrastruktur memegang peran penting dalam pembangunan peran penting dalam pembangunan ekonomi. Menyadari hal tersebut, ekonomi. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Indonesia telah menetapkan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan, bahwa pembangunan inrastruktur bahwa pembangunan inrastruktur menjadi salah satu prioritas utama menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembangunan nasional.

dalam program pembangunan nasional.

Komitmen Pemerintah dalam rangka Komitmen Pemerintah dalam rangka meratakan pembangunan nasional meratakan pembangunan nasional semakin

semakin kuat. kuat. Hal Hal ini ini terwujud terwujud dengandengan diterbitkannya Perpres No.32 tahun 2011 diterbitkannya Perpres No.32 tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3E

Indonesia (MP3EI) dan Perpres No.26 tahunI) dan Perpres No.26 tahun 2012 tentang Sistem Logistik Nasional 2012 tentang Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS). Dalam hal ini MP3EI pada (SISLOGNAS). Dalam hal ini MP3EI pada intinya mengidentiikasi potensi kekuatan intinya mengidentiikasi potensi kekuatan ekonomi dan komoditi andalan nasional, ekonomi dan komoditi andalan nasional, sedangkan SISLOGNAS sangat sedangkan SISLOGNAS sangat berkepentingan dalam menjamin berkepentingan dalam menjamin pergerakan komoditas tersebut dapat pergerakan komoditas tersebut dapat berjalan dengan lancar dan eisien.

berjalan dengan lancar dan eisien.

Dengan demikian MP3EI dan SISLOGNAS Dengan demikian MP3EI dan SISLOGNAS diharapkan dapat saling memberikan diharapkan dapat saling memberikan sinergi positi sehingga mampu sinergi positi sehingga mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional berkontribusi bagi pembangunan nasional melalui pendekatan koridor ekonomi melalui pendekatan koridor ekonomi dan daya saing bangsa, serta mampu dan daya saing bangsa, serta mampu menyelesaikan permasalahan dan menyelesaikan permasalahan dan menghadapi tantangan nasional dan menghadapi tantangan nasional dan global pada saat ini dan

global pada saat ini dan masa mendatangmasa mendatang dalam era kompetisi berbasis

dalam era kompetisi berbasisSupply ChainSupply Chain Management (SCM).

Management (SCM).

Selaras dengan hal tersebut, aktivitas Selaras dengan hal tersebut, aktivitas penyelenggaraan konstruksi saat ini penyelenggaraan konstruksi saat ini mengalami peningkatan yang cukup besar mengalami peningkatan yang cukup besar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Perkembangan penyelenggaraan konstruksi Perkembangan penyelenggaraan konstruksi nasional yang demikian pesat, menuntut nasional yang demikian pesat, menuntut para penyelenggara konstruksi

para penyelenggara konstruksi

untuk lebih memperhatikan sumber daya untuk lebih memperhatikan sumber daya konstruksi. Tentu saja, dalam pelaksanaan konstruksi. Tentu saja, dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi yang sedemikian proyek-proyek konstruksi yang sedemikian besar dan masi perlu didukung oleh besar dan masi perlu didukung oleh sumber daya konstruksi yang andal. Salah sumber daya konstruksi yang andal. Salah satu sumber daya konstruksi yang sangat satu sumber daya konstruksi yang sangat penting dalam penyelenggaraan konstruksi penting dalam penyelenggaraan konstruksi selain biaya, sdm, dan waktu adalah selain biaya, sdm, dan waktu adalah material dan peralatan. Banyak proyek material dan peralatan. Banyak proyek konstruksi yang terhambat atau tertunda konstruksi yang terhambat atau tertunda pelaksanaannya oleh karena tidak pelaksanaannya oleh karena tidak tersedianya material dan peralatan tersedianya material dan peralatan di lokasi proyek. Hal ini disebabkan di lokasi proyek. Hal ini disebabkan penyelenggaraan proyek konstruksi yang penyelenggaraan proyek konstruksi yang hampir merata dan bersamaan dalam hampir merata dan bersamaan dalam satu waktu, sehingga membuat suatu jalur satu waktu, sehingga membuat suatu jalur kritis

kritis (critical path)(critical path) proyek tidak lagi pada proyek tidak lagi pada aspek biaya melainkan pada ketersediaan aspek biaya melainkan pada ketersediaan material dan peralatan konstruksi (MPK) di material dan peralatan konstruksi (MPK) di lapangan.

lapangan.

Secara empirik, investasi pada sektor Secara empirik, investasi pada sektor inrastruktur dapat memberikan dampak inrastruktur dapat memberikan dampak posti bagi peningkatan sektor industri posti bagi peningkatan sektor industri lainnya, baik daya penyebaran ke belakang lainnya, baik daya penyebaran ke belakang (backward linkage)

(backward linkage)  maupun derajat  maupun derajat kepekaan

kepekaan (orward linkage)(orward linkage). Artinya,. Artinya, peningkatan investasi pada sektor peningkatan investasi pada sektor inrastruktur akan meningkatkan inrastruktur akan meningkatkan produktiitas sektor lainnya yang produktiitas sektor lainnya yang menggunakan produk sektor inrastruktur menggunakan produk sektor inrastruktur dan pada gilirannya akan meningkatkan dan pada gilirannya akan meningkatkan produktiitas sektor-sektor ekonomi secara produktiitas sektor-sektor ekonomi secara keseluruhan. Pada satu sisi, investasi keseluruhan. Pada satu sisi, investasi inrastruktur semakin meningkat setiap inrastruktur semakin meningkat setiap tahunnya, yaitu untuk memenuhi tahunnya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan inrastruktur dalam rangka kebutuhan inrastruktur dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi.

mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pada sisi yang lain, ketersediaan sumber Pada sisi yang lain, ketersediaan sumber daya konstruksi jumlahnya terbatas. Hal daya konstruksi jumlahnya terbatas. Hal yang perlu mendapat perhatian bersama yang perlu mendapat perhatian bersama selanjutnya adalah kenaikan nilai i

selanjutnya adalah kenaikan nilai investasinvestasi

(11)

Pendahuluan Pendahuluan

inrastruktur juga berdampak pada naiknya inrastruktur juga berdampak pada naiknya kebutuhan pasokan sumber daya yang kebutuhan pasokan sumber daya yang lainnya antara lain: energi, sumber daya lainnya antara lain: energi, sumber daya alam mineral dan non mineral, transpor- alam mineral dan non mineral, transpor- tasi, dll. Pertanyaan besar berikutnya ada- tasi, dll. Pertanyaan besar berikutnya ada- lah apakah ketersediaan sumber daya lah apakah ketersediaan sumber daya yang ada cukup memadai untuk memen- yang ada cukup memadai untuk memen- uhi kebutuhan pembangunan tersebut uhi kebutuhan pembangunan tersebut secara eekti dan eisien, serta

secara eekti dan eisien, serta memenuhimemenuhi kepentinga

kepentingan n nasional dalam nasional dalam menciptakmenciptakanan kemandirian industri konstruksi nasional.

kemandirian industri konstruksi nasional.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita harus

tersebut, kita harus segersegera dapat menguasaia dapat menguasai sistem rantai pasok material dan peralatan sistem rantai pasok material dan peralatan konstruksi secara komprehensi. Oleh konstruksi secara komprehensi. Oleh karena itu, sumber daya konstruksi karena itu, sumber daya konstruksi perlu dikelola dengan baik agar terjadi perlu dikelola dengan baik agar terjadi keseimbangan antara pasokan

keseimbangan antara pasokan (supply)(supply)   dan kebutuhan

dan kebutuhan(demand)(demand)..

