BAB I PENDAHULUAN
B. Kajian Teori
1. Aktivitas Belajar
a. Pengertian Aktivitas Belajar
Pembelajaran aktif adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru dalam proses pembelajaran tersebut. Belajar merupakan suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir dan lain-lain. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang dialami oleh individu dalam berinteraksi dengan lingkungan. Belajar bukanlah sekedar mengumpulkan pengetahuan akan tetapi, belajar juga merupakan proses mental yang terjadi di dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan perilaku. Aktivitas mental ini terjadi karena adanya interaksi individu dengan lingkungan yang disadari.6
Aktivitas siswa sangat berpengaruh pada kualitas hasil belajar.
Tanpa adanya aktivitas, proses belajar itu tidak mungkin berlangsung dengan baik. Aktivitas belajar yang dimaksud adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental, dalam kegiatan belajar kedua aktivitas itu harus selalu berkaitan. Aktivitas adalah kegiatan, jadi aktivitas belajar
6Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta : Kencana, 2006), 112.
adalah kegiatan-kegiatan siswa yang menunjang keberhasilan belajar.
Keberhasilan kegiatan pembelajaran ditentukan oleh kegiatan interaksi dalam pembelajaran tersebut. Semakin aktif siswa selama pembelajaran, semakin banyak pula pengalaman belajar yang akan diperoleh siswa dan tujuan pembelajaran akan mengakibatkan terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi belajar.7
Aktivitas belajar adalah interaksi yang spesifik antara pembelajar dengan orang lain menggunakan alat-alat dan sumber daya tertentu demi mencapai hasil tertentu. Pembelajar dapat dianalisis menurut apa yang menjadi identitas, kompetesi dan peran mereka dalam aktivitas belajar. Peserta belajar menentukan sendiri apa yang ingin mereka pelajari atau pengetahuan apa yang mereka butuhkan untuk memudahkan kehidupan mereka. Kompetensi meliputi keahlian, pengetahuan dan kemampuan yang membuat seseorang terlibat dalam aktivitas belajar tertentu, sementara peran dapat dilihat dari pendekatan dan cara apa yang seseorang gunakan untuk belajar. Adapun jenis aktivitas dalam belajar yang digolongkan oleh Paul D. Dierich adalah sebagai berikut :81) visual aktivities, aktivitas belajar yang di dalamnya termasuk membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan dan pekerjaan orang lain. 2) oral activities, seperti merumuskan, bertanya, memberi saran, berpendapat, diskusi dan interupsi. 3)
7 A.M.Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), 96.
8Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2011), 172-173.
listening activities, seperti mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, musik dan pidato, 4) writing activities, seperti menulis cerita, karangan, laporan, dan menyalin. 5) motor activities, seperti melakukan percobaan, model, mereparasi. 6) mental activities, seperti menanggapi, mengingat, menyelesaikan, soal, menganalisis, mengambil keputusan.
7) emotional activities, seperti merasa bosan, gugup, berani, tenang. 8) drawing activities, seperti menggambar, membuat grafik, chart, diagram, peta dan pola.
Berdasarkan uraian diatas, aktivitas belajar adalah kegiatan yanng dilakukan oleh siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Aktivitas siswa yang dapat diamati dari indikator yang terdiri dari memperhatikan guru (visual activities), bertanya (oral activities), mendengarkan arahan guru (listening activities), mengisi lembar kerja siswa dan lembar soal (writing activities), melakukan presentasi (motor activities), dan menanggapi (mental activities) yang bertujuan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.
