PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sehingga Cafe The Vintage Metro harus bisa membuat konsumen atau pelanggan tertarik untuk datang langsung ke tempat menikmati produk-produk yang diposting oleh Cafe The Vintage Metro melalui akun Instagram @thevintage_metro. Kedua, Susu Bejos dengan nama akun Instagram @Bejos_milk dengan 4.375 pengikut dan 1.130 postingan foto. Ketiga, Warunk Viral dengan nama akun Instagram @Warunkviral_Lampung dengan 2.330 followers dan 1.096 foto yang diposting.
Keempat, Dapur Putih dengan nama akun Instagram @dapurputih dengan 1.553 followers dan 113 foto yang diposting. Perbedaan yang peneliti lihat antara kafe di atas dengan The Vintage Metro Cafe ketika menggunakan strategi viral marketing adalah keaktifan admin untuk membagikan kegiatan di kafe tersebut setiap harinya. Selain data yang diperoleh dari pihak pengelola, peneliti juga memperoleh data dari konsumen Cafe The Vintage Metro bahwa konsumen sebagai followers akun Instagram @thevintage_metro mengindikasikan bahwa mengupdate postingan menu makanan di akun Instagram dengan periode reguler merupakan rekomendasi. kunjungi Cafe The Vintage Metro 14 Selain itu, dengan memposting foto teman-teman di media sosial di Instagram yang mengunjungi Cafe The Vintage Metro dengan memberikan pemberitahuan lengkap beserta alamatnya, mereka bisa menjadi.
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitaian
Penelitian Relevan
Penelitian dengan judul Pengaruh Promosi Melalui Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Viral Marketing Sebagai Variabel Intervening Tahun 2017 ini dilakukan oleh Khorik Atul Aliyah (Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Syariah FEBI IAIN Surakarta). Dan terakhir, terdapat pengaruh positif signifikan antara kampanye melalui media sosial terhadap keputusan pembelian dengan viral marketing sebagai variabel intervening22. 22 Khorik Atul Aliyah, Pengaruh promosi melalui media sosial terhadap keputusan pembelian dengan viral marketing sebagai variabel intervening, (2017), h.
Penelitian selanjutnya berjudul Pengaruh Viral Marketing Terhadap Minat Beli Konsumen Melalui Kepercayaan Konsumen Pada Instagram. Penelitian selanjutnya dengan judul Pengaruh viral marketing melalui media sosial terhadap keputusan kunjungan wisatawan di Pantai Dato Majene Tahun 2016 dilakukan oleh Muhammad Fikri Fansuri (Mahasiswa Jurusan Manajemen FEB Universitas Hasanudin Makassar). 24 Muhammad Fikri Fansuri, Pengaruh viral marketing melalui media sosial terhadap keputusan kunjungan wisatawan di Pantai Dato Majene, (2016), hlm.
LANDASAN TEORI
Viral Marketing
- Pengertian Viral Marketing
- Strategi Viral Marketing
- Kriteria Viral Marketing
- Kelebihan Viral Marketing
Kaplan Andreas M, menyatakan bahwa keberhasilan pemasaran viral harus memenuhi tiga kriteria berikut:38. Orang ini harus memiliki jejaring sosial dan media yang cukup luas dan tepercaya yang mudah diakses oleh semua orang. Pesan atau undangan kampanye yang mudah diingat dan menginspirasi orang untuk mengikuti.
Berdasarkan uraian di atas dapat digarisbawahi bahwa kriteria viral marketing merupakan kriteria dasar yang harus dipenuhi, hal ini sangat membantu agar strategi viral marketing dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. 38 Artika Surniandari, “Viral Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Produk Sariz”, dalam Jurnal Widya Cipta, Vol 1, No 1, Maret 2017, h. Viral marketing memberikan kredibilitas instan ke perusahaan atau produk dan membuat layanan web lebih ramah pengguna melalui perpesanan.
Media Sosial
- Pengertian Media Sosial
- Manfaat Media Sosial
- Aplikasi Media Sosial
Berdasarkan uraian di atas dapat digarisbawahi bahwa media sosial merupakan tempat yang dapat digunakan untuk berinteraksi baik untuk berkomunikasi maupun untuk kegiatan pemasaran bisnis. 40 Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Panduan Optimalisasi Media Sosial Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, (Jakarta: Pusat Humas, 2014), h. Karena kemajuan dalam perkembangan teknologi internet, komputer tablet dan smartphone, media sosial telah berkembang pesat.
