Perhitungan Biaya Perhitungan Biaya
Biaya bahan bakar, pelumas, dan biaya Biaya bahan bakar, pelumas, dan biaya perawatan (H,I,J)
perawatan (H,I,J)
••Biaya Bahan Bakar (H)Biaya Bahan Bakar (H)
Adalah kebutuhan bahan bakar tiap Adalah kebutuhan bahan bakar tiap jam
jam (biasanya (biasanya diambil diambil dari dari manualmanual peralatan yang bersangkutan).
peralatan yang bersangkutan).
••Pelumas (I)Pelumas (I) Y
Yang dimaksud pelumaang dimaksud pelumass
meliputi pelumas mesin, pelumas meliputi pelumas mesin, pelumas hidrolik, pelumas transmisi, pelumas hidrolik, pelumas transmisi, pelumas power steering, grease dan lain-lain.
power steering, grease dan lain-lain.
••Biaya perawatan/workshop (J)Biaya perawatan/workshop (J)
Biaya perawatan, meliputi biaya Biaya perawatan, meliputi biaya penggantian saringan pelumas, penggantian saringan pelumas, saringan ilter udara dan lain-lain.
saringan ilter udara dan lain-lain.
Biaya perbaikan/suku cadang (K) Biaya perbaikan/suku cadang (K)
• Biaya
• Biaya penggantian ban.penggantian ban.
• Biaya penggantian bagian-bagian yang
• Biaya penggantian bagian-bagian yang aus (bukan suku cadang), misalnya aus (bukan suku cadang), misalnya belt conveyor, saringan agregat untuk belt conveyor, saringan agregat untuk stone
stone crusher/AMPcrusher/AMP, dll, dll..
• Penggantian accu.
• Penggantian accu.
• Perbaikan alat.
• Perbaikan alat.
Biaya operator (M) Biaya operator (M)
• Biasanya terdiri dari
• Biasanya terdiri dari upah operator danupah upah pembantu pembantu upah operator danoperator, operator, dandan besarnya didasarkan pada upah 1 besarnya didasarkan pada upah 1 (satu) jam kerja eekti.
(satu) jam kerja eekti.
Mengingat banyaknya jenis dan merk Mengingat banyaknya jenis dan merk peralatan, estimator akan mengalami peralatan, estimator akan mengalami kesulitan. Untuk memudahkan kesulitan. Untuk memudahkan perhitungan, maka dengan menggunakan perhitungan, maka dengan menggunakan rumus pendekatan sebagai berikut :
rumus pendekatan sebagai berikut : Biaya operasi peralatan, terdiri dari : Biaya operasi peralatan, terdiri dari :
Perhitungan Biaya Perhitungan Biaya
AH AH
02 02
a. Biaya Pasti (Initial Cost atau a. Biaya Pasti (Initial Cost atau Capital Capital Cost)Cost)
Biaya Pasti adalah biaya pemulihan Biaya Pasti adalah biaya pemulihan (pengembalian) modal berikut (biaya (pengembalian) modal berikut (biaya penyusutan atau depresiasi)
penyusutan atau depresiasi) (B (B – – C) C) D D + + FF
G = --- G = ---
W W Dimana : Dimana : G
G = = Biaya Biaya pasti pasti per per jam.jam.
B
B = = Harga Harga alat alat setempat.setempat.
C
C = Nilai = Nilai sisa sisa alat. alat. Biasanya Biasanya 10% 10% daridari initial initial cost.cost.
W
W = Jumlah = Jumlah jam jam kerja kerja dlm dlm satu satu tahuntahun (2000 (2000 jam/1600 jam/1600 jam/1200 jam/1200 jam)jam) F
F = = Biaya Biaya asuransi asuransi peralatan peralatan dandan pajak pajak peralatan peralatan dlm dlm 1 1 th.th.
(biasanya (biasanya 0,002 0,002 x x B B atau atau 0,02 0,02 x x C)C) D
D = = Faktor Faktor angsuran angsuran / / pengembalianpengembalian modal modal (capital (capital recovery recovery actor).actor).
