• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Dampak Viral Marketing dalam Mengembangkan

Dalam dokumen KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA (Halaman 69-121)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Dampak Viral Marketing dalam Mengembangkan

Berdasarkan pembahasan diketahui bahwa pengunjung mengatakan bahwa mereka tertarik dengan cafe ini dikarenakan postingan foto baik menu sajian maupun spot foto yang instagramable, ditambah kalimat yang dipakai dalam promosi sangat menarik sehingga pengunjung tergugah untuk mengunjungi Cafe The Vintage.

Selanjutnya berdasarkan pada pembahasan sebelumnya dapat diketahui bahwa viral marketing yang dilakukan oleh pihak Cafe The Vintage sudah sesuai dan berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengunjung yang mengetahui Cafe The Vintage melalui postingan instagram baik dari akun cafe @Thevintage_metro sendiri maupun dari posting-an pengunjung Cafe The Vintage yang secara tidak sadar melakukan promosi mengenai Cafe The Vintage di akun media sosial pribadi miliknya hal ini berlanjut di dalam repost-an foto dan secara tidak disadari sudah memperbanyak promosi di media sosial.

Cafe The Vintage menyajikan menu makanan yang terdapat ditempat lainnya yang semula terlihat biasa, namun ditangan Cafe The Vintage makanan dan minuman disajikan dengan gaya modern sehingga tidak hanya rasa yang enak akan tetapi menghasilkan seni apabila makanan dan minuman tersebut difoto. Hal ini sangat mendukung strategi viral marketing dimana foto yang instagramable merupakan salah satu daya tarik pula bagi pengguna

media sosial untuk melihat informasi mengenai Cafe The Vintage sehingga ia tergugah untuk mengunjungi Cafe The Vintage.

Cafe The Vintage melakukan inovasi makanan dengan menambahkan berbagai topping ke makanan yang sudah ada sehingga menghasilkan suatu menu sajian yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi lagi dan tentunya sangat memiliki nilai jual promosi di media sosial instagram.

Selain inovasi dibutuhkan juga kreativitas, Cafe The Vintage memberikan sentuhan kreativitas terhadap tempat Cafe The Vintage dengan menyuguhkan suasana ala vintage 70-an. Selain dari menu makanan, Cafe The Vintage juga membuat suasana tempat senyaman mungkin bagi konsumen untuk menghabiskan waktu baik bersama keluarga maupun bersama teman.

Hal ini dibuktikan banyaknya spot foto dengan mengedepankan tema era 70- an dan selain fasilitas spot foto pihak cafe the vintage juga menyediakan fasilitas seperti wifi gratis, meeting room dan lahan parkir yang luas. Sehingga pengunjung tidak hanya menikmati menu makanan ataupun suasana tempat akan tetapi juga menikmati fasilitas yang ada di Cafe The Vintage.

Tetapi jika dibandingkan Cafe The Vintage dengan Cafe Bejo’s Milk dengan jumlah followers di akun instagram masing-masing. Cafe Bejo’s Milk lebih unggul dibandingkan jumlah followers akun instagram Cafe The Vintage dilihat dari jumlah followers akun instagram @thevintage_metro yang hanya 3500 followers dan @bejos_milk sebanyak 4.375 followers.

Tetapi dari hasil penelitian lapangan, bahwa Cafe Bejo’s Milk hanya memiliki posting-an sebanyak 1.130 posting-an foto sedangkan Cafe The Vintage

memiliki 2.464 posting-an foto. Dimana lebih banyak followers Cafe The Vintage daripada Cafe Bejo’s Milk. Hal tersebut dapat terlihat bahwa Cafe The Vintage lebih melancarkan viral marketing daripada Cafe Bejo’s Milk dan dilihat dari posting-an konsumen yang menandai agar terlihat di instagram pemilik Cafe The Vintage lebih banyak daripada Cafe Bejo’s Milk.

Akan tetapi untuk respon feedback dari konsumen Cafe Bejo’s Milk lebih responsif daripada Cafe The Vintage, dapat dilihat dari caption atau diskripsi foto dan komentar di kolom komentar dimana di Cafe The Vintage cenderung hanya mem-posting foto saja tanpa caption atau penjelasan lebih rinci, dan di Cafe Bejo’s Milk jika ada yang berkomentar langsung ditanggapi oleh admin instagram Cafe Bejo’s Milk, lain halnya dengan Cafe The Vintage yang lamban dalam menanggapi komentar followers-nya.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil pembahasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan viral marketing untuk menyebarkan pemasaran sosial dari Cafe The Vintage cukup efektif untuk menjangkau masyarakat dalam mengetahui informasi mengenai Cafe The Vintage karena dalam penerapannya proses penyebaran informasi yang menggunakan media sosial akun instagram sangatlah cepat dan tidak mengenal waktu dan jarak dan dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.

Penggunaan viral marketing khususnya didalam penyebaran promosi kuliner di media sosial memberikan kesempatan kepada masyarakat dan menawarkan ruang bagi khalayak untuk tidak hanya berhenti menjadi penonton pasif saja, namun dapat mengambil posisi yang lebih aktif dengan cara ikut serta memasarkan dan memberikan respon tentang apa yang telah di fasilitasi oleh Cafe The Vintage.

B. Saran

Mengingat pentingnya pelayanan pada bisnis kuliner pada rumah makan atau Cafe, disarankan untuk Cafe The Vintage mempertahankan promosi melalui instagram dan lebih sering lagi untuk mem-posting menu- menu yang ada di Cafe The Vintage. Selain itu dapat memberikan promosi

lainnya untuk dapat menarik kon sumen lebih banyak lagi untuk mengunjungi Cafe The Vintage.

Cafe The Vintage diharapkan terus berinovasi di menu-menu agar semakin banyak pilihan untuk menarik pengunjung baru maupun lama. Serta Cafe The Vintage untuk menambah fasilitas kipas angin agar semakin sejuk untuk kenyamanan pengunjung, karena saat siang hari cuaca lebih terasa panas.

Terkait dengan respon postingan dari akun instagram

@thevintage_metro untuk meningkatkan respon konsumen, disarankan setiap postingan diberi diskripsi yang lebih jelas dan hastag agar postingan lebih menarik. Selain itu diharapkan lebih memperhatikan tata letak foto pada saat akan dipublikasikan.

Dengan jumlah karyawan the vintage sebanyak 13 karyawan yang terdiri dari 10 koki dan 3 pramusaji. Diharapkan setiap 2 koki terdapat 1 karyawan pramusaji sehingga pelayanan di café the vintage bisa lebih efektif.

Dengan pelayanan yang cepat dan tepat waktu hal ini berguna untuk kenyamanan pengunjung café the vintage.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahmat Fathoni, Metodologi Penelitian & Teknik Penyusunan Skripsi, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011).

Afni Regita, Sustainable Competitive Advantage Ekonomi Kreatif Indonesia dalam Dinamika Perdagangan Internasional, (Yogyakarta: Deepublish, 2019).

Ahmad Farih, Ahmad Jauhari, dan Eko Widodo, “Pengaruh Promosi Melalui Media Sosial Terhadap Pengambilan Keputusan Kursus Bahasa Inggris Pare Dengan Viral Marketing Sebagai Variabel Intervening”, dalam Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol 4, No 1, Januari 2019.

Ali Arifin, Viral Marketing On Strategy, (Yogyakarta: CV Andi Offset, 2007).

Andreas Syah Pahlevi dkk, Kolase Pemikiran Ekonomi Kreatif Indonesia, (Semarang: Oxy Consultant, 2018).

Anglesti Sari Kondang Kaloka, Pengaruh Viral Marketing Terhadap Minat Beli Konsumen Melalui Kepercayaan Konsumen pada instagram

@makananjember, (2016).

Aris Raidowi, “ Etika Bisnis Persepektif Islam”, dalam Jurnal JHI, Vol 9, No. 2, Desember 2011.

Artika Surniandari, “Viral Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Produk Sariz”, dalam Jurnal Widya Cipta, Vol 1, No 1, Maret 2017.

Carunia Mulya Firdausy, Strategi Pengembangan Ekonomi di Indonesia, (Jakarta:

Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2017).

Cece Suryana, Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Etika Bisnis Serta Implikasinya Pada Kinerja Karyawan”, dalam Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship, Vol. 10, No.2, Oktober 2016.

Dan Zarella, The Social Media Marketing Book, (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2010).

Danis puntoadi, Menciptakan Penjualan Melalui Media Sosial, (Jakarta: PT. Elex Komputindo, 2011).

Ika Yunia Fauzi, “Etika Bisnis dalam Islam”, (Jakarta, Penerbit Kencana Prenadamedia Group, 2013).

James R. Situmorang, “Pemasaran Viral-viral Marketing”, dalam Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 6, No 1, 31 Agustus 2010.

Kartono Kartini, Pengantar Metodologi Research Sosial, (Bandung: Penerbit Alumni, 1980)

Khorik Atul Aliyah, Pengaruh Promosi Melalui Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian dengan Viral Marketing sebagai Variabel Intervening, (2017).

LB. Ruth Florida W. M. Hutabarat, "Strategi Pengembangan Usaha Kuliner di Kota Malang Berbasis Ekonomi Kreatif", dalam JESP, Vol. 7, No 1, Maret 2015.

Lexy J. Moleong, metode penelitian kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012).

LP2M, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2016).

Metasari Kartika, "Pemetaan Ekonomi Kreatif Subsektor Kuliner di Kota Pontianak", dalam Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, Vol.7, No.1, 2018.

metrokota.bps.go.id

Moehar Daniel, Metode Penelitian Sosial Ekonomi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003).

Muhammad Fikri Vansuri, Pengaruh Viral Marketing Melalui Media Sosial Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan di Pantai Dato Majene, (2016).

Muhammad Yusuf Hamdani, "Pengaruh Viral Marketing Terhadap Kepercayaan Konsumen Serta Dampaknya Terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawiijaya Angkatan 2015/2016 yang pernah Melakukan Pembelian Online melalui Media Sosial Instagram), dalam Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol. 60 No.1, Juli 2018.

Natasya Putri Andini et.al, "Pengaruh Viral Marketing Terhadap Kepercayaan Pelanggan Dan Keputusan Pembelian (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Angkatan 2013 yang Melakukan Pembelian Online Melalui Media Sosial Instagram)", dalam Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol. 11, No. 1, Juni 2014.

Novita Sari, “Pengembangan Ekonomi Kreatif Bidang Kuliner Khas Daerah Jambi”, dalam Jurnal Sains Sosio Humaniora, Vol 2 No 1 Januari - Juni 2018.

Puspa Rini dan Siti Czafrani, “Pengembangan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal Oleh Pemuda Dalam Rangka Menjawab Tantangan Ekonomi Global”, dalam Jurnal UI Untuk Bangsa Seri Sosial dan Humaniora, Vol 1 Desember 2010.

Rafsel Tas’adi, “Pentingnya Etika Dalam Pendidikan, dalam Jurnal Ta’dib, Vol 17, No. 2, Desember 2014.

Ririn Noviyanti, Peran Ekonomi Kreatif Terhadap Pengembangan Jiwa Entrepreneurship di Lingkungan Pesantren: Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1”, dalam Jurnal Penelitian Ilmiah Intaj, Vol 1, 2017.

Rochmat Aldy Purnomo, Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia, (Surakarta: Ziyad Visi Media, 2016).

Siti Nur Azizah, “Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Pandanus Handicraft dalam Menghadapi Pasar Modern Perspektif Ekonomi Syariah (Study Case di Pandanus Nusa Sambisari Yogyakarta)”.

Social Media Marketing, (A Free And Essential Ebook From Seop, inc).

Sri Hudiarini, “Penyertaan Etika Bagi Masyarakat Akademik Di Kalangan Dunia Pendidikan Tinggi”, dalam Jurnal Moral Kemasyarakatan, Vol.2, No.1, Juni 2017.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:

Alfabeta, 2012).

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:

Alfabeta, 2013).

Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012).

Suryana, Ekonomi Kreatif, Ekonomi Baru: Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang, (Jakarta: Salemba Empat, 2013).

Tim Pusat Humas Kementrian Perdagangan Ri, Panduan Optimalisasi Media Sosial Untuk Kementrian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014).

Zul Asfi Arroyhan Daulay, “Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Dengan Metode Triple Helix (Studi Pada UMKM Kreatif di Kota Medan)”, dalam Jurnal Tansiq, Vol.1, No.2, Juli-Desember 2018.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

ALAT PENGUMPUL DATA

DAMPAK VIRAL MARKETING DALAM MENGEMBANGKAN EKONOMI KREATIF KULINER MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (STUDI PROMOSI KULINER PADA AKUN INSTAGRAM

@THEVINTAGE_METRO DI KOTA METRO) A. Wawancara Kepada Pemilik Cafe The Vintage

1. Kapan Cafe The Vintage ini berdiri?

2. Bagaimana sejarah berdirinya Cafe The Vintage?

3. Menu apa saja yang tersedia di Cafe The Vintage?

4. Terdapat berapa karyawan yang berkerja di Cafe The Vintage?

5. Apa yang membedakan Cafe The Vintage dengan Cafe lainnya di Kota Metro?

6. Apakah ada fasilitas lain yang ditawarkan Cafe The Vintage selain tempat yang bernuansa vintage?

7. Bagaimana strategi dalam mempromosikan Cafe The Vintage?

8. Media apa saja yang digunakan dalam mempromosikan Cafe The Vintage?

9. Bagaimana pengelolaan akun media sosial di Cafe The Vintage?

10. Apa dampak yang diterima dengan menggunakan strategi tersebut?

11. Apakah ada discount atau promo yang diberikan Cafe The Vintage?

12. Bagaimana dampak yang diterima dengan mengadakan discount atau promo?

13. Apakah ada acara atau event yang Cafe The Vintage tawarkan?

14. Apa harapan yang ingin dicapai Cafe The Vintage dengan mengadakan event tersebut?

15. Apakah Cafe The Vintage mengadakan event secara rutin, atau pada waktu-waktu tertentu?

B. Wawancara Kepada Pelayan Cafe The Vintage

1. Bagaimana SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pelayanan Cafe The Vintage kepada konsumen?

2. Dari kalangan apa saja konsumen yang datang di Cafe The Vintage?

3. Kalangan mana yang paling dominan mengunjungi Cafe The Vintage?

4. Menu apa yang menjadi andalan Cafe The Vintage?

5. Menu apa yang paling banyak dipesan oleh konsumen?

6. Bagaimana pembagian tugas bagi karyawan Cafe The Vintage?

7. Bagaimana jam kerja karyawan Cafe The Vintage?

8. Apakah karyawan dilibatkan dalam mempromosikan Cafe The Vintage?

C. Wawancara Kepada Konsumen Cafe The Vintage 1. Darimana Anda mengetahui Cafe The Vintage?

2. Apakah Anda mengikuti media sosial Cafe The Vintage?

3. Bagaimana menurut Anda Cafe The Vintage?

4. Berapa kali Anda telah mengunjungi Cafe The Vintage?

5. Apa yang membuat Anda tertarik dengan Cafe The Vintage sehingga memutuskan untuk mengunjungi Cafe The Vintage?

6. Menu apa yang Anda pesan saat mengunjung Cafe The Vintage?

7. Bagaimana dengan harga yang ada di menu?

8. Bagaimana menurut Anda pelayanan yang diberikan oleh Cafe The Vintage

9. Saran apa yang ingin Anda berikan pada Cafe The Vintage?

Karakteristik Responden

Peneliti melakukan survey langsung ke lapangan untuk mendapatkan informasi. Berdasarkan hasil survey yang telah peneliti lakukan terdapat 8 responden yang telah mengunjungi Cafe The Vintage dan informasi mendalam melalui pemilik dan pengelola Cafe The Vintage. Untuk mengetahui pengaruh viral marketing dalam mengembangkan ekonomi kreatif kuliner pada akun instagram @Thevintage_metro, peneliti mengadakan wawancara kepada 9 responden yang peneliti anggap berpotensi untuk memberikan informasi. Berikut 2 data dari pemilik dan pengelola Cafe The Vintage dan 7 data lainnya yang didapat dari responden yang telah mengunjungi Cafe The Vintage, yaitu:

Tabel DataResponden106

No. NamaResponden Alamat Pekerjaan Usia

1. Elza Anisa Putri Kauman Metro Pusat

Pemilik Cafe 35 th 2. Aditya Efendi Tejo Agung

Metro Timur

Pramusaji Cafe 25 th 3. Devi Arvina Tejo Agung,

Metro Timur

Pengunjung Cafe 20 th 4. Ihsan Rama Sandi Imopuro, Metro

Pusat

Pengunjung Cafe 23 th 5. Abduhu Zaini Ganjar Asri

Metro Barat

Pengunjung Cafe 25 th 6. Nurbaiti Meti Yosomulyo,

Metro Pusat

Pengunjung Cafe 22 th 7. Dwi Yogati Kauman Metro

Pusat

Pengunjung Cafe 38 th 8. Indah Alfateha Trimurjo Pengunjung Cafe 18 th 9. Darmansah Kendi Yosorejo,

Metro Timur

Pengunjung Cafe 22 th

106Data primer yang diolah,pada April2020.

Hasil wawancara dengan Elza Anisa Putri sebagai pemilik Cafe The Vintage telah memberikan informasi terkait sejarah dan keadaan Cafe The Vintage. Selain itu juga menjelaskan terkait apa saja yang membedakan Cafe The Vintage dengan Cafe lainnya di Kota Metro yaitu Cafe The Vintage mengusung konsep vintage yang membuat pengunjung dapat merasakan nostalgia di era 70an dan konsep yang instagramable ala vintage. Fasilitas yang ditawarkan Cafe The Vintage berupa wifi gratis, musholla bagi pengunjung muslim, tersedia juga meeting room, lahan parkir yang luas, dan tempat yang nyaman.

Pemilik Cafe juga menjelaskan strategi dalam mempromosikan Cafe The Vintage yaitu dengan media sosial instagram dan strategi dari mulut ke mulut.

Dalam pengelolaan akun media sosial di Cafe The Vintage hanya dengan memiliki 1 admin saja untuk bertanggungjawab penuh terhadap akun instagram yang langsung ditangani oleh pemiliknya sendiri. Penanganannya seperti selalu meng-update hal-hal yang terjadi di Cafe The Vintage, baik tentang menu maupun update-an kegiatan konsumen yang telah berkunjung. Dampak yang diterima dengan menggunakan strategi tersebut sangat terasa, dimana konsumen yang mengunjungi Cafe The Vintage dari waktu ke waktu mengalami peningkatan.

Terkait potongan harga atau discount pemilik Cafe menyatakan bahwa ada tetapi tidak setiap saat, hanya pada hari-hari tertentu. Dampak yang diterima dengan mengadakan discount atau promo, konsumen lebih tertarik untuk memakai discount dalam menikmati sajian dari Cafe The Vintage dilihat dari jumlah pengunjung yang datang saat adanya penawaran yang diberikan Cafe lebih meningkat daripada hari biasanya.

