• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PENGELOLAAN DANA DESA DAN DAMPAKNYA

B. Analisis Dampak Pengelolaan Dana Desa Terhadap

75

B. Analisis Dampak Pengelolaan Dana Desa Terhadap Peningkatan

76

Dana Desa Menemeng memberikan informasi berupa upaya-upaya pemerintah desa dalam membantu perekonomian dengan meningkatkan pendapatan dari masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pemulihan ekonomi yaitu adanya Bantuan Tunai Langsung (BLT), surplus pembiayaan dari BUMDes yang beragam program untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Desa Menemeng.

1. Analisis Pembangunan Infrastuktur dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Menemeng

Pengelolaan Dana Desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengalokasikan dalam membangun sarana maupun fasilitas sebagai tanggungjawab menuju pembangunan yang adil dan merata. Penambahan infrastruktur disetiap dusun-dusun yang ada di desa demi kepentigan terlaksananya kegiatan ekonomi masyarakat secara efisien. 123 Pembangunan yang telah diselesaikan oleh pemerintah Desa Menemeng tersebut seperti jalan yang memudahkan akomodasi perdagangan dan membantu memudahkan masyarakat dalam sektor pertanian, dan peningkatan sumber air bersih dalam menunjang kehidupan sehari-hari masyarakat desa, dan dalam membantu penguatan sisi kesehatan masyarakat dengan menambah keakuratan posyandu Desa Menemeng sampai kepada pemberdayaan dalam bentuk pelatihan sebagai seorang pengusaha.

Dari semua pembangunan infrastruktur tersebut sudah dapat memudahkan aktivitas ekonomi dan menunjang kesehatan dari semua lapisan masyarakat Desa Menemeng. Tunjangan akses kesehatan sangat berdampak pada kualitas masyarakat dalam

123 Rofi Irawan dkk, Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Fisik di Desa Negara Nabung Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur dalam Pembangunan, Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan, Volume 9, No. 1, Juni 2018, hlm.

45.

77

menjalankan dan beraktivitas ekonomi demi mencukupi kebutuhannya, dengan memartisipasikan masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan secara langsung memberikan upah sebagai hasil penggunaan faktor produksi dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Menemeng.124

Pendapatan masyarakat dinilai meningkat dengan melihat keadaan masyarakat salah satunya informan dari masyarakat yang peneliti wawancara merasa senang dengan pengelolaan Dana Desa Menemeng ini, dimana dalam setiap kegiatan pembangunan salah satunya infrastruktur diberikan kelaluasaan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut dan memberikan upah dari hasil yang dikerjakan. Dan dalam penggunaan fasilitas atau infrasktruktur tersebut, masyarakat merasa kemudahan dalam melakukan kegiatan pertanian, efisien daripada pekerjaan dirasa mudah oleh masyarakat dalam menjangkau sektor pertanian mereka.

Di lain sisi, walaupun dikatakan pembangunan merata, masih banyak masyarakat yang tidak mengalami peningkatan pendapatannya, terlebih sala satunya sektor pertanian membutuhkan waktu yang lama dalam menghasilkan pendapatan bagi mereka.

seperti yang diinformasikan oleh bapak Idham, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dalam adanya pekerjaan yang dilakukan dan dikerjakan, namun tidak semuanya merasakan peningkatan.

2. Analisis Program Bantuan Langsung Tunai dalam Meningakatkan Pendapatan Masyarakat Desa Menemeng

Paparan covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan masyarakat, namun membuat roda perekonomian masyarakat Desa

124 Idham, Wawancara, Menemeng, 27 Oktober 2022.

78

Menemeng terhambat.125 Salah satu program dari Dana Desa, yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sudah dianggarkan oleh pemerintah pusat dari tahun sebelumnya akibat adanya pandemic, program BLT menjadi program untuk memulihkan ekonomi masyarakat. pemulihan tersebut meliputi perbaikan sisi produksi masyarakat, untuk dapat menjaga arus konsumsi masyarakat dengan demikian dapat berimbas pada pemulihan ekonomi nasional.