Pengertian Analisa Harga Satuan Pengertian Analisa Harga Satuan Analisa Harga Satuan menguraikan Analisa Harga Satuan menguraikan perhitungan harga satuan bahan dan perhitungan harga satuan bahan dan pekerjaan berdasar suatu metode kerja pekerjaan berdasar suatu metode kerja dan asumsi-asumsi yang sesuai dengan dan asumsi-asumsi yang sesuai dengan spesiikasi teknik, gambar desain dan spesiikasi teknik, gambar desain dan komponen harga satuan.
komponen harga satuan.
Harga Satuan Pekerjaan terdiri dari biaya Harga Satuan Pekerjaan terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung.
langsung dan biaya tidak langsung.
Perhitungan Produktivitas Alat Perhitungan Produktivitas Alat Output peralatan diukur dalam satuan Output peralatan diukur dalam satuan produk per jam. Dalam menaksir produksi produk per jam. Dalam menaksir produksi
Produksi peralatan dihitung berdasarkan Produksi peralatan dihitung berdasarkan volume per siklus waktu dan jumlah siklus volume per siklus waktu dan jumlah siklus dalam satu jam yang dinyatakan dalam dalam satu jam yang dinyatakan dalam rumus :
rumus :
Q = q x N x E Q = q x N x E 6060
Q = q x --- X E Q = q x --- X E W SW S Dimana:
Dimana:
Q
Q = = Produksi Produksi alat alat per per jam jam (m(m33/jam,/jam, mm22/jam, m/jam)/jam, m/jam)
q
q = = Kapasitas Kapasitas alat alat per per siklus siklus (m(m33, , mm22, , m)m) N
N = = Jumlah Jumlah siklus siklus dalam dalam satu satu jamjam E
E = = Eisiensi Eisiensi kerja kerja total total (eisiensi (eisiensi kerjakerja operator dan mesin, eisiensi operator dan mesin, eisiensi karena kondisi lapangan, eisiensi karena kondisi lapangan, eisiensi karena jenis material yg ditangani) karena jenis material yg ditangani) WS
WS = = Waktu Waktu siklus siklus dalam dalam menitmenit
Perhitungan Harga Satuan Dasar Perhitungan Harga Satuan Dasar Alat
Alat
Harga satuan dasar alat yang digunakan Harga satuan dasar alat yang digunakan adalah biaya yang dikeluarkan untuk adalah biaya yang dikeluarkan untuk operasiona
operasional alat l alat dalam satu satuan dalam satu satuan waktuwaktu (jam atau hari kerja). Biaya operasi (jam atau hari kerja). Biaya operasi peralatan, terdiri dari :
peralatan, terdiri dari :
1. Biaya Pasti (Initial Cost atau Capital 1. Biaya Pasti (Initial Cost atau Capital
Cost).
Cost).
Biaya Pasti adalah biaya pemulihan Biaya Pasti adalah biaya pemulihan (pengembalian) modal berikut (pengembalian) modal berikut bunganya yang lazim disebut dengan bunganya yang lazim disebut dengan biaya penyusutan atau depresiasi.
biaya penyusutan atau depresiasi.
Perhitungan Biaya Perhitungan Biaya
AH AH 02 02
i i (1 (1 +i)A+i)A
P = N --- atau P = N x D P = N --- atau P = N x D (1+i)A (1+i)A - - 11
Di mana : Di mana :
P
P = = Biaya Biaya pastipasti N
N = = Nilai Nilai modal modal yg yg diperhitungkadiperhitungkann D
D = = Faktor Faktor angsuran/ angsuran/ pengembalianpengembalian modal modal (capital (capital recovery recovery actor)actor) i i = = Bunga Bunga bank bank (perhitungan (perhitungan investasi)investasi) A
A = = Umur Umur ekonomi ekonomi peralatan peralatan dalamdalam tahun tahun (standar (standar pabrik)pabrik)
2. Biaya operasi langsung (direct 2. Biaya operasi langsung (direct operation operation cost)cost)
Biaya utk mengoperasikan alat tsb.
