BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
B. Analisa dan Evaluasi Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada Rumah Sakit Umum Sarah pembebanan biaya-biaya yang menjadi unsur-unsur dari harga pokok penjualan tidaklah tepat. Karena Rumah Sakit Umum Sarah menggunakan metode variabel costing tetapi dalam pelaporan harga pokok penjualan Rumah Sakit Umum Sarah menggunakan metode full costing. Hal ini mengakibatkan harga pokok penjualan
Iqbal Ibrahim Nasution : Analisis Harga Pokok Penjualan Pada Rumah Sakit Umum (RSU) Sarah, Medan, 2010.
Rumah Sakit Umum Sarah terlalu besar dan laba kotor menjadi lebih kecil. Berikut disajikan perbandingan antar kedua metode tersebut :
Full Costing Variabel Costing
Biaya Langsung
Biaya gaji langsung / paramedis 1.201.515.369 1.201.515.369
Biaya consumable 257.472.831 257.472.831
Biaya obat-obatan 1.716.117.073 1.716.117.073
Jumlah Biaya Langsung 3.175.105.273 3.175.105.273
Biaya Tidak Langsung
Biaya pemeliharaan 248.249.537 248.249.537
Biaya penyusutan 278.682.069 278.682.069
Biaya utilitas 279.601.585 246.538.109
Biaya belanja loundry dan dapur 198.515.427 198.515.427 Biaya administrasi dan umum 500.706.713 500.706.713
Biaya belanja dapur 344.915.144 344.915.144
Jumlah Tidak Biaya Langsung 1.850.670.475 1.817.606.999 Harga Pokok Penjualan 5.025.775.748 4.992.712.272
RUMAH SAKIT UMUM (RSU) SARAH
PERBANDINGAN LAPORAN HARGA POKOK PENJUALAN TAHUN 2007 METODE FULL COSTING DAN VARIABEL COSTING
(DALAM RUPIAH)
- Biaya listrik sejumlah Rp. 132.253.905,- yang menjadi bagian dari biaya utilitas merupakan biaya semi variabel yaitu biaya yang memiliki unsur biaya tetap dan biaya variable. Sehingga penetapan biaya listrik tidak tepat. Berikut disajikan cara pemisahan pemisahan antara fix cost dan variabel cost :
Iqbal Ibrahim Nasution : Analisis Harga Pokok Penjualan Pada Rumah Sakit Umum (RSU) Sarah, Medan, 2010.
Luas bangunan fasilitas medis 1.591,01 m² 73,15%
Luas bangunan fasilitas non medis 583,99 m² 26,85%
Total luas bangunan 2.175,00 m² 100%
Pembagian alokasi biaya 1.147,92
Fasilitas Medis (Variabel Cost) = 73,15% x 132.253.905,- 96.743.732 Fasilitas Non Medis (Fix Cost) = 26,85% x 132.253.905,- 35.510.173 132.253.905
Biaya listrik variabel dalam biaya utilitas yang seharus dicantumkan dalam biaya tidak langsung utilitas sejumlah Rp. 96.743.732,-
- Biaya penyusutan peralatan medis sejumlah Rp.116.155.263,- inventaris kamar Rp. 40.372.119,- dan invetaris dekorasi Rp.43.605.353,- menggunakan metode garis lurus (Straight line methode). Jika menggunakan metode variable cost tidak tepat penggunaan metode penyusutan garis lurus. Seharusnya dalam metode variabel cost digunakan metode jam kerja mesin (penggunaan oleh pasien). Sehingga dapat dihitung biaya variabel cost.
Iqbal Ibrahim Nasution : Analisis Harga Pokok Penjualan Pada Rumah Sakit Umum (RSU) Sarah, Medan, 2010.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap penetapan harga pokok penjualan di Rumah Sakit Umum (RSU) Sarah, Medan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Rumah Sakit Umum Sarah merupakan unit kegiatan sosial Yayasan Sarah yang bergerak dibidang pelayanan jasa dalam bidang perawatan kesehatan dan pelayanan masyarakat.