Inormasi yang komprehensi, dapat Inormasi yang komprehensi, dapat dipercaya dan real-time, diantaranya dipercaya dan real-time, diantaranya tentang material, sumber daya manusia, tentang material, sumber daya manusia, teknologi, peralatan, dana, dan badan usaha teknologi, peralatan, dana, dan badan usaha penyedia jasa konstruksi nasional sangat penyedia jasa konstruksi nasional sangat diperlukan. Ketersediaan inormasi tersebut diperlukan. Ketersediaan inormasi tersebut sangat bermanaat bagi penyedia material, sangat bermanaat bagi penyedia material, peralatan dan jasa konstruksi dalam peralatan dan jasa konstruksi dalam mempersiapka

mempersiapkan penyusunan n penyusunan dan rencanadan rencana pengembangan usaha mereka guna pengembangan usaha mereka guna merespon peningkatan kebutuhan

merespon peningkatan kebutuhan(demand).(demand).

Dengan demikian ketersediaan inormasi Dengan demikian ketersediaan inormasi yang kredibel dan dapat dipercaya yang yang kredibel dan dapat dipercaya yang akan mampu meningkatkan eektiitas akan mampu meningkatkan eektiitas dan eisiensi penyelenggaraan pekerjaan dan eisiensi penyelenggaraan pekerjaan konstruksi secara keseluruhan. Dalam konstruksi secara keseluruhan. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan dapat hal ini, pemerintah diharapkan dapat

dan panjang sesuai dengan rencana dan panjang sesuai dengan rencana investasi dalam penyelenggaraan investasi dalam penyelenggaraan inrastruktur. Pemasok, baik produsen inrastruktur. Pemasok, baik produsen maupun distributornya, dan para penyedia maupun distributornya, dan para penyedia  jasa

 jasa dapat dapat memberikan memberikan inormasi inormasi terkaitterkait dengan kesiapan, potensi, ketersediaan, dengan kesiapan, potensi, ketersediaan,  jumlah

 jumlah penjualan penjualan dan dan lain-lain lain-lain terkaitterkait sumber daya khususnya MPK yang sumber daya khususnya MPK yang bersiat operasional. Pada akhirnya bersiat operasional. Pada akhirnya penerapan sistem rantai pasok konstruksi penerapan sistem rantai pasok konstruksi yang baik, menuntut para penanggung yang baik, menuntut para penanggung  jawab

 jawab kegiatkegiatan an konstruksi konstruksi agar agar dapatdapat memberikan inormasi terkait dengan memberikan inormasi terkait dengan kebutuhan sumber daya konstruksi yang kebutuhan sumber daya konstruksi yang diperlukan dalam mendukung rencana diperlukan dalam mendukung rencana investasinya. Selanjutnya, inormasi yang investasinya. Selanjutnya, inormasi yang akurat dan berkelanjutan sangat dibutuhkan akurat dan berkelanjutan sangat dibutuhkan oleh para pemasok konstruksi yang tentu oleh para pemasok konstruksi yang tentu saja membutuhkan cukup waktu untuk saja membutuhkan cukup waktu untuk mengembangkan kapasitas produksinya mengembangkan kapasitas produksinya sehingga keseimbangan sistem rantai sehingga keseimbangan sistem rantai pasok

pasok konstruksi konstruksi dapat dapat terwujud.terwujud.

B. ALAT BERAT KONSTRUKSI B. ALAT BERAT KONSTRUKSI

Sebuah aktivitas bisnis apapun itu jenisnya, Sebuah aktivitas bisnis apapun itu jenisnya, sudah pasti didalamnya akan terdapat satu sudah pasti didalamnya akan terdapat satu kaitan antara pelaku yang mengerjakan kaitan antara pelaku yang mengerjakan aktivitas tersebut dengan alat yang aktivitas tersebut dengan alat yang menjadi pendukungnya. Tanpa adanya menjadi pendukungnya. Tanpa adanya dukungan peralatan yang memadai dan dukungan peralatan yang memadai dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dalam aktivitas tersebut, maka hasil dalam aktivitas tersebut, maka hasil akhirnya akan jauh dari yang diharapkan.

akhirnya akan jauh dari yang diharapkan.

Begitu pula dalam sektor konstruksi Begitu pula dalam sektor konstruksi dimana secara nyata banyak membutuhkan dimana secara nyata banyak membutuhkan alat

alat utama utama dan dan alat alat pendukung pendukung gunaguna melancarkan jalannya aktivitas konstruksi melancarkan jalannya aktivitas konstruksi

(12)

Pendahuluan Pendahuluan

Alat berat merupakan aktor penting di Alat berat merupakan aktor penting di dalam setiap proyek

dalam setiap proyek konstruksi, terutamakonstruksi, terutama proyek-proyek konstruksi dengan skala proyek-proyek konstruksi dengan skala yang besar. Tujuan penggunaan alat- yang besar. Tujuan penggunaan alat- alat berat tersebut tentu saja untuk alat berat tersebut tentu saja untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dan sesuai dengan kualitas yang mudah dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan, serta dengan waktu yang diharapkan, serta dengan waktu yang relati lebih singkat. Penyelenggaraan relati lebih singkat. Penyelenggaraan proyek konstruksi yang eekti, eisien, proyek konstruksi yang eekti, eisien, berkualita

berkualitas dan s dan andal perlu didukung andal perlu didukung oleholeh  jaminan

 jaminan kualitas sumber kualitas sumber daya konstruksi.daya konstruksi.

Dalam hal jaminan kualitas, spesiikasi Dalam hal jaminan kualitas, spesiikasi menjadi suatu alat

menjadi suatu alat (tools)(tools)  yang dapat  yang dapat dijadikan acuan untuk menilai baik atau dijadikan acuan untuk menilai baik atau tidaknya suatu kualitas. Semakin baik tidaknya suatu kualitas. Semakin baik spesiikasi yang dipersyaratkan dari suatu spesiikasi yang dipersyaratkan dari suatu produk input, maka akan semakin baik produk input, maka akan semakin baik pula produk

pula produk outputnyaoutputnya. Dalam hal alat. Dalam hal alat berat, spesiikasi alat berat menjadi suatu berat, spesiikasi alat berat menjadi suatu hal yang sangat perlu diperhatikan hal yang sangat perlu diperhatikan mulai dari

mulai dari tahap awal perencanaan proyektahap awal perencanaan proyek hingga proses pengadaan. Jenis, volume, hingga proses pengadaan. Jenis, volume, dan tingkat kesulitan pekerjaan proyek dan tingkat kesulitan pekerjaan proyek akan sangat menentukan spesiikasi alat akan sangat menentukan spesiikasi alat berat yang akan dipilih. Hal ini dalam berat yang akan dipilih. Hal ini dalam rangka mempercepat waktu pelaksanaan rangka mempercepat waktu pelaksanaan pekerjaan, menekan biaya proyek, dan pekerjaan, menekan biaya proyek, dan memenuhi tuntutan jaminan kualitas/