Biaya utk mengoperasikan alat tsb.
Setiap merk alat berbeda Biaya operasi Setiap merk alat berbeda Biaya operasi langsung, menurut perhitungan teoritis.
langsung, menurut perhitungan teoritis.
Dapat dihitung dengan analisa sebagai Dapat dihitung dengan analisa sebagai berikut :
berikut :
Biaya bahan bakar, pelumas, dan biaya Biaya bahan bakar, pelumas, dan biaya perawatan (H,I,J
perawatan (H,I,J))
••Biaya Bahan Bakar (H)Biaya Bahan Bakar (H)
Adalah kebutuhan bahan bakar tiap Adalah kebutuhan bahan bakar tiap jam
jam (biasanya (biasanya diambil diambil dari dari manualmanual peralatan yang bersangkutan).
peralatan yang bersangkutan).
••Pelumas (I)Pelumas (I) Y
Yang pelumas mesin, pelumas hidrolik,pelumas mesin, pelumas hidrolik,ang dimaksud dimaksud pelumas pelumas meliputimeliputi pelumas trans-misi, pelumas power pelumas trans-misi, pelumas power steering, grease dan lain-lain.
steering, grease dan lain-lain.
Biaya utk mengoperasikan alat tsb. Setiap Biaya utk mengoperasikan alat tsb. Setiap merk alat berbeda
merk alat berbeda 1). Biaya bahan bakar 1). Biaya bahan bakar
H
H = = (12,5 (12,5 s/d s/d 15)% 15)% x x HPHP Di mana :
Di mana : H
H = = besarnya besarnya bahan bahan bakar bakar dlm dlm 1 1 jamjam (liter)
(liter)
HP
HP = = kapasitas kapasitas mesin mesin penggerakpenggerak (dlm HP)
(dlm HP)
12,5 % untuk alat bertugas ringan 12,5 % untuk alat bertugas ringan 15 % untuk alat bertugas berat 15 % untuk alat bertugas berat 2). Biaya pelumas (I)
2). Biaya pelumas (I) I I = = (2,5 (2,5 s/d s/d 3)% 3)% x x HPHP Di mana :
Di mana :
I I = = besarnya besarnya pelumas pelumas per per jam jam (liter)(liter) HP
HP = = Kapasitas Kapasitas mesin mesin penggerakpenggerak (dlm HP)
(dlm HP)
2,5 % untuk pemakaian ringan 2,5 % untuk pemakaian ringan 3 % untuk pemakaian berat 3 % untuk pemakaian berat 3). Biaya bengkel
3). Biaya bengkel J
J = = (6,25 (6,25 s/d s/d 8,75)% 8,75)% x x B/WB/W Dimana :
Dimana : B
B = = Harga poHarga pokok alakok alat st setempatetempat W
W = = Jumlah Jumlah jam jam kerja kerja dalam dalam satusatu tahun
tahun
6,25 % untuk alat bertugas ringan 6,25 % untuk alat bertugas ringan 8,75 % untuk alat bertugas berat 8,75 % untuk alat bertugas berat 4). Biaya perbaikan dan perawatan (K) 4). Biaya perbaikan dan perawatan (K) K K = = (12,5 (12,5 s/d s/d 17,5 17,5 %) %) (B/ (B/ W)W)
Di mana : Di mana : B
B = = Harga Harga alat alat dlm dlm rupiahrupiah W
W = = Jumlah Jumlah jam jam kerja kerja (dlm (dlm jam)jam) 12,5 % utk alat bertugas ringan 12,5 % utk alat bertugas ringan 17,5 % utk alat bertugas berat 17,5 % utk alat bertugas berat 5). Upah operator / driver 5). Upah operator / driver
Perhitungan Biaya Perhitungan Biaya
AH AH
02 02
Inormasi yang Diperlukan Inormasi yang Diperlukan Perhitungan
Perhitungan
• Jenis alat
• Jenis alat
• Kapasitas alat
• Kapasitas alat
• Umur ekonomis alat
• Umur ekonomis alat
• Jam kerja alat per
• Jam kerja alat per tahuntahun
• Harga pokok alat
• Harga pokok alat
• Nilai sisa alat
• Nilai sisa alat
• Tingkat suku bunga
• Tingkat suku bunga
