BAB I PENDAHULUAN
B. Kajian Teori
2. Media Pembelajaran
8) Melaksanakan penilaian secara periodik sesuai dengan kompetensi dasar masing-masing mata pelajaran dan mengadakan program pengayaan serta remedial.
Dengan adanya visi-misi sekolah di atas, terdapat banyak keterkaitan yang menunjang aktivitas pembelajaran di sekolah, sehingga rumusan visi-misi yang dituangkan oleh sekolah di implementasikan dalam proses belajar mengajar di kelas agar visi-misi yang telah dirumuskan dapat berjalan dengan baik.
pesan. Proses penafsiran simbol-simbol komunikasi yanng mengandung pesan-pesan tersebut dinamakan decoding. Adakalanya penafsiran yang dilakukan oleh penerima pesan berhasil, ada kalanya sebaliknya.
Penafsiran yang gagal atau kurang berhasil berarti kegagalan atau kekurangberhasilan dalam memahami apa-apa yang di dengar, dilihat dan dibacanya.
Dalam hal ini, media dapat digunakan secara mandiri oleh anak didik dan media merupakan bagian integral pembelajaran, artinya, tanpa adanya media, maka pembelajaran tidak dapat berlangsung secara inovatif.13
Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimaannya dapat melakukan proses belajar secara efektif.14
b. Manfaat dan Fungsi Media Pembelajaran 1) Sebagai sumber belajar
Secara teknis, media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar. Dalam kalimat “sumber belajar” ini tersirat makna keaktifan, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain.
Sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem intruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan
13Ali Mudlofir, Evi Fatimatur Rusdliyah, Desain Pembelajaran Inovatif, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada,2017) 121-133.
14Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, (Jakarta : GP Press Group, 2008), 2-8.
lingkungan, yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Dengan demikian, sumber belajar dapat dipahami sebagai segala acam sumber yang ada di luar diri seseorang (siswa) dan memungkinkan dan memudahkan terjadinya proses belajar.
2) Fungsi semantik
Fungsi semantik yakni kemampuan media dalam menambah perbendaraan kata (simbol verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar dipahami siswa (tidak verbalistik).
3) Fungsi manipulatif
Fungsi manipulatif ini di dasarkan pada ciri-ciri (karakteristik) umum yang dimiliki. Berdasarkan karakteristik umum ini, media memiliki dua kemampuan, yakni mengatasi batas-batas ruang dan waktu serta mengatasi keterbatasan inderawi. Pertama, kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi batas-batas ruang dan waktu yaitu :1) kemampuan media menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit dihadirkan dalam bentuk aslinya, seperti peristiwa bencana alam. 2) kemampuan media menjadikan objek atau peristiwa yang menyita waktu panjang menjadi singkat, seperti proses metamorfosis. 3) kemampuan media menghairkan kembali objek atau peristiwa yang telah terjadi, seperti pada mata pelajaran sejarah.
Kedua, kemampuan media pembelajaran dalam mengatasi keterbatasan inderawi manusia, yaitu : 1) membantu siswa dalam memahami objek yang sulit diamati karena terlalu kecil, seperti molekul, sel, atom dan lain-lain. 2) membantu siswa dalam memahami objek yang bergerak terlalu lambat atau teralu cepat, seperti proses metamorfosis. 3) membantu siswa dalam memahami objek yang membutuhkan kejelasan suara, seperti mempelajari gelombang dan bunyi. 4) membantu siswa dalam memahami objek yang terlalu kompleks, misalnya dengan memanfaatkan diagram, peta dan grafik.
4) Fungsi psikologis
Media pembelajaran memiliki fungsi psikologis, yaitu : 1) fungsi atensi, media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar. Setiap orang memiliki sel saraf penghambat, yakni sel khusus dalam sistem saraf yang berfungsi membuang sejumlah sensasi yang datang. Dengan adanya saraf penghambat ini para siswa dapat memfokuskan perhatiannya pada rangsangan yang dianggapnya menarik dan membuang rangsangan-rangsangan lainnya.
Dengan demikian, media pembelajaran yang tepat guna adalah media pembelajaran yang mampu menarik dan memfokuskan perhatian siswa. 2) fungsi afektif, yakni menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu.