memenuhi tuntutan jaminan kualitas/

mutu pekerjaan yang disebabkan mutu pekerjaan yang disebabkan keterbatasan kemampuan tenaga keterbatasan kemampuan tenaga manusia dalam melakukan pekerjaan- manusia dalam melakukan pekerjaan- pekerjaan berat/ sulit di lapangan. Dengan pekerjaan berat/ sulit di lapangan. Dengan demikian, para penyelenggara konstruksi demikian, para penyelenggara konstruksi diharapkan dapat memahami tentang diharapkan dapat memahami tentang alat berat konstruksi secar

alat berat konstruksi secara lebih luas a lebih luas dandan komprehensi. Kekurang pahaman tentang komprehensi. Kekurang pahaman tentang alat berat konstruksi akan berdampak alat berat konstruksi akan berdampak cukup berarti bagi tujuan proyek itu sendiri cukup berarti bagi tujuan proyek itu sendiri antara lain dapat menyebabkan melesatnya antara lain dapat menyebabkan melesatnya

perkiraan biaya, mundurnya waktu perkiraan biaya, mundurnya waktu pelaksanaan, tidak tercapainya kualitas pelaksanaan, tidak tercapainya kualitas hasil pekerjaan, dll. Dalam hal ini, hasil pekerjaan, dll. Dalam hal ini, penanggung jawab/ penyelenggara penanggung jawab/ penyelenggara konstruksi diharapkan dapat memberikan konstruksi diharapkan dapat memberikan inormasi yang jelas terkait persyaratan inormasi yang jelas terkait persyaratan teknis dan spesiikasi peralatan/ alat berat teknis dan spesiikasi peralatan/ alat berat konstruksi sesuai dengan jenis, volume, konstruksi sesuai dengan jenis, volume, dan tingkat kesulitan pekerjaan proyek dan tingkat kesulitan pekerjaan proyek sehingga rencana mutu proyek dapat sehingga rencana mutu proyek dapat tercapai. Pemasok, baik penyedia jasa tercapai. Pemasok, baik penyedia jasa maupun pemilik alat berat, dapat maupun pemilik alat berat, dapat memberikan inormasi terkait dengan memberikan inormasi terkait dengan kondisi dan kinerja peralatan/ alat berat, kondisi dan kinerja peralatan/ alat berat,  jumlah

 jumlah keterketersediaan sediaan dan dan lain lain sebagasebagainyainya yang bersiat operasional. Dewasa ini, yang bersiat operasional. Dewasa ini, berbagai macam jenis dan merek alat berbagai macam jenis dan merek alat berat bermunculan dengan menawarkan berat bermunculan dengan menawarkan berbagai ke unggulannya masing-masing.

berbagai ke unggulannya masing-masing.

Salah satu penawaran yang menjadi daya Salah satu penawaran yang menjadi daya tarik bagi konsumen untuk memilih adalah tarik bagi konsumen untuk memilih adalah dengan penawaran harga-harga yang dengan penawaran harga-harga yang relati bersaing/ lebih murah dibandingkan relati bersaing/ lebih murah dibandingkan produk sekelasnya. Namun demikian, produk sekelasnya. Namun demikian, sangat disayangkan banyak produk alat sangat disayangkan banyak produk alat berat dengan harga relati murah tersebut berat dengan harga relati murah tersebut tidak diimbangi dengan jaminan kualitas tidak diimbangi dengan jaminan kualitas yang baik. Kondisi ini tentunya dapat yang baik. Kondisi ini tentunya dapat menjadi bumerang bagi pelaku jasa menjadi bumerang bagi pelaku jasa konstruksi di Indonesia karena alat berat konstruksi di Indonesia karena alat berat yang digunakan mempunyai kualitas yang yang digunakan mempunyai kualitas yang dibawah standar.

dibawah standar.

Akibatnya kualitas serta mutu produk Akibatnya kualitas serta mutu produk konstruksi menjadi korban dari pemili- konstruksi menjadi korban dari pemili- han alat berat konstruksi yang tidak han alat berat konstruksi yang tidak sesuai. Untuk mengantisipasi hal ini, sesuai. Untuk mengantisipasi hal ini, Pemerintah perlu bekerjasama dengan Pemerintah perlu bekerjasama dengan produsen serta asosiasi terkait alat produsen serta asosiasi terkait alat berat dalam memberikan inormasi

berat dalam memberikan inormasi terkaitterkait alat berat konstruksi. Inormasi yang jelas alat berat konstruksi. Inormasi yang jelas dengan memperhatikan hal-hal penting dengan memperhatikan hal-hal penting dalam mengoptimalkan penggunaan alat dalam mengoptimalkan penggunaan alat

(13)

Pendahuluan Pendahuluan

berat konstruksi yang baik dan tepat berat konstruksi yang baik dan tepat guna, sehinga dapat dicapai hasil produk guna, sehinga dapat dicapai hasil produk konstruksi yang berkualitas dalam rangka konstruksi yang berkualitas dalam rangka mewujudkan industri konstruksi yang mewujudkan industri konstruksi yang kokoh, andal dan berdaya saing tinggi.

kokoh, andal dan berdaya saing tinggi.

C. RANTAI PASOK A

C. RANTAI PASOK ALAT BERATLAT BERAT

Rantai pasok alat berat merupakan suatu Rantai pasok alat berat merupakan suatu rangkaian proses atau alur alat berat dari rangkaian proses atau alur alat berat dari produsen sampai kepada konsumen.

produsen sampai kepada konsumen.

Dalam rantai pasok alat berat terdapat Dalam rantai pasok alat berat terdapat para pelaku, baik itu pelaku di hulu, pelaku para pelaku, baik itu pelaku di hulu, pelaku di hilir maupun pendukung. Pengetahuan di hilir maupun pendukung. Pengetahuan akan Rantai Pasok Alat Berat berungsi akan Rantai Pasok Alat Berat berungsi untuk mengetahui sistem rantai pasok alat untuk mengetahui sistem rantai pasok alat

berat secara keseluruhan sehingga dapat berat secara keseluruhan sehingga dapat dikelola dengan baik agar setiap aktivitas dikelola dengan baik agar setiap aktivitas pihak-pihak yang terlibat dalam suatu pihak-pihak yang terlibat dalam suatu rantai pasok dapat berjalan dengan rantai pasok dapat berjalan dengan eekti, eisien, berkualitas, dan mampu eekti, eisien, berkualitas, dan mampu memberikan keuntungan yang berkelanjutan.

memberikan keuntungan yang berkelanjutan.

Kondisi keseimbangan rantai pasok Kondisi keseimbangan rantai pasok alat berat ini perlu didukung oleh alat berat ini perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan dari hulu semua pemangku kepentingan dari hulu ke

ke hilir. hilir. Pemerintah Pemerintah sebagai sebagai regulatorregulator  juga

 juga perlu perlu merespon merespon dan dan memberikanmemberikan iklim positi bagi berkembangnya industri iklim positi bagi berkembangnya industri alat berat nasional juga dukungan alat berat nasional juga dukungan berbagai regulasi terkait dengan rantai berbagai regulasi terkait dengan rantai pasok dan tata niaga alat berat nasional.

pasok dan tata niaga alat berat nasional.

Ada beberapa tujuan rantai pasok alat Ada beberapa tujuan rantai pasok alat berat konstruksi, sebagai berikut :

berat konstruksi, sebagai berikut :

1. Pencapaian kondisi jaminan/terpenuhi 1. Pencapaian kondisi jaminan/terpenuhi nya alat berat bagi penyelenggaraan nya alat berat bagi penyelenggaraan konstruksi yang tercermin dari tersedi- konstruksi yang tercermin dari tersedi- anya alat yang cukup dan baik mutunya anya alat yang cukup dan baik mutunya

3.

