• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aksi Nyata: Ayo, Buka Kelas Industri di SMK Anda!

Bapak/Ibu guru SMK yang hebat, Anda diminta untuk melakukan refleksi terkait materi pembelajaran Kelas Industri di SMK.

“Bentuk pembelajaran Kelas Industri seperti apa yang menurut Anda memiliki peluang untuk dikembangkan di sekolah Anda, buatlah rencana aksi nyata pengembangan prinsip pembelajaran dan asesmen Kelas Industri”

NOTE Tugas Aksi Nyata:

1. DOKUMEN Aksi Nyata yang telah dilakukan pada topik ini silakan disimpan pada drive sendiri dalam bentuk .pdf

2. Salah satu Aksi Nyata TERBAIK akan diunggah pada Jurnal Pembelajaranku di akhir modul mata kuliah PPA SMK

NOTE Jurnal Pembelajaranku:

[Judul Tema ‘Jurnal Pembelajaranku’]

1. Buatlah praktik baik atas materi prinsip pembelajaran dan asesmen pembelajaran Kelas Industri!

2. Mintalah umpan balik secara tertulis pada mitra yang terlibat (peserta didik/guru/mitra lainnya) dengan menggunakan cara sendiri atau metode yang tersedia di perpustakaan berikut (Perpustakaan Belajar).

3. Simpanlah sementara dokumentasi berupa:file .pdf pada DRIVE PRIBADI.

Catatan: ‘Jurnal Pembelajaranku’ adalah kumpulan dokumentasi dari seluruh tugas yang ada di setiap topik dalam satu modul. Guru/peserta dapat melakukan tugas secara kolaborasi. Namun, guru harus menuliskan refleksi/deskripsinya masing-masing sesuai dengan peran dan pengalaman yang didapatkan saat melakukan tugas tersebut.

Refleksi personal adalah bagian penting dari proses pembelajaran.

Latihan Pemahaman

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar atas pertanyaan berikut ini!

1. Apa yang Anda pahami tentang pembelajaran dan asesmen kelas industri?

a. Bentuk pembelajaran dan asesmen yang menghasilkan lulusan unggul sesuai tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja yang para instrukturnya berasal dari dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja atau guru yang mendapatkan pengetahuan/keterampilan terkini dan dengan menggunakan kurikulum yang dimiliki oleh SMK, serta peserta didik secara langsung melakukan praktik kerja pada tempat kerja yang sesungguhnya.

b. Bentuk pembelajaran dan asesmen yang menghasilkan lulusan unggul sesuai tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja yang para instrukturnya berasal dari dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja atau guru yang mendapatkan pengetahuan/keterampilan terkini dan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum industri tanpa melakukan sinkronisasi dan peserta didik secara langsung melakukan praktik kerja pada tempat kerja yang sesungguhnya.

c. Bentuk pembelajaran dan asesmen yang menghasilkan lulusan unggul sesuai tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja yang para instrukturnya berasal dari dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja atau guru yang mendapatkan pengetahuan/ketrampilan terkini dan kurikulumnya sudah merupakan hasil sinkronisasi dan peserta didik secara langsung melakukan praktik kerja pada tempat kerja yang sesungguhnya.

d. Bentuk pembelajaran dan asesmen yang menghasilkan lulusan unggul sesuai tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja yang para instrukturnya berasal dari dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja atau guru yang mendapatkan pengetahuan/ketrampilan terkini dan kurikulumnya sudah merupakan hasil sinkronisasi dan peserta didik melakukan praktik di bengkel sekolah.

e. Bentuk pembelajaran dan asesmen yang menghasilkan lulusan unggul sesuai tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja yang para gurunya sudah mendapatkan pengetahuan/keterampilan terkini di industri dan kurikulumnya sudah merupakan hasil sinkronisasi antara SMK dan industri, serta peserta didik secara langsung melakukan praktik kerja pada tempat kerja yang sesungguhnya.