Media pembelajaran yang tepat guna dapat meningkatkan sambutan atau penerimaan siswa terhadap stimulus tertentu. Sambutan atau penerimaan tersebut berupa kemauan. Dengan adanya media pembelajaran, terlihat pada diri siswa kesediaan untuk menerima beban pelajaran, dan untuk itu perhatiannya akan tertuju kepada pelajaran yang diikutinya. 3) fungsi kognitif, siswa yang belajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapi, baik objek itu berupa orang, benda atau peristiwa. Objek- objek itu dipresentasikan atau dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang yang dalam psikologi semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental. 4) fungsi imajinatif, media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan imajinasi siswa. 5) fungsi motivasi, motivasi merupakan seni mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dengan demikian, motivasi merupakan usaha dari guru untuk mendorong, mengaktifkan dan menggerakkan siswanya secara sadar untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
5) Fungsi sosio-kultural
Fungsi media dilihat dari sosio-kultural, yakni mengatasi hambatan sosio-kultural antar peserta komunikasi pembelajaran.15
15Ibid, 36-48.
6) Jenis-jenis Media Pembelajaran
Secara garis besar media pembelajaran dapat dibedakan ke dalam empat kelompok, yaitu :16
a) Media audio
Media ini menampilkan materi pembelajaran dalam bentuk sesuatu yang dapat di dengar oleh telinga manusia. Berdasarkan teknologinya alat media audio dibedakan atas :1) media audio non elektrik atau non elektronik, yaitu media audio yang bekerjanya atau penggunaannya tidak memerlukan tenaga listrik. Contoh dari media audio elektrik atau non elektronik adalah peralatan musik akustik seperti gitar, gamelan, dan lain sebagainya yanng digunakan dalam pembelajaran seni suara atau seni musik. 2) media audio elektrik atau elektronik, yaitu media audio yang penggunaannya memerlukan tenaga listrik. Contoh dari media audio elektrik atau elektronik adalah ampliefier, radio, tape recorder dan CD player.
b) Media visual
Media ini menampilkan materi pembelajaran dalam bentuk sesuatu yang dapat dilihat oleh mata manusia. Berdasarkan teknologinya alat media visual dibedakan atas : 1) media visual non elektrik atau non elektronik, yaitu media visual yang penggunaannya tidak memerlukan tenaga listrik. Contohnya seperti papan tullis, white board, flanel board, flip chart, poster, model atau
16Abdorrakhman Gintings, Belajar dan Pembelajaran, 141-147.
Solid Aid. 2) media visual elektrik atau elektronik, yaitu media visual yang penggunaannya memerlukan tenaga listrik. Contohnya seperti slide projector, opaque projector, overhead projector (OHP).
7) Media audio visual
Media ini menampilkan materi pembelajaran dalam bentuk sesuatu yang dapat di dengar dan dilihat oleh manusia. Pada beberapa jenis peralatan audio visual gambar yang ditampilkan juga dapat bergerak. Contoh dari peralatan media audio visual adalah slide projector yang dipadukan dengan tape recorder, film strip projector, video player, DVD player, computer dan televisi.
Keunggulan dari media audio visual adalah bahwa dengan semakin banyaknya panca indera yang dilibatkan dalam proses komunikasi pembelajaran, maka semakin banyak materi pembelajaran yang dapat diserap oleh siswa. Di smaping itu, media audio visual dapat menyajikan objek dan peristiwa nyata di kelas untuk dijadikan bahan pembahasan atau diskusi yang menarik.
8) Multimedia
Media ini menampilkan materi pembelajaran dengan teknik yang memadukan semua keunggulan peralatan media audio dan visual dengan berbagai teknik penyajian yang memanfaatkan teknologi komputer dan LCD projector sebagai peralatan utamanya.
Dengan penggunaan multimedia, guru dapat langsung mengetik
hasil diskusi dan menampilkannya dalamwaktu bersamaan di layar.
Multimedia jjuga memungkinkan dilakukan animasi, pemotongan sebagian dari gambar objek untuk diperbesar dan dijadikan bahan pembahasan dan lalin sebagainya.
Keunggulan lain, selain hasilnya dapat langsung di cetak untuk dibagikan kepada siswa dalam bentuk hard copy, siswa juga dapat mencopy langsung untuk memperoleh soft copy ke dalam CD atau flash disc. Multimedia juga memungkinkan untuk melakukan simulasi langsung misalnya dalam perhitungan-perhitungan atau pengisian tabel. Guru juga dapat memanfaatkan peralatan multimedia untuk berkomunikasi lewat dunia maya untuk mengakses langsung materi dari situs yang diinginkan atau berkomunikasi dengan kelas dan sekolah lain. Penggunaan multimedia juga memungkinkan siswa untuk belajar secara individual dan melakukan belajar jarak jauh atau dikenal dengan istilah e-learning.
mengumpulkan data penelitian dan dibandingkan dengan standar ukuran yang telah ditentukan.1 Adapun dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik atau metode penelitian yang meliputi: