BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
D. Aktivitas Operasional
BRI merupakan salah satu lembaga keuangan dengan segmen pasar ritel mikro (terutama kalangan pelaku usaha kecil dan mikro di daerah pedesaan) yang terbesar dan tersukses. Tidak saja berhasil di level domestik, bahkan juga di tingkat dunia. Mayoritas nasabah BRI adalah nasabah dengan status ekonomi menengah ke bawah dan ini merupakan segmen terbesar dari masyarakat Indonesia. Saat ini produk tabungan yang ditawarkan oleh pihak perbankan hampir memiliki features yang sama (generik), mulai dari tingkat bunga, hingga fasilitas perbankan. Pada kondisi pasar majemuk tersebut brand memiliki peranan penting. BRI memiliki dua jenis tabungan yang dipasarkan untuk segmen yang berbeda, yaitu Tabungan BRI BritAma untuk segmen korporat dan perkotaan dan Simpedes merupakan produk tabungan di tingkat unit untuk segmen mikro dan menengah ke bawah.
Pasar sasaran untuk produk tabungan Simpedes adalah nasabah perorangan (Individual) dan nasabah non perorangan yang meliputi perusahaan (Badan hokum/non badan hukum), koperasi, yayasan, badan/lembaga pemerintah, badan usaha lainnya kecuali bank. Sasaran Simpedes adalah menghimpun dana dari masyarakat sehingga dana yang semula kurang produktif menjadi lebih produktif, bermanfaat untuk keperluan pembangunan khususnya pengembangan perekonomian dan kegiatan usaha di pedesaan.
BRI menawarkan jenis-jenis produk dana dalam melayani masyarakat, yaitu Deposito berjangka, tabungan.
a. Deposito berjangka
Deposito berjangka merupakan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkn perjanjian Nasabah sebagai penyimpanan dengan bank. Sedangkan penyalur dana masyarakat adalah kegiatan menyalurkan dana dalam bentuk pemberian kredit.
b. Tabungan
Tabungan adalah simpanan yang penarikan hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.Tabungan yang aktif saat ini adalah tabungan harian rakyat.
Tujuan utama dari analisis kredit adalah untuk memperoleh keyakinan apakah calon nasabah mempunyai kemauan dan kemampuan untuk membayar serta mencegah terjadiya kredit macet. Analisis yang dilakukan pihak bank terhadap pemohon kredit terdiri dari tiga bagian, yaitu :
1. Analisis identifikasi permohonan dan usaha
Dari pemohon yang diajukan oleh calon debitur, manajer kredit menganalisis data tersebut dengan dibantu oleh staf bagian kredit secara tepat dan hati-hati.
Analisis yang dilakukan adalah meneliti data sebagai berikut : 1) Nama pemohon
2) Alamat : a. Rumah b. Usaha
3) Bentuk Usaha 4) Jenis Usaha 5) Susunan Pengurus 2. Analisis dan Evaluasi 5C
1. Analisis Watak(character)
Character adalah keadaan watak dan sifat-sifat dari calon debitur baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Sedangkan tujuan analisis watak adalah untuk melihat rasa tanggung jawab, kejujuran, keseriusan dalam berbisnis dan keinginan untuk membayar semua kewajiban kepada bank dengan seluruh kekayaan yang dimiliki.
Dalam menganalisis watak debitur atau calon debitur antar lain ditinjau dari :
a. Riwayat hubungan dengan Bank b. Riwayat peminjam
c. Reputasi dalam berbisnis dan keuangan d. Manajamen
e. Legalitas usaha f. Sumber informasi
g. Analisis kemampuan (capacity)
Untuk mendapatkan kepastian mengenai kemampuan calon debitur dalam menjalankan usahanya. Maka dilkukan analisis mengenai kegiatan usaha calon debitur,meliputi :
a. Kemampun manajeril (aspek manajemen) b. Kemampuan finansial (aspek keuangan) c. Kemampuan pemasaran (aspek pemasaran) d. Kemampuan teknis (aspek teknik)
Keterangan-keterangan tersebut diperoleh melalui pembukuan dan catatan yang ada pada calon debitur, wawancara dengan suppliaer, costumer, pihak manajemen mampu mengurus dari instansi setempat.
2. Analisis Kemampuan (Capacity)
Capacity adalah kemampuan seseorang untuk menjalankan bisnis.
Dibetur perlu dianalisis apakah dia mampu memimpin dengan baik dan benar usahanya. Jika dia mampu memimpin usahanya, maka dia juga akan mampu untuk mengembaliakan pinjaman sesuai dengan perjanjian dan perusahaanya tetap berjalan.
3. Analisis Modal(capital)
Analisis ini memerlukan laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laba rugi calon debitur yang disajikn dalam dua periode.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhtikan untuk menghitung modal sendiri adalah:
a. Harus ada pemisahan asset yang jelas untuk kepentingan pribadi dan usaha.
b. Harus ada pemisahan yang jelas atas hutang yang digunakan untuk kehidupan pribadi dengan kegiatan usaha.
c. Perhitungan besarnya nilai asset harus didasarkan pada prinsip akuntansi yaitu didasarkan pada harga historis dan nilai ini harus konsisten untuk periode berikutnya.
d. Nilai equity dari pengurangan nilai total asset yang digunakan untuk membiayai operasional.
e. Untuk debitur yang memiliki usaha lain, agar dibuatkan konsolidasi atau laporan yang ada, ataupun diambil dari usaha yang paling dominan dengan tetap mempertimbangkan usaha-usaha yang lain sebagai sumber usaha dan penghasilan tambahan.