• Asuransi dan pajak
• Asuransi dan pajak
• Tenaga mesin
• Tenaga mesin
• Upah tenaga
• Upah tenaga
• Harga bahan bakar dan pelumas
• Harga bahan bakar dan pelumas
• Biaya pengembalian modal & ansuransi
• Biaya pengembalian modal & ansuransi
• Biaya operasi & pemeliharaan : bahan
• Biaya operasi & pemeliharaan : bahan bakar, bakar, pelumaspelumas, , perawatan, perawatan, spare spare partpart
• Operator & pembantunya
• Operator & pembantunya
Perhitungan koeisien alat & total harga Perhitungan koeisien alat & total harga alat
alat
• Jenis
• Jenis
• Kapasitas (sesuai dengan spesifikasi
• Kapasitas (sesuai dengan spesifikasi jika jika ada)ada)
• JumlahJika tidak
• JumlahJika tidak disyardisyaratkanatkan
tergantung dari kuantitas & lamanya tergantung dari kuantitas & lamanya periode pelaksanaan.
periode pelaksanaan.
• Faktor efisiensi produksi
• Faktor efisiensi produksi
Perhitungan koeisien tenaga kerja &
Perhitungan koeisien tenaga kerja &
total harga tenaga kerja total harga tenaga kerja
• Kualifikasi (mandor, tukang, pekerja
• Kualifikasi (mandor, tukang, pekerja biasa, dsb.) Tergantung dari produkti- biasa, dsb.) Tergantung dari produkti-
itas peralatan (diperoleh dari kapasi-
itas peralatan (diperoleh dari kapasi- tas terkecil suatu alat yang jumlahnya tas terkecil suatu alat yang jumlahnya
Produksi peralatan dihitung berdasarkan Produksi peralatan dihitung berdasarkan volume per siklus waktu dan jumlah siklus volume per siklus waktu dan jumlah siklus dalam satu jam yang dinyatakan dalam dalam satu jam yang dinyatakan dalam rumus :
rumus :
Q = q x N x E Q = q x N x E 6060
Q = q x --- X E Q = q x --- X E W SW S Dimana:
Dimana:
Q
Q = = Produksi Produksi alat alat per per jam jam (m(m33/jam,/jam, mm22/jam, m/jam)/jam, m/jam)
q
q = = Kapasitas Kapasitas alat alat per per siklus siklus (m(m33, m, m22, m, m)) N
N = = jumlah jumlah siklus siklus dalam dalam satu satu jamjam E
E = = Eisiensi Eisiensi kerja kerja total total (eisiensi (eisiensi kerjakerja operator dan mesin, eisiensi operator dan mesin, eisiensi karena kondisi lapangan, eisiensi karena kondisi lapangan, eisiensi karena jenis material yg ditangani) karena jenis material yg ditangani) WS
WS = = Waktu Waktu siklus siklus dalam dalam menitmenit
Perhitungan Harga Satuan Dasar Perhitungan Harga Satuan Dasar Alat
Alat
Harga satuan dasar alat yang digunakan Harga satuan dasar alat yang digunakan adalah biaya yang dikeluarkan untuk adalah biaya yang dikeluarkan untuk operasiona
operasional alat l alat dalam satu satuan dalam satu satuan waktuwaktu (jam atau hari kerja). Biaya operasi (jam atau hari kerja). Biaya operasi peralatan, terdiri dari :
peralatan, terdiri dari :
1. Biaya Pasti (Initial Cost atau Capital 1. Biaya Pasti (Initial Cost atau Capital
Cost).
Cost).
Biaya Pasti adalah biaya pemulihan Biaya Pasti adalah biaya pemulihan (pengembalian) modal berikut (pengembalian) modal berikut bunganya yang lazim disebut dengan bunganya yang lazim disebut dengan biaya penyu-sutan atau depresiasi.
biaya penyu-sutan atau depresiasi.