PENDAHULUAN
2.3.3 Analisa data
terhadap individu,keluarga, dan komunitas
d. Suatu sindrom,diagnosis keperawatan suatu sindrom terdiri dari diagnosis atau resiko yang sebenernya di bawah ini yaitu uraian permasalahan yang mungkin terjadi diabetes tipe II yang mungkin terjadi pada pasien DM yaitu berdasarkan diagnosis (SDKI,2016) 1. Berhubungan dengan hiperglikemia perfusi perifer yang tidak
efektif (D0009)
2. Defisiensi nutrisi berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolisme (D0019)
3. Mobilitas akibat gangguan integritas fungsi tubuh struktur tulang (D0034)
2.3.3 Analisa data
NO Data Etiologi Masalah keperawatan
1. DS : - DO:
1.warna kulit memucat 2. nadi perifer menurun
Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi
hemoglobin. Perfusi perifer tidak efektif dalam standar
diagnosis keperawatan Indonesia (SDKI, 2018) adalah
penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme tubuh
Perfusi perifer tidak efektif
2. DS: -
DO:
1.Program diet 2.gula darah tinggi 3.glukosa urine
Penderita diabetes telah memiliki pola konsumsi yang baik apabila membatasi asupan karbohidrat,
Defisit nutrisi
2jpp+++ mengurangi makanan tinggi lemak
jenuh/kolesterol, membatasi konsumsi gula dan garam serta mengkonsumsi tinggi serat.
3. DS :-
DO:
1.luka tampak kemerahan 2. Kerusakan lapisan kulit
Perubahan sirkulasi, perubahan status nutrisi, kekurangan atau kelebihan volume cairan, penurunan mobilitas, bahan kimia iritatif, suhu lingkungan yang ekstrem, faktor mekanis
Gangguan integritas kulit
2.3.4 Rencana keperawatan No Diagnosa keperawatan
(SDKI)
Tujuan dan kriteria hasil
(SLKI)
Intervensi (SIKI)
1. Perfusi Perifer Tidak Efektif Berhubungan Dengan Hiperglikemia (D.0009)
setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan perfusi perifer dapat teratasi dengan kriteria hasil:
- Denyut,nadi perifer meningkat
- Penyembuhan luka meningkat - Warna kulit pucat menurun - Nekrosis menurun
- Pengisian kapiler
Perawatan sirkulasi Observasi
- Periksa sirkulasi
perifer(mis. Nadi perifer, edema, pengisian
kalpiler, warna, suhu, angkle brachial index) - Identifikasi faktor resiko gangguan sirkulasi (mis.
Diabetes, perokok, orang tua, hipertensi dan kadar kolesterol tinggi)
- Monitor panas,
kemerahan, nyeri, atau bengkak pada
cukup membaik - Turgor kulit cukup membaik - Tekanan darah cukup membaik
ekstremitas Terapeutik - Hindari pemasangan infus atau pengambilan darah di area
keterbatasan perfusi - Hindari pengukuran tekanan darah pada ekstremitas pada keterbatasan perfusi - Hindari penekanan dan pemasangan torniquet pada area yang cidera - Lakukan pencegahan infeksi
- Lakukan perawatan kaki dan kuku - Lakukan hidrasi Edukasi
- Anjurkan berhenti merokok
- Anjurkan berolahraga rutin
- Anjurkan mengecek air mandi untuk menghindari kulit terbakar
- Anjurkan menggunakan obat penurun tekanan darah, antikoagulan, dan penurun kolesterol, jika perlu
- Anjurkan minum obat pengontrol tekakan darah
secara teratur - Anjurkan
menghindari penggunaan obat penyekat beta
-Ajurkan melahkukan perawatan kulit yang tepat(mis. Melembabkan kulit kering pada kaki) - Anjurkan program rehabilitasi
vaskuler Anjurkan program diet untuk memperbaiki
sirkulasi( mis. Rendah lemak jenuh, minyak ikan, omega3)
- Informasikan tanda dan gejala
darurat yang harus dilaporkan( mis. rasa sakit yang tidak hilang saat istirahat, luka tidak sembuh, hilangnya rasa)
2. Defisit Nutrisi
Berhubungan Dengan Peningkatan Kebutuhan Metabolisme (D.0019)
setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan status nutris dapat teratasi dengan kriteria hasil:
- Porsi makan yang dihabiskan
Manajemem Nutrisi Observasi
- Identifikasi status nutrisi - Identifikasi alergi dan intoleransi
makanan - Identifikasi makanan yang disukai - Identifikasi
meningkat
- Perasaan cepat kenyang menurun - Berat badan membaik
- Nafsu makan membaik
- Membran mukosa membaik
kebutuhan kalori dan jenis nutrien
Teraupetik
- Lakukan oral hygine sebelum makan
- Sajikan
makanan secara menarik dan suhu yang sesuai - Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
Edukasi
- Anjurkan posisi duduk - Ajarkan diet yang di programkan
Kolaborasi
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang dibutuhkan, jika perlu
3. Gangguan Integritas Kulit/Jaringan
Berhubungan Dengan Perubahan Sirkulasi (D.0129)
setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan Integritas kulit/jaringan dapat teratasi dengan kriteria hasil:
- Perfusi jaringan meningkat
- Kerusakan jaringan menurun
- Kerusakan lapisan kulit menurun
Perawatan Luka Observasi
- Monitor karakteristik luka (mis, drainase, warna, ukuran, bau)
- Monitor tanda- tanda infeksi
Teraupetik
- Lepaskan balutan dan plaster secara
perlahan - Bersihkan
- Nyeri menurun -Pendarahan,
kemerahan menurun
dengan cairan NaCl atau pembersih nekrotik, sesuai kebutuhan
- Bersihkan jaringan nekrotik
- Berikan salep yang sesuai
kulit/lesi, jika perlu
- Pasang balutan sesuai jenis luka
- Pertahankan tehnik steril saat
melakukan perawatan luka
- Ganti balutan sesuai jumlah
eksudat dan drainase
- Jadwalkan perubahan posisi 2 jam atau sesuai kondisi pasien
Edukasi
- Jelaskan tanda dan gejala infeksi
- Anjurkan
mengkonsum si makanan tinggi kalori protein
- Ajarkan prosedur perawatan luka secara mandiri Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian antibiotik, jika perlu
2.3.5 Pelaksanakan
Menurut fatimah (2019) ada beberapa pelaaksanaan pada Dm diantaranya :
1. Terapi diet
Berdasarkan pendapat beck terapi diet bertujuan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah pada batas normal, mengurangi perubahan besamnya kadar glukosa dalam darah,mempertahankan atau memulihkan berat badan pada kondisi normal.
2. Exercise (latihan fisik/ olahraga)
Penderita diabetes dianjurkan melakukan olahraga selama 30 menit sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu olahraga bagi penderita diabetes diantara antara lain jalan kaki
3. Pengobatan penggunaan obat
Untuk pengobatan diabetes sebaiknya dilakukan bila penggunaan metode relaksasi tidak berhasil mengendalikan kadar gula darah
4. Penerapan pengendalian
Tujuan jangka pendek pengendalian pada pasien diabetes untuk mengurangi atau menghilangkan gejala dan sehat kepada penderitanya tujuan jangka panjang dalam menangani pasien diabetes yaitu untuk mencegah miovaskular dan neuropati cara paling efektif untuk mengelola
diabetes dengan mengedukasi masyarakat tentang
diabetes,mengedukasi mereka tentang pola makan,dan mengedukasi mereka tentang obat-obatan yang efektif menurunkan kadar gula darah tinggi
5. Pendidikan kesehatan edukasi pada pasien
Pasien DM sangat diperlukan karena pengobatan DM memerlukan penanganan khusus pendidikan kesehatan universitas teknologi, kesehatan diabetes merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah risiko diabetes ada tiga jenis pencegahan pencegaha primer bagi yang berisio tinggi terkena diabetes,pencegahan sekunder bagi pasien yang sedang menderita diabetes, dan pencegahan tersier bagi pasien diabetes jangka panjang