Selain itu terdapat acara atau event yang ditawarkan, seperti live music yang dilaksanakan pada hari kamis, jumat, dan sabtu. Lalu adanya music keyboard yang dilaksanakan di hari minggu, Hal tersebut dapat menarik konsumen untuk mengunjungi Cafe The Vintage dan menghabiskan waktu luang di Cafe The Vintage sembari menikmati hiburan yang disediakan. harapan yang ingin dicapai Cafe The Vintage dengan mengadakan event tersebut yaitu dapat meningkatkan pengunjung yang nantinya pasti meningkatkan keuntungan.107

Hasil wawancara dengan Aditya Efendi sebagai kepala pelayanan Cafe The Vintage telah memberikan informasi terkait SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pelayanan Cafe The Vintage kepada konsumen yaitu senyum, ramah, dan sopan. Menyapa pengunjung saatmasuk Cafe seraya mengucapkan salam. Mencarikan tempat duduk yang diinginkan dan mempersilahkan duduk.

Memberikan menu dan menawarkan menu yang sedang banyak diminati pengunjung di Cafe The Vintage. Mencatat pesanan yang dipesan oleh pengunjung dan kembali mengkonfirmasi ke pengunjung atas pesanan yang baru dicatat. Membacakan kembali pesanan yang dipesan sebelum meninggalkan tempat. Menawarkan menu untuk ditambah. Menyajikan pesanan dengan lengkap dan rapih. Sebelum pembayaran harus dicek terlebih dahulu menu tambahan.

Sebelum menjumlah total bayaran, membaca kembali pesanan kepada konsumen.

Mengucapkan terimakasih dan salam lalu kembali ke posisi semula.

Selain itu kalangan konsumen yang datang di Cafe The Vintage yaitu kalangan remaja dan keluarga. Kalangan yang paling dominan mengunjungi Cafe

107Wawancara kepada Elza Anisa Putri sebagai Pemilik Cafe The Vintage, pada 25 Maret 2020.

The Vintage yaitu dari kalangan remaja baik pelajar maupun mahasiswa, Menu apa yang menjadi andalan Cafe The Vintage adalah Patbingso dan Sapo Tahu.108

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat digarisbawahi bahwa baik pemilik dan pramusaji sudah sangat menyiapkan segala sesuatu baik fasilitas maupun standar operasi pelayanan untuk membuat pengunjung atau konsumen merasa nyaman pada saat menikmati suasana di Cafe The Vintage. Hal ini juga untuk menunjang berjalannya viral marketing yang secara tidak langsung dibuat oleh pengunjung yang datang dengan membuat update-an story ataupun posting- an foto di akun instagram pribadi miliknya. Selain itu, hal ini juga mampu menunjang instagram @Thevintage_metro untuk terus memperbarui update-an sehingga membuat siapapun yang melihatnya mampu tertarik juga mengunjungi dan ikut menikmati sajian dan suasana Cafe.

Selain melakukan wawancara dengan pemilik dan kepala pelayanan Cafe The Vintage, peneliti juga melakukan wawancara dengan pengunjung. Hasil wawancara dengan Devi Arvina sebagai pengunjung Cafe The Vintage. Ia Mengetahui Cafe The Vintage dari story instagram kawan, sehingga penasaran hingga akhirnya tertarik untuk datang, ia juga sudah follow akun instragram Cafe The Vintage. Menurutnya Cafe The Vintage nyaman, tempatnya bagus, dan menarik karena ada event music. Ia telah mengunjungi Cafe The Vintage sebanyak 3 Kali, yang membuat ia tertarik untuk mengunjungi Cafe The Vintage yaitu tempat yang mendukung untuk berfoto, sangat instagramable sehingga menghasilkan foto yang unik untuk dibagikan kembali di media sosial instagram,