Media sosial menawarkan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan konsumen, dan dapat menjadi media untuk menciptakan komunitas online. Media sosial dapat menjadi bagian dari keseluruhan strategi e-marketing yang digabungkan dengan media sosial lainnya. Berdasarkan uraian di atas, dapat digarisbawahi bahwa aplikasi media sosial adalah aplikasi yang membantu pengguna untuk membagikan momen berharga mereka.
Ekonomi Kreatif
- Pengertian Ekonomi Kreatif
- Sektor Ekonomi Kreatif
- Peran Ekonomi Kreatif
Konsep ekonomi kreatif adalah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang meningkatkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan bekal pengetahuan dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Ekonomi kreatif menurut United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) sebagai proses penciptaan, produksi dan. 54 Zul Asfi Arroyhan Daulay, “Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Menggunakan Metode Triple Helix (Studi Terhadap UMKM Kreatif di Kota Medan)”, dalam Jurnal Tansiq, Vol.1, No.2, Juli-Desember 2018, h.170-171 .
Seperti yang didefinisikan oleh Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris (DCMS), ekonomi kreatif didefinisikan sebagai ekonomi yang mengandalkan kreativitas, keahlian, dan bakat individu untuk memberikan nilai tambah. John Hawkins pertama kali memperkenalkan istilah ekonomi kreatif dalam bukunya The Creative Economy: How People Make Money From Ideas. John Howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai penciptaan nilai sebagai hasil dari suatu ide (the creation of value as a result of making ideas).
Howkins menjelaskan ekonomi kreatif sebagai kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, bukan hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang-ulang. Mengutip Cetak Biru Ekonomi Kreatif, ekonomi kreatif adalah penciptaan nilai tambah (ekonomi, sosial, budaya, lingkungan) berdasarkan gagasan yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berdasarkan penerapan pengetahuan, termasuk budaya. dan warisan teknologi. Ekonomi kreatif pada hakekatnya adalah kegiatan ekonomi yang mengutamakan pemikiran kreatif untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda yang memiliki nilai dan bersifat komersial.
Berdasarkan uraian di atas dapat digarisbawahi bahwa ekonomi kreatif merupakan suatu konsep di era ekonomi baru yang mengutamakan informasi, inovasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan sumber daya manusia sebagai faktor utama. Ekonomi kreatif berperan dalam perekonomian suatu bangsa terutama dalam menghasilkan pendapatan (income generation), menciptakan lapangan kerja (job creation) dan meningkatkan pendapatan ekspor (export earning), meningkatkan teknologi (technology development), meningkatkan kekayaan intelektual (intellectual). . properti), dan peran sosial lainnya. Oleh karena itu, ekonomi kreatif dapat dilihat sebagai penggerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi suatu bangsa (engine of economic growth and development).
Berdasarkan uraian di atas dapat digarisbawahi bahwa peranan ekonomi kreatif adalah untuk menghasilkan devisa, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan ekspor, teknologi dan kekayaan intelektual agar negara maju.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Sifat Penelitian
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengambilan Sampel
Metode Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Cafe The Vintage merupakan kafe dengan nuansa vintage tahun 70-an di Kota Metro. Cafe The Vintage pertama kali berdiri di Desa Ganjar Agung dan sudah berjalan kurang lebih 4 tahun hingga akhirnya pindah lokasi ke Desa Tejo Agung hingga sekarang dengan lahan sendiri. Cafe The Vintage mengusung tema dan konsep vintage yang membuat pengunjungnya bernostalgia tahun 70-an.
Cafe The Vintage menjual makanan berat seperti aneka olahan ikan, ayam, bebek, udang, cumi, capcay, nasi goreng, bihun goreng, bihun dan juga ada nasi bungkus dengan pilihan menu lainnya. Selain menyediakan makanan berat, Cafe The Vintage juga menawarkan makanan ringan seperti waffle, pancake, roti bakar, kentang goreng, sosis, cireng, dan martabak telur. Tak ketinggalan Cafe The Vintage juga menawarkan berbagai minuman seperti green tea, red velvet, cappucino, coffee caramel, fruit soup, es krim campur, es krim kacang merah, patbingso, chocochino, tepung kedelai, lemon squash dan aneka jus buah lainnya. .