3. Pencapaian Pencapaian kondisi kondisi terwujterwujudnya udnya per-per- tumbuhan dan kemandirian industri tumbuhan dan kemandirian industri alat berat dalam negeri untuk berkontri- alat berat dalam negeri untuk berkontri- busi secara

busi secara nyata nyata dalam pembangunandalam pembangunan nasional.

nasional.

Rantai Pasok Alat Berat Rantai Pasok Alat Berat

(14)

Pendahuluan Pendahuluan

Dalam hal ini ada beberapa skema rantai pasok alat berat. Untuk alat berat yang baru, Dalam hal ini ada beberapa skema rantai pasok alat berat. Untuk alat berat yang baru, walaupun saat perusahaan asing sudah

walaupun saat perusahaan asing sudah bisa memasarkan sendiri barang produksi mereka,bisa memasarkan sendiri barang produksi mereka, namun dalam

namun dalam kenyataannya kenyataannya para para produsen alat berprodusen alat berat at tetap tetap mempertahankan sistimmempertahankan sistim distribusi dengan menjual produk melalui agen tunggal maupun distributor lokal. Sedangkan distribusi dengan menjual produk melalui agen tunggal maupun distributor lokal. Sedangkan untuk alat berat rekondisi ada dua macam kemungkinan sumbernya yang pertama di impor untuk alat berat rekondisi ada dua macam kemungkinan sumbernya yang pertama di impor bekas dari luar negeri, kemungkinan yang kedua adalah dari pengguna atau pemilik dalam bekas dari luar negeri, kemungkinan yang kedua adalah dari pengguna atau pemilik dalam negeri yang dijual kepada perusahaan rekondisi.

negeri yang dijual kepada perusahaan rekondisi.

Kondisi rantai pasak alat berat ditinjau dari jenis komoditas, ketersediaan, pelaku, Kondisi rantai pasak alat berat ditinjau dari jenis komoditas, ketersediaan, pelaku, dominasi, dan tata niaga dapat digambarkan pada tabel dibawah ini.

dominasi, dan tata niaga dapat digambarkan pada tabel dibawah ini.

Karakteristik Rantai Pasok Alat Berat Karakteristik Rantai Pasok Alat Berat

Oleh karena itu, penerbitan Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 ini diharapkan dapat Oleh karena itu, penerbitan Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas rantai pasok alat berat di Indonesia.

mendorong peningkatan kapasitas rantai pasok alat berat di Indonesia.

Kegiatan Masing-masing Pelaku Rantai Pasok Alat Kegiatan Masing-masing Pelaku Rantai Pasok Alat BeratBerat

K

Kaarraakktteerriissttiikk KKoonnddiissi i SSaaaat t IInnii JJeenniis s KKoommooddiittaass BBaarraanng g MMooddaall

Ke

Kettererseseddiaiaan an AAlalat t BeBerratat JuJummlalah h ppasasokokaan n kkururanang g ddarari i kkebebuuttuhuhanan P

Peellaakku Ru Raannttaai Pi Paassookk PPeenngggguunnaa, P, Peemmiilliikk, J, Jaassaa, D, Diissttrriibbuuttoorr,, D

Doommiinnaassi i RRaannttaai i PPaassookk AAggeen n aattaau u DDiissttrriibbuuttoorr T

Taatta a NNiiaaggaa - - HHaarrgga a ddaan n ppeennjjuuaallaan n mmeennggiikkuutti i ddiinnaammiikka a ppaassaarr;;

- Diatur perijinan, produsen, pemasok,

- Diatur perijinan, produsen, pemasok, agen, rekondisi,agen, rekondisi,    pembiayaanpembiayaan, , jasa, jasa, importer;importer;

- Tidak diatur :

- Tidak diatur : lelang, jual-beli, registrasi;lelang, jual-beli, registrasi;

- Keberpihakan pada alat untuk konstruksi tidak ada.

- Keberpihakan pada alat untuk konstruksi tidak ada.

(15)

Penjelasan Struktur  Penjelasan Struktur 

Buku katalog alat berat konstruksi ini berisi dafar peralatan berat yang disusun berdasarkan Buku katalog alat berat konstruksi ini berisi dafar peralatan berat yang disusun berdasarkan siat pekerjaan. Aktiitas pekerjaan yang disajikan

siat pekerjaan. Aktiitas pekerjaan yang disajikan merangkmerangkum kebutuhan dasar um kebutuhan dasar dan tambahandan tambahan penting untuk konst

penting untuk konstruksi sehingruksi sehingga diharapkan data yang ga diharapkan data yang terdapat di dalam katalog ini dapatterdapat di dalam katalog ini dapat membantu mulai dari

membantu mulai dari tahap perencanaatahap perencanaanpemilihan alat npemilihan alat berat.berat.

Adapun kategorisasi alat berat konstruksi berdasarkan siat pekerjaannya didalam Adapun kategorisasi alat berat konstruksi berdasarkan siat pekerjaannya didalam katalog ini terbagi menjadi :

katalog ini terbagi menjadi : 1.

1.

2.

2.

3.

3.

4.

4.

5.

5.

6.

6.

Earth Works;

Earth Works;

Materials Production;

Materials Production;

Paving Equipment;

Paving Equipment;

Lifing Equipment;

Lifing Equipment;

Concrete Work;

Concrete Work;

Light Equipment;

Light Equipment;

7.

7.

8.

8.

9.

9.

10.

10.

11.

11.

12.

12.

Transportation;

Transportation;

Special Equipment;

Special Equipment;

Erection Equipment;

Erection Equipment;

Foundation Equipment;

Foundation Equipment;

Pre-Stress Concrete Equipment;

Pre-Stress Concrete Equipment;

Surveying dan Testing Equipment.

Surveying dan Testing Equipment.

Penjelasan Penjelasan

Penjelasan Kodefkasi Penjelasan Kodefkasi

Untuk mempermudah penggunaan katalog dan diversiikasi alat di dalam katalog ini, maka Untuk mempermudah penggunaan katalog dan diversiikasi alat di dalam katalog ini, maka digunakanlah sistem kodeikasi warna dengan penjelasan sebagai berikut :

digunakanlah sistem kodeikasi warna dengan penjelasan sebagai berikut :

Kodeikasi warna peralatan konstruksi dasar berdasarkan siat pekerjaan sebagai Kodeikasi warna peralatan konstruksi dasar berdasarkan siat pekerjaan sebagai berikut :

berikut :

Kodeikasi siat pekerjaan lainnya adalah : Kodeikasi siat pekerjaan lainnya adalah :

Earth Works Earth Works

Paving Equipment Paving Equipment Light Equipment Light Equipment

Foundation Equipment Foundation Equipment

Materials Production Materials Production Lifing Equipment Lifing Equipment Erection Equipment Erection Equipment Concrete Activity Concrete Activity

Pre-stress Concrete Equipment Pre-stress Concrete Equipment Special Equipment

Special Equipment

(16)

Pemilihan Alat Pemilihan Alat

BAB. II

BAB. II  Konsep Pemilihan Alat Berat  Konsep Pemilihan Alat Berat

Faktor pemilihan alat menjadi salah satu Faktor pemilihan alat menjadi salah satu hal penting oleh karena Pemilihan adalah hal penting oleh karena Pemilihan adalah suatu rangkaian awal dari Manajemen suatu rangkaian awal dari Manajemen Peralatan, yang esensinya antara lain Peralatan, yang esensinya antara lain

“Memilih, Mengoperasikan, Memelihara,

“Memilih, Mengoperasikan, Memelihara, dan Mengevaluasi” yang mesti menjadi dan Mengevaluasi” yang mesti menjadi perhatian kita pada saat kita hendak perhatian kita pada saat kita hendak melakukan pekerjaan yang membutuhkan melakukan pekerjaan yang membutuhkan alat sebagai media penunjang pekerjaan.

alat sebagai media penunjang pekerjaan.

Sama halnya dengan pemilihan dan Sama halnya dengan pemilihan dan penggunaan alat berat, ada beberapa penggunaan alat berat, ada beberapa

aktor penting yang mesti diperhatikan

aktor penting yang mesti diperhatikan agar semuanya dapat berjalan seperti apa agar semuanya dapat berjalan seperti apa yang sudah di rencanakan,antara lain:

yang sudah di rencanakan,antara lain:

A.

A.

  Memilih Alat Berat KonstruksiMemilih Alat Berat Konstruksi Berdasarkan Target Proyek Berdasarkan Target Proyek Dalam setiap pembangunan konstruksi Dalam setiap pembangunan konstruksi membutuhkan tidak hanya material membutuhkan tidak hanya material

bangunan dan tenaga kerja saja terlebih bangunan dan tenaga kerja saja terlebih dahulu memerlukan perencanaan.

dahulu memerlukan perencanaan.

Dalam sistem konstruksi, perencanaan Dalam sistem konstruksi, perencanaan memerlukan pengetahuan dan pengalaman memerlukan pengetahuan dan pengalaman untuk mengetahui apa peralatan yang untuk mengetahui apa peralatan yang diperlukan, ketika akan digunakan dan diperlukan, ketika akan digunakan dan untuk berapa lama akan di lokasi, apakah untuk berapa lama akan di lokasi, apakah akan melakukan sewa alat berat, dsb.

akan melakukan sewa alat berat, dsb.

Faktor-aktor apa saja yang diperlukan Faktor-aktor apa saja yang diperlukan dalam pemilihan peralatan konstruksi dan dalam pemilihan peralatan konstruksi dan bagaimana seharusnya diperoleh. Semua bagaimana seharusnya diperoleh. Semua itu menjadi bahan pertimbangan untuk itu menjadi bahan pertimbangan untuk menghemat waktu dan uang. Berikut lima menghemat waktu dan uang. Berikut lima tips dalam perencanaan dan pemilihan tips dalam perencanaan dan pemilihan peralatan konstruksi, yaitu :

peralatan konstruksi, yaitu : 1. Ketahui Peralatan Tersebut 1. Ketahui Peralatan Tersebut

Setiap bagian dari peralatan sistem Setiap bagian dari peralatan sistem konstruksi dirancang untuk tujuan

konstruksi dirancang untuk tujuan tertentu.tertentu.

Faktor Pertimbangan Pemilihan Alat Berat Konstruksi.

Faktor Pertimbangan Pemilihan Alat Berat Konstruksi.

Faktor Pertimbangan Faktor Pertimbangan Pemilihan Alat Konstruksi Pemilihan Alat Konstruksi

1 1

2 2

3 3

4 4 5

5 6

6 7

7 8 8

9 9

Target Proyek Target Proyek

Kondisi Medan Kondisi Medan

Metode Kerja Metode Kerja

Spek Tehnis Alat Spek Tehnis Alat

Produktivitas Produktivitas Jumlah Alat

Jumlah Alat Biaya Alat O&O

Biaya Alat O&O cost cost Ramah Lingkungan Ramah Lingkungan

Safety Safety

 Faktor - Faktor dalam Pemilihan Alat Berat Konstruksi.

 Faktor - Faktor dalam Pemilihan Alat Berat Konstruksi.

(17)

Bila anda meninjau rencana penting untuk Bila anda meninjau rencana penting untuk mengetahui apakah peralatan yang mengetahui apakah peralatan yang diperlukan dan kapan dalam proses diperlukan dan kapan dalam proses konstruksi akan digunakan. Jika terampil, konstruksi akan digunakan. Jika terampil, kontraktor dapat mengidentiikasi apa kontraktor dapat mengidentiikasi apa peralatan konstruksi, sistem instalasi yang peralatan konstruksi, sistem instalasi yang diperlukan untuk meninjau proyek tugas.

diperlukan untuk meninjau proyek tugas.

Pengetahuan dan pengalaman dalam Pengetahuan dan pengalaman dalam peralatan konstruksi akan membantu peralatan konstruksi akan membantu menentukan jenis peralatan kerja menentukan jenis peralatan kerja sebagaimana yang diperlukan.

sebagaimana yang diperlukan.

2. Menggunakan Peralatan Standar 2. Menggunakan Peralatan Standar

Dalam manajemen proyek, ketika Dalam manajemen proyek, ketika berhadapan dengan peralatan konstruksi, berhadapan dengan peralatan konstruksi, cobalah untuk menggunakan bahanbahan cobalah untuk menggunakan bahanbahan yang standar baik kualitas dan produksi yang standar baik kualitas dan produksi nya. Ini adalah bagian standar yang harus nya. Ini adalah bagian standar yang harus tersedia ditoko penjualan peralatan tersedia ditoko penjualan peralatan konstruksi (suplier). Hal ini akan mudah konstruksi (suplier). Hal ini akan mudah untuk menemukan bila Anda akan untuk menemukan bila Anda akan mengganti peralatan di lokasi tertentu jika mengganti peralatan di lokasi tertentu jika memerlukan bagian pengganti. Bisa juga memerlukan bagian pengganti. Bisa juga dengan melakukan sewa alat berat.

dengan melakukan sewa alat berat.

3. Gunakan Peralatan yang Lebih Kecil 3. Gunakan Peralatan yang Lebih Kecil Terdapat cukup banyak peralatan besar Terdapat cukup banyak peralatan besar dan material di lingkungan anda. Jadi, jika dan material di lingkungan anda. Jadi, jika mungkin, hindari menggunakan peralatan mungkin, hindari menggunakan peralatan besar. Hal ini dikarenakan tidak ekonomis besar. Hal ini dikarenakan tidak ekonomis dan lebih sulit untuk

dan lebih sulit untuk bekerja di lingkunganbekerja di lingkungan yang lebih kecil dibandingkan dengan yang lebih kecil dibandingkan dengan peralatan yang dapat memenuhi semua peralatan yang dapat memenuhi semua lingkungan.

lingkungan.

4.Merekrut Tenaga Ahli Bidang Peralatan 4.Merekrut Tenaga Ahli Bidang Peralatan Merekrut tenaga terampil bidang peralatan Merekrut tenaga terampil bidang peralatan

mereka di bidang peralatan. Selain itu, mereka di bidang peralatan. Selain itu, tenaga ahli yang berpengalaman dapat tenaga ahli yang berpengalaman dapat membantu mengurangi biaya untuk membantu mengurangi biaya untuk peralatan sewa, maupun pemeliharaannya.

peralatan sewa, maupun pemeliharaannya.