Dari adanya BLT, masyarakat Desa Menemeng merasa sangat senang, dari anggaran Dana Desa selama dua tahun ini.126 Kendati demikian pada tahun anggaran 2022 hanya terdaftar 200 KK yang mendapatkan bantuan kali ini, tidak semua KK yang berjumlah 2.287 KK yang berdomisili Desa Menemeng.127 Kurangnya masyarakat sebagai penerima BLT membuat banyak masyarakat yang merasa diasingkan sebagai bentuk upaya perbaikan ekonominya. Namun disisi lain, Dana Desa untuk tahun ini sudah kembali difungsikan sebagai mana mestinya, yaitu fokus pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan tujuan alokasi Dana Desa oleh pemerintah pusat sampai kepada pemerintah daerah dengan arahan langsung dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana Dana Desa, salah satunya diporsikan dalam memperkuat masyarakat sebagai subjek pembangunan yang dilaksanakan, memajukan perekonomian.128

Sebagi bentuk pemulihan ekonomi melalui program bantuan dan lainnya membuat Dana Desa diporsikan sebagaimana mestinya

125 Yamani, S.Pd, Wawancara, Menemeng, 27 Oktober 2022.

126 Abdul Aziz, Wawancara, Menemeng, 27 Oktober 2022.

127 Supiandi, S.Pd, Wawancara, Menemeng, 27 Oktober 2022.

128 Yulfa Arif Nurohman dkk, Dana Desa…, hlm. 37.

79

dalam tatanan kehidupan nasional. Indikator dari pembangunan adalah masyarakat merasa tercukupi, terpenuhi dan berkembang serta meningkat taraf hidup. Secara langsung dampak daripada program BLT yang dianggarkan dari Dana Desa hanya dapat menguatkan sisi ekonomi masyarakat untuk tetap menjaga pola produksi dan konsumi mereka. Penjagaan kualitas kesehatan masyarakat untuk tetap mengkonsumsi kebutuhan secara sehat dan berlangsung, membuat peningkatan dalam diri masyarakat secara mental, spiritual, moral dan etika masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Bantuan Langsung Tunai dikatakan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat hanya dirasakan oleh beberapa orang, salah satunya adalah yang menggunakan dana tersebut sebagi modal usaha, sehingga diputar bantuan dana tersebut sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Namun untuk sebagian besar masyarakat Desa Menemeng yang mendapatkan BLT tida dapat membantu meningkatkan perekonomiannya melainkan hanya dapat mencukupi dan menjaga pola konsumsi kebutuhannya.

3. Analisis Program BUMDes dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Menemeng

Kegiatan menggunakan dana ialah melihat secara efektif suatu aliran dana yang didapati untuk diarahkan kepada suatu hal atau kegiatan yang berguna untuk kemajuan dan mencapai tujuan dari perusahaan.129 Perusahaan dinyatakan sebagai pemerintah desa yang bertujuan untuk dapat mensejahterahkan masyarakat desa.

Masyarakat merasakan dampak peningkatan ekonomi, apabila mereka mampu memenuhi semua kebutuhan material dan non

129 Agus Zainal Arifin, Manajemen …, hlm. 4.

80

materialnya. kesejahteraan dicapai pada saat kebutuhan primer dirasakan secara penuh dan signifikan oleh masyarakat secara adil dan merata.130

BUMDes Menemeng mulai beroperasi menjalankan program-program bawaanya sejak tahun 2019 untuk dapat membantu memberdayakan masyarakat Desa Menemeng melalui program pemberdayaannya. Program-program yang dilaksanakan oleh BUMDes Menemeng sampai sekarang tahun anggaran 2022 ada dua yaitu simpan pinjam wanita dan penggemukan sapi.

Pemerintah desa membantu memberikan suntikan modal kepada BUMDes untuk dapat meneruskan programnya.

