a. Mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah 25% (duapuluh lima persen) pada Wajib Pajak lain
b. Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung
c. Terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan/atau kesamping satu derajat
d. Terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan/atau kesamping
Jawaban : d Pasal 18 UU PPh
6. Penghasilan dari objek pajak yang telah dikenakan PPh Final atau bersifat final, tidak disertakan dalam penghitungan besarnya PPh Terutang dan cukup dilaporkan besaran jumlah dan pajaknya a. BENAR
b. SALAH Jawaban : a*az Karakteristik PPh Final
Jumlah PPh Final yang telah dibayar sendiri atau dipotong pihak lain sehubungan dengan penghasilan tersebut tidak dapat dikreditkan.
Biaya-biaya yang digunakan untuk menghasilkan, menagih, dan memelihara (3M) penghasilan yang pengenaan PPh-nya bersifat final tidak dapat dikurangkan dalam memperhitungkan PPh terutang pada akhir tahun di SPT Tahunan PPh.
Penghasilan Final Tidak Perlu Digabung dalam Penghitungan Pajak Akhir Tahun, Tapi Hanya Dilaporkan Saja.
7. PT Dia memiliki data persediaan sebagai berikut : Saldo awal 1.000 unit @Rp100
Pembelian 2.000 unit @Rp90 Pembelian 500 unit @Rp110 Penjualan 1.500 unit
Pembelian 1.000 unit
Apabila PT Dia menggunakan metode FIFO dalam penilaian persediaan, berapakah saldo akhir persediaan PT Dia?
a. Rp100.000,- b. Rp90.000,- c. Rp110.000,- d. Rp105.000,- Jawaban : a
No Didapat Dipakai Sisa / Persediaan
1 1.000 unit @Rp.100 = Rp.100.000 1.000 unit @Rp.100 = Rp.100.000
2 2.000 unit @Rp.90 = Rp. 180.000 1.000 unit @Rp.100 = Rp.100.000
2.000 unit @Rp.90 = Rp. 180.000
3 500 unit @Rp.110 = Rp.55.000 1.000 unit @Rp.100 = Rp.100.000
2.000 unit @Rp.90 = Rp. 180.000 500 unit @Rp.110 = Rp.55.000
4 1.000 unit @Rp.100 = Rp.100.000
500 unit @Rp.90 = Rp.45.000
1.500 unit @Rp.90 = Rp.135.000 500 unit @Rp.110 = Rp.55.000
5 1.000 unit @Rp.90 = Rp.90.000 500 unit @Rp.90 = Rp.45.000
500 unit @Rp.110 = Rp.55.000
8. Data aktiva tetap PT Swakarya sebagai berikut :
Apabila menggunakan metode garis lurus, berapakah Biaya Penyusutan untuk tahun 2018?
a. Rp50.000.000,- b. Rp25.000.000,- c. Rp28.333.333,- d. Tidak ada yang benar Jawaban : b
Bangunan = 500.000.000/20 = 25.000.000
Bangunan Semi Permanen = 100.000.000/10 = 10.000.000
Namun karena bangunan semi permanen sudah melewati masa manfaat pada tahun 2017 (2007- 2010) maka perhitungan penyusutan pada tahun 2018 hanya bangunan permanen yaitu Rp.25.000.000
9. SPT PPh Badan terdiri dari a. SPT 1771 Rp
b. SPT 1771 USD c. a dan b benar d. a dan b salah Jawaban : c
UU no 36 Tahun 2008
10. Dari empat hal di bawah ini, manakah yang tidak diperkenankan untuk dibiayakan : a. Reimburse biaya pengobatan karyawan
b. Pembayaran asuransi kesehatan dan kecelakaan kerja untuk karyawan c. Penyediaan fasilitas pengobatan gratis di kantor
d. Penyediaan fasilitas antar jemput karyawan Jawaban : c
Pasal 9 UU PPh
11.Didalam unsur Biaya Gaji Karyawan terdapat pos-pos sebagai berikut : Gaji Pokok
Tunjangan Makan
PPh Ditanggung Perusahaan
Asuransi Kesehatan Dibayar Perusahaan
Bahan Kebutuhan Pokok
Diantara kelima unsur diatas, manakah yang harus dilakukan koreksi fiskal?
a. Tunjangan Makan dan PPh Ditanggung Perusahaan
b. PPh Ditanggung Perusahaan dan Bahan Kebutuhan Pokok
c. Asuransi Kesehatan Dibayar Perusahaan dan Bahan Kebutuhan Pokok d. Tidak ada koreksi fiskal
Jawaban : b Pasal 6 UU PPh
12. Biaya penyusutan kendaraan dinas Direksi berupa sedan boleh dibiayakan sebesar 50%
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a
KEP-220/PJ./2002 Jo SE-09/PJ.42/2002
13. Yang merupakan PPh yang dibayar sendiri adalah : a. PPh Pasal 22 Impor
b. PPh Pasal 23 c. PPh Pasal 24 d. PPh Pasal 25 Jawaban : d
pembayaran pajak oleh Wajib Pajak sendiri :
Pembayaran oleh Wajib Pajak sendiri berupa PPh Pasal 25.