5. Beli Dari Vendor terkemuka 5. Beli Dari Vendor terkemuka

Dalam melakukan manajemen proyek, Dalam melakukan manajemen proyek, saat belanja untuk peralatan konstruksi, saat belanja untuk peralatan konstruksi, sangat penting untuk menghitung biaya sangat penting untuk menghitung biaya dikeluarkan oleh unit produksi. Keputusan dikeluarkan oleh unit produksi. Keputusan apakah akan menyewa atau membeli apakah akan menyewa atau membeli peralatan hanya berdasarkan investasi peralatan hanya berdasarkan investasi awal dan / atau biaya kepemilikan per unit awal dan / atau biaya kepemilikan per unit waktu tidak akan memberikan gambaran waktu tidak akan memberikan gambaran yang penuh potensi dari total biaya. Baik yang penuh potensi dari total biaya. Baik menyewa atau membeli, pastikan Anda menyewa atau membeli, pastikan Anda menggunakan peralatan konstruksi dari menggunakan peralatan konstruksi dari vendor/ suplier yang menyediakan kualitas vendor/ suplier yang menyediakan kualitas peralatan dan jasa yang terpercaya yang peralatan dan jasa yang terpercaya yang meliputi :

meliputi :

Faktor keselamatan alat berat;

Faktor keselamatan alat berat;

Faktor emisi gas buang alat berat;

Faktor emisi gas buang alat berat;

Faktor kinerja alat berat;

Faktor kinerja alat berat;

Ketersediaan jumlah populasi alat berat Ketersediaan jumlah populasi alat berat dalam suatu wilayah;

dalam suatu wilayah;

Jaminan purna jual

Jaminan purna jual(afer sales service)(afer sales service);;

Jaminan suku cadang

Jaminan suku cadang (original spare part);(original spare part);

Layanan pelatihan (training) operator Layanan pelatihan (training) operator alat dan pelatihan (training) mekanik.

alat dan pelatihan (training) mekanik.

B.

B.

Kondisi Medan atau Lokasi Kondisi Medan atau Lokasi Dalam pekerjaan yang berhubungan dengan Dalam pekerjaan yang berhubungan dengan bidang konstruksi, mengetahui dengan benar bidang konstruksi, mengetahui dengan benar seperti apa medan yang akan menjadi seperti apa medan yang akan menjadi

Pemilihan Alat Pemilihan Alat

(18)

Pemilihan Alat Pemilihan Alat

B.

B.

Kondisi Medan atau Lokasi Kondisi Medan atau Lokasi sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Oleh sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Oleh sebab itu pekerjaan awal atau persiapan sebab itu pekerjaan awal atau persiapan yang berhubungan dengan pengecekan yang berhubungan dengan pengecekan dan pemahaman mengenai medan/lokasi dan pemahaman mengenai medan/lokasi menjadi salah satu aktor penting juga menjadi salah satu aktor penting juga dalam mempersiapkan sebuah pekerjaan dalam mempersiapkan sebuah pekerjaan dengan benar.

dengan benar.

C.

C.

Metode Kerja dalam Pelaksanaan Metode Kerja dalam Pelaksanaan Metode dalam sebuah pekerjaan bisa Metode dalam sebuah pekerjaan bisa diartikan sebagai sebuah konsep dalam diartikan sebagai sebuah konsep dalam kita melakukan sebuah pekerjaan. Dengan kita melakukan sebuah pekerjaan. Dengan kita mengetahui dan memahami akan kita mengetahui dan memahami akan metode apa yang akan kita pilih dalam metode apa yang akan kita pilih dalam melaksanakan sebuah pekerjaan pada melaksanakan sebuah pekerjaan pada akhirnya kita bisa menentukan konsep akhirnya kita bisa menentukan konsep bekerja yang sesuai dengan bidang atau bekerja yang sesuai dengan bidang atau  jenis

 jenis pekerjaan pekerjaan yang yang akan akan kita kita lakukan.lakukan.

Karena didalamnya juga menyangkut Karena didalamnya juga menyangkut tentang pemilihan dan penggunaan tentang pemilihan dan penggunaan alat berat yang sesuai dengan metode alat berat yang sesuai dengan metode yang akan kita pilih.

yang akan kita pilih.

Karena salah dalam menentukan metode Karena salah dalam menentukan metode dalam sebuah pekerjaan akan membawa dalam sebuah pekerjaan akan membawa dampak negati bagi banyak hal, tidak saja dampak negati bagi banyak hal, tidak saja menyangkut waktu pelaksanaan, biaya menyangkut waktu pelaksanaan, biaya yang harus dikeluarkan dan juga dampak yang harus dikeluarkan dan juga dampak negati lainnya. Intinya dengan memahami negati lainnya. Intinya dengan memahami  jenis

 jenis pekerjaan dan pekerjaan dan menentukamenentukan n metodemetode atau cara yang tepat dalam melaksanakan atau cara yang tepat dalam melaksanakan sebuah pekerjaan akan banyak membawa sebuah pekerjaan akan banyak membawa dampak positi bagi pelaksana di dampak positi bagi pelaksana di lapang

lapangan, intinya sebuah an, intinya sebuah pekerjaan itu bisapekerjaan itu bisa dilaksanakan secara eekti dan eisien.

dilaksanakan secara eekti dan eisien.

Dengan upaya pengkajian METODE KERJA Dengan upaya pengkajian METODE KERJA

dan perhitungan yang komperhensi 

dan perhitungan yang komperhensi 

berbasis data dan inormasi lapangan berbasis data dan inormasi lapangan terkini, untuk mendapatkan armada terkini, untuk mendapatkan armada alat berat yang optimum. pengertian alat berat yang optimum. pengertian

“OPTIMUM” tepat spesiikas, Matching

“OPTIMUM” tepat spesiikas, Matching dalam pengoperasian, tepat jumlah dalam pengoperasian, tepat jumlah dan biaya produksi terendah (HSP).

dan biaya produksi terendah (HSP).

D.

D.

Spesiikasi Tehnis Alat Spesiikasi Tehnis Alat

Dalam menentukan jenis dan spesiikasi Dalam menentukan jenis dan spesiikasi alat berat yang digunakan ketika kita alat berat yang digunakan ketika kita sedang melakukan pekerjaan dalam bidang sedang melakukan pekerjaan dalam bidang konstruksi misalnya. Maka pemilihan dan konstruksi misalnya. Maka pemilihan dan spesiikasi alat yang benar pada akhirnya spesiikasi alat yang benar pada akhirnya menjadi salah satu kata kunci untuk menjadi salah satu kata kunci untuk keberhasilan sebuah pekerjaan sesuai keberhasilan sebuah pekerjaan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Itulah dengan apa yang kita harapkan. Itulah sebabny

sebabnya, spesiikasi a, spesiikasi alat yang alat yang disesuaikandisesuaikan dengan jenis pekerjaan menjadi salah satu dengan jenis pekerjaan menjadi salah satu

aktor utama sebelum kita melaksanakan

aktor utama sebelum kita melaksanakan pekerjaan dilapangan.

pekerjaan dilapangan. (Keterangan : untuk (Keterangan : untuk  melihat seperti apa spesiikasi alat yang melihat seperti apa spesiikasi alat yang  sesuai

 sesuai dengan dengan kebutuhan kebutuhan dapat dapat dilihat dilihat   pada penjelasan alat berat

 pada penjelasan alat berat di BAB. 3)di BAB. 3)

E.

E.

