PENDAHULUAN
1. Data primer
3.8 Etika penelitian
Pada studi kasus ini tetap dilaksanakan sesuai etika penelitian mulai dari pengumpulan data awal sampai evaluasi perkembangan pasien. Etika yang dilakukan antara lain selalu melaksanakan informed concent setiap akan dilakukan tindakan pada pasien, serta tetap menjaga kerahasiaan dan martabat pasien. Untuk melindungi responden dari bahaya dan ketidaknyamanan fisik dan psikologis, peneliti akan
mempertimbangkan pertimbangan etis dan hukum. Faktor-faktor berikut diperhitungkan selama izin etis. (Menurut A Aziz Alimul Hidayat 2022).
1. Informan Consent (persetujuan responden)
Persetujuan menjadi klien memberikan bentuk persetujuan antara peneliti dan subjek penelitian. Tujuan informan consent artinya supaya subjek mengerti maksud serta tujuan studi kasus.
2. Anonymity (tanpa nama)
Persoalan etika studi kasus ialah masalah yang memberikan
jaminan pada penggunaan subjek studi kasus dengan cara memberikan atau menempatkan nama responden serta hanya menuliskan Inisial di lembar pengumpulan data atau hasil studi kasus.
3. Konfidentialy (kerahasiaan)
Seluruh info yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.
4. Justice (keadilan)
Peneliti memberi pelayanan yang sama tanpa membeda-bedakan status, suku, ras, dan warna kulit.
5. Dalam studi kasus ini, prinsip manfaat (beneficiency) harus memiliki tiga prinsip.
a. Tidak ada penderitaan merupakan bebas dari penderitaan, atau responden tidak akan disakiti, seperti yang dijanjikan peneliti.
b. Bebas dari eksploitasi merupakan informasi yang diberikan oleh responden akan dimanfaatkan seefektif mungkin.
c. Responden tidak menghadapi risiko apapun di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pasien dengan Diabetes Melitus dengan implementasi perawatan luka menggunakan Metronidazole dan NacL 0,9%.
6. Dampak (maleficence)
Penulis berjanji tidak akan menyakiti, merugikan, atau menimbulkan ketidaknyamanan baik secara fisik maupun psikis.
7. Kejujuran (Veracity)
Informasi yang disajikan adalah infomasi yang akurat, kompreshif
dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Anita, A. (2021). Asuhan Keperawatan Gangguan Integritas Kulit dengan Intervensi Perawatan Luka dengan NaCl 0,9% dan Kasa dengan Antibiotik Framycetin Sulfate (Disertasi Doktor, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Budiono. (2015). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Damayanti, Santi. (2015). Diabetes Melitus Dan Penatalaksaanaan Keperawatan.
Yogyakarta: Nuha medika.
Decroli Eva, (2019) Diabetes Melitus Tipe II. Padang :Pusat Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Doengoes, E. Marylyann (2000), Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta:EGC Fatayati, U. (2023). Pengaruh Perawatan Luka Menggunakan Metronidazole Dan NaCL
0,9% Terhadap Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Malang).
Fatimah, R.N. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. Jakarta: J Majority. Vol. 4, No. 5:93-99 Jais, M., Tahlil, T., & Susanti, S. S. (2021). Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup
Pasien Diabetes Mellitus yang Berobat di Puskesmas. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 82-88.
Maria Insana, (2021), Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus Dan Asuhan Keperawatan , Yogyakarta, grup CV Budi utama) https://eboo ks.gramedia.com/id/buku/asuhan- keperawatan-diabetes-mellitus-dan- asuhan-keperawatan-stroke
Fatmawaty, Desi. (2019). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Masalah Keperawatan Kerusakan Integritas Kulit Di RSUD Dr
HarjonoPonorogo. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah GangguanSistem Endokrin, Ke-1 (Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2019).
IDF. (2019). IDF Diabetes Atlas Ninth Edition 2019. International Diabetes Federation. IDF:2019.