2. Bagaimana langkah penyelarasan kurikulum Kelas Industri?

a. Langkah awal sebelum disepakati nota kesepahaman (MoU) adalah melakukan sinkronisasi/penyelarasan kurikulum industri antara industri dan SMK. Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK disusun dengan mempertimbangkan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) atau standar kompetensi kerja (SKK) dan kualifikasi kerja di industri. Lulusan SMK memiliki jenjang kualifikasi kerja level 3 dan 4 sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI). SKKNI atau SKK tersebut dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar dan indikator yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir program pembelajaran.

b. Langkah awal setelah disepakati nota kesepahaman (MoU) adalah melakukan sinkronisasi/penyelarasan kurikulum industri antara industri dan SMK. Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK disusun dengan mempertimbangkan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) atau standar kompetensi kerja (SKK) dan kualifikasi kerja di industri. Lulusan SMK memiliki jenjang kualifikasi kerja level 1 dan 2 sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI). SKKNI atau SKK tersebut dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar dan indikator yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir program pembelajaran.

c. Langkah awal sebelum disepakati nota kesepahaman (MoU) adalah melakukan sinkronisasi/penyelarasan kurikulum industri antara industri dan SMK. Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK disusun dengan mempertimbangkan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) atau standar kompetensi kerja (SKK) dan kualifikasi kerja di industri. Lulusan SMK memiliki jenjang kualifikasi kerja level 2 dan 3 sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI). SKKNI atau SKK tersebut dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar dan indikator yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir program pembelajaran.

d. Langkah awal setelah disepakati nota kesepahaman (MoU) adalah melakukan sinkronisasi/penyelarasan kurikulum industri antara industri dan SMK. Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK disusun dengan mempertimbangkan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) atau standar kompetensi kerja (SKK) dan kualifikasi kerja di industri. Lulusan SMK memiliki jenjang kualifikasi kerja level 2 dan 3 sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI). SKKNI atau SKK tersebut dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar dan indikator yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir program pembelajaran.

e. Langkah awal setelah disepakati nota kesepahaman (MoU) adalah melakukan sinkronisasi/penyelarasan kurikulum industri antara industri dan SMK. Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK disusun dengan mempertimbangkan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) atau standar kompetensi kerja (SKK)

dan kualifikasi kerja di industri. Lulusan SMK memiliki jenjang kualifikasi kerja level 3 dan 4 sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI). SKKNI atau SKK tersebut dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar dan indikator yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir program pembelajaran.

3. Menurut Anda apa yang dimaksud dengan Pendidikan Sistem Ganda?

a. Pendidikan Sistem Ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan sekolah menengah kejuruan dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung pada pekerjaan sesungguhnya di institusi pasangan, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Penyelenggaraan pendidikan sistem ganda dilakukan di dua tempat yaitu paruh waktu pembelajaran dilaksanakan di sekolah, peserta didik diampu oleh guru seperti halnya pembelajaran yang biasa dilakukan dan paruh waktu berikutnya peserta didik berada dunia kerja yang diampu oleh pendamping dari industri.

b. Pendidikan Sistem Ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan sekolah menengah umum dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung pada pekerjaan sesungguhnya di institusi pasangan, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Penyelenggaraan pendidikan sistem ganda dilakukan di dua tempat yaitu paruh waktu pembelajaran dilaksanakan di sekolah, peserta didik diampu oleh guru seperti halnya pembelajaran yang biasa dilakukan dan paruh waktu berikutnya peserta didik berada dunia kerja yang diampu oleh pendamping dari industri.

c. Pendidikan Sistem Ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan sekolah menengah kejuruan dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung pada pekerjaan sesungguhnya di institusi pasangan, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Penyelenggaraan pembelajaran dilaksanakan di sekolah, peserta didik diampu oleh guru didampingi oleh instruktur industri.

d. Pendidikan Sistem Ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan sekolah menengah kejuruan dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung pada pekerjaan sesungguhnya di

institusi pasangan, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Penyelenggaraan pembelajaran dilaksanakan di industri, peserta didik diampu oleh instruktur industri didampingi oleh guru produktif.

e. Pendidikan Sistem Ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan sekolah menengah kejuruan dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung pada pekerjaan sesungguhnya di institusi pasangan, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Penyelenggaraan pendidikan sistem ganda dilakukan di dua tempat yaitu paruh waktu pembelajaran dilaksanakan di sekolah, peserta didik diampu oleh guru seperti halnya pembelajaran yang biasa dilakukan dan paruh waktu berikutnya peserta didik berada dunia kerja yang diampu oleh pendamping dari industri.

4. Bagaimana sertifikasi kompetensi peserta didik sebagai salah satu bentuk asesmen dalam kelas industri dilakukan?

a. Peserta didik yang mengikuti program kelas industri berhak untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari industri sebagai portofolio sebagai pengganti ijazah.

Industri memberikan sertifikat kepada peserta didik yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan/atau Pemagangan Industri. Sertifikasi kompetensi dilakukan melalui sertifikasi yang dilaksanakan oleh industri, ataupun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan lembaga yang memberikan sertifikasi profesi di Indonesia.

b. Peserta didik yang mengikuti program kelas industri berhak untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari industri sebagai portofolio di samping peserta didik mendapatkan ijazah. Industri memberikan sertifikat kepada peserta didik yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan/atau Pemagangan Industri.

