Bahwa untuk perpajakan di Indonesia mengakui metode pembukuan berbasis akrual dan kas.
6. Apabila pihak pemotong pajak melakukan kewajiban untuk memotong pajak atas penghasilan si pemberi jasa, maka pajak yang terhutang dicatat oleh pihak pemotong sebagai hutang pajak.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
Bahwa atas pajak yang terhutang dicatat sebagai hutang pajak pada neraca pembukuan.
7. Apabila atas penghasilan yang diterima oleh pihak pemberi jasa dipotong pajak oleh pihak pemakai jasa maka pihak pemberi jasa mencatat pajak yang dipotong sebagai hutang pajak.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Apabila atas penghasilan yang diterima oleh pihak pemberi jasa dipotong pajak oleh pihak pemakai jasa maka pihak pemberi jasa mencatat pajak yang dipotong sebagai kredit pajak, bukan hutang pajak.
8. Didalam melakukan rekonsiliasi fiskal perpajakan terdapat koreksi positif dan koreksi negatif.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
Koreksi positif dan koreksi negatif dilakukan dalam rekonsiliasi fiskal.
9. Koreksi positif adalah koreksi yang mengakibatkan laba fiskal berkurang atau rugi fiskal bertambah.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Koreksi yang mengakibatkan laba fiskal berkurang atau rugi fiskal bertambah adalah koreksi negatif.
10.Koreksi positif adalah koreksi yang mengakibatkan laba fiskal bertambah atau rugi fiskal berkurang.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
Koreksi yang mengakibatkan laba fiskal bertambah atau rugi fiskal berkurang adalah koreksi positif.
11. Perbedaan umur manfaat atas suatu aset maka saat proses penyesuai fiskal terdapat beda tetap.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Beda waktu dalam proses penyesuaian fiskal terdapat pada perbedaan umur manfaat atas suatu asset.
12. Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya merupakan objek penghasilan final.
a. BENAR
b. SALAH Jawaban : a
Menurut Pasal 4 UU PPh No. 36 Tahun 2008 bahwa objek penghasilan final termasuk penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya
13.Yang merupakan objek pajak penghasilan adalah selisih lebih karena penilaian kembali aktiva a. BENAR
b. SALAH Jawaban : a
Menurut Pasal 4 UU PPh No. 36 Tahun 2008 bahwa objek pajak penghasilan adalah selisih lebih karena penilaian kembali aktiva
14. Atas penghasilan final dilakukan koreksi fiskal negatif sehingga mempengaruhi kenaikan laba secara perpajakan.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
Atas koreksi fiskal negatif terhadap penghasilan final maka akan berpengaruh terhadap penurunan laba secara perpajakan.
15. Kerugian selisih kurs atas mata uang asing dapat menjadi biaya atas penghasilan secara perpajakan.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
Hal diatas sesuai dengan pasal 6 UU PPh No. 36 Tahun 2008
16. Metode penyusutan atas aktiva berwujud secara perpajakan dapat menggunakan metode garis lurus maupun metode saldo menurun.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
Hal diatas sesuai dengan pasal 11 UU PPh No. 36 Tahun 2008
17.Secara perpajakan biaya pengolahan limbah suatu perusahaan dapat menjadi biaya pengurang atas penghasilan
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
Sesuai UU PPh No. 36 Tahun 2008 Pasal 6 bahwa biaya pengolahan limbah suatu perusahaan dapat menjadi biaya pengurang atas penghasilan.
18.Atas harta berwujud yang masuk kedalam kelompok 1 metode penyusutan garis lurus mempunyai masa manfaat selama 8 tahun dengan tarif 25%
a. BENAR b. SALAH
Jawaban : b
Sesuai UU PPh No. 36 Tahun 2008 Pasal 11 bahwa kelompok 1 mempunyai masa manfaat 4 tahun dan tarif 25%.
19.Berapa penyusutan untuk tahun 2018 apabila suatu harta dibeli pada Januari 2017 dengan harga Rp 100.000.000 dan mempunyai masa manfaat 4 tahun serta menggunakan metode penyusutan garis lurus.
a. Rp 25.000.000 b. Rp 2.500.000 Jawaban : a
Penyusutan untuk tahun 2018 adalah Rp 100.000.000 x 25% = Rp 25.000.000
20. Apabila atas suatu harta antara penyusutan secara komersil dan perpajakan terdapat perbedaan masa manfaat maka tidak diperlukan koreksi fiskal.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Atas suatu harta apabila ada perbedaan masa manfaat maka harus ada koreksi fiskal.
21. Saat akhir tahun diketahui penyusutan secara komersil sebesar Rp 10.000.000 sedangkan besarnya penyusutan secara pajak hanya boleh diakui sebesar Rp 8.000.000. Atas perbedaan ini dilakukan koreksi fiskal?
a. POSITIF b. NEGATIF Jawaban : a
Dilakukan koreksi fiskal positif yang akan berpengaruh ke laba fiskal.
22. Pajak penghasilan yang dibayarkan perusahaan dapat menjadi biaya atas penhasilan secara perpajakan
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Pajak penghasilan harus dikoreksi fiskal dan tidak boleh menjadi biaya.
23.Penghasilan berupa sewa tanah dan/atau bangunan merupakan objek pajak penghasilan bersifat final dan tidak perlu dilakukan koreksi fiscal
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Atas penghasilan yang bersifat final maka secara perpajakan harus dilakukan koreksi fiskal.
24.Natura atau sumbangan tidak dapat dijadikan biaya secara fiskal a. BENAR
b. SALAH Jawaban : a
Natura atau sumbangan bukan biaya secara fiskal.
25. Atas impor barang yang telah dipungut pajak PPh pasal 22 maka dapat mejadi kredit pajak a. BENAR
b. SALAH Jawaban : a
PPh Pasal 22 yang dipungut saat impor barang dapat menjadi kredit pajak.
26. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta yang dicatat didalam pembukuan bukanlah merupakan objek pajak.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Menurut Pasal 4 UU PPh No. 36 Tahun 2008 bahwa Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta merupakan objek pajak.
27.Atas biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan namun tidak berhubungan dengan kegiatan usaha maka secara fiskal dapat diakui sebagai biaya.
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Biaya yang tidak berhubungan dengan kegiatan usaha maka dilakukan koreksi fiskal.
28.Besarnya tarif pajak atas impor apabila tidak menggunakan Angka Pengenal Impor (API) adalah sebesar 5%?
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Besarnya tarif pajak atas impor apabila tidak menggunakan Angka Pengenal Impor (API) adalah 7,5%
29.Besarnya tarif pajak atas impor menggunakan Angka Pengenal Impor (API) adalah 2,5%?
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
Besarnya tarif pajak atas impor menggunakan Angka Pengenal Impor (API) adalah 2,5%
30. PT. A memberikan jasa sewa kendaraan kepada PT. B, saat PT. B melakukan pembayaran hutang usaha ke PT. A maka PT. B melakukan pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan memberikan bukti potong PPh Pasal 23 kepada PT. A
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
PT. A melakukan pemotongan dan memberikan bukti potong PPh pasal 23 kepada PT. B