Produktiitas yang di targetkan Produktiitas yang di targetkan Keberhasilan sebuah alat dalam

Keberhasilan sebuah alat dalam membantumembantu proses pekerjaan dilapangan memang proses pekerjaan dilapangan memang ditentukan dalam beberapa hal. Tidak ditentukan dalam beberapa hal. Tidak saja masalah kehandalan alat tersebut saja masalah kehandalan alat tersebut yang berdampak pada kelancaran proses yang berdampak pada kelancaran proses pekerjaan dilapangan tapi juga menjadi pekerjaan dilapangan tapi juga menjadi salah satu kata kunci dalam pemilihan alat salah satu kata kunci dalam pemilihan alat berat adalah memperhatikan

berat adalah memperhatikan produktivitasproduktivitas dari alat tersebut. Kita semua tahu bahwa dari alat tersebut. Kita semua tahu bahwa alat berat ini adalah salah satu alat produksi, alat berat ini adalah salah satu alat produksi, dimana keberhasilan dan kelancaran dimana keberhasilan dan kelancaran pekerjaan ditentukan dari penggunaan alat pekerjaan ditentukan dari penggunaan alat

(19)

E.

E.

Produktiitas yang di targetkan Produktiitas yang di targetkan berat tersebut dilapangan. Jika alat berat berat tersebut dilapangan. Jika alat berat ini dapat bekerja secara maksimal maka ini dapat bekerja secara maksimal maka sudah dapat dipastikan bahwa alat ini sudah dapat dipastikan bahwa alat ini mampu memberikan produktivitas yang mampu memberikan produktivitas yang maksimal dalam membantu penyelesaian maksimal dalam membantu penyelesaian sebuah pekerjaan dilapangan.

sebuah pekerjaan dilapangan.

Salah satu kunci untuk memilih alat tersebut Salah satu kunci untuk memilih alat tersebut adalah Kinerja peralatan yang diberikan adalah Kinerja peralatan yang diberikan oleh pabrik harus memiliki “Keandalan oleh pabrik harus memiliki “Keandalan dan Ketahanan” alat berat selama dan Ketahanan” alat berat selama umur pakai (

umur pakai (Life TimeLife Time), sehingga Faktor), sehingga Faktor eisiensi peralatan, yang di gunakan untuk eisiensi peralatan, yang di gunakan untuk menghitung produktivitas terdiri dari Faktor menghitung produktivitas terdiri dari Faktor operator, Faktor kondisi lapangan/medan operator, Faktor kondisi lapangan/medan yang bervariasi tetap dapat lebih tinggi.

yang bervariasi tetap dapat lebih tinggi.

F F..

Perhitungan Jumlah Alat Perhitungan Jumlah Alat

Memperhitungkan jumlah alat yang akan Memperhitungkan jumlah alat yang akan digunakan dalam sebuah pekerjaan digunakan dalam sebuah pekerjaan bidang konstruksi, sama halnya dengan bidang konstruksi, sama halnya dengan kita menghitung berapa lama kita kita menghitung berapa lama kita melakukan sebuah aktivitas pekerjaan melakukan sebuah aktivitas pekerjaan bidang konstruksi dilapangan. Karena bidang konstruksi dilapangan. Karena siat alat berat itu sendiri adalah jika kita siat alat berat itu sendiri adalah jika kita menggunakan alat berat itu secara sewa, menggunakan alat berat itu secara sewa, kondisi itu harus diperhitungkan dalam kondisi itu harus diperhitungkan dalam hitungan harian bukan lagi mingguan atau hitungan harian bukan lagi mingguan atau bulanan. Jadi ketika kita sudah menentukan bulanan. Jadi ketika kita sudah menentukan seperti apa metode kerja yang akan kita seperti apa metode kerja yang akan kita pilih dengan melihat jenis pekerjaannya, pilih dengan melihat jenis pekerjaannya, maka kita harus bisa menentukan secara maka kita harus bisa menentukan secara

Ingat, pekerjaan dengan alat berat bukan Ingat, pekerjaan dengan alat berat bukan pekerjaan biasa, artinya waktu adalah pekerjaan biasa, artinya waktu adalah sama halnya dengan cost, perhitungan sama halnya dengan cost, perhitungan secara cermat menyangkut kebutuhan secara cermat menyangkut kebutuhan alat akan sangat menentukan proses alat akan sangat menentukan proses pekerjaan dari awal hingga selesai. Salah pekerjaan dari awal hingga selesai. Salah satu kunci dalam memilih jumlah armada satu kunci dalam memilih jumlah armada (leet), adalah Keselarasan dalam (leet), adalah Keselarasan dalam menentukan komposisi sehingga tidak menentukan komposisi sehingga tidak ada alat yang saling menunggu.

ada alat yang saling menunggu.

G.

G.

Biaya Pemilikan dan Pengoperasian Biaya Pemilikan dan Pengoperasian Peralatan

Peralatan Di dalam suatu

Di dalam suatu proyek konstruksi alat-alatproyek konstruksi alat-alat berat yang digunakan dapat berasal dari berat yang digunakan dapat berasal dari bermacam-macam sumber, antara alain bermacam-macam sumber, antara alain alat berat yang dibeli oleh kontraktor, alat alat berat yang dibeli oleh kontraktor, alat berat yang disewa-beli oleh kontraktor, berat yang disewa-beli oleh kontraktor, dan alat berat yang disewa oleh kontraktor.

dan alat berat yang disewa oleh kontraktor.

1. Alat berat yang dibeli oleh kontraktor 1. Alat berat yang dibeli oleh kontraktor Kontraktor dapat saja membeli alat berat.

Kontraktor dapat saja membeli alat berat.

Keuntunga

Keuntungan dari n dari pebelian ini pebelian ini adalah biayaadalah biaya pemakaian per jam yang sangat kecil jika pemakaian per jam yang sangat kecil jika alat tersebut digunakan secara optimal.

alat tersebut digunakan secara optimal.

Dilihat dari segi keuntungan perusahaan, Dilihat dari segi keuntungan perusahaan, kepemilikan alat berat merupakan suatu kepemilikan alat berat merupakan suatu

aktor yang penting karena kadang-kadang

aktor yang penting karena kadang-kadang pemilik proyek melihat kemampuan pemilik proyek melihat kemampuan suatu kontraktor berdasarkan alat yang suatu kontraktor berdasarkan alat yang dimilikinya.

dimilikinya.

2. Alat berat yang disewa-beli oleh 2. Alat berat yang disewa-beli oleh kontraktor

kontraktor

Alat dapat disewa dari perusahaan Alat dapat disewa dari perusahaan

Pemilihan Alat Pemilihan Alat

(20)

G.

G.

Biaya Pemilikan dan Pengoperasian Biaya Pemilikan dan Pengoperasian Peralatan

Peralatan

yang lama maka pada akhir jasa penyewaan yang lama maka pada akhir jasa penyewaan alat tersebut dapat dibeli oleh pihak alat tersebut dapat dibeli oleh pihak penyewa. Biaya pemakaian umumnya lebih penyewa. Biaya pemakaian umumnya lebih tinggi daripada memiliki alat tersebut, tinggi daripada memiliki alat tersebut, namun terhindar dari resiko biaya namun terhindar dari resiko biaya kepemilikan alat berat.

kepemilikan alat berat. Lebih detail akanLebih detail akan dijelaskan dalam Owning & Operating Cost dijelaskan dalam Owning & Operating Cost  pada bab ke 3.

 pada bab ke 3.