4. Analisis jaminan (collateral)
Jaminan ini dapat berupa jaminan material, surat berharga, garansi resiko yang disediakan oleh nasabah untuk menanggung pembayaran kembali kredit sesuai dengan yang diajukan.
Penilaian terhadap barang-barang jaminan meliputi :
a. Peranan agunan kredit yaitu digunakan untuk kegiatan operasional.
b. Jenis-jenis agunan kredit, yaitu tanah dan bangunan.
c. Nilai agunan, yaitu diatas nilai pinjaman.
d. Penilaian agunan, yaitu dengan taksiran harga pasar.
e. Bentuk pengikatan agunan, yaitu dengan menyimpan surat sertifikat dan tanah atau surat-surat lainya yang menjadi agunan.
5. Analisis keadaan ekonomi (condition of economy) Kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan adalah :
a. Hal pemasaran, penawaran, produksi, tagihan, selera dan bentuk persaingan.
b. Analisis perubahan peraturan pemerintah.
c. Analisis politik, social, ekonomi, budaya, dan lain-lain yang mempengaruhi kelancaran usaha debitur.
3. Analisis kredit ini dikelompokan dalam enam aspek kredit, yaitu : 1. Aspek Hukum
Analisis aspek ini menekankan pada penelitian status yuridis badan usaha yaitu mengutamakan pembahasan perusahaan pemilik dari segi hukum atau legalnya mencakup :
a. Keabsahan akte pendirian maupu akte perubahan dimana ditetpkan akte tersebut harus mendapat pengesahan dari departemen kehakiman dan dimuat dalam lembaga berita Negera.
b. Surat perizinan yang mutlak harus dimiliki oleh perusahaan seperti TDP (tanda daftar perusahaan), SIUP (surat izin usaha perdagangan) dan keharusan keanggotaan dalam suatu organisasi.
2. Aspek Manajemen
Titik berat analisis manajemen diarahkan kepada : 1. Performanceperusahaan, mencakup :
a. Ruang lingkup bidang usaha perusahaan,
b. Apakah hanya terbatas pada satu bidang atau juga mencakup bidang lain. Sejauh mana keberhasilan perusahaan tersebut yang dapat dilihat dari perkembangan jumlah penjualan dari tahun ke tahun, perkembangan keuntungan dan aset perusahaan.
2. Performance pemohon, yang perlu diperhatikan adalah latar pendidikan serta pengalaman pemohon dalam mengelolah perusahaan yang dapat dilihat daricurriculum vitae.
3. Performance sebagai nasabah bank, yang perlu diteliti adalah Performancesebagai nasabah PT. Bank BRI Cabang.
4. Informasi lain yang berkaitan dengan manajemen.
3. Aspek Teknik
Aspek ini menekankan kelayakan dari segi proses produksi, dalam arti bahwa proses produksi dapat berjalan dengan baik dan dengan biaya yang efesien seingga diharapkan dapat menunjang pemasaran produk.
4. Aspek Pemasaran
Pemasaran yang berhasil merupakan sumber penggerak utama dari proses perkembangan perusahaan secara keseluruhan dan merupakan sumber utama untuk pengambilan kredit. Keberhasilan pemasaran berarti menjual produk yang bermanfaat, pada harga yang terjangkau dan pada saat atau waktu yang tepat dengan demikian PT. Bank BRI Cabang, harus yakin bahwa pengusaha benar-benar :
a. Mengetahui atau mengerti segmen pasarnya.
b. Sejauh mana kemampuan pasar dapat menyerap produk yang dihasilkan.
c. Kekuatan pesain baik dari segi harga, seluruh distribusi dan lain-lain.
d. Strategi pemasaran yang akan dijalankan.
Melalui profek proposal yang diajukan kepada PT. Bank BRI Cabang, pengusaha harus dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan benar-benr mengetahui tentang pasarnya.
5. Aspek Jaminan
Jaminan dalam aspek perkreditan menduduki posisi yang penting, terutama karena fungsinya untuk pengamanan kredit. Dalam jaminan kebedaan, perlu diteliti nilai atau harga dari masing-masing unsur jaminan misalnya : nilai bangunanya, nilai tanahnya, nilai barang-barang modalnya, dan sebagainya. Disamping itu harus pula diteliti status hukum dan keabsahan hak kepemilikan untuk menjaga kemungkinan harta tersebut digunakan sebagai jaminan bank lain.
6. Aspek Keuangan
Aspek keuangan merupakan aspek yang paling penting dalam menilai kinerja perusahan. Cara yang digunakan PT. Bank BRI Cabang, untuk menilai keuangan perusahaan adalah melalui analisis laporan kuangan dengan menggunakan analisis rasio keuangan, yang meliputi : Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Profitabilitas.