2. Unsur-unsur penetapan harga pokok penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung variabel
3. Metode penghitungan harga pokok penjualan yang dipakai oleh perusahaan adalah metode variabel costing yaitu metode penentuan harga pokok penjualan yang hanya membebankan biaya-biaya penjualan yang bersifat variabel ke dalam perhitungan harga pokok penjualan tetapi dalam prakteknya Rumah Sakit Umum Sarah menerapkan metode full costing.
4. Pembebanan biaya yang menjadi unsur-unsur harga pokok penjualan perusahaan telah efisien.
5. Alokasi pembebanan unsur-unsur harga pokok penjualan belum sesuai dengan teori yang berlaku umum.
Iqbal Ibrahim Nasution : Analisis Harga Pokok Penjualan Pada Rumah Sakit Umum (RSU) Sarah, Medan, 2010.
6. Rumah Sakit Umum Sarah menerapkan sistem persediaan perpetual dalam mengelola persediaan obat-obatan sehingga menyulitkan dalam menghitung pembebanan biaya obat-obaran secara harian.
7. Penetapan harga pokok penjualan Rumah Sakit Umum Sarah belum tepat (terlalu tinggi) sehingga belum menggambarkan nilai yang wajar terhadap laporan laba rugi perusahaan.
B. SARAN
Berdasarkan analisa yang telah dibuat, maka penulis mencoba memberikan saran yang diharapkan dapat berguna bagi Rumah Sakit Umum Sarah, Medan. Adapun saran-saran yang diberikan adalah sebagai berikut :
1. Rumah Sakit Umum Sarah harus konsisten terhadap penerapan metode penetapan harga pokok penjualan variabel costing sehingga tidak melanggar asas konsistensi dalam pelaporan keuangan.
2. Rumah Sakit Umum Sarah harus menyiapkan perangkat-perangkat akuntansi yang tepat untuk mendukung penggunan metode penetapan harga pokok penjualan variabel costing sehingga tidak meyulitkan perusahaan dalam menghitung harga pokok penjualan.
3. Untuk mengelola persediaan obat-obatan sebaiknya Rumah Sakit Umum Sarah menerapkan metode periodik sehingga dapat dihitung pembebanan biaya obat-obatan secara harian.
4. Dalam menghitung biaya penyusutan peralatan medis Rumah Sakit Umum Sarah sebaiknya menggunakan metode penggunan jam mesin.
Sehingga dapat dipisahakan antara biaya variabel dan dan biaya tetap.
Iqbal Ibrahim Nasution : Analisis Harga Pokok Penjualan Pada Rumah Sakit Umum (RSU) Sarah, Medan, 2010.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Kamaruddin, 2000, Akuntansi Manajemen, Dasar-dasar Konsep Biaya dan Pengambilan Keputusan, Edisi Pertama, Cetakan 3, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
Bastian, Indra, 2008, Akuntansi Kesehatan, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Carter, William K, Milton F. Usry, 2004, Akuntansi Biaya, Edisi Tiga Belas, Terjemahan Krista, Salemba Empat, Jakarta
Garrison, Ray H., dan Eric W.Norren, 2000, Akuntansi Manajerial, Buku Satu, Terjemahan A. Totok Budi Santoso, Salemba Empat, Jakarta
Hansen, Don.R., Maryanne M. Mowen, 2000, Manajemen Biaya : Akuntansi dengan Pengendalian, Buku Satu, Terjemahan Thomas Learning, Salemba Empat, Jakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2008, Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007, Salemba Empat, Jakarta
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2004, Buku Petunjuk Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi, Medan.
Michael W. Maher, Edward D. Deakin, 2003, Akuntansi Biaya, Edisi Empat, Jilid Pertama, Terjemahan Herman Wibowo, PT. Gelora Aksara Pratama, Jakarta.
Mulyadi, 2003, Akuntansi Manajemen : Konsep, Manfaat, dan Rekayasa, Edisi 2, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
Mursyidi, 2008, Akuntansi : Conventional Costing, Just In Time, dan Activity Based Costing, Cetakan Pertama, PT. Refika Aditama, Bandung.
Rayburn, Letricia, Gayle, 1999, Akuntansi Biaya dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen Biaya, Edisi Keenam, Cetakan 1, Terjemahan Sugiyanto, Erlangga, Jakarta