Pokok Pajak dalam STP PPh Pasal 25
14.PT Saya bergerak di bidang perdagangan pakaian jadi. Pada tahun 2018 memperoleh penghasilan neto komersial sebesar Rp400.000.000,-, termasuk di dalamnya penghasilan bunga deposito Rp5.000.000,- dan keuntungan penjualan ruko Rp100.000.000,-. Berapa penghasilan neto fiskal PT Saya tahun 2018?
a. Rp400.000.000,- b. Rp395.000.000,- c. Rp305.000.000,- d. Rp295.000.000,- Jawaban : d
= 400.000.000 – 100.000.000 – 5.000.000
= Rp. 295.000.000
15.Terhadap Wajib Pajak yang seluruh penghasilannya merupakan objek pajak final, maka : a. Tetap wajib melaporkan SPT Tahunan PPh Badan, dengan PPh Terutang Nihil
b. Tidak ada kewajiban SPT Tahunan c. Hanya melaporkan formulir 1771-IV
d. Boleh memilih untuk melaporkan atau tidak melaporkan SPT Tahunan Jawaban : a
Karakteristik PPh Final
Jumlah PPh Final yang telah dibayar sendiri atau dipotong pihak lain sehubungan dengan penghasilan tersebut tidak dapat dikreditkan.
Biaya-biaya yang digunakan untuk menghasilkan, menagih, dan memelihara (3M) penghasilan yang pengenaan PPh-nya bersifat final tidak dapat dikurangkan dalam memperhitungkan PPh terutang pada akhir tahun di SPT Tahunan PPh.
Penghasilan Final Tidak Perlu Digabung dalam Penghitungan Pajak Akhir Tahun, Tapi Hanya Dilaporkan Saja.
16. Saat dimulainya penyusutan adalah : a. Pada bulan diperolehnya aktiva tetap b. Saat tanggal pembelian
c. Pada tahun diperolehnya aktiva tetap d. Pada saat aktiva tetap telah dibayar Jawaban : a
Pasal 11 UU PPh angka 3
17. Yang termasuk Beda Sementara adalah :
a. Biaya-biaya yang digunakan untuk memperoleh penghasilan yang bukan obyek pajak atau pengenaan pajaknya bersifat final.
b. Penggantian/imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura atau kenikmatan.
c. Sanksi perpajakan berupa bunga, denda, dan kenaikan
d. Penyisihan piutang tertagih sesuai dengan jadwal umur piutang Jawaban : d
Beda Sementara (Temporary Difference) merupakan perbedaan metode yang digunakan antara akuntansi komersial dengan ketentuan fiskal, misal:
a. Metode penyusutan,
b. Metode penilaian persediaan, c. Penyisihan piutang tak tertagih, d. Rugi-laba selisih kurs.
18.Penghasilan yang bukan merupakan objek pajak adalah :
a. Pengembalian kelebihan pajak yang telah dibebankan sebelumnya b. Iuran yang diterima oleh Dana Pensiun Swasta
c. Zakat yang diterima oleh BAZNAZ
d. Laba penjualan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan Jawaban : c
Pasal 4 ayat 3 UU PPh
19. PPh Pasal 21, 22, 23, dan 24 adalah kredit pajak yang dapat diperhitungkan oleh Wajib Pajak Badan a. BENAR
b. SALAH Jawaban : b
Pasal 28 ayat 1 UU PPh
20. Bentuk Usaha Tetap merupakan bentuk usaha yang digunakan hanya untuk Badan sebagai Subjek Pajak Luar Negeri
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Pasal 2 UU PPh Angka 5
21.Undang-undang yang mengatur tentang Pajak Penghasilan adalah : a. UU Nomor 6 Tahun 1983
b. UU Nomor 7 Tahun 1983 c. UU Nomor 16 Tahun 2009 d. UU Nomor 42 Tahun 2009 Jawaban : b
Cukup Jelas
22. Pernyataan tentang koreksi fiskal positif di bawah ini benar, kecuali : a. Laba fiskal bertambah
b. Rugi fiskal berkurang
c. Pajak yang dibayar menjadi lebih besar d. Kompensasi diperhitungkan kembali Jawaban : d
Koreksi Positif adalah Koreksi yang mengakibatkan laba fiskal bertambah atau rugi fiskal berkurang
23. Penghasilan berupa Bunga Tabungan Bank, Deposito dan Obligasi harus disertakan untuk menghitung besarnya PPh terutang pada tahun pajak diperolehnya penghasilan tersebut
a. BENAR b. SALAH Jawaban : b
Pasal 4 UU PPh Angka 2
24.Apabila kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang maka terdapat kelebihan pembayaran pajak
a. BENAR b. SALAH Jawaban : a Pasal 28A UU PPh
25.Penghasilan neto fiskal diperoleh dengan cara :
a. Penghasilan neto komersial – penghasilan bersifat final dan bukan objek pajak + penyesuaian fisal positif – penyesuaian fiskal negatif – fasilitas pengurangan PPh
b. Penghasilan neto komersial – penghasilan bersifat final dan bukan objek pajak - penyesuaian fisal positif + penyesuaian fiskal negatif – fasilitas pengurangan PPh
c. Penghasilan neto komersial + penyesuaian fisal positif – penyesuaian fiskal negatif d. Penghasilan neto komersial - penyesuaian fisal positif + penyesuaian fiskal negative Jawaban : a
UU no 36 Tahun 2008