PENDAHULUAN
Latar Belakang
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai kebijakan perkreditan PT. Bank BRI Cabang Kabupaten Kepulauan Selayar dengan judul penelitian “Analisis Laporan Keuangan Nasabah Dan Peranannya Dalam Kebijakan Perkreditan Pada PT.
Rumusan Masalah
Kredit konsumsi adalah kredit yang diberikan oleh bank untuk memenuhi kebutuhan konsumen debitur. Unsur-unsur kredit yang terkandung dalam pemberian fasilitas kredit adalah sebagai berikut (Kasmir.
Tujuan dan manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Bank
10 Tahun 1998 tentang perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun uang rakyat dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lain guna meningkatkan taraf hidup orang banyak. Bank membeli dana dari masyarakat dengan menerapkan berbagai strategi agar masyarakat bersedia menginvestasikan dananya dalam bentuk tabungan seperti giro, tabungan, dan deposito berjangka.
Fungsi dan jenis Bank
Kegiatan Bank Sentral diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Tujuan Bank Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 1999 Bab III Pasal 7 yaitu.
Pengertian,Jenis,dan Faktor-Faktor penentu Dalam Pemberian
Kredit produktif adalah kredit yang diberikan oleh perbankan dalam rangka membiayai kebutuhan modal kerja debitur sehingga dapat mempercepat produksi. Kepercayaan merupakan suatu keyakinan bagi kreditur bahwa kredit yang diberikan (baik berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali di kemudian hari sesuai jangka waktu kredit. Pengertian laporan keuangan menurut Kasmir, (2011:7) adalah laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan.
Efisiensi, mis. bahwa kredit yang diberikan benar-benar digunakan untuk pembiayaan, sebagaimana tercantum dalam proposal kredit. Oleh karena itu, penyaluran kredit harus dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan dengan sistem kebijakan pemberian kredit yang baik dan benar. Analisis ini memerlukan laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laba rugi calon debitur yang disajikan selama dua periode.
Kebijakan perkreditan memuat pedoman umum mengenai tata cara pemberian kredit dan pengawasan kredit yang harus dipatuhi baik oleh bank maupun debitur. Selain itu, realisasi kredit yang disalurkan bank kepada kedua perusahaan tersebut juga didasarkan pada jumlah utang yang dimiliki perseroan selama dua tahun berturut-turut yang tidak melebihi jumlah modal disetor.
Prosedur Pemberian Kredit pada PT. BRI Cabang
Tujuan Dan Fungsi Kredit
Meskipun sangat berguna dalam menentukan posisi keuangan suatu perusahaan, namun laporan keuangan tidaklah sempurna. Laporan keuangan umum disajikan kepada semua pengguna dan tidak dimaksudkan untuk memuaskan pelanggan tertentu. Kualitas informasi yang penting dalam laporan keuangan adalah mudah dipahami oleh pengguna.
Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi tren posisi dan kinerja keuangan. Suatu laporan keuangan tidak dapat memberikan informasi yang berguna jika tidak dilakukan analisis terhadapnya. Laporan keuangan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai posisi keuangan suatu perusahaan jika dipelajari, dibandingkan dan dianalisis.
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Jenis dan Sumber Data
- Metode Analisis
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang mewujudkan suatu pola hubungan tetap antar wilayah kerja, serta orang-orang yang menunjukkan kedudukan, wewenang, dan tanggung jawabnya masing-masing dalam suatu sistem koperasi. Dengan adanya struktur organisasi, Anda dapat menguraikan dengan jelas hak, kewajiban dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi seperti yang direncanakan sebelumnya. BRI Kanca Benteng Selayar, untuk setiap jabatan telah dibuat uraian tugas yang memuat tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing jabatan.
Melaksanakan pembinaan dan penagihan serta pengawasan kredit yang merupakan tanggung jawab sejak kredit direalisasikan sampai dengan kredit dilunasi untuk memaksimalkan keuntungan bank. RJ berada di atas standar bank sebesar 190% pada tahun 2014, yang berarti jumlah utang jangka pendek pada tahun 2014 adalah sebesar Rp. MJ pada tahun 2014 berada di atas standar bank sebesar 253% yang berarti jumlah utang jangka pendek pada tahun 2014 adalah sebesar Rp.