108Wawancara kepada Aditya Efendi sebagai Kepala Pelayanan Cafe The Vintage, pada 25 Maret 2020.

dan diakhir pekan terdapat event music. Menu yang pernah ia pesan saat mengunjungi Cafe The Vintage yaitu Kwetiau dan Patbingso dan menurut responden makanan ini memiliki cita rasa yang enak. Terkait harga sesuai di menu dan isi makanannya banyak dan juga sesuai dengan harga. Pelayanan yang diberikan oleh Cafe The Vintage yaitu pelayanan yang cepat dan ramah, namun diharapkan Cafe The Vintage dapat terus berinovasi dimenu-menu agar semakin banyak pilihan.109

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat digarisbawahi bahwa responden Devi Arvina mengetahui Cafe The Vintage melalui update-an story media sosial di instagram kawannya, sehingga ia tertarik untuk dapat juga merasakan dan menikmati tempat spot foto yang instagramable. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dimana responden Devi Arvina merasa tertarik setelah melihat update-an story milik kawannya di media sosial instagram.

Hasil wawancara dengan Ihsan Rama Sandi sebagai pengunjung Cafe The Vintage. Ia Mengetahui Cafe The Vintage dari lokasi yang strategis dimana sering dilewati sehingga menimbulkan rasa penasaran hingga akhirnya ia follow akun instragram Cafe The Vintage dan melihat updatean menu makanan yang sangat membuatnya ingin mengunjungi dan menikmati menu di Cafe The Vintage.

Setelah mengunjungi Cafe The Vintage Menurutnya Cafe The Vintage dalam penyajian makanan menarik untuk difoto dan tempat yang bagus untuk mengajak teman ke Cafe The Vintage. Ia telah mengunjungi Cafe The Vintage sebanyak 4 Kali. Selain itu yang membuat ia tertarik untuk mengunjungi Cafe The Vintage

109Wawancara kepada Devi Arvina sebagai Pengunjung Cafe The Vintage, pada Maret 2020.

bukan hanya karena makanan yang instagramable untuk dibagikan demi kepentingan postingan foto tetapi juga memiliki rasa yang enak disetiap menunya.

Menu yang pernah ia pesan saat mengunjung Cafe The Vintage yaitu Jus Mangga dan Paket Ayam Bakar. Harganya termasuk mahal tetapi sesuai dengan banyaknya porsi sajian, pelayanan yang diberikan oleh Cafe The Vintage sangat baik sehingga diharapkan Cafe The Vintage untuk tetap mempertahankan rasa enaknya.110

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat digarisbawahi bahwa responden Ihsan Rama Sandi mengetahui Cafe The Vintage dikarenakan ia sering melewati lokasi tempat Cafe The Vintage yang tepat berada di jalan raya Tejo Agung Metro Timur, lalu responden Ihsan Rama Sandi mencari akun instragram Cafe The Vintage dan mem-follownya guna mengetahui menu seperti apa yang disajikan di Cafe tersebut. Setelah melihat posting-an foto di akun

@thevintage_metro responden memutuskan untuk mengunjungi Cafe dan akhirnya responden Ihsan Rama Sandi menyimpulkan bahwa selain makanan dan tempat yang sangat instagramable, Cafe ini juga mempunyai cita rasa dari setiap menu yang disajikan terasa sangat enak.

Hasil wawancara dengan Abduhu Zaini sebagai pengunjung Cafe The Vintage. Ia mengetahui Cafe The Vintage dari story instagram kawan, sehingga penasaran hingga akhirnya tertarik untuk datang, ia juga telah follow akun instragram Cafe The Vintage. Menurutnya Cafe The Vintage tempatnya strategi mudah ditemukan dan dekat dengan tempat tinggal. Ia telah mengunjungi Cafe

110Wawancara kepada Ihsan Rama Sandi sebagai Pengunjung Cafe The Vintage, pada Maret 2020.

Dalam dokumen KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA (Halaman 69-121)

Dokumen terkait