Sertifikasi kompetensi dilakukan melalui sertifikasi yang dilaksanakan oleh industri, ataupun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan lembaga yang memberikan ijazah di Indonesia.

c. Peserta didik yang mengikuti program kelas industri berhak untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari industri sebagai portofolio di samping peserta didik mendapatkan ijazah. Industri memberikan sertifikat kepada guru bidang studi produktif yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan/ atau Pemagangan Industri. Sertifikasi kompetensi dilakukan melalui sertifikasi yang dilaksanakan oleh industri, ataupun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan lembaga yang memberikan sertifikasi profesi di Indonesia.

d. Peserta didik yang mengikuti program kelas industri berhak untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari industri sebagai portofolio di samping peserta didik mendapatkan ijazah. Industri memberikan sertifikat kepada peserta didik yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan/atau Pemagangan Industri.

Sertifikasi kompetensi dilakukan melalui sertifikasi yang dilaksanakan oleh industri, ataupun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan lembaga yang memberikan sertifikasi profesi di Indonesia.

e. Peserta didik yang mengikuti program kelas industri berhak untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari industri sebagai portofolio di samping peserta didik mendapatkan ijazah. Industri memberikan sertifikat kepada peserta didik sebelum menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan/atau Pemagangan Industri.

Sertifikasi kompetensi dilakukan melalui sertifikasi yang dilaksanakan oleh industri, ataupun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan lembaga yang memberikan sertifikasi profesi di Indonesia.

5. Secara umum pembelajaran di SMK dapat dibedakan menjadi pembelajaran berbasis produk dan pembelajaran berbasis kompetensi. Menurut Anda, pembelajaran kelas industri masuk kategori yang mana dan apa alasannya?

a. Kategori berbasis produk, alasannya menghasilkan produk berupa barang

b. Kategori berbasis kompetensi, alasannya menghasilkan produk berupa jasa layanan

c. Kategori berbasis produk, alasan adanya proses produksi dan jasa layanan d. Kategori berbasis kompetensi, alasannya adanya prioritas kompetensi

e. Bisa masuk kategori keduanya, alasannya pada industri besar pembelajaran cenderung berbasis kompetensi, pada industri kecil/mikro pembelajaran cenderung berbasis produk.

6. Dalam menyiapkan rencana pembelajaran kelas industri, guru perlu merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan peserta didik dalam industri tertentu. Cakupan perencanaan pembelajaran kelas industri adalah…

a. tujuan pembelajaran, strategi pengajaran, refleksi pembelajaran b. tujuan pembelajaran, strategi pengajaran, penilaian yang relevan

c. tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, refleksi

d. tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, materi pembelajaran, penilaian yang relevan

e. tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, materi pembelajaran, refleksi pembelajaran

7. Dalam mengintegrasikan teori dengan praktik pada pembelajaran kelas industri, guru perlu menghubungkan teori yang diajarkan di kelas dengan praktik di dunia industri. Kegiatan berikut yang tidak dapat mendukung proses tersebut adalah…

a. kunjungan industri b. magang

c. proyek nyata

d. kerja sama dengan perusahaan terkait e. kerja sama dengan teman guru sejawat

8. Dalam menggunakan metode pembelajaran aktif pada konteks pembelajaran kelas industri, Guru perlu menggunakan metode pembelajaran yang aktif dan interaktif.

Metode pembelajaran yang cocok digunakan dalam pembelajaran di SMK adalah…

a. diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, proyek kolaboratif.

b. diskusi kelompok, studi kasus, proyek kolaboratif.

c. diskusi kelompok dan simulasi d. Simulasi dan proyek kolaboratif.

e. diskusi kelompok, simulasi dan studi kasus

9. Salah satu ciri asesmen kelas industri adalah adanya penilaian autentik. Dalam memilih penilaian autentik guru perlu menggunakan penilaian yang autentik yang sesuai dengan konteks industri. Berikut ini termasuk beberapa penilaian autentik yang cocok untuk asesmen kelas industri, yaitu…

a. observasi tak langsung, portofolio, presentasi, atau penugasan proyek yang merefleksikan situasi nyata di industri.

b. observasi langsung, portofolio, presentasi, atau penugasan proyek yang merefleksikan situasi simulatif di industri.

c. observasi langsung, portofolio, presentasi, atau penugasan proyek yang merefleksikan situasi nyata di industri.

d. observasi langsung, survei, presentasi, atau penugasan proyek yang merefleksikan situasi nyata di industri.

e. observasi langsung, portofolio, wawancara, atau penugasan proyek yang merefleksikan situasi nyata di industri.