Pada program simpan pinjam wanita sejauh ini dari informasi yang didapat peneliti, dimana program tersebut bertujuan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui simpan pinjam sebagai upaya bantuan permodalan kepada masyarakat. Permodalan dalam bentuk simpan pinjam tersebut diarahkan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan modal sebagai pendanaan dari kebutuhan yang diperlukannya dan sebagai roda perputaran suatu kegiatan dan usaha. Program tersebut berdasarkan arah kebijakan publik sudah dapat membantu masyarakat dalam memberikan surplus dana untuk modal usaha maupun konsumsi dan lain sebagainya. Namun dalam meningkatkan pendapatan masyarakat tidak terlalu berdampak.

Karena mencukupi kebutuhan modal hidup, pendidikan, pertanian, perkebunan, usaha dan lainnya.

Kemudian dalam program BUMDes yaitu penggemukan sapi, program ini difokuskan kepada seluruh masyarakat Desa

130 Ida Bagus Made Agung Dwijatenaya, Ince Raden, Suatu …, hlm. 103.

81

Menemeng yang menjadi seorang peternak sapi. Namun dalam hal ini bukan hanya sapi yang menjadi fokus dalam program penggemukan sapi tersebut. Namun hewan ternak lainnya juga menjadi komoditi yang di rawat yaitu hewan seperti kambing dan kuda. Berdasarkan hasil data yang didapatkan peneliti, dimana program tersebut mampu berjalan dengan baik, dengan hewan- hewan ternak yang dirawat oleh BUMDes Menemeng mendapatkan nilai jual yang tinggi akibat keadaan fisik dari hewan ternak menjamin. Secara langsung hasil penjualan hewan oleh masyarakat yang memilikinya mendapatkan peningkatan pendapatannya, dari hasil menjual hewan ternak tersebut. Namun peningkatan terjadi apabila hewan ternak tersebut berada dalam kondisi sehat dan keadaan fisik memungkinkan. Kalaupun tidak maka penjualan dan pendapatan dari masyarakat akan jadi sebaliknya.

Dana Desa dialokasikan oleh pemerintah pusat sebagai bentuk kebijakan berkepentingan untuk publik sebagai arah dan tujuannya.

Semua dampak yang akan dirasakan oleh publik dari arah kebijakan tersebut harus berdampak besar dan baik untuk keberlangsungan hidup publik. Dana Desa sendiri juga dalam pengelolaannya harus selalu berpedoman pada peraturan pemerintah pusat dan dikelola secara akurat dan tepat sasaran. Itu semua dari pengelolaan harus secara terstruktur baik dalam lingkup manajemen keuangannya.

Dengan Dana Desa Menemeng yang dikelola dengan transaparan dan efektif secara swakelola, membuat masyarakat juga ikut terlibat dalam kegiatan desa, baik itu pembangunan maupun program-program lainnya. Pengelolaan Dana Desa secara swakelola secara langsung membantu meningkatkan pendapatan masyarakat

82

karena terlibat langsung didalam pembangunan atau kegiatan desa lainnya. Semua program-program yang telah dilaksanakan sangat mampu membantu memberdayakan masyarakat yaitu dalam ekonominya pada pendapatan masyarakat, walaupun tidak secara keseluruhan, namun terdapat masyarakat juga yang merasakan peningkatan ekonomi pada pendapatan mereka secara langsung maupun tidak langsung.

Berdasarkan dampak pengelolaan Dana Desa yang dilakukan oleh pemerintah Desa Menemeng terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa diatas, peneliti mengungkapkan bahwa dampak yang dirasakan masyarakat dalam peningkatan pendapatan masyarakat Desa menemeng bermacam-macam berdasarkan pada alokasi programnya, diantaranya:

1. Pembangunan Desa Menemeng dirasakan merata disemua dusun se- Desa Menemeng tanpa terkecuali untuk dapat memudahkan dan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat Desa Menemeng.

2. Pengelolaan Dana Desa Menemeng dalam pembangunan infrastruktur mampu meningkatkan pendapatan masyarakat walaupun tidak semua masyarakat merasakannya.

3. Peningkatan tersebut terjadi karena kemudahan akses kegiatan ekonomi, baik disemua sektor ekonomi, pertanian, perkebunan, perdagangan, usaha/jasa, industri olahan dan lainnya.