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Sejarah Singkat Perusahaan
Semula Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Patih Banyumas, Raden Bei Aria Wirjaatmadja, dengan nama Hulp en spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren (Bank Bantuan dan Tabungan Pegawai Pribumi Pangreh Praja) pada 16 Desember. 1895, lalu dijadikan hari ulang tahun BRI. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Benteng Selayar tepatnya di Jalan Syech Yusuf No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Bidang Koperasi Tani dan Nelayan.
Dalam ketentuan baru tersebut, Bank Indonesia Bidang Koperasi, Tani, dan Nelayan tergabung dengan nama Bank Indonesia unit II di bidang perdesaan, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II di bidang ekspor-impor (Exim). Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Perdesaan dan Ekspor Impor dipisahkan menjadi dua bank, yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. 21 Tahun 1992 tanggal 29 April 1992 tentang Penyesuaian Badan Hukum Bank Rakyat Indonesia Menjadi Perseroan Terbatas (Persero), resminya badan hukum BRI menjadi Perseroan Terbatas (Persero) yang kepemilikannya masih sepenuhnya pada tangan Pemerintah.
Visi dan Misi
7 Tahun 1992, bank-bank milik negara, termasuk BRI, mulai mempersiapkan penyesuaian bentuk hukumnya menjadi perusahaan berstatus PT (Persero). Memasuki era korporasi, komitmen BRI tetap konsisten sebagai bank umum yang berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan memberikan layanan perbankan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui layanan berkualitas, kemitraan bisnis dan didukung oleh teknologi yang handal dengan prioritas diberikan kepada perusahaan kecil dan menengah. , tidak melupakan perusahaan-perusahaan besar dan internasional.
Budaya Kerja Perusahaan
Oleh karena itu, kita harus tanggap, efektif, efisien, disiplin dan berwawasan ke depan dalam mengantisipasi perkembangan, tantangan dan peluang. Oleh karena itu, kita harus memenuhi kebutuhan dan memuaskan pelanggan dengan memberikan pelayanan yang terbaik, memperhatikan kepentingan perusahaan, dengan dukungan sumber daya manusia yang terampil, ramah, senang melayani dan didukung oleh teknologi yang unggul. Oleh karena itu, kami selalu merekrut, mengembangkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas, kami memperlakukan karyawan berdasarkan kepercayaan, keterbukaan, keadilan dan saling menghormati sebagai bagian dari perusahaan dan mengembangkan sikap kerjasama dan kemitraan, kami menawarkan penghargaan berdasarkan hasil kerja individu. dan kerjasama tim, menciptakan sinergi untuk kepentingan perusahaan.
Aktivitas Operasional
Karakter adalah watak dan watak calon debitur baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Harus ada pemisahan yang jelas antara utang yang digunakan untuk kehidupan pribadi dan aktivitas bisnis. Analisis pada aspek ini menekankan pada penelitian mengenai status hukum badan usaha, yaitu pengutamaan pembahasan mengenai hak milik perusahaan dari sudut pandang hukum atau legal.
Kinerja pelamar yang harus diperhatikan adalah latar belakang pendidikan dan pengalaman pelamar dalam menjalankan perusahaan yang dapat dilihat dari curriculum vitae. Aspek ini menekankan pada kelayakan dari segi proses produksi, dalam artian proses produksi dapat berjalan dengan baik dan biaya yang efisien, sehingga diharapkan dapat menunjang pemasaran produk. Cabang Bank BRI, pengusaha harus bisa membuktikan bahwa yang bersangkutan benar-benar mengetahui pasar.
Struktur Organisasi Perusahaan
Dari hasil perhitungan diatas terlihat bahwa margin keuntungan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 cenderung stabil, hal ini berarti kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari penjualannya stabil dan rasio tersebut masih diatas standar rasio yang ditetapkan pada saat itu. 5%, sehingga dapat dikatakan profitabilitas CV. Berdasarkan hasil perhitungan rasio di atas terlihat bahwa rasio utang terhadap aset mengalami penurunan dari tahun 2013 ke tahun 2014 sebesar 7%. Berdasarkan hasil perhitungan rasio di atas terlihat bahwa rasio utang terhadap total ekuitas mengalami penurunan dari tahun 2013 ke tahun 2014 sebesar 10%, namun rasio ini selalu berada di bawah standar rasio yang ditetapkan yaitu 100% dan cenderung stabil. Perusahaan dikatakan solven jika rasio total utang terhadap total ekuitas kurang dari 100%.