10. Dalam hal melaksanakan pembelajaran dan asesmen kelas industri di SMK yang bermitra dengan industri kelas menengah/besar. Beberapa hal yang dianggap krusial dan harus dilakukan oleh guru adalah…

a. Mengintegrasikan Teori dan Praktik, Menerapkan Pembelajaran Berbasis Proyek, Menyediakan Kesempatan Magang atau Praktik Kerja, Melakukan Penilaian Autentik.

b. Mengintegrasikan Teori dan Praktik, Menerapkan Pembelajaran Berbasis Produk, Menyediakan Kesempatan Magang atau Praktik Kerja, Melakukan Penilaian Autentik.

c. Mengintegrasikan Teori dan Praktik, Menerapkan Pembelajaran yang menghasilkan barang, Menyediakan Kesempatan Magang atau Praktik Kerja, Melakukan Penilaian Autentik.

d. Mengintegrasikan Teori dan Praktik, Menerapkan Pembelajaran Berbasis Kompetensi, Menyediakan Kesempatan Magang atau Praktik Kerja, Melakukan Penilaian Autentik, Memberikan Umpan Balik Berorientasi Peningkatan.

e. Mengintegrasikan Teori dan Praktik, Menerapkan Pembelajaran Berbasis Proyek, Menyediakan Kesempatan Magang atau Praktik Kerja, Melakukan Penilaian Autentik, Memberikan Umpan Balik Berorientasi Peningkatan.

Cerita Reflektif

1. Sekolah Anda memiliki Hotel baru yang dibangun atas bantuan dari pemerintah karena sekolah Anda ditunjuk sebagai SMK Pusat Keunggulan tahun 2020. Hotel tersebut sudah dikelola sebagai Unit Produksi SMK bekerjasama dengan Hotel bintang 5 dan sudah banyak menerima tamu. Hali ini didukung oleh lokasi yang strategis, berseberangan dengan Mall dan berada di tengah kota. Anda sebagai guru produktif ingin menyelenggarakan Kelas Industri. Menurut Anda, apakah bisa hotel tersebut dimanfaatkan sebagai sarana Kelas Industri? Kalau bisa, bagaimana langkah awal yang Anda lakukan untuk merealisasikan Kelas Industri tersebut?

Tuliskan jawaban Anda pada kolom di bawah!

2. Sekolah Anda akan menyelenggarakan pembelajaran dual system dengan perusahaan mebel terkenal di daerah Anda. Sinkronisasi kurikulum dan fasilitas praktik yang dibutuhkan semua tersedia di perusahaan tersebut beserta instruktur yang sangat profesional dan kompeten. Namun perusahaan tersebut belum dapat menyelenggarakan sertifikasi kompetensi untuk peserta didik. Bagaimana langkah Anda menyelesaikan masalah ini, agar peserta didik dapat melakukan sertifikasi kompetensi? Tuliskan jawaban Anda pada kolom jawaban di bawah ini!

3. Sekolah Anda berencana menyelenggarakan Kelas Industri bersama dengan Indomaret. Anda merencanakan 2 rombel yang akan melaksanakan Kelas Industri, dengan jumlah setiap rombel adalah 30 peserta didik. Sementara baru ada tiga Indomaret terdekat dengan sekolah Anda yang bersedia bekerjasama. Bagaimana upaya Anda untuk membuat perencanaan untuk mengatasi masalah ini, agar program Kelas Industri bisa dijalankan? Tuliskan jawaban Anda pada kolom jawaban di bawah ini!

4. Program Kelas Industri di sekolah Anda sudah berjalan sekitar 3 bulan. Namun dalam perjalanannya banyak guru produktif yang mengeluh karena kurang memiliki kompetensi profesional di bidangnya, meskipun kemampuan mengajarnya sudah bagus. Sehingga berdampak adanya kesenjangan antara materi yang diberikan di sekolah dengan pekerjaan yang dihadapi peserta didik di industri. Apa upaya dan langkah-langkah yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini? Jawaban Anda ditulis pada kolom di bawah ini!

TOPIK 3 PEMBELAJARAN DAN ASESMEN KELAS KEWIRAUSAHAAN

Estimasi Waktu Belajar Mandiri 2 hari @ 10 jam

Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari topik ini, guru mampu:

1. Menjelaskan prinsip pembelajaran dan asesmen Kelas Kewirausahaan

2. Menerapkan prinsip pembelajaran dan asesmen Kelas Kewirausahaan