Selain menu makanan berat, makanan ringan, dan minuman yang beragam, Cafe The Vintage juga menawarkan hiburan seperti acara musik dan fasilitas layanan seperti Wi-Fi gratis, musala, ruang pertemuan, dan tempat parkir mobil yang luas. Semua fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat pengunjung semakin betah mengunjungi Cafe The Vintage.
Pembahasan Dampak Viral Marketing dalam Mengembangkan
- Viral Marketing pada Cafe The Vintage
- Pengembangan Ekonomi Kreatif kuliner Melalui Viral Marketing
Perlu diketahui bahwa pemilik Cafe the Vintage telah melakukan pemasaran sesuai dengan indikator viral marketing yaitu; strategi viral marketing, kriteria viral marketing dan manfaat viral marketing. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ihsan Rama Sandi dan 4 orang responden lainnya mengatakan bahwa dirinya juga ikut menyebarkan informasi tentang Cafe The Vintage di jejaring sosial Instagram miliknya, baik dari segi tempat dan suasana yang menarik, maupun dari segi menyajikan menu makanan. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan responden Abduhu Zaini dan 6 responden lainnya, ia mengatakan juga ikut memposting foto dan cerita dengan pesan yang membuat orang lain penasaran dengan The Vintage Cafe itu sendiri, seperti memberi caption pada foto “makan siang dengan bakar prime rib” atau foto dengan background Cafe The Vintage.92.
Lingkungan yang mendukung dan waktu yang tepat untuk meluncurkan program viral marketing.93 Berdasarkan hasil wawancara dengan pramusaji Cafe The Vintage, beliau selalu menganjurkan suasana yang nyaman di lingkungan Cafe The Vintage. Menurutnya, Cafe The Vintage tempatnya nyaman dan luas, apalagi tempatnya bagus dan kekinian dan nyaman, sehingga menghasilkan foto-foto unik untuk dibagikan di media sosial Instagram. Saat mengelola akun media sosial di Cafe The Vintage, hanya 1 administrator yang bertanggung jawab penuh atas akun Instagram tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden Dwi Yogati diketahui bahwa responden mengetahui Cafe The Vintage melalui media sosial, baik dari akun Cafe The Vintage maupun dari postingan rekan-rekan yang mereka unggah selama berada di Cafe The Vintage. 102 Hal ini sesuai dengan kelebihan teori viral.internet marketing, yaitu penyebaran informasi yang cepat melalui internet tidak dapat dibandingkan dengan sarana informasi lainnya. Mengenai ekonomi kreatif, pemilik Cafe the Vintage ini mengaku sudah menerapkannya.103 Indikator ekonomi kreatif adalah; Kreativitas, Inovasi dan Penemuan. Ekonomi kreatif saat ini banyak dimotori oleh generasi milenial yang menggunakan media internet untuk mengembangkan potensi ekonomi, salah satunya yang dilakukan oleh Cafe The Vintage selalu melakukan inovasi menu layanan baik makanan berat maupun snack dan minuman.
Hal ini sejalan dengan teori 3 isu utama yang menjadi dasar ekonomi kreatif dalam buku pilar ekonomi kreatif pembangunan Indonesia yaitu inovasi: 104 Cafe The Vintage berinovasi makanan. Selain inovasi diperlukan juga kreativitas, teori yang terkandung dalam 3 hal utama yang menjadi dasar ekonomi kreatif dalam pilar ekonomi kreatif pembangunan Indonesia yaitu kreativitas.105 Cafe The Vintage memberikan sentuhan kreativitas pada Cafe The Vintage dengan suasana vintage 70an. Selain menu makanan, Cafe The Vintage juga memastikan suasana senyaman mungkin bagi konsumen untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.
Sehingga para pengunjung tidak hanya menikmati menu makanan tetapi juga menikmati suasana Cafe The Vintage.
Analisis Dampak Viral Marketing dalam Mengembangkan