4. Program pemerintah pusat akibat pandemi covid-19 yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dikarenakan BLT hanya cukup untuk dikonsumsi masyarakat. walaupun ada beberapa yang merasakan peningkatan ekonominya dengan memutar BLT menjadi modal usaha.

83

5. Keberadaan BUMDes yang telah dioperasikan dalam kerjanya mulai dari tahun 2019 sampai sekarang untuk tetap menjalankan program- program pemberdayaan ekonomi masyarakat, dalam bentuk permodalan secara simpan-pinjam dan program pengelolaan hewan ternak yang programnya penggemukan sapi. Dari kedua program tersebut tidak mampu memberikan peningkatan pendapatan secara signifikan karena keadaan daripada kebutuhannya.

84 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian Pengelolaan Dana Desa dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata dapat ditarik kesimpulan:

1. Pengelolaan Dana Desa Menemeng dilakukan dengan tahapan penerimaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban.

Dana Desa Menemeng dikelola dengan cara swakelola bersama dengan partisipasi masyarakat yang dinamai sistem gotong royong padat karya didalamnya tanpa mencampur tangan urusan desa kepada pihak luar Desa Menemeng dalam semua pembangunan yang dilakukan. Pemerintah Desa Menemeng bersifat transparan dalam memberikan informasi terkait Dana Desa Menemeng untuk dapat menguatkan kepercayaan dan keberhasilan dalam pengelolaan yang dilakukan pemerintah Desa Menemeng. Transaparannya pemerintah Desa Menemeng tidak setransparan yang diinginkan dan diketahui, masih terdapat sesuatu yang harus dirahasiakan untuk menjaga ketidak harusannya informasi tersebut disebarluaskan. Dari semua pengelolaan Dana Desa yang dilakukan, pemerintah Desa Menemeng tetap mempercayakan segala sumbangsih pikiran untuk kepentingan desa dan masyarakat kepada masyarakat itu sendiri, dengan menghadirkan masyarakat dalam rapat musrenbangdesa bersama jajaran pemerintahan Desa Menemeng. Hasil dari Musrenabangdes tersebut disusun dalam rancangan APBDes tahun anggarana yang akan berjalan namun tidak kelua daripada RPJMDes yang sudah ditetapkan. Dalam tahapan pengelolaan Dana Desa

85

Menemeng, pada saat Dana Desa dicairkan secara tahap pertama dan kedua, Dana tersebut di alokasikan kepada tim pelaksana kegiatan yang telah ditentukan dalam musrenbangdes, semua dana yang dialokasikan kepada masing-masing subbidang yang ada akan diminta pertanggungjawabannya pada saat pelaksanaan telah dilakukan dalam bentuk SPP dan RAB yang nantinya akan terlebih dahulu diverikfikasi oleh sekretaris Desa Menemeng lalu disampaikan kepada penanggungjawab semua kegiatan yaitu kepala Desa Menemeng. Semua program-program dan pembangunan dilakukan mengikuti arahan peraturan dan arah kebijakan Dana Desa Menemeng demi kepentingan pembangunan nasional.

2. Dampak Pengelolaan Dana Desa terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Menemeng dirasakan oleh beberapa masyarakat dampak peningkatannya. Sebagai bentuk penunjang perekonomian masyarakat, pemerintah Desa Menemeng menambah porsi pembangunan infrastruktur pada dusun di Desa Menemeng untuk dapat membantu kemudahan akses baik itu jalan, dan air bersih dan lainnya sebagi bentuk upaya membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Pembangunan infrastruktur disetiap wilayah Desa Menemeng digunakan untuk kepentingan masyarakat, dan dirasakan dampak peningkatan pendapatan masyarakat dengan keikusertaan masyarakat dalam setiap kegiatan desa dan pembangunan. Melalui program BLT yang di salurkan kepada masyarakat Desa Menemeng sebagai bentuk upaya menguatkan sisi ekonomi masyarakat akibat pandemi covid-19 namun hanya dapat menjadi alat konsumsi membuat masyarakat desa merasa sangat senang dengan adanya bantuan tersebut, namun tidak untuk dapat membantu meningkatkan