International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas Ninth Edition 2019. Kementrian Kesehatan RI. (2019). Pusat Data dan Informasi: Hari Diabetes
SDKI DPP PPNI, (2018), Standar Diagnosa Keperawatan Indoneisia (SDKI), Jakarta, Persatuan Perawat Indoneisia
SIKI DPP PPNI, (2018), Standar Intirveinsi Keperawatan Indonesia (SIKI), Jakarta Persatuan Perawat Indonesia
SLKI DPP PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan Indoneisia (SLKI), Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
Lampiran I
Lembar Pernyataan Persetujuan Informed Consent
Setelah menerima penjelasan dan memahami maksud dan tujuan studi kasus yang telah dijelaskan oleh:
Nam a
: Fatma hayu anisa p
NIM : 221078
Judul : Implementasi Perawatan luka pada pasien diabetes melitus dengan masalah keperawatan integritas kulit di pukesmas pakisaji
Saya bersedia turut berpartisipasi sebagai klien dalam studi kasus yang dilakukan oleh mahasiswa Diploma III Keperawatan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Dengan ini:
Nama :
Penanggung Jawab :
Saya memahami bahwa studi kasus ini tidak akan berakibat negatif pada saya dan keluarga saya. Oleh karena itu, saya bersedia menjadi pasien pada studi kasus ini.
Disetujui Mahasiswa
Fatma Hayu Anisa P 221078
Penanggung Jawab
(______________________)
LAMPIRAN II
Lembar Permohonan Menjadi Responden
Dengan hormat, Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Fatma Hayu Anisa P
NIM : 221078
Akan mengadakan Laporan Studi Kasus dengan judul “Implementasi Perawatan luka pada pasien diabetes melitus dengan masalah keperawatan integritas kulit di pukesmas pakisaji” Sehubungan dengan hal tersebut diatas, saya mohon kesediaan anda untuk berpartisipasi dalam Laporan Studi Kasus ini dengan menandatangani lembar persetujuan, dan saya menjamin kerahasiaan jawaban yang diberikan.
Atas kesadaran, partisipasi dan bantuan anda, saya ucapkan terima kasih.
Malang, - - 2024 Hormat Saya,
Fatma Hayu Anisa P
LAMPIRAN III
SAP PERAWATAN LUKA DIABETES MELITUS
ASPEK YANG DINILAI NILAI
0 1 2
Pengertian:
Perawatan yang dilakukan pada pasien ulkus diabetes mellitus (DM)
Tujuan
1. Mencegah infeksi
2. Memberikan rasa nyaman PERALATAN
Set steril dalam bak instrument 1. Pinset sirurgis 1
2. Pinset anatomi 2 3. Gunting jaringan 4. Kasa steril secukupnya 5. Deppers
6. Perlak
7. sarung tangan 8. alcohol spray Alat-alat lain 1. kasa gulung
2. obat anti biotic ( metronidasol ) 3. bengkok 2
4. NaCl 0,9
Tahap Pre Interaksi
1. Melakukan verifikasi data dan program terapi sebelumnya jika ada
2. Membawa alat didekat pasien dengan benar
A. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam sebagai tahap pendekatan teraupetik 2. Memperkenalkan diri dan menanyakan nama, tempat tanggal lahir pasien ( sambil melihat gelang pasien ) 3. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga pasien
4. Menanyakan kesiapan pasien sebelum kegiatan dilakukan
• . B. Tahap Kerja
Edukasi
1.Peneliti melakukan anamnesis
2. Menjaga privasi pasien 3. Mencuci tangan
4. Mengatur posisi klien hingga luka terlihat jelas
5. Memasang perlak 6. Mendekatkan bengkok 7. Memakai sarung tangan 8. Membasahi plester dengan alcohol spray
9. Membuka balutan luar
10. Membersihkan sekitar luka dan sisa plester
11. Membuka balutan dalam 12. Menekan sekitaran luka untuk mengeluarkan pus
13. Melakukan debridement
14. Membersihkan luka dengan NaCl 0,9%
15. Mengeringkan dengan kasa 16. Melakukan kompres dengan kasa lembab
17. Menutup luka dengan kasa kering 18. Merapikan pasien dan membuka sarung tangan
19. Mencuci tangan
.
E. Tahap Terminasi
1. Merapikan pasien
2. Melakukan evakuasi tindakan
3. Membaca tahmid dan berpamitan pada klien 4. Merapikan alat dan mencuci tangan
5. Dokumentasikan setiap langkah kegiatan dalam catatan perawat
F. Dokumentasi
Catat hasil perawatan di dalam catatan keperawatan
TOTAL NILAI
LAMPIRAN IV
Observasi Luka Diabetes Melitus
NO Pengkajian luka Hari
1
Hari 2
Hari 3 1. Ukuran luka
2. Kedalaman luka
3. Luas luka P:
L:
4. Tanda infeksi
5. Kondisi tepi luka
6. Warna luka
7. Kondisi balutan
LAMPIRAN V
INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN RS dr. SOEPRAOEN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
PENGKAJIAN DASAR KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa : Tempat Praktik :
NIM : Tgl Praktik :