b. Indikator Aktivitas Belajar
Adapun indikator aktivitas belajar siswa adalah sebagai berikut:
: 1) berpikir kompleks, artinya bagaimana siswa menggunakan berbagai strategi berfikir kompleks dengan efektif dan menerjemahkan suatu tugas menjadi langkah kerja dengan tujuan yang jelas. Termasuk di dalamnya tentang tingginya perhatian serta motivasi siswa untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan. 2) memproses informasi, artinya bagaimana siswa menggunakan berbagai strategi teknik pengumpulan informasi dan berbagai sumber informasi yang efektif, bagaimana siswa menginterpretasikan dan mensitesiskan inforrmasi dengan efektif, bagaimana siswa mengevaluassi informasi dengan tepat dan bagaimana siswa mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan perolehan manfaat tambahan dari informasi. 3) berkomunikasi efektif, artinya bagaimana siswa menyatakan atau menyampaikan ide dengan jelas, bagaimana siswa secara efektif dapat mengkomunikasikan ide dengan orang/siswa lain dengan berbagai cara untuk berbagai tujuan, bagaimana siswa menghasilkan karya yang berkualitas, dan keterlibatan siswa dalam melakukan prakarsa seperti menjawab dan mengajukan pertanyaan, berusaha memecahkan masalah yang diajukan atau yang timbul selama proses pembelajaran berlangsung. Termasuk di dalamnya adalah terjadinya interaksi yang multi arah, baik antara siswa dengan siswa atau antara guru dengan siswa. Interaksi ini juga ditandai dengan keterlibatan semua siswa secara merata, artinya pembelajaran atau proses tanya jawab tidak di dominasi oleh siswa-siswa tertentu. 4) bekerja sama atau berkolaborasi, artinya apakah siswa berusaha untuk mencapai tujuan kelompok, apakah siswa menggunakan keterampilan interpersonal dengan efektif, apakah siswa berusaha untuk memelihara kekompakan kelompok, apakah siswa menunjukan kemampuan untuk berperan dalam berbagai peran secara efektif, apakah pengalaman
nyata, seperti merasakan, meraba, mengoperasikan, melakukan sendiri, dan lain sebagainya bisa dilakukan dalambentuk kerjasama dan interaksi dalam kelompok, dan apakah siswa memiliki keinginan untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif. 5) berdaya nalar yang efektif, artinya apakah siswa mengerti akan pola pikirnya sendiri, apakah siswa membuat rencana yang efektif, apakah siswa mencari, membuat, dan menggunakan sumber-sumber yang diperlukan, dan apakah siswa sangat peka terhadap umpan balik. Termasuk apakah siswa tepat dan akan selalu berusaha agar tepat, apakah siswa jelas dan akan selalu berusaha agar jelas, apakah siswa berpikir terbuka, apakah siswa menahan diri agar tidak impulsif, apakah siswa memperlihatkan prinsip/warna jika memang diperlukan, apakah siswa peka terhadap perasaan dan tingkat pengetahuan orang lain, apakkah siswa tetap melaksanakan tugas walaupun hasilnya belum jelas benar, apakah siswa berusaha sekuat tenaga dan semampunya, apakah siswa selalu mempunyai (dan berusaha mencapai) standar yang ideal yang ditetapkan untuk dirinya, dan apakah siswa mempunyai cara-cara untuk melihat situasi dari perspektif lain selain yang ada.9
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Belajar
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu :10
9 Supinah, “Bagaimana mengukur aktivitas siswa dalam pembelajaran?”, (jurnal, Widyaiswara PPPPTK Matematika, 2019), 8-10.
10Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), 54
1) Faktor internal, adalah faktor yang ada dalam diri individu.
Seperti faktor jasmani (fisik) dan psikologis.
Adapun aspek fisik meliputi fisik yang sehat yang mempengaruhi seluruh jaringan tubuh sehingga aktivias belajar tidak rendah. Sedangkan aspek psikologis sedikitnya ada delapan faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan aktivitas belajar. Faktor-faktor ini meliputi perhatian, pengamatan, tanggapan, ingatan, berfikir, bakat, dan motivasi.
Secara rinci faktor-faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1) perhatian, merupakan keaktifan jiwa yang diarahkan kepada sesuatu objek, baik di dalam maupun diluar dirinya. Makin sempurna perhatian yang menyertai aktivitas, maka akan semakin sukses aktivitas belajar itu. 2) pengamatan, merupakan cara mengenal dunia nyata, baik dirinya sendiri maupun lingkungan dengan segenap panca indera. Karena fungsi pengamatan sangat sentral, maka alat-alat pengamatan yaitu panca indera perlu mendapatkan perhatian yang optimal dari pendidik, sebab tidak berfungsinya panca indera akan berakibat terhadap jalannya usaha pendidikan pada anak didik.
3) tanggapan, merupakan gambaran ingatan dalam pengamatan, dalam mana obyek yang telah diamati tidak lagi berada dalam ruang dan waktu pengamatan. Tanggapan akan memiliki pengaruh terhadap perilaku belajar siswa. 4) fantasi, merupakan
kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayangan baru. Dengan kekuatan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang dihadapinya dan menjangkau ke depan, keadaan-keadaan yang akan mendatang.
Dengan fantasi ini, maka dalam belajar akan memiliki wawasan yang lebih longgar karena di didik untuk memahami diri atau pihak lain. 5) ingatan merupakan kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kesan-kesan. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia ini berarati ada suatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali dari sesuatu yang pernah dialami. 6) bakat, merupakan salah satu kemampuan manusia untuk melakukan suatu kegiatan dan sudah ada sejak manusia itu lahir.
Bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan pada masa yang akan datang. Selain kecerdasan, bakat merupakan faktor yang menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam belajar. 7) berfikir, merupakan aktivitas mental untuk dapat merumuskan pengertian, mensintesis dan menarik kesimpulan. 8) motivasi, merupakan dorongan yang ada pada diri anak untuk melakukan sesuatu tindakan. Besar kecilnya motivasi banyak dipengaruhi oleh
kebutuhan individu yang ingin dipenuhi. Motivasi yang kuat sangatlah perlu dalam belajar.11
2) Faktor eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri individu. Yakni sebagai berikut: 1) faktor keluarga, merupakan cara mendidik orang tua kepada anaknya. Salah satu tipe mendidik yang sesuai yaitu mendidik seperti kepemimpinan pancasila, karena orang tua dalam mencampuri belajar anak, tidak akan masuk terlalu dalam. Prinsip kepemimpinan pancasila sangat manusiawi, karena orang tua akan bertindak ing ngarsa sang tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Dalam kepemimpinan pancasila ini berarti orang tua melakukan kebiasaan-kebiasaan yang positif kepada anak untuk dapat diteladani. Di dalam pergaulan di lingkungan keluarga hendaknya berubah menjadi situasi pendidikan, yaitubia orang tua memperhatikan anak, misalnya anak ditegur dan diberi pujian. Pendek kata, motivasi, perhatian, dan kepedulian orang tua akan memberikan semangat untuk belajar bagi anak. 2) faktor dari sekolah, merupakan faktor yang berasal dari sekolah, dapat berasal dari guru, mata pelajaran yang ditempuh, dan metode yang diterapkan. 3) faktor dari lingkungan masyarakat, merupakan faktor yang sangat kuat pengaruhnya terhadap pendidikan anak. Pengaruh masyarakat bahkan sulit
11 Sumadi Suryabrata, Psikologi pendidikan, (Jakarta: Raja Frafindo Persada, 2002), 17-20.
dikendalikan. Mendukung atau tidaknya perkembangan anak, masyarakat juga ikut mempengaruhi.12
3) Keterkaitan Visi Misi Sekolah Terhadap Aktivitas Belajar Adapun visi-misi Sekolah Menengah Pertama Negeri 01 Jenggawah adalah sebagai berikut :
a) Visi Sekolah
Visi SMP Negeri 1 Jenggawah adalah“Unggul Dalam Mutu Berpijak Pada Iman dan Taqwa”.
Dalam mencapai visi sekolah, maka menggunakan indikator visi antara lain adalah sebagai berikut :
1) Unggul dalam melaksanakan standar isi pendidikan.
2) Unggul dalam menerapkan standar proses pendidikan.
3) Unggul dalam pencapaian kompetensi lulusan.
4) Unggul dalam kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.
5) Unggul dalam penyediaan sarana dan prasarana.
6) Unggul dalam dalam pengelolaan pendidikan.
7) Unggul dalam memenuhi standar pembiayaan.
8) Unggul dalam merumuskan penilaian pendidikan.
b) Misi Sekolah
Metode dalam mencapai visi sekolah diperlukan misi, dan adapun misi SMP Negeri 1 Jenggawah antara lain :
12Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Rajawali Press, 2009), 20-21.
1) Melaksanakan penjabaran kurikulum dalam bentuk Kurikulum Satuan Pendidikan, pemetaan kompetensi dasar, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja dan jurnal mengajar.
2) Mengembangkan proses pembelajaran yang efektif dalam rangka pelaksanaan CTL secara maksimal untuk mencapai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), sesuai silabus pembelajaran.
3) Melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efisien dalam rangka pengembangan potensi siswa secara maksimal untuk memperoleh peningkatan nilai Ujian Nasional sesuai dengan Standart Kelulusan.
4) Mengembangkan kualitas kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
5) Mengoptimalkan Standar minimal sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanakan proses belajar mengajar termasuk penggunaan TIK.
6) Menerapkan manajeman partisipatif aktif dengan melibatkan seluruh warga sekolah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
7) Mengembangkan standar pembiayaan mengatur komponen dan biaya operasi satuan pendidikan.
8) Melaksanakan penilaian secara periodik sesuai dengan kompetensi dasar masing-masing mata pelajaran dan mengadakan program pengayaan serta remedial.
Dengan adanya visi-misi sekolah di atas, terdapat banyak keterkaitan yang menunjang aktivitas pembelajaran di sekolah, sehingga rumusan visi-misi yang dituangkan oleh sekolah di implementasikan dalam proses belajar mengajar di kelas agar visi-misi yang telah dirumuskan dapat berjalan dengan baik.