86

ekonomi masyarakat. Dan untuk program BUMDes Menemeng, adanya program-program yang dijalankan oleh BUMDes Menemeng sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berdasarkan tupoksinya, program tersebut seperti simpan-pinjam yang mengatur pemberian pinjaman modal kepada masyarakat untuk dapat dikembangkan menjadi usaha atau mencukupi kebutuhan baik itu kebutuhan hidup maupun pendidikan, kesehatan dan lainnya sehingga menimbulkan perkembangan ekonomi. Dengan adanya bantuan tersebut mampu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui permodalan, dimana masyarakat menggunakan modal tersebut kemudian diputar menjadi suatu usaha untuk meningkatkan perekonomiannya dan berimbas pada peningkatan pendapatan. Program penggemukan hewan ternak sapi, dimana BUMDes Menemeng membantu masyarakat petani khususnya dalam menjaga dan membantu memelihara hewan ternak mereka serta memberikan lahan untuk masyarakat Desa Menemeng memelihara hewan ternak mereka sampai hewan ternak tersebut guna menghasilkan ekonomi untuk masyarakat.

B. Saran

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Untuk Peneliti

Dapat dijadikan sebagai pemahaman dan wawasan peneliti mengenai pengelolaan Dana Desa dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata, sehingga dapat dijadikan rencana tindak lanjut bagi peneliti dari segi ekonomi.

87 2. Untuk Pemerintah Desa Menemeng

Diharapkan untuk pemerintah Desa Menemeng untuk lebih memperbaiki lagi kerjasama yang baik dan aktif secara swakelola dengan seluruh lapisan masyarakat desa agar dapat menjadikan pembangunan yang adil dan merata. Pengelolaan Dana Desa harus benar-benar bersifat transparansi dan terbuka untuk semua lapisan masyarakat tanpa ada yang disembunyikan sehingga masyarakat mampu ikut serta memberikan arahan dan masukan untuk pembangunan dan ekonomi yang lebih baik lagi. Dan setiap program-program harus benar-benar di arahkan demi kepentingan masyarakat sehingga menimbulkan pemerataan tanpa adanya ketimpangan sosial.

3. Untuk Masyarakat

Diharapkan kepada masyarakat Desa Menemeng untuk selalu menjalin keharmonisan dan kerjasama yang baik dan aktif untuk meningkatkan pembangunan nasional yang lebih baik lagi di Desa Menemeng. Membantu mengawasi pengelolaan Dana Desa dan memberikan masukan yang bersifat mementingkan kesetaraan dan kebaikan masyarakat desa demi tercapainya peningkatan ekonomi bersama baik itu masyarakat maupun desa. Ikut serta bersama pemerintah desa menjaga dan melestarikan hasil pembangunan guna digunakan dalam waktu jangka panjang untuk kebaikan bersama dalam kehidupan dan akivitas ekonomi lainnya.

88

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziz, Wawancara. Menemeng, 27 Oktober 2022.

Abdul Fatah Fanani dkk, Analisis Undang-Undang Desa. Jurnal Dialekta.

Vol. 4, Nomor 1, Februari 2019, hlm. 2.

Abdul Hamid, Teori Konsumsi Islam dalam Peningkatan Ekonomi Umat.

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam. Volume 3, No. 2, Juni 2018, hlm. 205.

Agus Zainal Arifin, Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Zahir Publsihing, 2018.

Ar Royan Ramli, dkk, Ekonomi Desa: Analisa Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa. Banda Aceh: Natural Aceh, 2018.

Bambang Pamungkas, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Pemerintah Daerah Konsep dan Praktek Berdasar Peraturan Perundangan Jidil II. Bogor: Kesatuan Press, 2013.

Burhandin, S.E, Wawancara. Menemeng, 27 Oktober 2022.

Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya, 2004.

Bustanul Arifin, Formasi Makro-Mikro Ekonomi Indonesia. Jakarta:

Pustaka INDEF, 2002.