H.

H.

Ramah Lingkungan Ramah Lingkungan  Y

 Yang ang berhubungan berhubungan dengan dengan pengecepengecekankan kini bukan lagi saatnya kita bekerja hanya kini bukan lagi saatnya kita bekerja hanya ingin mengharapkan sesuatu yang siatnya ingin mengharapkan sesuatu yang siatnya keuntungan secara sesaat tapi lebih dari keuntungan secara sesaat tapi lebih dari itu sebuah pekerjaan sudah harus mulai itu sebuah pekerjaan sudah harus mulai melihat dampak positi dan negative yang melihat dampak positi dan negative yang akan ditimbulkan dari proses pekerjaan akan ditimbulkan dari proses pekerjaan tersebut, itulah kenapa memperhatikan tersebut, itulah kenapa memperhatikan apa yang disebut sebagai proses pekerjaan apa yang disebut sebagai proses pekerjaan yang bersiat ramah lingkungan menjadi yang bersiat ramah lingkungan menjadi satu konsep berikir yang baik dalam satu konsep berikir yang baik dalam menjalankan pekerjaan dalam bidang menjalankan pekerjaan dalam bidang konstruksi. Ibaratnya adalah Green konstruksi. Ibaratnya adalah Green Construction, adalah sebuah konsep Construction, adalah sebuah konsep bekerja yang memperhatikan kondisi bekerja yang memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, tidak saja pada saat lingkungan sekitar, tidak saja pada saat persiapan, pelaksanaan dan akhir dari persiapan, pelaksanaan dan akhir dari pekerjaan tersebut. Kesemuanya harus pekerjaan tersebut. Kesemuanya harus menjadi satu pola pikir yang mengacu menjadi satu pola pikir yang mengacu pada konsep bekerja dengan lingkungan.

pada konsep bekerja dengan lingkungan.

Dengan cara seperti itu maka konsep 3R Dengan cara seperti itu maka konsep 3R harus menjadi satu hal yang menjadi tujuan harus menjadi satu hal yang menjadi tujuan dalam setiap aktivitas yang akan dijalankan dalam setiap aktivitas yang akan dijalankan dalam pekerjaan bidang konstruksi dengan dalam pekerjaan bidang konstruksi dengan menggunakan alat berat. 3R adalah suatu menggunakan alat berat. 3R adalah suatu program yang mendukung pelestarian program yang mendukung pelestarian

bumi kita ini. Gerakan yang mengajak kita bumi kita ini. Gerakan yang mengajak kita untuk mengurangi penggunaan barang untuk mengurangi penggunaan barang barang yang tidak ramah lingkungan barang yang tidak ramah lingkungan (reduce), memanaatkan kembali barang- (reduce), memanaatkan kembali barang- barang yang dianggap sudah tidak berguna barang yang dianggap sudah tidak berguna (reuse) dan melakukan daur ulang (reuse) dan melakukan daur ulang terhadap barang-barang yang tidak ramah terhadap barang-barang yang tidak ramah lingkungan menjadi produk lain yang lingkungan menjadi produk lain yang bermanaat (recycle). Sehingga dengan bermanaat (recycle). Sehingga dengan memahami konsep bekerja dengan memahami konsep bekerja dengan mengedepankan 3R akan menjadikan kita mengedepankan 3R akan menjadikan kita sebagai pelaksana lapangan yang peduli sebagai pelaksana lapangan yang peduli akan kelestarian lingkungan hidup untuk akan kelestarian lingkungan hidup untuk masa kini dan

masa kini dan akan datang.akan datang.

Untuk hak tersebut alat produksi di Untuk hak tersebut alat produksi di persiapkan seideal mungkin, tidak persiapkan seideal mungkin, tidak mencemari lingkungan yang merupakan mencemari lingkungan yang merupakan salah satu aktor kunci produktivitas.

salah satu aktor kunci produktivitas.

Menciptakan lingkungan kerja yang Menciptakan lingkungan kerja yang kondusi dan aman, dengan studi Geoteknik kondusi dan aman, dengan studi Geoteknik yang benar. (Contoh: pemetaan area rawan yang benar. (Contoh: pemetaan area rawan longsor, dsb. Proses penanganan air longsor, dsb. Proses penanganan air dalam lokasi proyek (dewatering process) dalam lokasi proyek (dewatering process) perlu dipersiapkan dengan matang untuk perlu dipersiapkan dengan matang untuk meminimalisir loss production akibat hujan.

meminimalisir loss production akibat hujan.

Pemilihan engin

Pemilihan engine alat berat di Negara e alat berat di Negara majumaju saat ini telah spakat menerapkan Tier 2, saat ini telah spakat menerapkan Tier 2, dan Tier 3.

dan Tier 3.

I.

I.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja PRINSIP PENERAPAN K3 (Kesehatan PRINSIP PENERAPAN K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) DALAM BIDANG dan Keselamatan Kerja) DALAM BIDANG PEKERJAAN Setiap orientasi pekerjaan PEKERJAAN Setiap orientasi pekerjaan pasti mengandung suatu potensi ba- pasti mengandung suatu potensi ba- haya, bahaya selalu mengancam pekerja haya, bahaya selalu mengancam pekerja sesuai jenis pekerjaannya. Peralatan kerja sesuai jenis pekerjaannya. Peralatan kerja yang digunakan sebagai penunjang juga yang digunakan sebagai penunjang juga mengandung resiko bahaya. Bahan-bahan mengandung resiko bahaya. Bahan-bahan yang digunakan untuk menyelesaikan yang digunakan untuk menyelesaikan Pemilihan Alat

Pemilihan Alat

Gambar

Tabel : Screen crushing plant  Tabel : Screen crushing plant KYC.KYC.
Diagram Working Radius [kg]
Diagram Working Radius [kg] see see chartchart
Diagram Kapasitas dan Ketinggian boom,Diagram Kapasitas dan Ketinggian boom, All Terrain Crane TADANO - ATF 50 G - 3All Terrain Crane TADANO - ATF 50 G - 3
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pondasi tiang pancang digunakan apabila tanah yang berada dibawah dasar  bangunan tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan

Hasil Cone Penetration Test disajikan dalam bentuk diagram sondir yang mencatat nilai tahanan konus dan friksi selubung, kemudian digunakan untuk menghitung daya

Geotekstil digunakan sebagai perkuatan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar di bawah timbunan Dalam perencanaan ini. daya dukung tanah dasar di

Selain itu, alat sondir untuk selanjutnya disebut Cone Penetration Test (CPT) ini juga dapat mengetahui lapisan tanah keras yang nantinya akan digunakan sebagai data

Biasanya banyak digunakan untuk perataan tanah pada daerah yang memiliki kemiringan dimana mereka lebih cepat berpindah daripada dozer yang berkaki dengan wheel

Penulangan pondasi dilakukan dengan menggunakan nilai daya dukung tanah pada sample tanah yang digunakan dalam perencanaan ini. Dalam hal ini digunakan salah satu

Penyelidikan Tanah dan Daya Dukung Tanah 2.2.1 Penyelidikan Tanah dengan Sondir Pekerjaan sondir umumnya dilakukan pada tanah kohesif dan dilakukan untuk mendapatkan daya dukung

Makalah ini membahas tentang alat berat yang digunakan dalam pengumpulan tanah