Dari hasil perhitungan terlihat bahwa return on capital mengalami penurunan sebesar 15% dari tahun 2013 ke tahun 2014 yang berdampak pada penurunan efisiensi penggunaan modal perusahaan dalam menghasilkan laba, dan masih diatas standar rasio. ditetapkan oleh PT. Sedangkan hasil analisis profitabilitas menunjukkan bahwa margin keuntungan perusahaan berada dalam kondisi baik dengan persentase rasio sebesar 6% dan berada di atas standar yang ditetapkan oleh bank yaitu sebesar 5% yang termasuk signifikan. karena secara keseluruhan hasil analisa menunjukkan hasil yang baik.. Margin keuntungan kedua perusahaan berada di atas standar yang ditetapkan oleh bank dan kedua perusahaan menghasilkan keuntungan yang stabil melalui penjualan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Dari hasil perhitungan diatas menunjukkan bahwa dari tahun 2013 ke tahun 2014 terjadi peningkatan sebesar 31. Berdasarkan hasil perhitungan rasio di atas terlihat adanya penurunan rasio utang terhadap total aset dari tahun 2013 sebesar 4% ke tahun 2014, namun rasio tersebut selalu dibawah standar rasio yang ditetapkan yaitu 150% dan cenderung stabil, perusahaan dikatakan solven jika rasio total utang terhadap total aset kurang dari 150. Berdasarkan hasil perhitungan rasio di atas terlihat adanya penurunan rasio utang terhadap total aset dari tahun 2013 sebesar 5% ke tahun 2014, namun rasio ini selalu berada di bawah standar rasio yang ditetapkan yaitu 100%. dan cenderung stabil. Perusahaan dikatakan solven jika rasio total hutang terhadap total aset kurang dari 100.
Dari hasil perhitungan diatas terlihat bahwa laba investasi dari tahun 2013 stabil hingga tahun 2014. Dari hasil perhitungan diatas terlihat margin keuntungan dari tahun 2013 hingga 2014 cenderung stabil, hal ini artinya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari penjualannya stabil. Dari hasil perhitungan diatas terlihat adanya penurunan laba atas investasi dari tahun 2013 ke tahun 2014 sebesar 11%. Penurunan ini dapat diartikan sebagai seluruh dana perusahaan yang diinvestasikan pada kemampuan aset dalam menghasilkan keuntungan per perusahaan tersebut sudah terpuruk dan masih diatas standar rasio yang ditetapkan bank sebesar 15%.
Pembahasan
Aspek keuangan merupakan aspek terpenting dalam penilaian kinerja calon perusahaan dengan menggunakan analisis laporan keuangan yang sangat berguna bagi BRI untuk mengetahui kondisi keuangan klien baik dari segi likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas. Hal ini juga terlihat dari hasil analisis perbandingan pemberian kredit kedua perusahaan melalui analisis likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas. Batasan pendanaannya adalah persentase tertentu dari modal bank yang disebut dengan Batas Maksimum Kredit (BMPK).
Bagi perusahaan calon debitur, rasio keuangan yang dihitung terdiri dari: rasio lancar, rasio cepat, rasio utang terhadap ekuitas, rasio total utang terhadap aset, margin laba bersih, laba atas ekuitas, laba atas investasi dan penggunaan hasil. analisis laporan keuangan sebagai bahan evaluasi dalam mengambil keputusan pemberian pinjaman dan memberikan keyakinan kepada para pihak mengenai kemampuan calon debitur dalam membayar kembali pinjaman beserta bunga yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah melaksanakan penelitian dan pembahasan, penulis akan mencoba memberikan saran untuk perbaikan dan peningkatan kualitas penerapan analisis rasio keuangan dalam pengambilan keputusan pemberian kebijakan kredit pada PT. 2012. Peran Analisis Rasio Keuangan, Prinsip 5C Evaluasi Calon Debitur, dan Pengawasan Kredit Terhadap Efektivitas Penyaluran Kredit.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
- Neraca pada CV. RJ tahun 2013-2014
- Laporan Laba Rugi pada CV. RJ tahun 2013-2014
- Hasil Analisis Rasio CV. RJ tahun 2013-2014
- Neraca pada CV. MJ tahun 2013-101
- Laporan Laba Rugi CV. MJ tahun 2013-2014
- Hasil Analisis CV. MJ tahun 2013-2014