Candra Ananda Fajri, Pembangunan Ekonomi Daerah: Dinamika dan Strategi Pembangunan. Malang: UB Press, 2017.

Candra Wijaya, Muhammad Rifa’I, Dasar-Dasar Manajemen Mengoptimalkan Pengelolaan Organisasi Secara Efektif dan Efisien. Medan: Perdana Publishing, 2016.

89

Cholid Narbuko, Abu Achmadi, Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Alfatih Quran, 2021.

D. Nurhayati, Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Jurnal Pendidikan Ekonomi, Kewirausahaan, Bisnis, dan Manajemen (JPEKBM). Vol. 1, Nomor 2, Januari 2018, hlm. 43.

Fadhallah, Wawancara. Jakarta: UNJ Press, 2020.

Feiby Vencentia Tangkumahat dkk, Dampak Program Dana Desa Terhadap Peningkatan Pembangunan dan Ekonomi di Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Agro-SosioEkonomiUnsrat. Vol.

13, Nomor 2, Juli 2017, hlm. 338.

Fidianing Sopah, dkk, Implementasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Journal Syntax Idea. Vol. 2, Nomor 6, Juni 2020, hlm. 27.

Firdaus, Fachry Zamzam, Aplikasi Metodologi Penelitian. Sleman: CV Budi Utama, 2018.

Hasyim Hasanah, Teknik-teknik Observasi. Jurnal At-Taqaddun. Vol. 8, Nomor 1, Desember 2016, hlm. 36.

Heru Cahyono dkk, Pengelolaan Dana Desa: Studi dari Sisi Demokrasi dan Kapasitas Pemerintahan Desa. Jakarta: LIPI Press, 2020.

Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta:

Rajawali Pers, 2011.

Husnul Khatimah, Pengelolaan Dana Desa dalam Pembangunan Ekonomi Masyarakat Untuk Kemaslahatan Umat (Studi Kasus di Gampong

90

Lembeugak Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar.

Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Banda Aceh, 2020.

H. M. Mujahidin, S.I.P, Wawancara, Menemeng, 27 Oktober 2022.

H. Muazzin, Wawancara, Menemeng, 17 September 2022 Idham, Wawancara. Menemeng, 27 Oktober 2022.

Ifan Junaedi, ddk, Analisis Perancangan dan Pembangunan Aplikasi Business Inteligence Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian Keuangan RI. Journal of Information System, Applied, Management, Accounting, and Research. Vol. 4, Nomor 3, Agustus 2020, hlm. 90.

Indriyana Ayuningtias, dkk, Pengelolaan Keuangan Dana Desa dalam Perspektif Teori Marilee S. Grindle. Journal of Accounting and Financial Issue. Vol. 2, Nomor 1, Mei 2021, hlm. 22.

Ismatul Maula, Efektivitas Kebijakan Dana Desa dalam Peningkatan Infrastruktur di Desa Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Surabaya 2020.

Kariyoto, Manajemen Keuangan Konsep dan Implementasi. Malang UB Press, 2018.

Kenyamuli Tabo dkk, Identifikasi Dampak Dana Desa Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Kembes Satu Kabupaten Minahasa. Jurnal EMBA. Vol. 9, Nomor 3, Juli 2021, hlm. 95.

Kodir Siregar, Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Pada Desa Dedekadu Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat. Jurnal Politik Pemerintahan Dharma Aji. Vol. 11, Nomor 1, Juni 2018, hlm. 65.

91

Lilis Sulastri, Manajemen Sebuah Pengantar Sejarah, Tokoh, Teori dan Praktik. Bandung: La Goods Publishing, 2012.

Mohammad Ali Al-Humaidy, Etris Tianghoa di Madura. Surabaya: CV.

Jakad Media Publishing, 2020.

Minarni Anaci Dethan, Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD): Suatu Pendekatan Teoritis. Jurnal Akuntansi:

Transparansi dan Akuntabilitas. Vol. 7, Nomor 1, Januari 2019, hlm. 16.

Muhammad Eko Atmojo dkk, Efektivitas Dana Desa Untuk Pengembangan Potensi Ekonomi Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Bangunjiwo. Aristo. Vol. 5, Nomor 1, September 2017, hlm. 137.

Muhammad Hasan, Muhammad Aziz, Pembangunan Ekonomi &

Pemberdayaan Masyarakat Strategi Pembangunan Manusia dalam Perspektif Ekonomi Lokal. Makassar: Pustaka Taman Ilmu, 2018.

Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakatra: Kencana, 2014.

M. Yamani, S.Pd, Wawancara. Menemeng, 27 Oktober 2022.

Nanang Martono, Metode Penelitian Sosial: Konsep-Konsep Kunci.

Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Nurin Fitriana, Revitalisasi dan Pengelolaan Potensi Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: CV. Bildung Nusantara, 2020.

Patta Rapanna, Ekonomi Pembangunan. Makassar: CV Sah Media, 2017.

92

Putri Nadira dkk, Efektivitas Penggunaan Dana Desa dalam Pembangunan Desa di Kecamatan Karau Kuala Kabupaten Barito Selatan. JPP.

Vol. 1, Nomor 2, Desember 2019, hlm. 1.

Rahyunir Rauf, Sri Maulidiah, Pemerintah Desa. Pekanbaru: Zanafa Publishing, 2015.

Ratna Ekasari, Model Efektivitas Dana Desa Untuk Menilai Kinerja Desa Melalui Pemberdayaan Ekonomi. Malang: AE Publishing, 2020.

Rofi Irawan dkk, Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Fisik di Desa Negara Nabung Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur dalam Pembangunan. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan. Volume 9, No. 1, Juni 2018, hlm. 45.

R. Conrad Hendrarto, Membangun Ekonomi Berkeadilan di Desa Melalui BUMDes Syariah. Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tansmigrasi Republik Indonesia, 2020.

Samsu, Metode Penelitian: (Teori dan Aplikasi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Mixed Methods, serta Research & Development).

Jambi: Pusaka, 2017.

Sandu Siyoto, M. Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta:

Literasi Media Publishing, 2015.

Sapto Haryoko, dkk, Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep, Teknik,

& Prosedur Analisis). Makassar: Badan Penerbit UNM, 2020.

Sayekti Suindyah Dwiningwarni, Ahmad Zuhdi Amrulloh, Peranan Pengelolaan Dana Desa Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Jombang Jawa Timur. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Volume 4, No. 1, Maret 2020, hlm. 7.

Sholihatul Fitri, Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Terhadap Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah di Desa Madumulyo

93

Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Surabaya, 2019.

Sirajudin Saleh, Analisis Data Kualitatif. Bandung; Pustaka Ramdhan, 2017.

Slamet Untung, Metode Penelitian Teori dan Praktik Riset Pendidikan dan Sosial. Yogyakarta: Litera, 2019.

Soediono, Negara Agraris Ingkari Agraria: Pembangunan Desa dan Kemiskinan di Indonesia. Bandung: Yayasan Akatiga, 2008.

Sri Mulyani Indrawati, Buku Pintar Dana Desa. Jakarta: Menteri Keuangan, 2017.

Sugiyono, Metode Penelitian (Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D).

Bandung: Alfabeta, 2008.

Supiandi, S.Pd, Wawancara. Menemeng, 27 Oktober 2022.

Suryadi, Model Keseimbangan Umum Perekonomian Indonesia Teori dan Aplikasi Dampak Perubahan Harga dan Produksi Padi terhadap Kinerja Ekonomi Sektoral dan Kesejahteraan. Sidoarjo: Delta Pijar Khatulistiwa, 2019.

Sutoro Eko, Krisdyatmiko, Kaya Proyek Miskin Kebijakan. Yogyakarta:

IRE Yogyakarta, 2006.

Suwardji, dkk, Manfaat Dana Desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mataram: BP4I, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan UNRAM, 2018.

Tachjan, Implementasi Kebijakan Publik. Bandung: AIPI Bandung, 2006.

Tri Haryanto dkk, Ekonomi Pertanian. Surabaya: Airlangga University Press, 2009.